Beautiful Tubby (Chapter 4)

beautiful tubby

 

Title : Beautiful Tubby (Chapter 4)

Author : DkJung (@diani3007)

Namja Casts :

# [EXO-K] Oh Sehun : stolid, cool, sometimes can be sharp, want to be a photographer

# [EXO-K] Byun Baekhyun : kind, sweet, nice

# [EXO-M] Lu Han : polite, smart, talented, cute

# [EXO-K] Kim Jongin : charismatic, sexy

# [EXO-K] Park Chanyeol : humorist, childish, funny

Yeoja Casts :

~ [OC] Shin Hyori : lazy, really loves to eat

~ [OC] Lee Haena : kind

~ [OC] Kim Yunhee : smart, sharp

~ [OC] Sung Raewoo : tomboy, charismatic

~ [OC] Park Injung : optimistic

Other casts :

> [EXO-K] Kim Joonmyeon (Teacher)

> [OC] Lim Hyerin (Teacher)

Genre : School Life, Romance, Friendship, A little bit sad

Rating : PG 13

Length : Chaptered

Disclaimer : ide ff ini terinspirasi dari berat badan aku yang sangat tidak ideal, alias gendut -__- juga ada beberapa ide dari Thai Movie ‘CLTCL’. semoga pada suka dan tinggalkan jejak apabila sudah selesai membaca, entah itu comment atau like, atau mungkin comment dan like? [NOT FOR SILENT READER AND PLAGIATOR] Hargai karya aku yaaaa^^ happy reading, chingudeul!

Summary :

Namanya Shin Hyori. Siswi kelas satu SMA yang berat badannya melebihi batas normal, atau bisa dibilang, gendut. Badannya bulat, pipinya sangat tembam. Teman – temannya sudah berkali-kali memperingatkannya agar Hyori tidak makan terlalu banyak. Namun percuma, Hyori tidak pernah mau mendengarnya. Dia tidak pernah peduli masalah tubuh langsing dan sebagainya. Dia tetap enjoy walaupun tubuhnya gendut.

Hingga suatu hari, dia bertemu seorang namja yang membuatnya jatuh hati. Dia pun mulai mencoba mendekati namja itu. Di saat dia baru memulai usahanya itu, namja yang dia sukai berkata, “Aku tidak suka yeoja gendut,” dengan ketus.

Pasca namja yang ia sukai berkata seperti itu, dia jadi semakin ingin membuktikan bahwa dia bisa menjadi yang namja itu inginkan.

 

#Chapter 4#

            “Memangnya kalian tidak tahu? Dia itu kan Hyori!” ucap Baekhyun antusias. Luhan melongo sesaat lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah Hyori di atas panggung. Sementara Sehun masih belum merubah ekspresi wajahnya. “Eottae, Sehun-ah? Dia cantik, kan?”

            “Ne! Neomu yeoppo!” lagi-lagi hanya Luhan yang menjawab pertanyaan Sehun.

            “Sepertinya dia diet keras ya? Akhir-akhir ini aku melihat banyak perubahan pada dirinya,” Chanyeol kini bersuara.

            Shin Hyori, lihat saja! Aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkanmu! Baekhyun berbicara dalam hatinya.

            Oh Sehun. Namja itu masih saja diam. Tatapannya sangat sulit siartikan, entah terpana, suka, tidak suka, benci, atau justru muak. Sementara pertunjukkan Cinderella tidak terasa sudah hampir selesai. Hyori kini sedang mencoba sepatu kaca Cinderellanya. Dan ternyata ukurannya pas. Pangeran yang tak lain dan tak bukan adalah Choi Junhong langsung terlihat gembira.

            “Wooahh! That was you! You’re the girl who dance with me that night, right? May I know what’s your name?” Tanya Junhong, si Pangeran dalam bahasa Inggris.

            Sambil tersipu malu, Hyori menjawab, “My name is Cinderella.”

            “Ehm, Cinderella, will you marry me?”

            Hyori yang berperan sebagai Cinderella itu mengangguk mantap. “Yes, I will!”

            Pangeran pun membawanya ke Istana. Semua property diganti menjadi property barang-barang Istana yang mewah. Begitu juga dengan latar panggung yang menggambarkan Istana. Dan, di istana itulah Cinderella dan Pangeran menikah. Banyak tamu yang datang. Tamu itu tak lain adalah para murid kelas 10-1/1-1 juga yang menjadi cameo.

            “I Love You so much, Cinderella.”

            “I Love You too,” ucap Hyori lalu menutup kedua matanya ketika Pangeran mulai mendekatkan wajahnya. Para penonton mulai berbisik-bisik.

            “Sepertinya mereka akan berciuman!” seru Jongin. Sehun reflek bangkit dari tempat duduknya hingga menghalangi penonton lain yang duduk di belakangnya. Saat adegan ciuman yang diharapkan para penonton hampir terlaksana (?), tirai panggung justru menutup secara perlahan hingga semua pemain sudah tidak terlihat lagi.

Namun, beberapa detik setelah tirai ditutup, tirai tersebut terbuka lagi dan memperlihatkan para pemain drama Cinderella itu kini telah berjajar rapi sambil berpegangan tangan, lalu mereka pun membungkuk memberi hormat. Hyori yang berdiri di paling tengah jajaran itu tersenyum sangat cerah sambil sesekali menatap Junhong yang berdiri tepat di sebelahnya. “Kita berhasil!” ucap Hyori. Junhong hanya tersenyum ramah.

Sehun mendadak kikuk sendiri. Dia duduk kembali dengan perlahan dan kaku. Teman-teman FB5nya sejak tadi hanya menatap Sehun heran. “Wae guraeyo, Sehun-ah?” Tanya Jongin.

“Kenapa kau tiba-tiba berdiri saat Junhong hendak mencium Hyori? Dan mukamu tiba-tiba pucat tadi. Waeyo?” Tanya Chanyeol.

“Jangan bilang, kau… suka pada Hyori, ya?” Tanya Luhan.

Ne?” Tanya Sehun yang baru tersadar.

Mwo? Jinjjayo, Sehun-ah?” Tanya Baekhyun.

Mwo?” Tanya Sehun lagi yang masih belum nyambung dengan topic pembicaraan teman-temannya.

“Apa kau menyukai Hyori?” Tanya Baekhyun lagi. Dia tidak terdengar atau bahkan terlihat seperti sedang menggoda Sehun, tapi dia justru terlihat panik. Jika Sehun juga menyukai Hyori, berarti Sehun adalah saingan baginya.

###

“Bagus sekali, anak-anak!” seru Lim sonsaengnim sambil bertepuk tangan ketika anak-anaknya, murid kelas 1-1 memasuki ruang ganti.

Gamsahamnida sonsaengnim!” seru mereka semua.

Saem, terimakasih karena telah begitu sabar dan giat melatih kami!” ucap Hyori. Lim sonsaengnim mengangguk pelan sambil tersenyum. Semenara Haena hanya memutar bola matanya kesal melihat Hyori. Dia lalu keluar dari ruang ganti.

“Ekhem! Lim sonsaengnim,” panggil seseorang. Semuanya menoleh, ternyata itu suara Kim sonsaengnim. “Nde?” jawab Lim sonsaengnim.

“Tadi itu, menakjubkan! Kau benar-benar hebat bisa melatih mereka sampai sebagus ini, aku salut sekali padamu,” puji Kim sonsaengnim. “Ah, aniyo! Ini semua juga berkat anak-anak.”

Ne, mereka semua hebat! Terutama kau,” Kim sonsaengnim masih belum berhenti untuk memuji Lim sonsaengnim.

“Anda terlalu berlebihan,” ucap Lim sonsaengnim merasa canggung.

“Ehm, Hyerin-ssi? Apa kau ada waktu malam ini?”

Para murid langsung tersenyum sambil saling berbisik. Perlahan satu persatu dari mereka mulai meninggalkan sonsaengnim mereka, Lim Hyerin dan Kim Joonmyeon itu ditinggal berdua di ruang ganti. Hyerin menatap murid-muridnya heran. Pipinya merah. “Aku…, tentu saja!”

“Bagaimana kalau kita makan malam?”

###

Sehun berjalan sendirian di sekitar ruang theater sambil mengacak-acak rambutnya. Dia kelihatan seperti orang yang kehilangan tujuan hidup dan bisa bunuh diri kapan saja. Seseorang memegang lengannya. Sehun berbalik, ternyata di belakangnya kini sudah berdiri Shin Hyori. Dia masih memakai kostum Cinderellanya.

Sunbae? Kau sudah pulang lomba? Eottae? Apa kau menang?” Tanya Hyori sambil tersenyum gembira. Sungguh bertolak belakang dengan lawan bicaranya saai ini –Oh Sehun– yang lesu tanpa ekspresi.

“Apa penting jika kau tahu?” itulah jawab Sehun atas pertanyaan Hyori. Tidak mengherankan. Hyori pun mencoba sabar dan beralih ke pertanyaan lain. “Bagaimana penampilanku tadi? Bagus kan?”

“Apa pendapatku penting untukmu?”

Sunbae–“

“Kenapa kau selalu bicara padaku seolah-olah kita ini dekat, huh? Atau, jangan bilang kau masih menyukaiku? Michoseo…”

 Hyori menunduk, matanya berair. Sehun sunbae belum berubah.

“Memangnya kenapa kalau masih? Sunbaenim, apa kau tidak suka? Kau merasa kurang nyaman?” Hyori menghentikan ucapannya sejenak lalu maju selangkah lebih dekat dengan Sehun. “Aku bukan lagi yeoja gendut! Kenapa kau masih belum bisa menerimaku? Apa yang membuatmu begitu membenciku?” tangisannya mulai pecah.

Sehun. Dia masih diam menatap Hyori kosong.

“Aku sudah melakukan semuanya! Aku sudah rutin bangun pagi-pagi untuk berolahraga, aku bahkan tidak pernah makan coklat lagi! Aku harus rela menghabiskan hampir lima puluh persen hariku untuk berolahraga! Setiap hari aku makan sayuran! Aku hampir muak dengan itu semua! Keunde, aniyo. Aku berpikir, aku tidak perlu muak, karena aku melakukannya demi Sehun sunbae. Dan aku selalu berharap, perasaannya bisa berubah saat aku kurus nanti dan dia bisa menyukaiku, karena, sampai sekarang, aku masih belum bisa merubah perasaanku padamu!” Hyori tidak bisa menghentikan tangisnya. Sehun masih diam.

“Bisakah, Sunbae? Karena aku tidak bisa merubah perasaanku, bisakah kau yang merubah perasaanmu? Jebalyo,” Hyori memohon sambil meremas ujung jas seragam milik Sehun. Melihat Sehun yang tidak merespon sama sekali, Hyori melepaskan tangannya lalu berjalan gontai meninggalkan ruang theater.

Sehun kini sendirian. Rahangnya bergetar. Lututnya melemas. Matanya mulai memerah dan berair. Tangannya mengepal. Dia lalu jatuh dengan lutut yang menahan tubuhnya. Dia meremas kepalanya kuat lalu berteriak hingga menimbulkan gema.

“AAAAAARRRRGGGGHHHHH!!!!!!”

###

Hyori menghapus air matanya berkali-kali, namun tetap saja keluar lagi. Dia kini tengah berada di taman belakang sekolahnya.

“Hyori-ya!” panggil Yunhee dengan nafas terengah-engah. Hyori menoleh ke belakang, tersenyum ke arah Yunhee dengan matanya yang masih sembab. Yunhee terlihat lega melihat Hyori. Dia lalu berlari menghampiri Hyori lalu duduk di sebelahnya.

Wae guraeyo, Hyori-ya? kenapa kau tiba-tiba menghilang?” Tanya Yunhee panik. “Lihat kan! Kau bahkan belum melepas kostummu. Kajja! Akau akan mengantarmu ganti baju!”

Hyori tidak menjawab. Tangisannya justru semakin kencang. “Huaaaaa!! Eottokhe, Yunhee-ya? apa yang harus kulakukan? Huaaaa!” ucap Hyori menangis sambil mengguncang-guncangkan bahu Yunhee. Yunhee terlihat begitu heran dan kaget. Apa yang terjadi sebenarnya?

Wae geuraeyo?” tanyanya lagi. Hyori mencoba menghentikan tangisnya. “Sehun sunbae, dia, tidak akan pernah menyukaiku!”

“Maksudmu?”

“Aku gagal, Yunhee-ya! semua yang kulakukan tidak berguna! Sehun Sunbae tetap membenciku! Huaaaa!”

Yunhee menatap Hyori iba. Dia lalu memeluk sahabatnya itu dengan penuh kasih sayang. “Gwenchana, kau sudah melakukan yang terbaik! Tidak perlu menyesal!” ucap Yunhee sambil mencoba menenangkan Hyori dengan mengelus-elus punggungnya. “Kenapa rasanya begitu sakit?” ucap Hyori disela tangisnya.

Sehun Sunbae memang brengsek! Apa dia tidak bisa menghargai usaha Hyori yang sudah mati-matian diet untuknya? Dasar tidak punya hati! Batin Yunhee.

###

“Sehun-ah! Oh Sehun, neo eodiya? Sehun-ah!”

Luhan berhenti memanggil Sehun ketika dia melihat Sehun meringkuk di depan pintu masuk ruang theater. Luhan bernafas lega, lalu menghampiri Sehun. Lalu berjongkok di hadapannya.

Neo gwenchana?” Tanya Luhan. Sehun diam. “Kau baru saja menangis ya?” tanyanya lagi karena mata Sehun terlihat merah dan agak sembab. “Cerita saja padaku, ada masalah apa?”

Sehun tiba-tiba memukul-mukul kepalanya dan air matanya keluar lagi dari matanya yang sudah merah itu. “Pabo! Pabo! Pabo!” rutuknya tanpa henti. Luhan menyatukan alisnya bingung sekaligus panik melihat Sehun. Luhan lalu cepat-cepat menahan tangan Sehun.

Ya! lepaskan! Tinggalkan aku sendiri!” bentak Sehun.

“Aku tanya padamu, ada masalah apa? Kenapa kau tidak menjawab?!” Tanya Luhan yang kini ikut membentak. Sehun mulai memelaskan tangannya. Luhan lalu melepaskan cengrakamannya di tangan Sehun. “Kau namja, jangan menangis,” ucap Luhan. Sehun memejamkan matanya lalu bersandar pada dinding sambil menghembuskan nafasnya yang terasa begitu berat.

Arrasseo, kau tidak mau cerita?”

“Kenapa rasanya begitu sakit?” Tanya Sehun kembali dingin setelah mengatur emosinya.

Mwo?” Luhan tidak mengerti. “Sakit bagaimana?”

“Kenapa rasanya sakit sekali jika membentak orang yang kita cintai dan membiarkan dia pergi begitu saja.”

“Kau ini bicara apa?” Sehun tidak menjawab Luhan. Namun, sepertinya Luhan bisa menebaknya. “Apa orang yang kau maksud itu Hyori?” Tanya Luhan agak pelan karena takut Sehun tiba-tiba membentaknya. Tapi, kali ini tidak. Justru Sehun menatap Luhan dengan tatapan memelas.

“Aku sudah jahat padanya, eottokhe?” Tanya Sehun. Luhan mengerutkan dahi. “Jadi benar Hyori? Apa kau baru saja menolaknya?” Tanya Luhan. Sehun mengangguk lemah sambil mengacak rambutnya.

###

            Baekhyun sedang iseng mengintip ke dalam kelas 1-1, yang pintunya terbuka sebagian. Sepertinya dia sedang mencari Hyori di sana. Tiba-tiba saja, pintu kelas 1-1 terbuka lebar dan membuat Baekhyun kaget hingga mundur selangkah. Orang yang membuka pintu itu, menatap Baekhyun heran. Orang itu, Lee Haena.

Baekhyun mematung di hadapan mantan yeojachingunya itu. Jantungnya berdebar kencang. Haena bahkan masih bisa membuat jantungku berdebar, batin Baekhyun. Haena memejamkan matanya sejenak, menghela nafas, lalu pergi. Baekhyun memperhatikan kepergian Haena. Selangkah demi langkah kepergian Haena, membuat jantungnya perlahan kembali berdetak normal.

###

Yunhee berlari kencang sekali. Raut wajahnya panik, keringat mulai keluar dari pelipisnya. Dua kali dia menaiki tangga untuk sampai ke lantai tiga. Ada seseorang yang harus ia temui di lantai tiga, tepatnya di kelas 3-2. Lengkahnya berhenti tepat di depan pintu ruang kelas 3-2 yang terbuka sangat lebar. Tanpa rasa takut dan malu, Yunhee berteriak dari depan pintu.

“Sehun Sunbae!”

Sehun dan Luhan yang sedang duduk di bangku mereka menoleh bersamaan ke arah Yunhee. Sehun bangkit dengan malas lalu berjalan menghampiri Yunhee. Luhan tidak diam saja, dia justru bangkit lalu berjalan dan menghalangi Sehun.

“Biar aku saja,” ucapnya. Sehun mengerutkan dahi, dia lalu berbalik dan kembali duduk. Wajahnya terlihat tenang-tenang saja, walapun dia tahu, Yunhee adalah temannya Hyori. Luhan pun segera menghampiri Yunhee. Dia menarik lengan Yunhee lalu membawanya ke tangga menuju atap sekolah.

Ya!” bentak Yunhee sambil berusaha melepaskan lengannya dari genggaman Luhan. Namun Luhan tidak merespon sama sekali. Dia terus membawa Yunhee hingga mereka sampai di atap. Yunhee melepaskan lengannya dengan kasar. Dia hendak berbalik lagi, namun Luhan lagi-lagi mencengkram lengannya.

Mwo?” Tanya Yunhee.

“Bukankah kau ingin mengatakan sesuatu?” Tanya Luhan sambil tersenyum ramah. Agak aneh memang.

Yunhee diam. Dia lalu berjalan ke ujung atap. Angin mulai berhembus mengibaskan rambutnya yang tergerai. Yunhee lalu berbalik, menatap Luhan. “Kenapa tadi kau menghalangi Sehun sunbae?”

“Tidak usah banyak tanya, katakan saja apa yang ingin kau katakan.”

Yunhee menghela nafas. “Aku harus mengatakannya di depan Sehun sunbae. Aku ingin memarahinya, membentaknya, bahkan aku ingin memukulnya!”

Luhan terkekeh pelan mendengarnya. Bagi Yunhee, itu terdengar seperti ledekan. “Pasti karena Hyori?”

Ne! Aku tidak bisa tinggal diam melihat sahabatku disakiti olehnya!”

“Aku juga tidak akan tinggal diam, jika sahabatku dibentak dan dipukuli olehmu.”

“Aku memukul karena ada sebabnya!”

“Dan kurasa, Sehun juga melakukan itu ada sebabnya.” Ucapan Luhan menarik perhatian Yunhee. “Apa maksudmu? Sehun menolak Hyori karena ada sebabnya?”

Ne.”

###

“Haena-ya, kau tunggu di sini saja ya. aku dan Raewoo akan membeli es krim di seberang sana, apa kau juga mau?” Tanya Injung.

“Terserah kalian saja,” jawab Haena. Injung hanya tersenyum lalu menggandeng lengan Raewoo menyebrang jalan untuk pergi ke kedai es krim. Mereka berdua pun masuk ke dalamnya. Sementara Haena menunggu di halte bus yang tidak terlalu jauh dari sekolah. Lima menit. Sepuluh menit. Bahkan sampai dua puluh menit. Injung dan Raewoo belum juga kembali. Karena kesal menunggu, Haena pun berniat untuk menyusul saja. Haena pun menyebrang jalan dengan langkah pelan.

Baekhyun, Jongin, dan Chanyeol kebetulan sedang pulang bersama. Mereka baru saja keluar dari gerbang sekolah. Mereka sedang menunggu supir pribadi Chanyeol untuk menjemput mereka. Mereka memang ingin pergi ke suatu tempat bersama, dengan mobil Chanyeol. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Baekhyun melihat seorang yeoja sedang menyebrang. Dan sebuah mobil dengan kecepatan yang tinggi mulai mendekati yeoja itu. Dan yeoja itu sepertinya tidak sadar.

Entah apa yang terjadi, Baekhyun merasa ingin menolong yeoja yang sedang menyebrang itu. Dia pun berlari meninggalkan Jongin dan Chanyeol.

Yaaa!!! Awaaaasss!!!!” teriak Baekhyun. Yeoja itu menoleh, memperlihatkan wajah yang familiar bagi Baekhyun.

CKIIIIIIITTTT BRAAAAKKK!

Terlambat sudah. Lee Haena kini sudah terkapar di atas aspal dengan darah yang terus keluar dari pelipisnya dan kakinya yang penuh luka lecet. Baekhyun mematung, menatap nanar yeoja di hadapannya yang menutup matanya begitu rapat. Orang-orang dan siswa-siswi di sekitar mulai mengerubungi Haena.

Ya! Supirku sudah datang! Apa tidak sebaiknya kita bawa saja dia ke rumah sakit?” Tanya Chanyeol yang juga terlihat panik. Belum sempat Baekhyun mengangguk, Chanyeol dan Jongin sudah menerobos kerumunan lalu menggendong Haena menuju mobil Chanyeol yang berhenti di belakang mobil yang baru saja menabrak Haena. Setelah Chanyeol membawa Haena masuk ke dalam mobil, Jongin menarik paksa Baekhyun yang masih menjadi patung.

###

“Tokyo?” Tanya Yunhee. Luhan mengangguk.

“Sehun akan melanjutkan pendidikannya di sana. Kemungkinan, dia kembali lagi ke Korea lima tahun kemudian. Keunde, aku ingin kau merahasiakannya dulu dari Hyori.”

“Lima tahun? Lalu, bagimana caranya mereka–“

“Itu akan kuserahkan semuanya pada Sehun,” Luhan menggantungkan ucapannya, sementara Yunhee sudah terlihat sangat penasaran. “Sehun sebenarnya juga agak tidak enak pada Baekhyun, dia kan juga menyukai Hyori. Lagipula, kalau mereka berjodoh, pasti mereka akan bertemu lagi, kan?”

Yunhee menghela nafas lalu mengangguk. Luhan tersenyum. “Senang bertemu denganmu, Kim Yunhee-ssi?”

Yunhee terheran. “Kau tahu namaku?”

Aigoo, dari tadi kau hanya memanggilku dengan sebutan ‘kau’ saja, bahkan kau tidak menyebutku ‘Sunbae’,” ucap Luhan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Arrasseo, mianhe, Luhan Sunbae.”

“Kau juga tahu namaku?”

“Memangnya siapa yang tidak tahu FB5?”

Luhan hanya terkekeh sambil mengacak pelan rambut Yunhee. Mwoya? Dia baru mengenalku tapi sudah berani menyentuh rambutku? Huh! Dia bahkan tadi mencengkram lenganku, jinjja! Batin Yunhee.

###

Haena kini sudah sadar. Dia berada di rumah sakit dengan perban yang melilit kepalanya. Dokter baru saja memberitahukan kenyataan yang membuat Baekhyun, Jongin, dan Chanyeol hanya mematung menatap Haena datar. Sementara Haena yang sedang dalam posisi duduk itu hanya menatap kosong ke depan.

Pintu kamar pasien Haena terbuka bersamaan dengan suara langkah-langkah kaki yang disertai nafas terengah-engah. “Haena-ya! neo gwenchana?” Tanya Injung dan Raewoo bersamaan sambil menghampiri Haena.

Haena menoleh sambil mengerutkan dahi. “Kalian khawatir?” tanyanya.

Ya! Neo michoseo? Tentu saja! Kau itu baru saja tertabrak mobil apa kau lupa?” Tanya Raewoo. Haena hanya diam lalu menggeleng pelan.

“Bukankah sudah kusuruh kau untuk menunggu saja dan diam, huh? Kenapa kau malah menyusul?” Tanya Injung. Haena semakin terlihat bingung.

“Kenapa kalian begitu mengkhawatirkanku? Memangnya kalian siapa?” Tanya Haena. Baekhyun yang mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut Haena hanya bisa mendesah berat. Matanya sudah mulai merah dan berkaca-kaca.

Ya, Haena-ya! Wae geurae? Kau lupa pada kami?!” Injung mulai panik. Sementara Jongin member isyarat pada Raewoo untuk mengikutinya keluar bersama Chanyeol. Raewoo pun mengerti. Dia lalu menjauhkan Injung dari Haena lalu mereka berdua keluar menyusuk Jongin dan Chanyeol.

Neo, nuguseyo? Kenapa yang lain keluar dan kau tidak? Dan, kenapa kau menangis?” Tanya Haena. Dan, belum sempat Baekhyun menjawab, pintu terbuka lagi. Kali ini Hyori datang bersama Yunhee. Mereka berdua langsung berlari menghampiri Haena.

“Haena-ya, neo gwenchana? Mianhe, kami terlambat datang!” ucap Hyori.

Haena  mengerutkan dahinya. “Neo?”

 

#TBC#

 

Gimana? Kependekan yah? Emang sih, sengaja aku bikin pendek (padahal ngga ada ide ._. /slapped/)

Engga kok, ini emang beneran sengaja dipendekin. Tapi nanti di chapter 5 bakal panjang banget! Huaaaahahahaaaa

Sekali lagi,  dan untuk kesekian kalinya, maaf untuk typo ._.v

Komen, komen, komen!!!!!^^

Ngga komen? Aku tajong (?) !!

Iklan

29 pemikiran pada “Beautiful Tubby (Chapter 4)

  1. Aigoo..
    Kasihan banget uri thehun…
    Padahal dia udah ngerti sama perasaannya, tapi dia masih tetap gk bisa sama hyori…
    Apalagi sekaran haena amnesia!
    Huhuhuhu~ Ditunggu lanjutannya thor! Fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s