Melody in Our Love (Chapter 5)

cover baru lagi

[ TITLE ]

Melody In Our Love (Chapter 5)

 

[ Author ]

didoots

 

[ Length ]

Chapter

 

[ Genre ]

Romace, School life, family, friendship, love

 

[ Rating ]

PG-15

 

[ Main cast ]

Park Yoori (OC)

Byun Baekhyun as baekhyun (EXO-K)

Kai as Kim Jong In (EXO-K)

Park Chanyeol as Chanyeol (EXO –K)

 

[ Support Cast ]

Find by yourself

 

[ Chapter ]

| 1| 2 |3| 4 |

 

Sorry for the typo! Namanya juga manusia tidak ada yang tidak mempunyai salah mohon dimaafkan, dan kesamaan tokoh atau alur cerita itu adalah hal yang tidak saya ketahui yang mengetahui hanya readers dan Tuhan.

FF ini sudah pernah dipublish, jika melihat FF ini ditempat lain itu bukan plagiator.

 

This Fanfiction Pour mine!

 

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!!!

 

– Happy Reading Guys! –

 

**

Setelah bel sekolah berbunyi Yoori langsung ke perpustakaan untuk melanjutkan tugasnya yang memang belum selesai. Dia benar-benar tak habis pikir kenapa tugas sekolah selalu menyusahkannya, jika di beri keinginan dia ingin sekali bersekolah yang tidak memberikan tugas kepada siswanya. Baru saja Yoori terlarut dengan tugasnya tiba-tiba ponselnya berdering disana terdapat nama Baekhyun buru-buru dia mengangkatnya.

“Yeoboseyo..sunbae”

“kau dimana?”

“perpustakaan, wae?”

“Apakah kau sudah makan?”

“belum” jawab Yoori singkatsetelah itu Baekhyun menutup telepon dengan kasar.

“aish benar-benar mengganggu, namja itu memang aneh dan menyebalkan” ujarnya.

Yoori yang tidak ingin di ganggu oleh siapa-siapa langsung mendengarkan lagu dan tetap fokus pada tugasnya itu. Yoori tersontak karna seseorang kini tengah duduk disampingnya, lalu Yoori tersenyum lebar menyambut kedatanganya itu.

“annyeong Yoori…” sapaan manis keluar dari mulut Jong In.

“annyeong Jong In, kenapa kau disini?”

“aku ingin mencari buku untuk tugas Eun songsanim, tugasnya benar-benar menyusahkan..”

“ne, bukan hanya tugasnya tapi orangnya pun juga menyusahkan..” lalu mereka tertawa lepas karna canda mereka yang sangat jayus itu.

“apa kau lelah? Mau aku pijiti?” tanya Jong In.

“aniyo, aku tidak ingin merepotkan..”

“gwenchana yoori, aku lihat kau sangat lelah..” Jong In berdiri lalu pindah tepat di belakang tubuh Yoori, tangannya mulai memijat pundak yeoja itu perlahan.

“hm Yoori, apakah kau sudah mempunya namjachingu?” pertanyaan Jong In membuat kerutan dikening Yoori.

“ani, wae?” Yoori menjawab pertanyaan Jong In sambil terus mengerjakan tugas.

“Jika aku jatuh cinta kepadamu bagaimana?” Yoori yang mendegar perkataan Jong In kini membalikan tubuhnya kebelakang agar menghadap muka namja manis itu.

“mwo? bercandamu sangat tidak lucu” muka Yoori sangat serius saat menjawab pertanyaan Jong In, hatinya kini berharap agar apa yang di bicarakan Jong In bukan lelucon belaka.

“aku serius…”  tangan Jong In memegang dagu Yoori, mereka kini saling menatap, kepala Jong In perlahan mendekat ke kepala Yoori, saat jarak mereka semakin dekat Yoori memalingkan mukanya pada Jong In. Kecanggungan menyelimuti suasana mereka berdua. ‘kenapa saat Baekhyun menciumku aku tidak menolak… hmm aneh’ Batin Yoori.

“hm lebih baik aku pulang….” suara Jong In kini memecahkah keheningan yang baru saja terjadi.

“ne,ne hati hati ya Jong In..” Yoori memberikan senyuman kepada Jong In.

“hwaiting Yoori…” sebelum Jong In keluar perpustakaan dia mengacak-acak rambut yeoja itu lalu mencubit kedua pipinya. Timbul selengkung senyum dari bibir mungil Yoori. Sebenarnya dia merasa sedikit canggung sekarang dengan Jong In. Dia memperhatikan kepergian Jong In saat di ambang pintu Jong In berpapasan dengan Baekhyun. Jong In memberikan senyuman kepada Baekhyun tapi Baekhyun tidak melakukan hal yang sama karna dia tahu apa tujuan kkamjong kesini pasti “Yoori” Baekhyun sengaja menubrukan bahunya ke bahu Jong In dan hal itu membuat Jong In menunduk karna ulahnya itu.

Sebenarnya Baekhyun kesini karna dia tau Yoori diperpustakaan lagi, karna dia sempat mendengar perbincangan Yoori dengan Chanyeol di telepon tadi. Menurut perndegaran Baekhyun Yoori menyuruh Chanyeol menunggunya untuk mengerjakan tugas tetapi Chanyeol enggan karna dia sedang malas. Entah kenapa hatinya tergerak untuk menemani yeoja ini. Baekhyun berjalan ke arah Yoori dengan membawa sebuah plastik yang Yoori pun tidak tahu apa isinya.

“annyeong Yoori..” dia menyentuh kepala Yoori lalu mengecupnya halus.

“aish! Kau ini cium-cium saja! Jangan lakukan hal itu padaku aku bukan yeoja sembarang yang bisa kau cium seenaknya..” Baekhyun hanya memberikan senyum manisnya. Dan Yoori semaki menatapnya tajam.

“sudah makan?” tanyanya menyelidik.

“belum, wae?” nadanya masih kesal dengan ulah semena-mena Baekhyun dan Yoori berbicara tanpa menatap namja itu.

“great, mari kita makan..” dia mengeluarkan isi plastik yang dia bawa tadi sengaja dia beli memang untuk Yoori.

“shireo! Kau tidak lihat aku sedang mengerjalan tugas, tugas ini besok harus dikumpulkan jadi aku mohon jangan ganggu aku dulu” tegasnya tanpa memalingkan wajahnya kearah Baekhyun.

Baekhyun terdiam sejenak dengan kata-kata Yoori, dia mencerna kalimat Yoori lalu dimutahkan kembali karna dia tetap akan memaksa Yoori makan meskipun dia tetap tidak mau.

“kajja buku mulutmu…” Yoori mengalihkan pandangannnya sekarang kehadapan Baekhyun yang sudah siap menyuapi Yoori dengan makanan itu.

“shireo!”

“kajja palliwa! Kau ini mau aku hukum eoh?” mendengar perkataan Baekhyun membuat Yoori teringat dengan sikap Baekhyun yang sangat gila itu. Mulutnya perlahan dia buka agar Baekhyun dapat menyuapinya.

“anak pintar” tanganya kembali mengelus kepala Yoori dan membuat muka Yoori memerah.

“apa yang Jong In lakukan tadi?” Yoori yang sedang sibuk dengan tugasnya langsung berhenti sejenak.

“dia hanya mencari buku..” jelas Yoori sedikit berbohong karna takut baekhyun marah dengannya. Yoori kembali menyibukan diri dengan tugasnya lagi.

“jinjjayo? Jangan berbohong padaku..” perkataan Baekhyun membuat Yoori menjadi sedikit binggung, ‘apakah Baekhyun melihat kejadian tadi?’ Tanyanya dalam hati.

“ah aku tidak berbohong sunbae…” jawabnya sedikit gugup. Baekhyun hanya berpura-pura percaya, sebenarnya dia tahu bahwa Yoori berbohong tapi dalam benak Baekhyun ‘apa hak ku untuk perduli?’

“Baiklah sekarang buka mulutmu” Yoori langsung membuka mulutnya lagi tanpa dipaksa oleh Baekhyun tadi.

Tanganya menyentuh ujung bibir Yoori yang belepotan karna makanannya. Lalu dia tersenyum kearah Yoori.

“kau ini bukan hanya sifatmu yang seperti anak kecil tapi cara makanmu juga..” dia mengelus pipi Yoori yang memerah karna perkataan Baekhyun tadi. Yoori pun hanya terdiam dia terlalu gugup untuk menjawab perkataan Baekhyun tadi.

“yasudah jangan dekat-dekat denganku kalau aku memang masih kecil..” Jawab Yoori ketus.

“aku suka sifatmu yang seperti anak kecil itu membuat kau terlihat lebih manis….” Baekhyun tersenyum manis tatapannya kini menatap mata Yoori lekat.

DEGDEG… begitulah kiria-kira bunyi jantung Yoori, dia tidak menghiraukan perkataan Baekhyun tadi tapi dia kembali melanjutkan tugasnya itu, sambil menormalkan kembali jantungnya itu. Tapi Yoori tersenyum-senyum mengingat perkataan Baekhyun tadi. Acara makan pun selesai.

“aku bosan…” ujar Baekhyun tiba-tiba.

“yasudah lebih baik kau pulang, lagian aku tidak menyuruhmu kesini dan menungguku disini kan..”ledek Yoori. Tapi sebentar jika dipikir-pikir dengan logika kenapa Baekhyun kesini, mencari buku tidak, menbaca apa lagi dia kesini hanya sebagai penggangu. Atau… Yoori menepis segala pikirannya.

“ne, ne aku pulang sajalah biar kau disini sendiri bersama dengan hantu-hantu perpustakaan…” Baekhyun berbicara sambil terkekeh.

“omoo andwae! Kau tidak usah pulang temani aku sampai tugas ini selesai..” Pinta Yoori sambil melakukan sedikit aegyo.

“shirreo! Tadi kau sudah mengusirku… byee hati-hati ya disini” Baekhyun bangkit dari bangkunya dan perlahan berjalan, langkahan kakinya sengaja diperlambat dia berharap Yoori memanggilnya dan menyuruhnya kembali duduk.

Baekhyun menghitung jika dalam hitungan ke tiga Yoori belum memanggi berarti dia benar-benar akan pulang.’ 1….2….3’ Hitungnnya dalam hati.

“Sunbae!!..” Baekhyun tersenyum, perkiraannya sama sekali tidak meleset. Tapi Baekhyun tetap berjalan dia pura-pura tidak mendengar panggilan Yoori.

Yoori berdiri untuk mengejar Baekhyun yang tak kunjung mendengar panggilannya, Yoori menarik tangan Baekhyun kencang membuat Baekhyun membalikan tubuhnya tapi karna tarikan Yoori yang terlalu kuat membuat Baekhyun kehilangan keseimbangannya lalu jatuh mendorong tubuh mungil Yoori kelantai, jadi posisi Yoori kini dibawah Baekhyun. Hal itu sukses membuat mata Yoori membulat.

Baekhyun benar-benar memanfaatkan moment ini. Dia memajukan mukanya, Yoori pun langsung menutup matanya saat nafas Baekhyun sudah terasa di bibirnya dan CHU~ Baekhyun mengecup bibir Yoori dan itu membuat muka Yoori memerah.

“aish, cepat berdiri kau berat tau..” tangan Yoori mendorong Baekhyun lalu berdiri. merapihkan pakaiannya yang kotor karna terjatuh dilantai.

“tapi kau senang kan?” tanya Baekhyun dengan nada yang mengoda.

“ani! Kau ini kau pikir siapa bisa seenaknya menciumku seperti itu?” Baekhyun tidak menghiraukan perkataan Yoori lalu kembali berdiri dan duduk di kursi lagi. Yoori menjadi kesal plus senang dengan kejadian ini. Yoori pun ikut duduk dimeja kembali dan melanjutkan tugasnya.

Sudah setengah jam Yoori mengerjakan tugas Baekhyun pun bosan karna dari tadi mereka tidak berbicara sepatah kata pun. Jelas Yoori diam, dia masih marah dengan kejadian tadi. Baekhyun mencoba menyibukan diri dengan bermain ponsel Yoori yang dari tadi hanya tergeletak dimeja.Dia membuka kamera lalu memindahkannya ke kamera depan dan mengubah modenya menjadi video.

“annyeong! Na Byun Baekhyun imnida aku bosan sekali menunggu yeoja babo ini mengerjakan tugas sudah hampir 1 jam aku menunggunya dan dia tidak mengajakku untuk berbicara, kalian mau lihat muka jelek yeoja babo itu…” Baekhyun mengarahkan ponselnya kehadapan mukan Yoori yang sedang serius mengerjakan tugasnnya itu saat Yoori tersadar dia langsung menutup kamera ponselnya menggunakan tangan. Dan hal itu membuat Baekhyun tertawa.

“kalian lihat kan dia sangat seram dan jelek jika sedang marah, tapi…. kalian diam-diam saja ya sebenarnya dia itu cantik dan lucu tapi sikapnya yang dingin padaku membuat aku takut padanya..” sambung Baekhyun lagi. Yoori tidak mendengar perkataan Baekhyun tadi karna dia memang sedang malas menanggapi Baekhyun yang super duper aneh seperti itu.

“hm aku pikir sudah dulu untuk hari ini, semangat Yoori-ah monkey babo… jangan pernah patah semangat dalam melakukan sesuatu ya jangan malas mengerjakan tugasmu dan jangan dekat-dekat dengan namja lain selain aku dan Oppamu….” Baekhyun sedikit menekannkan kata ‘Namja Lain”, setelah itu Baekhyun bernyanyi lagu Growl sebagai pengingat agar namja tidak berani mendekati Yoori jika melihat video ini . Dia pun sudah selesai dengan main-mainnya tidak lupa dia menyimpan video itu agar Yoori bisa melihat keimutan mukanya dan keindahan suaranya.

“kajja kita pulang…” Yoori mengankat tubuhnya beserta tasnya lalu berjalan terlebih dahulu meninggalkan Baekhyun di perpustakaan. Baekhyun hanya tersenyum melihat tingkah yeoja itu.

Mereka sudah sampai di rumah Yoori, Baekhyun membukakan pintu Yoori saat yeoja itu ingin kembali kerumah Baekhyun menarik kembali.

“jangan lupa untuk istirahat,dan tidur cepat karna kantung matamu kini sudah seperti kungfu panda..” Baekhyun menyentuh kedua kelopak mata Yoori dan turun menjadi memegang kedua pipinya. Dia mengecup kening Yoori lembut, Yoori yang merasa sudah sangat lelah tidak bisa lagi marah kepada Baekhyun dengan kelakuannya ini.

“gangsahamnida sunbae…” Baekhyun sedikit merasa kasian dengan Yoori yang sepertinya sangat lelah.

Yoori kembali masuk kedalam rumahnya tanpa menghiraukan Baekhyun yang berharap diucapkan  selamat malam. ‘mungkin dia sangat lelah’ Batinnya.

**

Saat istirahat Yoori keluar kelas, niatnya dia hanya ingin berjalan-jalan mengurangi kepenatan pikirannya dengan tugas. Dia berjalan perlahan menyusuri jalalan, matanya tertuju dengan sesuatu yang menurutnya mengasikan yaitu lapangan. Disana banyak sekali orang yang sedang menonton pertandingan sepak bola. Perlahan gadis ini menuju lapangan dilihatnya pemain bolanya ada Oppanya, Chen,Luhan,Baekhyun,D.O melawan hoobaenya. Dia semakin mendekat ke arah lapangan, Yoori duduk di bagian tengah. Matanya hanya tertuju pada satu orang yaitu “Baekhyun”.

“hyaakkk! Oppa cepatlah itu sebentar lagi masuk!!” teriak  Yoori antusias.

“hwaiting oppadeul!!!!” teriak lagi Yoori dengan semangat sambil menepuk tangannya.

Baekhyun menyadari sumber suara yang memberi semangat lalu dia mencari dimana arah sumber suara itu. matanya terbengkalak melihat sumber suara itu, tapi anehnya kenapa Baekhyun malah tersenyum melihat yeoja itu memberi semangat. Tepat di hatinya ada deguban itu lagi, jantungnya terus seperti itu jika melihat Yoori atau melihat senyumnya. Fokus Baekhyun tiba-tiba hilang, diotaknya hanya terdapat Yoori,Yoori dan Yoori.

“BUUK!!!” tiba-tiba kepala Baekhyun terkena bola, dia pun langsung jatuh lemas tak berdaya ditempat.

Yoori yang melihat kejadian itu langsung bergegas menuju tempat kejadian, tapi niatnya di urungkan ketika banyak yeoja yang membantu Baekhyun, hatinya kini bukan menjadi khawatir tapi hatinya sekarang panas sangat panas. ditambah panas lagi Yoori melihat seorang yeoja membantu Baekhyun dan sangat mengkhawatirkan Baekhyun.

Yoori POV

“apa-apaan yeoja itu mencari perhatian saja dengannya” dengusku kesal.

“tapi sebentar, yeoja itu seperti yeoja yang dilombaan waktu itu.” Yoori menyipitkan matanya kembali sambil kembali mengingat-ingat wajah yang sangat dia ingat itu.

“oh iyaa!!! Benarr! Dia adalah gadis pemberi coklat untuk Baekhyun, pantas saja dia sangat perhatian kepadanya. Ya apa dia anak pindahan? Jangan-jangan dia pindah karna ingin dekat dengan Baekhyun. Aih!” sambungku lagi sambil memasang muka yang kesal

Muka ku pun kini makin kesal ketika Baekhyun mulai berjalan kearah atas, tidak ada rasa kasihan dihatiku aku terlalu panas melihat Baekhyun dengan Yeoja lain. Baekhyun berhenti sebentar lalu menatapku dengan tatapan mematikan. ‘apa yang kau lalukan Byun Baekhyun, kenapa dihadapan ku kau bisa mau dipegang dengan wanita lain seperti ini’ Batinku panas.

“apa yang kau lihat? Kau senang jika melihatku seperti ini?!” Tanya Baekhyun tiba-tiba dengan nada yang cukup ketus.

Aku hanya menunduk tidak berani menatap tatapan Baekhyun yang bisa dibilang sangat-sangat ganas itu. segerombol orang dan yeoja pemberi coklat yang membawa Baekhyun langsung menariknya menuju ruang kesehatan tangang Baekhyun melingkar di leher gadis itu. entah aku semakin panas melihat kemesraan mendadak dihadapaku ini. tiba-tiba saja aku meresa mataku panas lalu mengeluarkan tetesan air mata yang jujur aku tidak ingin keluarkan itu.

“kau tau mengapa aku memperhatikanmu? Itu karna aku khawatir denganmu kurcaci jelek. Jujur saja aku ingin yeoja yang disebelahmu sekarang adalah aku..” seperti hujan yang tiba-tiba, air mata Yoori kini sudah menjadi-jadi karna kelarutan pikiran negatifnya.

Kalian tau kenapa aku menangis? aku takut dia kenapa-kenapa. Aku merasa sangat bodoh tidak membantunya, aku senang banyak yang membantunya tapi kenapa yang membatunya harus yeoja dan yeoja itu bukan aku tapi yeoja lain yang notabennya adalah penggemarnya.  Dan yang membuatku merasa sangat sedih lagi saat Baekhyun berkata seperti itu. bagaimana bisa aku senang melihatnya.

Aku berjalan menuju ruang kesehatan, diperjalan menuju kesanapun aku masih mencoba menenangkan diriku yang sedang emosional ini. tanganku terus sibuk menghapus air mataku ini. didepan pintu ruang kesehatan aku melihat Baekhyun hanya berdua di ruangan itu dengan yeoja tadi. Tangan yeoja tadi menggengam tangan Baekhyun.

“sudah Mingi-ya lebih baik kau pulang, aku akan baik-baik saja” ucap Baekhyun lembut.

“baik lah Oppa sampai jumpa besok” Mingi mebersekan tasnya sebentar lalu pergi meninggalkan Baekhyun.

Kenapa mereka sangat dekat? Kenapa anak baru itu tidak memanggil sunbae? Kenapa dia memanggil oppa?! Aih aku benci ini tanpa melanjutkan kegiatan mengupingku aku langsung pergi. Air mataku kembali turun membasahi pipiku. Dibenakku aku berpikir karna kejadian hari ini Baekhyun menjadi dekat dengan yeoja itu,lalu dia meninggalkanku karna yeoja tadi sudah baik mau menolongnya dan yeoja itu jika dilihat-lihat lebih cantik dariku.

Baekhyun POV

Kepalaku terasa sangat sakit karna kejadian tadi aku terus menutup mataku agar sakit itu sedikit menghilang. Aku merasa semua orang panik dan semua orang membantuku, tapi tunggu aku mendengar suara yeoja. aku berharap yeoja ini adalah dia. Saat aku membuka mata ternyata dia bukan yeoja yang sedang aku cari yeoja ini adalah Shin Mingi.

“oppa! Apa kau baik-baik saja?! Oppa cepat bangunn!!!” teriak Mingi khawatir. Aku hanya dapat mengingat suaranya karna fokus telingaku hanya menuju kedia.

Aku dibantu berdiri olehnya dan teman-teman lain untuk dibawa keruang kesehatan sekolah. Tangga demi tangga aku naiki dibantu dengan orang-orang disekitarku, aku mencoba mencari yeoja yang aku harapkan membantuku itu. saat aku mendapatkannya mataku penuh dengan rasa kecewa, marah yang bercampur menjadi satu. Aku menatapnya dengan tatapan tajam.

“apa yang kau lihat? Kau senang jika melihatku seperti ini?!” tanyaku kepada Yoori.

Aku bertanya seperti itu agar dia mau membantu ku, tapi kenapa Yoori malah diam menunduk. Apakah kau tidak mengkhawatirkan aku? aku berharap engkau adalah yeoja di sebelah ku ini. semua orang membawaku ke ruang kesehatan. Mingi terus bertanya keadaanku tapi aku hanya menjawab dengan tidak semangat. Dipikiranku hanya ada Yoori ya Park Yoori yang hanya diam melihat keadaanku seperti ini. apakah kau tidak mengecek keadaaku di ruang kesehatan ini, awas saja kau akan ku hukum nanti.

“oppa gwenchana? Apakah masih sakit?” tanya yeoja tadi dengan nada yang khawatir.

“gwenchana, oh iya kenapa kau ada disini? apakah kau pindah sekolah disini?” tanyaku to the point.

“iya oppa, eomma dipindah tugaskan lagi disini” gadis itu meberikan senyum kepadaku.

“ne? Sudah lama kita tidak bertemu,terakhir aku melihatmu waktu diperlombaan itu, dan disitupun aku belum sempat bertanya-tanya banyak kepadamu, kau semakin cantik…”

“benar oppa, saat aku melihatmu aku langsung teringat coklat karna kau sangat menyukai coklat kan jadiaku memberikan coklat rasa strowberry” ucap Mingi sambil tertawa kecil.

“kau ini masih mengingatnya saja”

“pasti aku mengigatnya, oppa ini pernah ada dihidupku untuk waktu yang cukup lama bukan? Aku lupa rumahmu jadi aku tidak jadi menggunjugimu untuk banyak berbincang”

“ne, sudah Mingi-ah lebih baik kau pulang, aku akan baik-baik saja” aku memberikan senyuman meyakinkan kepada Mingi.

“baik lah oppa sampai jumpa besok” Mingi berlalu pergi.

Baekhyun berdiri perlahan, kepalannya sudah cukup enteng sekarang. Dia perlahan berjalan kearah jalan gerbang sekolah. Aku melihat sesosok yeoja yang pundaknya  turun-naik seperti sedang terisak. Aku terus memperhatikan Yeoja itu dan memastikan apakah dia menangis atau tidak, dan ternyata dia menangis. aku tau yeoja ini. tubuhnya sangat familiar dimataku, tangisnya pun aku juga sangat hafal.

Author POV

Yoori berjalan menyusuri setiap lorong sekolahnya, air matanya terus saja keluar dia tidak habis pikir dengan dirinya. Mengapa air matanya terus mengeluarkan air mata mengingat Baekhyun dengan yeoja itu.

“hey babo, kenapa kau menangis?” Yoori membalikan tubuhnya kearah suara itu, tubuhnya semakin bergetar sekarang, Yoori dengan reflek berteriak sambil menangis mengeluarkan apa tidak dapat diungkapkan dihatinya sekarang ini.

Baekhyun yang melihat Yoori seperti ini binggung, dia mendekatkan tubuhnya ke arah Yoori. Baekhyun menarik Yoori dalam pelukannya, Yoori yang menyadari orang yang sedari tadi membuatnya menangis ada dihadapannya langsung memeluk juga Baekhyun, tangan Yoori melingkar di pinggang Baekhyun erat. Baekhyun pun juga semakin mengeratkan pelukannya lalu mengelus ujung kepala Yoori lembut. Baekhyun sengaja diam dia lebih baik menunggu Yoori bercerita dibandingkan dia yang harus bertanya.

“kenapa kau sangat jahat! Kenapa kau saat sedang sakitpun kau masih berusaha mencari kesempatan berdekatan dengan yeoja lain apa kau tidak memikirkan perasaanku. kenapa dia memanggilmu oppa dan kenapa kalian sangat dekat, aku tau yeoja tadi sangat cantik dan aku mengakui dia lebih cantik dari pada aku….” ucap Yoori dengan nada yang sedikit meninggi dan terus mengeluarkan air matanya itu.

Baekhyun yang mendengar semua yang dikatakan Yoori tersenyum, dia tidak habis pikir Yoori menangis karna ini. hatinya kini terasa aneh lagi, muka Baekhyun kini memanas dan memerah merona. Baekhyun melepaskan pelukannya dari yoori lalu memegang kedua bahu gadis ini. Baekhyun menatap mata yoori yang basah karna air matanya. Tanganya mengarah kepipi Yoori lalu menghapus tetesan air mata Yoori.

“kau cemburu?” tanya Baekhyun.

Tanpa Yoori sadari kepalanya menganggukan apa yang ditanyakan oleh Baekhyun tadi. Baekhyun yang mengetahui kejujuran hati Yoori langsung tersenyum kearahnya lalu mengelus pipi Yoori.

“akan aku jelaskan di mobil nanti ya..” ujar Baekhyun.

Mereka berdua berjalan ke parkiran dengan tangan Baekhyun merangkul pundak Yoori, kedua tangan Yoori pun melingkari pinggang Baekhyun. Tanpa Yoori sadari Baekhyun tersenyum-senyum dengan apa yang Yoori lakukan tadi kejujuran dan kepolosan Yoori membuat Baekhyun merasa sangat bahagia sekarang. Ingin rasanya Baekhyun mencubit kedua pipi Yoori sekarang tapi niat itu diurungkan karna keadaan yang tidak memungkinkan.

Mobil Baekhyun keluar dari parkiran sekolah, dia mengarahkan mobilnya ketaman dekat dengan sekolah. Saat sudah sampai di tempat tujuan Yoori masih saja menangis sambil menundukan kepalannya. Baekhyun memegang kedua bahu Yoori lalu menggeser tubuh Yoori agar menghadap Baekhyun.

“jawab pertanyaanku, kenapa kau tidak membantuku tadi saat aku terkena bola?”tanya Baekhyun lembut.

“karna, aku melihat banyak yeoja yang membantumu. Aku kesal melihatnya jadi aku mengurungkan niatku itu..” semakin ke ujung nada Yoori semakin melemah.

“lalu kenapa kau menangis? Yeoja tadi?”

“ne, memangnya siapa yeoja itu?” tanya Yoori to the point.

“namanya Shin Mingi dia adalah mantan yeojachingu ku waktu smp, dia adalah hoobaeku. Kami berpacaran selama hampir 2 tahun”

Flasback on

Baekhyun pertama kali kenal karna dia bertabrakan dengan Mingi, dia terpesona sekali melihat Mingi lalu dia meminta nomer teleponya tanpa basa basi terlebih dahulu, Baekhyun setiap hari mengirimkan pesan kepada Mingi. Mereka berdua akhirnya semakin dekat lalu berpacaran. Saat luluspun mereka berbeda sekolah tapi tetap menjalin hubungan. Suatu hari Mingi mengajak baekhyun bertemu.

To: Baekhyun

“Oppa bisakah kita bertemu hari ini? kita bertemu di cafe biasa ne?”

From: Baekhyun

“ne, aku akan kesana”

At Italiano Cafe

Baekhyun melihat sekeliling tempat duduk dan saat dia menemukan orang yang dia cari dia langsung duduk di bangku itu. dia menyapa gadis itu dengan senyuman manis dibibirnya tapi tidak dengan gadis ini gadis itu begitu muram.

“ada apa? kau terlihat sedih?”tanya Baekhyun binggung.

“aku akan pindah ke australia 2 minggu lagi, orang tua ku dipindah tugaskan disana, aku tidak mau tapi mereka tetap memaksaku. Aku hanya tidak ingin berjauhan denganmu oppa” ujarnya sambil mengeluarkan air mata.

“sudah lah, jangan menangis turuti saja apa keinginan orang tuamu, jaman sekarang sudah moderen kita bisa skypean jika kau merindukan aku” ujar Baekhyun lembut.

“tapi…… aku takut kau akan berpaling dari ku Oppa”

“tenanglah, aku tidak akan meninggalkanmu, cintaku hanya utukmu percaya denganku”

**

Sudah 2 bulan Baekhyun dan Mingi berpacaran jarak jauh, tapi sikap Mingi sedikit berubah. Dia tidak perhatian lagi dengannya,sudah tidak memberi kabar, awalnya Baekhyun berpikir mungkin dia sibuk dengan tugasnya maklum karna dia anak pindahan.

2 hari kemudian Baekhyun sedang iseng melihat facebook Mingi dia begitu keget melihat Mingi berstatus berpacaran dengan namja di australia. Hatinya kini hancur dia mencoba menghubungin Mingi tapi tidak dianggat jadi dia mengirimkan email kepada Mingi.

To: Shinmingi22

“aku sudah melihatnya, aku pikir kita harus mengakhir hubungan kita disini, mungkin putus lebih baik, selamat ya dengan pacar baru mu, semoga kau bahagia disana denganya.. –baekhyun bacon your beloved”

6 bulan kemudian

Baekhyun masih sering murung dan menyendiri Chanyeol yang melihat keadaan sahabatnya ini tidak tega. Chanyeol mencoba mendekatkan Baekhyun dengan teman yeojanya, tapi tidak ada yang Baekhyun suka.

Hari itu, Chanyeol menyuruh Baekhyun untuk datang kerumahnya karna harus mengerjakan tugas kimia kelompok. Dia mengetuk pintu rumah itu, dia kaget melihat seorang yeoja manis membukakan pintu rumahnya. Hatinya berdegub, sudah lama dia tidak merasakan jantungnya seperti ini,terakhir dia merasakan seperti ini dengan Mingi. Baekhyun mencoba menanyakan tentang yeoja yang membukaka pintunya kepada Chanyeol.

“Chanyeol, siapa yeoja yangmembukakan pintuku tadi?” tanya Baekhyun.

“oh dia adikku namanya Park Yoori, wae?”.

“dia sangat lucu dan manis, mau kah kau mengenalkan aku dengannya?” Ujar Baekhyun langsung.

“mwo?apakah kau jatuh cinta dengan adikku? Baiklah akan aku usahakan”jawab Chanyeol yang merasa temanya ini tidak akan murung lagi nantinya.

“hm… bagaimana jika kau ajak dia berkencan besok? tapi jangan memaksanya jika dia tidak mau, karna dia masih polos” sambung Chanyeol lagi.

“ne, arra” Baekhyun berlari menuju kebawah dengan hati yang berbunga-bunga.

Baekhyun bertanya pada Yoori, awalnya dia ragu apakah Yoori akan mau diajak berkencan, kelihatannya dia masih sangat polos. Tanpa diduga-duga Yoori mengiyakan ajakan Baekhyun, tentu hal itu membuat Baekhyun sangat senang.

**

Mereka berdua pergi dengan senang, apalagi Baekhyun dia tidak pernah merasakan sebahagian ini. Baekhyun mengengam tangan Yoori, dia menggengam tangan Yoori karna telalu nyaman bersama yeoja ini.  Saat sedang asik berjalan ponsel Baekhyun bergetar dan ada pesan dari seseorang.

To: Baekhyun

“oppa, bogoshipo. Apakah kau merindukanku? -Mingiue”

From: Baekhyun

“ada apa kau mengirim pesan kepadaku?”

To: Baekhyun

“aku ingin bertemu denganmu oppa! Aku sangat rindu denganmu! Aku mohon datang ke cafe biasa”

From: Baekhyun

“baiklah aku akan kesana”

Tidak dipungkiri bahwa Baekhyun pun juga merindukan Mingi nya ini, Baekhyun binggung ingin izin terhadap Yoori bagaimana jadi dia berbohong bilang ingin kesupermarket, padalah dia langsung pergi ke cafe itu.

**

Saat sampai cafe yang dimaksud Baekhyun langsung mencari tempat duduk karna Mingi bilang dia sedang diperjalanan. 20 menit dia menunggu akhirnya Mingi datang dengan seorang lelaki dengan muka eropa di belakangnya.

“Mingiue siapa namja ini?” Baekhyun bertanya dengan  bahasa korea.

“dia adalah namjachinguku oppa” DUGTITT…! Begitulah bunyi hati Baekhyun saat mendengar Mingi berkata seperti itu.

“oke Mike this is Baekhyun, he is my lovely brother” kata Mingi memperkenalkan Baekhyun.

“oh, hi Baekhyun my name is Mike, I am Mingi’s boyfriend”

Baekhyun semakin tidak karuan melihat Mingi dengan namjachingunya. Dia pura-pura mengangkat telpon padahal tidak ada yang menelpon.

“i am sorry, aku harus kembali kerumah karna ibu ku menyuruhku untuk membeli beberapa peralatan” Baekhyun berjabat tangan dan langsung pergi.

Baekhyun benar-benar kesal dia mematikan hpnya lalu berdiam diri dikamar, setelah 4 hari Baekhyun tidak keluar kamar dan tidak sekolah akhirnya dia keluar karna dipaksa oleh Chanyeol. Dia memaksa Baekhyun untuk kerumahnya karna ada beberapa tugas yang baekhyun belum kerjakan.

**

Baekhyun mengetuk pintu rumah Chanyeol dengan muka yang masih marah, kesal,kecewa karna kejadian di cafe itu. Saat pintu terbuka dia kaget melihat yeoja yang dia tinggalkan menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

“kenapa kau meninggalkanku?” tanya Yoori.

“aku sengaja melakukan itu, awalnya aku tertarik dengan mu tapi setelah hari itu kau orangnya membosankan” jawab Baekhyun spontan.

Kenapa gadis ini bertanya seperti ini? pertanyaannya membuat Baekhyun memutar kembali ke kejadian waktu itu dia menginggat Mingi. Baekhyun tidak menyadari jawabanya. Jadi dia binggung kenapa dia menjawab itu mungkin karna pikirannya sedang campur aduk. Sebenarnya Baekhyun berniat meminta maaf tapi niatnya diurungkan karna merasa nantinya Yoori pun akan memaafkannya juga. Sikap Baekhyun kini berubah menjadi sangat dingin terhadap wanita, dia merasa setiap wanita itu sama saja, hanya bisa menyakiti. Makanya setiap dia bertemu Yoori dia selalu bersikap kasar dan dingin.Terlebih lagi jika Baekhyun melihat Yoori, dia seperti melihat Mingi. Mereka mempunyai Banyak kesamaan. Jadi Baekhyun hanya bisa mengingat Mingi sebagai nappeun yeoja. dan hal itu berimbas kepada Yoori, dia kembali teringat oleh kejahatan Mingi.

Flasback End

“jadi karna itu kau meninggalkan ku?” mata Yoori kini mulai memanas lagi, matanya kini mulai basah dengan air matanya itu. perasaan Baekhyun semakin merasa bersalah sekarang.

“mianhae Yoori, niatnya aku serius denganmu, tapi Mingi datang lagi dengan berkata seperti itu” Baekhyun semakin binggung menjelaskannya kepada Yoori, Hatinya seperti di hujani oleh beribu-ribu batu melihat tangisan Yoori.

“nappeun namja! Kau tau aku menunggu mu sangat lama. Aku berharap kau kembali aku berharap mendapat kabar darimu tapi kau malah menghilang bagai ditelan bumi. Dan kau tau kau itu cinta pertamaku….” air matanya kini semakin deras keluar.

“aku tidak bermaksud meninggalkannmu, aku sangat emosi jadi aku mematikan ponselku, tidak hanya itu aku tidak makan, aku tidak pergi kesekolah. Aku pun dikejar rasa bersalahku kepadamu..” jelas Baekhyun yang nadanya meninggi sekarang.

“tapi kenapa sikapmu menjadi dingin dan sedikit kasar kepadaku?”

“karna, kau sangat mirip dengannya, sikapmu, senyummu, seluruhnya hampir mirip denganmu. Dari situlah setiap aku melihatmu aku selalu mengingat kejahatan Mingi..”

“mwo?! jadi karna ini kau selalu mendekatiku? Karna aku sama dengannya?” Yoori benar-benar dipuncak kemarahannya terbesit dibenaknya dia akan menampar pipi Baekhyun lalu pergi meninggalkannya. Tapi niat itu dia urungkan karna masih banyak pertanyaan yang Yoori ingin tanyakan.

“berhenti! Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu lagi” sambung Yoori Sambil membentak Baekhyun keras, Baekhyun pun spontan langsung diam. Keheningan terjadi selama beberapa menit.

Baekhyun menggengam tangan Yoori dengan lembut. Dia menatap Yoori dengan tatapan yang penuh ketulusan dan permohonan.

“Yoori tatap mataku, bagaimana kita lupakan masalah ini? aku berjanji tidak akan pergi meninggalkanmu lagi..” ucap Baekhyun lembut penuh dengan keyakinan.

“waktu itu saja kau meninggalkanku karna Mingi datang, bagaimana aku bisa percaya dengan kata-katamu. Bisa saja kau kembali bersamanya nanti..” isak Yoori.

“Sunbae aku ingin bertanya, jawablah pertanyaanku dengan jujur” sambung Yoori dengan masih terisak-isak.

“ne, aku akan menjawab dengan jujur” jawab Baekhyun yakin.

“apakah kau masih menyayangi Shin Mingi mu itu?” pertanyaan itu muncul dan diucapkan dengan Yoori secara lembut.

Baekhyun terdiam, dia menundukan kepalannya. Yoori yang melihat Baekhyun sikapnya seperti ini jadi yakin bahwa Baekhyun masih menyayangi Mingi.

“Byun Baekhyun sunbaejawablah pertanyaanku..” Baekhyun tetap menundukan kepalanya. Dia tidak berani menatap mata Yoori semakin dalam.

“sunbae!! tataplah mataku.. aku mohon” Yoori berkata lalu menarik nafasnya panjang agar emosinya tidak meledak lagi.

“BYUN BAEKHYUN JAWABLAH PERTANYAANKU! TATAPLAH MATAKU! APAKAH KAU MASIH MENYAYANGI SHIN MINGI?” Yoori berkata sambil menaikan nadanya dan terus menangis.

Baekhyun mengangkat kepalannya, dia menatap Yoori dengan tatapan kosong. Pikiran Yoori sekarang melayang, jika Baekhyun menjawab iya dia akan keluar dari mobil lalu pulang dengan naik taxi. Yoori semakin tegang ketika Baekhyun mencoba mebuka mulutnya.

“hm….aku…hmm.. aku” jawab Baekhyun terbata-bata.

“jebal sunbae, jujurlah…” pinta Yoori lembut sambil mencoba menengkan hatinya yang kini tidak tenang.

“Aku……..m…”

TBC………

Jangan jadi silent readersnya chingu kasih comment sedikit ya<3 supaya aku bisa evaluasi lagi mana yang aneh dan kurang baik. Thanks yang udah jadi pembaca aku kalian jadi kalian dapat hadiah dari aku yaitu kecup kasih sayang  dari all members EXO!<3 gomawo chingudeul^^

Iklan

14 pemikiran pada “Melody in Our Love (Chapter 5)

  1. tadi aku nemu typo..
    yg benar itu ‘gamsahamnida’ bukan ‘gangsahamnida’, tadi yg mana lagi ya? aku lupa, hehe
    itu sih cuma saran aja thor, biar ff kamu lebih baik lagi..
    next chapter cepat dipost yaa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s