Empat Lima Huruf (Chapter 1)

EMPAT LIMA HURUF – CHAPTER 1

Title                        : Empat Lima Huruf – Chapter 1

Author                    : Viola (@violarosaliya)

Main casts             : Oh Sehun, Aira Miranda

Supporting casts  : Kim Jong In a.k.a Kai EXO

Genre                    : Romance, school life

Rated                     : General

Length                   : Multichapter

Summary               : Tidak mudah menyatakan cinta. Sungguh tidak mudah. Terkadang itu butuh waktu. Jangankan untuk menyatakannya, untuk menyadari dan meyakinkan diri bahwa hatimu telah lumpuh karenanya pun tidaklah semudah yang kau kira. Terkadang hati sulit menerima penolakan. Atau itu karena kau merasa tidak yakin pada hatinya. Hatinya yang mungkin juga jatuh pada hatimu.

 

(Author POV)

Gadis berambut hitam ikal itu sibuk menyesap bubble tea-nya dengan masih dikelilingi beberapa laki-laki yang sibuk membujuknya untuk pulang bersama pulang sekolah saat Sehun memasuki kantin sekolah yang ukurannya cukup luas itu. Rupanya ia masih cukup popular ternyata walaupun sudah satu tahun lalu sejak kepindahannya ke Korea Selatan. Bukan hanya karena paras tirusnya, tubuh tingginya, dan warna kulitnya yang sedikit putih kecoklatan yang berbeda dari kebanyakan gadis Korea, gadis Indonesia itu juga punya nama yang tidak biasa aku dengar, Aira Miranda, itu namanya. Aneh bukan. Benar-benar aneh. Apalagi saat harus mengucapkannya. Seperti mengucapkan sebuah kata asing dari sebuah kamus istilah.

Sejak memasuki kantin hingga saat ini ia sudah menerima nampan berisi pesanan makanan, Sehun masih memperhatikan gadis itu namun dengan gerak-gerik yang sama sekali tidak menunjukkan perhatiannya pada sang gadis. Sama sekali tidak. Sehun mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan untuk mendapatkan tempat menghabiskan makan siang bersama Kai, sahabat baiknya.

“Ayo kita duduk disana” ajak Kai. Ia memilih sebuah meja bulat berukuran sedang dengan dua bangku kayu di seberang meja gadis itu. Kai sengaja memilih meja ini agar Sehun bisa lebih puas memandangi wajah gadis itu yang sekarang sedang memainkan sumpitnya sambil memandang langit di balik kaca besar di samping tempat duduknya.

“Kenapa kita harus duduk disini, Kai?” tanya Sehun kemudian kepada Kai disambut oleh senyum nakal Kai.

“Sudahlah Sehun, aku mengenalmu daripada kau mengenal dirimu sendiri. Kau tidak usah berpura-pura kalau dihadapanku ya” jawab Kai yang sekarang sudah tertawa dengan kerasnya hingga semua orang memperhatikannya.

“Ya, Kai. Please stop. Kamu sudah jadi pusat perhatian semua orang” ucap Sehun kemudian dengan wajahnya yang masih tetap terlihat cool. Benar-benar tanpa emosi. Sehun memang seorang aktor.

“Hahaha. Apa yang salah Sehun? Aku kan cuma tertawa. Karena tingkahmu itu lucu sekali. Hahaha. Apa tidak ada satupun dari orang-orang ini yang menyadarinya?” jawab Kai kemudian.

Kai dan Sehun memang dua pribadi yang benar-benar berbeda. Kai, seorang cowok berbadan tegap dan berkulit sedikit gelap dengan tinggi 182 cm itu benar-benar terlihat seksi dengan tubuh kurusnya. Bukan hanya itu, dia juga terkenal di seantero sekolah sebagai ketua OSIS yang berkarisma. Di dua tahun masa kepemimpinan Kai, sekolah mereka benar-benar berada dipuncak popularitas dengan sukses menyelenggarakan berbagai festival dan kompetisi dalam skala besar. Kai juga tidak malu kalau harus tertawa keras seperti sekarang. Dia sama sekali tidak gengsi karena Ia tahu keseksian dan karismanya bertambah setiap kali Ia bebas mengekspresikan diri. Berbeda dengan Kai, Sehun tidak dekat dengan terlalu banyak orang walaupun ia cukup populer dikalangan para gadis. Ia hanya terlihat dekat dengan Kai, beberapa teman eskul basketnya, dan gadis-gadis yang selalu mendekatinya.

Mereka berdua berada dikelas yang sama sejak mereka masuk ke high school. Mungkin karena kepribadian mereka berdua yang sangat berbeda itulah yang membuat mereka saling melengkapi. Itu sangat penting terkadang saat salah satu dari mereka harus meredam emosi.  Lebih dari lima tahun mereka berteman membuat mereka benar-benar mengenal satu sama lain.

 

(Sehun POV)

“Lucu? Apanya yang lucu? Emang dari tadi aku ngapain? I am just sitting here and asking you a question. Then you said me funny? You are freak, man!” kataku saat Kai sudah kembali normal dengan tampang karismatiknya. Benar-benar tidak terlihat ia baru saja tertawa habis-habisan.

Whatever, Sehun. You can tell me everything when you are ready, Ok?” jawab Kai kemudian. Aku hanya mengangkat bahu, masih tidak mengerti apa yang Kai maksud. Kami melanjutkan makan siang sampai bel istirahat keduapun usai.

Gadis itu melalui meja kami saat beranjak menuju kelas saat bel berdentang keras tiga kali. Tanpa aku sadari mataku mengekornya sampai dia tidak lagi terlihat diujung lorong.

Aish. Mungkin aku sudah gila. Apa yang sedang aku lakukan?” kataku setengah berbisik dan menggeleng-gelengkan kepala.

♪♪♪

(Kai POV)

“Oh Sehun-ssi” panggil seorang siswi kelas sebelah pada Sehun saat kami hendak memasuki pintu kelas.

Ne? Ada apa?” jawab Sehun kemudian.

“Kau dipanggil oleh Mrs. Kim di ruang Seni Budaya nanti sepulang sekolah” ucap gadis itu kemudian.

Ne? Kau tidak salah? Mungkin bukan aku yang dimaksud Kim sangsaenim” suara Sehun sedikit meninggi. Seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Tidak. Aku tidak salah. Cuma kau yang bernama Oh Sehun kelas XII dan atlet basket kan?” jelas gadis itu lagi.

“Oh. Arasso” jawab Sehun lagi sambil beranjak masuk ketika siswi itu melangkah meninggalkan Sehun yang masih dipenuhi tanda tanya dipikirannya.

“Ada apa?” tanyaku padanya saat Sehun masih sibuk menerka ada apa sebenarnya dia bisa dipanggil oleh guru Seni dan Budaya yang juga pelatih drama itu.

“Ntahlah. Aku dipanggil oleh Kim sangsaenim sepulang sekolah nanti. Menurutmu ada apa ya Kai? Aku kan bukan siswa eskul drama ataupun kesenian” jawab Sehun masih dipenuhi tanda tanya.

“Kalau kau saja tidak tahu, apalagi aku, Sehun. Tapi mungkin masih ada hubungannya dengan drama. Mungkin saja kau akan diajak pada sebuah pementasan drama” ujarku dengan menyimpulkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin ada.

What? Ada apa dengannya? Bukankah dia selalu mendapatkan aktor yang tepat untuk setiap pementasan dramanya yang selalu sukses kan?” tanya Sehun lebih lanjut.

Oh my God, Sehun. Jangan panik begitu. Berarti kau sudah terpilih Sehun. Calon aktor besar kan bermula dari pemain figuran. Hahaha” tandasku kemudian membuatnya tidak kembali bertanya dan sibuk dengan pikirannya.

♪♪♪

(Sehun POV)

Bel berdentang panjang dua kali menandakan saat pulang sekolah. Sesaat aku bangkit dari bangku, Kai langsung menghampiriku.

Sehun-ah, aku langsung ke ruang OSIS ya. Ada rapat untuk XOXO Festival and Fair. Bye” ucap Kai sambil berlalu bersama beberapa siswa kelas XI menuju lantai satu.

“Ok. Bye, Kai” ucapku sambil beranjak menuju ruang latihan seni dan budaya yang beradaa di halaman belakang sekolah.

 

(Aira POV)

Aku melihat sosoknya saat keluar dari kelasnya yang berada di ujung lorong lantai dua. Pria dengan badan kurus setinggi 181 cm dengan kulit putih itu seperti seorang model untuk pakaian sekolah. Terlihat seragam sangat pas ditubuhnya. Ia juga mengenakan sebuah topi hitam bertuliskan WOLF yang bagian depannya diputar ke belakang. Ia benar-benar tidak terlihat seperti seorang siswa sekolah melainkan model yang sedang berakting untuk sebuah iklan. Ditambah lagi keriuhan para gadis disepanjang lorong menuju halaman belakang sekolah yang ia lewati. Para gadis itu berbisik-bisik ada apa gerangan laki-laki yang jarang tersenyum itu menuju halaman belakang. Bukankah lapangan basket ada di bagian depan sekolah? Beberapa siswi sengaja mengikutinya dari belakang. Mereka akhirnya menyadari bahwa laki-laki bernama Oh Sehun itu sedang menuju ruang seni dan budaya.

Dia sedang berbincang dengan Kim sangsaenim saat aku memasuki ruangan. Mata kamipun bertemu selama tiga detik dan Ia langsung membuang muka untuk kembali berbicara dengan guru kami itu, Ia mengangguk sambil mencatat sesuatu di smartphone putihnya lalu membungkuk menandakan Ia pamit untuk pergi. Entah apa yang mereka perbincangkan. Ia benar-benar dingin. Hanya menatap lurus ke depan saat para siswi yang menjadi fansnya itu meneriakkan namanya.

“Apa semua pria Korea seperti itu ya? Beberapa dari mereka memang tampan namun juga benar-benar menguji kesabaran” ujarku dalam hati.

♪♪♪

(Author POV)

Sehun terus bolak balik ke kamar lalu ke balkon kamarnya untuk kesekian kali. Kai yang sedang menyelesaikan tantangan sebuah game pada PSP-nya pun mulai merasa terganggu karena aksi bolak- balik temannya itu.

“Sekali lagi saja kau beranjak dari sana aku akan langsung melemparmu tepat ke kolam renang tepat di bawah balkon Sehun. Kau sangat mengganggu tau” ujar Kai saat Sehun akan melangkah masuk ke kamar.

Sehun langsung menghentikan langkahnya. Ternyata dia takut dengan ancaman temannya itu. Mengganggu Kai akan fatal akibatnya. Bisa-bisa dia harus basah kuyup ditengah malam seperti ini.  Tiba-tiba ia mendapatkan sebuah pesan singkat yang membuatnya hampir menjatuhkan Galaxy S4 putih itu ke kolam.

Oke baiklah. Bagaimana kalau besok sepulang sekolah?

                                Ternyata itu adalah sebuah pesan balasan dari seseorang. Dan ia pun tak ragu membalas pesan itu lagi.

Iya. Besok sepulang sekolah. Tunggu aku di taman dekat lapangan basket.

                                Ia tak ragu membalas pesan itu walaupun Ia tahu akan ada konsekuensi besar dari tindakannya ini.

 

To be continued

 

Did you enjoy my ff?

If you don’t mind please leave comment everyone ^^

 

 

7 pemikiran pada “Empat Lima Huruf (Chapter 1)

  1. penasaran banget gimana kelanjutannya. itu yang smsan ma Sehun siapa?
    karena baru chapter pertama jadi masih buram semuanya. tentang Sehun. Aira dan kai..
    penasaran. next chapter, ne!
    fighting!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s