HeLL (o), Dear! (Chapter 2)

Hell dear

Title        :               A new things about you – HeLL (o), Dear !

Author   :               usney or mee-icha

Main Cast:             Kang Hye Yeon, EXO

Length    :              Chapter

Disclaimer             :               http://asniishere.wordpress.com/

Note : Hai, Here is the next chapter, hope you’ll like it. I don’t know what’s wrong with my brain lately, but I got stuck for some point of the storyline. Feel free to tell me if you disappointed with this chapter. Well, there’s still much typo’s everywhere. Enjoy the story and don’t forget for comment.

^^^

Namja itu membanting kasar pintu mobil setelah tiba dirumahnya.Kakinya bergerak cepat memasuki rumah tersebut.Dia butuh penjelasan secepatnya.

Eomma eodiya?”Tanyanya pada ajhumma yang membukakan pintu untuknya.

“Di taman belakang tuan” Jawab sang ajhumma cepat.

Kaki namja itu kembali berlari cepat mencari keberadaan sang eomma yang ternyata sedang merapikan beberapa tanaman yang sudah tumbuh liar dibeberapa pot bunga kesayangannya.

Eomma…!” Panggil sang anak tanpa basa basi sapaan apapun.

Omo-ya” Kaget sang eomma yang langsung berbalik dan melihat wajah sang anak laki-laki. “Sehun-a, kau mengagetkan eomma.Memangnya ada apa sampai kau seperti ini?”Tanyanya heran melihat tingkah anaknya itu yang terlihat sedang kesal.

“Kenapa eomma tidak pernah bilang kalau dia berada ditingkat yang sama sepertiku?Eomma bilang dia setahun lebih muda dariku, tapi kenapa dia bisa berada dikelas yang sama sepertiku?”Tukas sehun cepat tanpa basa basi apapun.

“Kau bicara apa? Dia siapa maksudmu?”Tanya Nyonya Oh masih belum mengerti dengan arah pembicaraan putra itu. “Coba jelaskan pelan-pelan supaya eomma bisa mengerti”

“Dia, yeoja yang kalian jodohkan denganku.Kenapa dia bisa berada dikelasku?”Jelas sehun sambil menahan rasa kesal yang kelewat batas. Dia heran bagaimana mungkin orang tuanya tidak pernah mengatakan hal ini sama sekali padanya.

“Oh, Kang Hye Yeon maksudmu?”

“Ya iyalah, memangnya ada lagi yeoja selain dia yang eomma jodohkan denganku saat ini?”

Nyonya Oh tersenyum sebentar melihat reaksi anak laki-lakinya ini.“Memangnya eomma belum pernah memberitahumu ya?Eomma yakin, eomma pernah mengatakan hal ini padamu hanya saja kau tidak mau mempedulikannya.Sekarang kau sendiri kesal.”Ucapnya meledek.

“Sudahlah eomma, berhenti dengan penjelasan yang tidak penting.Sekarang tolong jelaskan padaku kenapa dia bisa ada dikelasku?Dan kenapa kalian tidak memberitahuku?”Ujar sehun mulai tidak sabaran.

Nyonya Oh kembali tersenyum sebelum akhirnya menjelaskan (kembali) pada putra sulungnya itu.“Dia itu anak yang pintar.Dia menjalani masa SMP-nya hanya 2 tahun meski melalui Home Schooling. Makanya dia bisa berada ditingkat yang sama sepertimu. Tapi kalau untuk masalah dia bisa berada dikelasmu, eomma benar-benar tidak tahu apa-apa.Eomma juga baru tahu kalau dia ditempatkan dikelasmu.”Jelas Nyonya Oh.

Home Schooling?”Tanya sehun lagi seakan ingin meyakinkan penjelasan eomma-nya barusan dan langsung disambut dengan anggukan singkat dari Nyonya Oh.“Pantas saja sikapnya seperti itu.”

“Seperti apa maksudmu?”Kini giliran Nyonya Oh yang dibuat penasaran.

“Dia tertutup sekali.Dia seolah-olah tidak ingin berteman dengan siapapun.Bisa dibilang dia hampir tidak akan berbicara jika tidak ada yang bertanya duluan padanya.”

“Wajar saja dia begitu.Dia berada dilingkungan baru.Dan berhubung kau satu kelas dengannya, maka bantulah dia.Ne?”… “Setahu eomma dia mulai menjalani Home Schooling beberapa bulan kematian eomma-nya.Dia sangat terpukul dan menjadi pendiam sekali.Padahal dulu dia itu anak yang sangat ceria bahkan terkadang tidak bisa diam.Eomma ingin kau bisa membantunya, apalagi dia adalah calon istrimu.Ne?”Ujar Nyonya Oh sambil dengan wajah sendu.

Sehun tidak menjawab apapun, dia segera meraih tas yang sempat  diletakkannya diatas meja dan pergi dari hadapan yang eomma. Dia berjalan menuju singgasana terbaiknya dengan pertanyaan lain yang kembali berdesakkan dikepalanya.

^^^

Dia, gadis itu sedang duduk dikursi meja belajarnya sambil memperhatikan kembali setiap kalimat yang tertulis pada lembaran suratditangan kiri.Pandangan sinis berganti bingung sesekali dilemparkan pada lembar foto yang terapit diantara jempol dan telunjuk tangan kanannya.Ide-ide gila muncul begitu saja sedang berbenturan dengan kewarasan pikirannya.

Semilir angin sore yang bertiup pelan melalui jendela kamarnya memainkan helaian rambut yang tidak terikat sempurna.Dia menutup matanya perlahan, berusaha menikmati sebuah kenyamanan yang lama dirindukannya. Tapi pikirannya masih terlalu berantakan karena lembaran yang kata aboeji-nya adalah sebuah surat wasiat dari mendiang ibunya. Benarkah itu salah satu pesan terakhir ibu?Benarkan ibunya yang menginginkan dia menikah dengan namja itu?Benarkah ini bukan rekayasa aboeji-nya demi kelancaran bisnisnya?Benarkah dia harus hidup dengan namja yang tidak dikenalnya?Benarkah ini? Benarkah itu?.Pertanyaan demi pertanyaan kembali membludak masuk memenuhi setiap sudut kepalanya.Aroma udara sore sudah tidak bisa memberi kedamaian yang diinginkannya.Dia ingin sekali kembali ke  Amerika. Biarlah jauh dari tempat asalnya yang penting dia merasa damai.

Dia membuka matanya dan langsung menatap wajah yang calon pasangannya itu.Tatapan tajam penuh kebencian menghunus lembar foto itu.Mungkin,  jika matanya bisa mengeluarkan laser, foto itu sudah terbakar dan menjadi abu. Perlahan tapi pasti, gadis itu meremas foto itu  dan membuangnya ke tong sampah. “Apa benar kita diciptakan untuk bersama?Kita lihat seberapa lama ‘permainan’ ini bisa bertahan?” bisiknya diantara udara kosong.

Dia berjalan menuju ranjangnya.Membanting dirinya begitu saja diatas kasur empuk tersebut.Dia kembali merapatkan matanya dengan posisi tubuh terlentang.Samar, dia mengingat tampang namja tersebut saat melihatnya didepan kelas.Gadis itu senang melihat ekspresi terkejut yang kemudian berubah seperti terintimidasi.Dia sepertinya tidak tahu kalau aku berada ditingkat yang sama dengannya.Aku memang lebih muda darimu tapi bukan berarti aku tidak bisa mengalahkanmu, kira-kira seperti itulah pikiran hye yeon saat menatap sehun dalam diam selama beberpa detik.‘Pertarungan’ pertama ini, akulah pemenangannya, batinnya sambil tersenyum puas.

^^^

Sehun sedang bersiap-siap turun untuk sarapan bersama pagi ini bersama keluarganya. Ah, dia sudah membayangkan pertanyaan seperti apa yang akan ditanyakan oleh kedua orangtuanya itu. Rencana awal, dia ingin melarikan diri dari ‘sarapan pagi’ bersama itu tapi niat itu urung dilakukan karena sang adik sudah menyampaikan perintah darieomma untuk berkumpul pagi ini karena ada hal penting yang ingin disampaikannya.

Oh, oppa. Palliwa” Ujar Namjoo begitu melihat Sehun turun dari tangga.

“Pagi eomma-appa” Sapa Sehun singkat. Kemudian dia hanya melirik sekilas adik semata wayangnya itu kemudian langsung mengambil selembar roti dan mengoleskan selai cokelat.

Eomma-appa, oppa sudah disini. Sekarang katakan ada berita penting apa?” Tukas Namjoo yang penasaran.

“Namjoo-ya, kenapa kau yang lebih penasaran dibanding yang punya urusan.” Ujar Nyonya Oh sambil melirik pada Sehun.

“Oooo… jadi ini tentang oppa.” Ucapnyalagi mengangguk mengerti. “Oppa, eomma bilang kau sudah bertemu dengan calon kakak iparku dan kalian sekelas. Dia orangnya seperti apa? Cantik tidak? Cantik mana dibanding aku?” Tanyanya beruntun.

“Kau bisa diam, tidak?” Tukas Sehun sembil melirik kesal pada adiknya yang bawel tersebut.

Namjoo hanya bisa mengerucutkan bibirnya melihat sikap ketus oppa-nya itu.

“Tenang saja Namjoo-ya, dalam beberapa hari kau juga akan bertemu langsung dengannya. Atau mungkin hari ini juga kau bisa melihatnya disekolah. ‘Kan kalian satu sekolah.” Ujar eomma.

Ah, majayo eomma. Oppa, nanti jam istirahat siang, aku akan ke kelasmu. Jadi tolong sampaikan pada calon kakak iparku untuk menunggu kedatanganku.”

Sehun yang sudah tidak tahan dengan kebawelan adiknya itu, langsung memberinya death glare agar dia diam.

“Sehun-a, akhir minggu ini pastikan kau tidak ada jadwal diluar. Kita akan ada acara makan malam bersama keluarga Kang.” Tuan Oh bersuara.

Ne” Jawab Sehun singkat.Dia sedang tidak ingin berdebat panjang dengan kedua orangtuanya. Cepat atau lambat pertemuan keluarga seperti akan dilakukan. “Aku berangkat dulu” Lanjutnya sambil mengambil tas yang sampirkan pada punggung kursi.

Oppa, tunggu aku. Mobilku dibengkel jadi hari ini aku akan menumpang padamu.” Ujar Namjoo.

“Aku tunggu lima menit. Jika dalam waktu lima menit kau tidak muncul, aku tinggal.”

Ah, oppa…” Rengek Namjoo disela kunyahan makanan. Kemudian dia segera meminum segelas susu, menyambar tasnya, mengecup pelan pipi Tuan dan Nyonya Oh dan berlari menuju halaman depan tempat mobil Sehun terparkir. “Eomma-appa, aku pergi dulu.” Teriaknya dari pintu depan.

^^^

Hye yeon berjalan santai menuju kelasnya yang berada dilantai bawah. Hanya ada 4 atau 5 hakseng yang berada dalam kelas tersebut. Wajar saj karena masih sekitar 45 menit lagi sebelum jam masuk sekolah. Baru 5 menit dia mendudukkan diri dibangku, dia sudah mulai merasa bosan. Sebuah ide segar muncul dikepalanya. Mungkin ‘wisata’ singkat dipagi hari akan sedikit menyegarkan otaknya.

Hye yeon berjalan keluar kelas. Dia melangkahkan kaki menuju anak tangga di tengah lorong dan mulai menaikinya satu persatu. ‘Tempat wisata’ tujuannya adalah lantai paling atas gedung ini, yang tidak lain adalah daerah atap sekolah. Hyerin, teman sekelasnya bilang atap sekolah adalah tempat terbaik untuk melihat secara keseluruhan panorama sekolah ini. Berhubung hye yeon belum sempat melakukan touring pada gedung sekolahnya, makanya sekarang dia menyempatkan diri untuk melihat keseluruhan gedung sekolah dengan cara yang lebih mudah.

Clek. Pintu menuju atap sekolah itu telah dibukanya. Hembusan udara pagi langsung menyapa pori-pori kulitnya. Senyumnya terkembang. Seakan ada energi yang baru saja terbakar dalam tubuhnya, langkahnya terasa bersemangat menuju dinding pembatas disekeliling lantai teratas gedung ini. Baru disadarinya ternyata sekolah ini cukup besar dan luas. Satu persatu bangunan gedung mulai diamatinya sambil mulutnya menggumam untuk menebak fungsi setiap ruangan yang ada.  Setelah puas dengan tebakan tanpa jawaban tersebut, matanya beralih pada sisi lain sekolah ini. Tapi kemudian pandangannya berhenti pada kerumunan yang terjadi didaerah parkir.

“Ada peristiwa apa disana sampai ada kerumunan seperti itu?” Gumam Hye yeon penasaran. Dipicingkan matanya untuk memperjelas objek penyebab ‘kerusuhan’ pagi itu. Seorang namja dan yeoja keluar bersama dari sebuah mobil hitam yang terlihat mewah tersebut.  Sang yeoja terlihat memilih menyingkir dari kerumunan tersebut dan menuju sisi lain. Sedangkan sang namja hanya berjalan santai sambil sesekali menerima bingkisan yang dibawa oleh kerumunan siswa yang ternyata hampir semuanya adalah yeoja.

“Oh, sepertinya ada artis yang bersekolah disini.” Hye yeon menarik kesimpulan. Tapi matanya masih belum lepas dari sosok namja yang terlihat populer tersebut. Seingatnya, siswa kelasnya tidak pernah menyinggung sedikitpun bahwa disekolah ini ada artis terkenal atau mungkin dia yang tidak memperhatikan pembicaraan mereka. Entahlah. Matanya masih mengekori langkah namja tersebut hingga matanya membelalak kaget karena menyadari sesuatu.

It’s him.” Hye yeon hanya bisa mendengus tidak percaya. “Wow… it looks like he’s really popular. I’ll be in a big problem if i did something to him. But i’m not hye yeon if i’m suddenly scare because this kind of things. As a long his fans don’t know about this. I’ll be fine.” Ujarnya sambil menyeringai tipis.

Hye yeon memutar badan karena berniat meninggalkan tempat itu. Cukup sudah ‘wisatanya’ pagi ini. Tapi baru selangkah, dia malah kembali memutar badannya kearah tadi karena teringat sesuatu. Siapa yeoja tadi? Apa pacarnya? Klo iya, kenapa dia tidak menentang perjodohan ini? Ah, seperti bukan.Kalau iya yeoja tadi pacarnya, tidak mungkin para fans-nya itu tidak melakukan apa-apa dan malah membiarkannya pergi begitu saja bahkan ada yang sempat memberikan bingkisan juga pada yeoja tersebut, pikir Hye yeon dengan jidadnya yang terlihat berkerut. “Ah, bukan urusanku. Selama dia tidak mengganggu rencanaku, aku tidak akan mempermasalahkannya. Jika yeoja itu benar pacarnya akan lebih mudah bagiku membatalkan rencana perjodohan bodoh ini.”

^^^

Setiba dikelas mata Sehun langsung menelusuri ruangan itu. Sepertinya dia belum datang, batin Sehun. Tapi begitu melewati bangku tempat duduk yeoja itu, Sehun melihat sebuah tas sudah tersampir disamping kiri punggung kursi. Huh, cepat juga dia datang. Mau jadi siswa teladan?, batinnya lagi.

Tepat saat lonceng berbunyi, wajah Hye yeon muncul dipintu kelas. Sehun memperhatikan gerak Hye yeon menuju kursinya. Gadis yang diperhatikan itu hanya berjalan menunduk tanpa sadar ada mata yang mengikuti langkahnya.

Sebenarnya gadis macam apa dia? Sepertinya dia juga tidak menyukai adanya perjodohan ini? Dia bahkan tidak tertarik untuk sekedar bertegur sapa denganku padahal aku yakin dia sudah tahu kalau aku ada calon suaminya. Haruskah aku mengusulkan pembatalkan perjodohan ini? Tapi sepertinya perjodohan ini akan musnah jika dia yang menginginkannya. Omonganku tidak akan didengar oleh eomma dan appa. Bagaimanapun caranya aku harus bisa membatalkan perjodohan ini. Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan yeoja dingin dan cuek seperti dia? Apa jadinya hidupku!, batin Sehun sambil menatap punggung Hye yeon.

“Sehun-a, kau kenapa?” Tukas Baekhyun yang merasa aneh melihat Sehun dengan pandangan tajam kearah anak baru dikelasnya itu.

Ne?

“Kau kenapa? Dari tadi kuperhatikan kau menatap tajam yeoja itu? Kau sepertinya tidak senang dia ada dikelas ini? Kau mengenalnya?” Tanya Baekhyun beruntun dengan sedikit berbisik karena Kim Songsaenim sudah masuk kedalam kelas.

Aniya. Aku tidak mengenalnya” Jawab Sehun santai. Aku tidak bohong, karena aku memang tidak tahu siapa dia. Yang kutahu dia adalah calon istriku tapi aku tidak mengenalnya, tambah Sehun dalam hati. “Hanya saja aku tidak suka dengannya. Apalagi dengan kenyataan dia berada satu kelas denganku.” Lanjutnya lagi.

“Memangnya kenapa? Dia gadis yang cukup cantik kok. Hanya saja pandangan matanya terkadang menakutkanku. Tapi terlepas dari itu aku ingin mengenalnya. Siapa tahu dia bisa menjadi pacarku.” Ucap Baekhyun sambil tersenyum pada punggung Hye yeon.

Sehun mendelik tidak percaya mendengar ucapan Baekhyun. Pacar? Apa otaknya masih waras? Kenapa dia menginginkan yeoja seperti itu menjadi pacarnya?, Pikir Sehun.

Seakan menjawab pandangan aneh Sehun, Baekhyun berkata “Sudah kubilangkan dia cantik dan juga… dia pintar. Kudengar dia siswa akselerasi. Dan sikapnya yang seperti itu membuatku sedikit penasaran, yeoja seperti apa sebenarnya dia. Apa dia memang benar se‘dingin’ itu atau semua itu dilakukan hanya sebagai tamengnya?Kau tahu, seorang yeoja sering memasang tampang menakutkan karena dia takut disakiti.”

Sungguh analisa yang luar biasa, menurut Sehun. Apa jadinya kalau Baekhyun benar-benar menyukai Hye yeon. Sungguh malapetaka besar bagi Sehun. Dia akan bingung harus berkata apa pada sahabatnya tentang janji bodoh orangtuanya pada orangtua Hye yeon tentang perjodohan mereka.

“Baekhyun hakseng, silahkan maju ke depan dan kerjakan pertanyaan No 3. Dari tadi kulihat kau hanya bicara melulu saat aku menjelaskan didepan. Jadi kuanggap kau sudah mengerti materi kita saat ini. Sekarang, maju kedepan dan kerjakan soal itu.” Perintah Kim Songsaenim. “Jika kau sampai salah, pastikan kau mengosongkan waktu istirahat siangmu  untuk membantu Hyun Ajhussi membersih pekarangan dihalaman depan sekolah ini, ne?” Tambahnya lagi sambil membetulkan letak kacamatanya.

Baekhyun hanya bisa diam membeku mendengar kalimat Kim Songsaenim tersebut. Guru satu ini memang tidak suka melakukan teguran keras kepada muridnya, hanya saja langsung memberikanmu hukuman tanpa ampun jika kau tidak memperhatikan pelajarannya. Chanyeol yang tadi diam hanya cekikikan melihat wajah pucat  baekhyun. Sedangkan Sehun hanya tersenyum tipis melihat wajah tersiksa Baekhyun.

“Lain kali, seharusnya kau lebih penasaran apa yang dilakukan Kim Songsaenim padamu dari pada penasaran pada gadis itu! hahaha” Ledek Sehun saat Baekhyun melangkah maju menuju papan tulis dengan tangan yang mulai keringatan.

^^^

Siang berganti malam dan malam berganti siang.Hye yeon mulai menikmati hari-harinya sebagai seorang siswa walaupun belum mempunyai seorang teman dekatpun disekolah ini.Bagaimana mungkin dia bisa memiliki teman, jika hal dilakukannya setiap hari hanya memelototi buku pelajaran atau novel yang dibawanya kesekolah untuk menghilangkan rasa bosannya dengan keadaan sekolah itu.Baru satu dua hari belakangan ini Hye yeon mulai tertarik mengunjungi ruang-ruang lain disekolahnya, salah satunya perpustakaan.Seperti hari-hari sebelumnya, Hye yeon langsung menuju salah satu rak buku dengan tema fiksi.Teori-teori ilmiah telah mengisi otaknya selama jam pelajaran, tidak ada alasan baginya untuk tetap bergelung dengan tema yang sama selama jam istirahat.

Setelah menemukan satu buku yang menurutnya menarik, Hye yeon segera mencari bangku kosong.Matanya berkeliling ruang perpustakaan mencari tempat yang strategis.Tapi pandangan berhenti pada satu sosok yang membuatnya sedikit penasaran.Seorang namja yang sehari-hari hanya berteman dengan buku-buku tebal yang selalu dibawanya serta kacamata yang tercantel dibatang hidungnya.Namja tersebut terlihat sangat serius dengan buku tebal yang mengambil fokus pandangannya sehingga tidak menyadari Hye yeon yang berjalan mendekatinya.

“Boleh aku duduk disini?” Tanya Hye yeon setelah berdiri tepat di depannamja tersebut. Bangku diperpustakaan ini memang tersusun berhadap-hadapan.

“Silahkan saja.”Ujarnya sambil melirik sekilas kemudian melanjutkan aktifitasnya kembali.

Hye yeon segera menarik bangku dan duduk dihadapan namja tersebut.Selama beberapa menit tidak ada percakapan apapun antara keduanya.Masing-masing tenggelam bersama setiap kata-kata yang tertulis dalam buku pilihan masing-masing. Hye yeon mulai cekikikan karena bagian lucu dari novel yang dibacanya dan itu membuat sang namja sedikit terganggu konsentrasi bacanya.

“Apa yang membuatmu tertarik membaca buku seperti itu?”Tanya namja tersebut.Sebenarnya dia heran dengan yeoja yang dihadapannya ini. Baru beberapa hari yeoja tersebut berada dikelas yang sama dengannya tapi sudah menarik perhatian beberapa guru disana. Awalnya dia menyangka yeoja ini sama saja seperti yeoja lain disekolahnya yang lebih mementingkan penampilan dari pada isi otak. Tapi dugaannya ini jelas salah besar. Kenyataan yang didengarnya bahwa gadis itu pernah jadi siswa akselerasi telah menjadi bukti utama kenapa dia tidak bisa disamakan dengan yeojalain disekolah ini.

Hye yeon mengangkat kepala menoleh pada namja dihadapannya ini.Sebenarnya dia juga belum mengenal jelas namja yang menjadi lawan bicara saat ini.Untuk sesaat dia memandang sisi kanan dan kiri, cuma ingin memastikan bahwa namja tersebut sedang berbicara dengannya. “Ini buku yang menarik, memangnya ada alasan lain?” Hye yeon bertanya balik.

“Kau terlihat seperti yeoja yang cerdas.Aku hanya tidak menyangka bahwa kau akan menyukai buku seperti itu.”Jelas namja tersebut.

“Kenapa dengan buku seperti ini?Buku fiksi itu melatih imajinasimu juga membantumu untuk lebih kreatif.Kau bisa melihat dan menuangkan cerita dengan sudut pandang yang berbeda.Dan yang terpenting, membaca buku seperti ini membuatku otakku lebih rileks setelah dijejali dengan teori ilmiah.Teori ilmiah membantu menjelaskan hal yang terjadi dan buku fiksi bisa membantumu mengembangkan hal yang ada sehingga bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang inovatif dan kreatif.”Papar Hye yeon santai.“Sedangkan kau, apa tidak bosan hanya membaca buku seperti itu terus?”Lanjutnya sambil menunjuk pada buku tebal dihadapan namja tersebut.

“Bagiku ini menyenangkan dan ak…”

Oh, Eonni.Annyeonghaseyo.Maafkan aku karena baru sempat menyapamu.” Sapa seorang yeojaberambut panjang terurai dengan senyum manis yang terkembang diwajahnya.

Hye yeon hanya memandang heran pada yeoja tersebut.Sedangkan namja tadi hanya mendengus kesal setelah menyadari kehadiran yeoja tanpa sopan santun itu dan memutuskan untuk kembali menekuni buku bacaannya.Hye yeon tampak berpikir. Hye yeon merasa belum pernah berkenalan dengan yeoja dihadapannya ini. Masih dengan pandangan penasaran, mata Hye yeon bergerak menuju nametag dari yeoja tersebut. Oh Namjoo, ejanya dalam hati.

Nuguseo?” Tanya Hye yeon karena sudah tidak tahan dengan rasa penasaran, apalagi melihat tingkah gadis manis ini yang terus tersenyum manis padanya.

Oh, mianhe eonni, aku lupa memperkenalkan diriku.”Tukasnya cepat.  “Aku…” Gadis itu terlihat menggantungkan kalimatnya sambil berpikir. “Mmm… aku rasa aku akan memperkenalkan diriku secara resmi pada akhir minggu ini padamu, eonni. Itu akan lebih menyenangkan.”Lanjutnya sambil kembali tersenyum.

“Hmm..?” Gumam Hye yeon tidak mengerti dengan maksud kalimat dari siswa bernama Oh Namjoo ini.

“Nanti juga kau akan mengerti eonni.” Tambah Namjoo saat melihat ekspresi calon kakak iparnya itu. “Eonni, sepertinya kau sedang sibuk ya, tapi bukannya tidak baik mengobrol didalam perpustakaan saat yang lain sedang sibuk membaca?” Tanya lagi melihat buku yang terbuka didepan Hye yeon.

Kening Hye yeon semakin tidak mengerti dengan maksud kedatangan yeoja ini dihadapannya. Ada apa dengannya? Kenapa mengurusi urusanku? Bukannya dia juga sedang mengganggu orang lain saat ini?. Batin Hye yeon. Baru saja dia akan kembali membuka mulutnya tapi yeoja bermarga Oh ini sudah kembali membuka mulutnya.

Nuguseo?” Kali ini kalimat itu ditujukannya pada namja yang berada dihadapan Hye yeon dan tepat berada disampingnya. Namja itu tidak kunjung memberikan respon terhadap pertanyaannya dan itu membuatnya menjadi lebih kesal. Tanpa banyak kata, Namjoo segera menunduk dan menyetarakan posisi wajahnya pada namja tersebut, kemudian membaca nama yang tertera di nametag-nya. “Do Kyungsoo, aku sedang berbicara padamu.” Ujarnya dan hal itu sukses membuat namja tersebut menatap padanya. Namjoo tersenyum singkat kemudian berkata “Aku harap kau serius dalam belajarmu dan bukan pada hal lain, Kyungsoo oppa.”

Namjabernama Kyungsoo tersebut mendelik heran dengan ucapan Namjoo. “Kalau begitu aku pergi dulu Hye yeon eonni, Kyungsoo oppa.Annyeong.” Ucap Namjoo seraya pergi meninggalkan mereka berdua.Yeoja itu melenggang santai dengan senyum merekah diwajahnya. Dia merasa rencana cukup berhasil mengganggu pembicaraan yang terlihat seru tadi. Dia tidak suka calon kakak iparnya dekat dengan namja lain selain oppa-nya. Dia memang belum mengenal Hye yeon cukup dalam, tapi dia cukup suka dengan kepribadian Hye yeon. Seorang wanita lebih mudah mengenal watak wanita lain.

Disisi lain, Hye yeon tanpa basa basi lagi langsung bertanya pada Kyungsoo “Tadi itu siapa? Kau mengenalnya?”

“Kau yakin tidak tahu siapa dia?” Tanya Kyungsoo dan langsung mendapat gelengan kepala dari Hye yeon. “Dia adiknya Oh Sehun, siswa popular itu. Dan yeoja tadi juga tidak kalah popular dari Sehun” Jelas Kyungsoo

Ah, pantas saja dia menyinggung tentang hal akhir minggu ini.Kakak dan adik, sama-sama menyebalkan, batin Hye yeon.

^^^

Keluarga Oh sedang berada didalam sebuah mobil yang akan mengantar mereka ke salah satu restoran terkenal di seoul. Tuan dan Nyonya Oh sejak tadi terus membahas tentang bagaimana Hye yeon kecil terakhir kali mereka menemuinya.Mereka berharap Sehun bisa lebih mengenal Hye yeon dari cerita masa kecilnya. Tapi ternyata Sehun sama sekali tidak memperlihatkan ketertarikan dari pembahasan orangtuanya tersebut, malah Namjoo yang terlihat sedikit bersemangat untuk tahu sejarah hidup calon kakak iparnya tersebut.

Sehun hanya memandang kosong lampu-lampu jalan yang berlalu dihadapannya.Kenapa dijaman se-modern ini masih saja ada istilah perjodohan seperti ini.Apalagi yeoja yang jadi calon pasangannya itu lebih mirip patung hidup dibanding manusia, pikirnya.Sehun hampir tidak memperhatikan penjelasan panjang orangtuanya itu.Yang dilakukannya hanya menggumam kecil atau mengangguk kepala setiap kali diminta respon.Bosan melakukan hal tersebut, Sehun memilih menyandarkan tubuhnya dan menutup pelan matanya serta menyumpal telinga dengan headset.Menurutnya tidak ada guna mendengar cerita masa lalu gadis itu. Hidupnya dengan gadis bernama Hye yeon itu ada dimasa depan, jadi buat apa tahu masa lalunya.

Setelah berkendara sekitar 30 menit, akhirnya keluarga Oh tiba direstoran tersebut.Restoran itu tampak lengang karena memang sudah di-booking oleh keluarga Oh untuk acara malam ini.Mereka memasuki restoran dengan didampingi oleh seorang pelayan.Anak-anak keluarga Oh ini memang memliki pesonanya masing-masing, hal ini terbukti dengan beberapa pelayan yang mereka lewati hanya diam dan bengong melihat Sehun dan Namjoo yang memang punya fisik menawan.

“Hee jun-a, apa kabar?” Sapa Tuan Oh saat melihat Tuan Kang duduk santai.

“Tentu saja aku baik.Kalian bagaimana?”Balas Tuan Kang.

“Bisa kau lihat sendiri oppa, kami baik bahkan sangat baik.Maaf jika kami terlambat.”Kali ini Nyonya Oh yang bersuara.Nyonya Oh memang sudah terbiasa memanggil Tuan Kang dengan sebutan oppa.“Perkenalkan ini anak-anakku.Si pria tampan itu Oh Sehun, dan si cantik itu Oh Namjoo.”Lanjutnya lagi. Sehun dan Namjoo sedikit membungkuk setelah diperkenalkan dengan cara sedikit memalukan(?) tersebut.

Eomma, kau membuatku malu” Ujar Namjoo dengan sedikit tersenyum.

“Kalian memang cantik dan tampan, jadi tidak perlu malu jika eomma-mu menyebutkan kalian seperti itu.”Ujar Tuan Kang.

Gamsahamnida ajusshi.Mmm…Hye yeon eonni dimana?Kenapa ajusshi sendiri?”Namjoo balik bertanya.

“Iya, aku tidak melihat Hye yeon sejak tadi.”Tambah Tuan Oh.

“Tadi dia permisi ke toilet sebentar.” Jawab Tuan Kang kemudian melihat jarum jam di arlojinya. Ini sudah hampir 15 menit, apa terjadi sesuatu padanya?,Pikir Tuan Kang sambil tercipta kerutan diwajahnya .

“Ada apa oppa? Kenapa wajahmu jadi seperti itu” Tanya Nyonya Oh

“Namjoo-ya, ajusshi bisa minta tolong padamu?”.Namjoo mengangguk singkat mendengar pertanyaan Tuan Kang. “Hye…” Ucapan Tuan Kang terputus.Dia baru saja ingin meminta tolong pada Namjoo untuk mengecek Hye yeon di toilet karena belum kembali sejak 15 menit yang lalu tapi kemudian Hye yeon sudah muncul sebelum beliau menyelesaikan kalimatnya.“Aniya.Tidak jadi Namjoo-ya.”

Namjoo mendengar langkah kaki dibelakangannya segera menoleh dan mendapati seorang yeoja yang sedang  berjalan kearahnya. “Oh, Hye yeon eonni.”Pekiknya pelan yang membuat semua mata dari keluarga Oh tertuju pada Hye yeon dan membuatnya sedikit gugup.Hye yeon membungkuk pelan saat melihat Tuan dan Nyonya Oh dan tersenyum singkat pada Namjoo kemudian melanjutkan langkahnya kearah meja makan tanpa memperhatikan Sehun sedikitpun.

Sehun sedikit terpaku dengan penampilan Hye yeon malam itu.Dia tidak menyangka gadis itu bisa secantik ini.Selama beberapa detik dia hanya terdiam. Baru saja dia akan menyeringai kecil jika nanti Hye yeon menatap padanya tapi hal itu urung dilakukannya saat Hye yeon berlalu begitu saja.

Annyeonghaseyo, Kang hye yeon imnida.”Sapa Hye yeon setelah tiba didepan keluarga Oh.

“Hye yeon-a, kau tumbuh jadi remaja yang cantik.Aku masih ingat terakhir kali bertemu denganmu, kau masih kecil dan lucu.”Ujar Nyonya Oh sambil tersenyum hangat.

Meski sebentar, ada rasa nyaman yang menyelimuti perasaan Hye yeon ketika melihat senyum Nyonya Oh.Senyum seorang ibu yang lama dirindukannya dan dia membalasnya dengan senyum tulus.

Eonni, kau cantik sekali malam ini.” Tukas Namjoo “Oppa, kau harus bangga bisa mendapatkan Hye yeon eonni sebagai calon istrimu.” Tambahnya lagi.

Sehun yang dari tadi hanya menatap Hye yeon dalam diam, langsung terkejut dan menatap kesal Namjoo karena  mulutnya yang tidak bisa diam itu. Sehun kembali mengalihkan pandangannya pada Hye yeon dan dia kembali terkejut karena saat ini Hye yeon juga sedang menatap padanya dan tersenyum begitu manis. Senyum yang belum pernah diperlihat Hye yeon pada Sehun.Tanpa sadar Sehun juga menarik sudut bibirnya dan membentuk lengkungan tipis diwajahnya.

Namjoo segera mengabadikan moment langka tersebut dengan camera di handphone.“Eomma, appa, ajusshi, coba lihat ini.Mereka serasi ‘kan?”Ujarnya sambir memperlihatkan hasil jepretan dan mereka semua hanya mengangguk setuju.

^^^

Sambil mempererat cardigannya, gadis berjalan melewati lalu lalang orang yang sedang bergerak diantara deretan toko.“Silahkan pergi kalau kau tidak ingin disini.Aku bisa sendiri.Aku tidak akan mengatakan apapun pada orangtuamu ataupun pada ayahku.”Hye yeon membuka suaranya setelah beberapa menit lalu hanya ada diam diantara dirinya dan Sehun.

Hye yeon dan Sehun memang hanya sedang berdua saja.Tadi saat acara makan malam, orangtua Sehun menyuruhnya mengajak Hye yeon untuk berjalan-jalan.Ini malam minggu, jadi tidak perlu khawatir jika terlambat bangun besok pagi.Awalnya Sehun ingin menolak hal itu, tapi saat Hye yeon mengiyakan ide orangtuanya, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Niat Hye yeon sebenarnya hanyalah tidak ingin berlama-lama diacara makan malam itu.Dan disinilah mereka sekarang. Berada Seoul Folk Flea Market, Dongdaemun-gu yang terlihat sangat ramai dimalam hari.

Hye yeon sedang memandangi berbagai toko yang ada sambil membongkar kembali kenangannya ditempat ini.Kenangan indah bersama ibunya yang dulu masih hidup. Tapi kegiatan itu teralihkan oleh suara Sehun yang sudah berdiri disampingnya “Tidak, aku akan tetap disini.Lagi pula, aku sudah berjanji pada ayahmu untuk menjaga dan mengantarmu pulang.”

Hye yeon memandang sesaat pada namja disampingnya ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa calon suaminya ini memang punya paras diatas rata-rata alias tampan. Dan dia mengakui hal itu.Jadi bukan hal aneh jika dia mempunyai banyak penggemar disekolahnya, apalagi statusnya sebagai salah satu pemain basket andalan sekolah itu.

Sehun merasa aneh ditatap oleh Hye yeon seperti itu. “Kenapa melihatku seperti itu?”. Bukan sebuah jawaban yang didapat oleh Sehun melainkan helaan nafas berat yang diterimanya dari gadis dengan dress biru muda selutut itu. Sehun memilih mengacuhkan hal tersebut.Dia benar-benar tidak mengerti kepribadian yeoja yang menjadi calon istrinya itu.

Hye yeon juga tidak tahu kenapa dia tidak berkata apapun saat menatap Sehun seperti tadi.Kini dia memilih kembali berjalan dalam diam sambil menyusuri tiap toko yang ada.Ada rasa gugup yang menyelimutinya saat ini. Entah apa penyebabnya. Yang jelas dia jadi tidak bisa berkonsentrasi penuh pada dirinya.Dia berjalan beberapa langkah didepan Sehun.Namja itu seakan bodyguard yang menjaganya dari belakang.

“Sehun Oppa” Panggil seorang yeoja.

Sehun sontak mencari asal suara itu.Begitu pula dengan Hye yeon.Mata mereka berdua tertuju pada seorang gadis yang sedang berjalan mendekati mereka.Hye yeon memiringkan kepalanya seakan berusaha mengingat sesuatu.“Ah, dia rupanya” gumam Hye yeon pelan.

“Sepertinya kau kedatangan tamu, aku duluan.” Ucap Hye yeon lagi dengan santai dan pergi melanjutkan jalan-jalan malamnya sendiri. Tidak memperdulikan apa yang terjadi selanjutnya.

Entah ada perasaan apa, sehun langsung meraih pergelangan tangan Hye yeon. “Tidak, kau tetap disini. Kau tidak akan kemana-mana tanpa aku.” Ucapnya saat mata mereka bertemu.

Hye yeon kaget dengan sikap Sehun tersebut.Dirinya diam beberapa detik namun dia kembali berkata begitu menyadari yeoja itu sudah hampir dekat dengan posisi mereka.“Aku tidak ingin bertemu dengannya.”

“Hah?” Sehun terlihat bingung dengan kalimat Hye yeon.

“Lepaskan aku.”Ujar gadis itu sambil berusaha melepaskan tangannya dari Sehun.“Aku bisa sendiri.”Tambahnya dengan pandangan kesal.

“Hei..”Baru saja Sehun ingin mengejar dan menahannya kembali tapi sudah ada seorang yeoja yang melingkarkan tangannya dengan manja pada Sehun.“Oppa mau kemana?”

 

To Be Continued

Chapter 2, done! Aduuuhh… entah apa ini ceritanya..sedang rada mampet otaknya. Ini cerita mau dibawa kemana, saya juga masih ngga ngerti..hahaha..

Jangan lupa saran dan masukkan supaya next chapternya bisa lebih baik.

5 pemikiran pada “HeLL (o), Dear! (Chapter 2)

  1. aduh itu siapa thor yang dateng? si cewek yang ngedatengin sehun ituuu~~ kok hyeyeon gamau ketemu?
    btw thor, itu kesannya sehun gamau dijodohin tapi dia bertanggung jawab banget ya? teguh sama janjinya, aaah keren sekalii~~~
    lanjut thor, penasaran sama cewek yang manja sama sehun nih. disini sehun udah sweet banget narik tangan hyeyeon, hihi ><
    daebaaaak!! author jjang! author fighting!! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s