Hyemi’s Tale “Sweet of War”

Author             : Park Sae Young

Main Cast                    : Jung Hye Mi | Wu Yi Fan / Kris and others

Genre              : Romance

Title : Hyemi’s tale “Sweet of War”

Length : chaptered

Summary                     :

“kau tahu apa yang disebut rumah ? sebuah rumah dikatakan sebagai rumah bila ada kehangatan, kenyamanan dan ketenangan saat menempatinya. Tempat yang kau tuju saat lelah atau bahagia menyergapmu. Dan kau tahu, bagiku rumah itu kau”

*

Hyemi’s POV

            Lagi, hari ini aku sudah melihat mereka hampir disetiap acara tv yang sedang ku tonton. Hampir setiap Channel tv menanyangkan mereka. Mulai dari wawancara reality show, music show atau bahkan acara comedy sekalipun mereka ada. Ya, kalian pasti tahu siapa ‘mereka’ yang aku maksud disini. Boyband Rookie atau pendatang baru dari SM entertainment itu memang sedang dalam puncak popularitasnya. Baik kalangan gadis gadis remaja, bocah ingusan sampai ibu ibu yang sudah bersuami menjadi penggemar mereka , para pria tampan dengan kemampuan suara dan dance yang tidak bisa dianggap sebelah mata.

            Tidak, tidak. itu bukan berarti aku adalah fans mereka. Aku menyukai semua jenis musik yang menurutku enak untuk di dengar, tapi aku sama sekali tidak berminat untuk masuk kedalam fandom manapun. Alasannya cukup jelas, aku tidak mau terjebak dalam dunia ‘Fangirling’ yang menurutku cukup keras atau malah sangat keras itu. Cukup terjebak dengan satu fangirling saja sudah sangat cukup bagiku.

Ya, sangat cukup.

 

*

 

Hari ini pelajaran Park Songsaengnim dan sudah hampir kesekian kalinya aku menguap seperti kuda nil kehausan. Oh ayolah, siapa yang tidak mengantuk ketika semalaman kau tidak bisa tidur karena ada fangirling gila yang hidup denganmu tengah berteriak seperti orang gila tengah malam hanya karena melihat idolanya di You Tube. Dan lebih parahnya dia menarikku dan menyuruhnya untuk menemaninya menonton idolanya itu. Ingin sekali aku memarahinya, membentaknya karena sudah mengganggu tidur cantikku yang berharga ini, tapi sayang aku tidak bisa memarahinya karena pasti percuma saja. Toh pada akhirnya aku akan mengalah dan ikut menonton bersamanya.

“sst.. Hye Mi-yaa~”

Aku mendengus dan menoleh malas. Ae Bi, salah satu sahabatku memancarkan senyuman lebarnya ketika akhirnya berhasil membuatku menoleh kearahnya.

“Apa kau menonton EXO oppa kemarin ? wuaahhh, daebak. Mereka benar hebat dan begitu memesona juga sangat keren.” Ungkapnya dengan mata berbinar.

“Ya, ya, aku melihatnya Bi” jawabku sekenanya. Aku masih mengantuk, tapi bagaimana bisa gadis disebelahku tidak mengantuk sama sekali ? dia baru saja tidur saat matahari hampir terbit ! aneh!

“aahhh, terutama Luhan oppa.. dia sangat keren dan mengagumkan !~” ia kembali menyanjungkan pujian pada idolanya. Seorang pria yang menurutku terlalu cantik itu.

Aku memijat pelan pelipisku, disampingku Ae Bi kembali menceritakan bagaimana kerennya idola idolanya itu dan hampir membuat kepala ini pusing. Park Songsaengnim menurunkan sedikit kacamatanya dan melirik tempat kearahku dan Ae Bi. Oh, tidak ini buruk.

“Ya, ya, ya idolamu memang keren Bi. Dan sekarang, bisakah kau diam ? Park Songsaengnim sudah melirik kita sebanyak 3x dan aku tidak mau berakhir sebagai penjaga piket selama seminggu oke ?” aku mencoba mengingatkan Ae Bi bagaimana akibat yang bisa saja terjadi bila kau tidak memerhatikan Park Songsaengnim di tengah pelajarannya. Mendengar hal itu, sontak Ae Bi membekap mulutnya dan kembali memerhatikan kedepan.

Aku kembali menguap, setidaknya untuk kali ini kesadisan, ah maksudku kedisiplinan Park Songsaengnim membuatku terbebas dari segala ocehan Ae Bi. Ya, untuk sementara ini aku berterima kasih padanya, haha.

 

*

 

“Kau harus ikut menonton mereka secara langsung Hye Mi-ya…” Ae Bi memulai aksi  membujuk yang biasa ia lakukan padaku. Kali ini, ia mengajakku untuk menemaninya menonton para idolanya itu ke acara music show. Ini suda ajakan kelima kalinya Dan tentu saja aku menolaknya seperti yang kemarin kemarin.

“Tidak bisa Bi, aku banyak tugas dan ingin mengerjakannya di apartement malam ini. Kau tahu  seberapa banyak  songsaengnim yang diberikan pada kita ?” aku mencoba kembali mengingatkannya, berhubung gadis ini punya masalah pada ingatannya. Ia pelupa, pelupa kronis.

Ku kira ia akan berhenti merengek atau merajuk, tapi nyatanya aku salah.

“Ya! Kau selalu saja begitu ayolah Hye Mi-ya~ sekali ini saja kumohon~” Ae Bi kembali merajuk dan kali ini ia mengeluarkan jurus ‘aegyo’ andalannya untuk merayuku.

Aku kembali menggeleng.

“tidak, aku tidak mau”

“hasshh, ayolah Hye Mi-ya. Untuk kali ini saja, sungguh. Temani aku menonton ne ? untuk tugas serahkan saja padaku. Sejarah itu mudah~ kita punya uncle google untuk menyelesaikannya. Ya … Ya … Yaa~” ia kembali membujuk kali ini Aegyo yang dikeluarkannya sudah cukup membuat mataku silau. Aish, aku tidak tahan.

“hash, baiklah baiklah aku akan menemanimu” dengusku mengiyakan.

Ae Bi tersenyum lebar penuh kemenangan setelah akhirnya meluluhkan hariku. Dengan perasaan senang dan gembira ia memelukku dan tertawa kegirangan.

“tapi ingat hanya untuk kali ini !”

Ia mengangguk “iya, aku janji ~~”

 

*

            Author’s POV

SM Ent. Buiding.

14.30 KST

Suara dentuman dentuman musik mengalun memenuhi ruangan itu. Sebuah ruangan dimana terdapat beberapa pria yang kini sibuk menggerakkan tubuhnya, meliuk-liukkan badannya mengikuti alunan musik itu.

Siapa mereka ? tentu sudah jelas bukan. Mereka adalah sekumpulan pria yang kini tengah menjadi buah bibir dan perbincangan hangat di tengah masyarakat. Latihan, kini mereka sedang berlatih melancarkan gerakan ‘dance’ dan juga skill suaranya. Hampir 3 jam mereka melakukan gerakan itu secara berulang ulang, tak peduli keringat yang sudah membuat kaos mereka basah, Hoobae dari Super Junior itu tetap melakukan latihannya seperti Idol lainnya. Ini untuk mereka dan para fans yang selalu mendukung mereka sampai saat ini. Bersamaan dengan gerakan terakhir dari bait lagu yang mereka nyanyikan selesailah latihan yang cukup panjang dan melelahkan itu.

“ahh, akhirnya selesai juga” Sehun si pria berambut pirang dan lebih dikenal sebagai member termuda itu mulai menyuarakan kelelahannya. Sebotol air mineral dingin langsung habis ditelannya hanya dalam satu tegukan.

“2 jam lagi kita akan berangkat ke stasiun tv. Selama itu beristirahatlah dulu lalu mulai bersiap” pesan sang leader, Suho yang kini tengah membacakan jadwal dari android kesayangannya. Semuanya mengangguk mendengar pesan sang leader dan mulai mengistirahatkan tubuhnya. Beberapa ada yang saling bersender satu sama lain, dan beberapa lagi tidur terlentang di lantai ruang latihan. Rasa lelah benar benar menggerogoti tubuh mereka masing masing. Jadwal yang kian hari semakin padat ditambah jadwal latihan yang tiada habis, tentu membuat tubuh mereka kelelahan bukan main dan disela sela jadwal padat itu mereka mencuri istirahat. Seperti sekarang ini.

“Huuuaaaa Eomma bogoshipeoo !!” Chen tiba tiba berteriak dengan lantang menyuarakan rasa rindunya terhadap sang ibu sekaligus menyuarakan rasa lelahnya. Teriakan tiba tibanya itu justru membuat Baekhyun yang duduk disebelahnya mendengus.

“Jika kau merindukan ibumu, telepon dia bodoh ! jangan berteriak seperti Troll yang kelaparan” kata kata itu secara halus keluar dari mulut Baek Hyun disertai sebuah jitakan ringan mendarat mulus di kepala Chen atau Kim Jongdae itu.

Jongdae yang tidak terima kelakuan Baek Hyun langsung membalasnya dengan menjitak balik Baekhyun. Keduanya saling membalas jitakan hingga akhirnya Baek Hyun bersembunyi dibelakang Chanyeol, meminta perlindungan. Dan itu membuat Jongdae menyerah. Jika pria yang punya jari jari lebih cantik dari gadis itu dekat dengan Chanyeol tentu dirinya tak bisa berbuat apa apa. Jadi dia hanya mendengus dan mulai mendekati Xiu Min, bersender padanya. Lain halnya dengan yang terjadi pada Baek Hyun dan Jong Dae barusan, Sehun lebih memilih disender oleh Luhan diselingi dengan candaan kecil dan Kai yang kini tertidur berbantalkan paha Kyung Soo. Mereka sibuk mengistirahatkan tubuhnya masing masing. Jauh dari keluarga membuat mereka semua member menjadi dekat bagai saudara satu sama lain dan waktu istirahat seperti ini menjadi ajang ‘hiburan’ bagi masing masing diantaranya.

“Hyung, kau kenapa ? sakit ? tidak biasanya kau diam seperti ini” tanya Chanyeol pada Kris. Ia heran, seharian ini tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut pria campuran asal China – Canada itu. Ia terlihat lesu dan begitu murung tidak seperti Kris yang biasanya selalu melakukan hal-hal konyol. Walau sebuah hal biasa pun bisa saja menjadi sangat konyol bila seorang Kris yang melakukannya.

“aniyo” Kris berkata singkat,, ada jeda beberapa detik sebelum akhirnya ia melanjutkannya.

“aku hanya merindukan rumah” katanya pelan. Chanyeol mengangguk paham, ia mulai mengerti situasi yang dialami oleh hyung kesayangannya itu. Hidup sebagai idola yang jauh dari rumah memang sangat sulit dan tidak mudah tapi tentu sebanding dengan apa yang didapatkan mereka saat ini.

Perjuangan mereka tentu tak sia-sia.

“aku juga terkadang merindukan rumah”

Kris mulai menoleh saat Chanyeol mengoceh tentang situasinya yang sama dengannya.

“jadi, semangatlah hyung! Setelah dari stasiun tv kita tidak mempunyai jadwal apapun. Jadi, kau bisa menenangkan diri. Mungkin kau bisa menghubungi ibumu untuk mengobati rasa rindumu itu”

Kris tersenyum, Chanyeol sedang berusaha menenangkan sekaligus menghiburnya saat ini. dan ia berterima kasih akan hal itu.

Ia tersenyum simpul “ne, Gomawo Yeolli-ah”

“Cheonma. Hyung , fighting !”

 

*

 

Hyemi’s POV

Disinilah aku sekarang. Mengantri disebuah stasiun tv hanya untuk menonton program musik dimana para pria pria itu akan tampil. Maksudku, idola Ae Bi, bukan. Sudah kukatakan mereka bukan idolaku dan aku tidak mengidolakan mereka. Ini semua kulakukan demi sahabatku, aku tidak tahan dengan rajukan dari mulut bawelnya, lagipula aku sedikit penasaran juga. Menonton hal hal seperti secara langsung tidak pernah kualami sebelumnya. Sayang juga kalau dilewatkan.

“aahh, kenapa lama sekali sih !” itu sudah kalimat rajukannya yang ke seribu, gadis itu sudah tidak sabar dan mulai menyerukan suara kekesalannya.

“sabarlah”

“ahhh Hye Mi-yaa aku ingin melihat Luhan oppaaaa!!” Yoo Ae Bi memang gadis aneh. Bagaimana bisa ia merajuk padaku yang tentu saja tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin di kepalanya aku adalah seorang malaikat yang bisa membuatnya bertemu Luhan kesayangannya dalam satu ayunan tongkat. Aigoo, anak ini aish.

“bersabarlah sedikit lagi”

“tapi—“

“Yoo Ae Bi, jika kau terus mengeluh aku akan langsung pulang dan tidak jadi menemanimu melihat idolamu itu. Arraseo?” ancamku. Aku lelah. Bukan bermaksud membentaknya, hanya saja mengingatkan padanya kalau aku bukan malaikat yang bisa menuruti kemauannya sama sekali.

Ae Bi membekap mulutnya dan menggangguk patuh. Dan lagi dengan sekali ancaman seperti itu gadis itu mulai diam, walau beberapa kali kudengar ia masih mengoceh pelan, mengutuk staff yang membuatnya mengantri seperti ini.

Astaga, anak ini, ia benar benar sudah keracunan virus Luhan kurasa. Ck!

 

*

Author’s POV

Para idola yang akan mengisi acara itu sudah bersiap siap dibelakang panggung. Sebelum nama grup mereka dipanggil, beberapa diantaranya kembali memulai latihan kecilnya. Kai terlihat menggerakkan tubuhnya mengulang dancenya bersama Sehun dan Lay. Sementara yang lain masih menunggu dengan tenang dan sibuk dengan aktifitasnya masing masing. Para member EXO dengan sigap menyapa semua sunbae yang berada disana dengan senyuman ramah, memperlihatkan rasa hormat kepada para sunbae yang lebih dulu debut dibanding mereka. Para member EXO mulai bersiap karena sebentar lagi akan tiba giliran mereka untuk tampil.

Sementara itu didepan panggung, para fans sudah berkumpul memenuhi studio. Mereka mulai mencari tempat duduk yang strategis agar bisa melihat dengan jelas idolanya masing masing dan mulai menunggu kapan idolanya akan tampil. Begitu pula yang dilakukan Ae Bi dan Hye Mi. kedua gadis itu sudah berada di barisan paling depan.

“wuaahh, kita beruntung sekali Hye Mi-ya~ bisa duduk sedekat ini dengan panggung” mata gadis itu berbinar saat melihat kenyataan kalau saat ini tempatnya duduk dekat sekali dengan panggung, dan itu berarti ia bisa melihat idolanya dengan sangat jelas. Sementara Hye Mi masih sibuk memandang sekitarnya. Studio ini sudah sangat penuh dengan para gadis yang ia yakini makhluk sejenis Ae Bi. Fangirl.

“Ya, benar. Tempat ini cukup strategis” komentarnya singkat.

Tidak lama kemudian, tampilah mereka para pria pria tampan yang selalu di elu-elukan ribuan fansnya itu. Teriakan histeris sekaligus memuja itu tidak bisa terbendung lagi saat mereka para pria tampan itu memulai lagu mereka. Hye Mi cukup terkejut dengan suasana di sekelilingnya. Hampir semua orang yang kebanyakan gadis-gadis itu mulai berteriak histeris, memanggil nama idolanya masing masing dan tidak ketinggalan disebelahnya persis Ae Bi melakukan hal yang sama. Gadis itu mulai kehilangan kendali dan berteriak menyerukan nama Luhan.

“astaga Tuhan, aku bingung harus meneriakkan nama siapa disini” kata Hye Mi pada dirinya sendiri. Karena bingung harus meneriakkan nama siapa ia lebih memilih diam, menikmati penampilan dari para member EXO dengan tenang walau suasana disekitarnya tidak setenang dirinya dan malah membuatnya pusing bukan main.

 

*

 

“kau pulang duluan saja Bi, aku ingin pergi ke Han River dulu” kata Hye Mi menghentikan langkah mereka saat sudah keluar. Ae Bi yang mulanya sibuk dengan kameranya sontak berbalik dan mengeryit.

“Ya ! kau ini suka sekali pergi kesana sendirian. Memang ada apa disana ? apa ada pria tampan yang membuatmu betah disana hah?” omel Ae Bi. Ia tidak habis pikir dengan kebiasaan aneh sahabatnya yang satu ini.

“aish anak ini! aku hanya suka suasana disana. Lagipula aku memang sedang ingin mencari udara segar. Dan tidak ada pria tampan malam malam begini Hye Mi sa-yang” Hye Mi memberi alasan sekaligus menekankan kata terakhirnya. Tidak habis pikir dengan pikiran sahabatnya yang begitu diluar masuk akal, terlalu ajaib.

“oh, oke oke. Tapi jangan pulang terlalu malam, arraseo !” nasehat Ae Bi.

Hye Mi mengangguk pelan. “arraseo”

 

Dan kemudia Hye Mi mulai berjalan, berpisah dengan Ae Bi di persimpangan. Sepanjang perjalanan ia hanya memerhatikan keadaan sekitarnya yang mulai lengang. Hanya ada beberapa orang saja yang terlihat masih berlalu lalang disekitarnya. Ia tersenyum, ini yang ia inginkan. Suasana tenang, damai dan jauh dari suasana histeris seperti tadi di stasiun tv.

Suasana Han River mala mini tidak begitu ramai. Tentu saja, ini sudah terlalu malam untuk sekedar berjalan-jalan. Tapi hal itu tidak menyurutkan niat Hye Mi untuk menyendiri ditepian Han River. di tempat inilah ia bisa menenangkan dirinya, suasana tenang dan dalai membuatnya bisa berpikir jernih saat masalah menimpanya. Sekaligus hanya tempat inilah yang menurutnya bagus untuk mencari udara segar.

Yang dilakukan Hye Mi sekarang ini hanyalah duduk dan menatap Han River melalui dua bola mata samudranya. Tidak, dia tidak sedang memikirkan sebuah masalah hanya melepas kepenatan sejenak. Jadwal kuliahnya yang semakin hari semakin padat ditambah tugas tugas yang semakin menumpuk dan setia menunggunya di meja belajar membuatnya lelah. Ia mulai memejamkan mata menikmati semilir angin yang menghampirinya, membuat anak rambutnya sedikit bertebangan dan tubuhnya mulai relax saat itu juga.

Tapi lamunan Hye Mi mulai terganggu saat ada suara isakan tangis mampir ke telinganya. Ia mulai merinding dan meraba tengkuknya yang sudah meremang. Oh ayolah kalian harus tahu kenyataan kalau Hye Mi seorang penakut dan sekarang ia merasa kalau suara isakan tangis itu berasal dari hantu, mungkin penunggu Han River. Hye Mi sudah siap beranjak dari tempatnya duduk dan berlari pulang ke apartementnya. Tapi baru ia beranjak ada sebuah sosok yang duduk tak jauh darinya, sedang duduk sambil memeluk kakinya seperti meringkuk. Punggungnya bergetar, Hye Mi mulai yakin kalau asal suara isakan itu berasal darinya. Sosok itu.

“aigoo, dia manusia atau hantu ?” bati Hye Mi. rasa takutnya mulai dikalahkan oleh rasa penasarannya yang begitu besar. Jadi dengan segenap keberanian –yang sangat dipaksakan- ia mendekat kearah sosok yang ternyata adalah seorang pria.

“Ah, maaf tuan. Apa kau tidak apa apa ?” tanya Hye Mi takut takut.

Pria itu menengadahkan kepalanya yang sedari tadi menunduk lalu menatap Hye Mi didekatnya. Hye Mi tidak begitu jelas mengetahui bagaimana rupa pria itu karena sebagian wajahnya ditutupi oleh masker, tapi yang ia tahu pria itu tengah bersedih. Terlihat jelas dari kedua matanya.

Pria itu hanya mengangguk, mengatakan tanpa kata kalau ia baik baik saja pada Hye Mi.

“eh, maaf aku jadi mengganggumu. Aku hanya ingin memastikan kalau kau bukan hantu yang sedang menangis” Hye Mi tersenyum tidak enak.

Tanpa diketahui Hye Mi pria itu tersenyum dibalik maskernya, mendengar kata kata Hye Mi yang polos.

“baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Dan , ah iya. Sebaiknya kau menangis dirumah saja. Kalau tidak mungkin kau akan ada orang lain yang akan menganggapmu hantu” kata Hye Mi mengingatkan. Ia mulai beranjak pergi.

“tunggu”

Suara itu berat, dan sontak membuat Hye Mi berhenti melangkah.

“nama, siapa namamu ?” lanjutnya.

Hye Mi terdiam beberapa saat. Memerhatikan pria yang masih duduk ditepian Han River itu dengan pandangan aneh sekaligus heran.

“Hye Mi, namaku Jung Hye Mi. sudah ya, aku pulang” Hye Mi kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda dan mulai pergi meninggalkan pria itu.

“ah, dia bahkan tidak menanyakan namaku balik” pria itu sedikit tersenyum. Ia menurunkan maskernya dan membuat rupanya benar benar jelas terlihat. Senyuman aneh kembali Nampak di wajahnya ketika ia mengingat bagaimana kelakuan gadis bernama Jung Hye Mi itu. Gadis itu berbeda dari yang lain dan tentu saja ia mengingatkannya akan seseorang yang sedang berada ribuan kilometer dari tempatnya berada sekarang. Paling tidak, gadis itu sedikit menghapus rindunya akan rumah. Tingkah lakunya yang takut akan hantu mengingatkannya pada adik perempuan yang paling ia sayangi.

Pria itu berdiri, hendak meninggalkan Han River karena ini sudah larut malam. Dan sepanjang perjalanan ada satu nama yang terus diucapkannya.

“Hye Mi, Jung Hye Mi …”

 

 

*

 

Hari ini Hye Mi sedang tidak ada jadwal kuliah. Seharian ini yang dilakukannya hanya duduk sambil menonton tv. Beberapa bungkus snack yang sudah kosong bertebaran di mejanya. Ia bosan. Sungguh, amat sangat bosan karena tidak ada yang bisa dilakukannya selain menonton tv.

“ash bosannyaaaaaaaa !!” Hye Mi mulai berteriak menyuarakan kebosanannya. Ia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Teringat sesuatu, Hye Mi langsung mencari handphonenya dan menghubungi sahabatnya yang entah berada dimana. Sejak pagi Ae Bi tidak terlihat di apartement mereka.

“Bi kau dimana ?: tanya Hye Mi begitu sambungannya terhubung.

“aku berada di acara fansign EXO oppa. Kau dimana ?”

“di rumah, kebosanan” Hye Mi mendengus malas. Astaga, jadi ini yang menyebabkan sahabatnya tidak ada sejak pagi buta hah ? ck!

“kalau begitu kesini saja !~”

“ahh, tidak tidak. pasti rame Bi” tolak Hye Mi. ia masih sedikit trauma dengan kejadian di stasiun tv itu. Acara musik saja ramenya sudah seperti itu apalagi fansign ? pasti lebih dari itu. Ahh, membayangkannya saja sudah membuat Hye Mi pusing.

“aniyo! Acara ini hanya untuk 100 orang beruntung saja. Kesinilah, aku punya satu tiket lebih. Lebih baik kesini daripada mati kebosanan kan ? cha, aku menunggu~ acara dimulai satu jam lagi. So, ppalli !!”

“aish anak ini. kupertimbangkan dulu”

Bersamaan dengan terputusnya sambungan telepon Hye Mi mulai mempertimbangkan ajakan Ae Bi. Ia menimang nimang handphonenya. Mulai berpikir apa saja yang akan terjadi bila ia datang ke acara fansign dan apa saja yang akan terjadi bila ia tetap berada di apartment.

“apa aku datang saja yah?” gumam Hye Mi sendirian. Ia menatap sekeliling apartmentnya yang begitu sepi.

Oh, dia akan mati kebosanan seperti yang Ae Bi katakan barusan. Tapi acara fansign bukanlah acara yang disenangi Hye Mi. ia masih berpikir, hingga akhirnya memutuskan untuk pergi. Yaa, dia benar benar tdiak ada kegiatan hari ini. jadi apa salahnya datang. Hanya datang bukan ? dengan dandanan seadanya ia berangkat menuju tempat yang ditunjuk Ae Bi melalu pesan singkatnya.

Sesampainya ditempat yang dimaksud Hye Mi melihat sudah banyak orang yang mengantri walaupun tidak sebanyak perkiraan Hye Mi sebelumnya. Hye Mi menyisir tempat itu, mencari sahabatnya lewat ekor matanya dan tak lama ia menemukan gadis itu tengah melambai kearahnya di antara orang orang yang sedang mengantri.

“wuaah Hye Mi-ya~ kau datang eoh ?” Ae Bi berdecak dan memandang sahabatnya dengan pandangan tidak percaya. Hye Mi mengangguk.

“Ya daripada aku harus mati kebosanan di apartement lebih baik aku ikut bersamamu”

“aahhh, good girl~ oke, Hye Mi yang cantik lebih baik kau ikut mengantri disini, bersamaku” ajak Ae Bi yang mulai menarik tangan Hye Mi untuk bergabung bersamanya. Hye Mi tidak meolak dan tak lama antrian berjalan. Ia mulai masuk ke acara fansign.

 

*

 

Sekumpulan pria itu mulai mempersiapkan dirinya di backstage. Sebentar lagi mereka harus menemui 100 fans beruntung yang bisa mendapatkan tanda tangan mereka masing masing. Terlihat Baekhyun kembali menggoda Chen yang membuatnya tertawa bahagia. Xiumin terlihat melerai aksi perkelahian mereka dibantu Su Ho pastinya. Luhan terlihat berbicara dan bercanda dengan Sehun dan Kai, jangan ditanya. Pria itu sedang bermanja ria dengan ibunya, Kyungsoo.

“hyung, kau terlihat lebih baik sekarang. Apa sesuatu yang abgus terjadi padamu hah ?” tanya Chanyeol.

Kris tersenyum. Moodnya benar benar membaik setelah bertemu dengan gadis yang mengiranya hantu. Chanyeol yang melihat hyungnya tersenyum kembali menggodanya.

“aiih, apa kau baru betemu gadis cantik semalam ? kau pergi dengan wajah lesu tapi pulang dengan wajah bahagia. Heeii ceritakan pada dongsaengmu ini”

Kris kembali tersenyum dan mengangguk pelan.

“Ya, sesuatu yang baik terjadi. Dan kuharap ini terus terjadi”

 

*

 

Acara Fansign itu dimulai. Semua fans yang sudah menunggu akhirnya bisa bernafas lega saat melihat idolanya keluar dari backstage dan melambai ramah kearah mereka. Suasana kembali riuh tapi tidak sericuh saat di stasiun tv pikir Hye Mi. semuanya duduk dan para fans mengantri dengan tertib, berbaris menunggu giliran fansign itu. Semuanya mendapat kesempatan untuk ber-high five dan tanda tangan dari setiap member EXO. Kini  Hye Mi bisa dengan jelas melihat betapa bahagianya wajah Ae Bi ketika berada didepan Luhan. Pria cantik itu tersenyum lebar ketika melihat Ae Bi.

“kau datang ?” tanya Luhan dan dijawab anggukan oleh Ae Bi. Melihat itu Hye Mi mengeryit heran. Walau suasana agak berisik tapi ia bisa mendengar dengan jelas pertanyaan Luhan barusan.

“apa mereka saling mengenal ?” batin Hye Mi.

Kini giliran Hye Mi yang berada didepan Luhan. Tapi belum sempat ia mengatakan namanya, Luhan sudah terlebih dulu mencoretkan tanda tangannya di fotonyad an menulis nama Hye Mi disana.

“bagaimana kau tahu namaku ?” tanya Hye Mi kaget, tapi Luhan hanya tersenyum menjawabnya. Hye Mi tidak sempat menanyakan bagaimana bisa Luhan mengetahui namanya tanpa ia sebut terlebih dahulu, antrian dibelakangnya membuatnya tidak bsia menayakan lebih jauh dari ini. jadi sekarang Hye Mi hanya bisa mendengus, menyimpan rasa penasarannya itu. Tidak hanya Luhan, sepertinya seluruh member EXO mengenal Ae Bi dan juga dirinya ? terbukti, setiap Ae Bi datang ke mereka, mereka hanya tersenyum seolah olah sudah mengenal Ae Bi sejak lama.

“Yak ! Bi ! kau mengenal mereka semua ?” tanya Hye Mi bingung.

“Ya! Pabbo, kecilkan suaramu nanti aku ceritakan setelah acara ini” jawab Ae Bi sambil tersenyum jahil.

Lagi lagi Hye Mi mendengus, rasa penasarannya semakin bertambah dan parahnya ia harus menyimpannya. Lagi.

 

*

Kris terus tersenyum pada setiap fans yang ada didepannya. Bertemu dengan gadis bernama Hye Mi benar benar memperbaiki moodnya. Dalam hati ia bahkan berharap bisa bertemu Hye Mi lagi sekarang kalau bisa.

“siapa namamu ?” Kris bertanya sambil bersiap dengan spidol dan fotonya yang akan ditanda tangani olehnya lalu diberikan pada fans yang ada didepannya saat ini.

“Hye Mi, Jung Hye Mi”

Suara dan nama itu sontak membuat Kris menengadahkan kepalanya. Entah kenapa ia berharap Hye Mi didepannya adalah Hye Mi yang menganggapnya hantu. Dan benar saja, gadis itu memang Jung Hye Mi yang sedang menyita seluruh pikiran dan hatinya sejak pertama kali bertemu. Tapi ada yang aneh, ekspresi Hye Mi saat ini terlihat biasa saja, tidak seperti fans lain yang begitu histeris dan bersemangat.

“apa kau tidak mengenaliku ?”

Pertanyaan itu mengundang kening Hye Mi mengerut. Ia mengangguk.

“tentu saja aku mengenalimu. Kau Kris, anggota sekaligus Leader Exo-M bukan ?” jawab Hye Mi yang membuat Kris kecewa.

“setidaknya apa kau tidak bisa mengingatku ?”

“Ya, kau benar. Aku Kris, leader EXO-M”

 

*

 

Setelah mendapatkan tanda tangan dari seluruh member EXO, semua fans dihibur oleh aksi panggung dari seluruh member EXO. Semuanya berteriak, histeris. Suara suara itu kembali meng-elu elukan masing masing idolanya. Hye Mi memandang malas sekitarnya. Ia mengacak rambutnya kesal.

“astaga, kenapa mereka semua membuatku bingung ? aiiish lalu kemana pula anak itu ? dia menghilang seperti setan. Aish, aku bisa gila disini !” gerutunya. Banyak sekali pertanyaan yang bersarang dikepala Hye Mi. mulai dari sikap Luhan yang terlihat berbeda ketika berhadapan dengan Ae Bi, Luhan yang tahu namanya tanpa harus ia sebutkan terlebih dahulu dan seluruh member yang sepertinya mengenal Ae Bi. Ini semua membuatnya pusing, dan satu satunya cara menghilangkan pusingnya adalah Ae Bi harus memberikan penjelasan kepadanya sekarang juga.

“Hye Mi-ya, kenapa kau disini ?” Hye Mi menoleh ketika suara menginterupsinya. Ternyata Ae Bi sudah berada didekatnya dengan wajah polos tanpa dosa.

“Ya! Kau kemana saja ? aku sudah mencarimu tapi kau menghilang dan muncul seperti setan seperti ini ? aku lapar Biii !!” omel Hye Mi berentet.

“aahh mianhae. Arra arra, ayo kita cari makanan” Hye Mi mendengus dan dengan pasrah ia rela ditarik Ae Bi. Cacing cacing diperutnya sidah menggerutu minta diisi dan karena laparnya itu Hye Mi mulai melupakan semua pertanyaan yang sempat membuatnya pusing seperti orang gila.

Ae Bi menarik Hye Mi kesebuah restoran. Hye Mi baru saja melangkah mencari tempat duduk tapi keburu ditarik Ae Bi sehingga ia tidak jadi duduk. Ia mengeryit heran pada gadis yang kini sedang menyebutkan beberapa menu makanan dan memesannya dalam jumlah yang banyak.

“Ya! Kenapa kita tidak makan disini saja Bi ? kenapa harus dibungkus ? lagipula apa kau tidak salah membeli makanan sebanyak ini ? Hei ! aku tahu porsi makanku tidak sedikit, tapi kau tidak perlu membeli makanan sebanyak ini Bi !” Hye Mi mulai mengoceh saat melihat Ae Bi membayar semua makanannya. Gadis itu hanya tersenyum sinis.

“Ya ! pabbo. Jangan terlalu percaya diri. Ini semua bukan untukmu. Lagipula aku ingin mengenalkanmu pada seseorang”

Hye Mi lagi lagi mengeryit dan itu mengundang Ae Bi untuk tertawa melihat tingkah sahabatnya.

“Ya ! jangan sembarangan mengejekku dengan kata ‘pabbo’ aisshh” Hye Mi mulai mengeluarkan death glarenya. Bukannya takut, Ae Bi malah tertawa lagi.

“sudahlah, kajja! Kita berangkat sekarang” ajak Ae Bi sembari menarik tangan Hye Mi.

“Ya ! mau kemana kita ?”

“tempat menyenangkan, aku mau mengenalkanmu pada seseorang Jung Hye Mi sayang ck!~”

 

*

Hye Mi tertegun sejenak. Memandangi bangunan mewah didepannya dengan pandangan takjub serta bertanya tanya. Sebenarnya dimana dan kemana Ae Bi mengajaknya pergi ?

“Bi, ini apartement siapa hah ?” tanya Hye Mi heran. Sebelumnya Ae Bi tidak pernah mengajak Hye Mi kemari jadi tentu dia heran bukan main.

“sudah lihat saja nanti” Ae Bi kembali memberikan jawaban yang semakin membuat Hye Mi bingung serta penasaran. Ia kembali ditarik oleh Ae Bi hingga sekarang keduanya berhenti di sebuah pintu yang Hye Mi tahu itu pintu apartement.

Ae Bi mulai menekan bel apartement dan tak perlu menunggu waktu lama seorang pria tampan membukakan pintu dengan senyuman khasnya.

“Oh, Bi. Kau datang. Masuklah, hyung sudah menunggumu” katanya. Ae Bi mengangguk dan dengan semangat masuk kedalam sambil menarik paksa Hye Mi yang semula mematung seperti patung. Masih belum pulih dari kekagetannya.

“ah, jadi ini temanmu ? Jung Hye Mi ?”

Pertanyaan pria yang diketahui bernama Sehun itu membuat Hye Mi hampir mengeluarkan matanya karena terlalu kaget. Bagaimana bisa magnae EXO itu tahu namanya ? oh iya, benar. Tidak hanya Luhan yang mengetahui nama Hye Mi tapi hampir semuanya mengenal siapa namanya dengan pasti.

Tapi bagaimana bisa !

Ae Bi mengangguk.

“Hye Mi-ah, ini Sehun. Kau pasti kenal dia kan ?” Ae Bi mengenalkan Sehun pada Hye Mi. Sehun tersenyum lalu mengulurkan tangannya. Tapi bukannya membalas Hye Mi justru hanya memandang tangan Sehun. Ia masih cukup terkejut dengan apa yang dialaminya hari ini.

“Hye Mi” akhirnya Hye Mi meraih tangan Sehun setelah tangannya ditarik Ae Bi lebih dulu.

Tidak. ini tidak mungkin terjadi padaku !

            Belum pulih rasa terkejutnya, Hye Mi sontak disadarkan oleh sesuatu yang membuat jantungnya mendadak berhenti seketika.

“Chagiya, kau datang ?”

Hye Mi semakin melebarkan matanya. Ia melihat pria itu. Pria yang selalu diteriakkan namanya oleh Ae Bi dan membuat sahabatnya gila hanya dengan melihat fotonya saja tengah memeluknya dari belakang.

Dan apa katanya tadi ? Chagiya ? sejauh apa hubungan keduanya ?!

“Ya! Sudah kubilang jangan memanggilku Chagiya seperti itu. Aku tidak suka” Ae Bi merajuk. Mempoutkan bibirnya yang justru membuat pria itu tetawa sambil menepuk kepalanya pelan.

Sementara Hye Mi, ia berharap kalau kejadian didepannya adalah sebuah khayalan. Mimpi atau bahkan imajinasinya karena terlalu pusing memikirkan betapa menumpuknya tugas tugasnya itu.

Ae Bi yang menyadari kalau Hye Mi diam saja langsung menarik tangan Hye Mi yang sontak membuat gadis itu sadar, kembali ke alamnya walau tidak sepenuhnya.

“Hye Mi-ya~ kau ingat tadi aku mengatakan akan mengenalkanmu pada seseorang bukan ? kenalkan, dia kekasihku” Ae Bi tersenyum riang sementara Hye Mi memandang tidak percaya kearah pria yang kini mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan. Ia tersenyum dan lagi Hye Mi berharap kalau semuanya mimpi. Tidak mungkin pria cantik itu adalah kekasih sahabatnya sendiri.

“Hye Mi, Jung Hye Mi” ia meraih tangan Luhan, berusaha tersenyum dan menguasai dirinya sebisa mungkin.

“kau sudah pasti tahu siapa aku bukan ? hahaha. Sudah lama aku ingin bertemu denganmu,  Ae Bi banyak bercerita tentangmu.” jawab Luhan ringan. Hye Mi hanya mengangguk canggung.

Ae Bi kembali menarik lengan Hye Mi dan memberikan bungkusan bungkusan makanan itu pada Sehun. Mereka masuk kedalam dan disana, tepatnya disebuah ruang keluarga semua pria pria tampan yang selalu diteriaki gadis gadis itu berkumpul disana. Berebut makanan yang tadi dibelinya oleh Ae Bi dengan ganas.

Dan kini Hye Mi menyadari sesuatu,  ia sadar kalau hidupnya tidak akan seperti dulu lagi. Akan ada cerita cerita lain yang tidak akan pernah ia perkirakan sebelumnya. Hidupnya berubah, dan ia tidak ingin hal itu terjadi.

Tidak, jangan sampai hal itu terjadi.

 

*

 

To Be Continued

akhirnya selesai juga setelah sekian lama gak pernah nulis lagi. Mohon Kritik dan Saranya . Gomawo yang udah mau baca 🙂

FF ini juga akan dipublish di beberapa blog seperti kyubittersweet.wordpress.com

Special thanks to my dongsaeng avi yang udah bikin poster sama ngedit ff ini. Oh iya kalo ada yang mau ditanyain atau kenal lebih jauh bisa follow twitter aku @pipitsani.

 

 

15 pemikiran pada “Hyemi’s Tale “Sweet of War”

  1. aghhh jeongmal keren bgt thor ^^
    ok izin ya baca next chap.. hehe 🙂 semangat trs thor dalam menulis ff(?) hehe.. FIGHTING!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s