Goodbye Hyung…

GoodBye Hyung..

 

Author :: CocoCino ^^ ( @Jimmy_Jaemi24 )

Cast :: HunHan Couple

Genre :: Friendship, Angst(?), Sad (maybe)

Rate :: PG-13

Lengh :: Oneshoot

 

“Hyung ~”

“Ne, Sehun-ah?”

Namja manis itu menolehkan wajahnya, wajahnya semakin pucat setiap harinya, matanya yang dulu memancarkan keceriaan kini terlihat begitu menyedihkan, setiap hari kami selalu ketaman belakang sekolah, seperti sore ini, kami ingin menikmati waktu-waktu yang tersisa bersama,

 

“wajahmu semakin pucat Hyung, kau sakit ya?”

 

aku bertanya padanya, dia hanya tersenyum manis padaku, manis untuk menutupi rasa sakit yang dia rasakan, ‘aku tahu hyung kau sakit, jangan tersenyum seperti itu, itu membuatku semakin tidak bisa merelakanmu pergi’.

 

“Hyung, kau ingat pertemuan pertama kita?”

“ne, Hyung ingat..”

 

~~

Flashback On

 

Aku sedang ada di atap sekolah, menikmati hembusan angin yang cukup membuatku tenang, rasa sakit itu kembali datang saat aku ingat kejadian beberapa saat lalu, saat rasa cinta yang aku jaga selama ini hanya bisa menjadi kenangan, rasa sesak dan kecewa menyelimuti dadaku, Riyoung, yeoja yang selama ini kucintai dan kusayangi, pergi meninggalkanku untuk namja lain,

 

“Dia lebih tampan dan kaya darimu, lagipula sebenarnya aku tidak pernah mencintaimu..”

 

kata-katanya masih terngiang dalam otakku, airmataku kembali jatuh, rasa sakit ini pun semakin membuatku frustasi, ingin rasanya aku melompat dari atap ini, dan pergi masuk keneraka..

 

“ RIYOUNG-AH!!! KENAPA KAU LAKUKAN INI PADAKU? KENAPA?!!!”

 

“Dasar bodoh..”

 

ku tolehkan kepalaku ke sumber suara, tch! Siapa namja itu?

 

perlahan dia mulai berjalan kearahku lalu berdiri disampingku, matanya menatap lurus kedepan, sebuah senyuman terukir di wajahnya, untuk apa namja ini tersenyum?

 

“ Siapa kau? Jangan ikut campur urusanku! Kau tidak tau apa-apa!”

“ biasanya orang seperti mu saat ini sedang sakit hati karena cinta ya?..”

 

namja itu menoleh, sekarang bisa kulihat wajahnya, aku belum pernah melihat wajah namja ini sebelumnya, apa dia anak baru disini?

 

“Tidak usah ikut campur!”

 

“Jadikan kenangan manis sebagai teman bagimu… dan… Lepaskan kenangan pahit yang menyelubungimu… Sakit karena cinta memang sulit tuk diobati… Tapi jangan karna sakit itu… Kita melupakan cinta yang lain… Cinta yang lebih tulus… yang kan menemani hari – harimu… Dengan langkah yang baru…”

 

aku terdiam mendengar perkataan namja ini, dengan senyuman dia pergi meninggalkanku,

sebelum dia jauh dariku, segera ku berlari lalu menarik tangannya, dia menoleh dengan wajah yang bingung,

 

“kau..murid baru ya? Perkenalkan namaku Oh Sehun, kelas 2-B..”

“Ne, aku pindahan dari China, Namaku Xi Luhan, kelas 3-A..”

“Waah..berarti kau Sunbae ku..”

 

dia tersenyum lalu merangkulku, aku cukup terkejut dengan sikapnya, namun dengan cepat aku merasa nyaman, entah apa yang dilakukan namja ini padaku..

 

“Ya..aku tahu wajahku ini memang imut, tapi..jangan memanggilku ‘Sunbae’ panggil Hyung saja..”

“Ne..Luhan Hyung!”

 

Flashback Off

 

“Aku sangat merindukan moment itu Hyung, saat itu pertama kalinya aku tau bagaimana persahabatan yang sesungguhnya, dan aku bahagia karena kau lah yang menjadi sahabat terbaikku Hyung..”

 

“aku juga senang Sehun-ah, kau ingat saat kita melihat Riyoung bersama namja lain di Mall itu? Jujur saja, aku ingin memukulnya, seandainya dia bukan seorang yeoja, huh! Berani sekali dia menyakiti hati dongsaeng kesayanganku ini..”

 

kami tersenyum satu sama lain, aku ingin terus melihat senyum itu, Tuhan..apakah kau harus mengambil senyuman itu?

 

“Hyung kau ingat janji kita dulu?”

“ Aku tidak akan pernah lupa Sehun-ah..”

 

 

~~

 

Flashback On (again)

 

hembusan angin pantai menerpa wajah kami berdua, setelah kejadian beberapa bulan lalu, aku dan Luhan Hyung menjadi teman dekat sekarang, kami selalu menghabiskan waktu bersama, banyak kenangan indah yang telah kami buat, Luhan Hyung selalu ada untukku, selalu menjagaku, dan melindungiku..

 

“ Sehun-ah..lihatlah matahari terbenam!”

 

ku amati matahari yang sedikit demi sedikit mulai turun, benar-benar indah..

 

“Sehun-ah! Ayo kita berjanji!”

“berjanji?”

 

“Ne! berjanjilah kita akan selalu bersahabat selamanya, dan kita takkan pernah berpisah sampai kapan pun, hingga nanti saatnya kita akan mempunyai kehidupan kita masing-masing, kita harus tetap bersahabat! Aku ingin persahabatan kita terus ada dikehisupan selanjutnya dan seterusnya!..”

 

Luhan Hyung menyodorkan jari kelingkingnya padaku, aku pun mengaitkan jari kelingkingku, seulas senyuman terukir diwajahnya yang putih, matanya terlihat begitu bahagia sekarang,

namun, ada sesuatu di hidungnya, darah?

 

“Hyung, hidungmu berdarah!”

 

Mata Luhan hyung melebar, dengan segera dia merogoh saku celananya lalu mengeluarkan sebuah sapu tangan, wajahnya terlihat gugup, ada apa dengannya?

 

“Hyung kau tidak apa-apa?”

“tidak apa-apa Sehun-ah,”

“tapi itu..”

“Ah sudah mau malam, ayo kita pulang Sehun-ah”

 

Ada apa sebenarnya denganmu Hyung?

 

 

Flashback Off

~~

 

“Hyung, kalau kau diberikan satu permintaan pada Tuhan, kau mau meminta apa Hyung?”

 

Namja manis itu mengangkat kepalanya keatas, sejenak matanya tertutup, dan dengan sebuah senyuman, dia menatapku,

 

“Aku akan meminta agar aku mempunyai waktu yang lebih lama supaya aku bisa bersamamu, menjagamu, melindungimu, melihatmu bahagia dengan keluargamu nanti, dan sempat menggendong anakmu, itulah yang aku harapkan..”

 

“kenapa Hyung berharap seperti itu?

 

“ Aku mengharapkan apa yang hati ku inginkan, dan itulah yang aku inginkan, aku ingin menjagamu, melindungimu, dan terus bersamamu, hingga sampai waktunya nanti aku akan rapuh dan mati bersama kenangan yang telah kita lalui, kau adalah Dongsaeng yang paling kusayangi Sehun-ah..”

 

“Hyung, kenapa kau mau bersahabat denganku, padahal kau bisa mendapatkan sahabat yang lebih baik daripada ku?”

 

““Sahabat yang baik adalah orang yang sangat kita percayai dan membuat kita tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan dan tidak pernah menjual rahasia diri kita”

 

 

tanpa kusadari airmataku turun begitu saja, dengan cepat aku memeluknya, dia pun membalas pelukanku,

 

“Aku bahagia mempunyaimu Hyung,”

“Aku juga Sehun-ah..”

 

“Hyung, bisakah kau tinggal lebih lama bersamaku?”

“ itu yang kuharapkan..”

 

“Apa yang sebenarnya kau sembunyikan Hyung?”

 

Luhan Hyung terdiam, kepalanya kini disandarkan dibahuku, kurasakan kepalanya semakin berat, matanya pun kini tertutup, aku takut..

 

“Hyung..”

“Aku lelah Sehun-ah..”

 

Untuk kesekian kalinya aku menangis, ku gigit bibir bawahku untuk menahan suara sesegukkan tangisku, kupegang erat tangannya, apakah ini waktunya aku untuk merelakannya?

 

“ Luhan Hyung..”

“Bolehkah aku tidur sekarang Sehun-ah? Aku benar-benar lelah..”

 

Suaranya terdengar semakin lemah, wajah Luhan Hyung pun kini sudah berlinang airmata, Tuhan beri aku waktu beberapa saat lagi..

 

“Hyung..aku menyayangimu..Tidurlah Hyung, Tidur dengan tenang, sampai bertemu lagi..”

“Aku juga menyayangimu, Sehun-ah, Dongsaeng kesayanganku.. sampai jumpa”

 

deru nafas itu tidak ada lagi, matanya sudah tertutup dengan rapat, dan tidak akan pernah terbuka lagi, kini tidak ada lagi Luhan Hyung yang akan memarahiku saat aku salah mengerjakan tugas, dan Luhan Hyung yang selalu melindungiku, Luhan Hyung yang selalu tersenyum dengan manis padaku, semua itu sudah tidak ada lagi..

 

aku mengambil Hp ku, ada pesan suara disana..

aku tau ini dari Luhan Hyung, sebelum dia pergi..

 

“Sehun-ah..kau sedang apa sekarang? Kau sudah makan belum? Kau harus jaga kesehatan ya, Hyung sedang melihat bintang sekarang Sehun-ah, dan sekarang ada sebuah bintang jatuh, aku mau mengharapkan sesuatu, kau mau tau? Aku berharap, Sehun ku akan bisa merelakan kepergianku, dan menganggapku sebagai Hyung terbaik dalam hidupnya, dan aku juga ingin mempunyai waktu yang lebih..untuk bersamamu,”

 

 

“ Sehun-ah.. Maafkan Hyung, ne? Hyung tidak pernah jujur padamu selama ini, Hyung menderita penyakit Leukimia Sehun-ah, bukan maksud Hyung untuk tidak memberitahumu, tapi, Sehun-ah..Hyung hanya tidak mau kau khawatir, Maaf! Kau tau Sehun-ah, waktu kita hanya beberapa saat lagi, aku ingin menghabiskan waktu hanya bersamamu, bisakah? Untuk yang terakhir kalinya! “

 

“ Aku harus pergi Sehun-ah, Maaf..”

 

Selamat Tinggal Luhan Hyung..

 

~ FIN ~

13 pemikiran pada “Goodbye Hyung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s