I Hope You Love Me Too (Chapter 1)

I Hope You Love Me Too[Chapter 1]

 

Title                 :  I Hope You Love Me Too[Chapter 1]

Author             : adeer89

Cast                 : Choi Minhwa, Byun Baekhyun, Oh Sehun

Other cast        : Kim Tae Ha, Lee Gakyung, Byun Young Ah, Kim Hyunki , Oh Sehun

Park Chanyeol, Kai.

Genre               :  Comedy? romance, friendship.

Length             : Chapter

Rating              : PG-15

Warning           : Typo dimana-dimana.

Anyeong, ini first fanfic aku. Mungkin ceritanya aneh karena aku gak bakat nulis. Tapi terima kasih yang udah mau baca. I hate silent rider. Selamat membaca

 

Author Pov

“Choi Minhwa ireona.” bisik seorang perempuan kepada temannya yang sedang tertidur.

“Ummm, Wae Gakyung-ah? Aku masih ngantuk” Ucap teman dari wanita tadi yang dikenal bernama Minhwa yang masih ngantuk.

“Tapi, Park Songsaengnim melihat kearahmu.” Bisik Gakyung lagi ketemannya yang hobi tidur di kelas itu.

“Biarkan saja dia melihatku. Mungkin aku terlalu cantik sehingga ia melihatku terus.” Balas Minhwa ke Gakyung. Sementara Gakyung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat temannya yang satu ini.

“Choi Minhwa!”

“Kenapa lagi? Kenapa kau selalu mengganggu tidurku. Huh?!” kata Minhwa yang tidak tahu siapa yang berbicara dengannya.

“Choi Minhwa! Keluar dari kelasku.” Kata Park Songsaengnim ke murid satunya itu.

“Mwo?! Tapi Saem…”

“Tidak ada tapi-tapian keluar dari kelasku sekarang juga! SEKARANG!” Jawab Park Songsaengnim karena sudah kesal dengan sikap Minhwa.

“De Songsaengnim.” Ucap Minhwa dengan Pasrah.

Minhwa Pov

Sial. Hari ini aku sial. Tadi pagi aku terlambat bangun sampai-sampai hampir terlambat dan sekarang aku dihukum karena tertidur dikelas. Ini semua karena salah Minho Oppa. Awas kau Minho Oppa tunggu pembalasanku dirumah.

Oh iya, perkenalkan aku Choi Minhwa tapi biasanya aku dipanggil putri tidur karena aku sering tertidur dikelas. Hehehe… aku seorang murid Seoul Senior High School sekarang aku sudah tingkat dua, kelas XI-A. Aku memang selalu tidur di kelas tapi aku gak bodoh-bodoh amat. Hobi aku ya tidur dan makan. Tapi walaupun aku banyak makan, tubuhku tetap kurus.

Aku cukup mudah bergaul disini, aku mempunyai 4 teman dekat. Uhm yang pertama namanya Lee Gakyung yang membangunkanku tadi. Dia itu baik, ramah, lemah lembut dan suaranya indah. Dia sekarang pacaran dengan kapten tim baket di sekolah, namanya Kim Jong In dan biasanya di panggil Kai dia kelas XI-C. Yang kedua Byun Young Ah yang satu ini cukup pendiam dan dia ini kutu buku, kalo kemana-mana pasti bawa buku entahlah buku apa karena gak suka baca buku. Yang ketiga namanya Kim Tae Ha dia itu bisa dibilang mathematics holic dia suka matematika karena dia ngefans ama guru yang ngajar. Dia ini mirip sama aku yaitu cerewet. Yang terakhir namanya Kim Hyunki. Dia ini paling ngefans sama aktor yang namanya Kim Hyunjoong, kalo kalian masuk kamarnya dia poster Kim Hyunjoong dimana-mana sampai-sampai dinding kamarnya udah kagak keliatan.

KRING~

Akhirnya bel bunyi juga. Kakiku pegal berdiri selama satu jam.

“Ya! Choi Minhwa bagaimana hukumannya?” siapa yang berani berkata seperti kepadaku.

“MWO? Oh Sehun neo juggosseo?Ya! Jangan lari kau Oh Sehun” kataku lalu siap untuk mengejar namja itu.

“Minhwa-ya! Sudahlah, ayo kita ke kantin.” Kata Gakyung lalu menarikku ke kantin. Padahal aku ingin mengejar Sehun. Awas kau Oh Sehun kalau kau ku dapat akan kubunuh kau.

 

@Kantin

Author Pov

“Minhwa-ya kenapa kau tertidur di kelas lagi?” tanya Tae Ha ke Minhwa.

“Aku begadang lagi.hehehe” jawab Minhwa sambil nyengir gaje.

“Apa kau tinggal bermain game lagi dengan Minho Oppa?” tanya Hyunki yang datang sambil membawakan pesanan makanan temannya yang lain.

“Itu kalian sudah tahu” jawab Minhwa tidak peduli sambil meminim jus jeruknya. Setelah Minhwa berkata seperti tadi keadaan menjadi hening. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Nanti sepulang sekolah kita ke Mall, huh?” Kata Gakyung memecahkan keheningan.

“Aku tidak bisa. Ada sesuatu yang harus kukerjakan. Aku akan mengamati ciptaan Tuhan yang paling indah. Keucchi Tae Ha-ya?” Kata Minhwa yang membuat teman-temannya ingin muntah.

“De geure. Minhwa-ya” Tae Ha menjawab dengan seyuman yang aneh. Seketika kantin yang tenang ribut akibat tawa dari mereka.

“Oh, aku terlambat aku  harus ke lapangan basket. Kajja Tae Ha-ya!” Kata Minhwa dengan cepat, tak lupa ia menghabiskan jus jeruknya.

“Ya! Kalian belum membayar jus kalian” teriak Gakyung pada Minhwa dan Tae Ha yang sudah berlari.

“Kalian saja yang membayar” teriak Minhwa dari kejauhan.

“Dasar Stalker itu. Siapa yang akan membayarnya?” tanya Gakyung kepada temannya yang tersisa. Sedangkan teman yang ditanyai hanya diam dan berpura-pura tak mempedulikan Gakyung. Gakyung tau bahwa uangnya akan keluar banyak kali ini.

“arasseo, aku yang akan membayarnya” seketika Hyunki dan Young Ah tersenyum sumringah mendengar perkataan Gakyung.

“Gomawo Gakyung-ah. Kau memang teman yang pegertian.” Kata Hyunki dengan wajah yang aneh sedangkan Young Ah hanya tesenyum tipis.

“dasar kalian ini.” Kata Gakyung setealah membayar minuman temannya. “Kajja” ajak Gakyung kepada temannya lalu kembali ke kelasnya.

 

@Lapangan Basket

Minhwa Pov

Ah, akhirnya sampai juga. Permainan baru dimulai aku tiba tepat waktu. Wah daebak stadium indoor ini penuh dengan para wanita dari tingkatan satu sampai tingkatan tiga. “Berisik sekali wanita itu” Batin Minhwa kesal. Mereka masing-meneriaki idola mereka, aku juga tak mau kalah.

“Baekhyun Oppa!!” teriakku meneriaki namja yang sudah lama kusukai itu. Wajahnya sangat tampan, dia imut dan suaranya seperti malaikat. Aku benar-benar menyukainya. Tapi aku tak mempunyai keberanian menyatakan perasaanku. Biarlah hanya aku yang menyimpan perasaan ini.

“Minhwa-ya apa tadi kau meneriakinya?” tanya Tae Ha kepadaku.

“Ne. Wae?”tanyaku heran kepada Tae Ha. Memangnya kenapa kalau aku meneriaki namja yang sudah lama mengisi hatiku.

“dia tadi melihat dan tersenyum kesini, Minhwa-ya?” Apa? Dia melihatku, dari sekian wanita yang meneriakinya kenapa dia melihat kesini? Ah tidak, ini mungkin hanya mimpi.

“apa benar Tae Ha-ya mungkin kau hanya salah lihat.” Ucapku masih tak percaya.

“apa aku terlihat berbohong Minhwa-ya?” kata Tae Ha menunjukkan wajah sok polosnya.

“Hahaha. Aku percaya padamu Tae Ha-ya.aku menyayangimu” kataku sambil mencium pipi kiri Tae Ha.

“Ya! Choi Minhwa, apa yang kau lakukan?” Kaget Tae Ha lalu menghapus bekas ciumanku dipipinya dengan kasar. Aku hanya tertawa melihat kelauat sahabatku satu ini.

“Masuk, kau hebat Chanyeol Sunbae” Teriakku sambil mengacungkan dua jempolku ke bawah walaupun orang yag aku acungi jempol itu tak melihatku. Tiba-tiba atmospher di dekatku terasa panas. Ternyata Tae Ha memberiku death glearenya aku hanya tersenyum melihat Tae Ha.

“kenapa kau meneriaki Chanyeol-ku?” ucapnya dengan tatapan death glearenya.

“tenang Tae Ha-ya. Aku tidak mempunyai perasaan apa-apa kepada Chanyeol-mu itu” jawabku sambil menekankan kata “mu”nya itu.

“ayolah, Tae Ha-ya kita menonoton lagi” ucapku sambil menenangkannya.

“OK” jawabnya kembali bersemangat. Fiuhh~aku kira aku akan dimakan hidup-hidup oleh Tae Ha.

PRIIT~

Pertandingan usai, kelompoknya memenangkan pertandingan. Yeah!!, kulihant wajahnya lelah namun ia tetap tertawa dan ia ber-high five dengan temannya yang lain serta lawannya.

“Tae Ha-ya Minhwa-ya mana Gakyung?” ucap seseorang tiba-tiba.

“dia mungkin dikelas” jawab Tae Ha kepada seseorang itu yang ternyata Kim Jong In atau biasa dipanggil Kai.

“anyeong putri tidur” ucap seorang namja yang suaranya familiar.

“Mwo?!” ucapku ketus kepada namja yang tadi pagi mengejekku ini.

“hey,, Slow girl. Aku kan hanya menyapamu. Dasar tukang tidur.” Ucapnya dengan nada mengejek. Aku tidak tahan lagi aku harus membalasnya kali ini. Kau akan mati Oh Sehun.

“aku akan membunuhmu Oh Sehun. Jangan lari kau!” aku segera mengejar Sehun yang juga berlari.

Author Pov

Mereka terus saling kejar mengejar hingga mereka turun di lapangan. Mereka menjadi pusat perhatian sekarang. Semua mata tertuju pada mereka bahkan Byun Baekhyun juga melihat Minhwa yang mengejar Sehun.

“Hap, dapat kau Oh Sehun” kata Minhwa yang melompat ke atas punggung Sehun.

“Ampun Choi Minhwa, baiklah aku akan berhenti mengejekmu.” Ucap Sehun memohon sebelum ia dimakan hidup-hidup oleh Minhwa.

“Yagsog?” kata Minhwa ke Sehun sambil memperlihatkan jari kelingkingnya.

“Ne. Yagsog.” Jawab Sehun sambil mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Minhwa.

“Joha” kata Minhwa senang lalu turun dari punggung Sehun.

“Sehun-ah, gwenchana?” tanya Kai yang datang bersama Tae Ha.

“Oh. Minhwa-ya” panggil Sehun ke Minhwa.

“Wae?” jawab Minhwa dengan ketus. Sehun lalu mendekatkan kepalanya kekepala Minhwa.

“Bwoaneungoeya?” ucap Minhwa dengan was-was. Jarak antara kepala mereka semakin menipis. Bisa dia rasakan jantungnya berdetak tak normal. Ia bahkan tak bisa bernapas dengan baik lagi.

5 cm…

3 cm…

1 cm…

Sehun lalu memegang kepala Minhwa dan membenturkan kepalanya kekepala Minhwa

“aku tak akan pernah berhenti mengejekmu, Minhwa-ya. Dasar tukang tidur. Babo!” setelah mengejek Minhwa, Sehun lalu berlari sebelum ia mati di tangan Minhwa saat itu juga.

“Aduh” Minhwa mengaduh kesakitan sambil memegang keningnya. Ia sudah tak tahan lagi amarahnya sudah di puncak. Ia Mengepalkan tangannya saking marahnya. Aura gelap mengelilingi stadium indoor itu. Satu persatu penonton keluar sebelum mereka yang akan terkena imbasnya. Termasuk pemain basket yang bertanding tadi.

“Kajja Baekhyun-ah! Kita pergi sebelum kita yang akan dimakan olehnya” ajak Chanyeol sambil menatap ngeri ke Minhwa.

“Chankkaman.” Baekhyun menahan tangan Chanyeol. ”Dia gadis yang menarik” Batin Baekhyun, Ia tersenyum dan menatap Minhwa dari belakang.

“Aish! Kajja.” Gerutu Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun menjauh dari tempat itu.

“Oh. Kajja”

“OH SE-HUN” teriak Minhwa menggelegar di stadium indoor itu. Sedangkan yang namanya diteriaki hanya tertawa menang.

Minhwa bersiap mengejar tapi ia ditahan oleh Tae Ha. Ia menatap Tae Ha kesal tapi Tae Ha tak mau melepaskan tangannya dari Minhwa. Akhirnya emosi Minhwa mereda dan mereka kembali ke kelas meninggalkan Kai sendirian.

“Apa aku ditinggalkan?” tanya Kai kepada dirinya sendiri.

“Minhwa-ya Tae Ha-ya kachi ga” Teriak Kai lalu menyusul Tae Ha dan Minhwa.

****

KRIING~

Bunyi Bel pertanda pulang berbunyi. Satu per satu murid Seoul Senior High School keluar dari kelasnya. Termasuk Minhwa dan teman-temannya. Young Ah dan Tae Ha di jemput oleh supirnya sedangkan Gakyung pulang bersama Kai. Hanya Minhwa dan Hyunki pulang menaiki angkutan umum. Tapi rumah mereka tidak searah.

“Minhwa-ya sepertinya busku sudah tiba. aku duluan. Anyeong.” Kata Hyunki sambil melambaikan tangannya ke Minhwa. Sedangkan Minhwa membalasnya dengan tidak semangat. Hari ini benar hari kesialannya karena Baekhyun melihatnya berteriak seperti orang hutan tadi. Memalukan. Kata minhwa dalam hati ia lalu menutup mukanya dan menangis dalam hati. Benar-benar sial. Apa kata  Baekhyun Sunbae melihat seorang gadis yang kealakuannya seperti monster itu. Minhwa menghela napas dalam Agh! Ia mengacak-acak rambutnya, ia sangat kesal dengan dirinya.

“Ya!Choi Minwha. Sudah tukang tidur, monster, orang hutan sekarang sudah gila. Dasar!!” ejek seseorang yang Minhwa tahu siapa orangnya. Minhwa sudah tidak punya tenaga untuk meladeni Sehun. Ia hanya mengangkat kepalanya dan memberikan death glearenya. Hidupnya sudah berantakan akibat namja itu.

“apa kau butuh tumpangan putri tidur” Minhwa hanya diam menanggapi perkataan Sehun. Dalam hatinya ia berharap Sehun cepat pergi dari hadapannya

“Ya Sudah kalo tidak mau. Anyeong Babo!” setelah berkata begitu Sehun Melajukan Motornya dan hilang dari pandangan Minhwa.

“Syukurlah dia cepat pergi”  Ucap Minhwa sambil menghela napas

***

Hari sudah sore tapi Minhwa tidak beranjak dari halte tadi. Ia masih memikirkan kejadian yang memalukan dan tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.

Kriuk~

“Begopha” ujar Minhwa sambilmengelus perut ratanya.

Perutnya berbunyi. Ia belum makan dari tadi pagi. Ia hanya meminum jus jeruk waktu istirahat tadi.Minhwa lalu beranjak dari tempat duduknya namun sebuah suara menghentikannya. Suara itu membuatnya keringat dingin, darahnya mengalir deras, bahkan udara disekitarnya menipis membuatnya tak bisa bernapas. Jantungnya seakan meledak saat itu juga.

“Choi Minhwa” ujar namja itu.

Dengan perlahan Minhwa berbalik melihat namja yang memanggilnya yang membuatnya hampir pingsan di tempat itu.

“Su-Sunbae…” ucap Minhwa dengan gugup.

_TBC_

Bagaimana? Bagaimana? Jelek ya… T_T mian. Aku kan gak bakat nulis. Kependekan? Emang iya sih.kagak jelas? Sorry. But, Thank You For Read my First Fanfiction. I Love You All. Muach :*. Follow my Twitter @ardyadwi_89

Iklan

8 pemikiran pada “I Hope You Love Me Too (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s