Who’s My Destiny (Chapter 2)

whos my destiny(1)

 

Title                             : Who’s My Destiny? (Chapter 2)

Author                        : Kim Lizzie

Genre                          : Romance, Rival

Length                        : Multi-chapter

Main Cast                   : Kim Jongin / Kai (EXO-K); Park Miyeon (OC); Wu Yifan / Kris (EXO-M)

Summary        : Miyeon, seorang gadis kelas 2 SHS ini memiliki teman, gebetan, maupun musuh sekalipun. Musuh atau rival nya dari ia masih JHS ini membuatnya kesal dan ia sangat menyesalinya karena telah mengenal rival nya ini, Jongin. Mendekatkan mereka berdua? Itu tidak mungkin. Lalu bagaimana cara nya agar mereka bisa akur?

***

“Umm Jongin, kau tidak apa-apa?”, tanya Miyeon halus lalu mengulurkan tangannya, Jongin menatap nya heran. “Ayo berdiri”, kata Miyeon sambil tersenyum, lalu Jongin meraih tangan Miyeon dan berdiri. “Maaf ya… Kau ngga apa-apa?”, tanya Miyeon polos.

“I… Iya”, jawab Jongin kebingungan.

Kris keheranan melihat tingkah Miyeon yang tiba-tiba halus begitu. Miyeon tengokkan kepala nya ke belakang dan ada Kris di sana sedang berdiri mematung melihat tingkah Miyeon. Miyeon tersenyum kecil pada nya. Kris juga senyum lalu ia pergi. “Aaaaaa”, Miyeon tiba-tiba teriak. “Heh, kau gila ya? Tadi marah-marah, terus tiba-tiba baik, terus sekarang teriak-teriak. Kau ini kenapa sih? Mengerikan…”, kata Jongin menatap Miyeon aneh.

“Diam kau. Pokok nya jangan harap aku akan baik sama kau. Dan jangan lupa perjanjian kita ya”, kata Miyeon lalu ia mengibaskan rambut nya ke muka Jongin dan pergi. “Duh… Tajam amat rambut nya”, gerutu Jongin.

Istirahat selesai

“Good morning class”, kata Joori seonsaengnim memasuki kelas. “Morning ma’am…”, kata murid serempak. “What?! Ma’am?! Sorry, just call me Ms. Joori, okay?”, kata Joori seonsaengnim dengan senyum manis nya (?) “Ne…”, kata murid serempak. “Now make a group containing 3 people okay? Then I will give you a paper and finish the questions, okay? Understand?”, kata Ms. Joori.

“Understand…”, jawab murid serempak. “Okay, I will give you a paper”, kata Ms. Joori lalu mulai membagikan kertas nya. Jongin, Chanyeol, dan Kris sekelompok. Bukannya mengerjakan, mereka malah ngobrol soal yeoja. “Eh Kris, menurut mu yeoja yang paling menarik di kelas ini siapa?”, tanya Chanyeol.

Kris tertawa kecil, “Tidak ada, tapi aku ingin mendekati Miyeon”. Mendengar itu Jongin langsung tersenyum senang. “Emang… Miyeon tuh yeoja yang cocok buat kau. Pokok nya aku akan bantu kau dekat dengan dia”, kata Jongin. “Ih jangan mau sama Miyeon, dia tuh yeoja galak, sama namja aja dia berani”, kata Chanyeol.

Jongin langsung menginjak kaki Chanyeol. “Aww”, Chanyeol teriak spontan. “Ngga kok Kris… Walaupun dia galak sebenarnya dia baik. Pokok nya aku akan bantu kau dekat dengan dia”, kata Jongin membujuk. “Ya aku tau. Kau yakin ingin membantu ku? Gomawo ne”, kata Kris, Jongin hanya membalas dengan senyuman.

Kris melirik kearah Miyeon sambil tersenyum kecil tetapi senyuman sinis. Jongin berbicara dalam hati, “Yes… Kalau begini nilai makalah Inggris ku tidak akan dibagi dua dengan Miyeon… Semoga semua lancar”.

Pulang sekolah

“Hyomin!”, panggil Jongin, Hyomin tengokkan kepala nya sambil memasukkan buku ke dalam loker. “Wae?”, tanya Hyomin. “Miyeon mana?”, tanya Jongin sambil kepala nya mendongak-dongak mencari Miyeon.

“Cie nyariin… tumben. Dia di toilet, kenapa?”, tanya Hyomin.

“Nah sini aku bisikin, aku mau minta tolong sesuatu sama kamu”, lalu Jongin membisikkan rencana nya dan Hyomin tersenyum sambil menganggukkan kepala nya.

“Kau yakin ini akan berjalan?”

“Yakin dong, aku sudah beri tau Kris juga”

“Baiklah”

“Ya sudah cepat sana”, Hyomin langsung berlari ke bawah dan Jongin tersenyum senang.

***

“Ya ampun Hyomin kemana sih?”, Miyeon terus mencari-cari Hyomin di parkiran. “Motor ku juga ngga ada lagi… Masa sih Hyomin udah pulang ngga nungguin aku? Telepon nya juga ngga diangkat-angkat aduh…”, Miyeon terus mencoba menelepon Hyomin. Tiiit, suara klakson motor yang membuat Miyeon kaget, ia nyaris mau marah ke orang yang sudah membuat nya kaget, tapi ia tidak jadi saat melihat siapa pelaku nya. “K… Kris? Mi… Mian aku menghalangi jalan mu ya?”, tanya Miyeon ketakutan. “Kau ngapain di sini? Kok belum pulang?”, tanya Kris. “Iya nih… Kau liat Hyomin ngga? Dia kayak nya pulang duluan deh, soalnya dia sama motor nya ngga ada…”, kata Miyeon khawatir.

“Oh… Kau selalu pulang bersama nya? Ya sudah aku antar kau pulang”, kata Kris, Miyeon terbelalak kaget dan menahan senyum nya kuat-kuat. “K… Kau serius?”, tanya Miyeon, Kris hanya membalas dengan anggukan. “Hore… Gomawo Kris”, Kata Miyeon dengan senang nya lalu ia segera saja duduk di belakang Kris.

~~

“Gomawo Kris sudah mengantar ku”, kata Miyeon sambil tersenyum di depan kos-kosannya. “Ne… Oh ya, hari Sabtu kau ada acara ngga?”, tanya Kris membuat Miyeon deg-degan. “Se… Sepertinya engga ada hehe, waeyo?”, tanya Miyeon.

“Kita ke festival makanan Jepang yuk?”, ajak Kris.

“Oke!! Kabari aku lagi ya”, kata Miyeon senang, Kris hanya membalas dengan agukkan lalu ia pergi. Sementara Miyeon lompat-lompat kesenangan.

Ting tong

Hyomin membukakan pintu. “Kau ini kemana sih? Kok tinggalin aku?”, tanya Miyeon kesal lalu masuk ke kamar kos-annya. “Tapi senang kan bisa pulang sama Kris?”, tanya Hyomin sambil melipat tangannya, Miyeon memeblalakkan mata nya. “Kok kau bisa tau? Jangan-jangan kamu yang merencanakannya ya?”, tanya Miyeon sambil senyum-senyum.

“Hahaha iya… Maaf ya Miyeon aku jadi meninggalkan mu”, kata Hyomin. “Hehehe ngga apa-apa kok”, kata Miyeon. “Sebenarnya sih… yang merencanakan ini semua itu si Jongin. Aku juga bingung kenapa ya dia ngelakuin itu segala?”, tanya Hyomin keheranan, mendengar itu membuat Miyeon tersenyum senang.

“Oh dia… Bagus juga rencana dia. Gini Hyo, aku punya perjanjian sama dia, aku akan bantu dia menyelesaikan makalah Inggris tapi dia juga harus bantu mendekatkan aku dengan Kris”, kata Miyeon lalu tersenyum. “Oh… hahaha. Kalau aku bantu Jongin, boleh ngga?”, tanya Hyomin. “Terserah… Pokok nya aku ingin bisa memiliki Kris”, kata Miyeon lalu merebahkan diri nya di kasur sambil tersenyum.

“Oh ya Hyo… Aku diajak Kris pergi ke festival makanan Jepang hari Sabtu. Kamu bantu aku dandan ya supaya cantik di mata Kris”, kata Miyeon. “Gampang itu hahaha”, kata Hyomin. Dari dulu Hyomin selalu membantu sahabat nya, Miyeon.

***

“Gimana bro sukses ngga anterin dia pulang?”, tanya Jongin di telpon. “Berhasil dong hahaha aku mengajak dia pergi ke festival makanan Jepang hari Sabtu”, kata Kris sambil tidur-tiduran di sofa rumah nya. “Wah… Keren juga tuh. Hahaha semoga lancar yak”, kata Jongin girang. “Iya iya… Thank you sob”, kata Kris lalu menutup telponnya.

“Wah mereka mau pergi nih, aku harus buntutin mereka, pokok nya aku harus bikin mereka tambah deket. Ini demi nilai ku”, kata Jongin.

Keesokannya

“Hyomin! Sini”, panggil Jongin. “Kenapa?”, tanya Hyomin. “Kok tumben kau ngga bareng Miyeon? Miyeon mana?”, tanya Jongin.

“Huh, dia bangunnya telat tuh. Jadi terpaksa aku tinggal”, kata Hyomin.

“Duh ada aja ya yeoja kayak dia. Eh bantuin aku deketin Miyeon sama Kris dong”, kata Jongin sambil memasang muka melas.

“Hahaha ngga usah pasang muka melas juga kali. Aku emang niat nya mau bantu kamu kok. Kan mereka hari Sabtu mau pergi ke festival makanan Jepang, kita buntutin ya? Pokok nya kamu harus udah ada di kos-an aku, tapi jangan sampe ketauan Miyeon. Nanti kalo Kris sama Miyeon udah pergi, aku langsung keluar lalu kita pergi, ok?”

“Siap!”

Tiba-tiba Miyeon datang dan menghampiri Hyomin dan Jongin, “Haduh Hyo… Aku belom telat kan?”, tanya Miyeon sambil mengatur nafas.

“Be… Belum kok hehe”, kata Hyomin.

“Bagus lah…… Eh, Jongin, thank you ya buat yang kemarin. Rencana kamu emang top banget deh. Sampai-sampai dia ngajak aku pergi Hari Sabtu. Tumben otak mu benar kali ini”

“Hoho iya lah Kim Jongin gitu. Pokok nya tenang aja, bentar lagi kamu sama Kris bakal jadian”, kata Jongin memastikan.

“Bener?! Aaaaaa gomawo Jongin”, kata Miyeon lalu tiba-tiba ia memeluk Jongin, Jongin kaget tetapi ia berusaha diam saja.

“Heh kau ngapain sih? Ingat ya, kita tetap musuh, ingat itu”, kata Jongin. “Iya bawel. Lagian aku ngga sengaja”, kata Miyeon lalu ia mengibaskan rambut nya ke muka Jongin dan pergi diikuti oleh Hyomin. “Kalo bukan karena nilai ku, aku juga ngga mau bantu kamu”, kata Jongin ngedumel.

***

Seperti biasa, karena belum bel masuk, di kelas hanya ada Hyomin dan Miyeon. Hyomin sedang membaca novel nya. Tapi Miyeon tidak seperti biasa nya, biasa nya ia selalu di depan kelas menulis-nulis atau menggambar-gambar sesuatu di papan tulis; atau ia nyanyi-nyanyi dan menari-nari tidak jelas.

Kali ini ia duduk anteng di sebelah Miyeon sambil menggambar-gambar apa pun yang ada di pikirannya. “Tumben kamu ngga nyanyi-nyanyi lagi, yeon”, kata Hyomin tapi mata nya tetap focus pada tulisan-tulisan di novel nya. “Aku kan mau kelihatan sebagai anak yang tenang di depan Kris. Biar nanti kalau Kris datang dia tersenyum melihat tingkah ku yang semakin kalem”, kata Miyeon sambil senyum-senyum.

“Dasar kamu. Ya semoga kali ini kamu membuat image yang bagus di mata Kris. Karena namja seperti Kris susah ditebak”, kata Hyomin. “Ngga juga ah. Namja yang susah ditebak itu si Jongin”, kata Miyeon. “Cie… Kamu perhatikan dia ya?”, tanya Hyomin sambil senyum nakal (?)

“Eng… Engga kok. Aku Cuma sering dengar pendapat dari yeoja-yeoja lain, mereka semua berpendapat begitu”, kata Miyeon gugup.

“Oh begitu… Hehehe. Kirain kamu suka memperhatikan dia…”, Kata Hyomin lalu kembali focus kepada novel nya.

Tiba-tiba Kris memasuki kelas lalu melihat Hyomin dan Miyeon yang sedang duduk. Kris tersenyum lalu menghampiri mereka. “Sedang apa kalian? Kalian ngga bosan?”, tanya Kris, Miyeon menatap Kris kagum tanpa kedip. “Aku Cuma baca novel. Aku sih ngga bosan, tapi kayak nya orang yang di sebelah ku ini bosan”, kata Hyomin.

“Hahaha keliatannya begitu”, kata Kris, Miyeon hanya bisa nyengir. “Ya sudah Kris, sana kau ajak dia jalan-jalan”, kata Hyomin. “Mwo?”, tanya Miyeon terkejut, ia pasti bakal salah tingkah kalau jalan berdua sama Kris.

“Ya sudah yuk. Aku tinggal dulu ya Hyo”, kata Kris, Kris pun tersenyum pada Hyomin, Hyomin merasa bahwa senyuman dari Kris itu adalah sebuah senyuman tulus.

“Hyo… Kamu ngga boleh ke geer-an”, kata Hyomin dalam hati.

~~

“Yeon, nanti pulang sekolah mau ke rumah ku dulu ngga?”, tanya Kris, membuat Miyeon menahan senyum nya. “Emang mau ngapain?”, tanya Miyeon berusaha tenang. “Bantu aku mengerjakan makalah Inggris ya”, kata Kris dengan muka nya yang berbeda, kali ini muka nya tidak dingin seperti biasa nya.

Tapi Miyeon terdiam sejenak, dia kan juga harus membantu membuat makalah nya Jongin, kalau bantu Kris juga, nanti Miyeon tambah beban. Dia bingung harus membantu Kris atau Jongin. Tapi kalau dia lebih memilih membantu Kris, Jongin tidak mau membantu Miyeon lagi dan bisa saja Jongin malah menghancurkan hubungan Miyeon dan Kris yang sudah cukup dekat ini.

“Aduh Kris, bukannya aku tidak mau, tapi…”, “Ya sudah, bagaimana kalau kau membantu ku masak? Pembantu ku pulang ke kampung halamannya. Mau kan bantu aku?”, tanya Kris, Miyeon berpikir-pikir lagi. “Ayo lah… Aku ingin kau ke rumah ku”, kata Kris membuat Miyeon kesenangan.

“Baiklah, kalau itu aku mau”, kata Miyeon sambil tersenyum. “Bagus…”, kata Kris lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka.

“Kok mereka bisa dekat sekali ya? Padahal kepribadian mereka berbeda sekali dan kenapa Kris bisa suka ya sama dia?”, tanya Jongin sambil memperhatikan Miyeon dan Kris yang dari tadi jalan berduaan. “Kenapa emang? Masalah? Kau cemburu ya?”, tanya Chanyeol sambil makan choki-choki (?)

“Hih… Enggak lah. Aku Cuma heran saja, apa yang membuat Kris jatuh cinta pada Miyeon. Kalau Miyeon suka Kris kan pasti karena Kris ganteng. Kalo Miyeon kan jelek, ngapain juga Kris suka sama dia”, kata Jongin. “Kau ngga boleh bilang begitu. Mungkin Miyeon di mata Kris terlihat berbeda”, kata Chanyeol.

“Ya sekarang kau pikir saja. Hari pertama dia masuk sekolah, dia bilang kan kalau dia paling benci dengan sikap Miyeon. Terus tiba-tiba dia bilang mau mendekati Miyeon. Apa coba maksud nya? Apa jangan-jangan Kris punya maksud tersendiri untuk mendekati Miyeon?”, kata Jongin seperti seorang detektif.

“Ah kau ini. Benci kan bisa jadi cinta. Ya kayak kamu sama Miyeon, siapa tau jadi cinta”, ceplos Chanyeol. “Hahaha ngaco. Udah yuk ke kelas aja”, kata Jongin.

***

“Wah rumah mu besar juga ya Kris”, kata Miyeon sambil melihat seisi rumah Kris. “Hahaha ngga juga, ya sudah taruh tas mu di sofa lalu kita ke dapur ya”, kata Kris.

“Wah dapur mu bagus ya”, kata Miyeon. “Hahaha lebay kau. Memang dapur di rumah mu sekecil apa?”, tanya Kris. “Aku kan tinggal di kos-kosan sama Hyomin”, kata Miyeon.

“Memang rumah mu ke mana?”, tanya Kris.

“Ada… tapi sejak JHS aku sudah tinggal di kos-kosan bersama Hyomin”

“Kau ngga pernah pulang ke rumah?”

“Eung… Ya begitulah hehe”

“Maaf aku bertanya nya lancang”

“Hahaha tidak apa-apa Kris. Ya sudah sekarang kita mau masak apa?”

“Aku ingin sup ayam. Kau bisa buat nya kan?”

“Oh tentu saja”, kata Miyeon lalu mereka mulai memasak. “Kalau bawang-bawangan biar aku saja yang mengupas, nanti kamu nangis kalau tidak terbiasa mengupas bawang”, kata Miyeon. “Oh jadi kau meremehkan ku? Aku ngga apa-apa kok, masa hanya karena bawang aku menangis hahaha ada-ada saja”, kata Kris menyepelekan.

“Haha ya sudah kalau tidak percaya. Awas ya kalau kau sampai nangis”, kata Miyeon sambil tersenyum. “Iya bawel hahaha”, lalu mereka mulai memasak dan bekerja sesuai tugas masing-masing.

~~

“Gimana Kris? Kamu bisa mengupas nya ngga?”, tanya Miyeon menghampiri Kris yang dari tadi sibuk mengupas bawang. “Bi… Bisa…”, suara Kris terdengar aneh, seperti seseorang yang menangis. “Astaga Kris, nangis juga kan kamu hahaha”, kata Miyeon sambil tertawa geli.

“Aku ngga tau kalau mengupas bawang ternyata sepedih ini”, kata Kris sambil mengusap air mata nya.

“Kan sudah ku bilang, kalau tidak biasa mengupas bawang, pasti akan nangis. Ya sudah kamu cuci tangan sana, biar aku yang tangani”, kata Miyeon, bukannya cuci tangan, Kris malah mengucek mata nya.

“Aaaahh, pedihh”, teriak Kris.

“Astaga Kris. Kamu diam ya, biar aku tiupin”, Kris pun tenang sambil mata nya berkedip-kedip keperihan.

Wajah Miyeon semakin dekat dan meniup pelan mata Kris, sampai akhirnya Kris bisa membuka mata nya. Miyeon baru sadar, jarak diri nya dengan Kris sangat dekat, begitu juga dengan Kris. “Kau ngapain sih?”, kata Kris, lalu Miyeon menjauhkan diri nya dari Kris. “Ah… I… Iya maaf…”, kata Miyeon, ia takut image nya jelek lagi di mata Kris.

“Ya sudah tidak apa-apa, aku ganti baju ya, masakannya sudah mau selesai kan?”, tanya Kris. “I… Iya. Kau ganti baju saja, biar ini aku yang siapkan hehe”, kata Miyeon. Kris tidak menjawab apa-apa, ia pun pergi meninggalkan Miyeon. “Ya Tuhan, jangan sampai Kris kesal lagi dengan ku”, kata Miyeon dalam hati.

***

Makanan pun sudah jadi. Mereka mengambil nasi dan sup ayam sesuai dengan porsi mereka. “Bagaimana? Enak ngga?”, tanya Miyeon. “Hmm iya enak… Gomawo ya Miyeon”, kata Kris sambil tersenyum. “Syukurlah kalau enak. Pokok nya kalau kau butuh aku untuk membantu memasak, tinggal bilang aja oke?”, kata Miyeon.

“Hahaha. Ngomong-ngomong Hyomin bisa masak juga?”, tanya Kris sambil melahap makanannya. “Iya dong… Hyomin tuh keibuan banget. Segala tentang yeoja dia bisa deh. Masak kayak gini juga Hyomin yang ajarin aku hehe”, kata Miyeon. “Wah, kau juga harus bisa seperti dia dong”, kata Kris.

“Hehe ini aku juga udah belajar banyak sama dia”, kata Miyeon, Kris tidak membalas apa-apa, ia hanya focus pada makanannya. “Oh ya, Hyomin suka sama orang lain ngga? Atau ada namja yang sedang mendekati nya?”, tanya Kris. “Hmm ngga ada kok. Ke… Kenapa emang nya?”, tanya Miyeon heran.

“Ngga apa-apa. Dia itu orang nya pendiam banget, kayak nya aneh kalau bisa suka sama orang lain hehe”, kata Kris. “Oh begitu hahaha. Iya iya aku paham”, kata Miyeon.

“Makasih ya Yeon. Kau membuat hari-hari aku jadi tidak membosankan”, kata Kris sambil tersenyum. “Ah, eung… Iya hehehe. Sama-sama Kris”, kata Miyeon menahan senyum. “Ya sudah, kau sudah selesai makan kan? Lagian ini sudah maghrib, lebih baik kau pulang dari pada kemalaman”, kata Kris.

“Iya Kris… Makasih ya udah numpang makan di rumah mu hehe”, kata Miyeon. “Haha lagian ini masakkan kamu juga kan? Oh ya, aku antar pulang saja ya? Sudah gelap”, kata Kris sambil melihat ke jendela. “Ah tidak usah repot-repot. Aku sudah biasa kok pulang sendiri, walaupun sudah gelap begini hehe”, kata Miyeon, sebenarnya Miyeon bohong, ia belum pernah pulang selarut ini sebelum nya.

“Sudah lah. Apa salah nya kalau aku antar kamu?”, kata Kris. “Engga salah juga sih hehe”, “Ya sudah aku antar kau pulang”.

***

Sesampainya di kos-an Miyeon

“Makasih Kris sudah mengantar ku pulang”, kata Miyeon sambil mengeluarkan senyum manis nya. “Iya sama-sama Yeon”, kata Kris sambil melihat kos-kosannya dari luar, seperti sedang mencari sesuatu. “Ah ya sudah aku masuk ke dalam ya…”, kata Miyeon, Kris hanya membalas dengan senyuman.

TBC

Comment nya jangan lupa, readers! ^^

8 pemikiran pada “Who’s My Destiny (Chapter 2)

  1. sepertinya kris hanya mempermainkan miyeon cckckc kris ngedeketin miyeon hanya karena ingin tau tentang hyomin secara langsung! ckckck duhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s