Baby, Don’t Cry (Prolog)

Baby, don’t cry (prolog)

Judul       : Baby, don’t cry [Prolog]

Author : arlotiefe53 (@dhindha53)

Main Cast        :

–          Lee Ji-eun / IU as Goo Ah Rin

–          Zhang Yixing(EXO) as Lay

Support Cast :

–          Xi Luhan (EXO) as Luhan

–          Oh Se Hun as Sehun

–          Goo Ae Rin (OC) as Ah Rin’s little sister

Other Cast       : EXO member

Genre        : Romance , Sad

Lenght      : Chapter/Series

Rating      : PG+15

Summary      : Masa lalu mungkin hanyalah mitos, tapi tidak untuk Lay. ia masih menyimpan sebuah teka-teki dari orang yang dicintainya. tapi siapa sangka, masa lalu itu datang lagi. mengusik kehidupannya lagi, apakah ini hanya kebetulan?

(FF ini juga di publish di blog pribadi s9gff.wordpress.com)

apabila ada kesamaan kata, tempat, tokoh, maupun jalan cerita saya selaku author meminta maaf, tapi FF ini murni apa adanya, apa yang ada di otak saya maksudnya.

 

.Happy Reading and Don’t be a plagiator.

.PLAGIAT HARAM HUKUMNYA.

 

 

 

@Incheon Airport, 09.30 KST

Seorang pria tengah duduk sambil memegang ponselnya. Ia berusaha mengutak-atik ponsel itu seakan-akan ponsel itu rusak. Dari kejauhan tampak orang berlalu lalang karena memang bandara sedang ramai saat itu. Bagaimana tidak hampir semua penerbangan dilakukan mulai dari pagi. Pria yang duduk tadi ternyata adalah seorang idol yang sedang naik daun saat ini. Lay, ya, Lay EXO, boyband asuhan SM Entertainment itu terlihat bingung terlihat dari topi warna merah yang ia gunakan mulai tidak beraturan bentuknya.

aish, bagaimana ini bisa terjadi? Suho hyung juga jahat sekali meninggalkanku,” kesalnya.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi..

ne, yeoboseyo hyung. Hyung! Kenapa aku ditinggal aku harus bagaimana? Penerbangan selanjutnya masih 3 jam dari sekarang.” Cerocos Lay seketika mengangkat telepon dari hyungnya, Suho.

mianhae. Tunggulah saja. Lagipula konser kita masih 6 jam lagi. Berlatihlah sebentar disana sambil menunggu pesawatnya datang. Arachi? Annyeong!” Suho menutup teleponnya.

YA! Hyung! Aish, apa yang harus kulakukan sekarang?” Lay mengacak-acak rambutnya sendiri.

Tak jauh dari tempatnya duduk, Lay mendengar seorang anak kecil yang sedang menangis. Ia tertunduk di dekat bangku yang berjarak 5 kursi darinya. Dengan rasa penasaran Lay mendekatinya.

“Hai, adik kecil, gwaenchana?” tanya Lay sambil duduk di samping anak tadi. Anak itu masih terisak di tangisnya. Kini Lay merubah posisinya menjadi berlutut di depan anak kecil tadi.

“Aish, uljimara, uljima ne, wae? Dimana orang tuamu? Apa kau terpisah dengan mereka?” tanya Lay panik karena pandangan mata orang-orang yang di sekitarnya mulai mengarah padanya. Orang-orang pasti berpikiran kalau -kau-apakan-anak-itu- *glek* Lay menelan ludah. Tangisan anak itu makin keras. Ingin rasanya Lay meninggalkan anak itu, tapi niatnya terurungkan saat ada seorang perempuan mendekatinya, oh, bukan, mendekati anak itu.

Ae Rin~ah, gwaenchana? Syukurlah aku menemukanmu,” perempuan ini langsung memeluk anak kecil tadi yang dipanggilnya Aerin.

Anak kecil itu menghentikan tangisnya dan sejurus kemudian matanya beralih pada laki-laki yang ada di depannya. Perempuan tadi juga mulai beralih pada laki-laki tadi.

Neo? Nuguya? Kenapa kau bisa ada disini? Kau mau macam-macam pada adikku hah?!”

Lay sontak memundurkan beberapa langkahnya dan mulai menyangkal.

And..andwae! aku tak bermaksud untuk menyakitinya. Justru aku ingin menenangkannya, dia menangis, makanya aku bermaksud untuk menghiburnya,”

Jeongmal? Aerin~ah, benar yang dikatakan oppa ini?” tanya perempuan itu pada adiknya. Anak kecil itu mengangguk dan membisikkan sesuatu di telinga perempuan tadi.

Jeongmal? Arra,” perempuan itu mengerti yang dikatakan adiknya itu. “Gamsahamnida, dia mengatakan itu untukmu.”

Lay menormalkan ekspresinya dan melihat anak kecil itu lagi. “Sama-sama adik kecil. Lain kali bilang ke eonnimu yang satu ini untuk jangan menuduh yang berlebihan.” Sindir Lay.

“Aish, aku hanya khawatir padanya. Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu, tapi lain kali saja. Sudah waktunya kami pulang. Annyeong! Aerin~ah, beri salam pada oppa…..,” perempuan itu melirik Lay member isyarat untuk menyebutkan namanya.

“Zhang Yixing, panggil saja Lay,”

“Lay oppa, pai pai!” perempuan itu meninggalkan Lay. Adiknya melambaikan tangan tanda ucapan selamat tinggal. Lucu sekali.

Lay tersenyum melihat anak itu dan membalas lambaian tangannya. Sontak Lay mengingat sesuatu, “Tunggu, namamu?”

Perempuan itu berhenti dan menoleh ke belakang, “Ah Rin, Goo Ah Rin, dan ini adikku, Ae Rin,” perempuan yang mengaku namanya Ah Rin ini kemudian berlalu dibarengi dengan senyum di wajahnya.

Lay tersenyum dan merasakan ada yang aneh dengan dirinya saat menatap mata Ah Rin. Ia pasti sudah gila sekarang, dan hampir 15 menit ia masih berdiri disitu menatap punggung Ah Rin yang lama kelamaan menghilang di balik keramaian. Sampai akhirnya ia dikagetkan dengan suara orang lain dari belakang.

Hyung!” laki-laki ini menepuk pundak Lay dari belakang.

“Eoh, Sehun~ah! Kau juga ketinggalan pesawat? Kudengar Suho hyung sudah berada disana.” Seru Lay mendapati maknae satu ini.

“Disana dimana?” tanya Sehun mengerutkan dahinya.

“Jepang, dia bilang dia ada disana sejam yang lalu,” jawab Lay yang mulai bingung.

“Suho hyung? Jepang? Ah, ne, Suho hyung pergi ke Jepang. Ia sendirian. Dia memang ada urusan disana. Lalu hyung sendiri kenapa ada disini?” Sehun balik nanya.

“Loh, bukannya kita satu grup kesana semua? Katanya ada konser,” Lay kaget.

“Ani, kita tidak ada konser di Jepang hyung. Manajer hyung hanya bilang untuk Suho hyung saja, tidak dengan yang lainnya. Mungkin akan bertemu manajemen di Jepang,” Jawab Sehun polos.

‘aish, Suho hyung awas kau ya’ umpat Lay dalam hati. “ya sudah, ayo kita pulang,”

“tunggu hyung, aku kesini untuk menjemput sepupu jauhku. Kira-kira kau melihatnya tidak?” tanya Sehun.

“Mana mungkin aku melihatnya. Ciri-cirinya saja aku tidak tahu. Sudahlah kau cari sendiri. Aku balik duluan.” Ujar Lay sambil melangkahkan kakinya keluar dari bandara.

ne hyung, hati-hati,” Sehun melambaikan tangannya. “noona, kau dimana sekarang?” ujar Sehun lirih.

 

***

Lay sampai di dorm dan memang benar semua member lengkap ada disana. Terlihat D.O sedang di dapur menyiapkan sarapan, Chen lagi mainan sama bebeknya, Kris yang ngajak Ace ngomong, pokoknya lengkap deh semuanya, kecuali Suho *ya iyalah*. Bahkan semuanya tidak ada yang sadar kalau Lay udah pulang.

annyeong haseyo! Hyung! Aku pulaaaaangg!!” suara Sehun yang memang tidak asing di telinga para hyungnya.

“oh, Sehun-nie, kau darimana? Kau bawa sesuatu?” tanya D.O.

aniyo hyung, aku baru saja keluar menemui sepupuku. Aku tadi juga bertemu Lay hyung disana. Hyung, kau tidak tahu?”

“tidak tahu apa?” tanya D.O sambil membalik gorengan ayamnya.

“kalau Lay hyung keluar tadi,” jawab Sehun.

molla. Mungkin dia pergi terlalu pagi. Memangnya kenapa? Kau bilang tadi, kau habis menemui sepupumu. Sepupumu yang mana?” tanya D.O lagi.

“oh, itu, dia sepupuku yang paling jauh. Marganya saja berbeda. Kasihan dia hyung, sekarang hanya tinggal berdua dengan adiknya yang masih berumur 5 tahun. Orang tuanya meninggal setahun yang lalu saat mereka akan berangkat pulang ke London. Aku saja menemuinya di bandara. Dia bilang, kalau ingat bandara, dia dan adiknya bisa tenang, seperti ayah dan ibunya berada di sana melihat dan menjaga mereka. Kasihan deh pokoknya hyung. Aku hampir menangis jika harus mengulang atau mendengar kisahnya.” Sehun menceritakan sepupunya itu.

“kasihan sekali. Bawalah dia sesekali ke dorm. Aku ingin melihatnya.” Ujar D.O spontan.

eoh, eh, kenapa? Ah, aku tidak yakin dia akan mau. Tapi aku akan mencobanya. Aku ke kamar dulu ya hyung.” Sehun pamit ke kamar.

“Sehun~ah, sebentar, kalau boleh tahu, siapa namanya?” tanya D.O.

“nama? Oh, sepupuku itu?” Sehun mengingat-ingat. D.O mengangguk. “Goo… Goo Ah Rin, ne, Goo Ah Rin noona, dia lebih tua dariku. Dan adiknya Goo Ae Rin.”

“Goo Ah Rin? Ah ne,” D.O mengangguk mengerti.

Sehun beralih ke kamarnya dibarengi dengan Baekhyun yang baru kelar mandi. Dengan santai ia membuka kulkas dan meneguk segelas air mineral. Seketika itu lewatlah D.O yang memang sedang menyiapkan makanan di meja makan.

“sibuk sekali,” ujar Baekhyun.

ne, hyung, aku akan memanggil yang lain untuk sarapan,” D.O bergegas ke lantai 2 untuk membangunkan yang lain.

Sesaat D.O ke atas, terdengar suara bel pintu dorm. Baekhyun yang kebetulan mendengar bunyi bel itu, langsung membukakan pintu.

ne, nuguseyo?” Baekhyun membukakan pintu dan terbelalak kaget melihat seorang yeoja memakai dress warna merah marun dan tas selempang dengan warna senada dengan dressnya di bahunya beserta seorang anak kecil berumur sekitar 5 tahun. Baekhyun bengong.

annyeong haseyo. Apa betul ini dorm EXO? Aku kakak sepupunya Sehun,” salam perempuan yang ada di depan Baekhyun ini. Baekhyun tersadar dari lamunannya.

“oh, ne, benar ini dorm EXO, silahkan masuk, Sehun ada di dalam. Maaf agak berantakan ya, maklum, penghuninya kaum adam semua.” Baekhyun nyengir kuda. Perempuan ini sukses membuat Baekhyun salah tingkah. “ehm,.. silakan duduk, aku akan memanggil Sehun turun,”

NOONAA!!” teriak Sehun. Tanpa dipanggil pun Sehun sudah tahu noonanya datang dan segera turun.

Baekhyun menutup telinganya. “YA!? Sehun~ah!Pelankan suaramu!”

“hehehe.. mianhae hyung,” Sehun langsung mendekati sepupunya. “aigoo, neomu kyeopta, Ae Rin-ah, oppa bogoshippo ne??” tanya Sehun sok imut di depan Ae Rin.

Ae Rin diam dan membisikkan sesuatu di telinga Ah Rin. Ah Rin mengangguk mengerti.

ne, nan bogoshipposseo. Dia mengatakan itu untukmu.”

“aa..jeongmal? ah, baru saja aku menemuimu Ae Rin, tapi aku sudah merindukanmu. Kajja! Kita main sama-sama.” Sehun menggandeng tangan Ae Rin.

Ah Rin tersenyum melihat mereka bermain berdua. Bahkan Baekhyun yang kebetulan juga disitu juga ikut bermain bersamanya. Seluruh member EXO yang mendengar keributan di bawah langsung turun semua untuk memeriksa keadaan.

neo?” Lay dan Ah Rin saling tunjuk. Yang lain pada cengo ngeliat mereka saling tunjuk.

“Kenapa hyung? Kau kenal dengannya?” tanya Kai. Lay masih bengong.

“oh, ne, aku tidak sengaja bertemu dengannya di bandara tadi pagi,” jawab Lay kemudian.

hyung bilang bandara? Ya! Hyung, jadi yang membuatmu bengong sewaktu kutanyai tadi di bandara itu gara-gara Ah Rin noona?”  Sehun asal ceplos.

MWO?!” seluruh member EXO berhenti sejenak dan memasang wajah kaget.

a…aniya! YA! Sehunnie! Kau ini bicara apa?! Hah, sudah-sudah, lebih baik aku pergi saja. Annyeong!” Lay beralih meninggalkan dorm untuk menghindari pertanyaan yang mungkin akan muncul secara bertubi-tubi ke arahnya jika ia terus terusan berada di dorm.

Baru sampai 5 meter dari kejauhan terdengar suara yang tak asing di telinga Lay. Itu suara Luhan. “Lay, tunggu!”

Lay menoleh melihat Luhan yang mulai berlari menyejajarkan langkahnya. “kenapa? Kau mau membahas yang tadi? Ah, sudahlah,”

“Tunggu. Kau tidak ingat dengannya? Kau tidak ingat ia mirip dengan siapa?” Luhan bertanya.

“ingat? Apanya yang ingat? Dia tidak mirip dengan siapa-siapa.” Lay mengalihkan pandangannya.

you lie. Dia begitu mirip dengannya. Jangan berpura-pura seperti itu. Aku tahu kau merindukannya.” Luhan sukses membuat Lay mengerutkan dahinya.

“kau ini bicara apa. Sudah kubilang dia tidak mirip.”

“nah, itu, barusan ngomong apa? Sepandai-pandainya kau menyembunyikan sesuatu seperti itu, pasti akan ketahuan olehku.” Luhan berhasil menebak pikiran Lay.

“kalau dia mirip dengannya memangnya kenapa? Sudahlah, biarkan aku menghapus semua yang ada pada dirinya. Biarkan aku mengubur semua kenanganku dengannya. Apa ini adil untukku hah? Hampir setiap hari aku dibuat seperti ini. Bahkan kematiannya pun sampai sekarang masih menjadi sebuah teka-teki.” Lay meluapkan semua yang ada di hatinya dan bergegas pergi dari sana.

Luhan memandangi punggung sahabatnya yang pergi itu.

“kau tidak akan pernah tahu yang sebenarnya. Dia.. tidak pergi begitu saja. Kau akan tahu ini nantinya.” Luhan memutar badannya kembali ke dorm.

“apa maksud yang kau katakan tadi? Dan mengapa Lay seperti itu?”

Suara itu membuat Luhan tak berkutik. Ia diam mematung. “kau?”

Seorang perempuan sedang menatapnya terheran-heran. Luhan masih terdiam mematung di tempatnya. Sejurus kemudian ia mulai bicara.

“ah, itu, bukan apa-apa. Aku hanya mengarangnya saja,” Luhan beralasan.

“kau bohong. Jelas-jelas aku mendengarmu tadi. Apa yang kau maksud tadi? Cepat jelaskan! Siapa yang mirip dengan siapa? Apakah.. perempuan yang pernah dicintai Lay itu?” perempuan itu memicingkan matanya.

“sudahlah, ini bukan urusanmu. Berhentilah mengganggunya! Mau sampai kapan kau akan membuntutinya, Yoona~sshi?” Luhan menekankan kalimat terakhir dan beralih dari sana.

Perempuan bernama Yoona itu menghela napas. “sampai kapan aku membuntutinya? Hah, pertanyaan macam apa itu.”

***

 

_to be continue_

Sampai jumpa di chapter 1!! ini kepanjangan yak.. wkwkwk… Jangan lupa komen, like juga, kalo enggak barbel melayang, *eh* lu kira agung hercules. Yak, oke gitu aja, makasih yg udah nyempetin baca, makasih buat admin yg nge post, makasih juga sama bla bla bla… sstt.. udah, Annyeong!! pai pai! *ddadaa ala Aerin*

7 pemikiran pada “Baby, Don’t Cry (Prolog)

  1. Makasih udah baca, ini masih bingung mau dilanjutin gmn, *eh,author tidak bertanggung jawab*. Secepatnya d kirim, ^^ (arlotiefe53)

  2. Siapa sihh yg diomongin lay sama luhan ??? Dan kyaknya luhan tau apa yg terjadi sama cewe masa lalunya lay , lahhhh kok ada yoona sgala , jgan blang klo yoona suka sama lay , 😦

  3. Anneyong.. Reader baru nih.
    Pertama kali baca FF exo. Secara aku gak gtu kenal sama mereka. Jadi pas aku baca ini agak bingung jg ngebayangin seperti apa wajah para exo itu. Heheheee 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s