Miracle in December (Kai Version)

Title : Miracle in December – Kai Version
Cast : Kim Jong In / Kai (EXO)
Jung Soojung/ Krystal (Fx)
Length : Ficlet
Genre : Romance, AU
Author : EG
Rating : PG-15

Notes: Annyeong, ini FF EXO perdanaku loh xD main castnya kupilih KaiStal, kenapa? Karena aku merasa mereka cocok/? Aku hard shippernya KaiStal, hehehe, kalo ada yang ga suka Krystal disini mohon jangan di bash ya Krystalnya L terus ceritanya ini sesuai dengan judulnya, ya terinspirasi dari MV EXO – Miracle In December, liat muka Jongin galau gitu tiba-tiba langsung terlintas ide di otakku buat bikin FF begini xD last, mian kalo alur ceritanya membingungkan kalianLLL btw, kalo ff ini dapen respond bagus/? aku mau post yang version member lain juga, yang baru jadi sih Sehun sama Kris, Chanyeol version juga masih on progress/? jadi kalian juga bisa kasih masukan mungkin buat yang version member lain?JJJ komentar dan sarannya ditunggu ya chingudeul!

z

Seoul ditutupi dengan warna putih, hiasan natal ramai memenuhi kota, semua orang larut dalam keceriaan natal, tapi hal yang sama tidak terjadi dengan Jongin.

“Kau merindukannya juga kan Snow?” Jongin menggendong seekor anjing kecil berbulu cokelat, anjing itu menggonggong seolah menjawab pertanyaan Jongin “Aku juga merindukannya, sangat merindukannya”

“Jongin-aaaaah!” Jongin terbangun saat yeoja itu meneriakan namanya, “Ya! Kau pikir sudah jam berapa ini? Kau baru bangun?” yeoja itu duduk di sisi tempat tidur, tepat di sebelah Jongin sambil merapikan rambut Jongin yang berantakan.
“Soojung-ah, untuk apa kau datang sepagi ini? Bukankah kau bilang mau datang jam 12?”
“Aku tidak sabar untuk memperkenalkanmu dengannya! Tadaaaa!” Soojung mengangkat seekor anjing berbulu cokelat dengan pita merah yang diikatkan di lehernya.
“Dimana kau menemukannya?” Jongin segera mengangkat anjing itu dari tangan Soojung.
“Ahjumma tetanggaku akan pindah ke Busan, jadi ia memberikannya kepadaku, tentu saja aku menerimanya, aku tahu kau pasti akan senang melihatnya kan?” Soojung mengelus kepala anjing itu, “Karena ini bulan Desember, maka aku memberinya nama Snow, bahasa inggris dari salju”
“Ya! Bukankah salju berwarna putih? Jelas-jelas anjing ini berbulu cokelat!”
“Ah! Biarkan saja, pokoknya namanya Snow, bolehkah Snow tinggal disini? Apartemenku tidak memperbolehkan adanya binatang peliharaan” Soojung menatap Jongin dengan mata berbinar-binar.
“Kau tidak perlu memperlihatkan wajah seperti itupun aku pasti mengizinkannya, Chagi” Jongin meletakan anjing itu di pangkuannya, “Tapi tentu saja ini tidak gratis” Jongin menatap Soojung dengan tatapan jahil dan menyunggingkan smirknya.
“Yaaa! Aku tak punya uang! Aku bahkan belum membayar biaya sewa apartemenku bulan ini!” raut wajah Soojung berubah menjadi cemberut.
“Memangnya siapa bilang kau harus membayarnya dengan uang? Kau cukup membayarnya dengan ini” Jongin mendaratkan sebuah kecupan di pipi Soojung yang kemerahan akibat udara dingin.
Soojung tersentak kaget, “Yaak! Berani-beraninya kau!” Soojung memukul bahu Jongin dengan kesal.
Jongin tertawa sambil menggenggam kepalan tangan Soojung “Bayaranmu sudah lunas, kalau begitu, mohon bantuannya untuk menjaga anak kita ya, Yeobo”

 
Jongin merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, seluruh tubuhnya terasa lemas, pelupuk mata Jongin terasa panas, titik-titik air mata menetes dari kedua matanya, hal yang selalu terjadi saat Jongin mengingat tentang Soojung, yeoja yang paling dicintainya itu.

Tanpa dikomando, Snow mengikuti majikannya itu naik ke atas tempat tidur, seolah mengerti perasaan Jongin, anjing kecil itu ikut duduk tepat disebelah Jongin, Jongin mengelus kepala Snow, “Tidak terasa ya, sudah satu tahun berlalu sejak kepergiannya” ucapnya sambil tersenyum getir, “Orang bilang, waktu dapat menghapus luka dan rasa sakit, tapi kenyataannya?” Jongin terisak menahan tangisannya.

Jongin duduk menunggu dengan resah, Soojung janji akan datang jam 7 tepat, tapi sampai jarum jam hampir menunjuk ke angka 8, sosok yeoja itu tidak juga tampak.

Drrt…drrrtt…drrrrttt…

Handphone Jongin bergetar di sakunya, nama Sooyeon -kakak perempuan Soojung- tertera di layarnya.

“Jongin, cepat, rumah sakit Bumin, Soojung… Soojung, kecelakaan, kondisinya kritis” Sooyeon nampak sangat kacau, sampai kata-kata yang diucapkannya berantakan, tanpa menjawab kata-kata Sooyeon, Jongin segera berlari menuju ke rumah sakit, kepalanya hanya dipenuhi dengan Soojung.


Jongin memandang langit-langit kamarnya yang berwarna putih gading, pandangannya beredar ke setiap sudut kamarnya, jam hampir menunjukan pukul 7.

“Snow, bagaimana kalau kita keluar?” Jongin mengangkat anjing kecil itu, lalu mengambil mantel berwarna merah dari lemarinya, Snow berjalan mengikuti Jongin dari belakang “Ayo, kalau kau tidak cepat kita akan terlambat”

“Maaf, kami sudah berusaha tapi nyawanya tidak dapat tertolong lagi” Satu kalimat singkat. Satu kalimat singkat yang membuat Jung Sooyeon menangis meraung-raung. Satu kalimat singkat yang membuat seluruh sendi tubuh Kim Jongin lemas.

Soojung sudah pergi…
Jung Soojung telah meninggalkan Kim Jongin…

Salju yang turun dengan semakin lebat membuat Jongin merapatkan mantel merahnya, udara dingin merasuk sampai ke tulangnya, namun Jongin memutuskan untuk menunggu.

Soojung akan segera datang…

Jongin tahu betul, mau sampai kapan pun ia menunggu, Soojung tak akan datang. Tapi, bolehkah Jongin berharap datangnya keajaiban?

Orang bilang, natal akan memberikan keajaiban, dapatkah aku meminta Soojung untuk kembali? Dapatkah keajaiban itu benar-benar terjadi?

Jongin menatap langit, perlahan, Purnama ditutupi bayangan hitam.
“Jongin-ah! Mianhae aku terlambat!” Jongin tersentak saat mendengar suara yang sangat dikenalnya, suara yang paling ingin didengarnya dalam satu tahun terakhir, Soojung.
“Sooyeon unni terlalu lama menata rambutku, apa aku kelihatan aneh?” Soojung memegangi helaian rambutnya sambil menatap ke arah Jongin yang masih terdiam.
Tanpa menjawab pertanyaan Soojung, Jongin langsung bangkit dari tempat duduknya dan mendekap yeoja itu. Tubuh yeoja itu terasa hangat, ini Soojung, dan Soojung benar-benar nyata dalam dekapannya.
“Soojung-ah. Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi…”
“Aku tidak akan kemana-mana Jongin” Soojung melingkarkan kedua tangannya ke pundak Jongin, apakah ini yang dinamakan keajaiban?

Miracle in December…

4 pemikiran pada “Miracle in December (Kai Version)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s