Blood (Chapter 7)

Picture1

 

Author: syasa adinda (@syasaadinda)

Gender: sad, trailer.

Length: chapter

Maint cast:      xi luhan

Wu yi fan a.k.a kris

Oh sehun

Park chanyeol

Byun baekhyun

Linka

Note: cerita ini sudah pernah di publish di fb, dan blog saya (http://purplelinka.blogspot.com/).. mian kalau banyak typo bertebaran.. mohon kritik dan sarannya. Ini asli karya saya, no plagiat no bash.

 

 

*flashback*

Hari ini seminggu kematian appa. Eomma semakin hari semakin berubah, tak pernah menganggap ku ada. Tiap hari pulang bersama pria yang berganti-ganti. ‘apa yang di lakukan eomma ku?’ terbesit dipikiranku. 

Pagi ini, eomma bilang ingin mengajakku kesuatu tempat. Tapi ada yang aneh, semua barang-barangku di masukkan ke koper. Aku ingin bertanya mau kemana kita akan pergi?. Tapi aku terlalu takut untuk jawabannya nanti.

Disinilah aku, di depan sebuah bangunan yang disebut rumah. Dan bisa dibaca dengan jelas bahwa ini adalah tempat, panti asuhan. ‘Apa? Panti asuhan. Jadi aku dibuang?’ pikiran itu terus terngiang dikepalaku.

“disini tempatmu sekarang linka”

“eomma, kenapa aku harus disini? Aku ingin ikut eomma aja” pinta ku

Eomma menepis tanganku di lengannya. Itu sontak membuatku terkejut.

“jangan panggil aku dengan kata yang menjijikan itu. anggap lah aku sudah mati”

“eomma” jawabku lirih sambil menangis.

“ini koper mu, dan jangan mencari ku. araseo!!”

“eomma.. eommaa.. kajima.. kajima .. eomma”

PLAAKKK!!

“ku bilang jangan memanggilku dengan kalimat itu. kau tuli hah”

“hiks.. hikss.. eomma”

Kini ku lihat tubuhnya, makin lama tak terlihat oleh ku.  hati ku tersayat dengan ribuan pisau, apakah dia eomma ku? kenapa dia seperti itu?.

Aku terus menangis sambil memegang pipiku yang sakit akibat tamparan eomma.

Setelah kejadian itu, aku tak pernah melihatnya lagi. Dari kabar yang ku dengar dia menikah lagi. ‘eomma menikah?’ gumamku saat mendengar berita itu.

*flasback end*

Aku hanya tersenyum kecut mengingat akan kejadian itu. ku buka pada foto  berikutnya, terdapat aku sedang memegang ice krim.

*flashback*

Aku menangis untuk kesekian kalinya, karena temanku terus mengejekku.

“linkaaa.. anak terbuang..”ejek mereka

“linkaa.. anak terbuang.. hahahahaha.. dimana orang yang kau banggakan itu. mereka tak pernah mengakuimu. Kau selalu bohong.”jelas mereka dihadapan ku.

“aku tidak boohhooongg!!! Aku masih punya eomma yang menyayangi ku.”  jelasku sambil terisak.

“mana buktinya?”

Aku terdiam dalam tangisku, saat pertanyaan terakhir mereka padaku. Ku edarkan pandanganku di taman ini, ku tangkap sesosok yeoja sedang berjalan dengan seorag anak kecil.

Ku langkahkan kaki ku mendekatinya. Kupeluk dia dengan erat.

“eomma.. hiks.. hiks.. eomma”

“apa yang kau lakuan.. leeppppaassss” jelasnya sambil mendorongku jatuh tersungkur dihadapnnya.

“eomma… “

“aku bukan eomma mu!!” teriaknya.

Ku lihat dengan teliti. Dia eomma, dia eomma ku. aku tidak mungkin salah dalam mengenali eomma ku sendiri.

“eomma.. siapa dia?” Tanya seorang anak kecil di samping eomma.

“bukan siapa-siapa, dia hanya salah orang” jelas eomma sambil mengelus rambutnya dengan lembut.

“eomma ini aku linka. Linka putri mu”

Di dorongnya aku sampai aku terjatuh lagi.

“aku tak mengenalmu, kau bukan anakku. Pergi dan menjauh dari hadapanku.”

Jelasnya seraya pergi meninggalkan ku.

‘aku membenci mu ‘ gumamku sambil melihat punggungnya dari kejauhan.

*flashback end*

“hahahaha.. kalau di ingat-ingat. Ini sangat lah lucu. Dulu kau mencampak ku bagaikan sampah di pinggir jalan. Kini kau memungut ku sambil mengemis.” Jelas ku

“apa kau tau eomma, dulu aku hampir mati karena tak mengenal dunia luar. Apa kau tau aku disiksa di panti asuhan itu? apa kau tau, perlakuan apa yang mereka berikan padaku? Dan apa kau pernah merasakan menjadi aku?”

Aku terdiam sambil mengelus foto eomma.

“kau tak pernah tau, dan semua itu mendidik ku. mengajariku akan ketegaran, dan menyemangati ku akan pembalasan. Pembalasan setiap perlakuan mu”

Ku tutup album itu dan membuangnya ketongsampah. “ini mengganggu pemandangan ku” jelasku sambil membuangnya.

Ku masuki toko yang beberapa hari yang lalusudah ku masuki. ku ambil deregen yang penuh berisi bensin itu dan memasukinya kedalam bagasi mobil.

Tapi saat ku beranjak pergi meninggalkan perkarangan ini. sepertinya ada sesuatu yang terlupakan.

“ahhh.. handpone ku?” dengan cepat ku langkahkan kakiku menuju toko tadi. Ku edarkan pandanganku mencarinya.

“aneyeong nona.. apa kau mencari ini?” Tanya pelayan toko itu.

“ahh.. ne, gamsahamnida” jawabku sambil membungkuk padanya.

“ne.. cheonman nona” jawabnytersenyum ramah padaku.

Saat ingin keluar, tak sengaja aku menabrak seseorang.

“mian.. mianhae” jelasku padanya.

Orang yang ku ajak bicara hanya terdiam memandangku.

“ahh.. mianhae.. jeongmal miahe agashi. Kalau begtu aku pergi dulu” jelasku lagi.

“linka.. linka kan” tanyanya.

“ne”

“kau.. linka kan? Apa kau masih mengngat ku?” jelasny lagi

“apa kita pernah bertemu?” Tanya ku

To be continue

Iklan

4 pemikiran pada “Blood (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s