Destiny (Sequel) [Chapter 4]

Judul : Destiny (Sequel)
Nama author : Goseumdochi
Genre : Romance Drama
Length : > 2000
Rating : T
Main Cast : Baekhyun and You (as Park Hana)
Twitter : @pamelaribka

Hai aku kembali dengan sequel Destiny~ karena banyak yang merequest untuk dibuat sequelnya dengan cepat, jadi aku membuat ini. Mohon maaf jika penulisannya kurang baik dan feelnya kurang dapat. Karena aku buatnya buru – buru disela tugas. Hehehe, anyway read and review ya~ No review, no next part #lah?

Disclaimer : Baekhyun. Actually he’s mine *digeret EXO fans*

This story is mine. Aku membuat cerita ini setelah membaca article yang bilang sasaeng fans mengganggu acara pernikahan kakaknya Baekhyun. Kasihan abang Yuyunku. Anyway, read and review ya.

Untuk yang belum baca Destiny, silahkan klik : https://exofanfiction.wordpress.com/2013/11/12/destiny-4/

Atau bisa juga di wp aku goseumdochi.wordpress.com

Let’s begin the story!

 

Destiny (Sequel)

Part Four

 

Aku sibuk mengklik tombol next next dan next pada kameraku sejak tadi. Aku memandangi setiap foto kami di pantai tadi dengan tatapan kosong. Banyak foto yang kuambil secara diam – diam dari Hana. Kebanyakan adalah saat dia tersenyum manis saat sedang memainkan pasir pantai. Senyum yang sangat kusukai… dan aku takut senyum itu hilang karenaku sebentar lagi. Dan bukan aku tidak tahu, aku tahu sejak tadi member memperhatikanku aneh karena kelakuanku ini. Mungkin sudah sejam lebih aku seperti ini.

“Ya, bisa kau hentikan.” ujar Chanyeol sambil mengambil kamera dari tanganku ini. 

“Aku tahu kau seperti ini karena kau belum mengatakannya bukan?!” seru Chanyeol sambil menunjuk – nunjuk wajahku dengan kamera yang berada ditangannya. Aku yang biasanya dapat membalas perkataannya, kali ini benar – benar hanya dapat diam membisu, karena aku gagal untuk memberitahukan Hana aku adalah Byun Baekhyun hari ini.

Kudengar Chanyeol menghela nafasnya panjang lalu menatapku kesal,”Berdiri.”

Aku menghiraukan perkataannya barusan dengan memakan popcorn disebelahku sambil menonton acara TV yang tengah dipasang oleh Kris. Tiba – tiba Chanyeol menarik tanganku dengan kasar memaksaku untuk bangkit berdiri dari sofa.

“Ah wae?!” teriakku kesal.

“Kita latihan.” ujarnya santai sambil menaik – turunkan alisnya.

Chanyeol menjelaskan padaku bahwa alasan aku tidak bisa memberitahu Hana adalah aku kurang latihan. Karena itu dia akan berpura – pura menjadi Hana dan aku harus bisa menganggapnya Hana. Bagaimana bisa aku menganggap dia Hana dengan tingginya yang seperti itu.

“Apa aku harus menggunakan wig? Ah!!” dia tiba – tiba berlari ke dalam kamar untuk mencari sesuatu. Aku dan Kris memandangnya aneh lalu saling bertatapan satu sama lain. Aku rasa pikiranku dan Kris sama saat ini. Apa Chanyeol sedang gila?

“Jjang~ Apa aku sudah mirip Hana?” tanyanya sambil memutar badannya lalu tersenyum manis. Saat ini ia menggunakan wig sepunggung yang entah dia dapatkan darimana, lalu scraft berwarna biru yang melingkar dilehernya. Dan lihat, dia juga menggunakan lipstik berwarna pink. Baiklah dia terlihat seperti seorang waria saat ini. Dia memang terlihat manis, tapi dengan suaranya yang seperti itu, siapapun dapat ilfeel melihatnya.

“Ya.. apa kau sudah gila?” tanyaku dengan dingin. Saat ini aku tidak sedang dalam moodku untuk bercanda dan dia melakukan hal ini. Dasar bodoh.

“Ayolah~ Kita butuh latihan agar kau bisa mengatakannya pada Hana.Sekarang kita mulai.” dia membalikan badannya lalu berdehem berkali – kali untuk mengatur suaranya.

Dia membalikan tubuhnya sambil tersenyum kearahku dengan mata yang terlihat sedih,”Kau… Byun Baekhyun?”

“Selama ini kau membohongiku?” tanyanya dengan suara bergetar. Aku dan Kris langsung tertawa terbahak – bahak melihat aktingnya ini. Sungguh dia terlihat seperti waria saat ini. Sampai kapanpun aku tidak bisa menganggapnya wanita dengan suaranya yang seperti itu.

“Ya! Aku serius!” teriaknya kepada kami berdua. Aku dan Kris masih tertawa geli karena aktingnya barusan yang sangat menjijikan. Aku memang tahu dia adalah happy virus. Tapi aku tidak pernah menyangka sejauh ini.

“Baiklah.. kau ingin aku bagaimana?”

“Pertama kau harus menganggapku Hana, kedua kau harus merasakan bagaimana jika suatu saat hal seperti ini terjadi. Arasso?” tanyanya sambil mengacungkan jarinya didepan wajahku.

“Bayangkan jika dia melihatmu tampil sebagai EXO saat ini. Dan sekarang kau sedang berjalan di backstage lalu kau bertemu dengannya.” ujar Kris santai. Baiklah itu adalah khayalan simple namun mematikan untukku. Aku jadi langsung terbayang bagaimana jika hal itu benar – benar terjadi nanti padaku. Mungkin berlutut tidak akan cukup.

“Kau… pembohong…” ujar Chanyeol yang kini berperan sebagai Hana sambil tersenyum dengan air mata yang sudah menggenang dipelupuk matanya. Entah kenapa saat ini aku seperti benar – benar membayangkan Hana berada didepanku dengan tatapan seperti itu setelah mengetahui aku siapa.

Aku segera berjalan mendekat dan menggapai tangannya,”Hana biar kujelaskan-“

Chanyeol menghempaskan tanganku keras lalu berjalan cepat menjauhiku sambil berpura – pura menghapus air mata dipipinya. Baiklah aku kehilangan feeling dalam mendalami peranku karenanya. Aktingnya menggelikan sekali.

“Ya! Kenapa kau tidak mengejarku?!” teriaknya dari dalam dapur.

“Aah! Aku harus mengejarmu?”

“Ppali wa!” omelnya dari dalam sana. Dia sama sekali tidak mirip Hana, dia lebih mirip seorang ahjumma yang mengomeli anak kecil karena memecahkan kaca jendela rumahnya dengan sebuah bola. Ditambah lagi suara beratnya itu. Menganggap dia Hana adalah hal yang sangat berat.

Aku berjalan dengan malas kearahnya lalu menggenggam tangannya lagi,”Setelah aku minta maaf, lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Kau harusnya menciumku!” teriaknya didepan wajahku.

“Siapa yang harusnya menciummu?!” teriakku lebih kencang.

“Tentu saja kau! Apa kau tidak mengerti perasaan wanita?! Yaish!” Chanyeol menghempaskan tanganku dengan kasar lalu melangkah pergi ke ruang tamu.

“Ya!”

“Namaku Hana!” teriaknya tanpa melihat kearahku.

Saat aku kembali ke ruang tamu, ia langsung berdiri membelakangiku sambil melipat tangannya didepan dada. Wajahnya terlihat seperti wanita yang sedang marah dengan kekasihnya. Ya…. Kenapa aku mempunyai teman seperti ini.

Kris yang sejak tadi ada dan memperhatikan tingkah kami tiba – tiba bangkit dari sofa lalu dengan santainya merangkul Chanyeol sambil tersenyum kearahku. Dia lalu mengangkat tangan kirinya yang ternyata memegang kameraku dengan layar menunjukan foto Hana sedang tersenyum manis kearah kamera,”Aku rasa aku menyukai Hana.”

“Kau berani denganku duizang?”

 

To Be Continue

 

Yehei~ *Dance like Baekhyun* Maaf kalo feelnya kurang dapet. Authornim a little bit tired these day so sorry guys~ Anyway i need your review. Okay review okay? No review, no next part #lah?

7 pemikiran pada “Destiny (Sequel) [Chapter 4]

  1. Whoaaa Chanyeol oppa koplak aja~
    Hana ga ada disini ya? Ah kasihan mereka sebenarnya itu, kisah kasihnya seperti ombak di lautan, terombang-ambing kkkkkkk
    Kris gege serius tuh?! Mau cari mati kyknya doi sama Baekhyun oppa~~~

    Sippo! Ditunggu kelanjutannya~~~~~
    Keep writig and fighting ne!!^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s