Finally, It’s You (Chapter 10)

Finally, It’s You (I do Love You sequel) chapter 10

Cast :

  1. Lee Jihyun (OC)
  2. Oh Sehun
  3. Byun Baekhyun

 

+++

Lee Jihyun’s POV

Seperti biasa, aku sangat menyukai pemandangan dan suasana di taman sekolah ini. Tak seperti tempat lain yang dipenuhi dengan murid-murid, taman sekolah ini sangat tenang. Mungkin tempat seperti ini memang kurang terkenal di kalangan remaja yang lebih suka bersenang-senang di karaoke sepulang sekolah.

Sebenarnya aku juga, lebih suka pulang ke rumah setelah satu hari yang melelahkan ini. Tapi hari ini, Sehun ada pelajaran tambahan untuk ujian kelulusannya mendatang. Hh,, kurasa aku sudah benar-benar menyukai namja itu, mengingat bagaimana aku rela berada di sini sendirian, berjam-jam, hanya untuk menunggunya.

Kurasa aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya.. 

Drrt..drrt… Panggilan masuk.

“Wae, Baekkie?” Aku menjawab panggilan tersebut.

“Anio, hanya saja, sudah lama aku tak melihatmu. Bogoshipo ~” Aku tersenyum mendengar ucapan kekanakan Baekkie. Meskipun dia terlihat begitu cool dan keren di luar, tapi saat sudah mengenalnya, dia benar-benar berbeda.

“Kamu yang tak pernah datang ke rumahku lagi!” balasku.

“Ya! Kau pikir aku masih banyak waktu seperti dulu? Sekarang aku sudah jadi namja berkarir, aku sibuk, kau tahu?!” Aku mengernyitkan dahi.

“Sombong!”

“Hahaha!” Aku sedikit merinding mendengar tawa menyombongkan diri yang menjijikkan itu. “Banyak yeoja yang menyukaiku di sini, mereka bilang aku keren dan tampan!”

“Tentu saja mereka belum mengetahui siapa Baekkie yang sebenarnya..”

“Diriku yang sebenarnya tak seburuk itu juga, jinjja!” Aku juga lebih menyukai Baekkie yang seperti ini, sesungguhnya. Tapi yeoja-yeoja lain? Lucu juga membayangkan saat mereka tahu bahwa namja tampan dan keren pujaan mereka, tak se-keren yang mereka pikirkan.

“Kalau begitu, silahkan cari yeoja cantik diluar sana yang mau menerimamu apa adanya, Baek!” ucapku padanya.

“Ha? Untuk apa? Aku sudah punya, di sini.” Sepertinya aku sudah salah bicara. Aku lupa, kita berada dalam hubungan yang seperti ‘itu’.

Aku lupa, karena, sesungguhnya, tak pernah sekalipun aku menganggapnya lebih dari seorang teman. Dulu, mungkin iya. Tapi setelah itu, apalagi saat ini, dia adalah teman terbaikku, yang sudah berada di sisiku selama ini, dan aku ingin membalas kebaikannya. Itu saja.

“…suatu saat kamu sudah sepenuhnya mencintaiku, berjanjilah padaku untuk membatalkan pertunangan itu.”

Haruskah aku mengatakannya sekarang?

Aku sungguh-sungguh merasa tak nyaman kalau aku terus berada dalam situasi seperti ini.

“Baekkie-ya, sebenarnya, ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu.” ucapku setelah terdiam beberapa saat.

“Hmm? Apa?” Suara Baekkie masih ramah seperti biasanya.

Aku tak yakin ia akan tetap seperti itu saat ia mengetahui semuanya.

Tapi aku juga tak sedang selingkuh saat ini! Sejak awal, kita memang tak memiliki hubungan apapun. Jadi, aku yang berpacaran dan menyukai namja lain, itu wajar kan?

“Sebenarnya aku…”

Duk! Duk! Duk!

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru, membuatku menoleh. Dan muncullah wajah tampan Sehun, dengan mata berbinar bahagia dan bibir tersenyum lebar. Babo, jangan tersenyum seperti itu hanya karena melihatku di sini…

“Hmm, lebih baik kita bicarakan nanti. Annyeong, Baekkie-ya!” ucapku sambil mematikan sambungan. Aku tak ingin Sehun salah paham mengenai situasi ini. Kau tahu, ia benar-benar tak masuk akal kalau sudah mengenai diriku–dan–namja–lain.

“Hyun! Kau benar-benar menungguku!” serunya bahagia setelah berada tepat di hadapanku dengan nafas tak beraturan. Kurasa dia berlari segera setelah pelajaran tambahannya selesai.

Babo, jangan tersenyum bahagia setiap saat seperti itu hanya karena hal-hal kecil..

“Aku malas membayangkan hal apa lagi hal kekanakan yang akan kau lakukan kalau kau tak melihatku di sini.” balasku berpura-pura bersikap seakan aku terpaksa menunggunya. Tapi sungguh, aku tulus, kok. Aku juga, ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Sehun.

“Tentunya kau tahu, kan? Aku akan berhenti berbicara padamu selama satu minggu supaya kau merasa bersalah!” balas Sehun santai.

“Coba saja kalau kau bisa!”

“Hahaha! Kau sangat mengenalku, Hyunnie.” Yah, kalau mengenai rasa cintanya padaku, aku jelas mengetahuinya. Dia tak pernah benar-benar berusaha menyembunyikannya juga.

“Ayo pergi! Mau kemana hari ini?”

+++

Lee Sena’s POV

‘Cinta tak akan hilang hanya karena seiring berjalannya waktu,’

Aku ingin marah mendengar ungkapan itu, mengetahui betapa benarnya hal itu.

Cinta memang benar-benar takkan hilang saat kamu menginginkannya, atau saat kamu meminta waktu menghilangkannya, atau saat kamu berpura-pura pada dirimu sendiri, mengatakan ‘aku tak menyukainya lagi!’. Bagaimanapun, kita takkan berhasil merelakannya pergi dengan metode-metode seperti itu.

Seperti saat ini, saat aku masih saja ingin bertemu dengannya, setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun, membohongi diriku sendiri, disaat namja itu, Baekhyun, masih membayangiku, masih menjadi alasanku atas segala hal yang kulakukan. Menjadi yeoja yang hebat, memiliki pekerjaan hebat, menjadi lebih cantik, aku melakukannya, demi Baekhyun.

“Sudah lama menunggu?” Aku menoleh, dan lagi-lagi, wajah yang sama dengan yang hadir dalam setiap mimpiku. Wajah yang sama yang dimiliki namja yang kucinta.

“Aku baru saja sampai.” Bohong, tentunya. Sudah berapa jam aku duduk sendirian, menunggunya dengan hati berharap.

“Jadi, apa yang harus kukatakan? Awalnya, aku ingin mengatakan ‘lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?’, tapi kita baru bertemu beberapa hari lalu, kemudian aku berpikir untuk menanyakan mengenai pekerjaanmu, keluargamu, tapi kurasa, itu terlalu kaku..” Aku tersenyum.

“Mungkin kau masih merasa aneh setelah bertahun-tahun tak bertemu denganku.”

“Tentu saja! Lihat dirimu, kau sangat berubah, Sena!” seru Baekhyun. “Sama sekali berbeda dari Sena kekanakan dan manja yang kukenal dulu. Kamu seperti dua orang yang berbeda.”

“Aku masih orang yang sama di dalam sini, Baekkie.” Aku masih orang yang menyukaimu..

“Setidaknya, kau masih orang yang berbagi kenangan denganku dulu, Sena.”

Aku ingin itu untuk selamanya..

“Sampai kapan kau berencana tinggal di sini? Kita harus menghabiskan waktu bersama sebelum kamu kembali, nee!” Baekhyun mengatakannya tanpa benar-benar mengerti maksudnya..

“Aku tinggal di sini untuk sementara, tak tahu kapan mau kembali. Mungkin tak akan lagi.”

“Yah, lebih baik kau berada di negara-mu sendiri, mengabdilah untuk bangsa.” Aku tak tahu, sejak kapan Baekhyun menjadi sangat nasionalisme seperti ini.

“Aku..” Aku menghentikan kalimatku, memerhatikan dua orang yang sedang berjalan berdekatan di depan cafe. Tak salah lagi, itu Jihyun, bersama dengan seorang lelaki.

Jihyun tersenyum sangat manis kepada namja itu, membuatku mengingat saat ia bersama dengan Luhan. Dan melihat namja itu, balas menatapnya lembut, aku lebih teringat pada sebuah tokoh drama yang selalu melindungi yeoja yang ia cinta daripada teringat pada Luhan. Dari sekali lihat, aku tahu ia berbeda.

Dan dari sekali lihat, aku tahu dia-lah orangnya, yang diucapkan Jihyun waktu itu.

Jihyun telah menemukan kebahagiaannya, lebih dari Luhan. Aku merasa bahagia untuknya, meskipun sedikit kasihan pada Baekhyun. Tapi bagaimanapun, cinta tak dapat dipaksakan. Sejak awal, Jihyun tak pernah menyukai Baekhyun, aku pun tahu mengenai itu..

“Wae? Kau berhenti secara tiba-tiba.” teguran Baekhyun mengembalikanku ke dunia nyata.

“Ah, ani. Sampai mana kita tadi?”

Jihyunnie, semoga kau bahagia..

Aku juga, doakan aku juga, nee?

+++

Lee Jihyun’s POV

Jarang sekali aku sudah berdandan rapi di pagi hari Minggu seperti saat ini. Aku juga tak berniat sebelumnya. Secara tiba-tiba eomma menarikku keluar dari selimutku dan menyuruhku mandi dan berpakaian dengan manis. Dan saat aku turun ke bawah, aku mengerti alasannya.

Eomma dan appa sedang asyik berbincang dengan sepasang suami istri yang sangat familiar di ruang tamu, dengan seorang namja yang juga familiar, duduk di sana.

Baekhyun dan orang tuanya.

Aku jadi ragu untuk turun ke bawah. Karena aku tahu dengan pasti apa yang sedang mereka asyik bicarakan. Aku tak ingin mendengarnya, aku tak ingin mengingat bahwa aku akan bertunangan. Tapi Baekhyun memergokiku yang sedang berdiri terdiam di tangga dan melambaikan tangannya sambil tersenyum. Aku pun terpaksa turun.

Annyeonghaseo, aboji, eommeoni.” sapaku dengan hangat. Terlepas dari kenyataan bahwa mereka adalah calon menantuku kelak, aku sangat menyukai mereka. Meski eomma Baekhyun menikah lagi saat… entahlah, aku lupa. Intinya, aku sendiri sedikit ragu saat mengetahui bahwa eommeoni akan menikah lagi. Aku takut, Baekkie akan mendapat ayah tiri yang jahat padanya. Tapi ternyata aku salah, aboji adalah orang yang sangat baik.

“Ah, Jihyunnie!” seru aboji dengan ramah. Aku pun duduk di sofa yang masih kosong, di sebelah Baekhyun.

“Senangnya, melihat mereka berdua bersama. Cocok sekali..” ucap eommeoni sambil tersenyum-senyum bahagia. Aku hanya terdiam, jadi tak nyaman rasanya berada dekat dengan Baekkie dalam situasi seperti ini. Padahal biasanya, dia adalah rumahku meletakkan semua masalahku, gulingku yang dapat kupeluk saat aku tak dapat tertidur di malam hari.

“Rasanya aku ingin secepatnya melihat mereka berjalan bersama sambil mengenakan gaun putih dan tuxedo hitam, mengikrarkan janji pernikahan di hadapan semua orang.” ucap eomma, ikut berbicara dengan wajah bahagia.

Kalau sampai eomma tahu keinginanku membatalkan pertunangan ini. Ah, aku tak ingin membuat eomma sedih. Aku tahu, eomma sangat menanti-nanti acara ini, tapi apa yang harus kulakukan? Ini hidupku, masa depanku pada akhirnya.

“Tapi, semuanya tergantung dengan keinginan Jihyun dan Baekhyun pada akhirnya. Ini hidup yang akan mereka jalani seumur hidup, aku tak mau mereka menyesal nantinya.” Aku menatap appa, penuh terima kasih.

Appa mengembalikan keberanianku.

“Semuanya –eomma, appa, eommoni, aboji,.. Baekkie, ada yang ingin kuucapkan.” Mereka semua langsung menoleh padaku dengan pandangan bertanya. Aku menelan ludahku.

Aku sudah menguatkan tekadku, aku harus mengatakannya sekarang.

“Sebenarnya, aku…”

KRINGG!!

Tiba-tiba bel berbunyi di saat yang sangat tidak tepat.

“Biar eomma yang membukakan pintu.” ucap eomma sambil berdiri. Aku menghela nafas, entah karena merasa lega atau merasa frustasi.

“Apa yang mau kau katakan tadi, Hyun?” tanya Baekhyun padaku, penasaran.

“Ah, biar nanti aku mengucapkannya di depan semua orang.” ucapku menghindar, aku tak yakin aku dapat mengatakannya dua kali.

Aku takut, hatiku tak sanggup menahannya. Melihat orang-orang yang kusayang, terluka karenaku. Tapi aku juga harus memikirkan kebahagiaanku, kan? Aku mencintai Sehun, dan hanya bersamanya, aku merasa tepat. Dia yang memberikanku keberanian, dia yang mengajarkan padaku mengenai kebahagiaan. Aku ingin bersama dengannya..

“Hyunnie, ada yang mencarimu.” seru eomma, membuatku –dan semua orang di ruangan– menoleh. Dan Sehun muncul secara tiba-tiba, tersenyum sambil melambaikan tangannya padaku.

“Ya, apa yang…”

“Sehunnie? Apa yang kau lakukan di sini?” Aku menoleh pada Baekkie yang telah merebut kalimatku. Wajahnya terlihat kaget. Aku menoleh pada Sehun, wajahnya pun, terlihat kaget. Dan selanjutnya, aboji dan eommeoni pun, ikut menatap Sehun kaget.

“Kalian..sudah saling kenal?” tanyaku ragu.

“H..hyung, apa yang kau lakukan di sini?” Aku merasa ingin pingsan seketika mendengar ucapan Sehun. Jadi Baekhyun adalah ‘hyung’ yang selalu diceritakannya.

Dan kalau begitu, aboji serta eommeoni..

“Ah, kebetulan sekali! Akhirnya tiba juga saatnya aku dapat mengenalkanmu dengan calon noona-mu!” Aku menelan ludah mendengar ucapan polos Baekhyun. Ia memang tak tahu apapun..

Tak beda denganku, wajah Sehun sudah sepucat kapas.

“Sehun-ah, sudah lama sekali appa tak melihatmu.” Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Sehun bertemu dengan orang yang sangat dibencinya, di tempat seperti ini? Dengan kenyataan seperti ini?

“Hyunnie, dia ini.. siapa?” tanya eomma bingung. Aku lupa memperkenalkannya.

“Ah, ini Oh Sehun, dia ini p..”

“Aku muridnya di sekolah.” ucap Sehun, memutus kalimatku. Aku kaget, Sehun dengan sendirinya, menghentikan pengakuaku? Dia yang mengatakan padaku untuk membatalkan pertunangan ini.

“Dan Sehun juga adikku, eommeoni, aboji.” ucap Baekhyun ceria, membuatku ingin memukulnya. Meski itu bukan salahnya ia tak mengetahui apapun.

“Mwo?! Ya ampun, kenapa kamu tak pernah bilang kalau adik Baekkie adalah muridmu, Hyun?” ucap eomma sedikit kaget. Aku juga.

“Aku lupa memberitahu Hyunnie, eommeoni. Dia sendiri pasti tak mengetahui hal itu.” Baekhyun menjawab pertanyaan eomma dengan cepat.

“Sehun-ah, ayo duduk di sini!” ucap Baekhyun pada Sehun. Sehun terdiam, menunduk.

Aku tak sanggup melihat wajahnya saat ini.

Jinjja, kenapa jadi begini?

“Aku mau pulang saja. Maaf menggangu. Permisi.” ucap Sehun dengan dingin, kemudian berbalik cepat. Tanpa sadar, aku ikut berjalan keluar, mengejarnya.

Aku tak mungkin meninggalkannya sendiri.

“Sehun! Oh Sehun!” seruku padanya yang masih tak dapat kukejar bahkan sampai di jalan depan rumahku. Aku berlari dan memegang tangannya. Ia menghentikan langkah.

“Ya! Dengarkan aku!” ucapku padanya yang masih menolak menatapku.

“Aku benar-benar tak tahu mengenai itu, jinjja. Bahwa Baekkie adalah hyung-mu, aku..”

“Aku ingin sendiri, kumohon..” Aku tahu tak seharusnya aku seperti ini, tapi aku merasa marah. Tidak, aku terluka. Padahal aku sangat mengkhawatirkannya, ini yang ia ucapkan?

Aku tahu seharusnya aku bersikap dewasa, mencoba mengerti dirinya.

Aku melepaskan tangan Sehun, terpaksa. Ia melanjutkan langkahnya pelan.

“Kembalilah, hyung pasti khawatir.” ucap Sehun.

“Kau tahu, ia sangat mencintaimu.”

Jangan katakan itu..

Tidak, aku tak ingin mendengarnya..

Jangan katakan bahwa Sehun akan…

+++

My love is like a red rose.It may be beautiful now, but my sharp thorns will hurt you
My love is like a red rose. Yes, I may be fragrant
But the closer you get, the more I’ll hurt you

 

17 pemikiran pada “Finally, It’s You (Chapter 10)

  1. seru thor…. udah fly nih,,, si Yehet nanti ama si jihyun kan???
    thor,, next please.. Jebal . nanggung nih… KEEP GOING thor!!! fighthing!!!!

  2. aigooo kasian sehun 😦 tap baekhyun juga pasti sedih kalau orang yang d maksud sehun itu ternyata tunangannya sendiri. ck
    ditunggu chap selanjutnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s