Late

Late

 

Title: Late

Author: Jung Rae Mi

Cast: -EXO’s Kris

-OC’s Yi Han Li

-etc

Genre: Sad.

Rating: Teen

Lenght: Oneshot

A.N: Terinspirasi dari sebuah quotes.

Warning: Alur kecepetan, alur gaje, typo bertebaran, feel tidak dapat.

Oke, Happy Reading!! ^^

Jangan COPAS please.

*****

 

Luhan duduk menatap sahabatnya. Merasa diperhatikan, Kris mengangkat kepalanya dan menatap Luhan dengan tatapan ‘ada-apa?-aku-tampan?-aku-tahu’.

Luhan seketika memasang wajah datar sebelum berkata, “Mana Han Li?”

“Aku putus dengannya.” Jawab Kris singkat lalu meminum kopinya. 

“Sejak kapan?”

“Tiga hari yang lalu.”

Suasana café sedikit berisik karena kedua lelaki berwajah tampan ini. Sangat menarik perhatian. Belum lagi posisi mereka berdua, duduk di samping jendela café yang memancarkan sinar matahari dari luar.

Luhan menatap segelas Iced Americano dihadapannya, dan meminumnya sedikit sebelum kembali menatap Kris. “Kenapa kau putus dengannya? Kalian telah berpacaran selama hampir satu tahun.”

Kris meminum kopinya lalu menatap jendela, “She’s just too much for me.”

“Maksudmu?”

“Oke, pertama. Dia selalu mementingkan penampilannya. Hampir selalu berdandan. Aku bahkan pernah menunggunya selama tigapuluh menit karena dia kelamaan memilih baju. Tidakkah itu menyebalkan? Make-up. She’s just took forever to get dressed!”

Luhan mengangguk, “Jadi kau menghancurkan hatinya karena dia hanya ingin agar matamu tetap melihat ke dia dan tidak melirik gadis lain? Hanya karena dia ingin kau berpikir kau telah mendapatkan gadis paling cantik di dunia? Aku mengerti.”

Kris terdiam. Mencerna perkataan Luhan. Lalu dia kembali membuka mulut, “Well, second, dia selalu meghubungiku dan mengirimkan pesan, mengingatkanku untuk tidak merokok, tidak minum, tidak balapan liar, dia bukan ibuku, dia tidak berhak mengaturku.”

Luhan kembali mengangguk, dia meneguk minumannya sebelum bicara, “Jadi kau menghancurkan hatinya hanya karena dia peduli padamu? Hanya karena dia tidak ingin kau terluka atau sesuatu terjadi padamu karena kau adalah orang yang disayanginya? Aku mengerti.”

Kris tersedak kopinya. Dia berdehem sejenak dan menatap Luhan tajam. “Dia itu sangat cengeng, Lu. Jika aku mengatakan kata-kata yang agak kasar. Dia tidak bisa mengatasi hal seperti itu. Damn, she’s totally a crybaby.”

Luhan kali ini menopang dagunya pada tangan kirinya, dia membalas tatapan tajam Kris dengan tatapan yang mengatakan ‘aku-mengerti’. Luhan berdehem sejenak, “Jadi, kau menghancurkan hatinya hanya karena dia memiliki perasaan? Karena dia ingin mendengar kau mengatakan ‘aku mencintaimu’, bukannya kata-kata kasar yang menyakitkan? Aku mengerti.”

Kris berdecak kesal. “She’s get jealous easily! Dia bahkan marah ketika aku HAMPIR bicara dengan gadis lain. Dia menyebalkan. Sehingga aku harus menyembunyikan, before she give a bitch about it!” Kris yakin kali ini Luhan tidak akan menyangkalnya lagi.

Luhan melipat kedua tangannya di atas meja lalu menumpukan kepalanya, terlihat menggemaskan. “Jadiii, kau menghancurkan hatinya karena dia hanya ingin percaya padamu? Dia berpikir kau jujur padanya, tapi kau berbohong dan dia akan mengetahuinya sendiri dan lebih sakit lagi? Aku mengerti. Sangat mengerti, Kris.”

“Lu, kau-“

“Kau mencintainya, Kris. Aku tahu kau memang sering mempermainkan wanita. Tapi, ketika kau berpacaran dengan Han Li, aku bisa lihat senyumanmu Kris, senyuman yang tidak pernah kau tujukan pada wanita lain yang kau permainkan. Kau mencintainya.”

Kris menautkan alisnya, lalu menggeleng dan tertawa. “Aku tidak mencintainya, Lu. Itu dirimu.”

Luhan lalu menegakkan badannya, “Apa, Kris?”

“Kau yang mencintainya, Lu. Kau terus membelanya. Apa namanya jika kau bukan mencintainya?”

“Aku tidak mencintainya, Kris.” Luhan meneguk minumannya lagi. “Aku terlalu mencintai Hyo Won sehingga tidak tega menyakitinya, tidak seperti dirimu.”

“Lalu kenapa kau terus membelanya?” Tanya Kris.

Luhan tersenyum. “Karena dia sering bercerita padaku.” Luhan mengambil ponselnya dari sakunya, mengutak-atiknya sejenak, lalu menyerahkannya pada Kris. “Bacalah. Maka kau akan tahu.”

Kris segera menatap layar ponsel Luhan. Dan beberapa menit kemudian, matanya membelalak. Kris segera menatap Luhan.

Luhan mengangguk. “Nah, Kris, jika kau baru sadar kau mencintainya, semua sudah terlambat. Dia sudah ada di atas sana, tengah menangis di surga karena harus berpisah dengan orang yang dicintainya. Tengah berharap, semoga kau baik-baik saja disini.” Luhan menghabiskan minumannya lalu berdiri. “Well, Kris.” Dia mengambil ponselnya dari tangan Kris, “aku ada janji dengan Hyo Won. Semoga harimu menyenangkan.”

Lalu Luhan melenggang pergi. Kris masih terdiam di sana. Terkejut. Hingga senyuman Han Li terbayang di benaknya. Kris segera berdiri dan keluar dari café. Dia segera menghampiri Audi Q7 hitamnya dan melesat pergi.

Kenapa?

Kenapa aku telat menyadarinya?

Kenapa aku telat menyadari betapa senyumannya itu sangat indah?

Kenapa aku telat menyadari betapa manisnya dia?

Kenapa aku telat menyadari jika aku telah memiliki gadis paling sempurna di dunia ini?

Kenapa aku telat menyadari betapa berharganya dia?

Kenapa aku telat menyadari… aku telah jatuh cinta padanya?

Air mata Kris mengalir deras. Dia segera memberhentikan mobilnya di dekat pintu gerbang pemakaman umum. Dia segera masuk ke dalam, dan jatuh terduduk.

Menemukan nisan yang mengukirkan nama terindah yang pernah Kris dengar. Menemukan sebuah pigura foto yang menampilkan wajah paling cantik yang pernah Kris lihat.

Terlambat sudah.

Semuanya sudah terlambat.

“Maafkan aku, Han Li… Aku telah menyakitimu… Aku telat menyadarinya… Maafkan aku, Han Li. Maafkan aku.” Kris menghapus air matanya yang mengalir. “Aku mencintaimu.”

.

.

.

From: Kris’ :

Luhan, aku takut.

Aku benar-benar mencintai Kris, tapi aku takut, Lu.

 

From: Kris’ :

Kanker otakku semakin parah. Sekarang stadium empat. Lu, aku takut. Aku tidak ingin berpisah dengan Kris, Lu. Aku mencintai Kris dan tidak ingin berpisah dengannya.

 

From: Kris’ :

Aku putus, Lu. Aku dan Kris putus. Kini tidak akan lagi kudengar suara Kris yang akan memanggil namaku.

Lu, kabari aku segala tentang Kris. Aku akan selalu berada disini, berdoa dan berharap, dia akan baik-baik saja dan menemukan kebahagiaannya.

 

From: Kris’ :

Jika kalian mencariku, aku sedang berada di rumah sakit. Aku harus rawat inap sekarang. Aku bahkan diam-diam memakai ponsel 😀

 

From: Kris’ :

Lu, aku ingin minta maaf atas segala kesalahanku selama ini. Maaf aku selalu merepotkanmu dengan bercerita padamu. Kau pasti kesal karena aku sering bercerita padamu ‘kan?

Aku juga ingin berterima kasih. Kau merahasiakan semuanya dari Kris. Aku tidak ingin Kris tahu aku terkena kanker dan membuatnya khawatir.

Lu, kau sudah kuanggap kakakku sendiri. Kau kakak terbaik sedunia!

Ini mungkin pesan terakhirku hari ini. Aku mengantuk, Lu. Aku ingin tidur.

Selamat tinggal Lu.

 

From: Kris’ :

Ah, aku lupa sesuatu.

Sampaikan pada Kris, aku akan selalu mencintainya. Hingga ajal menjemputku.

.

.

.

.

The End

 

Fyuuuh~ Selesai. Terima kasih telah membaca. Ah, jangan lupa komentar!! Sangat membantu para penulis untuk membuat karya lagi~

Tolong jangan copas, atau ambil ide dari FF ini tanpa izin dan tanpa credits. Itu menyakitkan bagaimana usaha kerasmu diambil begitu saja.

Ah, if you guys want to know me more, contact me on twitter, @shinjishinyuki.

14 pemikiran pada “Late

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s