Help (Chapter 2)

Title : Help!

help2_kim-sooki_melurmutia song jisyu

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : Mystery, Fantasy, Adventure

Main Cast :

Kim Joonmyun (EXO-K) | Song Jisyu (OC)

Other Cast :

Member EXO-K/EXO-M

A/N : Hai, aku baru pertama ngepost ff tentang misteri:D jadi aku butuh banyak saran dan kritik dari para readers disini. Aku masih butuh bimbingannya XD.  kamsanida~

 

Suho menguap pelan dengan malas menatap berkas-berkas kasus yang ia selesaikan. Suho bangkit dari kursi istimewanya itu, ia menatap kearah luar jendela. Pemandangan kota New York di siang hari membuatnya bisa menjadi sedikit rileks dari penat-penat yang ia tahan.

Suho berjalan mendekati arah telpon kantornya, lalu menekan tombol angka disana.

Diseberang terdengar suara seseorang.

“Yes, this is Chen. Siapa yang berbicara?”

“Chen, aku Suho. Aku ingin jadwalku ditunda sementara, aku akan istirahat sejenak. Thank you before.”

“Yes, Mr.Kim”

BIP.

Jaringan telepon terputus. Suho mendekatkan badannya menuju sofa yang terlihat empuk, suho menghempaskan dirinya.

“Mungkin istirahat membuatku sedikit rileks.”

Suho mulai menutup mata dan berjalan kearah dunia mimpinya.

..

Suho berdiri disebuah rumah mewah sangat mewah, seperti layaknya rumah seorang pejabat kelas atas.

Rumah itu besar, pagar rumahnya setinggi 4 meter, tamannya begitu luas. Sayang bangunan itu seperti tidak terawat. Suho merasa ada aura yang menariknya untuk kesana. Entah kenapa kakinya tetap terus melangkah walaupun ia merasa ada sesuatu yang janggal akan terjadi.

Suho tetap melanjutkan langkahnya, tiba-tiba pintu gerbang rumah itu terbuka dengan sendirinya. Saat ia telah melewati gerbang itu, tiba-tiba gerbang itu menajdi sebuah gerbang penjara yang penuh gembok dan api disana.

Kakinya mulai melangkah menuju pintu rumah itu.

CKLEK.

Pintu rumah itu terbuka dengan sendirinya, lagi. Setelah ia melangkah melewati pintu itu, pintu itu menjadi berwarna hitam pekat yang sebelumnya berwarna coklat cerah.

Kakinya melangkah membawanya menuju sebuah ruang tamu, tetapi ini berbeda!

Ruang tamu ini indah, bersih dan sangat rapi sekali. Tidak sama seperti keadaan yang terlihat dari luar. Ini benar-benar aneh .

“Welcome Mr.Kim.” bisik seseorang tepat ditelinga Suho.

“Who are you?” Suho menatap sekelilingnya dengan cermat. Tidak ada orang sedikitpun.

“You know who am i.”

“I don’t know, sorry.”

“I’m Song Jisyu. Your client, from other world.” Bisik Jisyu tepat ditelinga Suho.

“You? Again? Tunjukkan dirimu. Aku ingin berbicara masalah penawaranmu kemarin, Miss.Song” sesekali Suho menatap sekelilingnya.

“Benarkah? Apa jawabanmu?” perlahan-lahan Jisyu menunjukkan dirinya di hadapan Suho. Gadis ini begitu cantik, mempunyai lekuk wajah yang nyaris sempurna. Sayang ia tidak di dunia nyata lagi.

 

“Ya, aku menerima tawaranmu. Jadi, mulai darimana aku harus menyelidiki?” Suho menatapnya santai.

Jisyu tersenyum manis. “Kita mulai sekarang. Ini sudah hari ke-5 ku.”

Tiba-tiba badan Suho terbang melayang menyusuri rumah mewah ini dan berhenti disebuah ruangan yang besar penuh dengan foto-foto, tepatnya lebih banyak foto keluarga disini.

“Ini keluargaku. Kau bisa mencermati foto ini.” Jisyu membawa Suho ke sebuah pigura besar yang berisi foto sebuah keluarga.

Disana ada 5 orang, semua gadis yang berada di foto itu begitu cantik sekali. Tetapi, ada gadis yang sangat terlihat begitu ceria saat diabadikan foto ini.

“Kau gadis yang ceria itu, Miss.Song?” Suho menatap Jisyu yang terpaku pada foto yang sama dengan Suho.

“Ya, itu dulu. Sekarang tidak.” Komentarnya.

Suho meneliti setiap inci dari foto itu. Foto ini terlihat diambil sekitar, 2 tahun lalu, disana tertera tanggal hari pengambilan foto ini.

“Jadi sekarang adalah hari ke-5mu, bukan? Apa kau pernah berfikir ini adalah pembunuhan berencana?”

“Ya, aku rasa pembunuhnya berhubungan dengan ayahku.”

“Kau yakin?”

“Entahlah. Itu hanya firasatku.”

“Aku akan menyelidiki ini. Ceritakan padaku kisahmu.”

 

-$$$-

“Well, ayahku adalah seorang pengusaha kelas atas. Saingannya sangat begitu banyak. Ayahku mempunyai banyak teman bisnis, tetapi beliau bilang padaku, ‘Teman bisnis bisa menjadi musuh terberatmu. Maka hati-hatilah’. Setelah itu aku jarang berteman karena aku ikut membantu ayah memimpin perusahaan. Sampai  akhirnya ayah bangkrut, teman dekatnya datang namanya Jonathan Kris. Dia adalah seorang paman yang sangat baik hati bagiku. Dia juga baik, ia mempunyai anak 1 perempuan bernama Jonathan Taeyeon.”

“Kau mempunyai kekasih?”

“Ya, Nahtan Oj’ Lay. Dia orang Italia, dia tetangga baruku. Aku berpacaran dengannya selama 5 tahun.”

“Apakah dia masih ada? Apa keluargamu masih ada?”

“Ya dia masih ada di dunia. Tidak, hanya aku yang terakhir selamat. Saat itu kami tertidur dengan lelap, tiba-tiba sebuah gas penidur dimasukkan. Aku menyadarinya, karena aku pernah mengikuti seleksi agen rahasia. Jadi, aku mengetahui bau apa itu. Aku mengambil masker yang kuberi penuh pewangi. Aku membangunkan keluargaku. Tetapi terlambat, mereka tertidur sangat nyenyak karena dosis gas itu bisa membuat kita tertidur 3 hari. Aku mencari bantuan. Semua pelayanku juga tertidur. Akhirnya saat aku keluar untuk mencari bantuan, tiba-tiba saat aku kembali rumahku terbakar. Disana aku menangis sejadi-jadinya. Sampai seorang ajusshi mau menerimaku sebagai anak angkatnya. Namanya Chanyeol ajusshi”

“Apakah ia masih ada?”

“Tentu saja, rumahnya sangat dekat dengan kantormu. Kau hanya berjalan menuju arah selatan dan menemukan sebuah toko roti bernama, ‘Park Family Bakery’.”

“Dimana rumah kekasihmu?”

“Dekat dengan rumahku, rumahku berada di perumahan Ritz-Carlton no.23 kau bisa kesana jika masih terlihat seperti rumah sir.”

“Aku bertanya rumah kekasihmu miss.”

“Oh, dia no.27 okey.”

Suho menghela nafas. “Jadi, apa sudah selesai? Aku ingin kembali.”

Jisyu tersenyum, “Kurasa cukup, tutuplah matamu. Aku akan membawamu kembali.”

Suho menutup matanya pelan dan kembali menuju dunianya.

 

-$$$-

“Sir? Kau tidur terlalu lama. Ini sudah lebih lebih dari 5 menit.” Samar-samar suara Chen mulai terdengar dari telinganya.

Suho mengerjapkan matanya perlahan-lahan, “Yeah, i’m sorry about it. Jadi, siapa klienku selanjutnya?”

Chen tersenyum, “Choi Sooyoung. Dia sudah menunggu di depan.” Suho mengangguk mantap dan memberi isyarat pada Chen agar menyuruhnya masuk.

Cklek.

“Hello. Good afternoon Mr.Kim” Sooyoung membungkuk 90 derajat sebagai sapaannya. Suho membungkuk 90 derajat untuk membalas salam itu.

“Silahkan. Jadi apa keluhan anda?” Suho menatapnya santai. “Choi Sooyoung. Kumohon bantu aku mencari pembunuh Jisyu putriku. Kumo—“

BRAK. Pintu dibuka dengan kasar.

“Astaga Sooyoung! Sudah kuberitahu agar kau tidak perlu kesini ! Jisyu bunuh diri !” tiba-tiba seorang pria jangkung dengan langkah tegap memarahi klien Suho. Suho menatap mereka mencermati, ‘Jisyu? Song Jisyu kah?’ batinnya.

“Bukan ! Jisyu pasti dibunuh Chanyeol-ah ! Kau tahu itu !” Sooyoung berteriak. Chanyeol menatapnya galak, “Pulang, jangan mempermalukanku.” Chanyeol menarik Sooyoung kasar keluar dari ruangan Suho.

Orang yang dipanggil Chanyeol itu menatap Suho. “Maafkan istriku Sir, dia sedikit ada gangguan jiwa.” Chanyeol menutup pintu ruangan Suho dengan pelan.

Suho hanya menatap mereka datar, “Kalian termasuk orang yang ku curigai, Mr.Park.” ucapnya pelan.

Suho menekan angka 2 dan 3 pada telepon ruangannya. “Kemarilah,”

“….aku butuh bantuanmu.”

Tak selang lama Chen memasuki ruangan Suho, “What can i do for you Sir?” . Suho tersenyum misterius.

“Cari tahu tentang keluarga Park yang tadi kemari. Aku penasaran. Mulai dari aib hingga tidak aibnya, jangan lupa carikan aku koran yang memuat berita sebuah rumah yang terbakar. Sekitar 2 tahun lalu. Carilah di tempat yang biasa kutunjukkan padamu.”

“Yes, Sir.” Chen keluar dengan cepat dan memulai penyelidikannya.

 

-$$$-

Di suatu kamar apartemen..

Rintik hujan yang kecil-kecil menjadi sangat deras. Tetapi itu tidak menyulutkan emosi seseorang. Ia marah atas kecerobohan anak buahnya ini.

Ia menekan tombol-tombol yang dituju dengan keras. Ia marah sangat marah sekali.

“Hello? Is it Hyong?” ucapnya.

“Yes. Why you calling me?”  jawab seseorang dari seberang. Orang itu mengepalkan tangannya kuat, “Apa kau tau apa yang kau lakukan ?!! Kau membuatnya akan mencari tahu !”

“Aku yakin dia tidak akan melakukannya. Kau terlalu takut. Kau tahu huh?” Ucap orang seberang tetap santai.

Orang itu memukul buku dihadapannya, “Kau terlalu santai Hyong ! Aku sangat membenci sifat santaimu itu.”

“Aku yang mempunyainya dan kau yang membenci, sudahlah aku sangat malas berdebat.”

“Berhati-hatilah Hyong,”

“Dari dulu aku sudah seperti itu. Dasar anak cemas.”

“Kau benar-benar ! Jangan sampai hal ini bocor.” Orang tersebut membanting gelas kaca yang berada disampingnya dengan keras.

Beep.

Jaringan telepon terputus.

Orang tersebut menghela nafas panjang, “Jika hal ini tersebar, i will kill you hyong.” Ia mengatakan dengan senyuman sinis diwajah tampannya.

Lalu perlahan ia berjalan mendekati jendela. Dan menatap jalanan dihadapannya ‘pemandangan yang indah, namun membosankan’ batinnya.

 

-$$$-

 

Iklan

3 pemikiran pada “Help (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s