My Summer Love (Chapter 3)

Title: My Summer Love (part 3)

 image

Author: @larasrozano

Main Casts: Huang Zi Tao (EXO-M)

Oh Sehun (EXO-K)

Park Hyo Cheonsa (OC)

 

Another Casts: All of Exo Members

Genre: Romance, Fluff

 

Length: Multichapter

 

 

Akhirnya selesai juga nih cerita:) kasih pendapat dong:3 atau kasih ide gitu buat bikin lagi ;;) makasih ya buat yang udah mau baca apalagi nge like hehehe:3

 

 

>>> 

 

 

*Author’s pov

 

Malam itu menjadi malam yang teduh bagi pasangan itu. Mereka saling mencintai tetapi mereka tidak bisa mengungkapkan nya atau mungkin lebih tepatnya belum bisa.

 

Pengaruh keluarga Cheonsa memang besar. Sebagai seorang anak pengusaha besar di USA itu membuat terkadang nyawa Cheonsa kurang aman. Akibatnya terkadang banyak yang ingin menjatuh kan keluarga cheonsa dengan cara membunuh anak  itu.

 

Sebenarnya itulah mengapa orang tua cheonsa mengizinkan cheonsa pergi ke Korea. Mereka berpikir Cheonsa akan baik-baik saja.

 

Ya, seperti nya…

 

 

 

>>>>>

 

 

“Yah, lusa aku akan pulang ke New York. Bagaimana kalau kau menemani ku berbelanja untuk oleh-oleh, Oppa?” Yeoja itu berkata pada sepupu nya Park Chan-yeol.

 

“Aku ikut dong!” Ujar kekasih yeoja itu yang tak lain adalah Tao.

 

“Aku juga!” Ucap Sehun yang ikut nimbrung.

 

“Dasar duo maknae yang menyusahkan” ucap chanyeol melirik sehun dan tao. Mereka berdua hanya tertawa melihat sikap Chanyeol.

 

“Baiklah! Ayo kita pergi” ucap chanyeol. Mereka memasuki mobil Audi sport milik Chanyeol.

 

Chanyeol yang menyetir dan Sehun duduk di samping nya. Sedangkan Tao dan Cheonsa duduk dibelakang.

 

 

Mereka memulai berbelanja dengan pakaian, dilanjut kemakanan dan terakhir makan siang bersama.

 

Saat itu lah semuanya bermulai.

 

***

 

“Aku akan pesan, kalian mau pesan apa?” Tanya Cheonsa,

 

“Aku ingin sushi,” ucap Sehun

 

“Aku ingin Tiramisu saja” ucap Chanyeol

 

“Aku ikut dengan mu” ucap Tao berdiri dari duduknya, cheonsa pun mengangguk dan mereka mulai berjalan.

 

Restaurant yang mereka kunjungi kali ini tidak ramai. Bahkan bisa dibilang sepi. Hanya ada merek dan 3 pelanggan lain.

 

“Kami pesan 3 Sushi dan 1 tiramisu ya” ucap Cheonsa, seketika Tao pun mulai membayar.

 

Ketika mereka sedang menunggu pesanan, tiba-tiba seseorang menarik Cheonsa sambil membekap mulut gadis itu. Membawa gadis itu keluar dari restaurant.

 

“ummmph”

 

“Cheonsa-ah!” Tao, chanyeol dan sehun berteriak menanggil nama Cheonsa. Mereka pun berlari mengejar penculik itu.

 

Penculik itu memasukkan Cheonsa kedalam mobil. Dan segera pergi, dengan cepat Chanyeol juga mengejarnya menaiki mobil. Mengikuti mobil yang menculik Cheonsa.

 

“Kemana mereka pergi?!” Tanya chanyeol,

 

“Mereka ke kanan!” Ucap Sehun,

 

“Tao! Cepat kabari yang lain bahwa cheonsa hilang dan jangan lupa telepon polisi” ucap Chanyeol terburu-buru. Perasaan nya khawatir saat ini.

 

 

Mobil yang menculik Cheonsa pun berhenti di hutan. Seorang namja berbadan besar pun keluar dan menyeret Cheonsa agar keluar.

 

Chanyeol, Sehun dan Tao yang sudah sampai pun juga turun.

 

“Siapa kau?!” Tanya Chanyeol menatap tajam namja itu.

 

“Kau mau gadis ini kembali? Berikan kami uang sebesar 100 juta won” ucap Namja itu.

 

“Tapi seperti nya aku lebih menyukai gadis ini tewas. Karena dialah yang membuat perusahaan ku bangkrut total!” Tambah laki-laki tua itu.

 

“Ah banyak bicara!”

 

Tao menyerang laki-laki itu. Tiba-tiba saja beberapa laki-laki berbadan besar datang.

 

Membuat chanyeol, sehun dan Tao waspada. Dan mau tak mau siap menghajar semuanya.

 

Tao pun mengeluarkan wushu nya, ia ingin sekali menghabisi laki-laki tua itu.

 

Brough!

 

Laki-laki tua itu terjatuh akibat tendangan keras dari Tao.

 

Tao dengan cepat menuju Cheonsa yang pingsan. Membangunkan gadis itu. Tak lama gadis itu bangun.

 

“Apa kau baik-baik saja, Cheonsa-ah?” Tanya Tao, ia melihat Sehun dan Chanyeol juga menghampirinya.

 

“Bodoh! Rasakan ini!” Ucapan laki-laki tua itu membuat Tao menoleh kearahnya.

 

 

Jger!

 

Pistol laras pendek itu berhasil mengeluarkan pelurunya dan mengenai Tao yang berusaha melindungi Cheonsa. Tepat di bahu dekat jantung Tao. Membuat Tao langsung terjatuh dan laki-laki itu langsung pergi bersama teman-teman nya.

 

“Tao-ah!!!!”

 

 

“Halo.. Ya, sehunnie.. Ada kabar baik. Su Ho hyung baru saja kembali..”

 

“Kai… Tao hyung tertembak. Sekarang kami berada dirumah sakit”

 

“MWO?!!!!”

 

***

 

*Cheonsa’s pov

 

 

“Bodoh! Aku yeoja bodoh, Oppa” aku menangis kejar. Saat ini Tao-ah sedang berada diruang ICU. Dokter masih menangani peluru yang ada didalam bahu dekat jantung nya.

 

“Andai saja aku tidak membiarkan nya melindungi ku!” Tambah ku.

 

Chanyeol oppa merangkul ku erat. Sehun-ah juga menangis.

Tidak lama, member Exo datang bersama Su Ho yang baru datang.

 

Semuanya panik.

 

“Sebenarnya bagaimana ini bisa terjadi, chanyeol hyung?” Tanya Kai pada Chanyeol yang masih merangkul ku. Ku lihat semua mata member exo merah karena tangisan.

 

“Maafkan aku Kai… Aku yang telah membuat nya seperti ini.. Maaf” ucapku bergetar. Kai menatapku, aku hanya dapat menunduk, seketika Chanyeol Oppa melepaskan rangkulan nya.

 

Aku merasakan hangat. Aku menatap D.O yang sedang memelukku.

 

“Aku tau.. Ia sangat menyayangi mu, Cheonsa-ah” ucap D.O padaku, ia tersenyum miris. Aku hanya menatap nya bersalah. Dengan segera ia melepas pelukkan nya.

 

“Everything’s gonna be alright. Park Hyo Cheonsa” Kris mengucapkan itu padaku

 

Aku masih menangis, kali ini Kris memeluk ku.

 

DEG DEG

 

Terdengar suara kejut jantung dan suara gemuruh para suster dari dalam ruang inap Tao.

 

Jantungku berdebar tak karuan. Apa yang terjadi didalam? Apa Tao telah…?

 

Kris memeluk ku lebih erat.  Seakan memberi ku isyarat untuk tetap kuat.

Aku hanya dapat menutup mataku.

 

Tao aku berjanji. Jika kau selamat aku akan menyatakan perasaan ku Tao. Aku akan menunjukkan bahwa aku memang mencintai mu.

 

Tiba-tiba saja dokter yang menangani Tao keluar,

 

“Yeoja ini bernama Cheonsa?” Tanya nya pada Chanyeol oppa dan menatapku. Aku mengangguk.

 

“Lebih baik nona temani pasien Tao. Sebelumnya memang kami sempat kehilangan denyut jantung nya, tapi sekarang kami berhasil mengembalikan nya.” Jelas dokter itu,  “sebelum pasien mengalami kritis ia menyebutkan nama nona Cheonsa” tambahnya.

 

Aku pun mengangguk. Kris oppa melepaskan pelukkan nya.

 

“Masuklah Cheonsa-ah. Aku tau kau sangat mengkhawatirkan nya” Chen oppa berkata padaku. Aku hanya tersenyum getir dan mulai memasuki ruangan dimana Tao berada.

 

Kali ini aku tidak dapat melihat senyum nya, senyum evil nya yang membuat ku bergidik ngeri. Aku duduk dikursi tepat disebelah kasurnya.

 

 

*Tao’s pov

 

“Kau tampan sekali memakai baju itu, Tao-ah” aku tersenyum mendengar Yeoja cantik itu, aku melihatnya yang memakai dress berwarna merah maroon. Sedangkan aku memakai jas berwarna putih semua serba putih.

 

Aku bahkan tidak tau sekarang kami berada dimana. Sebuah taman yang sangat indah. Namun hanya ada aku dan cheonsa disini.

 

“Jangan tinggalkan aku sendiri, Tao-ah” ucapnya menggenggam tangan ku erat.

 

“Sejak kapan kau tidak ingin kehilangan ku seperti ini, Cheonsa?” Tanya ku, aku menatap matanya yang teduh dengan tatapan mengejek.

 

Ia menggeleng. “Aku mohon. Tetap disini. Tetap bersama ku, tetap menggenggam tangan ku seperti ini”

Kali ini ia berkata dengan suara yang bergetar dan menunduk. Aku mengarahkan tangan ku, menegakkan wajahnya agar menatapku.

 

Astaga, yeoja ini menanggis.

 

“Kau kenapa?” Tanyaku menghapus kristal kristal yang mulai berjatuhan dari matanya.

 

“Aku hanya gak mau kamu pergi” ucapnya. Aku menatap kearah lain, terlihat beberapa orang berpakaian putih memanggil ku.

 

“geuman galke..” kataku. Ia menahan tangan ku erat.

 

“Gajima” ucapnya.

 

“Cheonsa? Aku akan kembali chagi” ucapku membelai wajahnya lembut.

 

“Bohong!”

 

“Tidak.. Kamu tau kan kalau aku sangat menyayangi mu?” Tanyaku, berusaha agar ia percaya aku akan kembali..

 

“Bisa kah kamu membuktikan cinta itu sekarang?” Tanyanya, dia menatapku serius dengan airmata yang semakin banyak.

 

“Saranghae…” Kataku lembut. Kali ini aku tulus sekali. Berharap ia juga memiliki perasaan yang sama dengan ku sebelum aku pergi. Ia memeluk ku erat.

 

“Gajima! Gajima! Don’t leave me, Tao-ah!”

 

Mendadak semuanya serba putih.

 

*******

 

 

Aku mengedip kan beberapa kali mataku. Hingga akhirnya semuanya kembali jelas. Aku menatap ruangan ini. Ketika aku mencoba bangkit, ah sakit sekali bahu ku.

 

Aku dapat melihat Cheonsa sedang menggenggam tangan ku, ia tertidur. Aku pun tersenyum kecil.

 

Tiba-tiba sakit menjalar kebagian ulu hati ku. Aku tidak dapat menahan nya, aku pun meringkis kesakitan.

 

Aku dapat melihat, Cheonsa terbangun. Ia terkejut melihatku, bahkan aku hanya tersenyum kecil sambil menahan sakit ini. Dia langsung panik dan menekan tombol di samping alat tensi jantung.

 

Tak lama, dokter datang dan menangani ku.

 

—-

 

Aku terbangun, aku dapat melihat Cheonsa tertidur di pelukkan Sehun. Maknae dari Exo-K  itu. Mereka terlihat cocok sekali.

 

Aku hanya tersenyum. Sakit. Aku cemburu. Tapi mereka tampak bahagia mungkin?

 

“tao-ah? Kau sudah bangun?” Aku kembali menatap kearah Sehun, ternyata itu cheonsa. Ia mendekat kearahku. Dan memeluk ku.

 

“Saranghae chagiya” bisiknya, aku merasakan ia menangis.

 

“Nado saranghae…” Balas ku tersenyum.

 

“Kau mau sarapan?” Tanya nya, ia tersenyum manis. Membuatku semangat. Aku pun mengangguk. Ketika aku menatap matanya, matanya bengkak. Apa dia menangisi ku?

 

Dia pun keluar ruangan. Dan hanya ada aku dan Sehun sekarang.

 

“Bagaimana keadaan mu, Tao hyung?” Tanya Sehun, ia mendekat.

 

“Aku yakin kau akan baik-baik saja” katanya lagi, aku tersenyum.

 

“Lihat aku Sehunnie. Perhatikan. Aku tidak mungkin baik-baik saja. Aku sakit, Sehunnie. Disini. Dan disini” ucapku. Aku menunjuk bahu kiri ku dan ulu hatiku.

 

Ia tampak berlinang air mata dimatanya.

 

“Jangan tinggalkan dia, Tao hyung” ucapnya menatapku dari ujung kaki sampai ujung rambut. Lalu ia menggelengkan kepala nya. Dan menghapus kasar airmata nya yang mulai jatuh.

 

Aku menatap kearah jendela yang terbuka lebar. Menatap birunya langit.

 

“Walaupun aku meninggalkan nya, kau tetap akan bersama nya kan?” Tanyaku dengan nada melamun, ia tersentak kecil.

 

“Darimana kau tau?” Tanya nya.

 

“Aku tau kau menyayangi nya, Sehunnie. Maafkan aku bahwa kenyataan nya aku juga menyayangi nya. Tapi izinkan aku untuk tetap memiliki nya hingga summer holiday ini berakhir” kataku padanya.

 

“Sudah ku relakan ia untuk mu, Tao hyung. Kau lebih berhak mendapatkan nya. Ia mencintamu juga hyung. Sangat malah. Maka justru itu jangan kecewakan nya” ucap Sehun,

 

Ia mulai berjalan ke pintu keluar,

 

“Tapi berjanji lah, ketika aku pergi kau akan bersama dengan nya” ucapku yang membuatnya menghentikan langkahnya. Ia menoleh kearahku dan tersenyum getir.

 

“Kau akan terus bersama dengan nya. Percayalah” ucapnya dengan senyum khas nya dan segera keluar.

 

Aku menatap kepergian nya. Dan entah mengapa aku lemas sekali.

 

Sehun.. Kau bahkan tidak tau..

 

—-

 

 

Setelah sarapan, member Exo menjengguk ku. Mereka tampak bahagia, dan memberikan ku boneka panda yang lucu. Aku hanya dapat tersenyum. Dan disinilah aku merasa sangat berat meninggalkan mereka.

 

“Terimakasih atas bonekanya, tapi aku ingin cheonsa-ah yang menyimpan nya, bagaimana?” Ujarkh dihadapan mereka, mereka hanya tersenyum lalu mengangguk.

 

Aku memberikan boneka itu pada Cheonsa. Ia tersenyum tipis.

 

Entah mengapa, tangan ku langsung bergerak merengkuh tubuh yeoja itu. Aku memeluk nya erat.

 

“Hari ini permainan kita selesai, Chagi” bisik ku.

 

“Besok kau hati-hati dijalan ya saat kembali ke New York.” Ucapku lalu melepas pelukkan ku. Menatap matanya yang mulai berkaca-kaca.

 

“Heh yeoja pabo! Sejak kapan kau menjadi cengeng seperti ini?! Uljima chagiya” ucapku, aku menatap sekelilingku. Kenapa semua nya jadi sedih begini?

 

“Hmm… Aku ingin bernyanyi deh untuk kalian” ucapku melepas keheningan yang terjadi.

 

“Bernyanyi lah” ucap Kris, aku mengangguk.

 

“Sebelum nya aku ingin bertanya.. Apakah peluru itu masih berada disini?” Tanyaku menunjuk bahuku.

 

Chanyeol hyung mengangguk ragu. Lalu aku hanya tersenyum tipis. Pantas saja rasanya sakit sekali.

 

“Bernyanyi lah, chagiya” ucap Cheonsa padaku. Aku tersenyum.

Aku mulai mengambil nafas untuk bernyanyi.

 

{NOTE: please listening to JYJ song title In Heaven while your reading this part}

 

jigeum waseon malhal suga obseo
naui gijeok geumodeun ge hwansang gatta
majimak ni moseub sok seoseohi gieok sogeman
jamgyeojyeo ganeun gotman gatta
eodingaeseo nal bogo isseulkka
huhui haedo neucheobeoryeo bolsu obseo
chueogui geurimjaui chokchokhan nae nunmul dullo
geu jaril jikyeobogo isseo
geuman mothae jeongmal mothae niga nae yeophe isseulttae mankkeum
mianhande geuge andwae ijen modeun ge ttolryeowa
jogeumdo gidarida kkumsokeul hemeida (hemeida)
gyeolguk ni aneseo nuneul gameulkkabwa
gajima deo gajima nae gyeotte isseojul suneun obtni
geojitmal da geojitmal jeonhyeo dullijiga anha
saranghae neol saranghae hanmadi boyeojul suneun obtni
saranghae neol saranghae tto dasi saranghae jugetni
beolsseo ireohke do jina wasseo
naui heunjeok chatjabwado jiwo jyeosseo
majimak ni gieokdo nunmurui tteyeop sogeuro
jamgyeojyeo ganeun gotman gatta
iman kkeutnae nareul kkeutnae niga nae yeophe itji andamyeon
mianhande iman galke ije neoui gireul ttara
kkeut obtneun gireul ttara neol chaja hemeida (hemeida)
gyeoguk neoreul itgoseo seulpheoman halkkabwa
gajima deo gajima nae gyeotte isseojul suneun obtni
geojitmal da geojitmal jeonhyeo dullijiga anha
saranghae neol saranghae hanmadi boyeojul suneun obtni
saranghae neol saranghae tto dasi saranghae jugetni
gajima gajima isseojul suneun itni
geojitmal geojitmal deulijiga anha
saranghae saranghae boyeojul suneun itni
saranghae saranghae saranghae jugetni
gajima gajima isseojul suneun itni
geojitmal geojitmal deulijiga anha
saranghae saranghae boyeojul suneun itni
jebal dorawajyeo
gajima deo gajima nae gyeotte isseojul suneun obtni
geojitmal da geojitmal jeonhyeo dullijiga anha
saranghae neol saranghae hanmadi boyeojul suneun obtni
saranghae neol saranghae tto dasi saranghae jugetni

 

As of right now, I can’t say anything
The miracle of you- it all seems like a fantasy
The last image of you seems to be locked only in my memories
I wonder if you are watching me from somewhere
Even if I regret, it’s too late- I can’t see you anymore
The tears of the shadows of my memories are watching over that place
I can’t say those words, I really can’t- as much as you were by my side
I’m sorry but I can’t- everything comes shaking back to me now
By waiting a little more, by wandering through my dreams
I’m afraid I will close my eyes inside of you
* Don’t leave, don’t leave- can’t you stay by my side?
Lies, all lies- I don’t hear anything
I love you, I love you- can’t you show me those words?
I love you, I love you- will you love me again?
Time already passed like this
I try looking for your traces but they are erased
The last memories of you are locked in the rims of my tears
Just end it, end me- if you’re not going to be next to me
I’m sorry but I’ll leave now- following your footsteps
Following the road with no end- as I wander to find you
I’m afraid I will lose you and be sad
* repeat
Don’t leave, don’t leave- can’t you stay?
Lies, lies, I don’t hear anything
I love you, I love you- can’t you show me?
Can’t you love me, love me, love me?
Don’t leave, don’t leave- can’t you stay?
Lies, lies, I don’t hear anything
I love you, I love you- can’t you show me?
Please come back
* repeat

 

***

 

*Cheonsa’s pov

 

“Aku sarapan sebentar ya,” ucapku pamit kepada mereka semua untuk makan dikantin rumah sakit. Karena aku memang sangat lapar.

 

Mereka semua mengangguk.  Aku berjalan keluar, saat ingin menutup pintu, Tao memanggil ku.

 

“Chagiya.. Saranghae” ucapnya lembut. Aku tersenyum.

 

“Nado saranghae, Tao-ah” balasku lalu menutup pintu.

 

Aku berjalan kekantin.

 

******

 

{NOTE: masih dengerin jyj yang in heaven ya}

 

Ternyata aku makan menghabiskan waktu 30 menit. Ah memang aku lamban sekali. Aku pun dengan semangat berjalan menuju kamar inap Tao.

 

Entah mengapa aku tidak sabar untuk menemui dirinya.  Namun saat tiba nya aku didepan ruang kamar Tao, aku  melihat semua member Exo dengan wajah cemas. Aku bahkan Kai dan Suho oppa menangis. Aku berjalan menghampiri Sehun.

 

“Sehun-ah, apa yang terjadi?!” Tanyaku panik padanya,

 

“Beberapa lama setelah kau pergi, tiba-tiba saja tao-hyung tidak bisa bernafas. Dan.. Ia pun pingsan” jawab Sehun lemah

 

“MWO?!!” Tubuhku gemetaran. Jantung ku serasa ingin lepas. Aku berlari kedepan pintu dan melihat Tao dari kaca. Dokter dan perawat lain nya tampak berusaha keras menyelamatkan Tao. Sehun membawaku ke kursi. Aku menangis. Berharap dengan ini rasa sakit hatiku dapat terimbangi.

 

Namun aku salah. Semakin kejar aku menangis, semakin sakit yang kurasakan. Sehun memeluk tubuhku yang gemetaran.

 

“Noona, percaya padaku.. Semuanya akan baik-baik saja. Mereka akan menyelamatkan Tao hyung”  sehun berusaha menenangkan ku. Tapi percuma saja, aku sudah terlanjur takut.

 

Tak lama, dokter yang menangani Tao pun keluar.

 

“Mianhe…. Dia tidak bisa diselamatkan”

 

Rasanya seperti petir yang menyambarku. Batu-batu seberat 5 ton dilemparkan padaku. Paku-paku ditancapkan ke tubuhku. Aku lemas. Bagaimana bisa? Tadi dia masih baik-baik saja, bukan? Apa kata terakhir yang dapat kudengar hanya ‘Chagiya, saranghae’ ?

 

Apa kah saat itu adalah saat terakhirku melihat dan mendengar suaranya? Semua ini sangat tidak masuk akal bagi ku. Aku berlari kedalam kamar Tao.  Dan memeluk tubuhnya dengan erat. Dapatku lihat matanya sudah tertutup. Ini tidak mungkin!

 

Aku menangis, terus menangis. Tak peduli seberapa besar mataku sekarang. Aku mengguncang-guncangkan tubuh Tao, berharap ia segera sadar. Tapi nyatanya tidak.

 

“Tao-ah!! Jangan tinggalkan aku! Kenapa kau berbohong? Berarti kau tidak mencintaiku kan bila kau pergi?! Ayolah bangun Tao! Ini tidak lucu!”

 

Kai yang tidak tahan melihatku pun menarik ku, dan segera memelukku erat.

 

“Noona, dia sudah tenang disana”

 

“Dia bohong, kai-ssi! Aku ingin melihat matanya, ingin melihat senyum nya, ingin melihat tawanya. Aku ingin tangan nya menyentuh tanganku lagi, ingin lengan kuatnya memeluk ku hangat, ingin dia kembali lagi! Aku ingin dia, kai-ssi!”

 

Kali ini aku berlari kearah Chanyeol oppa yang juga menangis, bahkan baekhyun oppa yang menenangkan nya. Kris oppa pun memeluk ku. Semua member exo menangis.

 

Kris oppa tidak berbicara apa-apa. Aku hanya menangis dalam pelukkan nya. Berdoa ketika nanti aku bangun ini semua hanya mimpi.  Berharap Tao bangun dan berteriak ‘gotcha!!’  Kemudian semuanya tertawa dan Tao kembali memelukku. Aku masih belum siap kehilangan nya.

 

3minggu bersama nya hal yang membuatku merasakan betapa indahnya dunia ini. Betapa sempurna nya dia. Sangat sulit dilupakan. Aku tidak akan bisa melihatnya lagi, merasakan pelukkan nya, mengejek dan bertengkar dengan nya. Semua seperti mimpi.

 

Tao pergi karena ia menyelamatkan ku. Aku adalah alasan kenapa ia meninggalkan dunia ini.  Aku benci kenyataan itu!

 

“Kris oppa, Tao’s gone. He leave me. He leave us. He doesn’t love us” kataku lemah.

 

Kris oppa mengusap rambutku lembut.

 

“Cheonsa, listen to me. Wherever is he now, he will always love you. He’ll never forget and stop for loving you. Time will make you accept this” ujarnya menenangkan.

 

3 hari kemudian…

 

Aku menunda kepulangan ku ke New york. Dan jasad Tao sudah dimakam kan. Sepanjang pemakaman nya aku hanya menangis.

 

“Noona.. Tao hyung menitipkan ini pada ku. Saat itu sebelum kau pergi, ia menulis surat ini. Bacalah, aku akan menemani mu.” Sehun memberikan ku sepucuk surat dengan kertas putih pucat.

 

“Hallo chagiya! Aku mencintai mu. Setelah ku pergi, aku harap kau kembali mencintai Sehun ya;) maknae itu masih sangat mencintai mu. Karena aku tau bahwa ia adalah namja yang pantas bersanding dengan yeoja seperti mu. 

 

Bila kau menangisi kepergian ku, berarti kau masih yeoja pabo ku hahaha. Terimakasih atas 3 minggu yang menyenangkan itu. Sejujurnya aku mencintai mu. Sangat. Tapi sudahlah, saranghae park hyo cheonsa” 

 

Aku kembali menangis. Dan menatap sehun.

 

“Kita akan menjalankan amanah nya, sehun-ah”

 

“Tersenyum lah, ia hanya ingin kau tersenyum noona. Dan izinkan aku, menggantikan posisi Tao sebagai namjachingu mu yang sekarang” ucap sehun, aku menatapnya dan mengangguk.

 

Dalam hati berkata,

Terimakasih Tao pabo! Atas 3 minggu itu, you’ll always be my beautiful summer love. 

 

THE END

 

Hahah sorry ya kalo gak bagus, atau  ga sedih:”) karena aku masih amatiran:) kasih comment ya:)

8 pemikiran pada “My Summer Love (Chapter 3)

  1. hiks…hiks…..*ambil tissu
    beneran sedh thor,, tpi alury kecepatan thor yg nembak tao ko g d selidiki,,

    butuh sequel thor…fighting!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s