The End Of Love Story (Lay-Jessica Ver.)

The end of love story (Lay-Jess)

The End of Love Story (Lay-Jessica ver) || EShyun Storyline || Zhang Yixing (Lay), Jessica Jung || PG – 15 || Ficlet || Sad Romance || Poster by Pearlshafirablue

 

            Annyeong readers tercintaaaa~ EShyun datang lagi, kali ini bawa ficlet “The End of Love Story” ver Lay-Jessica, karena aku lagi jatuh cinta sama LAY 😀 Author nggak mau banyak cuap-cuap ah, happy reading chingudeul ^^

+++++

The End of Love Story

Lay dan Jessica. Sepasang kekasih yang baru merajut hubungan mereka selama dua bulan tetapi telah bersama sejak kecil. Awalnya mereka saling merahasiakan perasaan masing-masing hingga Lay mengungkapkan perasaannya itu dan akhirnya mereka mulai menjalin hubungan walaupun mereka tahu itu sudah… terlambat.

Sejoli itu kini tengah berjalan berdampingan di bawah salju yang perlahan berjatuhan. Di tepian sungai Han mereka memutuskan untuk menghabiskan malam itu. Senyuman terukir di wajah keduanya, senyuman bahagia. Walau wajah sang namja terlihat amat pucat.

Chagiya~ bisakah kita duduk disana?”pinta Lay.

Ne, kaja…”Jessica menarik pelan tangan Lay, membawanya ke sebuah bangku panjang yang berada disana.

Mereka hanya duduk berdua disana, memandangi keindahan sungai Han di malam hari.

“Sica-ah, aku pinjam bahumu ya.”kata Lay lalu menjatuhkan kepalanya di atas bahu yeojanya itu.

Yeoja itu terdiam, hanya mengulas senyuman kecil.

Chagi… kau tak kedinginan?”tanya Lay lembut.

“Sedikit, tapi aku sudah cukup hangat hanya dengan melihatmu saja.”

“Benarkah?”tanya Lay dan di jawab dengan anggukan oleh yeojanya.

Mereka berdua terdiam sejenak, hingga kemudian Lay mengenggam tangan Jessica erat.

Chagi, seandainya aku…”

“Lay-ah, lihatlah sungainya indah bukan?”dengan cepat yeoja itu memotong perkataan Lay. “Ku mohon, jangan membahas hal itu, aku ingin kita menikmati keindahan ini.”sambungnya. Setitik kristal murni jatuh membasahi pipi indahnya.

“Baiklah, aku hanya tak ingin kalau kau…”

“Cukup Lay-ah, sudah kubilang jangan kacaukan keindahan malam ini.”ujarnya sedikit membentak.

“Uhuuuk… uhuuuuk…”Lay terbatuk-batuk, refleks dia mengangkat kepalanya.

Chagi, gwaenchana?”tanya Jessica panik.

Lay tak menjawab, masih mencoba untuk menghentikan batuknya itu. Tangannya merogoh kantung jaketnya, mencari sapu tangan yang selalu di bawanya.

Chagiya~ apa sebaiknya kita pulang saja? Sepertinya cuaca membuat keadaanmu semakin…”

Aniyo, aku baik-baik saja.”ujar Lay cepat. “Inikan ulang tahunmu, dan aku sudah berjanji bukan akan menemanimu kemanapun kau mau?”

“Tapi kau terlihat….”

Gwaenchana, aku tak kenapa-kenapa. Uhuuk.. batuk seperti ini sudah biasa bukan?”ujarnya di sela-sela batuknya.

Ia kembali terbatuk, dan kali ini ia merasa tenggorokkannya sangat perih. Di lihatnya sapu tangan yang ia gunakan untuk menutup mulutnya. Kemudian ia tersenyum miris.

Waeyo?”tanya Jessica khawatir.

“Berdarah… lagi.”ujarnya santai.

Ne? Lay-ah, ayo kita segera pulang ke rumah sakit! Aku tak mau keadaanmu semakin parah dan aku rasa dokter juga tengah mencari-carimu saat ini.”pinta Jessica, matanya kembali berkaca-kaca.

“Aku tak mau kembali ke tempat itu.”ucap Lay datar. “Aku bosan berada disana. Aku tak bisa melakukan apapun disana. Mereka semua hanya menyuruhku istirahat dan istirahat dan selalu membuatku menderita dengan kemoterapi konyol itu!”tegas Lay. “Tubuhku sudah tak sanggup menerima semua itu.”

“Aku tahu Lay-ah, tapi mau tak mau kau harus melakukan itu. Demi kesembuhanmu.”

“Kesembuhanku? Huh, aku bahkan tak pernah merasa sehat saat harus tetap terbaring disana.”

“Lay-ah, mengertilah… aku tahu itu memang menyakitkan dan tentu saja membosankan, tapi kau….”

“Cukup! Jangan kau lanjutkan kata-katamu itu.”sela Lay sedikit membentak.

Yeoja itu membungkam mulutnya, kini bulir kristal itu jatuh semakin deras tanpa bisa ia tahan.

Uljimayo~”Lay mengangkat tangannya menghapus bulir-bulir itu. “Mianhae sebenarnya aku tak bermaksud membentakmu, hanya saja… aku tak bisa menahannya, jeongmal mianhae…”sesal Lay.

Gwaenchana, aku tahu itu di luar kendalimu.”Jessica berusaha tersenyum, ia tak mau melihat namja itu bersedih. “Berhenti memasang wajah seperti itu, kau sungguh tak cocok dengan ekspresi itu.”canda Jessica berusaha mencairkan suasana.

Neo….”Lay tersenyum senang.

Wae? Aku kenapa eoh?”tanya Jessica polos. “Chagi, aku bosan disini terus, jadi sebaiknya…. aku pergi ya…”ujar Jessica lalu dengan cepat ia beranjak berdiri. “Ya, tangkap aku kalau bisa, mehrong…”Jessica menjulurkan lidah ke arah Lay kemudian mulai berlari.

Ya! kau mau bermain-main denganku eoh? Ya Sica-ah, awas saja jika aku bisa menangkapmu kau akan menyesal nanti.”ujar Lay sedikit berteriak lalu mulai berlari mengejar yeojanya itu.

Mereka berlarian saling mengejar di bawah butiran salju yang masih turun menjatuhi bumi. Mereka tertawa berbahagia, seakan sangat menikmati moment itu.

Saat sedang asik berkejaran, Lay tiba-tiba terjatuh sambil memegangi dadanya. Ia terlihat kesusahan bernafas dan seperti merasa kesakitan.

“LAY!”teriak Jessica kuat saat menyadari hal itu. Yeoja itu segera berlari menghampiri namjanya. “Lay-ah, kau kenapa eoh?”tanya Jessica panik.

“Sica-ah.. sa…kit.”ucap Lay perlahan. “Sakit sekali… disini…”ia mendekap dadanya kuat, berusaha meredam rasa sakitnya itu.

“Lay.. bertahanlah. Aku akan segera mencari bantuan.”airmata kembali jatuh, hatinya sungguh sesak melihat keadaan buruk namja yang ia cintai itu.

Khajima.”cegah Lay, ia menarik tangan Jessica cepat. “Aku tak ingin kau pergi, sedetikpun…aku tak mau kau menghilang dari pandanganku saat ini. Tetaplah disini chagiya… karena aku membutuhkanmu.”ujar Lay lemah.

“Tapi kau… sudah seperti ini. aku tak mau hal buruk terjadi padamu. Aku berjanji tak akan lama.”ujar Jessica berusaha meyakinkan namja itu.

“Aku bilang.. jangan pergi. Aku takut… tak bisa melihatmu lagi…”

Chagiya, kau jangan berkata seperti itu. Aku…aku tak mau kehilanganmu secepat ini.”ujar Jessica di sela tangisannya. “Aku yakin kau pasti sembuh, aku tahu kau namja yang kuat. Penyakit sialan itu tak akan meregutmu dariku, tak akan Lay-ah…”

Mianhae… Jeongmal mianhae… Aku memang ingin bersamamu lebih lama lagi, tapi aku tak yakin… kalau aku bisa…”

“Lay….”

“Aku sudah tak kenapa-kenapa sekarang.”kata Lay lalu berdiri cepat. “Kita ke tempat tadi ya, aku…lelah.”ujarnya.

Kedua orang itu berjalan ke tempat mereka tadi dan memutuskan untuk duduk kembali.

“Sica-ah.. entah kenapa aku merasa sangat lelah.”ujar Lay tiba-tiba.

Ne?

“Aku boleh berbaring di pangkuanmu?”tanyanya.

“Tentu saja chagi…”

Lay menjatuhkan kepalanya di atas pangkuan Jessica. Ia tersenyum manis melihat kecantikan yeojanya itu. Dia merasa menjadi namja yang beruntung, karena memiliki yeoja sesempurna dia.

Chagiya.. kenapa aku merasa sangat lelah seperti ini ya? Padahal biasanya aku tak pernah seperti ini. Dan mataku juga terasa amat berat, seakan enggan untuk terbuka.”ujar Lay lemah sambil menatap manik indah yeojanya itu.

“Kau lelah? Mungkin karena kau berlari-lari tadi Lay-ah.”kata Jessica. Yeoja itu mengeluarkan handphonenya lalu mengecek jam disana. “Huh, pantas saja kau mengantuk, ini sudah melebihi jam tidurmu chagi~

Tsk~ aku benci ini.”keluh Lay.

“Jika kau mengantuk, kalu boleh tidur disini.”tawar Jessica sambil mengulas senyum manis.

“Yaaa, sepertinya aku memang harus memejamkan mataku sekarang.”ujar Lay, lalu terdiam sejenak. Di tatapnya mata yeoja itu lekat-lekat. “Jessica-ah~ kau harus tahu aku… sangat mencintaimu. Saranghae Jessica Jung…”ucap Lay mantap.

Nado saranghae Lay…”

Lay mengangkat kepalanya perlahan, mendekatkan wajahnya ke wajah yeojanya. Ia menempelkan bibirnya di atas bibir Jessica lalu mengulumnya sekilas.

Lay tersenyum ketika telah melepas ciuman itu, begitu pula dengan Jessica.

“Sica-ah… sepertinya mataku sudah tak bisa terbuka lebih lama lagi. Bolehkah aku menutup mataku sekarang?”tanya Lay pelan.

Ne chagi, tidurlah~”

Jaljayo…”namja itu perlahan mulai menutup kedua matanya, hingga tertutup dengan sempurna.

Jessica tersenyum melihat wajah tenang namjanya itu yang tengah tertidur pulas. Tangannya perlahan mengelus rambut Lay dengan penuh kasih sayang.

“Lay, kau tahu betapa sukanya aku melihat wajah tenangmu ini?”guman Jessica pelan.

Beberapa menit kemudian Jessica mulai merasa lelah, ia memutuskan untuk membangunkan namjanya itu dan membawanya kembali ke rumah sakit.

Chagiya~ Ireonayo… aku lelah, sebaiknya kita pulang ne?”ia menguncang pelan tubuh itu. “Lay-ah, ireonayo…”ujarnya lagi, tapi tak ada respon dari namja itu. “Lay?”

Jessica menutup mulutnya dengan tangannya saat melihat tangan Lay jatuh tak berdaya. Perasaan buruk mulai mendatanginya. Tangan yeoja itu tergerak mengambil tangan kanan Lay, ia mencari-cari denyut nadi di tangan namjanya itu. Tapi nihil… denyut nadi itu sudah tak ada lgi.

“Lay…. Bangun chagi… bangun…”Jessica mulai menangis, lagi. “Lay, ku mohon bangunlah… ayo kita pulang sekarang.. Lay… bangunlah… kau tak boleh tertidur disini, kau tak boleh Lay… tak…boleh….”

Jessica mengguncang kuat tubuh Lay yang mulai mendingin itu.

“Lay, kau bilang kau akan sembuh. Kau bilang kau tak akan membiarkanku sendiri. Kau bilang kau sangat mencintaiku, tapi kenapa sekarang kau malah pergi eoh? Kenapa kau menyerah pabo! Kau tak tahu seperti apa cintaku ini eoh? Kau tak tahu aku merasa sakit karena kau pergi dengan cara seperti ini?”

Yeoja itu meluapkan semua emosinya.

“Lay~ aku mencintaimu.. sangat mencintaimu. Tapi kenapa kau… pergi Lay? Kenapa kau meninggalkanku? Aku menyesal Lay, menyesal telah membiarkanmu pergi dengan cara seperti ini. Saranghae Lay-ahSaranghae….”ia mengecup pelan bibir Lay yang semakin memucat. “Saranghae…..”

Jessica menangis sesegukan, ia merasa seperti yeoja bodoh. Bagaimana bisa ia tak menyadari maksud dari perkataan namjanya tadi? Kenapa ia malah membiarkannya begitu saja? Ia menyesal, sangat menyesal karena telah membiarkan namja yang sangat di cintainya itu menutup matanya rapat, membiarkannya tertidur dengan tenang. Dan kini namja itu tak akan pernah membuka matanya lagi dan akan tetap tertidur pulas seperti itu… selamanya….

-END___

Kyaaaa, gimana gimana? Gaje ya? Huu, yang penting setelah baca jangan lupa like or comment yak 😀 Ini udah pernah aku publish di https://eshyunya.wordpress.com/ jangan lupa berkunjung yak 😉 Kamsahamnida ^^

 

 

 

 

Satu pemikiran pada “The End Of Love Story (Lay-Jessica Ver.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s