The End Of Love Story (Luhan-Jessica Ver.)

The end of love story (Luhan-Jess)

The End of Love Story (Luhan-Jessica ver) || EShyun Storyline || Xi Luhan, Jessica Jung || PG – 15 || Ficlet || Sad Romance || Poster by Pearlshapirablue ^^

 

Annyeong readers tercintaaaa~ EShyun datang lagi, kali ini bawa ficlet “The End of Love Story” ver Luhan-Jessica. Author nggak mau banyak cuap-cuap ah, happy reading chingudeul ^^

 

+++++

The End Of Love Story (Luhan-Jessica ver)

 

Luhan tengah duduk sendiri di sebuah cafe sambil menikmati segelas cappucino. Matanya terlihat menerawang jauh seakan tengah memikirkan sesuatu. Dengan gerakan ragu, ia mengambil handphone yang sedari tadi tergeletak di atas meja. Ia mendesah pelan lalu mulai mengetik sesuatu disana.

To : My Lovely

Chagiya… ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. Aku menunggumu di cafe biasa, sekarang”

+++++

Waeyo chagi? Tak biasanya kau mengajakku bertemu mendadak seperti ini.”ujar seorang yeoja yang kini telah duduk berhadapan dengan Luhan.

Namja itu tak langsung menjawabnya, ia seakan masih menimbang-nimbang suatu hal.

Chagiya..”panggil yeoja itu manja.

“Hmm…”

“Aish, kau ini. Aku sudah berada disini sekarang, tapi kenapa kau malah diam eoh?”yeoja itu  melipat kedua tangannya di atas dada, ia terlihat kesal.

Luhan tersenyum tipis melihat ekspresi yeoja-nya itu. Ia terlihat memperbaiki duduknya memangku wajah lalu menatap lekat kedua mata yeoja itu.

Wae? Kenapa kau melihatku seperti itu eoh?”tanyanya bingung.

Luhan kembali tak menjawab. Kini tangannya malah mengambil kedua tangan yeoja itu lalu menggenggamnya erat. Yeoja itu sedikit terkejut, namun juga merasa senang.

“Sica-ah.. aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Tapi…”ia menggantungkan perkataannya.

“Tapi apa?”

“Tapi.. mungkin ini adalah pengakuan yang.. menyakitkan.”ujarnya lagi yang sukses membuat yeoja itu semakin bingung.

“Menyakitkan?”

Ne, dan ini.. berkaitan dengan hubungan kita.”

Mendegar kata terakhir namja itu, Jessica menarik tangannya dari genggaman Luhan. Tapi dengan cepat Luhan menahannya dan semakin mempererat genggamannya.

“Biarkan seperti ini…”pinta Luhan.

Setitik airmata jatuh membasahi pipi Jessica. Perasaannya menjadi kacau. Hatinya berkata sesuatu yang buruk akan terjadi pada hubungan yang telah mereka jalani selama dua tahun lebih.

“Kau menangis?”tanya Luhan lembut.

Ani, aku tak menangis.”Jessica mengalihkan wajahnya, berusaha menyembunyikan airmatanya.

“Aku tahu kau menangis.”ujar Luhan datar. “Sica-ah, lihat aku… bagaimanapun juga kau berusaha untuk menyembunyikannya itu akan percuma. Tatap aku chagi.”

Perlahan Jessica mulai mengarahkan matanya menatap namja itu.

“Sica-ah, dengarkan aku.. Ini memang menyakitkan tapi… mau tak mau aku harus segera memberitahukan ini.”Luhan menghela nafas panjang.

“Katakanlah…”

Mianhae Sica-ah.. mianhae.. aku rasa hubungan kita…”

“Cukup sampai disini eoh?”potong Jessica cepat. Ia sudah tahu kemana arah pembicaraan ini.

“Kau sudah tahu?”Luhan sedikit terkejut. “Mianhae…”kini ia menundukkan wajahnya tak berani menatap sorot matanya yeoja-nya itu.

“Beritahu alasan kenapa kita harus berpisah.”ucap Jessica datar, berusaha menjadi tenang.

“Ini karena… appa. Dia ternyata sudah menjodohkanku..”ujarnya pelan dengan nada takut.

“Perjodohan ternyata…”ia mendesah panjang, lalu perlahan mulai menarik tangannya dari genggaman Luhan yang mulai melonggar. “Kau tak bisa menolak karena saat ini appa sedang sakit bukan?”tanyanya.

Ne, aku tak mau jika aku membantah maka penyakitnya itu akan menjadi semakin parah. Mianhae Sica-ah.. Jujur aku tak ingin menjalani ini semua, tapi… aku tak bisa menolaknya.”

Jessica menatap namja di hadapannya itu dengan tatapan sayu. Hatinya seakan berperang dengan fikirannya. Sungguh, ia tak mau berpisah dengan namja yang sangat dicintainya itu.

“Sica-ah… Aku harap kau mau menerima keputusan ini. Sungguh, jika aku bisa menolak, maka aku pasti akan menolaknya. Tapi kau tahu sendiri kan apa yang akan terjadi jika aku menolaknya? Kumohon… untuk kali ini maafkan aku dan…”

“Ya, aku tahu semua itu.”potong Jessica cepat. “Kau pergilah, katakan pada appa jika kau akan menyetujui perjodohan itu. Aku memang mencintaimu tapi aku tahu kedua orang tuamu memiliki rasa cinta yang melebihi rasaku. Mereka yang tahu apa yang baik dan tidak untuk anak-anaknya. Sekarang pergilah…”ujar Jessica tiba-tiba.

Luhan menatap Jessica tak percaya. Awalnya ia mengira Jessica tak akan mau berpisah dengannya dan akan sama-sama mempertahankan hubungan itu, tapi ternyata dia… salah. Yeoja yang sangat ia cintai itu malah menyuruhnya pergi dan menyetujui perjodohan konyol itu.

“Si…sica?”panggil Luhan tak percaya. “Kau…? kau membiarkan aku pergi begitu saja?”

Ne.. karena aku tahu itu yang terbaik bagimu dan keluargamu.”ujar Jessica santai.

“Kau…tak mencegahku? Kau akan membiarkanku menikah dengan yeoja yang sama sekali tak aku kenal?”

Ne, itu untuk kebaikanmu juga. Orang tua tak mungkin membiarkan anaknya bersama dengan orang yang tak pantas bukan? Jadi begitu pula dengan appa-mu, ia pasti sudah merencanakan hal ini jauh-jauh hari dan tentu memilih calon yang terbaik untukmu.”yeoja itu berkata dengan santai, seolah tak ada masalah dengan hal itu. “Sekarang pergilah.. Appa pasti sudah menunggumu, pergilah sebelum kau terlambat…”pinta Jessica.

“Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusanmu maka aku akan pergi saat ini juga. Kau tahu, semua perkataanmu itu mengecewakanku. Awalnya ku fikir kau akan tetap mempertahankan hubungan ini dan mau memperjuangkannya bersama-sama. Tapi apa…? aku salah menilaimu Jessica..,”Luhan berdiri lalu mendekati yeoja itu. “Selamat tinggal Jessica.”ia mengecup pelan kening yeoja itu lalu mulai melangkah pergi.

Jessica tersenyum miris. Di tatapnya punggung namja itu hingga hilang dari pandangannya. Airmata yang sedari tadi ia tahan, kini mulai berjatuhan seakan enggan untuk berhenti. Sebenarnya ia tak mau mengucapkan semua yang ia ucapkan tadi, tapi ia memilih untuk mengalah dan membiarkan namja yang sangat di cintainya itu menyimpan rasa kecewa padanya, ya… Jessica sengaja melakukan hal itu.

Mianhae Luhan-ah.. aku bukan tak mencintaimu. Aku bukan tak ingin mempertahankan hubungan ini, tapi aku hanya tak mau menyakitinya. Aku sudah tahu hal ini sejak lama, kau memang sudah di jodohkan. Aku memang yeoja bodoh! Aku bahkan merelakanmu untuknya, untuk yeoja yang telah di jodohkan olehmu… untuk Krystal… dongsaeng-ku….”guman Jessica pelan.

“Selamat tinggal Luhan.. Selamat tinggal, cintaku.. Mulai sekarang berbahagialah dengannya, hingga seribu tahun kemudian.”batinnya sedih.

END___

 

Gimana readers? Gajekaaaan? *iyaaaaa* oke author tahu ini memang sangat gaje. Readers tercinta comment nya di tunggu baik kritik maupun saran, Kamsahamnida ^^

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “The End Of Love Story (Luhan-Jessica Ver.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s