Because…

Because…

`because

Title : Because…

Author : chawlssi

Cast :

Sehun EXO K as Oh Sehun

Kai EXO K as Kim Jongin

Jae In (OC)

Genre : Romantic, Brothership.

Length : Oneshot, 1.093 words.

Rating : PG-13

-This is my own storyline. Cast(s) are not mine.

But truly, this fanfic and picture made by myself-

–Because…

Perpustakaan kampus benar benar sepi saat ini. Siapa suruh kau datang sepagi ini dan pergi ke perpustakaan, Oh Sehun? Tapi, untuk apa datang ke perpustakaan di pagi hari yang cerah ini? Namja bernama Oh Sehun itu terus berkutat dengan pikirannya sendiri. Terlihat berpikir keras. Benar juga, untuk apa aku datang kesini? Entahlah. Sehun hanya menuruti kata hatinya untuk datang ke tempat ini karena cocok untuk melamun. Hanya melamun, tanpa berpikir. Memangnya apa yang mau aku lam– ah. Tentang yeoja itu.

Tentang yeoja yang membuat hidupnya terasa lebih sulit sekaligus berwarna. Yeoja yang senang mengikat rambutnya, yeoja yang suka minum caramel macchiato kafe depan kampus, yeoja yang senang menjadi seorang pemimpin, yeoja yang– ah, banyak hal yang bisa Sehun katakan tentang yeoja itu. Tapi, ada tiga hal yang penting. Pertama, hanya dia satu -satunya yeoja yang bisa membuat hatinya berdebar hanya dengan melihatnya. Kedua, yeoja yang entah mulai kapan menjadi bagian jiwanya. Ketiga, yeoja itulah cinta pertamanya. Dan kenangan bertahun tahun lalu itu seolah kembali terputar di mata Oh Sehun.

Flashback

‘Mmmph’ Sehun menahan tawanya. Tidak ingin Jongin, teman sekelasnya, bangun dan cepat menyadari ‘karya seni’ yang dibuat Sehun di wajah laki – laki itu. Guru tidak ada di kelas sekarang, dan Jongin tidur nyenyak disebelahnya. Kesempatan bagus, kan? Dan inilah Sehun sekarang, melihat karya seninya yang mungkin bisa membuat Kim Jongin marah. Setelah memberi sentuhan terakhir pada karya seninya –wajah Jongin– menggunakan spidol hitam, Sehun menahan tawanya, bertepuk tangan tanpa suara. Betapa kotornya wajah Jongin saat ini!

Pulang sekolah

Sehun dengan cepat berlari kearah halte bis, menghindar dari Jongin yang mengamuk. Ia menyadari sosok yang ia kenali. Memakai baju seragam yang sama dengannya. Yeoja itu, ketua kelasnya. Memberikan senyum basa basi ketika pandangan mata mereka bertabrakan. Hening. Bis datang 5 menit lagi, batin Sehun. ‘Hei, Sehun-a.’ ucap gadis itu. ‘Mwo? Memanggilku?’ ‘Geurae. Kau. Kenapa usil sekali sih? Kan kasihan Jongin bila seperti itu.’ Ooh, kejadian tadi. Satu pertanyaan muncul. ‘Wae? Kau suka pada Jongin?’ ‘Tidak, bodoh. Kau ini, kenapa bertindak kekanakan seperti ini? Kau tau kan, bagaimana rasanya bila diusili seperti itu. Kau sudah kelas 11 dan masih bertindak kekanakan seperti itu? Hei, Oh Sehun. Ini bukan masalah suka atau tidak suka. Hanya saja aku muak melihatmu dengan kegiatan childish mu itu.’ Sehun terdiam. Entah apa ini rasanya. Melihat yeoja itu memarahinya dengan wajah seperti itu, membuat Sehun merasa menjadi orang paling berdosa sedunia. Baru kali ini, seorang Oh Sehun tidak bisa membalas perkataan yeoja.

Flashback end

Sehun tersenyum pahit. Tidak menyangka, dirinya bisa terpikat dengan yeoja itu. Yeoja yang saat itu baru Sehun sadari sangat cantik dimatanya. Bahkan kata kata childish yang ia katakan, sampai sekarang masih ada diotaknya. Seakan baru kemarin. Sehun tau bahwa ia suka, –ah, tidak– cinta pada gadis itu. Sehun tahu ia harus mengungkapkan perasaannya. Ia tahu, tahu persis. Tapi, nyalinya harus ciut ketika melihat yeoja itu bersikap berbeda, sangat berbeda bila dengan Kris Wu, sunbaenim satu tingkat diatasnya waktu SMA yang sialnya juga satu kampus dengannya. Dengan dirinya dan yeoja itu.

Yeoja itu memperlakukan Kris seperti seorang namja. Tidak seperti menganggap dirinya sebagai seorang anak kecil yang iseng. Dan saat itu, seorang Oh Sehun seakan berusaha menjadi seseorang yang dewasa, tentunya denngan caranya sendiri. Seperti apa yang baru saja ia lakukan beberapa hari lalu. Membuat ‘pertarungan’ dengan dua preman yang biasanya ada dijalan pulang menuju rumah Sehun. Hanya masalah sepele, tapi ia berpikir ini juga hal yang dewasa. Dan terjadilah pertarungan itu. Meskipun Sehun menang, ada luka goresan di lengannya. Dan saat itu juga ia bertemu yeoja itu. Sehun senang. Merasa dirinya berhasil berubah untuk gadis didepannya ini. ‘Apa yang kau lakukan?’ Tanya yeoja itu. ‘Hanya..’ ‘Kau kekanakan Oh Sehun! Berfikirlah! Hanya masalah seperti itu dan kau berkelahi? Ya Tuhan, berhentilah kekanakan!’ Hanya kalimat itu. Kalimat yang membuatnya menjadi mayat hidup seminggu ini.

Tidak ikut sarapan, makan malam yang jadi kebiasaan dikeluarganya. Melamun sepanjang waktu, seperti saat ini. Ia memegang bekas lukanya. Sakit memang. Perih sekali. Tapi, sakit dihatinya jauh lebih sakit. Beribu ribu kali? Mungkin lebih. Lebih sakit daripada awal gadis itu berkata hal yang sama seperti itu. Dan sekian detik kemudian, yang ada dipikiran Sehun muncul. Masuk ke perpustakaan bersama temannya.

Oh, hari ini dia cantik sekali. Benar benar cantik. Ia terlihat bersinar dimata Sehun hanya dengan menggunakan dress biru muda dengan garis garis putih, cardigan warna senada dan rambut lurusnya yang digerai. Cukup lama baginya mengagumi gadis itu. Hingga tiba tiba, tangan dengan kulit tan hinggap dibahunya.

“Yeoja yang sama? Hei, Oh Sehun. Kalau kau tidak bisa melupakannya, ungkapkan perasaanmu. Gemas aku melihatmu selalu seperti ini.”

“Kau pikir mudah? Aku juga menginginkannya. Tapi– ”

“Apa lagi? Takut kau tidak sesuai dengan keinginannya? Takut kau belum dianggap dewasa olehnya? Ini yang membuatmu tidak terlihat dewasa, Oh Sehun.”

“Apa katamu?” Sehun menatap Jongin.

“Kau memang belum dewasa, Sehun-a.” ujar Jongin. Disambut death glare Sehun.

“Sekarang seperti ini. Kau sudah melakukan hal yang menurutmu dewasa, kan? Sekarang ungkapkan perasaanmu padanya. Setidaknya kau sudah berjuang dengan menyimpan perasaanmu selama ini. Mengorbankan fisikmu supaya ia menganggapmu. Kau sudah berusaha, Oh Sehun.”

“Tapi bagaimana kalau dia menolak? semua perlakuannya padaku menunjukkan kalau aku hanya akan ditolak. Dan aku memang akan ditolak.” ujar Sehun. Lirih dikalimat terakhir.

“Kalau ditolak, memang sudah takdirmu. Mau bagaimana lagi? Yang penting kau sudah berusaha untuk mendapatkannya, kan? Tunggu apa lagi? Cepat nyatakan perasaanmu padanya!” sahut Jongin dengan gemas. Emosinya bisa naik melihat Sehun yang benar benar..

“Aku tidak bisa, Jongin-ah.” Lirih Sehun. Diikuti hembusan nafas frustasi Kim Jongin.

“Sehun-a. kau melakukan yang kau bisa. Kau sudah berusaha. Sekarang tinggal menyatakannya. Mendengar keputusannya. Dengarkan aku. kalau kau ditolak, setidaknya kau merasa lega kan? Ia sudah menjawab pertanyaanmu. Dan kau bisa mencari gadis lainnya, walaupun aku tahu itu sulit. Kalau kau tidak menyatakannya, kapan kau tau perasaannya yang sesungguhnya? Lagipula, dengan seperti ini, kau akan terlihat dewasa.” Jawab Jongin panjang lebar.

“Kau benar.” Bisik Sehun. Ia menatap sahabatnya itu. Senyum tipis muncul dibibirnya.

“Lagipula, ia bisa saja menyukaiku, kan?”

“Benar! Dasar bodoh. Sudah cepat kejar. Dia sudah keluar.” Ucap Jongin, dengan wajah bangga.

“Gomawo, Kkamjong-ah!” ucap Sehun sebelum ia meninggalkan Jongin.

Sehun keluar dari perpustakaan. Matanya menelusuri koridor ramai ini. Mencari gadis itu. Mengungkapkan segalanya. Perasaannya. Dan sepertinya ia harus menraktir Jongin, karena telah membuat dirinya sadar. Sadar apa yang harus ia lakukan, sadar bahwa gadis itu harus tau perasaannya. Dan juga, sadar bahwa dirinya bodoh sekali.

Sehun kembali memutar kepala mencari sosok itu. Dan ia menangkap bayangan itu disudut matanya. Sehun meyakinkan dirinya selagi kakinya membawa ia menuju gadis itu. Ia harus segera mengakhiri ini semua. Agar semuanya terlihat jelas.

“Jae In-ah..”

“Sehun-a?”

“Aku.. Aku mencintaimu.”

-kkeut-

Annyeonggss! Ini FF debut aku lo. Mian kalo berantakan pake banget. Ini first time nulis beginian dan yang kepikiran bang Sehun. Makasih buat yang udah baca, minta tolong tinggalin jejaak *kedip kedip*

Makasih buat admin yang ngepost ini ff, dan buat kalian yang udah baca ff aku. Apalagi yang komen. Aku kasih biasnya dehh /lemparbias/

Udah ah, cincongnya. Semoga aku bisa nulis ff lagi, dan lebih upgrade lagi (?)

Yeorobun gamsahamnida!! *bow*

11 pemikiran pada “Because…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s