Different (Chapter 1)

tumblr_m7rckdskxo1qf4yfkokkkkkkkkk1_500_e589afe69cac

Prolog and Chapter 1

Different…..

Author: Chosunn (@baekdancer)

Cast: Shin Junghye (OC)

Oh Sehun (EXO)

Genre: Schoollife, romance /maybe/

Rating: PG.

Length: Chaptered.

*Happy Readingg*

 

Prolog “You..”

Ketika kau menatapku, kau melirikku, aku tau kau membenciku, walaupun aku tidak tahu sebenarnya apa yang membuat kau marah, apakah karena aku yang dulu sangat suka mengejar-ngejarmu, atau karena hal lain, tapi aku yakin itu semua karena masa lalu itu. Kumohon jangan menatapku seperti itu, kau tahu, sangat menyakitkan. Appo.

“Permisi, permisi, ahh…. Maafkan aku, a-aku tidak bermaksud menganggu.” Sekarang kau menari diatas panggung, sesuai dengan keinginanmu, kau menjadi artis papan atas yang cukup sangat terkenal, aku iri padamu karena bisa mencapai cita-citamu yang tinggi itu. Aku mugkin memang terlalu fanatic padamu, maafkan aku tidak menuruti permintaanmu dulu. “Jauhi aku, jangan menjadi fansu, aku benci padamu”. Tappp, fireworks dihadapanku langsung mengeluarkan sebuah api yang menghiasi panggung tampilmu, tapi itu semua mengartikan panggungmu yang berakhir.

***

Chapter 1 “Goodbye and Hello”

{Author POV}

“Waktu sudah berakhir, sam akhiri, terimakasih.” Choi Sam melangkah keluar ruang kelas dan Shin Junghye sebagai murid yang termasuk bodoh dikelas langsung menampilkan wajah bahagia tingkat puncak pohon kelapa, lalu membalikkan tubuh dan menatap sahabat boneka kesayangannya.

“Jangan terlalu banyak membaca buku Jung Hyemi, itu akan merusak otakmu..”

Tuingg

“Kau gila, huh?! Aku hanya lupa untuk belajar untuk ulangan fisika hari ini…”

Excuse me? Ulangan? Kau bercanda? Omona…Omona… aku sama sekali tidak ada menyentuh buku tadi malam.” Mungkin wajah climaxlah yang dia tampakkan, bukannya kaget seperti kita manusia pada awalnya dia malah bangkit dan menepuk pundak sahabatnya pelan.

“Jagalah diri baik-baik, aku hanya akan mengikuti ulangan susulan, jika sam Tanya aku kemana.. ehm–…. Bilang saja aku ingin menjenguk nenekku. Aku pulang, anyyeong.” Ini hampir seperti kebiasaan besar seorang Shin Junghye meninggalkan kelas begitu saja bahkan semua isi kelas mengetahui sikapnya, memanggil kakak lelaki dengan ‘Hyung’ dan memanggil kakak wanitanya ‘Noona’. Dia tidak akan terkena masalah, karena ini adalah sekolah milik Appanya, Shin Jaewon, pengusaha terkenal di-Seoul. Gila, itu kata singkat yang biasanya namja dingin dan tampan dengan rambut coklat yang sedang membaca buku itu katakan.

Oh Sehun. Itu namanya, namja yang sudah berhasil meraih cita-citanya, ahh belum sih hanya saja dia sedang prepare  untuk menjadi artis pendatang baru di-Enteraiment yang masuk kedaftar Big 3, SM Entertaiment. Siapa yang tidak bangga bisa masuk kedalam agensi besar itu, gurupun sangat bangga melihat muridnya yang masuk kedala agensi besar itu.

“Oh Sehun!”

Cklek.

“Yak! Jung Daeun apa yang kau lakukan, huh? Jangan memotretku sembarangan.” Sehun langsung menampakkan wajah tidak sukanya, orang lain hanya berpikir dia manusia yang memiliki sifat dingin, masam, sok cool, dan lain-lain. Tapi sahabatnya tidak pernah menatap Sehun seperti itu, Sehun itu namja yang penuh ceria, suka tertawa, evil, kejam, dan juga sangat ribut. Tidak banyak orang yang mengetahui sifat aslinya, Appanya yang notabene parentnya saja tidak mengenal sifat sinonim dari anaknya//?.

“Hey! Oh Sehun, lagian emang berapa harga wajahmu agar kubeli.”

“999.999.999.999 juta won. Kau berani beli? Tantang dulu ummaku, baru bisa mendapatkan anak tampannya ini.” Mungkin kelas yang sepi ini suatu kebebasan yang dapa Oh Sehun simpulkan, dia bisa bersikap bebas dan aura dinginnya melenyap seketika.

“Cih?! Apa yang kau katakana? Tampan? Aku bahkan hampir muntah melihat wajah kecutmu itu!”

“Apa yang kau katakana?”

“Aniya… sesuatu yang menjadi faktamu..”

“Apa hah?!”

“Siaran tidak bisa diulang, Hunniee….”

“Yak— Guysss….. makanan sampai! Yuhuuu~” SiMentel lebay, asem, alias Youngdo datang dengan membawa tiga kotak makanan yang memang biasa diberikan kepada murid-murid berprestasi.

“Aihh, Youngdo-ku sayang, Thankyouu”

“Hm, Yea, ahhh… Chogi.. Hyemi-ah, makananmu ada didepan, dan aku tidak tau sahabatmu yang bodoh itu mungkin sudah mengambil makananmu…”

“Ah, biarkan saja dia…”

Sehun sedikit memperlambat makannya, dan sekarang ini adalah rahasia besar Oh Sehun, hanya keluarga dan orang-orang teman dulunya yang tahu, Seorang Oh Sehun dan Shin Junghye itu adalah teman lama, ahh…. Bukan teman, Sehun menganggapnya musuh. Sehun tidak suka dengan gadis jelek dan bodoh itu yang selalu mengikutinya, selalu menatapnya dan menganggunya. Dan semuanya berakhir setelah dia menyiramkan Junghye dengan jus jeruk saat diacara reuni SMP mereka, saat belum kerja saja reuni, aneh. Saat mulai dari situ, Junghye sama sekali tidak mau memiliki hubungan atau sekedar eyecontact, eyecontact saja tidak mau apalagi skinship mungkin volume detak jantung dan amarah Sehun dan Junghye akan sangat dramatis. Dimulai saat itu Shin Junghye yang dulunya sangat suka berdandan, memakai dress, make-up, atau sekdar mengatur rambut menjadi berubah 100%.

Dirumah besar minimalis dengan kayu yang cantik, Junghye sedang mengendap-endap masuk kedalam kamarnya, mungkin kalau sampai umma dan appanya tau dia akan ditendang jauh-jauh.

Brakk

“Ohmo, aku seperti anak yag selamat dunia-akhirat saja…” Junghye melepas dan melempar tasnya sembarangan keatas sofa disudut kamarnya, Junghye langsung berlari kecil kekamar mandi dan mengganti seragam sekolahnya menjadi pakaian rumahnya, setelah itu seperti biasa dia akan membuka laptopnya lalu sepperti biasa mespazzing idola-idolanya.

“Omo…omo apa ini? Kyaaa! Teaser? EXO? SM Entertaiment new group? Wwaw”

***

“ Shin Junghye, buka bukumu, jangan  melamun, minggu depan sudah UAS. Apakah kau tidak berpikir kita ini sudah akan mau masuk semester 2, dank au masih melamun bingung seperti ini? Mau kau apakan nilaimu? Mempermalukan orang tuamu? Pabo, kau itu gila atau apa-apa, sampai setiap kali bolos” Hyemi melempar temannya itu dengan penghapus miliknya dan langsung ditatap mematikan dengan Junghye.

“ Hyemi-ah….. aku tidak tau harus melakukan apa, aku disekolah sudah belajar, jadi-“

“Disekolahpun kau sering cabut Shin Junghye… ayolah banggakan orangtuamu kau tidak kasian mereka yang selalu-“

“Mereka tidak pernah mengurusku, palingan hanya datang kesini, memberikan apa yang kumau, lalu pergi lagi. Lihatlah yang mengambil raporku nanti juga bukan Umma atau Appa, Kim Ahjumma yang akan mengambil raporku. Mereka sama sekali tidak mengeurusku atau memerhatikanku. Aku bosan, lallu, untuk apa aku banyak belajar kalau aku tida membanggakan siapa-siapa!” Junghye lagsung mengambil tasnya dan berlari keluar dari rumah Hyemi yang keerlaluan besar.

“Nak Junghye…….”

“Ahh, Ahjummanie, anyyeonghasseo…

“Kau pulang sekarang? Cepat sekali belajarnya?” Umma Hyemi langsung memberikan jus jeruk manis pada Junghye, taapi cepat-cepat dia menolak dengan manis.

“Tidak apa Ahjumma, aku ada urusan terburu-buru, hehe…”

“Ahh, kalau begitu baiklah, anyyeong…

Ne..

***

Cklek

“Apa yang kau lakukan, Junghye-ah…?” Ahjumma Kim masuk sambil membawa cemilan dan satu gelas susu coklat hangat kesukaan Junghye.

“Ahh, ige, mengerjakan soal ulangan punya dulu, besok aku ada ujian.. ta-tapi aku tidak bisa mengerjakannya..”

“Kau belajar?!”

Hfftt, Ahjumma apakah aku tampak aneh jika aku belajar?”

“Aniya, malah itu membanggakan, kau lebih baik seperti ini, tapi masak kau tidak bisa menjawab itu semua..”

“Hm, aku lupa semua yang sudah dijelaskan” Junghye menghembuskan naffas kesal, dan menatap jam yang masih menunjukkan angka delapan.

“Ahjumma!”

“Ne?”

“Bukankah anak ahjumma pintar? Dan kalian tinggal didekat sini kan? Bolehkah aku dan dia belajar bersama? Yumi… bolehkah aku belajar bersama Yumi?”

“Tentu saja boleh, tapi kalau tentang ditelepon kesini, dia tidak mengerti menggunakannya, dan aku juga tidak mungkin meninggalkan rumah dan memanggilnya lalu balik kesini….”

“Ah, ahjumma tak apa, biar aku saja yang kesana.”

.

.

Junghye berjalan pelan dengan membawa satu tas kkecil yang berisi buku-buku miliknya, dia sudah bertekat untuk belajar, setidaknya dia bisa membanggakan dirinya sendiri. Junghye menatap jalan yang gelap dan hanya diterangi lampu kuning dijalan. Junghye berbelok kekanan masuk kedalam- gang kecil yang gelap. Diambil  ponselnya dan menghidupkan flash-light.

Tok,Tok,Tok.

“Yea!” Terdengar teriakan dari arah dalam, teriakan nyaring milik seorang gadis.

Cklek

“Omo, Junghye-ssi…..”

“Anyyeongg~ Yumi-ah…..”

Yumi menatap Junghye dengan bingung, Kenapa dia disini?

“Kau pasti bingung kenapa aku disini? Right? Bolehkan aku belajar bersama denganmu? Aku sangat pusing, kumohonn……” Yumi terdiam sebentar dan setelah itu dia menampakkan senyuman manis berkembang diwajahnya.

“Kajja!”

.

.

“Bagaimana? Sudah mengerti kan? Jika ada tanda ini, dikalikan saja dengan yang itu, lalu kau bagi….”

“Ahh, ya, aku mengerti! Kau memang yang terbaik Kim Yumi! Thanks You… tapi bukankah besok juga ada ujian Kimia?”

“Ayo kita belajar semuanya….” Mereka berdua membuka buku tebal, lalu membuka buku catatan, sangat tampak buku catatan Yumi yang tebal dan banyak tulisan, sementara buku catatan Junghye dengan ribuan coretan didalamnya.

Mereka berdua beajar sampai waktu menunjukkan angka 11. Junghye langsung membereskan bukunya dan bukan pulang dia malah memohon kepada Yumi untuk memberikan dia tumpangan tidur malam ini saja, otaknya benar-benar lelah.

Pagi hari sekali, saaat jarum pendek menunjukkan angka 5, Yumi langsung bangun dan menatap teman barunya yang sedang tertidur dengan pulasnya, Yumi langsung kearah kamar mandi, setelah itu dia keluar dengan seragam sekolah yang sama dengan Junghye, mereka satu kelas tapi sanyangnya Yumi adalah wanita yang sangat diam dikelas. Apa yang ganjal saat Yumi keluar, wangi harum langsung tercium, semuanya berasal dari dapur yang sangat jaram dia sentuh. Yumi melangkah pelan kedapur dan mendapatkan Junghye yang baru saja menaruh sebuah panci diatas meja kayu pendek.

“Kajaa! Yumi-ah, aku sudah membuat Ramen sebagai sarapan pertama yang sukses aku buat, hehhe.”

“Omo, Junghye-ah, thankyou….”

“Tidak apa, ayo dimakan, ini piring untukmu, biar tutup panci aku yang pakai, muehehe”

.

.

“Ahh! A! Yumi-ah pelan-pelan, omo aku sangat takut. Kumohon pelan-pelan.. Aaaa!” Dua teman yang baru saja menjadi Bestfriend ini sedang saling menggonceng sepeda, Junghye meminta tolong Yumi mengantarkannya kerumah, mengingat Yumi yang punya pekerjaan pagi melemparkan Koran kesetiap rumah.

“Cha! Baiklah aku berhenti, ayo kita berjalan kaki saja.”

“Kajja! Ehm, tapi tidakkah rumah berpagar besar ini juga harus kita beri Koran?”

“Ya, memang, lemparlah..”

“Lempar? Kau tau lihatlah pagarnya yang mirip dengan besar bedanku.”

“Lempar sajalah..” Junghye langsung berloncat-loncat untuk melemparkan Koran kedalam rumah berpagar besar itu. Sementara Yumi duduk disuduut tidak terlalu jauh dari tempat Junghye yang sedang berloncat-loncat seperti anak kecil, padahal hanya untuk melempar Koran.

“Yumi-ah…..”

“Oh.. Omo, Sehun-ssi… kau ada disini?” Yumi langsung berdiri dan memberikan bow kepada Sehun, yah, ini kebiasaannya. Terlalu sopan.

“biasa sajalah, ya, aku disini karena sedang menikmati udara pagi.. kau, apa yang kau lakukan?”

“Aku sedang mengantarkan kue, dan menunggu-“

“Yumi-ah! Kau tau aku berhasil melemparkan Koran-……. Untuk apa kau disini? Huh!”

Melihat Sehun yang sedang berdiri bersama Yumi membuat wajah Junghye menjadi masam seketika, Sehun juga langsung mengubah ekpreksi wajahnya menjadi dingin-sewot.

“Emang ini komplekmu sampai-sampai kau mengaturku?” Yumi menaap dua manusia yang sedang bertengkar itu dengan bingung. Jadi ini yang sering diceritakan orang dikelas.

“Ne! ini komplekku! Sana kau pergi! Jangan dekati sahabatku! Nanti kumanmu yang Gila itu jatuh ketangannya..” Junghye menarik lengan Yumi dan menariknya untuk menjauhi Sehun, jujur pertama kali dia terkejut melihat Yumi dan Sehun, Sehun 100% sangat lembut dan manis saat bertemu dengan Yumi, dan langsung berubah ketika dia datang. Dia memang sangat membenciku.

“Cih.. benarkah? Komplekmu?”

“Kalau bukan kenapa? Ayo Yumi-ah, kau berangkat denganku saja, biarkan saja orang gila itu!” Yumi langsung berjalan disamping Sehun sambil menyungginggkan senyuman, dan Yumi yang melihatnya menata Sehun jijik, setelah itu dia naik ditempat duduk mengemudi sepedaa Yumi.

“Biar aku saja yang bawa, kau duduklah..”

Sepeda yang dibawa Junghye semakin menjauh mengarah kerumah Junghye, semenara Sehun dia sedang senyum-senyum mengingat Yumi yang tersenyum padanya.

“Dia membalas senyumku? Ohtuhan, ini kejaiban….”

***

Semenjak pertengkaran –kalaubisadisebut kecil antara Junghye dan Hyemi, mereka seperti tidak memiliki kontak, Hyemi menjauhinya dan menjadi dingin dengannya, mulai bermain dengan Sehun-and friend. Dan Junghye dia lebih sering bermain dengan Yumi sekarang, kemana-mana dengan Yumi. Bahkan dia lebih sering tidur dirumah Yumi daripada rumah aslinya.

“Junghye-ah! Kajja, hari ini pengumuman kelulusan Ujian Nasional. Bukankah tadi malam kita ketiduran? Ayo kemading, kajja!” Dua sahabt itu langsung berlari-lari kearah Mading, dan langsung berteriak girang ketika menatap kertas yang ditempel dimading sekolahnya.

“Yumi-ah! Aku nomor lima disekolah ini dan nomor 14 diseluruh sekolah di-Korea? Apakah ini asli?! OMO!” Junghye langsung memeluk sahabatnya, sementara Yumi dia masih membulatkan matanya melihat diurutan pertama ada tertulis ‘Kim Yumi’ dan juga dikertas sampingnya tertullis namanya dinomor pertaman.

Ini adalah sebuah pencapaian tinggi Junghye, semenjak dia belajar dan semenjak dia berteman dengan Yumi semuanya menjad berbeda nilain-nilainya menjadi tinggi, Junghye sangat senang, ini pertama kalinya dia seperti ini.

“Yumi-ah! Kau nomor satu!” datanglah segerombolan Sehun dan langsung membuat Junghye melepaskan pelukannya kepada Yumi.

Chukkae Yumi-ah…..” semua orang digerombolan dengan 4 murid itu memberikan selamat kepada Yumi. Junghye merasa dirinya tidak dianggap, dia langsung memasang mimik lawak-tapi menakutkan diwajahnya.

Hey, guys, kalau mau minta tanda tangan Yumi dikelas saja…”

“Hey bodoh, jangan mempermalukan dirimu sendiri!” Kini Youngdo menatap Junghye rendah, dan membuat Junghye seperti orang yang menahan emosi.

“Bodoh? Ne, aku memang bodoh, terimakasih, sangat terima kasih, hehehe”

“Junghye-ah, Junghye-ah…. Jangan marah disini, ayo kita pulang bukannkah tidak ada pelajaran.” Yumi menarik tangan sahabatnya , Junghye menundukkan wajahnya. Sekarang dia mengerti kenapa semua orang sangat menyayangi dan menyukai sikap Yumi yang sangat baik dan sabar. Hampir seratus persen semua yang dia lakukan akhir-akhir ini bukanlah sikap seorang Shin Junghye, ini bukan diri Junghye. Bahkan ummanya saja sudah sangat menyukai Yumi sampai-sampai memberikan kamar special untuk Yumi dirumah, dan memberikan Yumi beasiswa ke-Jerman. Junghye tidak iri, itu semua memang bukan dirinya jika bersikap seperti Junghye, dia masih lebih menyukai jiwanya yang asli.

***

One Year Later

2014.01.02.

“Junghye-ah… Lukisanmu sudah terkirim dan sampai dipameran..”

“Benarkah? Sudah sampai? Bagus, terimakasih Yookyung-noona, dan ngomong-ngomong apakah Jisung Hyung sudah mengambil lukisan bunga dandelion itu?” Junghye sambil memegang sebuah kuas kayu, dan memegang ponsel menelepon Noonanya atau yang seharusnya dia panggil eonni itu.

“Belum, kemarin sudah kutelepon katanya dia akan datang tapi sampai sekarang datang pun belum.” Dengan bodohnya Junghye membentuk huruf ‘O’ dimulutnya, sepertinya dia lupa kalau dia sedang bertelepon, bukan ngomong langsung.

“Ah, oke, nanti aku saja yang meneleponnya terimakasih, ne noona! Hehe” Junghye mematikan sambungan dan kembali sibuk dengan kuas yang sedang dipegang.

“Burung ini yang akan membantu lebah itu, dan akan datang empat burung elang, lalu menganggu dua burung itu, hehe.” Junghye menyegir-nyengir jerapah sendirian didalam apartemennya yang benar-benar berantakan, bukan apartemennya, tetapi ruangan khusus untuk dia melukis.

Ini sebenarnya bukan yang dimaksud Junghye, ini bukan keinginannya menjadi seorang pelukis/ Picasso. Ini kemauan Umma dan Appanya, dia sangat ingin menjadi seorang penyanyi seperti Sehun. Sehun? Ya, Sehun berhasil meraih cita-citanya menjadi seorang Artis dari grup terkenal EXO. Grup yang sangat Junghye idamankan, diam-diam dia masih mulai menyukai Sehun, atau lebih tepatnya semuanya kembali lagi seperti dulu. Tapi masih saja tatapan benci masih melekat dimata Sehun untuk Junghye, dia tidak mengerti sebenarnya apa salahnya sampai-sampai Sehun membencinya. Ini menarik. And back to Junghye story, mungkin pemaksaan appanya adalah jawaban kenapa dia pindah ke-Apartemen sendiri, dia marah pada appanya tapi tiba-tiba appany stroke dan karena itu Junghye melakukannya, melakukannya dengan senang hati.

Sementara Yumi? Dia menjadi seorang dokter yang sukses, diKorea, membuka sebuah Rumah Sakit, dan membelikan rumah baru untuk Kim Ahjumma, Ahjumma tidak lagi berkerja dirumahnya, sekarang Ahjumma membuka Restauran makanan Khas Korea dan makanan luar yang sangat enak. Yumi yang sudah memiliki Namjachingu itulah yang membuatnya sangat terkejut sekarang, temannya yang dulu pendiam itu masih pendiam sampai sekarang tetapi sedikit cerewet jika sedang bersamanya.

Tok,Tok,Tok.

Junghye membalikkan badannya setelah mendengar ketukan pintu dari arah depan, dia taruh kuasnya dan mengkat rambutnya yang sudah panjang itu dan berjalan kearah pintu apartemennya.

“Anyyeonghasseo….”

“Ah? Ah-ya Anyyeonghasseo..” Junghye membungkukkan badannya dan menatap pria dengan pakaian simple dihadapannya.

“Apakah benar anda Shin Junghye?”

“Ne, ini aku, tapi maaf, ada yang bisa aku bantu?” Namja dihadapannya tidak menjawab, malah mengeluarkan sebuah foto dan memberikannya kepada Junghye.

“Manajemen kami memilihmu untuk melukis gambar grup kami, EXO.”

“EXO? Melukis? Aku?”

“Ne, kami mohon, bisakah anda melukisnya dan siap minggu depan?”

“Siap minggu depan ya? Akan aku usahakan, terima kasih..”

“Dan saya harap anda melukisnya dengan yang terbaik, terima kasih.” Namja itu pergi, Junghye menutup pintu Apartemennya dan menatap gambar didepannya.

“Ini benar-benar exo? Aku akan melukis mereka? Disuruh dari menajemen mereka? Apakah ini asli? Aku harap bukan mimpi.” Junghye masuk kedalam ruang lukisnya dan mengambul kanfas baru lalu menaruh gambar dengan 12 member itu disampingnya.

“Siap minggu depan? Akan aku usahakan, dan aku harap ada tambahan uangnya, wkwkwk.” Stelah mencolek kuasnya dengan cat, Junghye baru mengingatnya dan menatap gambar disampignya.

“Dimana manusia kejam itu?” Setelah mendapatannya, Junghye tersenyum kecil, tapi entah suruh dari apa dia memalang wajah Sehun di Foto itu.

“Kyaa! Apa yang aku lakukan? Paboya”

***

Seorang yeoja memakai sebuah celana jeans yang tidak terlalu ketat dan baju kaos panjang yang ditutup dengan jake kulit berwarna putih bersih dan rambut yang diikat ekor kuda duduk disalah satu restaurant itali ‘Marcopolo’. Siapa yang tidak tau siapa pemilik toko ini, ini toko  ibunya Chanyeol, bias Junghye//hihi.

“Kemana anak itu? Apakah dia lupa janjinya?”

Tinung

Suara keluar dari ponsel milik Junghye, dia membukanya dan segera membacanya, dan betapa kesal Yeoja yang dianggap seperti namja ini.

‘Junghye-a…. mianhae jeongmal mianhaeyeo<3 tiba-tiba my-namja ngajak aku dating, wkwk. Kan jarang-jarang tuh kami dating, yaudah. Tapi kan kita bisa ketemu lain waktu. Mianhaeyoo! SARANGHAE<33

FROM: UnYumi.’

Huftt, oh, jadi sekarang kayak gini? Milih pacar dari pada sahabat. Tapi gapapa lagian mereka jarang kencan, karena Junghye sih masih punya hati, so, fine-fine aja. Junghye memanggil seorang pelayan dan pelayan itu menulis pesanannya. Sambil menunggu spaghetti yang dia pesan, Junghye mengambil ponselnya dan bermain permainan kesukaannya, candy crush.

Kring

Pintu restaurant terbuka, Junghye otomatis karena mendengar suara yang sedikit membuat kaget langsung menatapnya, disana ada dua pasangan memakai topi dan menutupi wajah mereka, lalu sang pemilik toko alias Nyonya Park, langsung memeluk keduanya. Apakah itu Chanyeol dan kakaknya? Ah tapi tadi kakaknya pergi.

Mata Junghye berhenti ketika melihat gantungan tas dan gantungan ponsel si-yeoja yang sangat mirip dengan milik Yumi. Apakah itu Yumi? Tapi tidak mungkin, banyak orang yang membeli gantungan seperti itu, tapi tasnya? Aishh. Junghye berdiri lalu menuju kekursi dimana dua pasangan itu duduk.

“Yumi-ah, itukah kau?” Wajah yang dipanggil langsung membalik dan tampaklah wajah cantik Yumi.

“Omo! Ini benar-benar kau? Jadi kau? Kau- namjachingumu……..”

“Sssstttt.. diamlah Shin Junghye…” Sementara namja dihadapannya atau Chanyeol menatap dua yeoja itu bingung.

***

“Jadi kau memiliki namjachingu artis? Aigoo, aku sebagai sahabatmu saja tidak menyangka kau yang pendiam pandai mencari namja….” Takkk. Yumi langsung memukul lengan Junghye pelan, Junghye mmendengus kesal dan mengeluarkan lidahnya tanda mengejek.

“Hahahaha, aigoo, apakah benar dia pendiam?….” Junghye menatap Chanyeol. Dalam hatinya dia sangat senang karena bisa bertemu dengan idolanya, ohtuhan, ini aslikan? Bukan mimpi.

“Omo…… Chanyeol-ssi, aku tidak pernah menyangka bisa bertemu denganmu, perkenalkan aku Shin Junghye, aku fans-mu! Aduh, Kim Yumi seharusnya kau mengatakan dulu padaku agar aku membawa semua alum mereka” Takk. Ini untuk kedua kalinya Yumi memukul temannya.

“Yayaya, kau itu sama saja. Setahun gaketemu, tetap aja cerewet kayak anak bayi.!”

“Jadi kau Junghye? Ouhh, Yumi cerita banyak tentangmu.” Junghye menatap Yumi dengan pandangan pembunuhan.

Geurae, kalau kau sudah pernah mendengar tentangku aku yakin tidak apakan kalau aku memanggilmu, Chanyeol Hyung?”

“Tidak apa…..”

“Hey, aku bukan kutu. Hshh.” Yumi melipat kedua tangannya didepan dada, dan menatap kekasihnya dan sahabatnya yang sedang mengobrol akrab.

“Omo..Omo, sejak kapan Yumi-ku menjadi orang cerewet?”

Takkk.

“Jangan memukulku lagi! Atau aku akan pulang sekarang!” Junghye mendengus dan menatap Yumi illegal.

“Pulanglahh… kami amau kencan kau ganggu.” Kata Yumi.

“Kencan? Jadi kalian kencan di-Restauran mertuamu? Ohmo, aku pikir lebih baik kencan ditaman..”

“Tadi sudah, sekarang kami menunggu member lain, aku ingin memperkenalkan Yumi kepada member yang lain….” Kata Chanyeol sambil meminum Jus Sirsaknya.

Excuse me? Member? Ohmo, sepertinya aku harus pulang..”

“Hey! Hey! Makananmu!” Kata Yumi. Aigoo, sahabtku ini seperti anak puber, cerewet! Batin Junghye.

“Ehm, bagaimana yah? Kau makan saja. Kan memang biasanya kau memakan semua makananku.”

“Itu kau! Bukan aku!”

“Pooknya akupulang, Anyyeong Hyung!, Anyyeong UnYumi!” Junghye berlari terbirit keluar, mendengar kata member kembali membawa pikirannya lari ke-Sehun. Setahun untuk melupakan Sehun ternyata tidak cukup. Dan karena itu sekarang dia menjadi EXOFans.

“Apa itu UnYumi?” Tanya Chanyeol menatap kekasihnya.

“Unyu itu imut, dan Yumi itu orang yang kau sayang, hehe.” Yumi mencubit hidung kekasihnya gemas. Benarkan aku tidak salah pilih.

Sementara setelah Junghye buru-buru keluar dari restaurant, 2 buah van hitam mendarat didepan restaurant dan keluar 11 orang dengan pakaian yang simple. Masuk kedalam restaurant itu dan duduk diruangan VIP, dimana Chanyeol dan Yumi duduk.

“Hai~ kalian sudah datang…” Chanyeol dan Yumi berdiri, Yumi kembali menjadi wanita yang anggun dan manis, mungkin itulah efek Junghye, mengubah semua orang menjadi cerewet-dan masam.

“Omo! Yumi-ah!”

“Sehun-ah? Itukau? Omo, anyyeong….”

“Hey-hey, tunggu dulu kalian saling kenal?” Chanyeol menatapnya dan keduaanya saling mengangguk, acara perkenala Yumi pun dimulai, yah, mereka saling tertawa melempar lelucon masing-masing, saling berteriak dan tersenyum.

“Sebenarnya tadi aada dua orang tapi, entah kenapa tiba-tiba dia langsung pulaang.” Chanyeol meminum colanya yang sudah setengah habis.

“Jinjja? Kenapa dia pulang? Bukanah tadi kau bilang dia fans-kita? Mungkin dia akan senang?” Jongin akhirnya angkat bicara setelah daritadi hanya memakan chicken-cutlet­nya.

“Sahabatku itu memang seperti itu, seperti cicak yang selalu berlari, hehe. Jadi maafkan dia.” Sahabat, Sehun kembali memutar memorinya ssetahun yang lalu, apakah yang dimaksud Junghye? Junghye kah?

“Siapa nama temanmu itu?” kata Baekhyun.

“Shin Junghye, anaknya pengusaha Shin Jaewon.” Deg. Semuanya hanya mengatak ‘o’, sementara Sehun dia menebak dengan benar, apa kabar yeoja jadi-jadian itu?.

“Tapi, aku hanya memohon, oppadeul. Jika kapan-kapan kita bertemu dan aku membawanya, lalu dia memanggil kalian dengan sebutan ‘hyung’, jangan bertingkah aneh, karena dia memang seperti itu, dia bersikap seperti lelaki, entah kenapa, hehe.” Itu semua karenaku, Sehun terdiam, dia seperti orang bisu.

“Hyung? Berarti dia memanggil eonni-nya noona?”

“Yap!”

“Hahaha! Biar kutebak dia pasti sangat lucu!” Mereka kembali melanjutkan peta, saling membagi pizza, dan memakan fried-frise dan menonton movie didalam ruangan VIP itu.

Di-Apartemenya, Junghye sibuk menyelesaikan lukisan EXO yang besok harus dia berikan kepada lelaki yang kemarin memintanya untuk melukis gambar mereka. Saat ingin melukis wajah Sehun, rasanya berbeda, hatinya berdetak dengan kencang. Lebih kencang dari biasanya. Aku tau seharusnya tidak mengatakan ini, tapi, I miss you so badly

Lukisan sedikit lagi selesai, semuanya pun hamppir selesai, tinggal membersihkan bagian-bagian yang memang harus dibersihkan. Sambil melepas sarung tangan lukisnya Junghye mengambil ponselnya dan menatap jam dilayar, ’02.37 AM’. Sedikit lagi. Tapi sebelulm Junghye memakai kembali sarng tangan lukisnya satu pesan masuk, list pesan masuk pun tertampil, Junghye mengambil dan membukanya.

‘From: YehetOhoratYehet0u30`3y

Maaf menganggu, saya orang kemarin yang meminta uuntuk melukis exo, dan kalau boleh saya, uuntuk mengantar ke-kantor kami di jalan *****************************, terimakasih..’

Huftt, menyuruh Yookyung? Tidak mungkin dia sedang diBusan sekarang. Oh, baiklah..” Junghye kembali engambil sarung tangan lukisnya dan kembali melanjutkan lukisannya.

Junghye dengan matanya yang sudah mengantuk sangat, melukis lukisannya.

Pukul 04.57 AM, lukisannya tepat siap, Junghye mengambil pulpen dan menaruh tanda tangannya disudut lukisan itu. Lukisan yang indah. Junghye langsung keluar dari situ dan menjatuhkan dirinya diatas kasur empuknya.

***

“Hyung! Kenapa lukisan di-dorm ditaruh disini? Lalu disana ditaruh apa?” Sehun menatap Manajer Hyung yang masih menatap Lukisan baru di-Practice room milik mereka.

“Tenang saja, kemungkinan sebentar lagi ada lukisan baru yang jauh lebih bagus dari pada lukisan burung. Mungkin sekitar lima menit lagi akan datang..” Manajer Hyung duduk diatas sofa yang sama dengan Baekhyun.

“Ohh, benarkah? Dan aku harap Tao tidak menangis setelah pulang dari China menlihat lukisannya burungnya sudah hilang.” Sambil memainkan Ponselnya Baekhyun melirik Chanyeol a.ka Boyfrien-ups /candakok;D/.

“Apakau melirik-lirikku! Suka yah? Kalau suka bilang deh. Cuman, sayangnya aku udah taken, sorry..” Baekhyuun mendengus kesal, dan menatap Chanyeol sahabatnya dengan pandangan ‘yayaya’. Sehun hanya menatap Hyungnya dengan pandangan malasnya.

“Hey! Kemana Jongin dan Jongdae?” Kyungsoo, bertanya kepada semua orang diruangan yang sangat sepi rasanya, mengingat member Chinese yang pada pulang kampung.

“Mereka membeli ddeokbeokki.” Kata Minseok yang baru saja masuk kedalam ruangan.

“Hyung! Ada seorang Yeoja yang tadi mencarimu, sambil membawa sebuah lukisan besar.” Kata Minseok kepada manajer hyung. Manajer Hyung berdiri dan langsung turun kebawah. Para Korean member hanya sibuk dengan barang-barang eletronik mereka kecuali Sehun dan Chanyeol yang sedang bermain berdua.

Tok,Tok,Tok. Cklek. Semua member langsung menatap kesumber suara, manajer hyung dengan seorang gadis yang sangat familiar diamat Sehun dan Chanyeol.

“Ohmo! Shin Junghye! Itukan kau! Benarkan? Kau temannya Yumi?” Chanyeol dan Sehun langsung memberhentikan permainan mereka, Sehun menatap Junghye tidak percaya, Canyeol berdiri dan memberika bow, dilanjut dengan member yang lain.

“Ahne, Chanyeol hyu-eps Chanyeol-ssi…. Hehe” Junghye menampakkan wajah menawannya yang manis, dia merinding, dia tahu Sehun sedang memerhatikannya.

“Tidak apa, kami tau kau sering memanggil kakak laki-laki dengan sebutan Hyung, hehe” Baekhyun berkata tanpa dosa dan memberikan cenegiran kambingnya.

“Benarkah? Biarkutebak Yumi yang mengatakannya?” Junghye masih bisa mengontrol sikapnya yang kadang berlebihan itu menjadi normal, tapi dalam hati dia ingin membunuh Yumi.

“Tidak sangka rasanya dunia ini sangat sempit, haha” Kyungsoo juga menampakkan squishy facenya.

“Lalu, lukisan ini..”

Brakkk

Junghye yang ingin memberikan lukisan itu kepada Manajer tanpa sengaja menjatuhkannya, tidak sengaja sama sekali tidak sengaja. Tangannya seperti tidak merasakan apa-apa, tangannya lemas tiba-tiba. Dia kaku seketika.

“Junghye-ssi, gwenchana?” Manajer Hyung menatap Yeoja manis itu dengan bertanya.

“Ahh, tidak apa, mungkin aku terlalu kaku bertemu dengan idolaku, hehe.” Masih dengan cengiran jerapah khasnya, padahal dia sangat takut dengan tangannya yang seperti tidak bisa digerakkan, seperti lumpuh. Umma….. ada apa dengan tanganku?.

“Ohmo, kalau begitu bagaimana kalau kita selca? Bagaimana? Bagaimana? Kajja Junghye-ssi!” Baekhyun seperti biasa menarik lengan Junghye dan menyuruh yeoja itu berdiri ditengah-tengah mereka. Sehun kaku, dia sekali-sekali melirik Junghye, apakah benar itu dia? Sangat berbeda? Wajahnya….

“Satu, Dua, tiga, Kimchii!”

***

Malam harinya jam delapan malam, Junghye kembali seperti biasa melanjutkan pekerjaannya melukis, dia ingin menyelesaikan lukisan burungnya.  Saat melukis dia masih terbayang-bayang, baru saja dia ingin mencolekkan cat kekuasnya. Tapi-

Srettt

“Akkhhh! Appo!” Junghye menjatuhkan kuasnya kelantai dan meremas tangan kanannya yang terasa sangat sakit, seperti ditusuk dan ditimpa-timpa. Mata Junghye memerah, dia bersandar didinding ruang lukisnya, menahan rasa sakit yang belum hilang-hilang. Tangannya bergetar sampai akhirnya itu mulai mereda, airmatanya sudah tumpah begitu saja. Umma, appa, ige mwoya? Ada apa dengan tanganku

TBC/To Be Continued

Anyyeong guys, bertemu lagi dengan saya author chosunn wkwkwk. Ayo begimane? Ni ff dilanjutin apa engga? Dilanjutin gak? Kalo mau lanjut tolong dikkomen atau dibilang kalau mau dilanjut,hehehe. Ohiya kalau mau ngomong-ngomong sama author bisa diajak chat author nya di twitter yo;DD mention aja ->@baekdancer. and, check juga yaa blog author ‘chosunnword.wordpress.com’ Dan jangan lupa komen jjangan lupa sarannya diterima, and author mau minta maaf atas ceritanya mungkin yang jelek,atau hampir sama kayak cerita yang lain,dan ingat ni ff asli dari fikiran otak author yang sempit,atau banyak typonya, atau kurang kena, gimana gitu author minta maaff bangettt, atau karena tiba-tiba TBC ditempat yang sama sekali tidak menarik, author minta maaf.maaf karena sehunnya dan member exo yang engga banyak adegannya. Iam so sorryT__T  Saranghae untuk yang udah baca dan komen ILYSM, saranghaeeee<333

 

12 pemikiran pada “Different (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s