Happily Never After (Chapter 4)

Author: @alin_rizqy

Genre  : angst,romance,sad,and litte smuth

Cast     Lee shinwa(oc)

Oh sehun

Kim jong in

Xi luhan

Huang zi tao

Disclaimer : ini adalah ff pertama aku , semoga kalian suka .

PG       : 17-(NC)

poster-happily never after

Sehun pov

Aku sangat ingin menghabisakan malam kemenangan ku ini di sebuah club dan menyewa club itu seharian penuh untuk merayakan keberhasilan ku mendapatkan yeoja ini , yeoja yang sudah 3 tahun lamanya bersarang di hatiku dan tak bisa membuatku berpaling hati .  lee shinwa adalah mantan kekasih tao yang juga mantan  sahabat ku . saat petama kali aku melihat tao mengenalkan yeoja ini padaku dan juga luhan hyung aku sudah jatuh hati padanya mungkin karena wajahnya yang sedikit mirip dengan hyuri mantan kekasihku yang meninggal dalam kecelakaan mobil beberapa tahun yang lalu .

Lee shinwa, gadis polos itu kini tengah terisak di sampingku mungkin ia tak akan menyanka kesialan akan datang padanya seperti ini aku mncoba mengelus puncak kepalanya namun ia menolak dan aku tak suka penolakan .  aku menarik tangan yeoja itu dan menatap wajahnya yang sembab itu dalam .

“ berhentilah menangisi nasib mu ini bodoh “ cerca ku pada shinwa

“ kenapa harus aku yang menangungnya? apa semua harta ayahku tak cukup untuk melunasi semua hutang kami hah ?” tanya gadis itu dengan benci

“ sebenarnya bisa saja tapi aku tak menginginkanya aku ingin kau bukan harta ayahmu itu “  jawab ku lagi dan kini gadis itu terdiam hingga aku mendenegar sebuah bunyi telefone yang berasal dari tas kecil yang yeoja itu bawa dengan lancang aku mengambilnya dan melihat sebuah private number berusaha untuk menghubungi nya .

“ jangan diangkat..” cegah shinwa dengan tatapan takut yang sangat terlihat di mata sayu nya

Aku tak mengunggubris perkataan shinwa dan lancang menekan tombol hijau pada smartphone itu , …

“ shinwa-a , kenapa susah sekali menghubungi mu !!!” nada bicara namja itu sangat kasar bahkan bisa kupastikan lebih kasar dariku tapi sepertinya aku mengenali intonasi suara ini dan satu nama yang aku tahu TAO .

“ hei, tenanglah kau bisa membuat telinga ku pecah “ jawab ku dengan santai .

“  sehun ?” tanya tao di seberang sana , jadi pria ini bisa mengenali suara ku .

“ ne, wae kau ada masalah ?” aku melihat lagi kearah shinwa yang sepertinya sangat ketakutan ini , aku mengeratkan cengkaraman tanganku pada pinggang rampingnya.

“ sehun,bagaimana bisa ?” tanya namja itu lagi  kurasa ia sangat bingung sekarang mendengar orang yang mengangkat telephone mantan  kekasihnya ini adalah aku yang notabene adalah sahabat dekatnya .

“ kurasa kau tahu jawabanya dan sekarang aku mau agar kau menjauhi gadis ku “

Aku menekankan kata gadis ku dan melirik shinwa sepertinya gadis itu tak suka dengan perkataan ku tadi , tapi tak apa aku menyukai ekspresi bodohnya itu .

“ya-sehun , apa maksudmu hah ?” kini tao makin mengeraskan nada bicaranya dan itu bisa kutangkap sebagai ia sedang sangat marah sekarang dan aku suka itu sudah lama aku membenci tao aku gunakan kedok sebagai sahabat dekatnya agar aku bisa merebut shinwa darinya namun dulu nasibku kurang beruntung karena shinwa bukan gadis yang mudah terpesona pada namja lain dan aku suka wanita sepertinya , tetapi selain itu tao juga menjadi penghalang utama ku untuk mendapatkan anak seorang pengusaha kaya yang tak lain adalah Lee Taemin , rekan kerja ayahku dan aku gunakan segala cara agar aku bisa mendapatkan shinwa dengan cara yang lebih angggun yaitu meminta tuan lee agar menjdodohkan anaknya itu padaku namun orang itu menolaknya dengan alasan “ aku tak ingin mengatur kebahagaian putri ku “ dan jawaban itu sukses membuatku murka dan berniat untuk membalas dendam pada lee taemin namun belum sempat aku menjalankan aksiku , pria itu sudah mati terlebih dahulu dan menyisakan putri kesayanganya ini dan itu kujadikan sebagai alat bantu lain agar aku bisa memiliki shinwa seutuhnya dan terbesitlah di pikiranku untuk menjalankan rencana ini ,

“ aku sudah merebutnya darimu jadi kau tak punya hak apa-apa lagi padanya “

Secepat kilat aku mematikan sambungan telephone itu dan membuang smarthphone itu ke jalan dan aku yakin sekarang benda itu sudah hancur berkeping-keping karena dilindas oleh roda mobil , shinwa menatap ku tak suka dan mencoba keluar dari kurungan tanganku dan kurasa ia melakukan hal yang salah ,, aku menariknya kedalam pelukan dada ku dan secepat itu juga aku menempelkan bibirku pada gadis itu ia melawan namun seharusnya ia sadar ia hanya seorang wanita dan tenaganya tak lebih besar dariku .

Author pov

Shinwa kini hanya menangisi nasibnya di dalam mobil pria ini, ia tak tahu kenapa waktu begitu lama berlalu ia ingin segera keluar dari kurungan namja ini dan melarikan diri darinya , ia tak tahu kenapa nasibnya menjadi sangat malang seperti ini, gadis itu mencoba keluar dari pelukan sehun yang beberapa menit yang lalu mencium bibirnya sangat ganas dan shinwa akui itu ciuman paling kasar dari seorang namja yang pernah shinwa terima bahkan tao pun tak pernah melakukan hal sekasar itu padanya namun saat shiwa hendak mengalihkan tangan sehun namja yang sedari tadi menutup matanya ini terbangun dan tersenyum kecil

“sstt-sayang sbentar lagi kita sampai , bisakah kau tak menggodaku ?”

Sehun mengatakan hal itu tepat di samping telingan shinawa dan shinwa hampi saja mau muntah akaibat perkataan seduktif dari seorang pengusaha muda ini .

“ aku tak menggodamu bodoh , lepaskan aku sekarang  juga “

Sehun tak menggubrisnya dan sekarang ia tersenyum lagi ketika merasa laju mobil semakin memelan saat sampai di sebuah rumah minimalis .

Saat laju mobil itu benar-benar berhenti sehun turun dari mobil itu dan segera membuka pintu mobil shinwa dan segera menarik tangan gadis itu namun langkahnya terhenti saat lay mencegah jalanya dan sehun sedikit tak suka dengan acara pencegahan itu ia sudah tak sabar ingin mengerjai gadis yang sekarang berada di peganganya itu .

“ tuan, apa anda yakin ?” tanya lay yang kini menatap shinwa kasihan .

“ne,kalian sudah menegrti apa yang aku rencanakan bukan ? aku tak ingin waktu ku di ganggu jemput aku di rumah ini besok pagi dan berikan pengamanan ketat pada gadis ini selama aku tak ada aku tak ingin ia lari dariku “

Sehun menjawab pertanyaan lay dengan yakin kemudian ia menarik shinwa lagi dan kali in lebih lembut , sedangkan shinwa gadis itu kini hanya diam ia sedang menyiapkan tenaganya untuk memberontak pada sehun apabila namja ini melakukan hal yang aneh-aneh padanya , sehun membuka pintu rumah itu dan saat itu juga ia melihat beberapa pelayan yang ia sew khusus untuk bekerja dirumah ini . sehun membalas tundukan hormat para pelayannya itu dengan singkat dan melanjutkan jalanya ke lantai atas .

“ aku lupa , kalian sudah menyaapkan semuanya ?” tanya sehun datar

“ ne, tuan muda sesuai perintah anda “ jawab salah satu pelayan wanita yang kelihatanya menjadi kepala pelayan disini .

“ good job “ sehun melanjutkan aktivitasnya dan naik ke lantai atas menemui kamar barunya dan shinwa , sehun memang merencanakan hal ini untuk sinwa.

Sehun membuka pintu kamar yang shinwa yakin lebih besar dari kamarnya itu dan benar dugaanya kamar inisangat besar dan dominasi warna cream , sehun melepasakan cengkraman tangnya pada shinwa dan membiarkan gadis itu terlepas sejenak dari cengkraman tangnya yang sedikit kasar atau sangat kasar itu . shinwa gadis ini kini melupakan segala pemberontakan yang ingin ia lakukan pada sehun karena fokus matanya kini tertuju pada balkon kamar ini

Suasana senja sangat kental di tempat ini ,pepohonan yang tidak terlalu rimbun. gadis itu duduk di salah satu bangku kayu yang diperuntukan untuk kegiatan santai dan juga kolam kecil yang dipenuhi ikan-ikan hias membuat shinwa lupa kalau sekaraang ia bersama namja yang sudah membawanya ketempat ini .

Sedangkan sehun kini sudah selesai dengan kegiatanya membersihkan dirinya , ia keluar dari kamar mandi dan menemukan shinwa sedang duduk termenung di balkon kamar yang baru ia beli 2 hari yang lalu itu .sehun masuk ke kamarnya dan mencari pakaikan yang cocok untuk memulai rencanya pada shinwa,sehun mengambil sebuah celana tidur selutut berwarna abu-abu dan kaos tanpa lengan yang menempel pas ditubuhnya berwarna hitam .

Sehun mendekati shinwa yang kini sedang memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpa rambutnya dan juga wajah cantiknya sampai ia merasakan ada sesuatu yang basah mencium bahu nya seduktif dan tanpa menebak siapa orang itu shinwa sudah tau kalau namja jahat itu adalah sehun , shinwa memalingkan wajahnya ke samping dan mencoba melepesakan ciuman kecil sehun di bahunya tapi lihatlah baru 10 detik namja itu mencium bahunya sudah ada bekas samar yang tertera di bahu putih shinwa .

“ apa yang kau mau ?” tanya shinwa to the point namun sepertinya salah jika ia bertanya seperti itu .

“  making love with you “ sehun menjawab dengan smirknya , shinwa berdiri saat mendengar jawaban itu kemudian ia menatap sehun tajam

“ jangan harap aku akan membayar semua hutang ayahku dengan menjual tubuhku “

“ hei, ayolah ayahmu berhutang sangat banyak padaku , menyita seluruh harta mu pun tak akan melunasi semua hutang ayahmu itu “

“ tapi,kumohon jangan dengan cara ini aku berjanji akan membayar semua hutang ayahku jika kau melepaskan ku sekarang “ pinta shinwa yang sekarang sudah pasrah dengan nasib malangnya , sehun berdiri dan menatap shinwa kesal .

“ kau kira aku akan melepaskan mu begitu saja , TIDAK AKAN  “

Sehun menggendong tubuh shinwa dengan bridal dan membawa gadis itu masuk  ke dalam kamarnya shinwa memberontak dan memukul dada sehun namun sekali lagi ia kalah kuat dengan namja itu , sehun sekarang sedang berfikir bagaimana menaklukan yeoja kecil ini ia menjatuhkan tubuh shinwa di sofa yang lumayan besar dan segera menindih tubuh gadis itu , shinwa sekarang sudah menitkkan air matanya ia tak ingin berakhir di sofa ini , ia ingin melakukan hal ‘ini’ dengan suaminya kelak dengan rasa cinta bukan paksaan

Sehun melumat bibir shinwa dengan kasar dan sebelah tanganya menjambak rambut gadis itu agar ia bisa menemukan akses lebih untuk membaui leher gadis itu “ orchid” itulah bau badan shinwa dan sehun suka bau badan itu , ia terus menciumi shinwa sampai akhrnya bibirnya berhenti tepat pada dada shinwa yang masih terbalut denim tanpa lengan , denga brutal sehun membuka satu persatu kancing baju shinwa dan semakin brutal pula perlawanan yang shinwa berikann.

“ sehun kumohon,jangan “ isak shinwa disertai desahan kecil akibat tangan sehun yang kini sudah menyentuh kulit dadany a.

“ aku tak bisa berkata ‘iya” saat ini nona , jadi nikmati saja “

A few hours later

Shinwa gadis itu kini tengah sibuk dengan isakan kecilnya , tubuh polosnya ia tutupi dengan selimut tebal berwarna putih tebal , sangat ingin rasanya shinwa mengambil sebuah pisau dan menancapkan benda tajam itu pada tubuhnya setelah apa yang dilakukan sehun padanya . perlahan  tapi pasti shinwa turun dari ranjang yang sepreinya sudah tak berbentuk itu ia turun dengan sangat pelan tak ingin membangunkan sehun yang baru saja terlelap jam sudah menunjukan pukul 10 malam berarti sudah 4 jam ia melayani nafsu pria bejat itu .

Shinwa turun dengan mengenakan selimut tebal di tubuhnya ia masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan shower di kamar mandi itu , ia menyenderkan tubuhnya di dinding dan perlahan jatuh terduduk sambil menangisi nasib malangnya , apa semua ini aakan terus berlanjut tuhan ? Tanya shinwa dalam hati , ia memukul tubuhnya pelan meluapkan kekesalan nya yang tak bisa melawan nafsu sehun ia memukuli tubuhnya yang kini sudah ada beberapa tanda merah dari sehun dan sangat ingin shinwa menghilangkan tanda itu dengan melumuri tubuhnya dengan minyak tanah dan membakarnya sebagai tanda bahwa ia sangat kecewa dengan dirinya sendiri .

Sehun namja itu terbangun saat mencium bau orchid shinwa tak tercium lagi di indra penciumanya dan sekarang hanya ada bebauan aneh seperti campuran darah dan juga garam sangat tidak enak , sehun bangkit dari tidur nya dan memakai beberapa pakaiannya lagi setelah berhasil menjalankan rencana jahat nya , sayup-sayup ia mendengar suara gemericik air yang berasal dari kamar mandinya dan sehun yakin itu berasal dari shinwa dan sehun yakin gadis itu sedang menangis sekarang . sehun berjalan kearah lemari dan membukanya ia mengambil beberapa underware wanita dan juga sebuah sweater hangat besar berwarna pink dan juga sebuah hotpants , jangan tanyakan darimana sehun mendapatkan semua barang-barang wanita itu . sebelumnya ia sudah menyuruh beberapa pelayan dirumahnya untuk menyiapkan semua ini karena sehun sudah berniat akan merawat gadis itu di rumah seharga beberapa milyar ini dan itu hal kecil bagi seorang oh sehun , beberapa menit kemudian ia melihat shinwa sudah keluar dari kamar mandi itu dengan menggunakan sebuah handuk berwarna putih .

Tatapan mereka bertemu dan buru-buru shinwa mengalihkan pandanganya , sehun tau kalau gadis ini pasti sangat membenci dirinya sekarang sehun mendekati gadis itu dan menyodorkan semua pakaian yang ia ambil tadi

“ ini,pakailah “ perintah sehun pada shinwa , shinwa tak munafik dan mengambil baju yang sehun berikan dengan kasar dan segera berbalik untuk ke kamar mandi .

“ untuk apa kau kembali ke kamar mandi , tak apa jika kau mau mengenakan  baju itu di sini sayang “ goda sehun pada shinwa .

“ dan membiarkan mu melihat tubuh lagi ? tak akan “ shinwa menoleh kerah sehun dengan sengit dan hanya dibalas smirk licik sehun

“ bukan hanya saja melihat aku sudah pernah merasakan tubuhmu itu “

Sehun mendekat kearah shinwa dan menatap gadis itu dengan kesal ,

“ seharusnya kau tahu dimana posisi mu sekarang “

Sehun berlalu meninggalkan shinwa yang kini sedang mencerna perkataan namja jahat itu lagi sebelum akhirnya air matanya kembali menetes .

Morning , At kim house

Kai dan ayahnya yang baru pulang dari new zealend kini tengah terdiam di meja makan , sebenarnya kai sangat ingin menyanyakan perihal hutang yang sudah membuat shinwa menjadi tahanan seorang pengusaha muda bernama oh sehun itu namun ia urungkan niatnya saat melihat wajah ayahnya yang sama sekali tak bergairah seperti biasanya .

“ aku tahu pasti kau ingin menyanyakan soal kemarin “

Bingo,- jongmyun menebak apa yang dipikirkan kai saat ini dan kai mengangguk pelan

“ sebenarnya apa yang telahj terjadi “ Tanya kai

“ ini semua salah ayah , “ perkataan ayahnya membuat kai  berfikir 2 kali

“ salah ayah “ kai mengernyitkan dahinya

“  ayah tidak bisa menjaga asset perusahaan lee dengan baik , ayah lalai menjalankan amanat dari tuan lee “ sesal jongmyun yang kini tengah menunduk lemas

“ aku tidak mengerti “ kai mengernyitklan dahinya

“ sudahlah , ini bukan masalahmu “

“ ini masalahku sekarang , karena masalah ini shinwa berada dalam bahaya “

“ oh sehun aku mengenalnya walaupun tidak dekat , dia bukan orang jahat tenanglah “

“aku tak bisa tenang “

“ wae,ada apa dengan mu ?”

“ aku mencintai gadis itu “

Akhirnya kai mengucapkanya kata-kata yang selama ini sulit ia temukan dalam hidupnya perasaan yang sudah lama tengelam di dalam lubuk hatinya dan muncul kembali karena kehadiran seorang gadis yang baru beberapa hari ia kenal , Lee Shinwa .

at other place <<<

tao kini sedang menikmati waktu sialnya di kamarnya yang sangat berantakan dan tercium bau alcohol khas dari kamar mewah ini , pria ini sibuk menenggak wine yang entah keberapa kalinya dalam 1 jam ini , ia melirik sekilas layar iphone nya dan tak menemui kontak yang sangat ingin ia temui menghubunginya yaitu kontak lee shinwa , mantan kekasihnya yang kini ingin ia miliki lagi namun sepertinya akan sulit karena seorang hama kecil telah merenggutnya dari tao , oh sehun sahabat dekat tao dan sekaligus menjadi orang pertama yang tahu akan hubungan shinwa dan juga tao . tapi siapa yang akan menyangka kalau sehun menaruh hati pada mantan kekasihnya itu dan itu membuat tao dendam pada sehun .

Tao pov

 

Sepertinya aku harus memberikan sedikit pelajaran bagi pria itu yang tak lain adalah mantan sahabat ku itu , oh sehun kau salah karena telah membuatku marah bukanya aku tak tahu kau mencintai shinwa bahkan aku sudah tahu saat pertama kali aku mengenalkan gadis itu padamu terlihat jelas diamatamu kau menginginkan gadis ku itu , tapi sayangnya shinwa bukan gadis yang bisa kau dapatkan dengan mudah sehingga kau tak pernah bisa mendapatkanya sungguh malang nasibmu , tapi haruskah aku masih mengasihanimu setelah apa yang telah kau lakukan kemarin memakai cara licik agar shinwa menjadi milikmu , kau kira aku tak tahu kau memakai nama perusahaanmu untuk menjebak shinwa . cecar tao dalam hati

Cih-sebentar lagi aku akan membongkar kelicikan mu itu dan kupastikan kau tak akan mendapatkan apapun dari shinwa . aku mencari kontak yang saat ini hendak ku hubungi “ Kris hyung “ aku menekan tombol hijau dan menelephone nya da beberapa detik kemudian ia mengangkat telephone ku .

“ kenapa kau menghubungi ku ?” Tanya kris hyung yang memang tak suka berbasa-basi itu

“ aku butuh bantuanmu , aku tunggu kau di NC club malam ini jam 7,otte “

“ baiklah , wait me right ?” 

Aku mematikan sambungan telephone ku dan memsang senyum licik , sebentar lagi aku akan mendapatkan sebuah kejutan dari oh sehun .

At sehun place

Sehun namja itu kini sudah rapi dengan setelan jasnya yang membuat trampilanya semakin terlihat mempesona di tambah lagi statusnya yang seorang pengusaha muda pemimpin Oh Corp. menambah nilai plus tersendiri di mata orang yang kenal denganya tapi bagaimana dengan shinwa ? gadis yang telah sehun renggut kehormatanya sebagai seorang wanita dan ia sekap di ruamh besar yang khusus untuk menyekap shinwa di salah satu daerah yang belum banyak penghuninya yang tentunya lumayan jauh sari pusat kota .

Sehun namja itu masuk kekamarnya dan shinwa dan menemukan gadis itu sedang tertidur di sofa besar di kamar itu , sehun berfikir kalau shinwa tak ingin tidur di ksaur karena kasur itu sudah sangat kotor dengan cairan cinta dan juga darah percintaan mereka semalam dan sehun kembali tersenyum mengingat hal itu . ia berjalan ke lemari dan mengambil selimut untuk memyelimuti tubuh gadis yang sekarang terekspose dengan penuh bagian paha sampai ujung kaki nya karena gadis itu hanya menggunakan sebuah hotspants dan juga sweater pink yang semalam ia berikan pada gadis itu . sehun mendekati gadis yang sekarang sedang membelakanginya itu ia mendekat dan menaruh selimut itu di dalam tubuh mulus shinwa sehun menghembuskan nafasnya ketika ia melihat lekuk kaki jenjang gadis itu terpampag jelas di matanya dan ia akui itu sangat menganggunya perlahan sehun merebahkan dirinya di tubuh gadis itu dan menaruh tanganya di dalam pingginggang gadis itu , shinwa tak merespone karena gadis itu tak sadar sekarang , sehun menghela nafasnya pada bahu gadis itu dan menciuminya pelan kemudian ia berbsik tepat pada telinga gadis itu “ saranghae , i love you so much “ sehun mengatakan hal itu sebelum dirinya kembali pada imanya agar tak menyerng gadis itu lagi , ia bangkit dan segera menuju ke bawah untuk menemui mobilnya yang akan mengantarkanya bekerja namun sebelum ia masuk kedalam mobilnya sehun membisikan sesuatu ke telinga bodyguard nya

“ jaga gadis itu baik-baik , jika aku melihat segores luka di kulitnya maka kau harus menggantinya dengan nyawamu “ bisik sehun pada bodyguardnya itu

“ ne , tuan muda “ jawab bodyguard itu patuh.

At Oh corp .

Sehun pov

Aku melangkahkan kaki ku dengan semangat bahkan sangat semangat padahal sekarang kondisi selangkanganku sedang tak baik untuk kujalankan tapi aku melupaknya dan tak sabar untuk menyelesaikan semua pekerjaan ku dan pulang kerumah baru ku untuk menemui shinwa , ah—aku tak menyangka kalau akan semudah ini mendapatkan gadis itu tetapi aku harus memikirkan satu cara lagi untuk menyingkarkan tao dari hadapan gadis itu dan aku sudah tau bagaimana caranya kurasa membunuh pria itu bukan pilihan yang buruk bukan ?

Aku membuka pintu ruang kerja ku dan aku mendapat sebuah kejutan dari seorang namja yang namanya baru saja terlintas di otakku “ huang zi tao “ yang sekarang menaatpku santai disertai smirk liciknya dan aku tak tahu apa arti smirk licik itu .

“ good morning , tuan oh “ sapa tao dengan sok baiknya

“ apa maumu ?” tanya ku to the point

“ kuarasa kau tahu ?”

“ aku tak akan menyerahkanya padamu “

“ really ? kau tak akan mendapatkan apapun darinya “ geram namja panda itu

“ wah benarkah , tapi sepertinya kau salah “

Tao mengernyitkan dahinya dan menatapku sengit ,

“ kau tahu bagaimana rasa tubuh gadis itu , huu seperti morfin yang membuatmu ketagihan “

Aku sengja membuat panas namja itu agar ia mengeluarkan reaksi yang sangat ingin aku lihat dan tentunya reaksi yang tidak pernah kuliat sebelumnya

Tao pov

“ kau tahu bagaimana rasa tubuh gadis itu , huu seperti morfin yang membuatmu ketagihan “

Aku terperangah mendengar perkataan namja sialan itu , apa ia sudah melakukan hal itu pada gadis ku apa sejauh itu sehun melakukanya kalau memang benar aku tak akan segan membunuh namja itu sekarang juga ,

“ maksudmu ?” tanya ku meyakinkan

“ ku kira kau orang yang cukup cerdas tao , ternyata kau cukup lambat mengetahui maksudku apa aku harus menjelaskan nya dari awal apa kau  mau mendegar bagaimana dia mendesahdan mengerangkan namaku  ?”

Sial ,aku tak bisa mengontrol diriku lagi aku segera bangkit dari duduku dan langsung menarik kerah baju mahalnya itu aku memukulkan tanganku pada namja itu dengan brutal tapi aneh nya ia tak melawan dan aku lupa kalau namja ini tak bisa berkelahi , huuh dan ini adalah hal yang baik untukku .

Aku terus memukuli namja itu sampai kulihat ia sudah tak berdaya lagi di bawah kaki ku tapi aku tak bisa menahan emosi ku saat aku tahu ia sudah merenggut keperawanaan shinwa yang sangat aku jaga , bahkan aku yang notebene adalah namja brutal pun tak bisa menyentuh lebih dalam tubuh gadis itu dan sekarang apa aku harus bisa menerima seorang namja yang sudah menjadi yang pertama dan sialnya orang itu adalah oh sehun mantan sahabat ku .

Aku menarik sebuah kursi kerja dan bersiap untuk menghantamkanya pada sehun namun tanganku merasa tertahan saat aku melihat beberapa orang yang aku yakin adalah anak buahnya mencegahku dan jangan lupakan seorang polisi yang kini membrgol tangan ku dengan kasar ,

“ damn, jauhkan tangan kalian dariku , aku ingin menghabisi nayawa namja itu “

Namun mereka seakan tak peduli dan akhirnya mereka berhasil membuatku keluar dari ruang kerja pengusaha muda ini aku mengutuk tindakan ku untuk tak membawa semua anak buah ku untuk menyerang namja ini , dan sialnya aku melihat namja itu sekarang sedang tersenyum menang padaku dan menatapku dengan tatapan liciknya padahal wajah namja itu sudah sedikit memar akibat pukulanku .

“ kau tahu ,mantan pacarmu itulah yang akan mendapat basalan dari semua perlakuan mu padaku hari ini “ shittt- namja itu mencoba mengancamku dan jujur saja itu membuatku takut , aku takut kalau ia akan melukai shinwa dan mencoba melakukan hal “itu”lagi padanya , demi tuhan aku tak akan rela jika hal itu sampai terjadi .

At sehun house

 

Shinwa gadis itu terbangun dari tidur panjangnya dan saat ia membuka matanya dan melihat kearah jam dinding yang terdapat pada dinding kamar ini , shinwa agak sedikit kaget karena jam sudah menujukan pukul 7 malam entah karena faktor lelah shinwa jadi menghabiskan 14 jam untuk tertidur ini adalah sebuah rekor . shinwa turun dari sofa itu dan melihat seorang ahjumma sedang merapikan kasur yang sama sekali tak ingin shinwa lihat , shinwa mengalihkan pandanganya pada tubuhnya dan ia merasakan hangat di tubuhnya ternyata benar saja saat ia melihat sebuah selimut sudah menyelimuti tubuhnya yang sudah di penuhi tanda cinta sehun , shinwa tersenyum miris kemudian ia turun dari sofa besar itu dan alhasil selimut yang shinwa gunakan jatuh ke lantai shinwa menghampiri ahjumma yang mungkin tak menyadari kehadiranya itu .

“ ahjumma,biar aku saja yang membersihkanya “ pinta shinwa yang tak enak melihat seorang ahjumma membersihkan tempat yang sudah penuh dengan kotoran seks itu , ahjumma itu menoleh kebelakang dan segera menunduk hormat

“ mianhamnida , saya lancang masuk ke kamar anda tanpa izin “

“ ani,tak apa biar aku yang membersihkanya “ pinta shinwa lembut

“ ah, andwe nona tidak boleh melakukanya biar aku saja “

“ ehm,maaf soal kotoran itu “ tunjuk shinwa gugup pada sprei yang kini berada pada sebuah ranjang berwarna putih tulang itu .

“ ne,saya tau “ ahjumma itu mengatakanya dengan lembut dan itu sedikit membuat shinwa lega , shinwa lalu terduduk di sebuah kursi yang tepat berada di depan jendela dan ia baru sadar kalau sekarang korea sedang mengalami musim hujan terlihat dengan awan yang sudah mulai menghitam .

‘ nona, sebentar lagi tuan muda akan pulang “

Shinwa nampak tak peduli dan tak menanggapi perkataan ahjumma itu

“ anda belum makan apapun dari tadi pagi , sebaiknya anda harus makan sesuatu saya akan mengantarkanya kekamar anda sekarang “

“ ani,aku tak nafsu makan “ jawab shinwa dingin

“ tapi , tuan muda akan –“

“ aku yang akan menjelaskanya pada namja itu , jangan khawatir “

“ ne , saya permisi nona “

Ahjumma itu segera berlalu dari hadapan shinwa yang kini sibuk menatap awan hitam dari jendela kamar ini, ia meratapi nasibnya yang terlamapau menyedihkan ini ia tak bisa menjaga sesuatu yang sangat penting bagi perempuan yang seharusnya di berikan untuk suami yang selalu mencintaimu dan sekarang shinwa merasa tak ada bedanya dengan beberepa pelacur yang sering ia lewati jika sedang melewati daerah gangnam street ~ .

Shinwa memjamkan matanya menahan tangisnya yang seakan ingin keluar dari matanya namun tak bisa kerena ia sudah kehabisan stok air matanya untuk hari ini , ia berjalan menuju lemari yang ada di samping jendela ini sebuah lemari besar yang ternyata di dalamnya sudah ada beberapa pakaikan yang sepertinya bermerk itu dan juga beberapa kotak perhisan dan juga tas-tas berlabel .

Shinwa akhirnya mengambil sebuah baju panjag kebesaran dengan warna putih cream dan juga sebuah celana panjang yang lebih mirip di sebut legging berwarna hitam , shinwa masuk kekamar mandi dan segera menutup pintu kamar mandi itu dan tepat sesudah ia menutup pintu kamar itu sehun yang baru masuk kedalam kamar nya itu dengan membawa sebuah kantung es batu untuk mengobati nyeri yang melanda akibat pukulan tao , buruknya sehun tak mau membalsanya namun apa daya ia memang harus mengakui satu hal , ia tak bisa berkelahi dan itu menjadi aib baginya ,

“ sayang ?”  panggil sehun sambil meringis sakit karena dinginya es batu itu muncul saat tepat menyentuh kulitnya .

Namun sehun tak mendapat jawaban dari gadis itu sampai ia mendengar sebuah gemiricik air dan sehun yakin gadis itu sedang membersihkan badanya (lagi) . sehun memutuskan untuk menunggu gadis itu keluar dan duduk di sebuah sofa yan tadi shinwa gunakan untuk tidur , sehun melihat hujan mulai turun dan ia tersenyum entah kenapa sehun sangat senang jika hujan turun ia melepas kancing atas kemejanya dan menaruh kantung es batu itu di dadanya ia mengutuk habis habisan perlakuan tao padanya dan sehun ingin membalas perlakuan namja itu dengan menggunakan shinwa .

Shinwa pov

Rasanya lega karena aku sudah tak menggunakan hotspants yang sangat jarang aku temui itu , jujur aku tak suka menggunakan celana sependek itu karena ayah selalu melarangnya namun sepertinya sekarang aku tak bisa melawan apa yang namja setan itu perintahkan padaku .

Aku berjalan pelan hingga aku bisa melihat namja itu kini sedang berada di sofa besar yang tadi kutiduri dan ia sedang memjamkan matanya namun kenapa dengan wajahnya itu penuh dengan luka memar , aku mendekatinya dan melihat sebuah kantung es yang kini mulai mencair di sebuah meja yang terletak pas di depan sofa besar itu .

Dengan pelan aku mengambil kantung es itu dan menjauhkanya dari situ , lalu aku duduk di sebuah meja rias dan mengambil sebuah sisir yang hendak kugunkan untuk menrapikan rambutku yang sudah sedikit mengering ini , namun setelah aku ingin menyisirknya aku yang memang tak melihat keraah kaca meja rias itu merasakan sebuah tangan mengambil sisir itu dariku

“ biar aku saja “ pinta sehun pada ku , aku tak menjawabnya atau  membalas senyum manisnya yang terkesan alami itu .

Dia menyisir rambut ku secara perlahan dan sangat lembut ini pertama kalinya ada seorang namja yang menyisir rambut ku seperti ini , ada sesuatu yang aneh dalam jiwa ku aku menyukai sentuhan namja setan ini tetapi aku tak mau mengungkapkanya karena jika aku mengatakn hal ini maka ia akan dengan senangnya menyentuh tubuhku .

Author pov

Beberepa saat kemudian kegiatan sehun berakhir dan ia sedang menatap wajah shinwa yang sekarang sedang menunduk dan tak menatap kearahnya sejak tadi,sehun merasa sedikit bersalah namun ia tak mengenyampingkan hal itu dan menaruh ke 2 tanganya pada bahu shinwa dan membuat gadis itu melihat pantulan wajahnya dari cermin rias itu

“ kau tahu darimana aku mendapatkan luka ini ?” Tanya sehun

“ ani “ jawab shinwa tak mau tahu ,

“ aku mendapatkan luka ini karena kau ……… “

Shinwa memalingkan wajahnya kebelakang dan menatap wajah sehun langsung , ia berdiri kemudian menatap sehun acuh .

“  bagaimana bisa , aku tak berbuat apapun padamu “ jawab shinwa polos

“ cih-ternyata kau memang benar-benar gadis bodoh ya ?”  jawab sehun kesal

“ what ever “ shinwa menjauh dari sehun namun baru bebrepa langkah ia sudah ditarik kedalam pelukan sehun yang memeluk nya erat .

“ aku ingin membertihaukan padamu satu hal “ tutur sehun dengan helaian nafasnya yang sangat terasa di pundak shinwa .

“ jangan pernah berfikir kau bisa lari dariku , aku tak akan membiarkan satu orang pun menyentuh mu tanpa seizin ku. kau tahu tadi pagi aku mendapatkan kejutan dari mantan kekasihmu itu ..”

Shinwa langsung menuju ke satu nama yaitu tao , apa namja itu yang menyebabkan sehun menjadi memar begini? Pikirnya dalam hati

“ tao, namja itu akan mengeluarkan segala caranya agar mendapatkan mu kembali dan aku tak akan membiarkan hal itu terjadi “

“ jangan sakiti dia “ entah kenapa kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut shinwa dan berujung membuat sehun marah dan melepaskan pelukan hangatnya pada shinwa dan mencengkram bahu gadis itu kuat .

“ kau melindunginya ? setelah apa yang ia lakukan padamu ?” Tanya sehun geram dan shinwa mengelng pelan , kecerdasanya tak mampu ia gunakan untuk mendapatkan kata-kata yang pas untuk namja ini sehingga ia hanya bisa diam .

“  kau masih mencintainya ?” kini sehun menatapnya makin dalam dan semakin membuat shinwa trauma .

“ ani “ jawab shinwa pelan

“ kalau begitu jauhi dia atau aku akan menjauhkan namja itu darimu dengan cara ku sendiri “

Shinwa diam dan menjauhkan waahnya dari pantulan kaca itu , ia muak melihat wajahnya sendiri

Sehun melepas cengkaraman nya dari bahu shinwa dan merebahkan tubuhnya di kasur yang kini sudah bersih itu . shinwa menatap sehun ngeri ia takut kalau sehun akan menyentuhnya lagi .

“ hei , kenapa kau diam saja kurasa kau mengerti maksud ku ?” Tanya sehun yang kini memejamkan matanya dan kesempatan itu shinwa gunakan untuk pergi dari kamar ini dengan pelan .

At night club ..

Kris namja berperawakan tinggi itu kini menunggu dengan sabar adik nya yang ingin bertemu denganya di club milik keluarga mereka ini , sesekali kris membuang wajahnya saat melihat beberapa wanita yang menjadi tamu club ini menggerlingkan matanya pada nya dan kris tak suka itu , akhirnya adiknya itu datang dengan penampilan yang sangat buruk

“ whats happen ?” Tanya kris dengan aksen inggrisnya

“ hyung , kau harus membantuku aku benar-benar sudah muak dengan namja itu “ balas tao dengan memijit pelipisnya kecil

“ oh sehun ?” Tanya kris membenarkan maksud tao

“ ya , aku baru saja menyerangnya pagi ini namun ia berhasil lolos “

“ so , apa yang bisa aku bantu “

“ lenyapkan nyawa nya , ..” tao menajamkan matanya pada kris

“ tapi apa penyebabnya ? aku tak akan membunuh orang jika tanpa ada alasan yang jelas tao”

“  apa membunuh pria yang sudah merenggut gadis mu dari sisimu adalah perbuatan dosa ?”

“ gadismu ? kau-??”

“ ya,aku mengingkari perjanjian kita hyung aku tak bisa melepaskan shinwa begitu saja dan sekarang oh sehun merampasnya dariku dan aku tak mau itu terjadi “

“ tao,kau mengingkari janjimu ?”

“ ne dan aku siap mendapatkan hukumanya , asalakan kau mau membantuku hyung “

Kris Nampak berfikir sejenak kemudian ia menatap tao kecewa

“ hanya gara-gara wanita kau menjadi seperti ini ?” Tanya kris pada tao

“ maksudmu hyung ?”

“ kau tahu ayah tak mengajarkan kita untuk membunuh seseorang hanya karena masalah kecil sperti ini ?”

“ jadi kau menganggap masalah ini adalah masalah kecil ? “

“ bukan begitu tetapi –“

Tao berdiri dan memberikan tatapan tak sukanya pada kakanya itu

“ mungkin bagimu ini adalah masalah kecil , tapi bagiku ini sangat penting kalau kau tak mau membantuku aku bisa melakukanya sendiri “

Tao beranjak meninggalkan kris yang kini menjadi salah tingkah , ia sendiri bingung antara keinginan ayahnya dan juga adik yang sangat ia cintai itu .

Author pov (again)

Malam sudah semakin larut dan kini shinwa yang sudah menghabisakn 14 jam waktunya untuk tidur itu mengalami insomnia dan sekarang ia telah berhasil  mengelilingi setengah rumah megah ini , kedaanya sudah sangat sepi karena ini sudah larut malam shinwa masih betah untuk melihat-lihat kembali rumah yang diclaim sehun manjadi rumah mereka ini .

Shinwa akhirnya berhenti di sebuah taman yang berada di belakang rumah ini dan betapa terkejutnya shinwa saat melihat sebuah bangunan yang tidak terlalu tingi yang lebih menyerupai batu nisan , berada di tengah tengah taman ini , dengan keberanianya shinwa mendekat dan ternyata benar bangunan ini memang sebuah makam yang sepertinya sangat terwat namun ketika ia mendekat lagi ia melihat sebuah foto yang terpampang jelas di tepat di tengah batu nisan yang terbuat sari marmer itu , dan foto gadis yang sedang tersenyum itu sangat mirip denganya .

 

R.I.P

KIM HYERI

12 08 1991 –  16 6 2007

Shinwa sedikit heran mengapa ada sebuah makam di tengah taman bunga seperti ini , makam siapa ini ? pikiran itu terus mennghantui shinwa dan membuat gadis itu sangat takut sekarang ditambah lagi dengan cuaca malam yang dingin dan juga jam yang sudah menunjukan pukul 1 malam , shinwa berbalik dan ia bertamah kaget saat melihat seorang pria yang masih mengenkan kemeja kerjanya dan juga dengan segelas wine ditanganya .

“ apa yang kaulakukan ?” Tanya sehun dingin , shinwa yang merasa lancang hanya terdiam dan  tak berani menatap sehun .

“ aku hanya berjalan-jalan , aku akan segera kembali ke kamarku “

Shinwa melangkahkan kaki nya melewati sehun ,namun terhenti saat sehun mencegah tanganya

“ kau mau kukenalkan padanya ?” cegah sehun dengan kalimat yang baru saja ia katakan

“ siapa ?”

“ hyeri,kim hyeri  “ sehun memegang tangan shinwa kemudian tersenyum manis sangat manis , dengan lembut ia memandu jalan shinwa agar mengikuti langkahya sampai tepat berada di depan makam itu .

Sehun dan shinwa duduk di depan makam itu dan tiba-tiba saja suasana menjadi sangat hangat .

“ hyeri , aku sudah pulang bagaimana kabar mu disana ? kabarku hari ini tak begitu baik tetapi aku senang – kau tahu aku sedang bersama dengan wanita yang setiap hari aku ceritakan padamu” sehun melirik kearah shiniwa yang kini juga menatapnya heran

“ lee shinwa , kau kenal dia bukan ? aku sudah berhasil mendapatkanya – dan aku sangat senang ia sudah menjadi milikku “

“ sehun kau bicara apa , sebenarnaya siapa hyeri ?” Tanya shinwa takut

“ kim hyeri , gadis yang sedang melihat kita dari sana “ tunjuk sehun ke atas langit yang kini dipenuhi bintang-bintang .

“ jadi-?” belum sempat shinwa menjawab sehun sudah memotong perkataanya

“ kim hyeri adalah mantan kekasihku , ia meninggal 5 tahun yang lalu akibat kecelakaan mobil , padahal waktu itu ia sedang dalam perjalan pulang mengambil baju pesanan pernikahan kami”

Sehun menghela nafas nya berat sesumgguhnya ia tak ingin menceritakan hal ini pada siapapun.

“ lalu , kenapa kau menguburkanya di sini ?” Tanya shinwa lagi

“ aku tak bisa hidup tanpanya “

Shinwa bisa mengambil satu kesimpulan kalau sehun adalah namja yang setia

“ lalu kenapa kau menyukaiku , bukankah sepertinya kau sangat mencintainya ?”

“ aku tak punya alasan yang khusus untuk menyukaimu , kau tahu aku jatuh cinta padamu saat pertama kali tao mengajaku untuk bertemu dengan mu dan tepat pada hari itu pula hyeri meninggal dunia , aku merasa kecewa sangat kecewa pada saat itu namun entah kenapa di dalam benaku hanya ada kau seorang “

Shinwa tak yakin dengan apa yang sehun katakan sekarang ,namun perkataan sehun terdengar sangat serius .

“ karena wajahku dan hyeri mirip ?” Tanya shinwa lagi ,dan kini sehun tersenyum

“ ehmm, itu salah satunya kau tahu matamu dan mata hyeri hampir tak ada bedanya sama sekali” sehun menggerakan tanganya ke arah pipi shinwa dan mengelus pipi gadis itu pelan dan mengelus bawah mata shinwa pelan dan shinwa merasa sekarang tubuhnya tak bisa bergerak.

“ shinwa , aku ingin kau menggantikan posisi hyeri di dalam hatiku “

Sehun masih melanjutkan belaian tanganya yang kini membuat shinwa menjadi perlahan-lahan mendekat ke arahnya dan sehun pun seperti diiukuti nalurinya sebagai laki-laki dan merapatkan tubuhnya pada shinwa .

“ saranghae “  ucap sehun lagi dan pada saat itu juga sehun mendekatkan wajahnya pada shinwa dan menempelkan bibirnya pada bibir merah shinwa , mungkin kelihatanya gila karena mereka berciuman di depan makam mantan kekasih sehun namun sehun yakin sekarang hyeri sudah lega melepaskan sehun .

( di bagian ini author percepat aja ya)

3 weeks later , sehun dan shinwa semakin dekat namun kedekatan mereka ternyata telah diketahui oleh tao yang menyewa seorang pembantu di rumah yang dibeli khusus oleh sehun untuk tinggal bersama shinwa bukan masalaah yang sulit untuk tao mengetahui keberadaan shinwa , oh sehun memang pemimpin yang baik namun tao tak akan menyangka kalau semudah ini merekrut mata-mata yang berada sangat dekat dengan oh sehun setiap harinya contoh kecilnya adalah bibi jung yang ternyata telah bekerja sama dengan tao .

 

Shinwa kini tengah menatap dirinya di cermin , Sebuah dress dan juga flatshoes kini tengah terpakai di tubuhnya akibat paksaan sehun karena namja itu berdalih akan mengajak shinwa ke suatu tempat kebetulan sehun tak bekerja hari ini karena memang hari ini adalah hari libur perushaan miliknya itu .

Shinwa kemudian merapikan tatanan rambutnya dan bersiap utuk keluar namun langkah nya terhenti saat melihat sehun sudah lebih dulu membuka pintu kamarnya .

“ kau sudah siap ?” Tanya sehun yang masih menggunakan kemeja kerjanya dan itu membuat shinwa bingung apa sehun akan mengajaknya bertemu dengan kolega nya saat ini .

“ne-kenapa kau berpakaian seperti itu “

“ kita akan ke jeju aku ingin bertemu dengan kolega ku disana , sesudah itu kita akan berlibur jadi kuharap kau bisa bersabar “  sehun mengambil tangan shinwa dan menggenggamnya erat dan menarik shinwa keluar dari kamarnya dan juga sehun .

Seorang ahjumma dengan sebuah telephone di genggamanya bersiap untuk melakukan kegiatan rutinya yaitu mengabari bos gelapnya tentang kegiatan sehun dan shinwa sehari-hari dan orang itu adalah bibi jung yang terkenal baik dan juga selalu melayani shinwa dengan lembut , sebenarnya bibi jung terpaksa melakukan hal ini karena tuntutan ekonomi keluarganya .

To : mr.huang

Mereka sudah bersiap untuk berangkat , tuan

Kira-kira itulah isi pesan yang bibi jung kirimkan pada tao tetapi ia tak tahu rencana apa yang akan di jalankan pria yang tidak lain mantan kekasih shinwa ini . mungkin saja atas ketidaktahuanya wanita tua itu telah membahayakan nasib tuan muda nay sendiri , sungguh uang bias membuatakan mata hati seseorang . bahkan orang yang paling kau percaya sekalipun.

  • Mohon review dari kalian semua ne *

 

36 pemikiran pada “Happily Never After (Chapter 4)

  1. tao gak seburuk yang aku kira di awal. dia namja yg baik dan emang bner2 cinta sama shinwa… buktinya dia gak ngerenggut kesucian shinwa dan malah ngejaganya baek2 .. tapi ini sehun malah dengan mudahnya ngambil ksucian shinwa.bner2 jahat.. tapi aku suka hahahahahha… smoga shinwa jadinya ama sehun ya karna sehun bias aku wkwkwkkw…. author jjang!!! ff nya makin keren dan makin menegangkan kekekek~ .. good job thor! ^^

  2. awalnya aq pikir sehun itu jahat
    tp karena shinwa nya kayak udah buka hatinya bueat sehun ya aq pikir shinwa sama sehun aja
    kai kasihan banget
    dan tao itu cinta banget sama shinwa

    next baca 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s