Hello Precious!(Chapter 12) – END

FF EXO [HELLO PRECIOUS!] END #12 Ending Page

 

Title : Hello Precious!

Subtitle : Ending Page

Author : @bbymomoo

Genre : Romance, Drama, Fluff, Sad

Rating : PG-17

Length : Chaptered-LAST CHAPTER!

Main Cast :

Ahreum (T-ara—ex)

Kai, Suho, Sehun, D.O (Exo-k)

Krystal (f(x))

Naeun (A-pink)

Support Cast :

Shindong, Yunho

Kangin, Sayumi as Suho & Kai’s parents

Jessica, Yonghwa (CNblue) as Krystal’s parents

Kang Sora as Jung Sora –has die-

Park Jungsoo/Leeteuk

 

WARNING: Typo(s)

A/N : Happy Reading!

chapter 12 coverend

Ahreum terjatuh tepat di depan toko bunga. Sementara Kai sudah tergeletak di tengah jalan, darah mengucur dari tubuh namja itu.

“Halo?”

                “Eomma? Kau dimana? Cepatlah ke UGD, Kai tertabrak mobil dan sedang ada di sini.”ujar Krystal. “Eomma tahu, semua keluarga Kim juga ada di sini, cepatlah.”bisik Krystal, tanpa gadis itu tahu dari seberang telepon Jessica seakan mendapat hantaman batu mendengar kabar itu.

 

12th

==========

HELLO PRECIOUS!

========

I wanna be your favorite hello…

…and your hardest goodbye

.

.

 

                “Sehun? Ahreum?”

Donghae heran melihat dua muridnya ada di rumah sakit ini. Apalagi keadaannya hampir sama dengan sebelumnya di ruang kesehatan sekolah. Ahreum yang terluka dan Sehun yang membawanya. Bahkan dirinya seolah mengalami déjà vu sesaat.

“Hiks..”

Ahreum tidak berhenti menangis. Tidak hanya karena luka-lukanya. Tapi juga karena Kai. Sehun ikut sedih melihat Ahreum seperti ini. Mereka saat ini ada di ruangan praktek Donghae—dokter di sekolah mereka.

“Anda bekerja di sini?”tanya Sehun pada Donghae.

“Iya, makanya aku tidak bisa berlama-lama di sekolahan.”jawab Donghae sambil membalut luka Ahreum dengan perban.

“Lee Ahreum, jangan sampai luka ini terbuka lagi.”pesan Donghae. Ahreum mengangguk. Dokter muda itu mengalihkan pandangannya pada Sehun seolah bertanya ada-apa-dengannya?

“Dia mengkhawatirkan Kai.”jawab Sehun pelan.

“Oh, ya. Aku dengar ada tabrakan tadi.”balas Donghae. “Ya sudah, aku keluar dulu. Ada pasien yang harus ku tangani. Nanti aku akan menemui kalian lagi.”pamit Donghae lalu keluar dari ruangannya.

“Sehun-ah, ayo kita ke Kai lagi.”ajak Ahreum. Sepertinya tangis Ahreum sudah mereda, membuat suara gadis itu menjadi parau.

Sehun mengangguk, kemudian keduanya berjalan bersama ke tempat dimana Kai di rawat. Saat dua anak itu hampir sampai, kelihatannya suasana cukup ramai. Shindong juga ada di sana, bahkan Yunho juga ada disana meskipun duduk di kursi roda.

“Sehun ada apa?”tanya Ahreum.

“Entahlah.”jawab Sehun yang juga bingung.

Ahreum hendak menghampiri Shindong dengan  mempercepat langkahnya. Namun hal itu segera dicegah Sehun. Namja itu melihat ada Yonghwa serta manajer Oh juga berdiri di sana. Sehun malah mengajak Ahreum untuk menguping.

“Sooyeon! Jawab pertanyaanku! Apakah data itu benar?”bentak Yunho.

Aboji itu sebenarnya—”

“Aku yakin sekali tuan, Leeteuk merupakan kerabatku, aku adalah saksi kejadian di Mokpo belasan tahun lalu.”ujar Shindong.

“Kau!” Jessica menatap Shindong sengit.

Tak berapa lama beberapa orang polisi datang bersama dua orang pria yang mengemudikan mobil tadi. Orang-orang suruhan Jessica untuk mencelakai Ahreum. Jessica mendelik melihat dua orang suruhannya sudah diborgol dan terlihat luka-luka, sepertinya habis dihajar masa.

“Selamat siang,”sapa polisi itu.

Krystal membelalakkan matanya kaget. Untuk apa polisi ini datang? Pikirnya. Kangin, Sayumi dan Suho tersenyum lega karena sepertinya pelaku penabrakan Kai sudah di temukan.

“Siang.”jawab mereka yang ada di sana.

“Apakah ada keluarga Kim disini?”tanya polisi itu.

“Ya, saya Kangin.”Kangin segera berdiri.

“Mereka adalah pelaku tabrakan tadi, namun setelah interogasi ternyata ada yang menyuruh mereka melakukan itu dengan bayaran yang besar.”jelas polisi itu lagi.

“Mengakulah, siapa yang menyuruhmu!”bentak polisi satunya.

“Dia, wanita itu. Jessica Jung.”jawab pria berpakaian hitam yang mengemudikan mobil tadi.

Deg

Semua mata tertuju pada Jessica. Mereka melebarkan mata seolah tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan wanita cantik itu. Begitu juga dengan Sehun dan Ahreum.

“Tidak mungkin.”gumam Krystal. Nyawanya seolah melayang mendengar tuduhan yang ditujukan kepada Jessica.

“Anda salah, bukan aku yang menyuruh mereka.”elak Jessica.

“Tidak! Dia berjanji memberi imbalan uang kepada kami, dua kali lipat!”ujar pria itu lagi.

“JUNG SOOYEON KAU BENAR-BENAR!!”geram Yunho. Lelaki tua itu hampir melompat dari kursi rodanya untuk memukul Jessica kalau tidak dihalangi oleh Shindong dan manajer Oh.

Kangin dan Sayumi juga Suho hanya terdiam. Bahkan Sayumi tidak percaya, calon besannya ternyata sejahat ini.

“Jadi uang yang kau minta dariku hanya untuk mencari data itu dan membayar orang-orang ini?”tanya Yonghwa marah.

Oppa, aku—”

Eomma..”panggil Krystal. “Aku membencimu.”lanjut gadis itu. Krystal berlari meninggalkan koridor UGD tadi—melewati Sehun dan Ahreum yang baru akan melangkahkan kaki mereka ke sana. Suho langsung menyusul Krystal—mengikuti gadis itu. Melewati Ahreum begitu saja.

“Suho oppa..”gumam Ahreum saat melihat Suho mengejar Krystal.

Yonghwa mengacak rambutnya frustasi.

“Untuk sementara, anda harus ikut ke kantor polisi.”polisi tadi langsung menyuruh polisi lainnya menyeret Jessica.

Wanita itu meronta. Tapi tak seorangpun disana berusaha menghetikan polisi itu untuk sekedar meminta keringanan.

“Maafkan aku aboji.”ujar Yonghwa pada Yunho. Kakek tua itu menggeleng. “Aku akan mengurus masalah Sooyeon.”lanjut Yonghwa lalu memberi kode manajer Oh agar mengikutinya meninggalkan tempat itu.

Yonghwa juga meminta maaf kepada Kangin dan Sayumi atas kejadian ini sebelum akhirnya meninggalkan rumah sakit. Ahreum dan Sehun langsung menghampiri beberapa orang yang tersisa di sana. Kangin dan Sayumi, Shindong dan Yunho. Yunho menyuruh Shindong membawanya kembali ke kamar rawatnya. Sudah waktunya ia diperiksa, namun pintu UGD terbuka. Membuat Yunho megurungkan niatnya.

“Dokter?”Sayumi langsung menghampiri dokter yang masih memakai masker itu.

“Maafkan aku, keadaan pasien masih kritis.”ujar dokter itu sebelum pergi.

Sayumi terdiam. Tubuhnya lemah dan hampir terjatuh kalau Kangin tidak segera menahannya. Begitu juga dengan Ahreum. Gadis itu mengeluarkan air matanya lagi.

“Ahreum..”Sehun menguatkan gadis itu dengan memeluk bahunya. “Kita ke tempat dokter Donghae dulu saja.” Pemuda itu pun langsung mengajak Ahreum kembali ke ruangan Lee Donghae.

.

Hello Precious

.

                “Krystal! Berhenti!”teriak Suho.

Krystal berhenti berlari saat berada di taman rumah sakit. Suho menghampiri Krystal yang wajahnya sudah berderai air mata. Baru kali ini Suho melihat Krystal yang begitu rapuh dibalik sikap angkuhnya.

Oppa.. aku benar-benar membenci eomma ku sekarang, aku harus bagaimana hiks..”tangis Krystal. Gadis itu jatuh bersimpuh di atas rumput-rumput hijau di sana.

Suho berjongkok di depannya. Mengusap air mata gadis itu. Gadis yang sudah ia anggap seperti Kai, Sehun maupun Ahreum—seperti adiknya sendiri. Gadis kecil yang pertama ia kenal beberapa belas tahun lalu. Gadis yang begitu menyukai fashion dan tidak pernah menampakkan kesedihannya di mata orang lain. Bagi Suho, ada perbedaan tersendiri antara Ahreum dan Krystal.

Jika Krystal melakukan hal buruk kepada Ahreum, tentu Suho akan menyelamatkan Ahreum. Tapi, jika masalah seperti ini Suho merasa Krystal yang lebih membutuhkan perhatian. Seperti kura-kura yang terlindung oleh tempurung. Itulah Krystal. Kekayaan keluarga Jung lah yang menutupi diri Krystal di dalam, dan Suho sudah tahu itu.

“Jangan menangis..”ujar Suho. “Selama ini, aku tidak pernah melihat Krystal yang seperti ini. Krystal yang aku kenal adalah—”

“Iya, oppa hentikan..” Krystal sedikit tertawa.

Suho tersenyum lalu mengusap kepala gadis itu.

“Aku yakin ada alasan kenapa ibumu melakukan hal itu.” Suho duduk di samping Krystal.

“Tapi Kai..”

“Kai menyelamatkan Ahreum. Aku kira kau tahu semua ini..”

“A-aku hanya mengadu kepada eomma, kalau aku tidak suka Kai dekat dengan Ahreum. Tapi ternyata Ahreum adalah.. cucu keluarga Jung yang hilang dan eomma—”Krystal tidak melanjutkan kalimatnya.

Oppa?”panggil Krystal. Suho menoleh.

“Apakah Kai menyukai Ahreum?”tanya Krystal.

Suho tersenyum. “Entahlah.”jawab Suho.

“Aah, aku akan patah hati.” Krystal mememeluk lututnya sambil mempoutkan bibirnya.

“Setidaknya patah hati itu bukan dosa, daripada memisahkan mereka berdua.”balas Suho yang membuat Krystal langsung membuka mulutnya lebar.

“Jadi benar?”

“Menurutmu?” Lagi-lagi Suho membuat emosi gadis itu naik dan turun.

.

Hello Precious

.

                Donghae memasuki ruang kerjanya. Ia dibuat kaget untuk kesekian kalinya oleh Ahreum dan Sehun yang sudah di ruangannya lagi. Donghae tidak habis pikir, bukannya di rumah sakit ini ada tempat lain selain ruang kerjanya.

“Apa yang kalian lakukan?”tanya dokter muda itu.

“Kami tidak tahu harus kemana.”jawab Sehun.

“Tunggu dulu. Jung Yunho, dia kakekmu kan Sehun?”tanya Donghae.

“Iya, kenapa?”

Gotcha! Lebih baik kalian ke ruangan kakek tua itu saja.” Donghae memberi saran. “Apa yang akan dipikirkan suster-suster di sini kalau ada kalian di ruanganku? Bisa-bisa aku dikira duda beranak kembar.”lanjut Donghae.

“Tapi kami tidak kembar,”bantah Ahreum dan Sehun bersamaan.

“Terserah, ayo aku antarkan kalian ke ruangan tuan Jung.”ajak Donghae.

Ahreum dan Sehun pun keluar dari ruangan Donghae. Seperti pengusiran saja kalau dipikir-pikir.

“Lee Donghae!”

Donghae berbalik dan mendapati rekan kerja seniornya memanggil.

“Iya sajangnim.”Donghae membungkuk hormat. “Kalian berjalanlah dulu.”pesan Donghae pada Ahreum dan Sehun.

Sajangnim?”heran pria itu saat dirinya sudah menghampiri Donghae.

“Maaf hyung, ada murid-murid di sekolahku bertugas. Formalitas saja.”jelas Donghae sambil menunjuk Sehun dan Ahreum yang berjalan berdua di depan mereka.

“Oh ya. Maaf aku baru sampai beberapa hari yang lalu, dan aku malas kembali ke rumah sakit. Aku berkunjung ke Mokpo dulu.”ujar pria itu.

“Mokpo? Kau tidak mengajakku hyung.”kesal Donghae. Mau bagaimanapun, walaupun Donghae bekerja di Ilsan dan beryugas di Seoul, Mokpo tetap menjadi kampung halaman yang selalu ia rindukan sampai kapanpun.

“Kau dan anak-anak itu, mau ke ruangan pasien yang kau ceritakan kepadaku?”tanya pria itu.

“Aish, sejak kapan dokter Jungsoo jadi pelupa seperti ini. Iya hyung, tuan Jung itu adalah kakek anak laki-laki itu,”jelas Donghae.

Deg

“Siapa katamu?”

“Pasien tetap rumah sakit Ilsan beberapa bulan belakangan ini, tuan Jung. Jung Yunho.”

Deg

 

Apakah mungkin?          

 

“Teuk hyung!”panggil Donghae yang menyadari perubahan muka Leeteuk.

“Ah ye?”

“Tuan Jung itu yang sebentar lagi akan menjadi pasienmu, dan aku akan bebas selama beberapa bulan aaahh..”Donghae masih mengoceh.

Sehun lah yang lebih dahulu memasuki ruangan Yunho. Ahreum mengekor di belakangnya. Yunho terlihat tidur di ranjangnya. Berbeda dengan pikiran Ahreum sebelumnya, ternyata bunga di vas—yang terletak di nakas samping tempat tidur Yunho sudah layu. Bunga lily putih yang layu.

Haraboji.”panggil Sehun. Shindong yang tadinya duduk segera berdiri saat melihat Sehun memasuki ruangan itu.

“Ahreum kau belum pulang?”tanya Shindong sedikit terkejut. Ahreum menggeleng.

“Permisi,” Tak lama kemudian Donghae memasuki ruangan itu bersama Leeteuk. “Ah, tuan Jung aku datang bersama dokter yang akan menggantikan ku.”jelas Donghae lalu menghampiri ranjang Yunho.

“Jungsoo?”kaget Shindong tatkala Leeteuk memasuki ruangan itu. Donghae sedikit terkejut melihat Shindong yang ternyata mengenal seniornya itu.

“Shindong? Shin Donghee?”

“Ya, ini aku! Kau benar-benar datang..”

Leeteuk dan Shindong langsung berjabat tagan dan melepas rindu dengan pelukan. Seperti teman lama yang tidak pernah bertemu. Bukan hanya Donghae yang heran dan melebarkan mulutnya. Yunho, Sehun dan juga Ahreum melakukan hal yang sama.

Aboji?”Leeteuk mengalihkan pandangannya pada Yunho. Yunho mengerutkan keningnya mengingat-ingat.

“Jungsoo?”

“Iya, ini aku aboji.” Leeteuk menghampiri Yunho. Kakek tua itu tersenyum.

“Kau tidak melupakan janjimu rupanya.”balas Yunho.

Kini hanya Donghae, Sehun dan Ahreum yang tampak sebagai figuran di sana. Shindong bahkan menitikkan air matanya.

“Shindong-ah, apakah mungkin?” Leeteuk menatap Sehun-Ahreum-Yunho dan Shindong bergantian seolah mengutarakan pertanyaannya.

Yunho dan Shindong mengangguk kompak.

“Kau benar, Jungsoo, mereka adalah Sehun dan Ahreum.”jelas Shindong. “Malikat mu dan Sora.”lanjut Shindong.

Leeteuk langsung memeluk Sehun dan Ahreum yang memang berdiri bersebelahan.

“Maafkan appa, maaf..”tangis Leeteuk.

Sehun dan Ahreum membulatkan mata. Benarkah ini? pikir keduanya. Sementara Shindong dan Yunho sudah menangis haru. Akhirnya..

Appa kembali untuk kalian berdua.”ujar Leeteuk lagi.

Leeteuk menatap Sehun dan Ahreum bergantian. Mengingatkannya kembali kepada mendiang Sora. Saat itu bahkan ia belum sempat menggendong Sehun kecil, namun sekarang anak laki-lakinya sudah besar.

“Kalian benar-benar mengingatkanku pada eomma kalian.”ujar Leeteuk.

“Ya! Ada apa sebenarnya?”tanya Donghae bingung.

“Jadi sebenarnya..”Leeteuk mengambil napas sebelum melanjutkan kalimatnya. “Dua anak ini adalah anakku, Hae. Aku tidak pernah menceritakan hal ini bukan?”

“Apa? Jadi aku dan Sehun..”

“Kembar?”

Ahreum dan Sehun saling melempar pandangan bingung. Kaget, bingung dan tidak percaya melebur jadi satu. Donghae tersenyum.

“Sudah aku bilang kalian berdua kembar. Aku benar kan?”ujarnya.

Ahjussi kau benar-benar ayahku? Haraboji, ini bukan kebohongan kan?”tanya Sehun menatap Leeteuk dan Yunho bergantian.

“Tentu saja bukan, Sehun. Aku benar-benar appa mu, nak.”jawab Leeteuk sambil menepuk bahu Sehun. Sehun tersenyum. Selama ini, ia hanya diasuh oleh manajer Oh yang ia anggap ayahnya. Sekarang.. ia benar-benar bertemu ayah yang sebenarnya.

“Kalau ahjussi adalah appaku, berarti..”Ahreum mengalihkan pandangannya pada Shindong.

“Bukan, nak. Dialah appa mu yang sesungguhnya.”ujar Shindong.

Sehun dan Ahreum langsung menghambur ke pelukan Leeteuk. Walaupun agak berat bagi Ahreum menerima keadaan yang sebenarnya—kalau ayahnya adalah Leeteuk—karena hidup bersama Shindong bukanlah hal yang sebentar. Sementara Sehun, hal pertama yang ia pikirkan tentang Ahreum sudah terjawab. Ahreum benar-benar adik perempuannya.

.

Hello Precious

.

Hari ini hari ketiga ujian kenaikan kelas di SMA Hanlim. Hari dipindahkannya Kai ke rumah sakit internasional di Seoul setelah dirawat di Ilsan. Keadaan pemuda itu belum menunjukkan perubahan yang berarti. Apalagi perubahan yang ke arah kondisi membaik.

“Kasihan sekali ya Krystal..”

“Iya, Kai kecelakaan karena menyelamatkan gadis itu.”

“Siapa? Benarkah? Bukankah mereka bertunangan..”

“Astaga, Ahreum itu?”

“Aku dengar kondisi Kai belum membaik.”

Telinga Ahreum panas mendengar gunjingan-gunjingan itu. Gadis itu mengeratkan genggamannya pada buku yang tengah ia bawa. Ahreum dengan cepat berlari ke kelasnya setelah mengambil buku yang ia pesan beberapa hari dari petugas perpustakaan.

“Ahreum!”

Naeun berteriak begitu melihat Ahreum memasuki kelas.

“Kau baik-baik saja?”tanya Naeun.

“Seharusnya tadi kau memintaku menemanimu.”ujar Sehun. Ahreum menggeleng dan tersenyum kecut.

“Aku tidak apa-apa, sudahlah.”balas Ahreum.

“Ahreum.”panggil Krystal yang berdiri di depan kelas Ahreum, tentu bersama beberapa pengikut setianya. Luna dan Suzy.

“Ada apa?”tanya Ahreum.

“A-aku, ada yang ingin aku bicarakan.”jawab Krystal.

“Kalau begitu bicaralah.”balas Ahreum. Krystal memutar bola matanya kesal.

“Ikut aku sebentar.”

Krystla langsung menarik lengan Ahreum. Bukan hanya Ahreum yang kembali mendengar bisi-bisik itu. Krystal juga mendengarnya. Bahkan ada yang berbisik bahwa Ahreum akan digencet krystal lagi.

“Jangan dengarkan apa kata mereka.”ujar Krystal.

Gadis itu membawa Ahreum ke atap sekolah. Berempat, bersama Suzy dan Luna, Krystal meminta maaf kepada Ahreum.

“Aku tidak salah dengar?”

“Ya! Kau ini!”emosi Krystal hampir naik. “Ahreum, aku minta maaf kepadamu. Atas semuanya, sejak awal. Maafkan aku.”Krystal mengulurkan tangannya.

Ahreum tersenyum sebelum menggapai tangan Krystal, “Aku juga minta maaf. Lagi pula, kita sekarang saudara, kan?”

“Apa?”heran Suzy dan Luna. Krystal menatap dua orang itu.

“Oh, aku lupa bercerita pada kalian. Ibu Ahreum yang sudah meninggal itu adalah kakak ibuku. Jadi.. sebenarnya kami adalah keluarga. Ahreum juga akan tinggal di rumah sebentar lagi.”jelas Krystal.

“Kalau begitu, aku juga minta maaf.”ujar Suzy.

“Aku juga.”tambah Luna.

“Sudahlah, jangan merasa bersalah seperti itu.”elak Ahreum. Lalu empat orang itu saling tersenyum. Mereka berjalan bersama menuruni tangga untuk kembali ke kelas masing-masing.

“Ah, Ahreum!”Krystal menahan Ahreum sebentar.

“Aku rasa, aku sudah tidak apa-apa kalau kau juga menyukai Kai.”ujar Krystal dan langsung berlari ke kelasnya.

Ahreum melanjutkan langkahnya ke kelasnya sendiri. Tak berapa lama bel masuk berbunyi. Saatnya kelas D mengikuti ujian tulis untuk mata pelajaran seni musik. Ahreum mengambil ponselnya. Ia sengaja memilih bangku di belakang—di samping jendela. Gadis itu memasang earphone di telinganya begitu satu set soal dan lembar jawaban mendarat di mejanya.

Naeun menghela napas melihat kelakuan Ahreum akhir-akhir ini. Ahreum selalu memikirkan keadaan Kai dan masih merasa bersalah karenanya. Bahkan Ahreum tak lagi mengambil tempat duduk di depan. Gadis itu selalu menduduki bangku paling belakang sekarang.

“Hei, Sehun! Kau tidak membawa gadis itu menjenguk Kai?”tanya Naeun.

“Kau bodoh ya. Setiap hari dia melakukannya.”jawab Sehun sebelum akhirnya terlarut mengerjakan soal-soal tersebut.

.

Hello Precious

.

                Ahreum masih memakai seragamnya siang itu, tapi ia sudah membawa sebuket bunga dan memasuki rumah sakit tempat Kai dirawat. Koma. Itulah yang dikatakan dokter di Ilsan, apa yang sedang dialami Kai saat ini—yang Ahreum dengar saat itu. Untung saja di sini Kai boleh dijenguk. Ahreum pun mengetuk pintu kamar Kai lalu masuk perlahan.

Annyeong, kepala sekolah.”sapa Ahreum sopan saat melihat ada Kangin yang menunggu Kai di sana.

“Oh? Ahreum?”kaget Kangin. Ahreum tersenyum lalu meletakkan buket bunga itu di nakas—samping tempat tidur Kai.

“Apa Kai sudah ada perubahan?”tanya Ahreum berdiri di samping Kangin yang duduk tepat di samping tempat tidur anaknya. Lelaki tambun itu menggeleng lemah.

“Tidak ada,”jawabnya hampir putus asa. “Dokter bilang, kecelakaan itu menghantam tubuhnya dengan keras, kehilangan banyak darah dan dia koma seperti ini.”lanjut Kangin.

Ahjussi, aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf karena menyelamatkan diriku, Kai menjadi seperti ini..”aku Ahreum. Sudah lama ia ingin meminta maaf kepada kaluarga Kai.

“Tidak perlu Ahreum, aku tidak menyalahkanmu atas hal ini.”jawab Kangin yang membuat Ahreum terperangah. Ia mengira Kangin akan menyalahkannya.

Gamshahamnida,”Ahreum membungkuk berterimakasih. “Dia anak yang baik, ahjussi.”ujar Ahreum melanjutkan.

“Benarkah? Di depanku anak ini selalu saja melakukan hal-hal yang membuatku hampir memarahinya setiap hari..”jujur Kangin.

“Ahreum, bisakah kau di sini dulu. Aku harus melihat istriku di ruangannya.”ujar Kangin lalu berdiri dan keluar dari ruangan Kai. Sepertinya Sayumi juga ikut sakit melihat anak bungsunya tergeletak di ranjang rumah sakit.

Ahreum menatap Kai sendu. Matanya berkaca-kaca melihat tubuh Kai yang dipasangi beberapa alat-alat medis. Apalagi kepala Kai yang dibalut perban. Padahal, sebelumnya Kai lah yang mengobati lututnya. Ia duduk di kursi yang diduduki Kangin tadi. Tangannya meraih tangan Kai, menggenggamnya erat. Seolah menyalurkan kekuatan yang ia punya.

“Kai bangunlah..”ujar Ahreum pelan.

“Kalau kau bangun, aku janji akan menjadi asistenmu lagi. Dua minggu ataupun dua bulan, ah, sekarang aku sudah punya cukup uang untuk mengganti PSP mu yang rusak..”

“Akan aku ganti dengan keluaran terbaru tahun ini. Aku juga sudah belajar bermain game bersama Sehun, jadi kalau kau bangun kita bisa bermain bersama. Aku akan mengalahkan mu..”

“Ayo cepat buka matamu, aku akan membawakanmu bento setiap hari ke sekolah, kau bahkan melewatkan ujian. Kau tidak mau tinggal kelas kan? Jadi, bangunlah Kai..”

Ahreum menangis lagi.

Krystal yang melihat hal itu mengurungkan niatnya untuk menghampiri Ahreum. Gadis berkulit putih pucat itu menangis. Bukan karena ia ingin di posisi Ahreum. Krystal hanya tidak menyangka, selama ini sedekat itukah Kai dan Ahreum? Ia merasa sebagai pendosa.

Gadis itu menutup kembali pintu kamar Kai.

“Hai nona muda Jung!”sapa Suho begitu Krystal berbalik badan.

Oppa! Kau mengagetkanku!”cerca Krystal sambil merapikan poninya. Menghapus anak sungai kecil di pipinya.

“Kenapa tidak masuk?”tanya Suho.

“Ada Ahreum, aku tidak ingin mengganggu.”jawab Krystal yang membuat Suho terkekeh.

“Kalian sudah berbaikan?”tanya Suho lagi. Sepertinya, ia akan melihat kembali Krystal bermetamorfosis sebentar lagi.

“Hmm, bukan berbaikan, ah. Aku bingung hubunganku dengan gadis itu, tapi yang jelas aku sudah meminta maaf padanya.”jawab Krystal.

“Syukurlah. Dari pada menunggu disini, ayo ikut aku.”tanpa meminta persetujuan Krystal, Suho langsung menarik lengan gadis itu.

“Kemana?”

Suho hanya tersenyum dan menatap Krystal dengan pandangan nanti-kau-juga-akan-tahu-sendiri. Krystal memajukan sedikit bibirnya. Namun ia menurut, mengikuti kemana langkah kaki Suho membawanya. Sampai akhirnya Suho berhenti dan melepaskan genggaman tangannya.

Krystal mendongak menatap bangunan indah di depannya. Tidak begitu megah tapi terlihat nyaman dan menyenangkan hati Krystal saat melihatnya.

“Gereja?”tanya Krystal.

“Ayo,”ajak Suho.

Pemuda itu berjalan duluan memasuki gereja di samping rumah sakit itu. Krystal melangkahkan kakinya pelan di belakang Suho. Tidak apa siapa-siapa di gereja itu kecuali Suho dan Krystal dan seorang pendeta. Pendeta yang tentunya sudah kenal dengan Suho.

“Kali ini kau membawa seorang gadis kemari, pasti dia orang yang istimewa untukmu,”pendeta itu memberi jeda. “Gadis yang ingin kau ajak kemari, apakah dia?”tanya pendeta itu pada Suho.

“Bukan, bukan dia.”jawab Suho cepat. Sejak kapan pendeta ini menelisik pemuda itu.

“Ah, baiklah kalau begitu.”pendeta itu segera meninggalkan Suho dan Krystal.

Suho menatap Krystal yang mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang gereja itu.

Oppa, sudah lama aku tidak ke gereja apakah boleh—”

“Pengampunan itu untuk siapa saja, Krys. Berdoalah, untuk ibumu dan untuk Kai,”jelas Suho. Krystal mengangguk mantap dan lengsung berdoa.

Gadis itu menaruh tangannya yang tergenggam di depan dada. Ia juga memejamkan matanya. Berdoa kepada Tuhan agar memudahkan kasus ibunya dan untuk keselamatan Kai. Juga, untuk pengampunan atas kesalahannya selama ini, pengampunan atas kesalahan-kesalahan ibunya.

.

Hello Precious

.

Leeteuk segera meminta surat pemindahan diri dari rumah sakit Ilsan ke rumah sakit internasional di Seoul setelah keadaan Yunho pulih. Padahal ia baru saja datang ke rumah sakit itu. Bahkan masa kerjanya di sana masih lama. Janji yang pernah ia buat, sekarang sudah ia lakukan. Sebuah janji saat pemakaman Sora, pria itu sendirian di sana dan membuat janji. Ia akan menjadi Jungsoo yang baru, dan kembali ke Korea setelah itu terwujud.

Sementara Yunho dan Yonghwa juga begitu senang mendengar Leeteuk kembali. Kecuali Jessica yang masih ditahan pihak kepolisian. Wanita itu tak tahu, suami kakaknya dulu kini sudah kembali. Kasusnya masih diselidiki lebih lanjut. Dan saat ini adalah kebahagian untuk Leeteuk juga Sehun dan Ahreum.

Ahreum mengamati kamarnya, baru saja ia pulang dari menjenguk Kai. Kamar itu kecil dengan jendela yang langsung menghadap ke langit. Kamar dimana ia selalu menghabiskan malamnya, entah belajar, melihat langit atau bahkan membaca novel dan pesta piyama bersama Naeun. Kini, kamar itu sudah kosong. Barang-barang miliknya sudah dipaket dalam kardus-kardus besar. Ahreum akan segera meninggalkan kamarnya, ah, juga rumah itu. Begitupula dengan Shindong.

“Ahreum-ah, kajja!”suara Leeteuk terdengar dari depan.

“Iya, appa! Sebentar.”Ahreum kembali mengamati kamar itu. merekam memorinya dalam-dalam sebelum akhirnya menyusul Leeteuk di depan.

“Kau lama sekali,”protes Sehun dari dalam mobil. Ahreum mengerucutkan bibirnya.

“Sudah siap?”tanya Leeteuk yang dijawab anggukan oleh Ahreum.

Senja itu, rumah kecil Ahreum dan Shindong segera dikosongkan. Shindong sudah diangkat menjadi tangan kanan Jung Yunho—seperti manajer Oh—jadi Shindong bukan lagi sopir tapi akan menjadi manajer Shin. Ahreum senang sekaligus sedih. Inilah yang ia impikan dari dulu, memiliki keluarga kecil walaupun tidak lagi utuh. Setidaknya keluarga besar Jung kini menjadi bagian dari dirinya juga.

Mobil jasa pemindahan barang dan mobil Leeteuk berhenti di rumah megah keluarga Jung. Di sana sudah terlihat, Yunho dan Shindong yang menunggu kepindahan mereka bertiga. Sehun keluar lebih dulu dan segera menarik tangan Ahreum untuk mengikutinya masuk ke dalam rumah. Mengabaikan Shindong dan Yunho. Shindong menggeleng lemah lalu segera membantu petugas pemindah barang itu meletakkan kardus-kardus dari truk.

“Aih, dasar anak itu!”umpat Yunho melihat kelakuan Sehun. Leeteuk tersenyum sambil berjalan ke arah ayah mertuanya itu.

“Apa Sehun selalu seperti itu?”tanya Leeteuk.

“Ya, makanya aku sengaja menyuruh anak itu ke Jepang dengan keluarga Kim.”jelas Yunho.

“Keluarga Kim? Kim Youngwoon? Kangin?” Leeteuk memastikan tebakannya salah atau benar.

“Ya, Kangin. Lihatlah kelakuan Sooyeon yang membuat anak bungsu Kangin masuk rumah sakit.”Yunho memijit pelipisnya. Merasa gagal mendidik anak perempuanya yang bahkan ia kira sudah dewasa. Kenyataannya watak Gain—istrinya, sangat mendominasi pada diri Jessica.

Leeteuk seakan mendapat clue dari penjelasan Yunho.

Aboji, apa anak laki-laki yang dimaksud Ahreum itu anak bungsu Kangin?”tanya Leeteuk sekian kalinya. “Ahreum memintaku pindah ke Seoul, juga karena alasan itu. Saat aku mengatakan apartement dinas milikku ada di dekat rumah sakit Seoul.”lanjut Leeteuk.

“Begitukah? Aku rasa iya.”kaget Yunho. Kemudian mereka mulai memasuki rumah megah tersebut.

Sementara Sehun, mengajak Ahreum ke lantai dua. Tepat di samping kamarnya, ada kamar lagi yang tidak dipakai. Sebelum Ahreum pindah kemari, Sehun dan Krystal yang merapikan kamar itu untuknya.

“Welcome princess,”ujar Sehun sambil membuka pintu kamar itu.

“Ya Tuhan!” Ahreum tidak sempat menutup mulutnya. Ia menganga melihat kamar itu hampir sama dengan kamarnya yang dulu. Dinding yang di cat dengan warna pastel, dan jendela yang menghadap ke langit karena ini lantai dua. Bedanya kamar ini cukup luas.

“Apakah tuan putri sudah datang? Aigoo, keluarga ini punya dua putri mahkota sekarang.”suara Krystal terdengar. Ahreum langsung membalikkan badan, sebelum sempat memasuki kamar barunya.

“Krystal!”pekik Ahreum.

“Lebih baik kau memanggilku Soojung saja.” Krystal mengelak. “Bagaimana? Kau suka dekorasi kamarmu?”tanya gadis itu lalu menerobos masuk kamar Ahreum. Mendahului si pemilik.

“Aku suka sekali, ini indah.”Ahreum ikut masuk dan mendudukkan dirinya di kasur. Sehun tersenyum melihat dua gadis itu dan segera ke kamarnya sendiri.

“Sehun bilang kau suka old style, jadi aku mendekorasi seperti ini.”jelas Krystal sambil menunjukkan sisi dinding kamar Ahreum yang bermotif bunga kecil-kecil. “Kakek bilang ini sisa wallpaper dinding kamar ibumu dulu, bibi Sora, jadi dari pada dibuang lebih baik aku memasangnya di kamarmu.”lanjut Krystal.

“Benarkah?”

“Pasti senang senang sekali ya, kalau bibi Sora masih hidup.”ujar Krystal tanpa sadar. Mungkin karena cerita dari Yunho, dari pelayan-pelayan disini, dari Shindong, atau karena dirinya merindukan ibunya—Jessica.

“Aku betah sekali disini, tapi besok aku pindah lagi.”ujar Ahreum. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan membidik diding kamarnya.

“Kau punya benda itu?”kaget Krystal. Ahreum mengangguk.

“Eum, aku mendapatkannya dari appa, kkk..”Ahreum sedikit terkekeh. Bukan karena ponsel Ahreum yang membuat Krystal kaget. Tapi sumpah, ponsel itu benar-benar mirip dengan ponsel milik Kai. Gadis itu hanya bungkam, tidak mengatakan hal itu pada Ahreum.

“Oh begitu. Oh ya, kau benar-benar serius akan tinggal di apartement paman Jungsoo?”tanya Krystal.

“Iya, paling tidak sampai Kai sadar.”tiba-tiba Ahreum ingin menangis.

“Terimakasih ya, Ahreum. Kau menjaga tunanganku dengan baik.”ujar Krystal. Lalu keduanya tersenyum satu sama lain.

“Besok kita berangkat bersama ya,”pesan Krystal sebelum meninggalkan Ahreum di kamarnya sendiri.

.

Hello Precious

.

                Ujian di Hanlim sudah selesai. Tapi hampir seluruh siswa seangkatan Ahreum belum bisa senang sepenuhnya. Kai masih belum juga pulih. Bahkan tiap harinya Ahreum menemukan banyak buket bunga  di kamar Kai. Pasti teman-temannya yang mengjenguk Kai bergantian. Seperti saat ini, D.O, Naeun, Sehun, Krystal, Suzy, Luna dan dirinya berada di kamar Kai. Padahal hari sudah sore.

“Maaf aku baru menjengukmu sekarang, Jongin. Kau tahu, aku duduk sendirian selama seminggu.”ujar D.O pada Kai yang masih memejamkan matanya.

“Kau tahu, Ahreum tidak bisa pindah dari bangku paling belakang. Miris sekali gadis itu,”tambah Naeun. Beberapa orang disana mulai menganggap D.O dan Naeun dalah pasangan gila. Tapi Krystal tidak.

“Kim Jongin.. Gadis yang duduk di sebelah sana memiliki ponsel yang sama denganmu, aku yakin kau pasti senang kalau tahu hal ini.”ujar Krystal sambil mengarahkan pandangannya pada Ahreum yang sedang duduk di sofa kamar rawat Kai.

“Cepatlah sembuh, Kai.”ujar Suzy dan Luna bersamaan. “Kau akan kaget mendapati tunanganmu berubah 180 derajat,”tambah Suzy.

“Kau pasti belum tahu ya kalau aku dan Ahreum adalah kakak beradik?”yang terakhir berkata adalah Sehun.

Antara sedih dan ingin tertawa, mereka berenam melempar pandang satu sama lain. Tidak Hanya D.O yang gila rupanya. Setelah itu, Luna dan Suzy pamit dengan alasan sudah hampir malam. Begitupula dengan Krystal yang sepertinya harus rela dijemput Yonghwa untuk melihat keadaan Jessica. Sehun dan D.O juga meninggalkan kamar Kai untuk mencari udara segar. D.O bahkan menyeret paksa Naeun meninggalkan Ahreum di sana.

Ahreum kembali ke samping tempat tidur Kai. Tidak ada yang berubah. Tidak ada perubahan apapun pada kondisi Kai. Hanya saja, rambut hitamnya bertambah panjang. Membuatnya tampan.

“Bangunlah, aku merindukanmu..”

“Lihatlah, ada seorang gadis yang merindukanmu.”suara Suho terdengar jelas di telinga Ahreum. Gadis itu langsung mendongak.

Oppa?”kaget Ahreum melihat senyum malaikat itu ada di depannya.

“Makanlah, kau belum makan dari tadi siang kan?”Suho menyodorkan roti kepada Ahreum. Gadis itu menerimanya. “Tidak baik kau menunggu orang sakit yang malah membuatmu menjadi sakit nantinya.”nasehat Suho.

“Terimakasih.”

“Sama-sama.”balas Suho. Lalu pemuda itu keluar meninggalkan gadis itu sendirian lagi.

Ahreum menyentuh dadanya. Jantung yang seharusnya berdetak dua kali dalam satu detik tak lagi ia rasakan. Ia lalu menggigit roti yang diberikan Suho padanya. Hambar. Tidak ada rasa apapun. Yang ia rasakan adalah perasaan bersalah pada keadaan Kai saat ini. Tapi seharusnya detak jantung itu masih ada. Ahreum yakin jantungnya masih seperti itu kemari, saat melihat Krystal dan Suho bersama.

“Apakah aku menyukaimu,  Kai?”gumam Ahreum. Akhirnya gadis pun ini menyadarinya juga. Ahreum meletakkan rotinya. Ia lebih memilih memandangi wajah Kai. Hal yang selalu ia lakukan lebih dari seminggu ini. Menggenggam tangan Kai dan menemukan dirinya tertidur lalu dibangunkan oleh Leeteuk. Begitu seterusnya. Tapi Ahreum tidak bosan, seperti saat ini.

“Bukalah matamu..”

“Kau pasti kaget kalau aku mengatakan hal ini padamu..”

“Tapi kau harus bangun..”

Ahreum meracau. Sepertinya tidurnya tidak terlalu lelap tadi malam sehingga ia tertidur lagi disini. Jemari Kai perlahan bergerak dalam genggaman Ahreum. Gadis itu langsung tersadar dari tidurnya. Matanya langsung terbuka sempurna melihat tangan Kai bergerak-gerak.

“Kai?”

Mata Kai masih terpejam memang, tapi jemarinya bergerak. Apakah ini pertanda baik? Ahreum segera memanggil dokter untuk memeriksa pemuda itu, ia juga memanggil Suho yang berada di luar kamar.

Dokter yang menangani Kai melepas stetoskopnya dan membiarkan benda itu tergantung di lehernya. Kangin dan Sayumi masuk ke dalam kamar itu tergesa. Raut wajah sang dokter menunjukkan perasaan kecewa. Ahreum menjadi takut dan panik, begitu pula dengan Kangin, Suho dan Sayumi yang berada di ruangan itu.

“Maaf,”ujar dokter itu. “Tangannya memang bergerak, tapi ini hanya reflek bukan tanda kalau dia akan bangun.”lanjutnya yang membuat semua mata di ruangan itu melebar. Kemudian dokter itu pun keluar. Ahreum menutup mulutnya dengan tangan, sementara Sayumi dan Kangin sudah menangis.

“Kai..”

.

-Twisted-

.

60 pemikiran pada “Hello Precious!(Chapter 12) – END

  1. AUTHOOOOOOOOOR.. Knp gantung??? 😥 sequel thor sequel.. Aku ini pdhl silent reader lho.. Tapi aku belain ngoment biar lanjut.. Authorrrr 😥

  2. Ya!!! IGE MWOYA????!!!! MASA BERRNTI DISINIH SIH?! SEDIH AMAT KAGA SERU NIH AUTHOR -,- lanjutin dong… ya ya ya please??? Author baik deh.. keep wrtting

  3. Hahaha authorny jenius !!!! Udh ngebikin senyum2 sendiri..nangis sendiri..bete sendiri..udh ngebolakbalik prasaan org.. skr akhirny malah bgini ??!!! Daebak !!!*evilsmirk

    Lanjuuuttt dooong… TT.TT

  4. Demi apa ini cerita sampe disini aja…….. Buat penasaran bgt sih ini auhor ahelaaah! Ditunggu yah thor hehehe keep writing!;d

  5. Mwoya??? Hoho sengaja kan. Author pikir aq akan marah cuap2 gitu kan tp tdk jg cuma kaget aja. Langka skali ending begini. Hehehe,mian authornim krn keasyikan tdk sabar baca chap2 brikutx jd komenx diakhir. Daebakk sih soalx.

  6. Oh my god thoorrrr….! ><
    aku pengen nangis tau sumpah… ah kai….!! Cepet bangun dooong kasian ahreum nya….
    sequel…. dong thorrr… nge gantung bgt…

Tinggalkan Balasan ke Laila Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s