Melody In Our Love (Chapter 6)

[ TITLE ]

Melody In Our Love (Chapter 6)

[ Author ]

didoots

[ Length ]

Chapter

[ Genre ]

Romace, family, friendship

[ Rating ]

PG

[ Main cast ]

Park Yoori (OC)

Byun Baekhyun as Baekhyun (EXO-K)

Kai as Kim Jong In (EXO-K)

Park Chanyeol as Chanyeol (EXO –K)

[ Support Cast ]

Find by yourself

[ Chapter ]

| 1| 2 |3| 4 | 5 |

 

Sorry for the typo! Namanya juga manusia tidak ada yang tidak mempunyai salah mohon dimaafkan, dan kesamaan tokoh atau alur cerita itu adalah hal yang tidak saya ketahui yang mengetahui hanya readers dan Tuhan.

FF ini sudah pernah dipublish, jika melihat FF ini ditempat lain itu bukan plagiator. Tapi jika melihat ff ini dengan berbeda nama author berarti dia seorang plagiator.

 

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!!!

 

– Happy Reading Guys! –

ediiitttlagii

 

**

 

Baekhyun masih terdiam, dia benar-benar binggung dengan apa yang akan dia jawab. dan tatapan mata Yoori semakin mendesaknya untuk menjawab. Begitu juga dengan Yoori dia benar-benar frustasi menunggu jawaban Baekhyun.

“mungkin sudah tidak…” Yoori yang mendengar jawaban dari Baekhyun tetap tidak bisa bernafas lega. Kenapa jawabanya “mungkin” kemungkinan besar Baekhyun masih mencintai Mingi bukan. Yoori lalu memalingkan wajahnya dan mencoba menahan air matanya itu.

“arraseo, aku mau pulang sekarang…” pinta Yoori yang hatinya kini tidak menentu, Baekhyun pun menuruti pinta Yoori. Sebenarnya Baekhyun binggung dengan apa yang dia ucapkan, apakah jawabannya salah? Kenapa Yoori langsung bersikap seperti itu, semua pertanyaan Baekhyun hanya dapat ia simpan diotaknya melihat kondisi Yoori yang seperti ini. Diperjalanan mereka berdua hanya diam tidak ada yang berani membuka perbincangan. Dan tanpa terasa mobil Baekhyun telah sampai didepan rumah Yoori.

“gomawo sunbae..” Yoori berlalu tanpa menatap muka dan mata Baekhyun. Hati Baekhyun kini benar-benar remuk karna sikap Yoori.

Yoori berjalan kekamarnya dengan keadaan yang sangat kusut, pikirannya tengah melayang dan bertebangan sesuka hatinya. Satu persatu tangga ia naiki, Yoori tidak menyadari sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan tingkah lakunya itu sambil mengangkat satu alisnya.

“Yoori-a kenapa kau terlihat sedih? Apa yang terjadi eoh?” Yoori menegakan kepalanya lalu tersenyum miris ke oppanya itu.

“gwenchana oppa..” tanpa menunggu balasan dari oppanya lagi Yoori langsung masuk kekamar.

“ada apa dengannya? Mukanya seperti sendal saja..” Chanyeol menggaruk tunguk kepalanya, tapi otaknya berinisiatif untuk masuk kekamar adiknya itu, sebenarnya Chanyeol sangat penasaran apa yang terjadi dengan adik tercintanya ini. perlahan Chanyeol membuka pintu kamar Yoori tanpa perlu meminta izin kepada pemilik kamar. Chanyeol cukup terkejut melihat adiknya itu sedang dibawah lantai, mukanya di pendam dalam kedua lutunya yang di tekut oleh tangannya.

“Yoori-a, wae?!?!” Chanyeol menghampiri adiknya ini, lalu dia memegang kedua bahu Yoori dan mengguncang-guncangkannya pelan.

“oppaa!” teriaknya dan tangis Yoori pun pecah dihadapan Chanyeol sekarang, dia memeluk Oppanya itu, dan Chanyeol pun mengelus kepala Yoori.

“waeyo?!” tanya Chanyeol sekali lagi dengan nada yang lebih lembut.

Yoori tetap tenggelam dalam tangisannya itu, Chanyeol pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu keheningan menyelimuti ke akraban kedua kakak dan adik ini. saat Yoori sudah mulai tenang dan berhenti menangis dia mulai membuka mulutnya.

“oppa bolehkah aku bertanya sesuatu?” Yoori mengangkat kepalanya ke arah muka Oppanya itu. pertanyaan Yoori hanya di beri anggukan lembut oleh oppanya itu.

“apakah ciuman sebuah tanda sayang?”

“hmmm, pertanyaan yang sangat aneh..”pertanyaan itu sontak membuat Chanyeol terkejut dan dia menyipitkan matanya, sepertinya nya ada yang aneh dengan adiknya ini kenapa dia menanyakan pertanyaan seperti itu. Chanyeol mengerutkan keningnya lalu menarik nafasnya perlahan dan membuangnya secara kasar.

“tergantung, bisa saja ciuman itu hanya untuk kesenangan atau untuk bermain-main..biasanya ciuman itu hanya untuk orang yang berpacaran” sambung Chanyeol lagi, perkataan Oppanya itu membuat Yoori menundukan kepalanya lalu bibirnya yang tipis itu membentuk lengkungan, memberikan tanda kesedihan.

“waeyo? Apakah kau sudah berciuman? Dengan siapa?”

“ah aniyo oppa, aku hanya bertanya..”

“jeongmal? Kau tak ingin jujur padaOppa ne? aku ini oppamu, lagian kalau bukan dengan oppa kau mau bercerita dengan siapa eoh? Eomma dan Appa? Dia terlalu sibuk dengan perusahaan..” perlahan Chanyeol melepas pelukannya dari Yoori. Lalu memegang bahu adiknya dan menatapnya seakan memberi keyakinan agar Yoori mau menceritakan masalahnya.

“aku berciuman dengan orang yang berstatus bukan namjachingu ku oppa…”

“mwoya?!? kau ini babo sekali! Apakah kalian masih dekat?”

“ aku tidak tahu oppa kenapa aku mau. Ne, aku malah semakin dekat dengannya, tapi saat hubungan kami semakin dekat ada yeoja masa lalunya yang datang lagi dalam hidupnya”

“aish! Lebih baik kau meminta kepastian padanya, sebelum dia memberi kepastian kepada yeoja masa lalunya itu… jika dia melakukan hal yang buruk lagi aku akan menghajarnya, kau laporkan pada Oppa saja. memangnya siapa namja itu eoh? Menyakiti adikku ini” Kata Chanyeol kesal.

“memang oppa tidak tahu?”

Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya, ‘berarti selama ini Baekhyun tidak menceritakan kepada oppa’ Batin Yoori.

“yasudah lupakan, belum waktunya Oppa tau” Yoori memberikan senyumnya agar meyakinkan Oppanya itu bahwa dia baik-baik saja.

“baiklah, jika ada apa-apa langsung ceritakan pada oppa, ulljima andwae, oppa tidak suka melihat adik oppa yang cantik ini menangis” Chanyeol mengelus puncak kepala Yoori dan mengecupnya, lalu dia keluar kamar Yoori.

‘kepastian?’ kata-kata itu terus menghantui pikiran Yoori. Apa yang dia ingin katakan pada Baekhyun, jika dia bertanya pasti Baekhyun akan berpikir Yoori adalah gadis yang terlalu banyak berharap. Yoori membuang nafanya secara kasar ‘apa yang harus aku lakukan?’ lalu dia mengacak-acak rambutnya. Sebelum Yoori tidur dia mengecek ponselnya, disana terdapat 10 misscall dan 3 pesan dari Baekhyun.

From: Baekhyun

“yoori-ah, mianhae jangan marah lagi ya, jebal yoori-ah”

From: Baekhyun

“aku mohoh angkatlah teleponku, aku ingin bicara, jangan seperti ini mianhae”

From: Baekhyun

“aku berharap kau memaafkanku ya jalljayo”

Jelas-jelas Baekhyun bukan siapa-siapanya kenapa dia harus menangisinya, kenapa dia harus cemburu.Didalam benak Yoori dia binggung haruskah dia memikirkan masalah ini secara mendalam? ‘aku bisa saja pergi dan melupakan semuanya’ Batinnya tapi hati kecilnya berkata ‘kau tak akan sanggup melakukannya’. Mulai sekarang Yoori akan menjauhi Baekhyun, meskipun itu sulit, tapi sebenarnya Yoori tidak akan bisa menjauhi Baekhyun karna perasaannya yang terlalu dalam.

To: Baekhyun

“aku pikir kita harus bicara. Sepulang sekolah aku tunggu di taman dekat sekolah arrachi?”

To: Baekhyun

“ah akhirnya kau memberiakan kabar, arraseo arraseo. jalljayo”

**

Yoori menuruni tangga dengan menundukan kepalanya. Kelopak Matanya kini membesar karena semalaman dia tidak tidur tapi menangis. Dimeja makan sudah ada Eomma dan Appanya yang sedang berbicang membicarakan bisnisnya. Seperti biasa Oppanya pasti sedang berdandan.

“selamat pagi eomma appa..” sapanyadengan nada lemas.

Eomma dan Appa Yoori yang melihat tingkah anaknya ini dibuat binggung, tidak biasanya anak perempuannya ini muram.

“kenapa matamu membesar seperti itu eoh?” tanya Nyonya Park sambil mengankat dagu Yoori dan mengarahkan kekanan dan kekiri.

“gwenchana Eomma..  semalam aku habis menonton film sedih Eomma” bohong Yoori. Lalu mencoba menghindari dari tatapan Eommanya. Dia tidak ingin eomma dan appanya tau apa yang sedang terjadi.

“selamat pagi eomma appa dan Yoori…” suara berat Oppanya membuat Yoori semakin menundukan kepalanya, dia khawatir Oppanya akan menceritakan apa yang terjadi kepada orang tuanya.

“cepat kalian makan, Eomma tidak ingin melihat kalian terlambat..” Chanyeol mulai memakan makanannya, tidak untuk Yoori dia hanya memandagi makanannya membuat 3 anggota keluargannya menjadi khawatir dengan keadaannya ini.

“makanlah, kalau kau tidak makan kau akan sakit” bujuk Oppanya yang benar-benar tidak habis pikir denganya adiknya ini lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘aku jadi penasaran siapa yang berani melakukan ini padamu’ Batinya.

**

Pelajaran pertama sudah dimulai tapi pikiran Yoori benar-benar tidak fokus, di otaknya hanya ada “Baekhyun” rasanya ingin sekali dia menubrukan kepalanya ke tembok agar dia bisa lupa ingatan. Atau mungkin jika dia mati itu akan lebih baik karena masalah cintanya dengan Baekhyun akan selesai.

“KRINGGG…..”

Mian yang merasa aneh dengan sikap Yoori hari ini mencoba bertanya, karna biasanya Yoori adalah gadis yang periang tapi hari ini dia benar-benar berbeda 180 derajat. Sedih? Mian benar-benar sedih dengan sikap Yoori yang diam, termenung dan pandangannya hanya lurus kedepan.

“neo gwenchana Yoori?” Tanya Mian khawatir.

“ne, gwenchana” jawab Yoori singkat.

“apa ini ada hubungan nya dengan Baekhyun sunbae?” mendengar pertanyaan Mian, Yoori langsung menatap Mian dan terdiam. Hampir saja Yoori meneteskan air mata karena setiap mendengar nama Baekhyun hatinya seperti ditusuk menggunakan pisau belati.

“benarkan karena Baekhyun Sunbae?” tanyanya lagi, Yoori menggangukan kepalanya pelan.

“sudah aku duga, ada apa dengannya? Apa kalian putus?” batin Yoori kini semakin sakit mendengar pertanyaan Mian, ‘putus?’ berpacaran saja belum.

“aku dan dia tidak berpacaran..” Jawab Yoori lemas dan pelan hampir tidak dapat didengar oleh Mian.

“mwo? jadi selama ini kalian tidak berpacaran? hati-hati nanti dia hanya mempermainkanmu lagi”Perkataan Mian membuat Yoori terdiam dan berpikir. Yoori merasa sangat bodoh sekarang.

“Mian mau kah kau mengantarkan ku ke Kantin?” Mian menganggukan kepalanya, lalu menarik tanganku semangat. Apapun yang Yoori pinta akan dituruti Mian sebisa dia mampu agar sahabatnya ini merasa lebih baik.

Mereka berjalan menyusuri setiap lorong sekolah, saat sampai kantin Yoori mulai memilih minuman apa yang akan dia beli, setelah mendapatkannya Yoori membalikan badanya dan melihat Baekhyun yang sedang duduk manis dengan Yeoja masa lalunya itu. Yoori berjalan menuju bangku yang dibelakangin oleh Baekhyun, niatnya dia ingin menguping pembicaraan mereka. Mian yang melihat tingkah Yoori hanya menggelengkan kepalanya.

Ingin sekali Mian menolak ajakan Yoori untuk duduk disana, karna dia tidak mau melihat sahabatnya semakin sakit dan dibutakan oleh cinta tidak kepastiannya. Tapi niat baiknya runtuh karna pertahanan Yoori yang bersikeras ingin duduk berdekatan dengan Baekhyun. Posisi duduk Yoori sama dengan Baekhyun. Jadi Baekhyun menghadap Min Gi dan Yoori menghadap Mian.

“kau sudah putus dengan pacarmu?” Tanya Baekhyun yang didengar oleh Yoori.

“ne, wae? Oppa ingin menjadi pacarku lagi?” Goda Mingi, seketika hati Yoori seperti di pukul menggunakan palu, sakit sekali mendengar Mingi mengatakan seperti itu. tapi ingin rasanya Yoori mengambil palu yang memukul hatinya itu untuk memukul kepala Mingi karna mengoda Baekhyun seperti itu.

“memangnnya kau mau?” dan kini mata Yoori mulai berembun mendegar pertanyaan Baekhyun tadi, kenapa dia tidak merasa bersalah sedikitpun. Yoori tetap memperhatikan Baekhyun lekat-lekat. Tangan Baekhyun kini memegang pipi Mingi. Hatinya kini benar-benar tidak kuat lagi Yoori bangkit dari bangkunya lalu berlari ke arah kamar mandi,  dia berlari tanpa melihat sekeliling, dan cerobohannya dia menabrak sunbae yeoja yang sangat berkuasa disekolah itu. Mian pun langsung mengerjar Yoori untuk melihat keadaanya.

“hey baboya! Kau tidak lihat baju ku kotor!” Teriak Sunbae itu dan membuatnya menjadi pusat perhatian.

“mianhamnida sunbae-nim , aku tidak sengaja sunbae-nim” Sunbae itu memegang kedua rahang Yoori. lalu mengambil air dan menumpahkan tetap di wajah Yoori. Dan Yoori bisa merasakan air yang menngalir dimukannya itu mulai memasuki rongga hidungnya dan hal itu sangatlah sakit.

Baekhyun yang menyadari keributan dibelangnya yang sedang berlangsung dengan cepatberlari kearah keributan dan mukanya merah marah karna tidak sukaYoori diperlakukan tidak baik oleh orang lain.

“minta maaf? Terlambat bodoh!!!”Sunbae itu mengotori baju Yoori dengan makanan yang berada disekitarnya tak perduli makanan itu dari tempat sampah sekali pun hal terpentingnya sekarang ini adalah dapat memberikan  pelajaran kepada Yoori. Yoori tidak bisa lagi berkutit, dia benar-benar malu karena seluruh siswa memperhatikanya.

Tidak berhenti disitu saja Sunbae ini hendak menampar pipi Yoori. Semua murid membulatkan matanya dan rasa iba pun menyelimuti perasaan semua murid yang tengah melihat acara penyiksaan tersebut. Ada rasa ingin melerai tapi mereka merasa takut dengan yeoja yang memang sudah berkuasa tersebut.

“1…..2…..” belum hitungan ketiga tangan sunbae tadi ditahan oleh seseorang.

“kau! Dasar yeoja tidak tahu malu! Beraninya kau! Sebagai Sunbae harusnya kau memberi contoh yang baik bukan seperti ini! aku akan melaporkan ini pada kepala sekolah, itu hal yang pantas untuk yeoja tidak tahu diri sepertimu!” namja ini sudah siap untuk memukul yeoja tadi. Yoori yang masih menagis tiba-tiba saja badannya terasa hangat. Dia dipeluk oleh seseorang. Hanya sekejap dia menatap namja tadi lalu beralih lagi pada namja yang telah siap memukul Sunbaenya tadi.

“Oppa! Berhenti jangan balas kekerasan dengan kekerasan..” teriak Yoori pada Oppanya.

“tapi… dia sudah membuatmu seperti ini..”

“sudahlah oppa tidak apa-apa”

Baekhyun yang sedari tadi memeluk Yoori melepas blazernya, lalu memberikan nya pada Yoori yang bajunya sudah basah dan kotor itu. lalu membawa pergi Yoori ke ruang kosong. Mengingat kejadian tadi Baekhyun sengaja membawa Yoori ketempat sepi supaya guru-guru tidak mencarinya, sekaligus agar Yoori tenang.

“sekali lagi kau menggangu yeodongsaeng, kau akan berurusan denganku!” teriak Chanyeol yang emosinya kini telah memuncak. Murid-murid tertegu melihat seorang kakak yang membela adiknya dengan sepenuh jiwanya.Yeoja tadi terdiam karena semua yang dilakukan Chanyeol. Sekarang Yeoja itu menjadi pusat perhatian karna sikapnya yang dapat dikatagorikan bodoh itu.

Baekhyun dan Yoori kini sudah berada diruang olaraga yang memang sangat sepi. Biasanya ruangan ini dipakai untuk menaruh alat-alat olahraga dan ruang ini adalah ruang yang paling dekat dengan kantin tadi. Baekhyun menyuruh Yoori untuk duduk, dia menatap Yoori yang masih menangis. Hatinya sekarang sesak karna tidak bisa menjaga Yeoja ini. Melihat Yoori menangis semakin mengiris hati Baekhyun.

“uljjimayo…aku tidak suka melihatmu menangis” tangan Baekhyun menyentuh kedua pipi Yoori yang dibanjiri oleh air matanya itu lalu menghapus tetesan air mata Yoori yang berjatuhan.

“sifat cerobohmu itu memang tidak bisa dihilangkan, kenapa bisa kau berurusan dengan yeoja kurang ajar itu eoh?” sambungnya lagi dengan nada yang sedikit kesal.

Mendengar pertanyaan Baekhyun membuat Yoori terdiam dan larut dalam pikirannya, apa yang harus dia jelaskan apakah dia harus jujur dengan Baekhyun tetang kejadian “menguping” tadi.

“tadi….. aku mendengar perbicanganmu dengan yeoja masa lalumu lalu kau memegang pipinya, entah kenapa hatiku sakit lalu aku berlari tanpa melihat arah jalanku, lalu aku menabrak sunbae jahat itu..” Yoori berbicara sambil menundukan kepalanya lalu menangis lagi.

Baekhyun pun memeluk Yoori sangat erat. Rasanya dia tidak ingin melepas pelukanya itu. Baekhyun sedikit terharu mendengar cerita Yoori tadi, tapi dia merasa bersalah karna  bagaimanapun juga dia telah membuat yeoja ini menangis lagi.

“aku dan dia hanya teman… tadi aku memengang pipinya karna ada kotoran dimukanya..” jelas Baekhyun lalu mengelus kepala Yoori lalu mengecupnya lembut.

“jika kalian kembali bersamapun aku ikhlas….” kaliamat itu meluncur diiringi dengan rasa sakit yang bertubi-tubi.

“jinjjayo? Baru memengang pipinya saja kau sudah begini, bagaimana jika aku kembali lagi denganya bisa jadi kau akan bunuh diri..” Baekhyun berbicara sambil terkekeh geli mencoba membuat Yoori tertawa dengan lelucon garingnya.

“aish!” decak Yoori lalu melepas pelukannya dan tangannya mencubit perut Baekhyun. Mereka berdua tertawa lepas dan Yoori pun kini tersenyum lagi. Hatinya pun kini tenang mendengar perkataan Baekhyun.

Mereka tidak menyadari sedari tadi ternyata ada sepasang mata yang tersenyum melihat peristiwa dihadapanya, Niatnya Chanyeol ingin masuk melihat keadaan Yoori tapi melihat sumber dari sikap Yoori yang berubah itu karna Baekhyun, Chanyeol pun merasa lega dan dia tau namja yang membuat adik kecilnya itu bisa merasakan jatuh cinta. Chanyeol pun kembali kekelas.

Tangan Baekhyun kini membuka satu persatu kancing kemejannya, Yoori sedikit was-was karna diruangan ini hanya ada mereka berdua, bisa saja Baekhyun melakukan hal-hal yang diluar batas mengingat Baekhyun selalu bersikap semaunya. Dan kemeja Baekhyun kini sudah terlepas dan badan Baekhyun tiba-tiba mendekat dan menghimpit tubuh mungil Yoori dengan tembok. Yoori hanya dapat menutup matanya karna dia tidak sanggup melihat hal selanjutnya yang akan dilakukan oleh Baekhyun.

“sudah cepat ganti pakaian mu dengan kemejaku dan blazerku” ujar tiba-tiba dan melempar kemejanya itu tepat diwajah Yoori.

“aku pikir kau akan melakukan hal yang gila denganku..” Yoori merapihkan rambutnya yang berantakan karna ditimpa oleh kemeja Baekhyun.

“yaak! Kau pikir aku namja apa eoh? Tapi jika kau mau kita bisa melakukan disuatu tempat..” Baekhyun mencangkup dagu Yoori lalu menggoyang-goyangkannya. Dan hal itu disambut oleh wajah merona Yoori.

“dasar namja mesum!” Yoori menjulurkan lidahnya lalu menghempaskan tangan Baekhyun yang berada di dagunya itu.

“meskipun aku mesum tapi kau suka bukan?” pertanyaan itu sontak membuat jantung berdetak tidak normal.

“Tapi jika aku menggunakan kemejamu kau menggunakan apa?” tanya Yoori mencoba mengalihkan pertanyaan Baekhyun.

“sudah jangan pikirkan aku kau tidak lihat aku masih menggunakan kaos kan? Sudah cepat pakai”

“shireo, aku tidak mau ganti disini, nanti kau mengintip lagi”

“semesum-mesumnya diriku aku tak akan melakukan hal itu padamu” Baekhyun membalikan tubuhnya menjauh sedikit dari Yoori

Yoori tersenyum ‘dia sudah banyak berkorban untukku’ batinya. Perlahan tapi pasti Yoori mengganti pakaiannya, dia sangat was-was jika Baekhyun berubah menjadi sedikit mesum. Disisi lain Baekhyun menepis pikirannya yang mulai sedikit bergeser, keringatnya bercucuran, dia selalu menepis apapun pikiran jahatnya ‘aku tidak mau menyakitinya lagi’ batinnya. Lalu Baekhyun mengambil ponselnya dan bermain permainan games supaya tidak memikirkan yang aneh-aneh.

“aku sudah selesai…” ujar Yoori tiba-tiba.

Baekhyun membalikan tubuhnya lalu menghampiri Yoori. Lalu dia tertawa melihat Yoori yang kebesaran menggunakan kemejannya. Tangan Baekhyun menggulung lengan kemeja Yoori itu dan merapihkan kerahnya juga. Dan mengenakan blazernya pada Yoori.

“ini baru rapih..” Baekhyun tersenyum menatap Yoori.

“sunbae mau kah kau berjanji sesuatu?” Yoori menundukan kepalanya saat sadar dengan apa yang baru iya ingin katakan.

“ne? Janji apa?” Baekhyun mengangkat satu alisnya.

“jangan pernah tinggalkan aku….” kalimat itu meluncur tiba-tiba dari mulut Yoori, kalimat itu membuat hati Baekhyun diterbangi jutaan kupu-kupu. Dia tersenyum kearah Yoori.

“hm ada syaratnya” mendegar perkataan Baekhyun membuat Yoori menjadi takut. Baekhyun itu adalah namja yang sulit untuk dibaca, bisa saja nanti dia meminta sesusatu yang diluar batas.

Baekhyun memajukan kepalanya sedikit demi sedikit,hal itu membuat Yoori mengeluarkan keringat, kini dia merasakan nafas panas Baekhyun di telinganya. Yoori memejamkan matanya karna takut.

“berhentilah memanggilku sunbae, belajarlah memanggil aku Oppa arra?” Yoori membuka matanya lalu menatap Baekhyun tak percaya.

“n-e, a-rra” Jawab Yoori gugup, Baekhyun menjauhkan mukanya kembali. Yoori mengatur nafasnya kembali. Yoori benar-benar salah tingkah sekarang, dia tidak tau apa yang akan dia lakukan sekarang.

“aku harus kembali kekelas, gomawo atas pertolonganmu sunbae…”

“kau lupa? Baiklah aku akan meninggalkanmu..” goda Baekhyun.

“andwae! Baiklah Oppa.” Yoori menekannkan kata Oppa, dan itu membuat Baekhyun terkekeh.

Yoori sudah berjalan beberapa langkah, tapi dia terhenti karna tangannya ditahan oleh Baekhyun.

“tetaplah disini, temani aku sampai pulang..”ujarnya tiba-tiba.

“tapi, aku masih ada jam pelajaran..”

“aku mohon..” Baekhyun menarik tangan Yoori sambil memohon-mohon.

“baiklah..” akhrinya Yoori mengalah juga.

Mereka kembali duduk bersama dilantai, kecanggungan pun terjadi. Mereka hanya diam tanpa berbicara sepeser katapun.

“ehemm..” Baekhyun memecahkan keheningan, Yoori memalingkan mukanya pada Baekhyun.

“wae?”

“kau hanya diam bicaralah sesuatu…”

“aku tidak ada topik untuk dibicarakan..” Yoori menggaruk teguknya yang tidak gatal itu sambil senyum terseringai kearah Baekhyun.

Tiba-tiba saja Baekhyun menaruh kepalannya di kedua paha Yoori. Dan hal itu sukses membuat mata Yoori terbelalak hebat.

“bernyanyilah untukku…” pintanya tiba-tiba.

“shirreo!” jawab Yoori singkat.

“jebal Yoori-ah” katanya manja.

“shirreo, shirreo, shirreo”

“jebal…” tangan Baekhyun memegang salah satu tangan Yoori lalu mengecup tangan Yoori lembut, hal itu membuat jantungnya berdegub kencang.

“ne, aku akan menyanyikan lagu nina-bobo..” Yoori tertawa kecil.

“aish, aku bukan anak kecil tau…” Baekhyun memajukan bibirnya dan lalu mengecup tangan Yoori lagi, gadis ini benar-benar tidak menolak dengan perlakuan Baekhyun yang tiba-tiba menjadi manja seperti ini.

“hmmm, baik only one BoA..” Baekhyun tersenyum riang.

“aku suka lagu itu.. apalagi BoA itu cantik.. dulu Mingi pernah bernyanyi untuku”

“oh, baiklah aku tidak akan bernyanyi minta lah yeoja masa lalumu untuk bernyayi lagi…” Baekhyun terkekeh lagi karna sikap Yoori yang cemburu seperti itu. Padahal Baekhyun hanya menggodanya.

“aku hanya ingin kau yang bernyayi, sebenarnya aku hanya berbohong Mingi itu tidak bisa bernyanyi…” Yoori tersipu malu karna sifatnya yang terlalu cemburu kepada Baekhyun.

“meoreojyeoman ganeun geudae you’re the only one naega..” Baekhyun menatap Yoori yang sedang bernanyi, hatinya menjadi teduh mendengar suara lembut Yoori. Tangan satu Yoori mengusap lembut rambut Baekhyun.

“saranghaetdeon geotmankeum you’re the only one, apeugo apeujiman babo gatjilman good bye dasi neol mot bonda haedo you’re the only one…..” Beberapa bait Yoori bernyanyi Baekhyun tertidur dengan keadaan memegang tangan Yoori. Terlukis senyuman tulus dari bibir Yoori, dia mengambil ponselnya lalu mengabadikan foto Baekhyun yang sedang tertidur manis seperti bayi ini. hatinya pun menjadi tenang dia yakin bahwa Baekhyun tidak akan meninggalkannya.Yoori menyenderkan tubuhnya ditembok lalu ikut terlarut dalam suasana hening. Dia ikut tertidur juga.

**

Baekhyun membuka matanya dan tersenyum melihat Yoori yang sedang tertidur, Dia bangun lalu membenarkan tubuh yeoja itu. sekarang posisinya Yoori dipelukan Baekhyun, tanganya memeluk tubuh yeoja itu erat hal itu membuat Yoori terbangun dari tidurnya.

“kau terbangun karna aku?” tanya Baekhyun lembut.

“aku merasa tubuhku seperti dicengkram kencang jadi aku terbangun..”

“mianhae, aku tidak bermaksud membangunkanmu”

“ne gwenchana oppa, sekarang jam berapa oppa?”

“hm masih jam 11.00 wae?” Baekhyun mengangkat satu alisnya.

“Oppa lebih baik kita kembali kekelas, Aku tidak ingin Oppa ketinggalan pelajaran karna oppa sebentar lagi akan menghadapi ujian ne..” Baekhyun tersenyum dia senang karna sekarang ada yang memperhatikaanya.

“ne, changi…” Yoori tersenyum saat mendegar kalimat terakhir Baekhyun.

“tapi kalau kita kembali kekelas, Oppa pakai apa? hanya memakai kaos? Apa tidak apa-apa?”Muka kini menatap Baekhyun dengan tatapan serius.

“ne, gwenchana Yoori-ah jangan memikirkan aku..”

“kajja..”Yoori menarik tangan Baekhyun, dan Baekhyun pun menurut dengan apa yang disuruh Yoori. Saat mereka ingin berpisah Baekhyun menahan tangan Yoori lalu menariknya mendekati tubuh namja itu. lalu Baekhyun mengecup kening Yoori lembut, dan Yoori hanya membelalakan matanya. Yoori hanya khawatir jika ada siswa atau guru yang melihat kejadian tadi. Baekhyun berlalu sambil tersenyum kearah Yoori. Tangan Yoori kini memegangi jantungnya yang berdegub itu.

“Yoori-ah..” Baekhyun berteriak lagi.

“wae?”

“nanti kau pulang bersamaku, katanya kau ingin berbicara padaku..”

“ah ne ne, baiklah..” Yoori berlari karna benar-benar tidak kuat melihat Baekhyun. Dan Baekhyun tersenyum melihat tingkah Yoori yang seperti itu.

**

Baekhyun memasuki kelasnya hanya menggunakan kaos yang digunakan sebagai dalamannya, disana sang guru sedang menyuruh siswa untuk mengerjakan latihan. Baekhyun mengetuk pintu dan masuk kelas.

“Joseonghamnida Sonsaengnim, bolehkah saya masuk?”

“ne, kemana kemejamu dan blazermu?” Tanya sonsaengnim meyelidik.

“baju saya sedang saya keringkan, tadi ada tumpahan air dari lantai 3 karna saya tidak melihat saya terkena air itu..”

“oh begitu baiklah..” Untunglah sonsaengnim ini baik, Baekhyun langsung kemeja tempat dia duduk yaitu di sebelah Chanyeol.

“kemana sebenarnya pakaianmu eoh?” tanya Chanyeol, sebenarnya dia tau kemana kemejanya.

“kemejaku.. hm tadikan sudah aku bilang pakaian sedang dikeringkan..” jawab Baekhyun sedikit gugup.

“jinjjayo? Bukankan kemejamu dikenakan oleh Yoori?” Chanyeol menahan tawanya karna melihat muka kaget Baekhyun.

“ah.. kalau kau sudah tau kenapa kau masih bertanya..”Baekhyun menjadi sedikit kikuk dengan Chanyeol.

“gomawo Baekhyun..” Chanyeol menepuk-nepukan pundak temannya itu.Baekhyun hanya tersenyum simpul.

“kenapa kau tidak pernah menceritakan kalau kau dekat kembali dengan Yoori?” pertanyaan Chanyeol membuat Baekhyun menolehkan kepalanya.

“bukan…. aku hanya belum siap saja menceritakannya padamu.. tapi bagaiman kau tau?”

“ne,ne jangan sakiti dia Baekhyun, kalau kau sampai menyakitinya kedua kali aku akan menghajarmu..” Chanyeol tertawa setelah berbicara, berbeda dengan Baekhyun yang malah tegang karna perkataan Chanyeol tadi “kalau menyakitinya kau akan aku hajar tadi..”entah kenapa Baekhyun seperti takut sekarang dengan Chanyeol. Baekhyun pun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

“semalam dia menangis dan menceritakannya padaku tapi dia tidak menjelaskan siapa orangnya, setelah tadi aku melihat kau dan Yoori di ruang olahraga aku jadi tau siapa yang dia tangisi semalam..” sambung Chanyeol lagi, Baekhyun masih menatap muka Chanyeol ‘jadi semalam dia menangis karna aku?’ Baekhyun mengutuk dirinya sendiri karna membuat Yoori menangis.

“dia takut kau kembali dengan yeoja masa lalumu, dan dia takut kau akan pergi darinya, dia binggung dengan statusnya denganmu, sebenarnya kau serius dengan adikku?” bibir Baekhyun tiba-tiba saja membeku, dia tidak kuasa untuk menjawab pertanyaan Chanyeol yang selalu terngiang-ngian dipikirannya.

Sebenarnya Baekhyun telah mencoba menyukai Yoori, dan hasilnya pun berhasil,saat Baekhyun ingin serius dengan Yoori ada saja cobaan yang terjadi.

“ehemm, kalian jika masih ingin mengobrol silakan keluar…” sonsaengnim menegur pembicaraan 2 namjan itu. Baekhyun sangat berterima kasih kepada sonsaengnimnya berkatnya dia tidak perlu menjawab Pertanyaan Chanyeol yang belum bisa dia jawab.

TBC………

Mianhae jika jelek, maaf juga ngepostnya agak lama soalnya aku ada urusan yang harus didahulukan hehe. Tapi untuk selanjutnya aku bakal ngepost lebih cepat ya:-)

Terimakasih untuk para readers yang telah membaca fanfiction ini, maaf jika masih banyak kekurangan jika masih banyak kekuarangan aku akan mencoba memperbaikinya. Sebagai readers yang baik, mohon tinggalkan jejak dengan memberikan komentar tentang fanfiction ini. jika kalian komentar disetiap fanfiction aku, berarti kalian sudah menyumbangkan 1 semangat untuk aku, dan berarti kalian menghargai jerihpayah aku yang membuatnya:3. Oh iya setiap komentar harus baik ya no bashing dan kalo bisa yang membangun^^. Terimakasih sudah mau mendengar celotehan aneh saya. Saranghaeyo chingudeul<3 kecup basah dari all member EXO:*

 

10 pemikiran pada “Melody In Our Love (Chapter 6)

  1. Huaaa .. makin seru~
    tapi kok baek nya masih keliatan ragu2 gitu ?
    sebener nya siapa yang paling disukai baek disini ? aku penasaran … aa

  2. baekhyun nya labil-.-
    kasian yoori nya di gantungin~
    tadi aku nemu typo thor, tapi gapapa lah ga terlalu mengganggu juga 🙂
    next chap jgn lama-lama yaa~

  3. Yaamvn thorr.. auhthorr hebat bngt ini kan ff pertama authorr ya.. tapi ceritanya keren+seru bgt.. sumvah deg aku gaboong dri mulai chapt brp gtu kataku ini ff ada ada genre sad ama angstnua jga thorr^^ haha keren^^ keep writing thorr^^♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s