Under The Rain

Title: Under The Rain

Author: evilhyung

Cast:

– Oh Sehun

– Rachel Han (OC)

Genre: AU, Romance, Sad

Length: Oneshot

***

Different world make us separated.

***

Jangan tinggalkan aku!”

“Tenang, aku di sini. Kau begitu cengeng, Rachel Han.”

“Aku takut kau pergi, Mr. Oh.”

“Haha, kapan aku akan pergi?”

“Jika sudah waktunya, kau akan pergi meninggalkan ku, kan?”

 

Memori dan kenangan.

Entah kenapa lelaki bernama Oh Sehun itu tak menyukai keduanya. Entah itu memori atau kenangan yang baik dan menyenangkan, ia membencinya. Kadangkala ia ingin menghilangkan ingatannya dan meninggalkan dunia ini sementara.

Ya, hanya sejenak saja ia ingin beristirahat dan keluar dari huru hara dunia ini yang begitu membuatnya pusing. Sehun menyandarkan kepalanya ke batang pohon di belakangnya. Taman adalah tujuan akhirnya kali ini. Padahal, Sehun tak pernah menyia-nyiakan waktunya di sini. Ia lebih suka menyibukan dirinya dengan pekerjaan, sehingga ia bisa melupakan memori dan kenangannya.

 

Aku tak suka melihat mereka menyukaimu.”

“Apa kau punya hak untuk itu?”

“Karena aku menyukaimu, Oh Sehun.”

 

Untuk kali ini, Sehun merasa pilihannya tak selamanya baik. Sebab, ia makin teringat dengan masa lalunya yang kerap kali menghantuinya. Dengan memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam, Sehun berusaha menghilangkan suara lembut yang menghanyutkan tersebut dari kepalanya. Bukan apa-apa, hanya saja pikiran Sehun menjadi terganggu.

 

Kurasa kita tak bisa bersama.”

“Kenapa?”

“Jason Han dan Alvin Oh tak bisa bersatu. Mereka rival yang ganas.”

“Apa itu menghalangi cinta kita?

 

Sehun semakin tak tahan dengan ini semua. Dengan nafas yang terburu, Sehun merasakan matanya panas dan wajahnya memerah. Ia merasa ini semua tak benar. Ini semua membuatnya susah menjalani kehidupan sebenarnya.

 

Aku menyukai hujan yang selalu jatuh. Itu menandakan Tuhan masih menyayangi kita.”

“Apa hubungannya?”

“Karena, setiap tetes air hujan ini mewakili setiap detik yang tersisa untuk menghitung waktuku bersamamu.”

 

Sehun benar-benar tak mengerti ini. Kenapa kenangannya begitu kuat di kehidupan Sehun? Tak terasa bulir airmatanya menetes jatuh ke rerumputan yang sekarang ia duduki. Rachel Han, separuh jiwanya yang hilang setelah 6 tahun lamanya. Ia adalah penyebab mengapa Sehun tak menyukai memori dan kenangan.

 

Aku akan pergi, Oh Sehun.”

“Kemana? Kau bilang kau takkan meninggalkanku.”

“Aku hanya tak ingin kau meninggalkan ku. Jadi, lebih baik aku yang pergi.”

“Untuk apa?”

“Untuk memulai kehidupan baru tanpa seorang Oh Sehun.”

 

Iya, ini tidak benar. Seharusnya semua kenangan itu sudah terkubur di dalam memori ingatan Sehun. Tanpa mengetahui alasannya, Sehun merasa separuh hatinya masih menyimpan perasaan mendalam bagi Rachel Han. “KENAPA?! KENAPA DIA HARUS ADA DALAM KEHIDUPANKU!” teriak Sehun seiring hujan yang perlahan menetes sore itu.

 

Semua hari yang kita lalui akan selalu terasa bermakna, Oh Sehun.”

“Jangan mengatakan itu saat kau akan pergi.”

“Karena aku mencintaimu.”

 

Suara sentuhan sepatu dan rerumputan yang basah terdengar di depan tempat Sehun duduk. Ia mengangkat kepalanya dan mendapati sesosok wanita cantik yang tidak memakai payungnya. “Apa kau ingin mati, Mr. Oh?” Sehun hanya diam dan tidak menatap wanita itu. “Apa kabar? Tak terasa, sudah 6 tahun lamanya kita berpisah.”

Sehun berusaha menahan emosinya yang akan meledak ledak sesaat lagi. 6 tahun adalah waktu yang panjang bagi Sehun. Ia harus menahan penderitaan batin selama Rachel tak ada. Ia juga harus berusaha melepaskan Rachel yang mungkin saja sudah bahagia di London.

“Baik,” jawab Sehun pendek. Hujan masih mengguyur taman itu dan juga membasahi tubuh mereka berdua. “Apa kau sudah bisa melupakanku?” Bukan sebuah pertanyaan yang menyenangkan bagi Sehun. Jelas ia belum bisa melupakan Rachel.

Sehun dan Rachel sudah lama berteman dan menjadi sepasang kekasih sejak SMA. Jadi, untuk melupakan satu sama lain begitu sulit karena terlalu banyak momen yang mereka lewati. “Tidak,” jawabnya pendek lagi. “Aku sudah menikah.” Sehun hanya tersenyum sinis sambil menundukkan kepalanya.

Sudah ia duga, selama waktu 6 tahun itu ia sudah membuang banyak waktu hanya untuk membenci memori dan kenangan yang ia miliki. Rachel sudah memiliki suami, dan ia tak bisa terus terusan mengingat kenangan itu. “Congratulation. Kau bahkan tak mengundangku.” Bagi Rachel, itu merupakan sebuah sindiran yang amat tajam.

Mata Rachel berkaca-kaca melihat sesosok Oh Sehun yang ia lihat sekarang. “Ma-maaf. Aku tak ingin itu semua menjadi kacau,” ucapnya. Sehun mengangguk pelan. Jelas saja ia tak ingin semuanya kacau. Toh, jika Sehun diundang, Rachel takkan bisa bersatu dengan suaminya dan pada akhirnya Sehun menjadi penjahat dalam kehidupan Rachel.

“Apa kabar suamimu?”

“Dia Wu Yi Fan.” Sehun tertawa kecil. Wu Yi Fan, musuh bebuyutannya sejak SD. Siapa sangka ia bisa menjadi suami dari mantan kekasihnya? “Chukkae. Kau pasti menyukainya,” komentar Sehun yang enggan terlihat bahagia. Rachel merasakan aura yang begitu menyedihkan dan terkesan begitu kacau.

“Apa kau bahagia, Sehun?” Jawabannya tidak. Hanya dengan satu kata, tentunya Rachel bisa membayangkan kehidupan Sehun setelah ia pergi. “Tidak. Bahkan setelah ayahku mengirimkan kue tart yang dulunya sering kita makan di rumah.” Rachel menitikkan air matanya. Ya, kenangan manis saat ia memakan kue tart bersama Sehun.

“Apa rasanya seenak dulu?” tanya Rachel miris, pertahanannya akan goyah sebentar lagi. “Tidak. Tidak seenak saat kita makan bersama dulu,” jawab Sehun jujur. Walaupun terasa manis, tapi tak semanis saat ia memakannya sambil tertawa dengan Rachel. “Mianhae,” ucap Rachel.

Sehun lagi-lagi hanya tersenyum. “Tak perlu minta maaf. Ini semua sudah terlambat.” Tentu saja sudah terlambat untuk diselamatkan. Sehun masih tetap pada prinsipnya bahwa memori dan kenangan hanya membuatmu sakit dan terjerumus lebih dalam di masa lalu. “Sekarang, aku membenci kenangan dan memori itu semua.”

Rachel terbelalak. “Ke-kenapa?” Ia menyangka Sehun sungguh membencinya. Padahal, Sehun masih mencintainya sampai hari ini. “Aku tak ingin terjerumus lebih dalam pada masa lalu kita, Rachel Han.” Rachel tersenyum mengerti. “Tapi, tak selamanya kau harus menyalahkan kenangan dan memori.”

Ya, Rachel memang benar. Tak selamanya Sehun harus menyalahkan kenangan dan memori. Sehun segera berdiri dan mendekati Rachel yang jaraknya hanya 2 meter dari tempatnya duduk tadi. Sehun segera memeluk Rachel dan melepaskannya dengan cepat. Ia tak mengatakan sepatah katapun. Ia langsung berjalan lurus tanpa mempedulikan Rachel yang menangis dalam sunyi di belakangnya.

 

Oh Sehun akan selalu menyalahkan memori dan kenangan itu, selalu.

 

Under the rain, we should split into two different parts.

And under the rain, memories still hated forever.

– Under The Rain –

 

A/N: bagaimana ff nya??? Kurang jelas? Kurang panjang? Kurang ngerti? I’m sorry guysssss, aku menggunakan ide ini dan hasilnya ga bagus dan kurang dimengerti banget-__-. But, please visit my wp: exofantasy.wordpress.com!

6 pemikiran pada “Under The Rain

  1. Demi apa ini bagus banget…
    Penggunaan bahasanya (^.^)b ngalir gitu aja.
    Jelas dan ga ngulur-hilir (?) hehe abaikan
    Aku suka.. aku suka *gaya mei mei di upin-ipi.*
    Keep writing :)))

  2. ini oneshoot ya? kependekan thor.. tp keren! pendek tp ‘apa’ bgt lah poko.a *apa apa coba?-,-*
    ditunggu ff selanjut.a ya thor.. keep writing 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s