Hate or Love (Chapter 4)

Title : Hate or Love (Chapter 4)

Author : starLinn (@StellaW_)

Genger : Romance, family, …

Rating : G

Main cast : Yoon Hagun (OC), Oh Sehun, Kim Jongin

Sub cast : Yoon Joonmyeon, Yoon Bora, Xi Luhan, ……

Length : Chapter

 

Annyeong, author kembali dengan chapter 4! Maaf kalau FF ini makin gaje, ngebosenin, alurnya acak-acakan, gk masuk akal, dllnya. Semoga kalian tetap menerima FF ini ada adanya ‘-‘)/. Oiya, apa FF kali ini masih kependekan? Author sudah berusaha walau tidak maksimal /digebukin readers/ hohoho. Typo bertebaran di mana-mana, harap dimaklumkan. Jangan lupa RCLnya readers. Author membutuhkan saran kalian ^^

Selamat membaca~

PYONG!!

******

“Yoon Hagun!” ucapnya sedikit membentak lalu menarikku agar menghadapnya. Mata kami bertemu dan aku merasa waktu berhenti. Dia menatapku tanpa berkedip begitu juga denganku. Wajahku serasa memanas, apa-apaan ini? Baru pertama kali aku merasakannya. Sehun mendekatkan wajahnya, aku ingin berontak tapi tubuhku berkata lain. Tubuhku mengatakan untuk diam, diam untuk menikmati suasana ini. Wajahnya semakin dekat dan… 

Chapter 4

Normal pov

Wajah Hagun dan Sehun semakin dekat, mungkin tinggal beberapa centi lagi hidung mereka akan bertemu. Bahkan itu bisa terjadi pada bibir mereka.

“Cepat jawab pertanyaanku..” suruh Sehun pelan dan detik berikutnya.

“Maafkan aku anak-anak!” tiba-tiba Daehyun masuk dengan hebohnya. Hagun dan Sehun langsung kembali dari posisi ekstrim mereka. Menatap ke Daehyun dengan wajah yang memerah.

“Tadi aku ada halangan sebentar.” Ucapnya kembali sambil menyengir.

“Dia sudah menjawab pertanyaanmu..” kata Hagun pada Sehun tanpa menatapnya.

Daehyun adalah guru bahasa inggris. Guru yang terkenal dengan sifatnya yang disukai hampir seluruh murid di sekolah ini. Selain memiliki paras yang tampan, dia juga sangat baik, gaul, dan jarang memberikan pekerjaan rumah. Sungguh guru yang sempurna.

“Hey ada apa dengan kau Yoon Hagun? Kenapa wajahmu terlihat merah? Apa kau sakit? Dan siapa namja disebelahmu? Apa dia Jongin yang berhasil menjalankan proses pertukaran wajah?” tanya Daehyun bertubi-tubi dan kalimat terakhirnya sukses membuat seluruh murid di kelas itu tertawa, kecuali Hagun dan Sehun.

“Dia itu murid baru seong, namanya Oh Sehun. Dan Hagun tidak sakit, sepertinya Oh Sehun yang membuatnya seperti itu.” Ucap Baekhyun yang duduk di belakang Hagun. Sudah pasti dia melihat Hagun dan Sehun tadi, yaa dengan jarak mereka yang ekstrim. Sedetik kemudian pipi Baekhyun sudah menjadi sasaran empuk untuk tangan Hagun.

“Yaaa! Dasar babo! Apa yang kau katakan, eoh?” tanya Hagun sambil terus mencubit pipi Baekhyun.

“Aaaa, apeun Gun-ah!” ringis Baekhyun

“Hey hey, clam down girl.” Ucap Daehyun lalu menarik tangan Hagun.

“Seongsanim, dia itu sudah keterlaluan! Aku tidak terima, dia pantas mendapat cubitan dariku.” Ucap Hagun sambil memgerucutkan bibirnya, dia tampak seperti anak kecil yang merengek karena permennya diambil. Tanpa disadari Hagun maupun dirinya sendiri, Sehun tersenyum. Dia tersenyum begitu saja melihat kelakuan manja Hagun pada guru yang menurutnya aneh. Dan itu adalah senyuman tulus dari seorang Oh Sehun.

“Hahaha, wajahmu sungguh menggemaskan. Beruntung sekali Luhan memiliki sepupu sepertimu.” Ucap Daehyun lalu mencubit pipi Hagun.

“Sepupu?” ucap Sehun pelan.

“Yaa seongsanim aku bukan anak kecil!” ucap Hagun dan kelaspun kembali dipenuhi tawa. Bisa dibilang Hagun adalah salah satu dari sepuluh murid yang bisa membuat sekolah menjadi tempat yang menyenangkan. Tapi tak jarang juga Hagun menjadi salah satu orang dari sejuta umat yang menghancurkan ketenangan belajar sekolah ini.

“Sudah-sudah, mari kita belajar!” ucap Daehyun lalu berjalan ke depan kelas.

“Yahhhh..” keluh semua murid.

“Why?? Kalian tak mau belajar ya?” tanya Daehyun, dan mendapat anggukan memelas dari anak didiknya.

“Baiklah, hari ini kita akan bersenang-senang!”

“YEAHH!!” teriak semua anak dan mereka mulai berkumpul di depan kelas. Tapi Sehun tetap diam di tempatnya ‘Sekolah macam apa ini?’ batin Sehun dan memperhatikan Hagun yang mengambil penghapus papan tulis. ‘Mau apa dia?’ batin Sehun lagi.

“Seongsanim, aku pakaikan bedak ya!” ucap Hagun dan dia mendekatkan penghapus papan tulis ke muka Daehyun. Dan Daehyunpun lari terbirit-birit.

“Baiklah, kehidupanku yang sebenarnya akan dimulai.” Ucap Sehun pelan sambil memijit-mijit keningnya.

******

“Yeyy, akhirnya aku bisa pulang dan bertemu Jongin!” ucap Hagun senang.

“Jongin? Siapa dia?” tanya Sehun yang ada di sampingnya.

“Bukan urusanmu.” Jawab Hagun lalu mengambil tasnya dan keluar kelas.

“Ya! Kau mau kemana?” Hagun terus berjalan dan menghiraukan Sehun.

“Aishh, yeoja mengerikan itu sangat menyusahkan.” Sehun mengikuti Hagun dari belakang. Hagun yang mulai risihpun, berbalik dengan tatapan tajam.

“Sudah kau pulang saja, aku ada urusan. Jangan mengikutiku!”

“Tidak bisa, kata eommamu aku harus menjaga dan membawamu pulang.”

“Mwo?? Memang kau itu siapa? Sudah aku tak mau tahu, cepat pergi dari hadapanku!” usir Hagun lalu berbalik meninggalkan Sehun. Sayangnya sehun tetap mengikuti Hagun.

“YA! JANGAN MENGI-“ kata-kata Hagun terpotong, Sehun mendorongnya ke tembok dan menatap tajam mata Hagun.

“Aku tak akan membiarkanmu pulang sendiri. Aku memiliki tanggung jawab selama orang tuamu pergi. Jadi pulanglah bersamaku.” Sehun terus menatap Hagun, dan Hagunpun mulai salah tingkah.

‘Tak ada cari lain…’ batin Hagun dan

PLAKK

“Dasar namja asing kurang ajar!” Hagun menampar Sehun dan pergi begitu saja. Kali ini Sehun tidak mengikuti Hagun lagi. Mungkin dia terkejut dengan perlakuan Hagun kepadanya, ini sedikit menjatuhkan harga dirinya.

“Hahh… aku tak mau tahu lagi tentang yeoja mengerikan itu.” Sehunpun berjalan keluar sekolah dan pergi entah kemana. Sedangkan Hagun berlari menuju rumah Jongin, dia ingin mencurahkan segala isi hatinya kepada Jongin.

******

@Jongin House

Ting Tong~~

 

“Jongin-ah!” panggil Hagun dari luar rumah Jongin.

“…..” tapi tak ada jawaban dari dalam.

“Aihhh, kemana namja itu pergi?”

“YA! KIM JONGIN KELUAR KAU DARI RUMAHMU! ATAU AKU AKAN MASUK DAN MEMBUNUHMU!!” teriak Hagun, dan detik berikutnya terdengar suara orang melangkah.

 

Cklekk…Ngekkk…

“Eoh? Kim Jongin kau kenapa???” tanya Hagun panik saat melihat sahabatnya membuka pintu. Keadaan Jongin sangat mengenaskan, muka pucat, baju berantakan, kantung mata tebal, dan rambut bagaikan sarang lebah.

“Eunghh.. aku… sepertinya hmmhh.. sakit” ucap Jongin susah payah dengan suaranya yang serak.

“Lalu dimana orang tuamu?”

“Pergi..”

“Aishh, sudah ayo masuk dulu. Kenapa kau tidak memberitahuku eoh? Kau itu membuatku cemas babo!” ucap Hagun kesal lalu menuntun Jongin masuk kembali ke rumahnya.

“Mian..”

“Ahhh.. Apa kau sudah makan?” tanya Hagun dan Jongin hanya membalas dengan gelengan.

“Menyedihkan sekali. Kau kuatkan kembali ke kamarmu?”

“Kau harus tanggung jawab.”

“Maksudmu?”

“Sudahlah..” Jonginpun berjalan sendiri ke kamarnya tapi karena badannya terlalu lemas dan kepalanya mendadak pusing, dia terjatuh dan pingsan.

“KIM JONGIN!!” Hagun mendekati Jongin dan menepuk-nepuk pipi Jongin.

‘Apa yang harus aku lakukan?’ batin Hagun

“Mungkin beratnya turun karena sakit.” Ucap Hagun pelan lalu berancang-ancang untuk memapah Jongin.

“Hana, dul, set!! Akhh!!”

GUBRAKK

Hagun di bawah dan Jongin di atas, itulah posisi mereka sekarang. Kalian pasti tahu apa yang terjadi. Hagun tak kuat memapah Jongin dan akhirnya mereka jatuh.

“Astahhgaaa.. Jongin cepat bangun! Kau… berat!!!” ucap Hagun dengan susah payah sambil memukul-mukul tubuh Jongin.

‘Baiklah.. Sepertinya dunia ini akan kehilangan manusia bernama Yoon Hagun.’ Batin Hagun lalu menutup matanya.

 

One hours Later~~ *Lama banget yak –-“*

 

“Eunghh… Aku bermimpi Hagun datang kesini.” Ucap Jongin pelan saat dia terbangun, kepalanya serasa membaik entah karena apa. Dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat Hagun terkapar di bawahnya.

“Yoon Hagun??? Apa yang kau lakukan?” tanya Jongin lalu beranjak(?) dari tubuh Hagun. Tapi tak ada jawaban dari Hagun.

“Hagun? Yoon Hagun?” Jongin menusuk-nusuk pipi Hagun.

‘Apa dia kehabisan nafas? Apa aku harus memberinya nafas buatan? Merasakan bibir tipisnya?’ batin Jongin dan pikiran yadongpun menari-nari dalam otaknya. Tapi dengan cepat dia singkirkan pikiran kotor itu.

“Aku melakukan ini karena aku takut kau mati.” Ucap Jongin, lalu mendekatkan wajahnya ke Hagun.

7 centi 4 centi 2 centi…

“Jongin…” ucap Hagun dengan mata tertutup.

“Eh?? Aihh padahal tinggal sedikit lagi.” Ucap Jongin, walaupun dia sedang sakit kalau ada Hagun disekitarnya dia merasa mendakatkan jiwa baru(?)

“Kyaa!! Jongin!!” Hagun terbangun dan langsung memeluk Jongin.

“Wae-waeyo??”

“Aku kira aku sudah mati dan tak akan bertemu denganmu lagi.” Ucap Hagun sambil terus memeluk Jongin. Tanpa Hagun sadari, pipi Jongin memerah dan tentunya memanas. Bukan karena tamparan yang sebelumnya diterima Sehun, melaikan pelukannya yang membuat Jongin merasakan panas di pipinya.

“Aku…” ucap Kai menggantung

“Hmm? Waeyo?” Hagun merenggangkan pelukannya pada Jongin.

“Aku… mencintaimu..”

“Aigo~ sepertinya penyakitmu sudah stadium akhir. Lebih baik kau masuk ke kamarmu sekarang. Aku akan membuat makanan dan membawakan obat untukmu.” suruh Hagun lalu mendorong tubuh Jongin. Jongin berjalan menuju kamarnya dan merenungkan perkataan yang tadi dia ucapkan.

‘Apa aku salah?’ batin Jongin.

*********

Brak!!

“Makanan datang!!” ucap Hagun saat masuk ke dalam kamar Jongin, dengan membawa mangkuk berisi bubur buatannya. Dia duduk di sebelah Jongin, sedangkan Jongin menatap Hagun sambil menutup mulutnya.

“YA! Cepat buka mulutmu!!” suruh Hagun pada Jongin

“Makhannmu ithu rhasanyah hambarhh *makananmu itu rasanya hambar*” ucap Jongin yang tetap bertahan mengunci mulutnya.

“Enak saja, kaukan belum mencobanya. Sudah cepat buka mulutmu, atau aku akan pulang!”

“Arasso! Aku akan memakannya, tapi hanya sedikit. Dengar? Hanya sedikit!” pertahanan Jongin runtuh mendengar ancaman Hagun dan dia perlahan membuka mulutnya.

“Neee..” balas Hagun malas dan menyuapkan bubur buatannya ke mulut Jongin.

Suapan pertama.. ‘Apa yang dia masukan ke dalam bubur ini?’ batin Jongin

Suapan kedua.. ‘Lihat wajahnya, apa dia senang melihatku menderita?’ batin Jongin untuk kedua kalinya.

Suapan ketiga.. ‘Bahkan bubur ini lebih memualkan dibandingkan masakan gosong sekalipun’ batin Jongin untuk kesekian kalinya.

Suapan keempat.. “Hentikan!! Aku sudah kenyang.” Ucap Jongin dengan senyum paksaannya.

“Ohh baiklah, aku akan pulang.” Hagun beranjak dari duduknya. Tapi tangan besar Jongin menahan Hagun.

“Baiklah, dua suapan lagi. Deal?” tanya Jongin.

“Hmmm.. bagaimana dengan 3 suapan?” tanya Hagun balik sambil ber-smirk.

“Come on~~”

“Aishh, baiklah empat suapan lagi.”

“MWO???”

*******

20.15 KST

 

“Aku pulang dulu ya.. Annyeong~” pamit Hagun pada Jongin.

“Tak mau aku antar?” tanya Jongin yang terlihat kuatir.

“Aishh, kau ini sedang sakit lagi pula rumahmu dengan rumahku tak terlalu jauh.”

“Memang tak terlalu jauh kalau kau melewati jalan pintas yang gelap itu.”

“Hahaha, sudah-sudah aku akan menjaga diriku Jongin-ah. Sahabatmu ini sudah tumbuh besar.” Canda Hagun, yaa itu untuk membuat kekuatiran Jongin berkurang.

“Hmm.. arasso, gomawo sudah merawatku hari ini.” Hagun menganggukkan kepalanya dan keluar dari rumah Jongin. Sepanjang jalan Hagun bersenandung kecil, sesekali dia menendang batu kerikil yang ada di sekitarnya.

“Hey, kau anak muda!” panggil seseorang dari belakang, Hagun membalikan tubuhnya dan memandang orang yang memanggilnya. Ternyata yang memanggil Hagun adalah serang ahjushi menggunakan jaket panjang sampai kaki, serta kaca mata hitam.

“Ahh, ahjushi memanggilku?” tanya Hagun sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Ne, kalau bukan kau siapa lagi?”

“Hmm, waeyo? Ada yang bisaku bantu?”

“Ada, ahjushi sudah lama tidak merasakan itu.. ahjushi takut keindahannya berkurang. Bisakah kau menilai ahjushi?”

“Eoh? Maksud ahjushi apa? Aku tak mengerti.” Hagun tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Apa kau sepolos itu? Sepertinya langsung saja.” Ahjushi yang tak dikenal Hagun itu memegang jaketnya dan membukanya.

GREPP, tiba-tiba ada orang yang menarik Hagun ke dalam pelukan. Kalian tahu? Ahjushi itu sama sekali tak menggunakan apapun, kalau tak ada orang yang memeluk Hagun. Mungkin dia sudah melihat semuanya.

“Apa yang kau lakukan? Mau merusak pemikiran gadis di bawah umur, eoh? Dasar ahjushi tak tahu diri!” ucap orang yang memeluk Hagun, dari suaranya terdengar kalau dia adalah seorang namja.

“Suara ini… YA! Lepaskan pelukanmu.” Hagun memberontak tapi orang yang memeluknya malah semakin mengeratkan pelukannya.

“Aishh, padahal sedikit lagi.” Ucap ahjushi itu dan kabur dari hadapan Hagun dan namja yang memeluknya.

“LE-LEPASKAN!” Hagun mendorong tubuh yang memeluknya.

“ka-kau? Apa yang kau lakukan di sini, eoh?” tanya Hagun gelagapan, yaa namja yang memeluknya barusan adalah Oh Sehun.

“Aku? Tak ada, kau tahu, seharusnya aku yang bertanya padamu apa yang kau lakukan berdua dengan seorang namja di rumahnya sampai semalam ini? Dan kalau aku tak ada, mungkin sekarang kau bukan perawan lagi.” Ucap Sehun panjang lebar.

“M-mwo?? YA! Namja asing, kau itu bukan siapa-siapaku yang bisa seenaknya mengatur kehidupanku, dan apa maksud perkataanmu terakhir? Aku bukan perawan lagi?”

“Ahjushi tadi adalah orang yang haus akan tubuh wanita? Apa kau tidak menyadarinya sama sekali, eoh?”

“Y-ye?? Haus akan tubuh wanita?” ucap Hagun yang terlihat tak yakin dengan perkataan Sehun.

“Hah.. Sudah lupakan saja, lebih baik kita pulang sekarang.” Sehun menggenggam tangan Hagun dan menariknya. Hagun merasakan ada sesuatu yang aneh dengan hatinya, jantungnya berdetak. Bukan berdetak seperti biasanya, ini lebih cepat bahkan sangat cepat. Aliran darahnyapun serasa mendidih, dan itu membuatnya merasakan panas yang berlebihan.

‘A-ada apa denganku?’ batin Hagun.

********

Hagun dan Sehun sudah sampai di rumah, Hagun berniat langsung masuk ke kamarnya. Tapi Sehun menahannya, dia menarik Hagun ke sofa yang ada di ruang keluarga.

“Apa yang kau lakukan dengan namja itu?” tanya Sehun yang menatap Hagun dengan serius.

“Tak ada..” jawab Hagun acuh dan beranjak dari duduknya, tapi Sehun kembali menahannya.

“Sebelum kau menceritakan semuanya, kau tidak boleh beranjak dari sini.”

“Aishhh, sudah kubilang aku tak melakukan apapun. Lagi pula bagaimana kau bisa tahu kalau pemilik itu adalah seorang namja dan.. Jangan-jangan kau mengikutiku?” selidik Hagun.

PLETAKK!! Sehun menyentil dahi Hagun, mungkin dia gemas dengan sikap Hagun yang terlalu bodoh.

 

“YA! Apa yang kau lakukan?? Ahhh, sakit tahu!” ucap Hagun sambil mengusap dahinya. Sehun mendekatkan wajahnya dengan Hagun, menatap bola matanya tanpa berkedip.

“Aku memiliki tanggung jawab seutuhnya atas dirimu. Jadi mulai detik ini kau harus selalu berada di sekelilingku, ani bahkan kau harus berada dekat denganku. Arra?” ucap Sehun dengan lembut. Hagun mengedip-ngedipkan matanya,

‘Namja ini benar-benar membuatku gila.’ Batin Hagun dan jantungnya kembali bekerja secara berlebihan.

“Pfftt..” Sehun terlihat menahan tawanya tanpa mengurangi jarak antara dirinya dengan Hagun.

“Y-yaa! Ke-kenapa kau seperti itu, eoh?” tanya hagun gelagapan.

“Wajahmu seperti kepiting rebus. HAHAHA” jawab Sehun dan tawanyapun pecah.

“NE?!?!” Hagun menyentuh kedua pipinya, mengerucutkan bibirnya, dan menujukan ekspresi kesal. Sehun sedikit terkejut melihat ekspresi Hagun, ‘menggemaskan’ batinya.

“Haha, kenapa wajahmu seperti itu, eoh? Tak cocok untuk usiamu.” Sehun tertawa lagi dan berjalan meninggalkan Hagun. Hagun menatap kepergian Sehun, baginya namja itu memulai perang.

‘Lihat saja besok, aku akan mengerjaimu namja asing.’ Batin Hagun lalu ber-smirk ria.

********

“Hey, wanita mengerikan, cepat bangun!” ucap Sehun dari luar kamar, tapi tak ada jawaban sama sekali.

“Ya!! Aku hitung satu sampai tiga kalau kau tak keluar aku akan masuk.” Ancam Sehun yang tak mendapat jawaban sama sekali.

“Hanna…”

“Dul….”

“SET!” Sehun membukan pintu kamar Hagun dan tak ada seorangpun di sana.

“Yoon Hagun?” Sehun masuk lebih dalam ke kamar Hagun.

“Kau di mana, eoh?” ucap Sehun tapi sama sekali tak ada tanda-tanda kehidupan di kamar ini.

“Aishh, kemana dia?” Sehun mengacak rambutnya dan wajahnya tampak kuatir.

To Be Continue~

15 pemikiran pada “Hate or Love (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s