Baby Don’t Cry

Baby Don’t Cry

Author: Saras

Cast: Byun Baekhyun

Cha Mi Rin

Genre: Sad, Romace

Leght: Oneshoot

 

 

It’s a song-fanfiction and dedicated to my friend : Sani . But, its not all the lyrics. So, read it with hear Baby Don’t Cry. I hope you are like it. Your comment its my spirit , yay ! ❤

At last my eyes that lost their way cry cry cry

Don’t hesitate another minute please take away my heart

Yes, the sharper the better, the night that even the moon has closed her eyes

Yeoja itu masih meringkuk dengan air mata yang tak berhenti mengalir di matanya. Dia tidak akan bisa melupakannya. Bahunya bergetar hebat.

“Cha Mi Rin….” Lirihku membisikan namanya. Memeluknya mencoba menguatkannya.

“Hyun….. dia. . . . “ Kata-katanya terputus ketika kedua tanganku mencoba untuk memeluknya.

“Dia sudah meninggal. Dia tidak akan kembali, Mi Rin. Tapi, dia akan tetap mencintaimu” Hiburku walaupun sebenarnya yang paling tersakiti adalah aku sendiri.

Aku yang selalu berpura-pura bahagia melihat dia bersama laki laki itu.

Aku yang selalu membicarakan betapa beruntungnya laki laki itu. Padahal juga mengutuki diriku tentang betapa bodohnya aku yang melewatkannya.

Sejak dulu.

……

Flashback

If it were any other man, if it were a single verse taken from a comedy

Mi Rin datang padaku dengan senyum menawan. Menggandeng seseorang yang sudah cukup lama membuat aku hanya menjadi patung lilin di hadapannya.

“Hyun, kenalkan dia namjachingu-ku” Aku tersenyum menyambut tangan laki laki itu. Bisa aku melihat betapa Mi Rin sangat mencintai laki laki itu.

“Byun Baekhyun” Kataku cepat dan segera pergi dari tempat itu. Memandamkan hatiku yang remuk.

Ekor mataku masih bisa melihat, ketika kedua tangan Mi Rin melingkar erat ke lengan laki laki itu.

“Aku seperti orang bodoh dalam sebuah opera sabun” Aku tertawa kosong sambil meneguk wine . Meresapi kadar alcohol itu, altought I know. I hate wine so much.

Aku memang bodoh.

….

Burn all the scars you’ve exchanged for that love

“Dia menyakitimu, Rin” Tapi dia tetap menggeleng. Tetap mengelak dari semua tuduhanku.

“Dia hanya…… “ Ucapannya menggantung.

“TAPI DIA BERJALAN DENGAN YEOJA LAIN ! DID YOU KNOW IT?!” Seruku emosi. Wajahku merah padam.

Slap .

Aku menyentuh pipiku panas. Memandang wajahnya yang seolah muak melihatku.

Dia menamparku, untuk pertama kalinya.

“Aku tidak pernah memintamu untuk menuduhnya ! Itu impas, Byun Baekhyun”Bibirnya bergetar hebat. Aku tidak pernah melihat Mi Rin di kuasai emosi sebesar ini.

Hanya karena laki laki itu.

Hanya karena dia.

Mi Rin menjinjing tasnya berjalan ke pintu. Dan menutupnya dengan penuh emosi.

“Apa kau buta? Kau rela bekas luka hatimu terbakar untuk dia yang jelas jelas mengkhianatimu?”

Flashback-end

…….

Baby don’t cry tonight after the darkness passes

Baby don’t cry tonight it’ll become as if it never happened

You’re not the one to disappear into foam, something you never should’ve known

So Baby don’t cry cry my love will protect you

Aku menyodorkan teh hangat padanya.

“Setidaknya minumlah sedikit. Kau sudah tidak makan hari ini” Tetapi, dia tidak bergeming sama sekali. Tangannya masih melingkar di kakinya. Hanya diam tanpa ekspresi.

“Setelah minum kau bisa tidur. Kau tahu ? Ini sudah larut sekali” Aku memasang senyum terbaikku.

Dia tetap diam tanpa berkata apa-apa.

“Di… dia tidak akan kembali, Hyun” Air mata itu kembali jatuh. She was crying again.

Aku meletakkan cangkir dan memeluknya lagi. Walau aku tahu, dia enggan membalasnya. Sibuk berkutat dengan kesedihannya.

“Everyone know it, when you died you cant back again. But, he love you. Love you so much” Mi Rin membenamkan kepalanya di dadaku.

“Aku akan selalu menjagamu, akan selalu ada di sampingmu” Bisikku pelan padanya. Mengeratkan pelukanku , ingin menjaganya dan melindunginya.

“Don’t cry, please” Tanganku menghapus hati hati air matanya yang mengalir dari matanya. Dia menatapku nanar.

“I cant Hyun. My eyes always cry” Suara paraunya merobek kebahagiaanku.

Kalau andai dia tahu.

Aku lebih mencintainya daripada laki laki itu.

……..

Exchanging only our separate fates that lead to one another

As inevitable as it seemed that we’d miss, I know we loved just as much

 

Aku menatapnya tak berkedip. Entah, hanya dia yang membuat kantuk itu pergi.

“Tidurlah yang nyenyak” Kataku perlahan. Menatapnya dari pinggir ranjang. Mencuri kesempatan dengan mengelus rambut hitamnya.

Aku tidak bisa menghitung berapa banyak waktuku yang ku korbankan hanya demi bersamamu Batinku bertanya, tolol.

“Bisakah sekali saja kau melihat ke arahku? Melihat semua yang sudah aku korbankan kepadamu? Hanya karena aku begitu mencintaimu” Menumpahkan semua yang aku rasakan.

Ketika matanya tertutup, lelah.

Ketika dia bermimpi.

Dan ketika dia tidak menyadari bahwa aku akan selalu di sampingnya.

…..

When you smile, sun shines a brilliance you can’t fit into a framework of language

The waves crash my heart and crumble down oh

“Selamat pagi” Sapaku padanya. Mi Rin melangkah ke arahku. Menatapku.

“Terima kasih, Hyun. Aku tidak tahu , mungkin aku akan lebih kacau tanpa ada kau di sampingku” Dia tersenyum. Senyum yang rapuh tapi sangat berarti untukku.

Aku terkaget. Bahagia, senang dan semua kata lain dari definisi ‘bahagia’.

Melihatnya tersenyum. Itu sudah lebih dari cukup bagiku.

Entah bagaimana lagi aku bisa menjelaskannya dengan kata kata.

Dia bisa membuatku jatuh terhempas dan membuatku terdiam hanya karena senyumnya.

…..

The moonbeam that brims up in your eyes

This night that silently overflows with pain

Aku menatap mata hangatnya.

“Kita sudah lama tidak menonton film bersama” Katanya berusaha tersenyum. Walaupun aku tahu , dia masih sangat rapuh dan berduka.

“Bagaimana kalau kita menonton film?” Dia diam.

“Hyun, apa kau pernah kehilangan seseorang sesakit ini?” Tangannya menyentuh tanganku.

Tidak perlu kehilangan, melihatmu bersamanya itu sudah membuat aku jatuh dan tersiksa Batinku.

“Biarkan waktu yang mengobatinya. Biarkan sakit itu hilang oleh waktu yang akan selalu berjalan bersamamu” Mi Rin menyenderkan kepalanya di bahuku.

“Aku sangat mencintainya, walaupun aku tahu dia menyakitiku” Aku juga, aku mencintaimu walaupun aku tahu kau mencintainya Balasku dalam hati.

Aku tak ingin hanya diam.

Aku ingin mengatakannya, tapi tidak tahu bagaimana caranya.

……

The early sunlight comes down

A blinding force that reminds me of you comes down

At last my eyes that lost their way cry cry cry

Aku menggandeng tangannya.

“Aku sangat menyukai taman ini. Bukankah kita sering kemari saat masih kecil?” Tanya Mi Rin. Aku tertawa, dia sudah lebih baik sekarang.

“Aku ingat saat kau jatuh di ayunan itu” Tunjuknya padaku. Aku mengangguk.

Aku lebih tahu tentangmu, semua kejadian yang ada di hidupmu Aku mengajaknya duduk dan membelikan es krim kesukaannya.

“Gomawo” Aku menggegam tangannya dengan berani.

Matanya menatap ke arahku heran.

Bukankah kau sudah menunggu kesempatan ini ?

Kau yang paling menantikan dia sendiri kan?

“Cha Mi Rin..” Nafasku memburu . Lidahku membeku kaku.

“Kau kenapa sih ?” Bibirku seolah bisu untuk mengatakannya.

“Kau tahu, sudah hampir 10 tahun kita bersahabat seperti ini….” Aku menggantungkan ucapanku.

Keringat dinginku memberontak.

“Aku tidak ingin melihatmu menangis dan terluka lagi. Aku hanya bisa menjadi bayang hitam yang selalu menjagamu di saat kau tidak melihatku. Tapi, aku tak mau lagi”

Katakan seperti apa yang kau sudah pendam bertahun tahun, Byun Baekhyun.

Aku sedikit menunduk. Mengepalkan kedua tanganku yang sudah dingin.

“Aku mencintaimu. Terserah apa yang mau kau katakan kepadaku. Aku sudah tidak peduli apapun yang menjadi jawabanmu. Selama bertahun tahun aku sudah mencoba mengatakannya tapi tidak pernah bisa” Aku melihat mata Mi Rin. Pelupuk matanya basah.

“Bodoh. Aku selalu menunggumu mengatakan ini, Hyun. Aku kira kau lelaki bodoh yang tidak mengerti bagaimana aku juga sama lelahnya menunggumu. Ternyata …..” Dia terisak.

Kami saling tertawa. Kebodohan yang tidak pernah kami sadari.

Kadang yang namanya sebuah cinta hanya akan datang saat kita berani mengatakannya.

“Aku tak ingin melihatmu menangis lagi”Aku membisikkannya perlahan.

Memeluknya dan tak akan pernah melepaskannya lagi.

…….

 

Iklan

5 pemikiran pada “Baby Don’t Cry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s