Beautiful Heart

tumblr_lqzhx0i5sD1qar75co1_500

Title : Beautiful Heart

Author : Rizka Kh a.k.a Park Hyuri (@_rizkaaaa)

Genre : Romantic, School-Life

Lenght : One Shot (± 1.125 word)

Main Cast : -Kai

-Park Hyuri (OC)

-Bae Suzy

Author’s note : Annyeong ^^author bawa ff singkat abal-abal buat para readers. Kalo ni ff jelek bgt, mohon beri saran agar author bisa bikin ff yang bagus author berharap kritik dan masukannya agar tulisanny makin bagus. Dont Plagiat, please! FF ini ada di wp pribadi author kkamjonginn.wordpress.com

Happy reading ^^

Park Hyuri adalah nama yang di berikan oleh orang tuaku delapan belas tahun yang lalu atau lebih tepatnya saat aku lahir pada tanggal Sembilan September di tahun 1994. Nama yang indah tapi sayang rupaku tak seindah itu. Kalian pasti berpikir aku sedang merendah saat ini, bukan? Aniya, itu kesungguhanku. Aku bukan Geum Jandi yang mengatakan dirinya jelek tapi ia memiliki wajah yang berparas seperti bidadari. Tapi aku memang aku, aku yang benar-benar tidak cantik, dan ini bukan suatu kerendahan diri melainkan sebuah KENYATAAN!

-O-

“Park Hyuri!!” suara panggilan itu membuatku menghentikan kegiatan membaca ku dan terpaksa melihat ke arah sumber suara.

“Waeyo?” tanyaku bingung melihat dia berlari ke tempatku.

Dia berhenti lalu mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Dia menatapku lama “Kai mencarimu!” ucapnya.

Aku terdiam sesaat lalu tertawa sekeras-kerasnya. “itu lucu Suzy-ah.” Aku masih tertawa, tetapi suzy sahabatku malah menatapku seolah-olah aku adalah orang gila. Aku meredakan tawaku saat melihat ekspresi serius suzy.

“aku serius! Dia mencarimu” dia mengulangnya lagi tapi aku masih tidak bias mempercayainya.

Aku membeku dan menatap suzy tak percaya saat dia memandang penuh kejujuran. Kai! Dia adalah pria terpopuler di sekolah ini bersama kedua sahabatnya Sehun dan Luhan. Dan dia juga adalah pria yang kusukai selama ini, dia terlalu berkharisma untuk ku abaikan. Tapi kalian jangan khawatir, aku tak sepercaya diri itu untuk mengejar-ngejarnya seperti gadis-gadis cantik lainnya. Aku hanya akan melihatnya dari jauh dan akan menikmati irama detakan jantungku saat dia lewat di hadapanku.

“YAA!!” suara teriakan gadis raksasa ini membuyarkan lamunanku. Aku masih menatap tak percaya, aku menatap wajah cantik sahabatku ini. Dan setiap aku memperhatikan wajahnya, aku langsung tersadar aku sama sekali tak ada apa-apanya di bandingkan dia.

“dia menunggumu di taman belakang sekolah” suzy kembali pada topic pembicaraan tentang Kai tadi.

“Kenapa dia mencariku?” tanayaku gugup, aku bahkan tak pernah melakukan apapun agar Kai mengenaliku. Karena aku tahu, apapun yang aku lakukan takkan pernah berhasil, Kai takkan pernah melihatku.

“Molla” jawabnya enteng. “palliwa! Kau ingin dia menunggumu berapa lama lagi?” tanya suzy yang sepertinya sedikit kesal mendengar pertanyaan-pertanyaanku. Aku mengangguk lalu berjalan dengan kaki yang bergetar hebat.

-o-

Punggungnya, punggungnya saja sukses membuatku menahan nafas dan tak bisa bergerak jalan ke arahnya. Aku mencoba mengeluarkan suaraku yang pasti akan terdengar sangat bergetar. “ka..Kai” panggilku pelan, sangat pelan. Tapi dia mendengar karena di sini tak ada suara apapun, mungkin detak jantungku pun terdengar disini. Dia berbalik, dan kalian tahu apa? Nafasku tercekat sekarang, wajahnya terlalu tampan untuk aku mimpikan apalagi bisa berdiri di hadapanku.

“Kau Park Hyuri?” Tanyanya datar. Aku hanya bisa mengangguk sambil mencari pasokan oksigen sebanyak yang aku bisa, Aku benar-benar perlu bernafas. “tak seindah namamu” sambungnya lagi.

Aku tersenyum kecut “Arra” jawabku. Aku tahu aku jelek, tapi saat aku mendengar itu keluar secara langsung dari mulut pria ini, rasanya Sakit!

Dia mengitari tubuhku, aku yakin dia ingin membunuhku perlahan dengan aroma tubuhnya yang membuatku bahkan tak bisa merasakan detak jantungku sendiri. Dia tersenyum “tapi kau juga sebenarnya adalah seorang gadis yang manis” ucapnya.

Aku hanya bisa melongo mendengarkan dia berbicara. “sebenarnya maksudmu apa?” Tanyaku berusaha agar sama sekali tak terlihat gugup.

“aku suka gadis berkulit gelap” dia mengatakan sesuatu yang sama sekali tak bisa aku mengerti. Dia berjalan ke belakangku membuatku terlihat membelakanginya. “punggung ini” ucapnya lagi. Kali ini aku benar-benar tidak mengerti. “aku menyukai punggung ini, aku menyukai wanita yang sedang membelakangiku saat ini”

OMO!! Jantungku! Tuhan, kemana jantungku saat ini. Aku benar-benar tak menyangka kata-kata itu keluar dari mulut pria tertampan untuk wanita terjelek. Aku mencoba menetralkan detak jantungku, berusaha mengusir semua kupu-kupu yang menari di perutku. “jangan mempermainkan aku hanya karena aku bukan wanita yang cantik” aku mencoba untuk tidak terbuai, karena aku harus sadar bahwa Kai tak mungkin menyukai gadis jelek sepertiku.

Dia mencengkram bahuku dengan kedua tangan nya, membalikkan tubuhku agar berhadapan dengannya. Ia mengangkat daguku dengan satu jari telunjuknya, membuatku mendongak melihat wajah tampannya. “apa kau melihat permainan di mataku?” tanyanya lembut.

Aku hanya bisa terdiam, tapi hatiku benar-benar ingin mengatakan ‘aniya, itu tatapan kebenaran’, tapi di satu sisi aku masih tidak bisa mempercayainya.

“kau bisa melihat kejujuranku, bukan?” tanyanya lagi. Aku hanya menunduk dalam tak berani menatap matanya lagi. Dia membalikkan tubuhku lagi lalu memelukku dari belakang, nafasku tercekat. Ini benar-benar sesuatu yang sama sekali tak pernah aku harapkan, memimpikannya saja aku tak berani.

“nyaman” bisiknya tepat di tengkukku. Dia menyandarkan kepalanya di bahuku, membuatku sedikit bergidik geli. “wangi” ia menciumi helaian rambutku membuat aku kembali bergidik karena hembusan napasnya menyapu leherku. Aku melepas tangannya dari pinggangku tapi dia kembali memeluknya semakin erat.

“biarkan tetap seperti ini, sebentar lagi. Aku mohon” suara lembutnya membuatku tak bisa berkutik. Aku hanya diam menikmati kejadian yang mungkin takkan pernah terulang untuk kedua kalinya. Aku merasakan sesuatu yang berdetak di punggungku, jantung Kai. Aku tak yakin ia serius, tapi apa mungkin detak jantungnya berbohong.

Chu~. Dia mencium leherku, membuatku refleks melepaskan diri. “sebenarnya apa yang kau mau dariku?” tanyaku sedikit membentak. “aku memang menyukaimu, Kai. Tapi aku bukan perempuan gampangan” bentakku dan air matapun menetes dari sudut mataku. Aku hendak meninggalkannya tapi tangan kekarnya menahan lenganku.

“Kau… kau.. menyukai..ku?” tanyanya terbata. Aku menatap wajahnya yang terlihat sediki terkejut. Lalu dia tersenyum misterius.

“kenapa kau tersenyum seperti itu?” tanyaku bingung. Pria yang ku sukai ini ternyata benar-benar tidak waras.

Dia kembali menarikku dalam pelukannya, hangat. Aku benar-benar merasa sangat nyaman dalam dekapannya. Aku bahkan merasakan detak jantungnya berdetak dengan sangat cepat.

“aku bahagia kau juga menyukaiku. Aku kira aku akan bertepuk sebelah tangan” jawabnya sambil mencium puncak kepalaku.

“tapi Kai.. bagaimana bisa?” tanyaku masih penuh ketidakpercayaan. “kau tak boleh serius, apa yang akan di katakan satu sekolah jika kau benar-benar menyukaiku”

“aku tidak peduli, yang penting kita bisa bahagia. Aku tak peduli dunia akan mengolokku, yang penting kau bersamaku” ucapnya serius sambil menatap kedua mataku intens.

Aku tertawa melihat ekspresi seriusnya. Bagaimana bisa si tampan mencintai gadis buruk rupa. “kai! Pangeran tampan idola seluruh gadis cantik di sekolah ini. Bagaimana bisa kau menyukai gadis buruk rupa seperti aku?” aku menetralkan rasa bahagiaku.

“Bukan kecantikan yang membuat seseorang bisa mencintai, tapi cinta yang membuat apapun terlihat cantik. kau manis, kau tidak jelek. Aku tidak pernah menganggap dirimu jelek, Park Hyuri.” dia sedikit meninggikan suaranya.

Aku membeku mendengarnya, sedikit terkejut melihat dia bisa emosi hanya karena aku mengatakan diriku jelek, tapi itu kenyataan bukan? Dia masih menatapku, aku hanya bisa menatapnya kembali tanpa bisa melakukan apapun sampai sesuatu yang basah menyentuh bibirku. Kai menciumku, aku menutup mataku, menikmati setiap ciuman darinya walau tak mendapat balasan dariku.

“dengar! Jangan pernah katakan dirimu jelek. Karena tak mungkin gadis jelek bisa membuat pangeran Kai jatuh cinta. Arraseo?” jelasnya setelah menciumku.

Aku hanya mengangguk lalu memeluknya. Lihat! Tak ada yang tak mungkin bagi gadis jelek membuat pria tampan jatuh cinta.

“Jika kau tak bisa mengandalkan wajahmu, maka gunakanlah hati cantikmu”

 

END

 

19 pemikiran pada “Beautiful Heart

  1. aku suka bgt quotes yg terakhir..wajah emang bukan segala..tapi kecantikan hati yg lebih utama..ff ini walau sederhana n pendek..tp amat berkesan..daebaaaaak..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s