Saranghaeyo Ahjussi (Epilogue)

Saranghaeyo Ahjussi

Epilogue

Cover Epilogue Picture

Author: Dreamcreampiggy (@giveittokris)

 

Length: Chaptered

 

Genre: Romance, Family, School Life, AU

 

Rating: Teenager

 

Cast:

-Lee Youra (Fiction)

-Wu Yi Fan/Kris (EXO-M)

-Park Chanyeol (EXO-K)

-Im Yoon Ah/Yoona (SNSD)

-Kim Jae Joong (JYJ)

-Lee Yourin (Fiction)

-Song Qian/Victoria (F(X))

-Kim Jae In (Fiction)

 

Disclaimer:Cast adalah milik mereka sendiri, Tuhan, dan Orang Tua mereka. Tapi ‘Fiction’ adalah fiksi.  Cerita milik Author. Tidak ada plagiat apapun karena cerita ini murni 100% ‘Imajinasi’ Author. Maaf sekali jika ada kesamaan nama ataupun latar belakang cerita. Nama sekolah maupun perusahaan disini adalah fiksi.

 

 

 

~Happy Reading~

“Jadi kau benar-benar serius dengan putriku?” Tuan Wu menyentuh sebuah pion catur berwarna putih di atas papan catur yang terletak di meja kayu mahogani di ruang tamu kediamannya.

Chanyeol yang kini sedang terduduk di hadapannya mengangguk dengan mantap. Mengamati setiap pergerakan pion catur Tuan Wu dan meneguk ludahnya susah payah ketika ia merasa posisinya sudah terdesak.

“Kau tak main-main kan?” Tanya Tuan Wu lagi. Dua tahun sudah Tuan Wu mengamati kedekatan putrinya dengan Chanyeol. Dan ketika hubungan mereka semakin jauh seperti ini Tuan Wu mulai mempertanyakan keseriusan Chanyeol tentang putrinya.

Perbincangan di antara dua laki-laki itu semakin terdengar serius, Chanyeol menggerakan tangannya dengan sangat berhati-hati dan berusaha untuk bisa memenangkan pertandingan catur yang kesekian kalinya dengan Tuan Wu.

Aniyo Ahjussi.” Jawab Chanyeol. Ia menggerakkan pion caturnya dengan tangan gemetar dan keringat bercucuran.

“Jika kau kalah dalam pertandingan ini, kau rela melepas putriku?” Kata-kata itu begitu menohok Chanyeol. Sekali lagi ia menggeleng dan berharap agar seseorang yang ia tunggu bisa secepatnya datang dan menyelamatkan Chanyeol dari situasi mencekam saat ini.

Appa!” Suara seorang gadis yang di harapkan Chanyeol untuk segera tiba akhirnya terdengar. Derap langkahnya mulai mendekat. Gadis itu menuruni tangga dengan koper dan beberapa tas yang ia sampirkan di pundaknya.

Chanyeol dan Tuan Wu yang melihat putrinya kesulitan segera berdiri meninggalkan meja tempat mereka bertempur itu dan segera berjalan menghampiri Jae In. Chanyeol dengan sangat sigap segera mengambil tas dan koper Jae In. Tuan Wu juga segera berjalan menghampiri putri semata wayangnya dan berbincang-bincang sebentar. Menanyakan kabar putrinya hari ini yang baru ia temui.

Kesempatan itu tak igin Chanyeol lewatkan sama sekali. Setelah meletakan koper dan tas Jae In di tempat seharusnya bersama barang-barang lain yang serupa, Chanyeol segera menghampiri meja ruang tamu dan menukar beberapa pion catur sehingga posisinya tidak lagi terdesak, justru sebaliknya.

Chanyeol mengangkat wajahnya menatap Jae In yang sedang melirik dan tersenyum kepada Chanyeol licik. Jae In terus membuka percakapan dengan ayahnya sampai Chanyeol meyelesaikan aksinya.

Aigoo… Andai kedua Oppa-mu masih tinggal disini. Appa pasti tidak akan sekhawatir ini melihatmu yang sering kesepian di rumah.” Tuan Wu mengusap kepala Jae In pelan lalu segera berbalik. Berjalan menghampiri meja ruang tamu dan menatap papan caturnya dengan aneh.

Jantung Chanyeol serasa ingin meledak karena ketakutan. Ia takut jika Tuan Wu mengetahui apa yang baru ia lakukan. Namun memang keberuntungan sedang memihak pada Chanyeol karena kini Tuan Wu segera menggelengkan kepalanya dan segera terduduk. Menjalankan gilirannya dan menyerahkan pada Chanyeol yang berikutnya.

“Oppa kau pasti menang!” Jae In menepuk bahu Chanyeol memberikan semangat dan mengalungkan kedua tangannya di leher Chanyeol dari belakang. Jae In meletakan wajahnya di pundak Chanyeol dan memperhatikan apa yang akan Chanyeol lakukan berikutnya.

“Doakan saja. Aku tak mau melepaskanmu kalau kalah.” Chanyeol berbisik pada Jae In khawatir.

Jae In membelalakan matanya dan segera menatap Appa-nya tak percaya.

“Appa menjadikan aku bahan taruhan dalam permainan ini? Aish!” Jae In menggerutu dan menghentakan kakinya kesal.

“Entahlah… Mungkin?” Tuan Wu hanya mengedikkan bahunya sambil tertawa kecil.

Menit terus berlalu. Chanyeol mulai tersenyum ketika melihat kemenangan sudah berada di depan matanya dan…

Checkmate!” Chanyeol membelalakan matanya tak percaya.

“Sudah kubilang kau tak bisa mengalahkanku dalam hal yang satu ini. Bahkan Jae Joong dan Kris tak pernah sekalipun menang dariku!” Tuan Wu tertawa lebar dan menepukkan kedua tangannya. Chanyeol tak menyangka ia lengah dan memberikan kesempatan besar pada Tuan Wu untuk menyerang dan kini ia kalah. Padahal ia kira dengan berbuat curang seperti tadi ia bisa menang.

“Aaaaa! Oppa!” Jae In menutup wajahnya sendiri dengan telapak tangannya dan benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi.

“Ahjussi kumohon jangan begini! Aku benar-benar serius dengan Jae In…” Chanyeol berdiri dengan sigap dan membungkuk berkali-kali di hadapan Tuan Wu. Berharap agar laki-laki di depannya bisa mencabut kata-kata yang ia lontarkan sebelumnya.

“Siapa yang memintamu mengakhiri hubungan dengan Jae In? Tadi aku hanya bercanda Yeol.” Tuan Wu berdiri dan menepuk bahu Chanyeol pelan.

“Ya?” Chanyeol tak tahu harus berkata apa lagi kini. Ia membuka mulutnya lebar dan menatap polos ke arah Tuan Wu.

“Aku memang menang dalam pertandingan catur. Tapi kau yang memenangkan hati putriku. Jadi jaga dia baik-baik!”

Chanyeol tak tahu harus berkata apa lagi. Ia tersenyum senang dan tanpa pikir panjang segera memeluk Tuan Wu erat.

“Gomawo Ahjussi! Aku akan menjaga putrimu sampai kapanpun! Sungguh!” Chanyeol melompat-lompat hingga membuat Tuan Wu tertawa. Walaupun kini kedua putranya sudah menjalani hidup sendiri, setidaknya ia sudah memiliki orang lain yang juga ia anggap sebagai anaknya sendiri.

Chanyeol masih memeluk Tuan Wu dan Jae In masih belum bisa berhenti tertawa sampai langkah kaki Nyonya Wu mendekat.

“Kalian sedang apa? Apa yang aku lewatkan?” Nyonya Wu segera bertanya dengan wajah tak tahu apa-apa pada ketiga orang itu yang masih asyik dengan dunia mereka sendiri. Nyonya Wu tertawa dan hanya menggeleng pasrah. Nyonya Wu kini melihat jam dinding dan terbelalak.

“Ayo! Kita harus segera berangkat! Tak ada waktu lagi! Cepat! Orang tua Youra pasti sudah menunggu kita!” Suara Nyonya Wu yang kencang membuat tiga orang itu segera sadar dan bergerak dengan cepat. Tuan Wu merapihkan bajunya dan berjalan menuju pintu keluar selagi Jae In dan Chanyeol membawa barang-barang mereka menuju mobil.

“Oppa. Ini kuncinya.” Jae In memberikan kunci mobil ke tangan Chanyeol dan menggandeng tangan pria itu erat.

“Kau sudah memilih gaun yang bagus kan? Kita juga harus kelihatan serasi dan cocok.” Kata Chanyeol sambil tersenyum kecil.

“Sudah. Besok akan menjadi hari besar kan bagi Kris Gege dan Youra Eonni?”

~**^^**~

“Oppa!” Teriakan Yourin menggema di seluruh penjuru rumah. Membuat Jae Joong yang sedang memotong sebuah apel terlonjak dan dengan cepat segera menaruh buah apel itu kedalam mangkuk dan melepas apronnya. Ia berlari secepat mungkin menaiki tangga dan menghampiri Yourin yang kini sedang terduduk layaknya ratu di sebuah sofa yang terletak di depan TV kamar mereka.

“Kenapa lama sekali sih?” Yourin menggerutu.

“Maaf Chagi. Aku kan tak terbiasa.” Jae Joong berjalan mendekati istrinya dan memberikan mangkuk itu.

“Kau harus Oppa. Ini kan keinginan anakmu!” Yourin mengusap perutnya yang sudah terlihat besar.

“Iya. Aku tahu.” Jae Joong mengangguk dan terduduk di samping Yourin. Mengusap perut istrinya dan menatap layar TV.

“Waktu berjalan cepat ya Oppa.” Yourin memakan buah apelnya sambil menggenggam tangan Jae Joong.

“Dua tahun lalu, kita rasanya baru bertemu. Tahun berikutnya menikah dan sekarang akan segera memiliki anak.” Yourin melanjutkan kata-katanya sambil menggelengkan kepala tak percaya.

“Iya iya…” Jae Joong mengangguk dan menatap layar ponselnya yang bergetar ketika ia baru saja menikmati tayangan televisinya.

From: Wu Fan

Hyung. Jika besok kau terlambat atau tidak datang, kau MATI.

Jae Joong menepuk dahinya tak percaya. Ia segera melompat dari sofa dan berlari menuju lemari. Mengambil kopernya dan Yourin yang sudah di rapihkan dari hari-hari sebelumnya dan segera menghampiri Yourin.

Chagi setelah ini kita harus segera berangkat. Kita tak boleh terlambat sama sekali.” Jae Joong mematikan TV yang sedang di tonton Yourin.

“Yak! Jae! Aku sedang menonton TV!” Yourin berteriak sebal dan melemparkan bantal sofa yang sedang ia genggam tepat ke wajah Jae Joong.

“Aish! Chagi kau tak ingat besok adalah hari besar? Kita harus segera berangkat sekarang! Maaf jika itu membuatmu terganggu!” Jae Joong hendak berjalan keluar kamar sebelum suara Yourin membuatnya seperti tertindih batu.

Arraseo! Ya sudah gendong aku!”

Jae Joong menghembuskan nafas dengan lantang dan penuh kesengajaan agar Yourin bisa mendengar rasa frustasinya yang mungkin sudah setinggi gunung itu.

“Kenapa? Kau marah? Tak ingin menuruti keinginan anak kita?” Yourin mengancam Jae Joong dengan kata-katanya.

“Tidak. Ayo sini Nyonya besar…” Jae Joong tersenyum dengan setengah hati dan segera menggendong istrinya ala Bridal dengan susah payah. Bagaimana tidak? Kini berat badan Yourin sudah tak seringan seperti dulu.

“Aku harap Youra tak seperti Kakaknya nanti. Aku tak bisa bayangkan bagaimana kehidupan Kris.” Jae Joong bergumam sekecil mungkin agar Yourin tak mendengar.

“Aku tahu kau sedang menggerutu Tuan Jae Joong!” Yourin memukul kepala Jae Joong.

“Urghhh! Kalau aku tidak cinta mati denganmu Nyonya Yourin, aku mungkin sudah benar-benar gila sekarang!”

~**^^**~

Angin berhembus dengan sejuk. Menerbangkan sebagian rambut Youra yang kini sedang terduduk dia atas hamparan Bunga Canola dengan balutan Flowery Dress tanpa lengan yang cantik. Memandang lurus ke luasnya lautan juga keindahan matahari terbenam di hadapannya sambil menatap jari manis tangan kirinya yang tersemat sebuah cincin berlian yang indah. Suasana pulau Jeju begitu indah dan membuatnya tak bisa berhenti tersenyum barang satu detik pun.

Suasana pulau ini membuat siapapun dapat menikmatinya dengan tenang. Namun itu semua menjadi sebuah pengecualian ketika Youra mendapati suara-suara yang cukup mengganggu dari arah belakangnya. Suara itu sayup-sayup terdengar di antara suara terpaan angin.

Youra memandang sosok laki-laki sempurna yang ia cintai sedang berdiri tegap dengan balutan kemeja berwarna biru dan celana sebatas lututnya. Kedua tangan laki-laki itu ia masukkan kedalam kantung celana dan wajahnya kini sedang menatap lurus sebuah kertas yang di genggam oleh seorang laki-laki lain yang berpakaian resmi dengan dahi yang berkerut.

“Kris Oppa.” Youra meneriakan lantang nama itu. Berharap agar tunangannya itu segera datang dan menghampirinya. Tetapi laki-laki yang ia anggap sempurna itu justru hanya menatapnya dan mengucapkan sebuah kata-kata yang dapat Youra mengerti sebagai tanda agar Youra bisa menunggu sebentar lagi.

“Aku dan tunanganku menginginkan semua dekorasinya berwarna putih.” Kris menyela beberapa perkataan laki-laki yang berperan sebagai salah seorang Organizer acara.

Youra menghembuskan nafasnya lemah. Tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Kris. Mata Youra sudah menggambarkan kebosanan yang membuat Mood-nya terganggu.

“Maaf.” Tanpa di sadarinya, Kris sudah berdiri di samping Youra dan detik berikutnya segera terduduk di sebelah gadis itu.

“Kenapa Oppa harus membuat ini menjadi sebuah hal yang sulit? Seharusnya kita menikmati semuanya kan?” Youra menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangan.

“Aku hanya ingin semuanya sempurna.” Kris merangkul Youra lembut agar gadis itu tak lagi merasa jengkel dan menghirup udara pulau Jeju dalam-dalam.

“Tapi kau terlihat bukan dirimu Oppa.” Youra menggelengkan kepalanya.

“Ya aku tahu.” Kris menatap wajah Youra dengan penuh perhatian. Mengusap pipi gadis itu lembut lalu tersenyum menyadari gadisnya masih terdiam.

“Kau tahu? Mungkin kau benar Youra. Aku harus menikmati sedikit suasana ini. Menikmati Bunga Canola di Jeju yang pernah di katakan seorang gadis berumur 17 tahun dua tahun yang lalu. Maaf.” Youra menolehkan kepalanya ke samping dan menatap mata Kris yang baru saja mengatakan sesuatu yang membuat Youra tak percaya.

“Ya. Aku pernah mengatakannya. Kepada seorang laki-laki yang dulu berusia hampir 28 tahun dan kini akan segera berumur 30.” Youra menjulurkan lidahnya kepada Kris dan tertawa kecil. Membuat Kris juga ikut tertawa dan segera mendorong Youra hingga terbaring di atas bunga-bunga itu sementara Kris berada di atasnya sambil memandangi wajah Youra.

“Dan sekarang pria itu akan menikahi gadis yang sudah berumur 19 tahun itu.” Kris semakin mendekat ke arah Youra dan menghabisi jarak di antara keduanya. Hidung keduanya sudah bersentuhan dan sedikit lagi sebelum ciuman itu terjadi.

Pip Pip Pip

Kris mengerang kesal dan segera bangkit terduduk. Mengambil ponselnya dari kantung celana dan melihat layar ponsel itu.

“Aku seharusnya memang benar-benar perlu membuang benda ini jauh-jauh!” Kris tampak kesal ketika menyadari itu hanyalah pesan masuk yang tak penting dari rekan bisnisnya.

“Aku sudah pernah mengatakannya kan?” Youra bangkit dan menghembuskan napasnya pelan.

Kris mematikan ponselnya sambil menggerutu dan kembali menghadap kepada Youra.

“Jadi kita sampai di mana tadi?” Tanya Kris yang sontak membuat Youra tertawa. Youra mendekatkan wajahnya kepada Kris dan keheningan kembali menyelimuti keduanya. Mereka kini kembali mendekatkan wajahnya.

Dalam keheningan itu Youra merasakan sebuah benda lembut dan hangat menyentuh bibirnya. Menikmati sebuah waktu yang tenang dengan orang yang ia cintai.

TINNN

Youra terlonjak dan segera melepaskan bibirnya yang baru saja berhasil bertemu dengan bibir Kris ketika suara klakson mobil mengejutkannya.

“Aish! Apalagi ini!” Kris mengacak-acak rambutnya kesal sambil bangkit berdiri.

“HYUNG!” Kris mengernyit ketika mendengar suara yang tak asing itu. Mata kris segera mencari-cari arah suaranya dan sontak tersenyum ketika melihat sosok Chanyeol sedang melambai padanya.

“Yeol!” Kris kembali melambai dan tertegun saat melihat pintu mobil berukuran besar yang mewah dan berada di belakang Chanyeol terbuka. Jae In, Jae Joong, Yourin beserta orang tua Kris dan Youra melangkah keluar. Berdiri di samping Chanyeol dan ikut melambai kepada Kris.

“Ada apa Oppa? Mereka sudah tiba?” Youra bangkit berdiri dan menggenggam tangan Kris erat.

“Ya. Mereka semua.” Kata Kris yang kemudian segera meengecup pipi Youra singkat dan menarik tangan gadisnya untuk berlari ke arah keluarganya bersama.

“Yeol! Bagaimana kulihamu?” Kris segera berlari pada Chanyeol dan memeluk erat laki-laki yang dulunya menjadi saingan sekaligus musuh terbesar Kris.

“Baik Hyung!” Chanyeol menjawab dan mereka berdua segera berbincang-bincang. Menanyakan kabar kandungan Yourin beserta kehidupan keluarganya bersama Jae Joong, lalu pendidikan Chanyeol di perguruan tinggi juga Jae In yang sudah menghadapi tingkat terakhir di sekolah menengah atas. Mereka semua juga tak henti-hentinya saling berbicara tentang hal-hal penting bersama orang tua mereka. Hal yang sangat penting. Karena kini mereka semua sebuah keluarga besar.

~**^^**~

Sinar matahari di pulau Jeju sungguh hangat. Menerangi sebuah kamar lewat sela-sela tirai jendela. Membuat Youra yang tadinya masih terlelap mulai membuka matanya dan menoleh ke samping. Melihat langit pagi yang cerah lewat jendela kamarnya.

Hari ini merupakan hari yang di tunggu-tunggu bagi Youra. Hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Bahkan melebihi saat ia pertama kali bertemu dengan Kris. Karena hari ini adalah hari pernikahannya.

Youra tahu bahwa usianya masih sangat muda untuk menikah. Bahkan seharusnya ia bisa melakukan hal lain sebelum meyakinkan dirinya untuk tahap ini. Tapi hatinya berkata lain dan inilah jalan yang ia pilih.

“Tok tok tok” Suara ketukan di pintu membuat Youra akhirnya bangkit dari tempat tidur lalu berjalan pelan menuju pintu. Yourin sudah berdiri di sana ketika Youra membuka pintunya. Dengan senyum mengembang karena Yourin juga merasakan kebahagiaan Youra saat ini.

“Ya Eonni?” Youra mengusap wajahnya pelan dan menunggu Yourin berbicara.

“Ayo! Kita harus bergegas! Sana cepat bersihkan dirimu!” Yourin melesak masuk ke dalam dan mendorong Youra pelan menuju kamar mandi.

~**^^**~

“Omo!” Jae Joong menepuk dahinya tak habis pikir ketika ia menginjakkan kaki ke dalam kamar Kris dan melihat laki-laki itu masih tertidur pulas sambil bergelung malas di balik selimut putihnya.

“Yak! Hari ini kau akan menikah! Cepat bangun!” Jae Joong segera menarik selimut Kris dan menarik tubuh adiknya sehingga Kris dapat terbangun.

“Apa Hyung? Aku masih mengantuk. Aku minta waktu lima menit saja. Sungguh.” Kris menarik tangannya lagi dan segera mengangkat bantalnya yang empuk lalu menelungkupkan dirinya sambil menindih kepalanya dengan bantal yang ia genggam.

“Jika kau terlambat… Jangan salahkan aku jika Youra tidak menikah denganmu nanti.” Jae Joong hendak berjalan santai menuju pintu keluar sampai ia merasakan kelebatan yang cepat di sampinya yang berasal dari Kris. Begitu mendengar apa yang di katakana Jae Joong, Kris segera berlari secepat yang ia bisa menuju kamar mandi hingga membuat Jae Joong tertawa di tempatnya.

~**^^**~

“Kau cantik Youra.” Nyonya Lee mengusap pipi Youra lembut. Memandang wajah anak bungsunya lewat kaca di hadapan mereka berdua. Youra sungguh tak bisa berhenti tersenyum kini walaupun seluruh tubuhnya gemetar karena gugup.

“Eomma.” Youra memegang tangan Ibunya. Wajah Youra sudah benar-benar anggun. Dengan riasan kosmetik yang manis juga balutan gaun pengantin tanpa lengan berwarna putih polos yang indah dan sangat cantik. Rambutnya ia gelung sederhana dan dihiasi hiasan permata juga kain transparan panjang yang membuat semuanya tampak sempurna.

“Youra tanganmu dingin. Tak perlu gugup. Tenang saja.” Nyonya Lee berusaha membuat Youra lebih rileks walaupun itu tak berhasil dan justru membuat Youra hampir menangis.

“Youra… Ayolah… Jangan begini…” Yourin mengusap air mata Youra yang jatuh dan meyakinkan adiknya bahwa semuanya baik-baik saja dan sesuai dengan rencana mereka.

“Aku gugup. Aku takut Eonni… Eomma…” Youra menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

“Tak apa… Semuanya pasti akan berjalan lancar… Kau harus yakin! Kris pasti akan senang ketika melihatmu nanti…” Yourin meyakinkan Youra lagi. Membuat Nyonya Lee hanya bisa tersenyum dan mengusap punggung Youra pelan.

~**^^**~

“Ah! Hyung! Kau mau mencekikku?” Kris menepis kasar tangan Jae Joong dari lehernya dan akhirnya melipat sendiri dasi kupu-kupunya. Kris berdiri di depan kaca. Menatap dirinya yang sudah memakai kemeja juga celana berwarna putih.

“Yasudah kalau kau ternyata tidak membutuhkan bantuanku!” Jae Joong menepuk kepala Kris gusar sehingga laki-laki itu tertawa.

“Oke… Kau bisa membantuku…” Kris merangkul Jae Joong dan menatap bayangan mereka berdua yang terpantul di kaca.

“Aku tak menyangka adikku sebentar lagi akan menikah.” Jae Joong menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Aku juga.  Aku kira aku tak akan menemukan wanita yang tepat.” Kris tertawa kecil lalu berjalan menuju sebuah sisi kamar untuk mengambil jas putihnya yang tergantung di dinding.

“Kau tak akan bisa menebak apapun. Lagipula bukankah takdir adalah sesuatu yang misterius?” Jae Joong mengangkat tangannya dan menggerakan kedua jari telunjuk dan tengahnya. Memberikan gerakan ‘mengutip’ yang meyakinkan Kris.

“Kurasa hal yang misterius itu kini sudah terungkap.” Kris tersenyum dan memakai jas putihnya. Merapihkan sedikit kemejanya dan memandang dirinya lagi. Memastikan bahwa ia sudah sempurna di hari yang spesial ini.

“Yah… Termasuk akhirnya aku sadar bahwa yang di katakan sebagian orang itu terkadang benar.” Kata Jae Joong dengan wajah jengkel. Ia melangkah mendekati Kris dan memandang adiknya lewat kaca.

“Apa?” Kris mengedikkan bahunya.

“Kemungkinan kalau kau lebih tampan dariku.” Kris tertawa dan menepuk bahu Jae Joong.

“Kalau begitu kau yang tercantik Hyung.” Jae Joong ikut tertawa dan memeluk Kris.

“Selamat. Semoga kau bahagia.”

~**^^**~

Sebuah mobil hitam yang mewah dan mengkilap di bawah sinar mentari kini sudah tiba tepat di depan gereja megah yang bergaya kuno namun tetap kokoh dan berdiri tegak menjulang. Pengemudi mobil itu berjalan keluar dan berlari menuju pintu bagian belakang. Membukanya dan berdiri di samping mobil selagi beberapa orang datang bermaksud membantu seorang perempuan yang akan keluar dari mobil itu.

Youra yang tampak sempurna dengan balutan gaun pengantin melangkah pelan keluar dari mobil sambil di bantu beberapa orang untuk membenarkan gaunnya yang cukup lebar dan mengembang.

Ketika Youra sudah berdiri di tempatnya. Ayahnya tampak bergerak keluar dari mobil dan berdiri tepat di samping Youra. Mengulurkan tangannya di hadapan putrinya yang segera menyambut uluran tangan ayahnya sambil tersenyum.

Kini tangan Youra sudah menggenggam erat lengan ayahnya. Sambil menggenggam bunga mawar berwarna putih di tangan kirinya.

“Kau siap?” Tuan Lee menatap mata putrinya yang segera mengangguk mantap. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, mereka berdua berjalan pelan menaiki tangga gereja menuju ruangan besar di dalamnya. Pintu gereja segera mengayun terbuka dan mata Youra segera mendapati hampir ratusan orang sudah berdiri di kursi-kursi kayu yang berada di sisi kiri dan kanan gereja sambil memandangnya takjub.

Langkah kakinya terasa lemas kini. Kebahagiaannya menyeruak keluar dari hatinya dan ia dapat merasakan perasaan itu sudah mengalir dalam darahnya kini. Membuat wajahnya tersa panas dan memerah. Tangan Youra semakin mencengkeram erat lengan jas ayahnya. Wajah Youra menunduk dan tanpa sadar sebutir air matanya mengalir.

Ketika sinar matahari yang menembus jendela besar di bawah altar pernikahannya menyinari Youra, ia segera mengangkat kepalanya. Menolehkan kepalanya itu ke samping dan melihat beberapa orang yang ia kenal disana. Temannya, keluarganya dan semua orang yang selama ini bersedia menemaninya hingga sampai pada tahap ini.

Youra menghembuskan napas pelan. Meluruskan pandangannya yang beradu pada sosok laki-laki yang Youra tak pernah kira dapat menjadi pasangannya.

Ia tak pernah mengira sosok laki-laki sempurna bagaikan malaikat yang ia temui dulu tanpa sengaja di bus, dan menjadi tetangganya ternyata kini berdiri di altar. Dengan balutan jas putih yang panjang dan cocok dengan gaun pengantinnya. Tampak sangat tampan melebihi siapapun di dunia ini. Senyum di wajah laki-laki itupun bukan lagi senyum dengan beban yang Youra lihat ketika mereka pertama kali bertemu namun menjadi senyum dengan kebahagiaan dan kelegaan mendalam yang membuat Youra kini ikut tersenyum.

Ayah Youra melepaskan gandengan tangannya dan membantu Youra menaiki tangga kecil menuju altar tempatnya akan mengucapkan janji sehidup semati dengan laki-laki yang sempurna untuknya itu.

“Kau sempurna Lee Youra.” Suara yang dalam itu membuat Youra tertawa kecil.

 ~**^^**~

Cincin yang tersemat di jari manis keduanya dan janji yang di ucapkan Yourin dan Kris itu begitu sakral sehingga membuat keduanya hanya bisa mengucapkannya dengan mantap serta lantang sambil memandang manik mata satu sama lainnya dengan perasaan cinta dan haru.

Ketika pemuka agama itu mengijinkan Kris mencium Youra, mereka berdua tersenyum kecil dengan pipi merona. Namun setelah itu Kris segera melangkah maju. Tepat di hadapan Youra. Mengusap pipi Youra pelan dan mendekatkan wajahnya menuju wajah Youra.

Suasana gereja itu begitu hening ketika Kris mendekatkan wajahnya namun segera berubah menjadi tepuk tangan yang riuh ketika bibir Kris sudah menyentuh bibir Youra yang merah. Memberikan ciuman penuh cinta di bawah sinar matahari yang bersinar menembus jendela gereja, dalam balutan baju putih yang suci dan cinta yang kini sudah tak akan lagi pernah goyah.

Youra membuka matanya ketika Kris menjauhkan wajahnya dan menoleh ke arah samping. Melihat keluarga dan teman-temannya disana. Youra menatap tak percaya ketika ia baru menyadari sosok Yoona disana. Duduk sambil melambai ke arahnya. Youra tersenyum dan kembali melambaikan tangannya. Kini tak ada lagi masalah di antara keduanya. Youra pun sudah mengetahui tentang Yoona yang telah kembali pada Nickhun, bahkan kini laki-laki itu sedang terduduk di samping Yoona dan melambai pada Kris.

“Kalian tampak serasi!” Teriakan yang tampak seperti suara wanita itu secara tiba-tiba membuat Youra dan Kris mencari-cari asal suaranya sampai mereka berdua tertawa ketika melihat Victoria yang berdiri bersama Chanyeol, Jae In dan seorang laki-laki bernama Kyuhyun yang beberapa bulan lalu akhirnya menjadi pasangan Victoria setelah sekian lama menyendiri akibat masalah lamanya.

“Aku senang kini kau menjadi istriku Youra.” Suara Kris lagi-lagi membuat jantung Youra berdebar dan ternyata tak hanya Youra yang merasakan itu namun juga Kris. Ia mengusap pipi Youra pelan dan meyakinkan dirinya bahwa kebahagiaan yang selama ini ia cari tak akan pernah pergi kemanapun lagi. Karena kebahagiaannya adalah Youra.

~**^^**~

“Ayo…” Kris merapihkan kerah kemeja putihnya dan membuka pintu penumpang bagian depan lalu mengulurkan tangannya yang di sambut hangat oleh Youra. Mereka berdua berjalan bersama di tengah-tengah suasana sore pulau Jeju seperti janji Kris sebelumnya. Yang akan mengajak Youra menghabiskan sore bersama setelah upacara dan resepsi pernikahan mereka tadi.

Jalan setapak yang indah dengan hamparan laut biru di bawah langit senja di samping kanan mereka dan hamparan bunga canola yang bergoyang indah di terpa lembutnya angin membuat Youra tersenyum. Walaupun ia hampir setiap hari menikmati suasana ini saat di Jeju, ia tak bisa berhenti tersenyum dan memandangi itu semua.

“Bagaimana kalau kita berlari sepanjang jalan ini? Siapa yang sampai duluan di ujung sana akan mendapatkan hadiah dari yang kalah. Bagaimana?” Kris menaikkan sebelah alisnya dan memandang Youra yang kini hanya tersenyum. Ia menunduk dan melepaskan sepatu hak tingginya lalu tanpa memberi aba-aba segera berlari sambil tertawa senang. Membuat gaun sebatas lututnya yang berwarna kuning terang melayang indah ketika angin menerpanya.

“Aish! Youra!” Kris mengacak rambutnya namun segera berlari. Hendak menyusul Youra dalam langkah lebar larinya. Kris segera mempercepat larinya sambil tertawa. Begitu juga Youra. Youra sempat menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya.

Sore itu mereka habiskan bersama. Menunggu matahari tenggelam dalam suasana indah pulau Jeju. Tertawa bahagia bersama dan berdiri berdampingan di sebuah pagar kayu pembatas dan melihat lautan lepas.

“Kau tidak menyesal kan?” Youra sontak menggelengkan kepalanya ketika Kris mengatakan hal itu. Youra tahu kemana arah pembicaraan mereka saat ini.

“Sungguh?” Kris menatap wajah Youra dengan mulut terbuka. Youra segera menutup mulut Kris dengan telapak tangannya dan tertawa kecil.

“Tidak. Aku tidak menyesal menikahi laki-laki seperti Oppa. Aku bahagia.” Youra tersenyum dan memandang mata Kris selagi sinar matahari senja menyinari wajahnya.

Kris menyingkirkan tangan Youra dan menggeleng.

“Aku tahu itu. Aku tahu kau pasti bahagia. Tapi maksud kata-kata ku yang tadi bukan itu.” Kris menggerakan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri sambil menggelegkan kepalanya. Youra mendecak kesal dan memukul pelan tangan Kris.

“Aish… Jangan terlalu percaya diri seperti itu! Memangnya apa yanga Oppa maksud?” Youra menggerakan tangannya melingkari leher Kris dan menatap wajah suaminya. Mengamati wajah tampan itu yang kini juga balik menatapnya.

“Kau tak menyesal kan jika sekarang aku menciummu?” Tanpa menunggu jawaban Youra, Kris segera mendaratkan bibirnya tepat di bibir Youra dan memeluk gadis itu.

Membiarkan angin menerbangkan rambut mereka dan suara deburan ombak menjadi musik alami yang membuat semuanya lebih indah. Rasanya semua kata-kata sudah tak dapat mengungkapkan hal ini lagi. Hari-hari yang dulu mereka lewati, masa-masa ketika semuanya menjadi sulit dan ketika mereka hampir mengakhiri semuanya terbayar sudah dengan hadirnya hari ini.

Youra melepaskan ciuman mereka ketika menyadari matahari mulai terbenam.

“Oppa! Lihat!” Youra menunjuk ke arah lautan dan mengamati pemandangan itu selagi Kris hanya mengangguk dan mengusap kepala Youra lembut.

“Bagaimana kalau aku menggendongmu dan berjalan pulang selagi melihat matahari terbenam? Kita harus tiba sebelum gelap.” Kris membungkukan tubuhnya yang tinggi sehingga kini wajahnya sudah berhadapan tepat di wajah Youra.

Youra mengangguk dan Kris segera berjongkok. Membiarkan Youra naik kepunggungnya dan melingkarkan tangan kecilnya di leher Kris. Tangan Kris memegang erat kaki Youra yang ia lingkarkan di pinggang Kris. Sambil bersiul pelan, Kris berjalan. Membuat Youra tertawa kecil dan tak bisa berhenti menatap matahari yang terbenam.

“Saranghae Lee Youra.” Kris mengucapkan tiga kata itu dengan sepenuh hatinya pada Youra.

“Nado Saranghaeyo Ahjussi~” Youra tertawa ketika mengatakan itu dan membuat Kris berpura-pura akan menjatuhkan Youra. Mereka berdua tertawa dan berjalan. Tangan kanan Youra ia lepaskan dan biarkan terulur bebas. Merasakan angin lembut di sana. Youra juga menghirup udara kuat-kuat. Merasakan aroma laut dan wangi bunga Canola memasuki indera penciumannya.

Youra memang tertawa ketika mengucapkan pengakuan cintanya tadi. Tapi dalam hati, ia mengucapkan hal itu dengan semua kesungguhan hatinya. Segenap perasaannya pada laki-laki sempurna yang sudah menjadi suaminya ini dan sedang berjalan sambil menggendongnya pada jalan setapak yang indah. Membawanya menuju hari-hari dan kehidupan baru yang lebih baik dari sebelumnya. Karena kini mereka bersama. Dan akan selalu bersama sampai kapanpun. Saling bergandengan tangan dan akan saling mencintai dalam kehidupan baru di hadapan mereka.

 

“KKEUT”

Author’s Note: OH MY GOD! I’M DONE WITH THIS STORY! FINALLY! /Guling-guling di tempat tidur sama Kris/ Huhuhu~ Selagi nulis ini Author sempet hampir nangis karena gak rela dan gak percaya. Akhirnya cerita ini tamat dan Author gak akan pernah lupa sama cerita yang membawa author ke dunia FF dan penulisan ini. Banyak banget yang mau Author say thanks tapi males nanti kepanjangan lagi-_-“ Jadi yang terpenting dan harus Author say thanks adalah… Readersdeul! Yang bikin Author selalu bersemangat dalam penulisan! Yang negedukung Author bahkan sampe rela nungguin FF yang update-nya lama kaya gini! Huhuhu~ Author gak tahu mau ngomong apa tapi bener-bener Terima Kasih! Author gak pernah nyangka ni FF bisa selesai T_T Sorry juga ya Readers kalo selama nge-post ini Author suka menjengkelkan dan kadang mengecewakan… Tapi Author gak akan berhenti nulis! Jadi selalu tunggu ya karya Author yang berikutnya! Jangan lupa ya! LOVE YOU ALL! LOVE YA AND SEE YOU NEXT TIME!!!

 

 

24 pemikiran pada “Saranghaeyo Ahjussi (Epilogue)

  1. Mian baru koment di akhir hehe….

    Akhirnya kris sama youra menikah Yeah!!
    Dan yg paling aku suka HAPPY ENDING !!!
    Aku harap nanti ada squel karna…

    Aku suka banget ff nya ^_^
    Fighting!!!

  2. aaaaaaa~ hohohi gak tau mau ngomong apa baca chapter ini hihihihi~ semuanya berakhir jadi indah kkkk~ so beautiful
    ↖(^ω^)↗↖(^▽^)↗

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s