Slovkey Saga’s Academy (Chapter 2A)

slovkey's saga's pic

 

Author : Dellockey (@Dellockey)

Tittle : Slovkey Saga’s Academy (Chapter 2A)

 

Genre : Fantasy, friendship , little comedy

 

Main Cast : Baekhyun (EXO) , Kris (EXO), Chanyeol (EXO), Luhan (EXO) , Kai (EXO), DiO (EXO) , Suzy (Miss A) , IU, Krystal (FX) , Sulli (FX) , Minzy(2NE1), Luna (FX),Chen (EXO),Hyuna (4minute)

 

Support cast : Jessica (SNSD), Lim (Wonder Girls) , Dong Hae (SuJu) dan masih banyak lainnya.

 

Length : Chaptered

 

Rating : T

 

Warning : Typo bertebaran

 

Disclaimer : Cerita ini terinspirasi dari Novel kak Ziggy yang berjudul ‘Wonderworks’ alur ,plot dan cast yang digunakan tidak sepenuhnya milik kak Zigytetapi sebagian besar adalah milik saya.

 

Summary : Slovkey Saga’s Academy telah kembali kalian semua kami utus kemari untuk menjadi seorang penyihir, batas yang ditentukan maksimal 6 bulan ketika masanya sudah habis kalian akan diberi pilihan, untuk menetap di sini atau pulang ke daerah asal.

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~L.U.N.A’S SIDE~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Tiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnn…………..Braaaaaakkkkk”

 

orang-orang yang melihat kejadian tersebut segera berlari menghampiri mobil yang mengalami kecelakaan itu untuk melihat keadaan manusia-manusia yang ada di dalamnya.

 

Seorang gadis yang tengah melihat kejadian itu hanya menatapnya dengan tatapa setengah melamun , tanpa sadar ada seseorang yang menepuk bahunya “hey…ada apa?” tanya seorang pria kepada gadis yang berada di sebelahnya.

 

Gadis itu terkesiap dan segera menoleh ke arah sumber suara “Oh..hi..tidak ada apa-apa”.

Pria itu mengangguk kecil “Apa kau sedang melamunkan sesuatu ?” tanya pria itu seraya tersenyum lembut ke arah gadis yang sedang menatap lurus ke arah depan dengan tatapannya yang sulit di artikan.

“Bagaimana rasanya jika salah satu keluagamu berada di posisi seperti mereka?”

 

Pria itu tersenyum mendengar petanyaan yang tiba-tiba dilontarkan gadis itu “Takdir adalah takdir kita tidak bisa menolak takdir bukan ? dan kurasa aku hanya bisa pasrah menghadapinya , aku adalah tipe orang yang dapat menenangkan diri dengan mudah mungkin beberapa hari setelah kejadian itu aku bisa bersantai seolah-olah kejadian itu tidak ada dalam hidupku”.

 

Mendengar jawaban sang pria,gadis itu segera menoleh ke samping tepatnya ke arah pria itu.”Apa tidak sedikitpun kau merasakan sakit? Keluarga mu sedang menderita sedangkan kau hanya bisa bersantai seolah-olah kejadian itu tidak pernah ada dalam benakmu”.

 

Sang Pria masih menyinggungkan senyumnya “tentu saja aku merasakannya karena mereka adalah keluargaku , ku rasa aku akan menjadi gila jika terus-terusan mengurung diri di kamar , menangis terisak-isak dan mencoba bunuh diri , apakah sifat itu pantas?”.

 

Hening……..Gadis itu terdiam sejenak sembari mencerna tiap kata per-kata yang pria itu lontarkan , melihat keadaan gadis itu diam membisu sang pria membuka mulutnya untuk memecahkan keheningan “life is always full of mystery bahkan kita tidak tahu kapan kematian datang menghampiri kita”.

 

Hening kembali menyerpa mereka gadis itu terus-terusan terdiam , melihat respon yang sama dari sang gadis , pria itu beranjak ingin pergi meninggalkannya “mungkin ia membutuhkan waktu untuk menyendiri” batinnya. Sembari melihat jam tangan yang melekat di lengannya ia pun segera pamit pada gadis itu “Sorry..I must gotta go, Sampai jumpa besok di sekolah Park Sun Young” .

Seulas senyum menghiasi wajahnya “mungkin kau benar…..aku harus bisa sesantai mungkin”.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~L.U.N.A’S SIDE~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Tugas-tugas ini membunuhku “ keluh Luna terhadap setumpuk buku-buku yang berada di depannya.

Sahabat Luna bernama Amber yang melihatnya mengeluh seperti itu tersenyum simpul “oh..ayolah Luna kau pasti bisa melakukannya”.

Luna mendengus sebal “Aku berniat ingin mengerjakannya di rumah saja”

“Yeah..ide yang tidak terlalu buruk”.

Luna kelihatan bepikir sejenak dan kemudian ia tersenyum sumringah “Ku rasa tidak ada tempat yang menarik lagi selain Taman”.

“Taman..? taman bermain , taman kanak-kanak , taman bunga , taman—‘ belum sempat Amber melanjutkan kalimatnya , Luna sudah memotongnya “Taman yang berada di belakang sekolah ini”.

“Oh…” Amber mengangguk kecil.

“Kau ingin ikut nona Amber?, oh aku rasa lebih tepatnya tuan Amber?”

Amber berdecak sebal “Tidak. Kurasa ada hal yang lebih menyenangkan dari pada melamun dan menyendiri di taman”

Luna yang mendengarnya merasa tesindir ia menatap Amber dengan tatapan sinis.”Hufffttt ya sudah , apa menurutmu hal yang lebih menyenangkan dari pada menyindiri di taman?

 

“Balap sepeda”.

 

“Oh, kalau begitu aku pergi sekarang “.

 

Luna bangkit dari kusinya dan mulai berjalan sendiri menuju taman yang ingin dia kunjungi sembari melihat-lihat keadaan sekitar.

“Ku rasa taman itu tidak terlalu ramai atau mungkin tidak ada orang satu pun” pikirnya.

Luna kemudian duduk di sebuah bangku panjang dan tentu saja dia menyendiri di taman ini ,dia merentangkan kedua tangannya seraya menikmati hembusan angin yang menerpanya , saat menoleh ke arah samping tiba-tiba ia melihat seekor tupai yang sedang duduk manis di sebelahnya.“Hei tupai kecil kau sedang apa di sini?” tanya Luna pada tupai itu.

Tupai itu menoleh ke arah Luna seakan-akan ia mengerti apa yang di katakan gadis itu barusan sehingga membuat Luna semakin gemas melihatnya “Apa ada yang bisa ku bantu tupai manis?”.

Tupai itu memutar tubuhnya berhadapan dengan Luna dengan menggenggam sebuah kacang besar Luna mengerti apa yang dimaksud tupai itu.Tupai itu meminta tolong pada Luna untuk memecahkan kacangnya menjadi beberapa bagian.

“Oh,kau kesulitan memecahkan kacang itu ya?”

 

Tupai itu hanya diam , Luna tersenyum lembut ke arah tupai itu , dia bangkit dari tempat duduknya untuk mencari sebuah batu agar mudah memecahkan kacang itu. “Tunggu lah di sini aku akan mencari batu untuk memecahkan kacangmu itu.”

 

Setelah mencari ke sana-sini Luna sudah menemukan sebuah batu, dengan segera dia berlari kecil menghampiri tupai itu, dia memecahkan kacang itu menjadi berkeping-keping saat hendak meberikan serpihan kacang pada tupai itu tiba-tiba dia melihat sebuah Batu berwarna putih dan berkilat, batu itu terletak di samping tupai itu, penasaran akan batu tersebut Luna memungutnya dan Blaaaaaaaaaaaammmmmmmmmm …

 

semuanya menjadi gelap !

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Ji Eun !!!!!!!!!!”

Minzy berteriak memanggil Ji Eun sembari berlari ke arahnya, Ji Eun yang merasa dirinya telah dipanggil segera menoleh ke sumber suara.

“Minzy, ada apa?”

“Aku rasa ada yang aneh”

“Aneh? Apanya?”

“Tentang kehilangan Suzy dan Krystal, mereka menghilang secara tiba-tiba. Tadi aku membaca sebuah buku di perpustakaan aku tidak peduli kau percaya atau tidak kurasa ini sangat masuk akal”.

Ji Eun sedikit tertarik apa yang dikatakan oleh Minzy walaupun dia berfikir pasti itu adalah suatu hal yang mustahil tidak ada salahnya kan mendengar pendapat orang lain.

“Coba ceritakan padaku!”

“Baiklah..ehem, begini.. apa kau tahu kisah sekolah sihir bernama Slovkey?”

“Oh, ayolah Minzy..itu hanya sebuah dongeng untuk mempengaruhi anak-anak agar lekas tidur”.

Minzy menghela nafas “ Dengarkan aku dulu ! “

“Maaf.. “

 

“Kisah ini menceritakan bahwa sekolah mengutus beberapa orang agar dijadikan seorang penyihir,tujuannya adalah untuk menyelamatkan dunia sihir agar tidak punah dan hanya orang-orang yang terpilih saja yang bisa belajar sihir di sekolah itu”.

 

“Bukankah itu hanya ada di dongeng-dongeng?”

 

“Itu nyata Ji Eun, itu nyata !!! ”

 

“Apa kau punya bukti?”

 

“Krystal dan Suzy. Apa itu belum cukup?”

 

“Belum !!”

 

“Hahh kau ini !”

 

Sedang asyiknya berdebat mengenai suatu sekolah sihir yang bernama “Slovkey” Ji Eun dan Minzy menghentikan aktivitisanya ketika mendengar suara Kim Jong In alias Kai berteriak ke arah mereka.Ji Eun dan Minzy menoleh untuk melihat siapa yang memanggil mereka dan mendapati Kai sedang berlari ke arah mereka.

 

“Ji Eun hosh..hosh..Minzy “

“Ada apa Kai?” tanya Ji Eun.

“Aku mendapat berita bahwa, Park Sun Young siswi kelas 11 A telah menghilang secara tiba-tiba”

“Sudah kuduga..” gumam Minzy.

“Darimana kau tahu berita itu Kai?” Tanya Ji eun.

“Dari teman satu club danceku yang bernama Amber”.

“Bagaimana Ji Eun?” tanya Minzy seraya tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Ji Eun memutar kedua bola matanya bosan dan menghela nafas.

“Aku masih belum percaya”.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Luna terbangun dari pingsannya dia melihat sorang wanita tersenyum ke arahnya “Ha..halo Kamu siapa?” tanya Luna ragu.

 

Wanita itu tesenyum lembut .”Aku adalah salah seorang penyihir di tempat ini , selamat datang di Slovkey Academy “ ucap wanita berambut ikal nan panjang dan berwarna hitam itu.

 

Luna mengernyitkan dahinya bingung “Tempat apa itu? Aku belum pernah mendengarnya”.

“Sebelum menjawab pertanyaanmu perkenalkan namaku Choi Soo Young, dan panggil aku Sooyoung saja”.

“Arraseo, aku Park Sun Young panggil aku Luna saja”.

Wanita itu menepuk kedua tangannya “Ya tepat, Luna adalah nama penyihirmu sesuai dengan ramalan”.

“Ramalan? Apa lagi itu?”

“Eumm begini, Sekolah penyihir atau yang dikenal sebagai Slovkey Saga’s Academy untuk tahun ini telah dibuka dan tahun ini juga murid baru akan dicari,tujuannya agar dunia sihir tidak punah dan kalianlah orang-orang yang terpilih itu”.

“Kalian? Apa ada orang selain aku di tempat ini?”

“Astaga ! aku lupa ! teman-temanmu sebagian sudah ada di sini, ingin aku antarkan untuk menemui mereka ?”

Luna mengangguk “Baiklah”

“Kalau begitu pakailah Seragammu “

 

Setelah menunggu beberapa menit sesuai janjinya Sooyoung mengantarkan Luna kepada teman-temannya yang sebentar lagi juga akan menjadi seorang ‘Saga’ = ‘Penyihir’. Luna melihat kesekeliling sekolah dan sedikit menggumamkan kata-kata ‘wow’ ‘keren’ sedangkan Sooyoung yang mendengarnya sesekali tersenyum manis.

“Kita sudah sampai”

Ternyata tempat yang dimaksud Sooyoung ternyata adalah Ruang tengah, Sebuah tempat dimana para penyihir biasanya berkumpul untuk membicarakan sesuatu.

Sooyoung menunjuk ke arah segerombolan anak yang sedang ber hehe-hihi ria, tetapi diantara segerombolan itu hanya tiga orang saja yang mencolok sedangkan dua orangnya lagi terlihat pendiam.

Sooyoung menarik lengan Luna “Ayo bergabung bersama mereka”.

Ketika Sooyoung dan Luna menghampiri segerombolan murid itu, mereka menyambut kedatangan Sooyoung dengan tawa, Sedangkan Luna ia seperti pernah melihat seorang gadis beramut coklat panjang yang wajahnya kelihatan jutek tapi entah dimana.

 

“Hai semua, ini teman baru kalian. Ayo perkenalkan namamu ! “

 

Luna mengangguk “Annyeong Haseyo Sun Young imnida panggil aku Luna saja”.

 

Suzy memiringkan kepalanya untuk mengingat-ingat gadis yang bernama Luna tersebut, sepertinya dia juga merasakan apa yang dirasakan Luna namun, sejurus kemudian ia berteriak.

 

“KAU PARK SUN YOUNG?!?!?!?!?!?”

 

Orang-orang yang berada di kantin itu menatap Suzy dengan tatapan aneh, sedangkan Suzy dia hanya membungkuk sambil bergumam ‘mianhaeyo’. Kris yang menyaksikan kejadian itu bergumam ‘cih’ tetapi Suzy tidak menghiraukannya.

 

“Apa aku pernah mengenalmu sebelumnya?” tanya Luna.

 

“Aku Bae Soo Ji, kau ingat?”

 

Luna kelihatan berfikir sejenak,kemudian dia membulatkan matanya terkejut. Ternyata gadis yang bernama Suzy itu adalah mantan teman satu club menyanyi yang ada di sekolahnya, Luna tidak sempat dekat dengannya karena Suzy menjadi anggota club hanya selama 5 hari saja setelah itu dia keluar dari club.

 

“Astaga ! Ternyata kau Suzy, Sedang apa kau di sini? Dan siapa mereka?”

 

Merasa ditunjuk oleh Luna. Baekhyun,Chanyeol,Krystal dan Kris memperkenalkan diri mereka. Setelah memperkenalkan diri, mereka kembali saling melempar tawa satu sama lain. Dan Saat Suzy juga ikutan tertawa…..

 

“Ternyata kau pandai tertawa juga ya hahahaha” Ujar Chanyeol, dan sukses mendapat satu jitakan dari Suzy.

 

Sooyoung berdeham “Kalian tidak penasaran mengapa bisa sampai di tempat yang seperti ini?”.

 

“Tentu saja “ ujar Luna.

 

“Kalian diutus kemari untuk menjadi seorang penyihir, yeah..agar sihir tidak punah maka kalian ataupun kami semua wajib melestarikannya. Apa kalian mendapat sebuah batu yang misterius?”.

 

Keenam murid itu mengangguk, kemudian mengeluarkan masing-masing sebuah batu yang indah,berkilat dengan warna yang berbeda.

“Itu adalah Goldstone kalian ! masing-masing Goldstone memiliki kekuatan tersendiri”.

“Kekuatan apa saja yang kami miliki?” tanya Suzy.

“Kalian akan tahu jika pembelajaran telah dimulai,heyy.. apa kalian sudah berkenalan dengan koki yang ada di kantin sekolah ini?”.

Keenam bocah itu menggeleng, kemudian Sooyoung menepuk tangannya. “Ayo kita ke kantin !” serunya.

 

Kantin adalah tempat dimana para penyihir melampiaskan semua rasa lapar, menu masakan yang tersedia di tempat itu bisa dibilang ‘cukup mewah’ karena koki yang memasak di sini sudah sangat professional.

“Dulunya koki di sini adalah orang Prancis dan Cina, tapi karena selalu membuat suatu kesalah pahaman maka mereka diberhentikan”.

“Kesalah pahaman seperti apa?”

“Well.. Koki dari Prancis itu selalu menghidangkan makanan yang sangat banyak sehingga para murid beserta guru di sini sering menyisakan makanan mereka, karena tidak sanggup untuk memakan semuanya dan itu yang membuat koki dari Cina tersebut merasa sedikit geram.”

“Hahahaha, koki itu sangat payah” ejek Chanyeol.

Sooyoung menggeleng “ Koki dari Cina itu juga menghidangkan makananannya terlalu sedikit, sehingga membuat kami semua merasa kekurangan.”

“Ternyata sama-sama payah” sungut Suzy.

Ketika sampai dikantin, Sooyoung mengajak mereka untuk berkenalan dengan koki yang ada di kantin tersebut, koki itu bernama Victoria Song seorang gadis berperawakan manis dan tinggi memiliki mata yang besar namun terkesan imut, sehingga mampu membuat keenam murid itu berdecak kagum.

“Wahh, apakah kalian murid baru? Perkenalkan, aku Song Qian panggil saja Victoria,kusarankan berbaik-baiklah padaku maka aku tidak akan segan-segan memberi makanan gratis untuk kalian”. Ucap Victoria seraya mengedipkan sebelah matanya.

“Apa menu hidanganmu kali ini eonnie?” Tanya Sooyoung.

“Seperti biasa sossis bacon, Sup Jamur, Maccaroni dan Salad “

“Bacon? Itu adalah julukanku hehehehe” ujar Baekhyun girang.

“Aku rasa aku akan gemuk jika 10 hari berada di sini… makanan di sini kelihatan enak !”

Baekhyun,Chanyeol,Kris,Suzy,Krystal,Sooyoung dan Luna mengambil nampan masing-masing dan mengisinya dengan berbagai makanan, kemudian memilih sebuah meja yang berada di pojok ruangan itu.

Ketika mereka asyik bercanda sambil menggigit Maccaroni milik masing-masing. Ada dua orang laki-laki dan seorang perempuan datang menghampiri mereka.

“Ternyata kau di sini Sooyoung-ah , kami mencarimu kemana-mana” ujar seorang wanita berambut ikal panjang dan berperawakan imut.

“Ini ada seorang murid baru, dia ku titipkan padamu,tidak apa-apa kan?” ujar seorang pria yang dikenal oleh Suzy dan Krystal, pria itu adalah Henry.

Sooyoung menghela nafas “Hahh, baiklah..baiklah, siapa namamu anak manis?” Tanya Sooyoung pada seorang anak laki-laki.

Anak laki-laki itu terkesiap dengan raut wajah yang malu ia memperkenalkan dirinya “Annyeong Haseyo, Do Kyungsoo imnida, bangapseumnida“.

“Nah, Kyungsoo mereka adalah teman-temanmu bergaulah dengan mereka “ ujar Henry seraya mengedipkan sebelah matanya. “Aku pergi dulu, dah semua..”.

Wanita yang bersama Henry itu menatap keenam murid itu dengan wajah yang ramah kemudian ia tersenyum “Mungkin kalian belum tahu siapa aku, perkenalkan namaku Woo Hye Rim panggil aku Lim saja”.

“Annyeong Haseyo sunbae” ucap keenam murid itu bersamaan.

Lim dan Sooyoung tersentak,kemudian tertawa “Hahaha, kalian tidak perlu memanggil kami dengan embel-embel sunbae segala kita di sini sama kecuali ada beberapa orang”.

“Maksudnya?” Tanya Suzy tak mengerti.

Lim tersenyum “Aku 92 line dan Sooyoung 90 line “

Kris tersedak supnya, Baekhyun tersedak Bacon gorengnya sedangkan Suzy hampir menumpahkan minumannya .

“Astaga ! apa kalian baik-baik saja?” Tanya Sooyoung dan Lim bersamaan.

“Tidak apa-apa sunbae”

“Apa ada yang se-Line denganku?” Tanya Sooyoung.

Kris mengangkat tangannya “Aku juga 90 line”.

“Wah, Kris-ssi ternyata kita seumur” ujar Sooyoung seraya mengedipkan sebelah mata.M engedipkan mata sudah menjadi kebiasaannya Sooyoung.

“Maaf Sunbae, aku lupa bertanya mengenai masalah ini.. eung.. mengapa kita bisa mengerti bahasa satu sama lain.” Tanya Kyungsoo dengan wajah lugunya.

Lim dan Sooyoung saling berpandangan sedangkan Krystal dan Suzy yang sudah mengetahui hal tersebut terlihat biasa saja.

“Well…”kata sooyoung “Sekolah ini memang aneh, kurasa diam-diam kita dicekoki konyaku alat penerjemahnya doraemon”.

Lim melanjutkan “Dan kurasa,Misteri lebih menyenangkan jika tidak dapat dipecahkan”.

 

 

TBC

Well, heheheheehe gimana part 2 A nya readers? Jelekkah? Baguskah? Author sengaja bagi menjadi beberapa part , biar seru ohohoho. Ditunggu komennya ya. Gamsahamnida,gomawo,thank you,xie-xie.

 

I lope you muachhhhh ❤

 

2 pemikiran pada “Slovkey Saga’s Academy (Chapter 2A)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s