Thanks~

tumblr_mbik8loID21qc5sl9o5_500

Title : Thanks~

Author : Rizka Kh a.k.a Park Hyuri (@_rizkaaaa)

Genre : Romance, Family, PG-15

Lenght : One Shot (?) (± 857 word)

Main Cast : -Lay

-Park Hyuri (OC)

Author’s note : Annyeong ^^author bawa ff singkat abal-abal lagi buat para readers. Author akhir-akhir ini sedang dalam minat menulis cerita-cerita impian author bareng EXOdeul XD author berharap kritik dan masukannya agar tulisanny makin bagus. Dont Plagiat, please! FF ini ada di wp pribadi author kkamjonginn.wordpress.com

Happy reading ^^

“Kau tahu betapa sulitnya aku menjalani hidup di dunia ini? Jika tidak ada kau, maka aku tak tahu apa jadinya aku”

Kata-kata gadis itu selalu terngiang di dalam kepalaku, betapa aku merasa sangat berarti untuknya. Ku tatap dia yang sedang terlelap bersama mimpinya. Aku mencium pucuk kepalanya lembut, “semoga kau selalu bermimpi indah” bisikku lembut.

Aku duduk sambil membaca buku-buku tentang psikologi. Ya, aku seorang psikolog. Aku tahu benar apa yang sedang di alami kekasihku yang sedang tertidur lelap di kasurku itu. Tertekan, ia tertekan karena hidupnya yang begitu menyiksanya.

Dia datang padaku dengan mata yang bengkak akibat terlalu banyak menangis. Aku memeluknya untuk menenangkannya sejenak, aku tak bertanya apapun karena aku mengetahui dengan jelas kondisi apa ini. Aku hanya membiarkan dia menumpahkan semua penderitaannya dalam pelukanku, dan aku membiarkannya terlelap agar nanti dia bisa menceritakan semuanya padaku dengan tenang.

Aku kembali lagi memfokuskan diri menatap wajah tenang kekasih yang paling aku cintai, satu-satunya orang yang special yang aku miliki saat ini. Dia menggeliat pelan lalu membuka matanya menatapku, tersenyum lelah. “Lay” panggilnya lirih.

Aku tersenyum lalu menghampirinya dan ikut berbaring dalam selimut yang sama. Kami saling bertatapan dalam diam. Aku menunggu sampai dia membuka suaranya untuk menceritakan semuanya padaku.

Dia kembali meneteskan setitik air mata, “appa..” ucapnya, aku tetap diam menatapnya penuh pengertian. “ia mengatakan aku wanita murahan, ia mengatakan aku yang telah membunuh adikku, dia juga mengatakan aku tak pernah patuh padanya, dia mengatakan aku penuntut, dia juga mengatakan dia sudah muak melihatku.” Dia berhenti dan dia menangis lagi. Aku meninggikan posisiku lalu memeluknya, menyandarkan kepalanya di lenganku. Menghapus lembut air matanya.

Dia mendongak menatapku. “aku benar-benar tak tahu apa yang bisa aku lakukan jika aku tak ingat bahwa aku memilikimu, Lay” ucapnya. Aku tersenyum, lagi lagi aku merasa sangat berarti untuknya, dan itu membuatku semakin mencintai dirinya. “apa dosaku hingga appaku sendiri tega menudingku seperti itu?” tanyanya padaku.

Aku tersenyum menatapnya “apa yang sudah kau lakukan?” tanyaku pelan tanpa ada nada untuk menyudutkannya.

Dia menerawang, “aku hanya mengantar teman appaku ke rumahnya, ahjussi itu sudah banyak baik padaku, jadi aku tidak tega untuk tidak menolongnya. Tapi aku juga tahu ahjussi itu sedang dalam masalah rumit soal wanita dan dia juga pernah menyukaiku.” Jelasnya. “dan semua terlontar saat aku pulang ke rumah, semua cacian dan makian yang appa tujukan padaku benar-benar membuat aku terluka, aku menahan semua jawaban yang harusnya aku lontarkan tapi aku tetap diam karena aku menghormatinya sebagai appaku” dia kembali terisak.

Aku kembali memeluknya, mengelus lembut rambutnya. Sebisa mungkin aku membuatnya tenang di sisiku. “aku tahu, kau tidak salah. Hanya saja kau terlalu baik hingga mengabaikan bahaya yang akan mengancammu”

“tadi sebelum kesini, pikiran-pikiran kotor semua memuncak di kepalaku. Saat ayahku mengatakan aku wanita murahan, aku,, aku,,,” ucapnya terhenti lalu menatapku ragu.

“kau kenapa ?” tanyaku pelan.

Dia menghela nafas. “aku malah ingin mengabulkan ucapan ayahku, aku malah ingin kau menghamiliku agar apa yang di katakannya benar-benar menjadi kenyataan.” Ucapnya pelan.

Aku sedikit shock mendengar pernyataan kekasihku, memang selama kami dua tahun kami menjalani hubungan ini, kami tak pernah sama sekali melakukan itu. Bukan karena aku tak normal sebagai laki-laki, tapi dia memang sangat menjaga kehormatannya. Aku pernah sekali hamper melakukan hal itu dengannya, tapi dia dengan sekuat tenaganya menahan keganasan diriku. Dan itu semakin membuatku mencintainya. “tapi kau sudah tak berpikir untuk melakukan itu lagi saat ini kan?” tanyaku.

“jika kau mau” jawabnya membuatku semakin shock.

Aku mencoba mengubur dalam-dalam fantasi liarku saat dia mengatakan itu dengan polosnya. “aniya, kita akan melakukan itu jika aku sudah menikahimu” jawabku tenang.

Dia menatapku menggoda, aku mencoba tenang karena aku tahu bahwa kekasihku ini masih dalam keadaan tertekan karena ucapan ayahnya itu. “apa kau benar-benar tak menginginkanku?” tanyanya berbisik.

Jujur, aku sangat menginginkan dirinya menjadi milikku seutuhnya. Tapi bukan dengan cara seperti ini, melainkan aku harus menikahinya dulu. “aku akan menikahimu” itulah yang terlontar dari mulutku.

Dia menggeleng, “aku mengatakannya untuk malam ini, bukan saat kau menikahiku.” Ucapnya dan menatapku intens. “aku merindukanmu, Lay” bisiknya lalu mendaratkan bibirnya di bibirku. Menciumku lembut dan aku? Kalian tahu aku laki-laki, tentu aku membalasnya. Aku terbawa suasana, aku menciuminya semakin liar, lidah kami saling bertautan. Aku beralih pada leher jenjangnya yang belum ku jamah, memberikan beberapa kissmark di sana.

Ciuman kami semakin panas, aku semakin tidak bisa mengontrol diri. Tangan ku meraba perut ratanya, tapi tangan mungilnya menahanku. Aku dengan segera menahan diriku, mengontrol nafsu yang sudah memenuhi diriku. Ku lihat dia terengah-engah mencari oksigen dan meneteskan sedikit air matanya.

“mianhae, Lay” isaknya. “aku tidak bisa.” Dia terdiam menatapku. “maafkan aku sudah membuatmu seperti tadi tapi tidak mendapatkan yang kau inginkan.” Sambungnya lagi. “aku..” belum selesai dia berbicara, aku sudah membungkam bibirnya dengan bibirku. Menciumnya lembut dengan cinta, bukan dengan nafsuku tadi.

Aku tersenyum menatapnya, “aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan” ucapku tersenyum. Dia memiringkan kepala dan menatapku bingung. Aku tersenyum sambil mengacak rambut wanita yang paling aku sayangi ini. “aku hanya menginginkan bibir ini” ucapku menunjuk bibir hyuri lalu mengecupnya sekilas. “dan aku menginginkan kekasihku yang paling aku sayangi bernama Park Hyuri” ucapku lalu memeluk tubuh mungilnya erat seolah takut dia pergi meninggalkanku.

Dia balas memelukku, “di tengah penderitaanku, aku masih sangat berterima kasih pada tuhan telah memberikanku seseorang yang sangat menghargaiku, menyayangiku, dan mencintaiku seperti dirimu, Zhang Yixing” bisiknya.

 

END

 

17 pemikiran pada “Thanks~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s