Destiny (Sequel) [Chapter 6A]

Judul : Destiny (Sequel)
Nama author : Goseumdochi
Genre : Romance Drama
Length : > 1000
Rating : T
Main Cast : Baekhyun and You (as Park Hana)
Twitter : @pamelaribka

Hai aku kembali dengan sequel Destiny~ karena banyak yang merequest untuk dibuat sequelnya dengan cepat, jadi aku membuat ini. Mohon maaf jika penulisannya kurang baik dan feelnya kurang dapat. Karena aku buatnya buru – buru disela tugas. Hehehe, anyway read and review ya~ No review, no next part #lah?

Disclaimer : Baekhyun. Actually he’s mine *digeret EXO fans*

This story is mine. Aku membuat cerita ini setelah membaca article yang bilang sasaeng fans mengganggu acara pernikahan kakaknya Baekhyun. Kasihan abang Yuyunku. Anyway, read and review ya.

Untuk yang belum baca Destiny, silahkan klik : https://exofanfiction.wordpress.com/2013/11/12/destiny-4/

Atau bisa juga di wp aku goseumdochi.wordpress.com

Let’s begin the story!

Destiny (Sequel)

Part Six (a)

Hana POV

“Ya… dongsaengku Baekhyun ah. Tsk, aku selalu bangga dengan suara tingginya.” ujar kangdongnim sambil menepuk tangannya dengan bangga.

“Baek… hyun..?” Kangdongnim menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaanku barusan. Kangdongnim bilang Byun Baekhyun adalah salah satu dari EXO yang paling dekat dengannya. 

“Jangan bahas pekerjaan.”

“Pekerjaanku bisa dikatakan berat. Walaupun begitu, aku mencintai pekerjaanku. Banyak orang yang mendukungku karena itu aku tidak bisa mundur.”

“Kau.. sepertinya sangat keberatan denganku yang selalu mengajakmu berjalan setiap malam”

“Apa yang akan kau lakukan jika seseorang berbohong padamu?”

Seperti puzzle…. semua perkataan Shin seolah tersusun menyatu menjadi satu saat ini. Nafasku tercekat didalam sana kala menyadari dirinya selama ini berbohong padaku. Aku tidak percaya ini….

Lagi, aku dibohongi oleh seorang laki – laki.

Aku menghela nafasku panjang untuk meredam rasa sesak didalam sana lalu menyenderkan punggungku ke bangku. Seperti sebuah film, semua hal yang pernah aku lakukan dengannya berputar dipikiranku.

“VCR lagi?!” seru kangdongnim disebelahku. Dia yang tadinya bangkit berdiri, langsung duduk kembali untuk menonton VCR mereka dengan serius.

Byun… Baekhyun….?

Kurasakan air mataku jatuh saat melihatnya kembali diatas panggung. Banyak wanita disekitarku berteriak menyerukan namanya, Baekhyun….

Aku tidak mengerti kenapa orang yang kusayang selalu berakhir membohongiku. Joonie… Shin…. Pft, mungkin benar aku terlalu polos jadi mudah untuk dibodohi oleh orang. Bodoh….

Mataku terus menitikkan air mata tanpa isakan. Rasanya terlalu sakit hingga tak dapat mengekspresikannya lagi. Buru – buru kuhapus air mataku ini saat penampilan mereka telah selesai. Aku takut kangdongnim melihatku tiba – tiba seperti ini.

Setelah acara selesai dan para artis masih berada diatas panggung saling bersalaman satu sama lain, kangdongnim mengajakku menemui temannya di backstage untuk mengucapkan selamat atas kesuksesan acara ini kepadanya. Backstage…. Aku langsung memaksakan senyumku dan mengikuti kangdongnim dibelakang. Menolak pun tidak akan bisa, kangdongnim pasti akan tetap menarikku kesana. Lagipula, aku harus mengucapkan selamat juga kepada seseorang… ya, seseorang yang baru kukenal.

“Kau ingin tunggu disini? didalam aku yakin laki – laki semua.” bisik kangdongnim kepadaku. Tanpa mengatakan apapun aku langsung melangkahkan kakiku ke kursi panjang di lorong backstage ini. Kangdongnim berpesan padaku untuk tidak pergi kemana – mana selagi dia tidak ada. Baiklah, dia benar – benar terdengar seperti ayahku saat ini.

“Ya! Baekhyun ah! Chanyeol ah!” teriak seseorang diujung lorong sana disaat aku sedang duduk terdiam dengan pikiran kosong karena kejadian hari ini.

Perlahan aku menolehkan kepalaku ke asal  suara tersebut. Mataku langsung tertuju kepada seseorang yang tengah tertawa saat ini. Orang yang selama tiga bulan terakhir ini kukenal bernama Lee Shin.

Tawanya langsung terhenti saat melihatku bangkit berdiri dari kursi.

Normal POV

Baekhyun dan Chanyeol tertawa geli setelah berhasil mengerjai Tao dibelakang panggung. Mereka langsung berlari untuk menghindari Tao yang ingin memukul mereka. Dengan tangan yang berada disaku celananya, Kris berjalan santai dibelakang mereka bertiga yang sibuk berkejar – kejaran satu sama lain sejak tadi.

Tiba – tiba Baekhyun dengan perlahan menghentikan langkahnya kala melihat sosok yang selama ini ia kenal. Mulutnya langsung terkatup rapat saat melihat gadis itu. Ia tidak menyangka bahwa kejadian yang sama sekali tidak diharapkan olehnya sedang terjadi saat ini.

Gadis itu hanya diam menatap Baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan, begitu pula dengan dirinya.

“Ya Baekhyun ah! Kenapa kau berhenti?” tanya Chanyeol dengan polosnya sambil menepuk bahu Baekhyun. Ia mengikuti arah pandangan mata Baekhyun dan disana dia baru menyadari, hal yang selama ini Baekhyun takuti sedang terjadi. Dengan perlahan Chanyeol menurunkan tangannya dari bahu Baekhyun lalu perlahan berjalan sedikit menjauh darinya.

“Tao, sebaiknya kau pergi ke ruang ganti sekarang.” bisik Kris sambil mendorong pelan punggung Tao untuk pergi menjauh. Tao yang tidak mengerti apapun langsung memilih untuk berbalik pergi meninggalkan mereka berempat dilorong yang sepi ini.

Setelah beberapa detik saling menatap satu sama lain, tiba – tiba gadis itu menghela nafasnya panjang lalu tersenyum kepada Baekhyun. Dengan perlahan ia melangkahkan kakinya mendekat ke laki – laki yang selama ini dipanggil olehnya Lee Shin.

“Selamat atas kemenanganmu hari ini.” ujarnya disertai senyuman tipis diwajahnya.

“Penampilan groupmu keren sekali. Walaupun aku baru dengar lagumu, tapi Wolf adalah lagu terbaik menurutku.” lanjutnya santai. Walaupun apa yang dikatakan Hana adalah suatu pujian, hal itu justru terdengar seperti sebuah pukulan besar untuk Baekhyun saat ini.

“Hana-“

“Andwae.” lirih Hana dingin saat Baekhyun hendak memegang tangannya.

Hana berjalan mundur beberapa langkah dari Baekhyun lalu tersenyum tipis,”Aku rasa aku menemukan jawaban atas pertanyaanmu dulu. Kau ingat, Baekhyun ssi?”

Baekhyun langsung membeku mendengar pertanyaan Hana barusan. Ada nada seperti sindiran saat Hana mengucapkan nama asli laki – laki yang sejak dulu dikenal olehnya bernama Lee Shin tersebut.

“Apa semua laki – laki seperti itu?”

“Apa kau melihatku seperti itu?”

“Aku tidak tahu. Aku belum mengenalmu.”

“Kalau begitu kenali aku… baru kau simpulkan jawaban dari pertanyaanmu barusan.”

“Mungkin tidak semuanya seperti itu. Tapi kau,” Hana sengaja mengantungkan kalimatnya lalu diam memandang Baekhyun untuk beberapa saat.

“Sama saja dengannya.” lanjutnya kemudian. Hana memaksakan senyuman terakhirnya untuk Baekhyun lalu berbalik pergi menjauh meninggalkan laki – laki tersebut mematung sendirian dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia hanya diam berdiri memandang punggung gadis tersebut yang perlahan hilang dari pandangannya. Ia tahu apapun yang ingin dia lakukan kepada Hana saat ini, itu tidak akan berguna.

Hana POV

Aku langsung menghentikan taxi sesaat setelah aku keluar dari gedung tersebut. Sepanjang perjalanan sampai rumah, pikiranku masih terbayang dengan kejadian barusan. Semua kenangan yang aku lalui dengannya selama ini sampai kejadian barusan berputar secara cepat seperti film dikepalaku. Aku sama sekali tidak menyangka laki – laki yang selama ini bersamaku ternyata berbohong mengenai dirinya sendiri. Lagi… aku dibohongi seorang laki – laki.

Kakiku terasa lemas saat aku memasuki kamar tidurku. Aku langsung jatuh terduduk dilantai dengan air mata yang tiba – tiba keluar begitu saja dari mataku. Napas yang sejak tadi kutahan agar air mata ini tidak keluar, kukeluarkan begitu saja. Kututup wajahku dengan kedua telapak tangan untuk meredam suara tangisku yang semakin menjadi.

Shin….

To Be Continue

Yehei! Aduh ini sengaja dibagi dua part karena takut ngebosenin kalau dibaca panjang – panjang. Heheh, maaf ya~ Review please~ Thank you~ No review no next part mhihihihi~

11 pemikiran pada “Destiny (Sequel) [Chapter 6A]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s