Everything About You

Judul     : Everything About You

Author  : Ririn_Setyo

Cast       : Kris Duizhang, Song Jiyeon, Byun Baekhyun

Genre    : Romance

Length  : One Shot ( PG – 15 )

Previous Story :

FF ini juga di publish di blog pribadi saiiya : http://www.ririnsetyo.wordpress.com

kris17

*

*

Jiyeon’s House – 07.00 pm

.

Song Jiyeon gadis cantik itu tampak menyeruak keluar dari kamar tidurnya yang berwarna biru, dengan semua ornament yang terdapat di dalamnya yang juga berwarna biru, warna yang menjadi kesukaan dari gadis cantik itu. Tubuh Jiyeon terlihat bergetar sesaat karna suhu di luar kamarnya yang ternyata sangat dingin, gadis itu pun terlihat berbalik ke kamarnya untuk mengambil selimut tebal berwarna biru dengan motif bulan sabit, yang biasa gadis itu gunakan untuk menghangatkan tubuh lemahnya.

Jiyeon tampak bersenandung pelan namun sesaat kemudian gadis itu tampak terkejut dan juga senang dalam waktu yang bersamaan, saat mata bening crystalnya menatap seorang laki-laki dengan rambut berwarna kuning keemasan, sudah duduk manis di sofa hitam yang terdapat tepat di antara kamarnya dengan laki-laki itu.

Sofa panjang yang menghadap ke arah balkon, yang sering di gunakan Jiyeon untuk bersantai dengan laki-laki itu ataupun dengan orang tuanya. Jiyeon tampak memainkan rambut panjangnya yang di biarkan tergerai itu dengan jarinya, membenarkan tatanan sweater coklat bermotif bunga besar berwarna merah yang di kenakannya, dengan celana bahan kain dengan warna senada, sesaat sebelum mendudukkan dirinya di sofa tepat di samping laki-laki itu.

“Kris Duizhang,—“ sapa gadis itu dengan suara renyahnya, namun laki-laki yang di sapanya itu tidak menjawab membuat gadis itu memajukan bibirnya.

Gadis itu menatap Kris yang terlihat serius dengan buku yang di bacanya itu dengan lekat, laki-laki yang mengenakan jaket berwarna hijau dengan syal warna senada yang melilit leher laki-laki itu dengan manis. Jiyeon semakin memajukan bibirnya kesal saat melihat Headset yang menyumbat kedua telinga Kris, dan menghembuskan nafasnya saat sadar jika saat seperti ini Kris tidak akan pernah bisa di ganggu oleh siapapun termasuk dirinya.

“Ah! Sayang sekali padahal aku ingin menceritakan yang sudah aku lakukan hari ini pada mu,” ucap Jiyeon seraya mengusap kedua tangannya yang terasa mulai dingin, karna suhu dingin yang masih menyelimuti kota Seoul.

Gadis itu menaikkan kakinya di atas sofa, menekukknya lalu menyelimutinya dengan selimut biru yang di bawanya, gadis itu pun meletakkan kepalanya di antara kedua lututnya seraya mengusap kakinya yang tetap saja terasa dingin itu dengan kedua tangannya. Jiyeon menolehkan kepalanya menatap Kris yang masih tenggelam di dalam dunianya sendiri itu dengan lekat, dan lagi-lagi gadis itu menghembuskan nafasnya sesaat sebelum akhirnya kembali bersuara.

“Kris apa kau tahu jika hari ini aku sudah memutuskan untuk berteman dengan Baekhyun?” ucap gadis itu dengan tersenyum kecil dan tidak peduli jika saat ini Kris tidak mendegarkannya, karna sejak dulu Jiyeon sudah terbiasa dengan itu.

“Aku benar-benar tidak menyangka kau mengenal laki-laki itu, padahal aku— aku bahkan tidak tahu jika ada seorang Baekhyun di sekolah kita,” ucap gadis itu dengan riang, saat dirinya kembali teringat dengan perkenalannya dengan Byun Baekhyun, seorang laki-laki yang berada satu kelas dengan Kris, laki-laki yang tadi siang menemaninya makan siang setelah Kris memintanya.

.

Flash Back 7 hours ago

YeomKwang High School

.

“Kris!” panggil Jiyeon sesaat setelah gadis itu melihat Kris yang baru saja keluar dari kelasnya, laki-laki itu memutar tubunya menatap Jiyeon yang sudah tersenyum senang dengan berlari kecil ke arahnya.

“Hari ini kau mau—“

“Hari ini aku tidak makan siang bersama mu,” potong Kris dengan cepat, membuat gadis di hadapannya itu menatapnya dengan binggung. “Aku harus latihan basket karna ada pertandingan penting akhir minggu ini, jadi hari ini kau akan makan siang dengan,—“

“Aku!”  ucap seorang laki-laki berwajah imut, berambut coklat yang tertata rapi dengan sebuah kacamata yang menutupi mata sipitnya, laki-laki yang baru saja muncul dari balik punggung Kris.

Jiyeon menatap Kris dengan tatapan butuh penjelasan, tapi laki-laki dingin itu hanya menatapnya tanpa memberi jawaban apapun. “Hai aku Baekhyun, senang berkenalan dengan mu.” Ucap laki-laki berkacamata itu lagi dengan senang dan senyum lebar yang sedikit berlebihan hingga memperlihatkan deretan giginya yang berjejer rapi, membuat Jiyeon mengangguk sepintas dan kembali menatap Kris yang hanya diam di tempatnya.

“Aku pergi,” ucap Kris kemudian dan mulai melangkahkan kakinya, meninggalkan Jiyeon yang masih binggung di belakangnya begitu saja.

*

*

“Kau mau makan apa lagi Jiyeon?” ucap Baekhyun sambil menatap meja di hadapannya, yang sudah di penuhi oleh banyak sekali makanan khas Korea. “Kris bilang kau harus makan banyak di setiap harinya.” Ucap Baekhyun lagi dengan tidak lupa senyum lebar berlebihannya, yang selalu di perlihatkannya sedari tadi.

“Mwo? Benarkah Kris mengatakan hal itu?” tanya Jiyeon tidak percaya, Baekhyun pun terlihat mengangguk antusias.

“Ne Kris bahkan sudah memberiku daftar makanan apa saja yang bisa kau makan, dan hal-hal yang bisa membuatmu sakit dengan semua makanan ini.” Jiyeon menatap laki-laki imut di hadapannya ini dengan tatapan binggungnya, gadis itu pun mulai terlihat heran dengan fakta jika Kris berteman dengan laki-laki yang Jiyeon anggap memiliki senyum sedikit aneh ini.

“Maksud mu?” tanya Jiyeon pada akhirnya.

“Kris bilang kau sangat suka semua makanan Korea, Pasta dan sedikit Spageti. Kau tidak bisa makan makanan yang masih terlalu panas, tidak suka yang terlalu pedas, dan tidak suka makanan yang terlalu manis.” Ucap Baekhyun dengan lancar, Jiyeon pun terlihat mengangguk kecil seraya menopang dagunya di atas meja dengan tangannya.

“Lalu apa lagi?” tanya Jiyeon penasaran, gadis itu ingin tahu semua yang Kris katakan tentang dirinya pada Baekhyun.

“Kau hanya minum air putih tanpa es dengan tambahan beberapa tetes lemon dan daun mint, kau tidak suka pudding yang di sajikan dengan flaa, kau tidak suka semua cemilan yang mengandung susu terlalu banyak,—“ ucap Baekhyun lagi dengan mata yang berbinar senang, karna dia bisa menyebutkan semua yang di katakan Kris beberapa saat yang lalu itu dengan sangat lancar.

Jiyeon pun tersenyum mendengarkan semua yang di katakan Baekhyun. “Ne semuanya benar, aku sangat tidak suka susu, karna baunya sangat—-“ Jiyeon bergidik dengan menaikkan bahunya. “Mengerikan,—“ ucap gadis itu lagi dengan memutar bolamatanya tanpa minat.

“Aku fikir Kris laki-laki yang tidak peduli dengan apapun, tapi ternyata dia sangat perhatian dengan mu.” Jiyeon tertawa pelan. “Kau harus mengenal lebih jauh tentang Kris, dengan begitu kau baru akan tahu jika Kris adalah laki-laki yang sangat baik.” Ucap Jiyeon lagi seraya meminum air putih dengan selembar daun mint di dalamnya, yang ada di atas meja makan mereka.

“Gomawo—“ ucap Baekhyun dengan menatap Jiyeon. “Gomawo karna hari ini bersedia untuk makan siang bersama ku, karna ini untuk pertama kalinya aku punya teman di makan siang ku.” Ucap Baekhyun dengan tatapan tulusnya, mata laki-laki itu terlihat sedikit berkaca-kaca membuat Jiyeon tertegun seketika.

“Memangnya kau tidak punya teman?” tanya Jiyeon dengan ragu, Baekhyun mengeleng pelan.

“Mereka bilang aku ini laki-laki yang membosankan, dan orang tua ku juga tidak sekaya murid yang lain, aku— aku hanya murid yang beruntung mendapat beasiswa untuk bersekolah di YeomKwang ini.” Ucap Baekhyun dengan suara lirihnya. “Hanya tunangan mu yang mau berteman dengan ku.” Ucap Baekhyun lagi dengan suara lirihnya.

Jiyeon tertegun dia benar-benar tidak menyangka jika Kris berteman dengan Baekhyun, seorang laki-laki yang terlihat aneh dan sangat jauh berbeda dari teman-teman Kris yang selama ini Jiyeon kenal. Ya selama ini teman-teman Kris selalu siswa yang setara dengan mereka, pintar dan terkenal, dan juga tergabung dengan tim basket sekolah, selama ini Kris juga tidak pernah sekalipun mengatakan pada dirinya tentang pertemanan Kris dan Baekhyun.

Jiyeon tersenyum dengan manis lalu mengulurkan tangannya. “Aku Song Jiyeon, maukah kau menjadi teman ku?” tanya Jiyeon dengan senyum yang semakin melebar, membuat Baekhyun membulatkan matanya seketika.

“Jinjjayo?” Jiyeon pun mengangguk mantab, dan dengan pasti Baekhyun pun menjabat uluran tangan Jiyeon dengan senyum senang yang sudah tercipta di wajah imutnya.

“Aku Byun Baekhyun, senang berteman dengan mu.” Ucap Baekhyun dengan mengoyang-goyangkan tautan tangannya dengan Jiyeon.

Selanjutnya mereka pun terlihat sudah tertawa bersama, sesaat sebelum menyantap menu makan siang mereka.

 

Flashback Off

.

Jiyeon terlihat menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, matanya menatap Kris yang masih di posisinya awalnya. “Aku benar-benar tidak tahu jika kau berteman dengan Baekhyun.” Ucap Jiyeon lagi dengan suara lirihnya.

“Kau tahu segala sesuatu tentang diri ku dan teman-teman ku, hobi ku, hal-hal yang aku suka dan yang tidak aku suka, sedangkan aku—“ Jiyeon mengantungkan kalimatnya dan menghembuskan nafasnya pelan. “Aku tidak tahu apapun tentang mu, aku tidak tahu apa yang kau sukai, aku tidak tahu apa yang kau inginkan di dunia ini, aku benar-benar tidak tahu apapun tentang mu Kris,” Jiyeon tampak tertawa sumbang, saat matanya melihat Kris yang masih asik dengan bacaannya.

Gadis itu terlihat gusar karna selama ini dia tidak pernah bisa menyentuh Kris, yang selalu terlihat terlalu beku untuk dapat di sentuhnya, selama ini gadis itu hanya merasa jika Kris menyimpan perhatian dan sayang yang begitu besar untuk dirinya, hanya itu tidak lebih, karna selama ini Jiyeon tidak terlalu peka dengan semua yang di sukai ataupun yang tidak di sukai oleh laki-laki itu.

“Aku benar-benar bukan tunangan yang baik untuk mu—, Kris.” ucap Jiyeon seraya bangkit dari duduknya, namun gadis itu terlonjak seketika saat tiba-tiba tangan hangat Kris sudah menggengam pergelangan tangannya.

“Tetaplah di sini,” ucap Kris tiba-tiba tanpa melihat ke arah Jiyeon, tangan Kris terlihat menarik Jiyeon untuk kembali duduk di tempatnya semula, membuat Jiyeon kembali duduk di tempatnya dan menatap Kris dengan binggung.

Kris menolehkan kepalanya, menatap ke dalam bola mata bening milik Jiyeon, seraya melepaskan satu headset yang menyumbat telingganya lalu memasangkan ke salah satu telingga Jiyeon dengan lembut. Jiyeon terdiam menatap Kris yang masih menatapnya dengan dalam, perlahan Jiyeon mulai mendengar alunan lirik lagu yang sangat indah memenuhi gendang telinganya.

“Ini lagu favorid ku, EXO— Baby Don’t Cry,” ucap Kris saat Jiyeon terus menatapnya, laki-laki itu lalu meraih selimut Jiyeon yang terjatuh di lantai saat gadis itu berdiri tadi, lalu menutupi kaki Jiyeon hingga sampai pinggang gadis itu.

Kris pun melepaskan syal yang di gunakannya lalu melilitkannya di leher Jiyeon. “Jangan pernah lagi melupakan syal mu saat suhu dingin seperti ini, kau mengerti?” ucap Kris sesaat sebelum kembali menatap buku bacaannya, mengabaikan Jiyeon yang masih terpaku dengan menatapnya tanpa bergedip.

Tanpa sadar bibir Jiyeon mulai tertarik ke atas dan membentuk senyuman manis di bibirnya, karna alunan lagu dari Baby Don’t Cry yang benar-benar membuat gadis itu terhanyut. Perlahan Jiyeon mulai menyandarkan kepalanya di bahu Kris dengan memejamkan matanya, tangan gadis itu merangkul lengan Kris dengan erat, hingga membuat jantungnya kembali berdetak cepat, dan Jiyeon benar-benar suka dengan semua yang di rasakannya terhadap Kris, perasaan bahagia yang meluap luap dan tak terkendali.

*

*

Kris menutup buku bacaannya dan meletakkannya di samping tubuhnya, saat di rasakannya jika beban di bahunya mulai terasa lebih berat, dan rangkulan di lengannya yang mulai mengendur. Perlahan Kris melepaskan headset di telinganya dan di telinga Jiyeon yang ternyata sudah tertidur. Kris terlihat tersenyum sesaat sebelum mengangkat tubuh Jiyeon dengan kedua tangannya, lalu masuk ke dalam kamar gadis itu.

Kris merebahkan tubuh Jiyeon di atas ranjang gadis itu, menutupi tubuh gadis dengan selimut dan mengatur suhu ruangan dengan suhu yang lebih hangat, hingga gadis itu tidak akan merasa dingin dengan suhu yang semakin menggila di luar sana.

Kris mendudukan tubuhnya di tepi ranjang, tepat di samping Jiyeon yang sudah terlelap dengan sangat pulas, tangan laki-laki itu perlahan membelai wajah Jiyeon dengan lembut.

“Aku suka warna hitam dan putih, aku suka semua musim terlebih musim semi, aku suka dengan ketenangan,—-“ Kris mengantungkan kalimatnya, merasa ragu dengan ucapan terakhirnya. “Kecuali jika kau yang membuat keributan, aku akan menyukainya.” Kris menatap Jiyeon yang terlihat mengeliat pelan dalam tidurnya itu dengan senyum kecilnya.

“Aku sangat suka pasta, suka bakmi dan daging asap, aku juga suka masakan Korea yang kau sukai itu, tapi aku suka coklat panas dengan tambahan sedikit susu.” Ucap Kris lagi masih dengan suara pelannya.

Perlahan laki-laki itu membungkukkan tubuhnya, tangannya menyentuh pelan kelopak mata Jiyeon yang terpejam, kelopak yang di dalamnya terdapat bola mata sebening Crystal yang sangat di sukai Kris sejak dulu. Pandangan laki-laki itu kini beralih pada bibir Jiyeon, bibir yang selalu tersenyum dengan manis pada dirinya, senyum yang membuat Kris yakin dan percaya jika malaikat itu benar-benar ada.

“Aku menyukai semua tentang mu, Song Jiyeon.” Ucap Kris lalu mengecup kening Jiyeon dengan lembut.

Kris kembali membenarkan letak selimut yang menutupi tubuh Jiyeon, lalu bangkit dari duduknya, mata tajamnya menatap setangkai bunga mawar biru yang di belinya tanpa sepengetahuan Jiyeon, saat pulang sekolah tadi dan meminta pada Jieun ibu Jiyeon untuk meletakkannya di dalam kamar gadis itu.

“Dan aku— juga sangat suka mawar biru,” ucap Kris seraya melangkahkan kakinya keluar dari kamar tidur Jiyeon, meninggalkan Jiyeon yang masih terlelap dalam tidurnya itu dengan senyum yang sudah terbentuk di wajah rupawannya.

.

“Aku menyukai semua tentang mu, Song Jiyeon.” —- Kris Duizhang.

 

~ THE END ~

.

Hai! Couple Kris-Jiyeon kembali lagi yippiiee^^ FF ini tercipta saat saiiya lagi dengerin lagu Baby Don’t Cry yang asik banget itu, maklumlah baru ngeh saiiya ama tu lagu hahaaa gw selalu telat kykna ngeh ama segala sesuatu tentang exo

Jadi —- saiiya harap kalian semua bisa menikmati cerita yang manis, semanis wajahnya Luhan ini dengan tawa riang tanpa henti LOL hati-hati ama gigi dan gusi kalian

oKYUlah ENJOY xoxo^^

Iklan

10 pemikiran pada “Everything About You

  1. sweet bnget,,:-D
    kenapa hubungan mereka manis bnget yah,,
    sedingin”nya kris pas sama jiyeon tetep aja manis,,
    d’tunggu karyamu yg lain thor^^

  2. Wuhuuuuoooooo… Yiiiiipiiiieeee…
    Kris romantis bgt… Mantap ceritanya, Kris membuktikan bahwa kasih sayang itu gak harus dgn kata, tapi dengan tindakan *plak(apaan sih ne)
    lanjut lg eon… Keep writing n Fighting!!!

  3. Hai author ^^ suka deh sama ff ini. Uwoooohhh aku juga mau jadi tunangannya Krisss~ *diseret Minho* Manis buanget. Huahhh Kris aku padamu #eh
    Sedikit komen ya… Hehe. Ada beberapa kata yang salah penulisan EYD-nya, “Mangkanya” -> “Makanya”, “Favorid” -> “Favorit”, “Mantab” -> “Mantap”. Sebenernya bukan masalah besar sih cuma biar lebih enak aja bacanya, dan makin rapi ^^ Tapi diksi-mu udah oke banget loh, aku sukaa ^^ hehe. Maaf ya kalo komennya aneh ._.
    Keep writing yah, tebar cium dan salam buat Kris xD

    • haiii tengKYU u komentnya udh saiiya edit tetep aj typo betebaran LOL

      aihh saiiya masih belajar klo tentang Diksi, masih jauh banget dr kata bagus fufufufu Diski susah banget sis, ampun dech ampe putus asa #lebay LOL

      tengKYU ya^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s