Help! (Chapter 3)

Title : Help!

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : Mystery, Fantasy, Adventure

Main Cast :

Kim Joonmyun (EXO-K) | Jisyu song (OC)

Other Cast :

Member EXO-K/EXO-M

A/N : Hai, aku baru pertama ngepost ff tentang misteri:D jadi aku butuh banyak saran dan kritik dari para readers disini. Aku masih butuh bimbingannya XD.  kamsanida~

help2_kim-sooki_melurmutia song jisyu

-$$$-

Suho menguap pelan dan perlahan menutup matanya agar menuju dunia mimpinya dan bertemu Song Jisyu.

“Kau sudah mempunyai bukti Mr.Kim?” samar-samar suara Jisyu mendekati Suho. Suho bangkit dan mengangguk pelan.

“Ya, aku ingin bertanya. Siapa saja yang mengetahui kau tinggal bersama Park Chanyeol?”

“Kurasa hanya kau.”

“Hmm. Jadi begitu.”

“Why?”

“Dia menyembunyikanmu ternyata dari sang pelaku. Dia mungkin tidak ingin kau terluka. Dulu kau bilang kau mengikuti seleksi agen rahasia. Siapa keluargamu yang tahu? Apa Lay tahu?”

“Hanya keluargaku saja. Lay tidak mengetahuinya.”

“Menarik. Park Chanyeol sangat menarik perhatianku.”

Jisyu mendekatinya, “Apa dia pelaku dari semua ini?”

“Kita lihat nanti. Soal anak yang kau lahirkan. Kurasa dia berada di tempat yang aman dan tepat.”

“Syukurlah. Ini sudah menajdi hari ke-6ku.”

“Aku akan mempercepat prosesnya. Bersabarlah sedikit lagi.”

“Thank You Mr.Kim. See You later,” .

Suho memejamkan matanya kembali, Jisyu membantunya untuk kembali ke dunianya lagi.

 

-$$$-

Suho bangkit dari sofa ruangan kerjanya, ia berjalan pelan menuju telfon kantornya. Dan segera menekan tombol angka 2 dan 3.

“Hello?”

“Chen. I have something to do, can you join with me?”

“With my pleasure sir.”

“Thanks. Siapkan mobilnya, kita akan kerumah Park Chanyeol. Bye.”

Suho menutup telfon kantornya.

Ia berjalan menuju tempat jaket yang biasa ia gantungkan, ia segera mengambil jaketnya. Sejenak ia menatap bawah kolong lemari jaketnya.

Lalu ia menarik sebuah koper kecil. Ia membukanya dan menimang-nimang , apakah ia harus membawanya?

Atau tidak?

Kurasa, iya. Suho mengambil koper itu dan berjalan keluar dari ruangannya.

Saat kakinya menuntunnya keluar dari ruangannya. Semua mata menatapnya dengan heran, bahakan ada yang senang.

Suho menatap mereka dengan aneh. ‘Apa yang terjadi?’

Seorang detektif lainnya mendekatinya dengan wajah senang, “Syurkurlah, kau akhirnya keluar dari ruanganmu.”

“Memangnya kenapa?”

“Bukankah kau tidak keluar selama 2 hari. Kata Chen bahkan kau menginap disini. Whats wrong Suho?”

“Kurasa aku harus pergi. Aku ada urusan. I’m sorry Kyu.”

Kyuhyun hanya mengangguk-angguk mencoba mengerti maksud Suho. Suho berjalan pergi meninggalkan kantornya.

Disana tampak Chen menunggunya dengan mobil sedan hitam milik kantor yang di khususkan untuk penyelidikan.

Suho mendekati Chen dan memasukinya.

“Sudah lama?”

“Yah, 10 menit Sir. Kita pergi sekarang?”

“Of course.”

 

-$$$-

Chen menatap arlojinya dan bergantian menatap Suho.

“Kau terlihat gelisah Chen.”

Chen tertawa samar, “Yeah, kita sudah menunggu selam 6 jam disini. Apa kita hanya mengawasinya?”

“Tidak. Kita akan beraksi nanti jam 1 malam. Tunggu saja. Kurang 3 jam lagi. Kau bisa tidur. Aku juga ingin tidur.”

“Benarkah?”

“Tentu saja jangan lupa kunci mobil ini. Kita tidur didalam mobil ini.”

“Baiklah.”

Chen menatap Suho kembali, “Emm—Sir?”

“Yeah?”

“Sebenarnya kasus apa yang kau intai saat ini?”

“Kau akan mengerti nanti setelah sudah selesai. Tidurlah.”

Chen mengangguk dan perlahan menutup matanya. Suho menatap kanan kirinya, sepi sekali. Hanya angin sepoi-sepoi mungkin yang berhembus, ia berada di dalam mobil jadi itu hanya dugaannya saja.

Tiba-tiba mata Suho menatap seorang wanita perjalan menuju tempat pembuangan sampah, ia membawa pisau tajam yang mengkilat.

Suho ingin bangkit dari kursinya, tetapi ia harus menunggu.

Tak lama seorang pria keluar dengan pandangan marah, “Apa yang akan kau lakukan huh?! Kau pikir, kau bunuh diri akan bertemu Jisyu?”

Wanita itu menatapnya galak, “Ya! Aku tahu Jisyu tidak bunuh diri! Dia dibunuh! Kau tahu itu Park Chanyeol!”

“Aku tidak tahu !”

“Kenapa kau selalu menutupi hah?”

“Aku menutupi apa?”

“Jika memang kau pembunuhnya, menyerahlah !”

Slap.

Tamparan keras mengenai wanita itu, seketika pisau yang ia bawa terjatuh. Dengan sigap laki-laki itu mengambilnya dengan hati-hati, seperti seorang agen.

‘Wait, agen. Seorang agen pasti selalu hati-hati.’ Pikir Suho. Suho masih menatapnya dengan jelas, dan mencermati.

Laki-laki itu menarik wanita itu untuk masuk dalam rumah mereka. Pria itu menatap kanan-kirinya memastikan tidak ada yang melihat kejadian ini.

‘Its begin.’ Suho tersenyum.

 

-$$$-

“Bangun, ini saatnya beraksi.” Suho menepuk pelan bahu Chen. Membuat Chen menguap pelan dan menatap arlojinya.

“12.59 ?”

“1 menit untuk persiapan. Kau berjaga di mobil.”

“Apa yang akan kau lakukan Sir? Berhati-hatilah.” Suho tersenyum menenangkan. Ia segera bangkit dan membuka koper kecil itu.

Ia mengambil sebuah benda seperti granat, tetapi ia tidak meledak seperti granat. Benda itu hanya meledak kecil, karena berisi bahan kimia.

Suho membawa granat kecil itu dan mendekati rumah Chanyeol. Ia mengetuk dengan keras rumah Chanyeol. Ia menaruh granat kecil itu di depan pintu utama rumah.

Suho kemudian berlari dan memasuki mobil yang berjarak 300 meter dari rumah Chanyeol.

“Sudah Sir?”

“Belum. Tunggu.” Suho memegang jam tangannya dan menatapnya, “1 menit lagi. Tolong ubah mobil ini menjadi gelap, seperti background belakang.”

Chen mengangguk dan mensetting menjadi seperti background belakang mobil mereka. Background mereka adalah sebuah rumah tua yang tidak terawat. Makan mobil itu akan tampak seperti bagian rumah tua itu.

Cklek..

Chanyeol membuka pintu rumahnya, ia menatap kanan-kiri tetapi tidak ada siapapun. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah benda yang tadi Suho letakkan.

Chanyeol segera masuk kerumah, dan kembali membawa sebotol cairan berwarna hitam. Ia melumeri granat kecil itu.

Tepat saat 1 menit.

 

Granat itu tidak meledak, hanya berasap. Suho tersenyum kecil.

“Kau sangat cerdas.”

Chanyeol mendekati granat kecil itu dan memegangnya. Suho semakin tersenyum lebar. Chanyeol membawa granat itu kedalam rumah.

“Kita kembali.” Chen mengangguk.

5 pemikiran pada “Help! (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s