EXO dan Sahur Pertama

kk

Title: EXO dan Sahur Pertama

Cast: Semua member EXO

Genre: Comedy (semoga), absurd, gaje, jayus

Rating: +6th (yaiyalah, emang ada anak TK bisa baca?)

Author/Twitter: @Kikia_259

 

Note: Tidak terdapat unsur rasis ataupun menghina di FF ini. Meski judul spesial puasa, tapi bagi non-muslim boleh membacanya ^___^ FF ini terinspirasi sama cerita hidup author di puasa pertama(?), jadi kurang lebih gitu. Poster sama judulnya gak nyambung sama sekali =___=”, makanya biar nyambung nikahin dulu author sama Lay #Plak

 

Okey, selamat membaca ^___^. Jikalau kalian tertawa, berarti author dapat pahala(?) terutama di bulan puasa (itupun kalo admin yang baek hati mau post saat puasa :p)

 

LALALALALALA~

———————————————————————————

03:00 AM waktu kurang lebih di Korea Selatan(?)

 

Suatu pagi menjelang adzan Subuh

 

“Woy, Kris! Biawak! Bangun napa… Bantuin gue bangunin makhluk-mahkluk yang laen buat bangun.” Bisik Suho seraya membangunkan Kris dengan cara tak manusiawi (bagi Kris)

 

“Yaelah, apa sih JunMyun! Lo kagak liat apa kemaren gue nonton film The Ring sampe jam satu!” Kris pun setengah mampus berusaha buat membukakan mata hatinya.

 

“Yeh,,, itu sih DL. Udah intinya eloh bantunin gue buat bangun-bangunin semua anak manusia yang masih hidup saja buat sahur.” Ejek Suho serta dilanjutkan kegiatan sebelumnya. Tanpa ba-bi-bu-be-go Kris jadi melek, mendadak matanya jadi bola kristal kek Kyungsoo.

 

“HAH! INI SUDAH RAMADHANNYA! Kenapa kagak bilang daritadi sih, Monyong!” Kris melihat jam weker nongkrong di laci mungil bergambar cicak nemplok di samping karpet tepat dimana doi tidur. Gak pake janjian pula Kris pun loncat dan menarik lengan Suho menuju ke sebuah misi. Membangunkan 10 kebo yang laen.

 

+++++

 

“Sstt! Hey Kyungsoo bangun! Bikinin kita makanan buat sahur. Cepet ntar keburu imsak!” Suho plus suara jelitanya harus membangunkan Mother of the group tersebut. Kyungsoo tak bangun. “Maaf JoonMa, aku sedang red day.” Ujar Kyungsoo melalui sambungan alam baka. Suho geleng-geleng. “Aish, pantes saja kau sering diwanitakan ketika Kai ada di sisimu.” Suho berdesis (emang ular?)

 

“Tenang hyung. Thelama ada Thehun, themua bitha ditheletaikan thecara praktith…” Mendadak jadi hantu Jepang, Sehun ada di samping Suho. “Eh, tadi lo ngomong apa? Kurang jelas. Cadel sih.” Suho mengeryitkan jidat setelah mendengar omongan Sehun.

 

“Artinya buka kamuth(kamus)…” Jawabnya enteng. Anaknya sekarang mulai siap mengambil alih-alih membangunkan. Dan inilah yang ditunggu-tunggu…

 

“Eomma,,, bangun dong. Kalau enggak bethok malam Thehun bitha lebih ganath lagi di tempat tidur.” Rayu Sehun sambil mengelus pipi Kyungsoo menggunakan hati. Suho merinding disko. “O..oke…okey… Bilang sama Kyungsoo jika bangun, suruh buat makanan.” Suho secepat petir Chen menghilang dari sisi Sehun setelah melihat hal tak patut dilihat! Sebetulnya hantu Jepang siapa sih?

 

 

+++

 

 

“Lay…Lay…Lay….Lay….Panggil Yixing si jab—“

 

‘PLAK’

 

Barusan saja Kris menyanyikan lagu dangdut hitz dari Titi Kamal malah digampar sama Lay—manusianya sekarang masang poker face kebangsaannya— “Sudah dibilang kalau aku tidak suka sama lagu itu, YIFAN!” Lay rada sensi gini. Memang, Lay membenci lagu tersebut karena merupakan penghinaan nama baik. Sekarang kasus Lay dan Titi Kamal sedang berlanjut di pengadilan Jakarta Barat ngalahin panasnya Arya Wiguna vs Eyang Subur. Siap-siap saja guys jika (semoga) berita tersebut akan muncul di Silet serta Insert. Lho?

 

“Makanya bangun. Atau tidak aku a—“ Omongan godaan Iman berasal dari mulut seksi Kris ludes seketika melihat Lay mengeluarkan kapak dari bawah bantalnya. “Ya, gue bangun. Tapi awas saja lo macem-macem. Gua bakal siapin lubang tanah 1 kali dua 2 meter buat lo!” Ancamnya sembari menondongkan kapak ekstra tajem. Konon kapak tersebut pernah dipake buat mempancung seseorang. Etdah -_-

 

Kris menunggak ludah dan langsung mengangguk sok ngerti. “Percayalah sama Wu Yi Fan! Dijamin semua akan terkontrol.” Lay gak membalas, ia beranjak dari kasur dan berjalan pelan namun kakinya sengaja dihentak-hentakkan kuat ke lantai, sekarang Yixing sudah menghilang di balik pintu.

 

+++

 

“Chen Chen, ayo nak bangung. Sahur… Kita semua akan puasa nih.” Suho sangat genitnya membangunkan Chen sambil meniup-niup lobang telinganya, nada suaranya juga seperti itu lagi, cih. Ketetularan virusnya Sehun kali? “Ih,,,, Suho-oppa genit deh…” Ngigau Chen seraya senyam-senyum nanjong, badan anaknya geter-geter-merinding-kegelian-kek-naik-bajaj. Suho malah nikmati hal tersebut.

 

“Salah sendiri, makanya ba—“ Suho kaget setelah secara random penampakkan Kyungsoo tak sengaja melewati kamar Chen –pintunya kamarnya terbuka lebar selebar BlackHole—melihat momen teryadong barusan. Niatnya sih Kyungsoo mau menuju ke kamar mandi untuk cuci muka, tapi apadaya, kebetulan kamar Chen di sampingnya ialah kamar mandi.

 

“Hmmm…” O_____O

 

Tanpa suara, Kyungsoo tetap melanjutkan tujuan awalnya. Memasang ekspresi shock-merosock-terperoshock-shock ganteng. Mencoba melupakan kejadian persis di depan mata bulatnya seperti bola bekel. Sayangnya pada kenyataannya, ZONK!

 

Setelah mahkluk mirip Morgan jadi-jadian itu pergi dari pandangannya, Suho menatap Chen masih tidur nyenyak sembari gigit-gigit jempolnya. Tak berselang lama Suho mengambil tindakkan, ia mengambil gelas kaca—ada di dalam lemari baju Chen—dan beruntung sekali gelasnya itu terisi air, entah itu aer apaan. Dan…

 

BYUR

 

“Hoek!” Chen reflek berdiri di atas kasurnya, otak kiri maupun kanan Chen langsung mengeluarkan sinar-sinar-percikkan-listrik-korslet.

 

“Eh! Chentong nasi. Bangun, kita sahur!” Ucap sinis Suho. Chen pun memiringkan kepalanya “Lho?  Lo siapa? Gue siapa? Wiz Khalifah kah? Kok gue ikut-ikutan lupa kayak Yixing sih?” Tanya Chen sambil memasang senyum lugunya, pertanda emang doi tidak berbohong.

 

“Cih, baru tau gue orang disiram air segelas bisa terkena amnesia. BANGUN SANA KE RUANG MAKAN!” Setelah puas ngomelin Chen, Suho pun meninggalkan Chen. Anaknya malah senyum polos seraya melambaikan tangan. Kembali ia terdiam sebentar, padahal pada kenyatannya ia sedang mencoba mengingat kembali kehidupan lalunya. Berfikir keras sampe otaknya berurat.

 

“Sejak kapan kita punya ruang makan? Ngomong-ngomong ruang makan itu apa sih?”

 

 

+++

 

 

Sehubung Duo leader lagi sibuk membangunkan anak-anak tuyul lainnya, beda halnya sama Sehun. Diam-diam tetapi lihai ia masuk ke kamar Luhan. Dalam aturan di FF terlaknat ini, yang memiliki kunci kamar tidur yaitu Suho dan pemilik kamar masing-masing, makanya waktu bangunin Kris, JunMyun-ssi (sok akrab) udah stand By (me) di tempat.

 

Namun, kenapa Sehun bisa masuk ke kamar pria yang wajahnya kayak wanita itu?

 

Jawabannya ia memakai peniti untuk ngorek-ngorek lubang kunci pintu. PINTAR. Supaya aksi liciknya gak ada yang ganggu –terutama Kai sama Baekhyun tuh biang keroknya—Sehun kembali menutup pintunya tanpa menguncinya. Jelas, ia sendiri masuk tanpa izin sama tuan kamar.

 

Luhan ternyata cantik sekali saat bobo, tidur saja bisa senyum-senyum kayak orang sarap. Itulah isi diotak Sehun, muji kenapa jatohnya malah hina?

 

Tapi memang pada realitanya Luhan tidur nyenyak. Selimut tebal terbuat dari sutra membungkus dari ujung jempol kaki sampe mukanya. Eh, maksudnya sampai bagian bawah dadanya doang. Serem amat narasinya. Tempat tidur bak kerajaan Fir’aun. Lampu tidur agak remang-remang-mau-habis-waktunya juga menambah rasa kagum Sehun pada kakak tersayangnya.

 

‘Astaga, ini orang atau malaikat sih Imut kece? Tampan juga iya. Cantik no’oh. Maunya apaan sih. Mau dijadiin sate guling apa? Untung saja gue gak milih Kris jadi kakak gue atau nggak habislah dunia ini.’ Batin Sehun. Dan ada di batin jadi cadelnya tak berlaku di daerah teritorial  pendalaman itu.

 

“Eheum… Luhan hyung. Bangun dong. Ntar keburu adzan Thubuh loh…” Sedikit mengusapkan rambut Luhan secara lembut seperti sarung bantal dicuci dengan molto, suaranya juga gak mau kalah saing soal lembut-lembutan.

 

Luhan gak melek, gak bersuara. Namun ia merespon, tangan Sehun awalnya mengusap rambutnya langsung ditarik serta dipegang erat-erat bahkan dipeluk. Sehun yang notabane gak nyangka kekuatan Luhan sebanding sama Hulk ikutan tertarik dan sekarang, wajah diantara mereka berdua sangatlah dekat. Yang Cuma dirasakan hanyalah nafas mereka masing-masing…

 

‘BRAK’

 

Sehun featuring Luhan—jadi terbangun kan…hhfftt—kaget setelah mendengar suara gubrakkan pintu sangatlah keras. Luhan sendiri double kaget kenapa Sehun ada di hadapannya saat ini.

 

Ternyata saudara-saudari yang saya cintai serta sayangin, barusan membuka pintu –lumayan kasar—yakni Kyungsoo-ahjussi. Maksudnya kedatangannya sih sekedar bangunin doang, tapi ternyata di luar akal logika manusia normal. Lagi, Kyungsoo harus melihat adegan meseum antara Sehun-Luhan. Waduh mimpi apaan gue semalem, perasaan gue mimpi bisa lebih tinggi dari Changmin deh. Tadi Suho sama Chen, sekarang….. TIDAK!

 

Gak ada angin, gak ada hujan, gak ada petir, gak ada tanda-tanda kehidupan, Kyungsoo berlari gaje meninggalkan mereka berdua seraya memasang muka ‘Gue gak mau jadi mereka!’ .HunHan (hai) saling menatap satu sama lain. Kenapa Kyungsoo jadi gak beres gini sih?

 

 

++++

 

 

“Bangun kagak lo Park Do Bi! Dorongan Birahi! Makanya jangan kebanyakkan ngomong ‘Rolling Like A Buffalo’ melulu. Benerkan jadi kebo hobi guling-gulingan di atas karpet.” Lay membujuk ria Chanyeol, anaknya memang tidur di karpet, bahkan hampir tidur dilantai nan dingin.

 

“Oah…. Yixing. Gue tau lo mau bohongin gue kan? Mana mungkin gue dikadalin sama rajanya kadal.” Ngigau Chanyeol seraya memamerkan gigi-gigi silaunya seperti krystal putih. Lay geleng-geleng kepala, udah tau persis sama nih kelakuannya. “Hhhfffttt…ini beneran! Katanya esok mau puasa. Lo mau apa misalkan kita bakalan dikeroyok sama member SHINee gegara kita gak puasa?” Lay menyakinkan pria kepala batu ini.

 

“Baiklah, ayo kita sahur!” Chanyeol secara epik bangun dari tidurnya sambil memasang wajah semangat 45, anaknya sekarang duduk di hadapan Lay plus memasang pose ingin bertos sama Leader dance EXO-M. Kelihatan banget mukanya seger, biasanya kalau orang mendadak bangun dari mimpinya suka memasang wajah gak punya harapan.

 

“Woles,,, tapi kita juga kudu bangun bocah-bocah yang laen.” Menghela nafas, Lay akhirnya ikut bertos sama Chanyeol. “Hah! Belum pada bangun. Ogah gue! Mending lanjut tidur lagi dah…Good Bye~” Chanyeol kembali ke alamnya. #LAYcengo!

 

 

++++

 

 

Ceritanya papi Suho numpang lewat ke ruang makan. Dan didetik itulah Kyungsoo lagi goreng bakwan plus sup aparagus.

 

“Diiiioooooo~ Masak apaan~~?” Suara manis bin kramat dari Suho bergema di telinga Kyungsoo –dimana malah dibalas juluran lidah panjang— “Udah selesai acara ranjangnya?” Kyungsoo ekstra dingin.

 

 

“Hah? Ranjang?” Suho terlihat kaget layaknya orang habis dilempar palang pintu tepat dikepalanya. “Iya. Ranjang. Telinga lo masih bener kok. JoonMa” Ujarnya tanpa menatap muka sang angel KW9 tersebut. Lebih khusyuk buat mengiris jagung menggunakan gergaji.

 

“Bwahahah… pasti lo salah paham ye. Gue gak ada hubungan apa—“

 

 

“PERGI DARI SINI!” Dio eh, Kyungsoo melemparkan panji pegorengan yang belom lunas ke arah Suho, dan berhubung Suho ganteng jadi gak kena *apa hubungannya?*.Akhirnya seonggok daging tersebut lenyap juga ditelan bumi. Kyungsoo menghela nafas saja.

 

“Kok gue cemburu gini sih sama Suho-Chen? Emang gue maho apa? HAHAHAH” — Miris

 

++++

 

 

Tok Tok Tok

 

“Iye ye saber nape? Gue baru tidur 2 jam gegara nonton Final Destination dari ke-1 sampe kelima.” Sungut Xiumin gak jelas sama siapa, orang juga gak peduli apakah ia nonton film apaan. Disaat Xiumin berhasil membuka pintu, terlihatlah seorang pria memamerkan giginya dan wajah kisut.

 

Perasaan gue kagak enak nih. Batin Xiumin dan author menatap Chen secara datar. “Hyung, wah kok sahur diem-diem saja sih? Walah nih bakpao sampe satu truk. Mau berhibernasi atau apa?” Dengan tak tau tata krama Chen asal masuk ke kamar Xiumin kemudian ngerecokkin sampai semua barang sampe hancur bagaikan butiran debu.

 

“Woy! Kerepeng. Pergi sono luh. Gue mau sahur sendirian saja!” Perintah Xiumin cukup sinis, tetapi mumpung Chen barangsur-angsur ingatannya kembali, jadi ia tak bisa membedakan antara sinis maupun seneng.

 

“Hyong! Minta sebiji ya bakpaonya!” Entah darimana Chen bisa menemukan bakpao rasa jeruk –bakpao favorite Xiumin– padahal sudah doski simpen di dalam brankas. Xiumin menghela nafas berat, memamerkan serta menyebarkan bau mulutnya.

 

“Boleh, tapi lo keluar dari sini! Promise?” Sengaja Xiumin memaniskan suaranyaa supaya main vocal kurang gizi ini bisa pergi dari kamar. Dan dengan baik hatinya Xiumin menyeret badan Chen keluar dari kamar kerajaan. Sesuai perkataan Xiumin barusan =>kerepeng. Jadi gak berat-berat amatlah buat nyeret Chen keluar.

 

Ketika Chen membentur dinding tembok setelah dilempar Xiumin keluar dari kamarnya –dan bukannya nolongin malah nutup kamarnya+ngunci—Chen hanya bisa garuk-garuk kepala saja, sedetik kemudian dia meninggalkan TKP seraya memakan bakpao hasil curiannya.

 

Tanpa sengaja (atau memang dari sananya) Chen menemukan sebuah pintu yang turut dicurigai. Penasaran (atau kepo?) Chen pun mengambil tindakkan untuk memotarkan kenop pintu kamar tersebut. Selain memiliki kekuatan petir di MV MAMA, ternyata doski memiliki kekuatan untuk membukakan pintu yang PADAHAL dikunci dari dalam. Hebat juga.

 

Krek

 

“Hallo… Ada yang masih hidup disini?” Karena kebiasaan jadi badut di EXO, membuat sih JongDae ini gak bisa menyapa orang secara serius. Hanya beberapa orang yang kebal sama lawakkannya: Eunhyuk-Donghae-Kris-Xiumin-Lee Soo Man-Manager Youngmin, sisanya pada sakit perut. Makanya mereka rata-rata awet muda, sering ketawa.

 

Balik ke narasi normal

 

Gak ada suara manusia, malah adanya suara orang lagi cekikikan sendiri *itu sih sama saja*. Kamar itu sangat gelap dikarenakan sang tuan kamar sengaja matiin biar hemat listrik, terlihat dipojok ruangan kamar ada seonggok daging memakai kaos putih (narasinya kenapa serem gini?) sedang duduk mojok, kakinya terjelunjur ke depan. Laptop yang menompang di bagian kakinya juga turut menyertainya.

 

“Heh, lo siapa? Kok gue lupa ya? Hahahah…Pernah kenal deh kita.” Kesucian Chen tiada tara melengkapin nuansa hening kamar gelap tersebut. Beruntung juga Chen bisa menemukan stok kontak lampu, jadi kegelapan digantikan oleh kekuatannya Baekhyun. Lol

 

“Etdah, gege,,, masa sama temen grup sendiri lupa. Gue Tao, main rapper di EXO. Jangan pernah bilang tadi gege kepalanya disiram pake air…” Nah, manusia yang ngaku-ngaku bernama Tao tersebut menatap main vocal dengan prihatin. Kenapa? Yaiyalah, jikalau Chen bener-bener error, berarti ia lupa dong sama utang 2juta kemaren dia minjem untuk membetulkan kloset kamar mandi.

 

“Oh ya… gue inget! Lo member bisa wushu tetapi cengengkan. HAHAHA.” Masih ketawa tanpa dosa, Chen tetap saja kedengaran kayak lagi ngecengin orang. Tao pun menatapnya nanar. ‘Nih orang perlu di rehab kagak sih? Atau ke RSKO?’ batinnya yang lagi garuk-garuk meja.

 

“Lo juga sahur sendirian aja nih ceritanya? Gue boleh nebeng gak? Pasti jawabnya enggak deh.” Lanjut kembali Chen sambil nunjuk-nunjuk beberapa makanan di sekitar kamar. Ada roti sehelai yang ada bekas gigitan. Bungkus Indomie berserakkan. Ada bakpao tinggal setengah – diyakinin pasti juga hasil rampokkan–. Segelas susu milo masih anget. Bahkan ada juga piscok.

 

Nih orang banyak monyong ngomong. Gumam Tao meski tetap dapat didengar sama Chen. Sehubung anaknya dalam tahap pemulihan jadi gak dipikirin. “Boleh kok hyung. Silahkan sahur bareng gue—“ kemudian gue racunin lo pake kapur barus. Bagian akhirnya tentu saja di dalam hati.

 

“Yes! Kita sahur bersama.” Teriak 20 oktaf Chen sambil membuat gempa lokal. Kamarnya Tao ada dilantai dua, dibawahnya tepat ada dapur dimana Lay ft Kyungsoo terasa terganggu.

 

“Soo, kau gak pake kekuatan gempa kan?” Tanya Lay dengan ragu sambil masak air di kuali. “Kagak lah. Emang kekuatan kita bener-bener ada?” Balas Kyungsoo tanpa menongok ke sahabatnya. Lagi serius giling cabe.

 

Balik lagi ke jalan cerita.

 

“Aish, gege. Diem saja! Nih makan lontongnya!” Karena gak mau dorm EXO roboh gegara ada walang sangit loncat seperti poconggg, Tao pun bangkit dari tempat duduknya serta langsung menyumpel mulutnya Chen dengan lontong yang isinya ayam. Sebenarnya itu lontong hasil curian dari rumahnya anak-anak SHINee. “Hmmm… enak juga lontongnya. Mesennya besok!” Girang Chen setelah menelan semua lontongnya.

 

“Ge,,,” Panggil Tao lemes. “Kenapa? Ada masalah?” Chen nenggok kepada maknae ajaib tersebut. “Besokkan puasa… emang boleh makan lontong…?” Masih setting wajah lemes, Tao pun menatap Chen melas. Chen geplak kepalanya. “OH IYA!”

 

Dan sekarang kegiatan sahur di kamar Tao berjalan secara mulus, semulus kakinya SNSD. Bahkan mereka lupa jika dibawah Kyungsoo mati-matian untuk memasak. Mereka berdua ketawa-ketiwi sendiri kek orang bener, kenapa? Yap, karena mereka berdua sedang online di laptop, mereka berdua sedang membuka dan membaca fanboard di site EXO-K. Banyak juga fans pada alay-alay semua. HAHAHAH

 

++++

 

“Idih, belum selesai masaknya?!” Tanya Baekhyun cukup nyebelin ketika tuyulnya berjalan ke dapur. Disampingnya ada Chanyeol yang berhasil  dibangkittin. “Tau nih,,, dikira Yixing bangunin gue pertanda bakal sahur.” Chanyeol memasang derp face kebanggannya walau nggak bisa dibanggain. Lay yang mendengar komentar berkoar dari Chanyeol pun membalas. “Seharusnya lo itu bantuin kita-kita dulu buat masak, baru sahur. Jangan enaknya saja diambil.”

 

“Santay bro! Kidding just.” Sok Inggris Baekhyun tapi pada kehidupannya ancur. Tepat didetik itulah Suho muncul bersama Kai. “Kyungsoo-noona, aku lapar!” Rengek Kai manja (mandi jarang, sesuai dengan kelakuannya) menghampirin Dio, orangnya malah menghindar

 

“Najis, pagi ini gue liat penampakkan yang menjijikkan! Gue kagak mau jadi korban selanjutnya! KRIS-gege tolong gue!” Kyungsoo dengan epiknya malayangkan kedua tangannya keudara disaat Kai berhasil memeluk perutnya. “Sadarlah Soo! Kau kenapa?” Mendegar namanya dipanggil, Kris meluncur ke dapur dan ikutan nyempil antara KaiSoo.

 

“Kok, Kyungsoo-ssi gak mau meluk aku sih. Dia lebih memilih Kris daripada aku! Hiks…Hiks…Hiks..” Rengek Kai ke arah Baekhyun, beruntung Baekhyun mau memberikan free puk-puk ke arah Kai. Sempet resek juga sih. Pasalnya Kai bener-bener nangis dan ingusnnya dibuang ke baju bagian lengannya Baekhyun.

 

Kyungsoo menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Trauma dia sama hari ini. Lay pun beraksi. “Diyok, kenapa eloh jadi menghindar ke Kai? Bukankah gue pernah baca di fakta di EXO Fanbase jika Kai lengket banget sama lo?”

 

“Itu sih dulu! Tapi sekarang ogah! Gue gak mau di kopel-kopel sama cowok! Dikira gue maho apa!”

 

“BAEKHYUN! Kenapa kau malah mengelus kepala KAI! Gue jaelos berat nih! Papi $uho! HUAHHHH!!!!” Itu Chanyeol tadi yang lagi cemburu berat gegara Baekhyun memeluk Kai secara erat. Kanapa harus ngadu ke Suho?

 

“Tuh kan di sini manusianya pada hancur semua! MAMI AKU MAU PULANG!” Kyungsoo makin tak terkendali saat Chanyeol memeluk perutnya Suho –dimana lider ya malah mangap—

 

“Tenanglah! Dan hey, Kyungsoo! Jangan meluk-meluk Kris gue! Mau apa ntar lo mau dijadin ikan bakar? Hah!” Lay makin memperburuk suasana gara-gara kebakaran di hati.

 

“Ada apaan sih berisik-berisik kek gi— HUAHHHHHH~~~ KRIS! Kenapa harga dirimu diperjualkan demi Lay dan Kyungsoo! Kau lupa kalau ada kopel KrisChen!” Ketahuan manusia yang datang bikin kerusuhan barusan. Chen dengan gilanya langsung nemplok di tembok dapur dengan arti menutup wajahnya yang galaw.

 

“eheum! Tenang… XiuChen lebih tenar!” Senyum simpul Xiumin menempel serasi di wajahnya. Doi sekarang mengelus punggung Chen yang malah terasa seperti di keroyok. “Oh iya ya” Chen reflek membangkitkan wajah yang tergelam di tembok, wajahnya ceria seperti biasa.

 

“Woy, lo berdua lupa kalau Kris masih sah milik gue HAH! MASA SECARA RANDOM GUE HARUS AMBIL PASANGAN KOPEL ORANG LAIN!” Teriak gaje Tao sambil menggoyangkan badan Xiumin. Karma akhirnya terbalas. Xiumin hanya berolling eyes saja. “Hey Kris. Kasihan nih bocah atu dikacangin saja.” Memilik sifat LUMAYAN dewasa, Xiumin memanggil nama Kris.

 

“Ternyata Kris juga maho! Udah ada Tao, Lay, Chen. Selanjutnya siapa lagi!” Belum sempat pengen berkoar, Kris menatap Kyungsoo secara dingin akibat orangnya cerewet abis.

 

“Wo Shi Huan Ni~~~” Nambah beban saja nih Xi (ikan) Luhan. Dengan datang secara tiba-tiba, pasangan HunHan muncul seraya memasang wajah tanpa dosa. Luhan mengatakan Aku naksir kamu bukan buat Kris tetapi buat Sehun. Eh malah salah paham kan.

 

“HUAHHHHH!!!!! KENAPA PADA REMPONG GINI SIH?! Woy kalian semua tenang napa!” – Suho mulai frutasi.

 

“Papi Suho! Bacon bakar itu ternyata pengkhianat!”

 

“Eh! Tunggu! Ini salah paham Yeollie! Gue enggak…”

 

“Jadi Kris-gege mau misah ranjang dari aku nih! Hiks~~”

 

“Hadeh… sampe kiamat gak bakal berakhir nih…” Gumam Xiumin seorang diri.

 

Dan akhirnya pertikaian tak penting seabad ini terhentikan setelah mendengar suara bergema dari masjid.

 

“Ibu-ibu serta bapak-bapak. Sekarang waktunya imsak. Silahkan mempersiapkan diri buat sholat Subuh. Selamat menjalankan ibadah puasa. Dari Keybum yang unyu-unyu….”

 

“Nah loh… dah imsak kan! Lo pada sih!” Kris mulai menyalahkan teman-temannya yang udah terdiam membatu. “Tau nih. Thehun padahal pengen puatha kagak jadi kan.” Memasang ekspresi datar, Sehun akhirnya ikut-ikutan.

 

“Lagian pada napa sih. Kok pada konseran semua?” Tanya Luhan seraya memasang wajah andalannya. Wajah cengo. “Halah, jangan sok dongok deh. Lo berdua ngapain berduaan di kamar! Si Sehun pake acara deket-deketan wajah segala lagi!” Balas Kyungsoo dah pulih dari kehebohannya tersendiri, Sehun tertawa kecil “Namanya kopel nomor thatu di ETHO!”

 

“Ck! Kenapa pake acara promo kopel-kopelan segala sih. Jadi sekarang kita gak sahur nih?” Lay yang ditangannya terdapat teflon pun juga ikut berkomentar. “Yaiyalah. Dah imsak gini kok.” Balas Chanyeol.

 

“Aish… Kai! Lepasin kagak pelukkan lo! Puaskan gara-gara lo Chanyeol ngambek sama gue.” Baekhyun mati-matian mendorong seonggok daging yang memiliki banyak dosa akibat hobi yadong tersebut dari badannya. “Ye,,,, ntar dikasih balon juga kalem lagi kok.” Cibir Kai memasang kembali wajah (gak) normalnya. Perasaan semenit yang lalu dia mewek deh.

 

“Jadi…” Suho menatap Kris dengan bimbang. “Mau gak mau kita harus tetap puasa. Meski gak sahur…” Lanjut Kris apa adanya sambil menaikkan kedua bahunya.

 

“APA! Kita puasa! Buah beri-beri buah sirsak, sorri gak bisak!” Tolak cepat Baekhyun sambil mantun. Semua member pun pada menatapnya dengan artian ‘Nih bocah sudah pendek sengak lagi’ . “Sejak kapan lo bisa pantun?” Batin Lay resek melihat kelakuan luar biasa Baekhyun.

 

“Lo mau apa ntar kita dikecengin sama anak-anak Shainy karena kita gak puasa!” Luhan sempat-sempatnya menjitak kepala Baekhyun secara tak berperi-Baekhyunan. “Rasanya kita gak dikeceingin deh. Liat aja tuh maknaenya. Puasa-puasa malah main suami-istri sama member A-Pink.” Balas Suho datar, kenapa Suho bisa tau hal kek gituannya?

 

“Lo lupa masih ada anak-anak Suju. Tau sendiri kan tuh maknae berandalan kelakuannya kayak apaan?” Kai mengingatkan kembali jika ada seniornya yang lain, apalagi tuh maknaenya. Waduh! Bujukbunek! “Iya juga. Eh, Kyuhyun kan kalau dengar Siwon-hyung ngaji langsung telinganya panas kan?” Kris ikutan berbacot layaknya bekicot.

 

“Nah, kalau gitu,,, kita harus puasa dong. Kan keren saja tuh kalau junior bisa puasa sementara seniornya gak bisa!” Chanyeol memasang smirknya Changmin yang ia curi di dormnya. Sebenarnya di dorm ya TVXQ, Changmin lagi kebingungan dimana ia meletakkan smirk kesayangannya.

 

“Lo mau ngecengin anak Thainy thama TuJu? Gue ikut!” Girang Sehun gak tau diri. Sudah cadel, berisik pula. Tetapi kita lupa sama keberadaan trio kwek-kwek kita.

 

“Kasihannya kalian gak sahur, gue dong sama—“

“—HENTIKAN!”

“—Xiumin hyung dan Tao. Udah sahur bersama.”

 

Xiumin membentur kepalanya ke dinding. Tao lagi cari rencana biar bisa kabur dari para hyungnya. Sementara Chen malah senyum songong. Peringatan barusan gak dihiraukan sama main vocal yang bakalan calonin diri jadi dancing machine. Lho?

 

“Kalian dah sahur?” Suho mengulangkan kalimat Chen, memastikan telingannya gak rusak.

 

“Diem-diem saja…” Chanyeol memasang wajah derp.

 

“Tanpa gue?” Baekhyun melanjutkan. Lagian napa pula ngajak Baekhyun buar sahur.

 

“Pengkhianat.” Gumam Kai.

 

“POKOKNYA KALIAN BERTIGA GAK BOLEH BUKA PUASA DI SINI! CARI BUKA PUASA YANG LAEN!”

 

 

TAMAT

 

Hening….

 

Jadwal member EXO tanggal 1 Ramadhan:

 

*Baekhyun: Muadzin

*Chen: Iqamah

*Tao: Pemukul bedug

*Lay: Imam

*Suho: Ustad

*Kris: MC Kultum

*Luhan: Ngumpulin uang amal

*Sehun: Jagain kotak amal

*Kai: Penjual tajil

*D.O: Seksi konsumsi

*Xiumin: Mempersiapkan sajadah

*Chanyeol: Menyita petasan di warung

Iklan

8 pemikiran pada “EXO dan Sahur Pertama

  1. buset! tuh kyungsoo oppa , ngiris pake gergaji plus panci noh belom lunas-_-.. Kocak nihh .. gue sampe kebelet nih baca nih inih.. 대박!

  2. min ralat bahasa mandarin aku suka kamu tuh bukan “wo shi huan ni” tapi “wo xi huan ni”.. lagi pula xi huan itu kebanyakan dipake buat makanan dan minuman. tapi ffnya bikin ngakak asli xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s