Under the Moonlight (Chapter 2)

under the moonlight

 

Tittle    :           Under the Moonlight

Author :           Ddangkoplak

Genre  :           Fantasy, Mistery, Friendship

Cast     :           Yoo Anna

Shim Simi

All member exo

 

…Chapter 2…

            Begitulah mereka. Bertahan hidup dengan dua kepribadian di lingkungan yang berbeda untuk menyembunyikan identitas asli mereka. Sulit? Memang, mereka akui itu semua sangat sulit. Mungkin hanya aktor atau aktris hebat saja yang bisa melakukannya. Namun karena keadaan, mereka terpaksa harus menjalaninya.

            Lihatlah bagaimana seorang yeoja yang terkenal dingin, ekspresi wajah datar dan sikap yang cuek disekolah ternyata adalah seorang yeoja manis, manja, dan juga imut di rumahnya terutama dihadapan oppa-oppanya. Lihat juga seorang preman sekolah yang bengal dan sangat kurang ajar bisa berubah 180o menjadi orang yang bijaksana dan penuh pengertian. Seorang namja angkuh berwajah sombong dengan sikap luar biasa-tidak-pedulinya rupanya adalah seorang namja yang sangat jahil dan gemar berbuat iseng. Dan juga seorang siswi pemalas dan pecicilan nyatanya merupakan yeoja yang sangat rajin dan disiplin. Jangan lupakan juga seorang namja penyabar dengan senyum teduhnya yang menyerupai malaikat, seorang kakak yang sangat disayangi adik-adiknya dapat berubah menjadi seorang guru galak, kejam, dan mengerikan. Oh, satu lagi. Seorang guru olahraga sekaligus pelatih basket yang terkenal dengan ketampanannya. Disekolah ia adalah guru yang cool dan berwibawa tapi dirumah, ia akan menjelma menjadi seorang ahjumma cerewet yang doyan mengomel hingga membuat kupingmu panas. Yah, begitulah. Mereka memang hidup dengan sifat yang berbeda-beda. Namun mereka memiliki satu persamaan dan hal itulah yang membuat mereka terus bersama dan bertahan.

            Mereka bukanlah seutuhnya manusia…. 

….

….

….

            Akhir pekan. Hari yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar murid XOXO. Yah, karena mulai hari ini hingga seminggu kedepannya mereka akan menghabiskan waktu dengan acara camping disebuah pegunungan. Katanya sih, tempatnya sangat bagus dan pastinya aman. Entahlah. Masalahnya, tempat yang dulunya merupkan hutan belantara itu baru saja dibuka sebagai resort oleh seorang pengusaha asal china. Dan kebetulan, XOXO school mendapat tawaran untuk mengadakan camping di tempat itu. Tentu saja pihak sekolah menerimanya dengan alasan seperti tempat yang bagus, indah, dan aman tetapi biayanya sangat murah.

            Baiklah, mungkin benar jika tempat itu bagus dan indah. Tempat itu terletak di dataran tinggi dengan udara sejuk dan keadaan yang masih bersih. Pemandangan pegunungan bisa terlihat jelas dari atas sini. Tempat itu juga memiliki danau alami dan ada sungai di hutan dekat sana. Benar-benar tempat yang sempurna bukan?

            Namun siapa yang akan menduga jika tempat itu menyimpan sebuah rahasia yang akan sangat membahayakan warga sekolah. Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Ralat, tidak seorangpun kecuali beberapa warga sekolah yang memiliki kemampuan spesial. Mereka sadar akan bahaya yang mengancam keselamatan warga sekolah lainnya…

….

….

….

            “Waktu mendirikan tenda sudah habis dan sekarang waktunya bagi kalian untuk beristirahat. Waktu istirahat tiga puluh menit” komando guru yang terdengar lewat pengeras suara. Anak-anak yang tadinya sibuk mendirikan tenda kini mulai mengatur barang-barang mereka ke dalam tenda.

            “Yoo Anna-ssi, aku dan Suji akan bertugas untuk memasak. Jinri dan Soojung mencari kayu bakar. Jika kau tidak keberatan, maukah kau yang mengambilkan air untuk kita?” Anna yang sedang menata batu bata kini menoleh pada seorang yeoja mungil yang berdiri dihadapannya.

            “Baiklah, Ji Eun-ssi” sahut Anna singkat. Yeoja itu lalu berdiri dan meraih dua ember besar yang ada di pojok tenda lalu keluar dari sana.

            “Ssst.. Ji Eun-ya… Apa tidak terlalu berlebihan membiarkan ia membawa  dua ember besar air sendirian? Harusnya salah satu dari kita menemaninya” ujar seorang yeoja berkulit putih.

            “Kau saja yang menemaninya. Aku tidak mau. Dia itu menyeramkan, Suji…” sahut Ji Eun.

            “Tapi kenapa tidak kita saja yang mengambil air?” tanya Suji.

            “Jangan! Kudengar sumber mata airnya sangat jauh. Kita pasti kelelahan membawanya. Biarlah dia saja yang membawanya.”

            “Aish… Kau ini licik sekali…”

            “Hihihihihi… Sssst”

            Tanpa mereka berdua ketahui, beberapa meter dari sana seorang yeoja sedang mendengus kesal sembari berjalan menjauhi tenda dengan sebuah ember besar di masing-masing tangannya.

            “Kalian pikir begitu? Hal-hal kecil seperti ini tidak akan membuatku lelah”

….

….

….

….

            “Hyung”

            Kris menoleh kearah namja mungil yang sedang duduk di ujung tenda.

            “Ne, Suho-ya. Ada apa?”

            Suho hanya menghela nafas panjang. Kris yang melihatnya menghentikan kegiatannya sejenak dan memposisikan diri untuk duduk disebelah namja berwajah malaikat itu.

            “Tidak usah takut. Semua akan baik-baik saja” Kris menepuk-nepuk punggung Suho. Namja mungil itu membenamkan wajah pada kedua tangannya.

            “Aku bukannya takut pada mereka. Aku hanya… hanya khawatir. Yah, benar aku takut jika ia celaka”

            “Maka dari itu kita harus melindungi mereka sekuat tenaga”

            Suho mengangguk mendengar nasihat Kris.

….

….

….

            Namja itu mengintip dari balik pepohonan rindang yang ada di pinggir jalan setapak itu. Matanya fokus tertuju pada seorang yeoja yang sedang melangkah mendekat dengan sebuah ember besar penuh air di masing-masing tangannya. Hingga akhirnya saat yeoja itu melewati tempat persembunyiannya, barulah ia memberanikan diri keluar.

            “Ann.. Na..ssi” panggilnya ragu. Yeoja itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Ke arahnya.

            “Kyungsoo-ssi… Wae geurae?” tanyanya dengan ekspresi datarnya yang khas.

            “A… Aku… itu…” entah mengapa ternggorokannya tercekat. Anna masih saja memandanginya, membuat jantungnya berdegup semakin kencang.

            “Aku…Aku… boleh… mem…bantumu?” yeoja itu menaikkan sedikit alisnya. Bingung dengan ucapan Kyungsoo tadi.

            “Eum… Itu. Pasti sangat berat membawanya” namja itu memandang ke arah ember yang dipegang Anna.

            “Baiklah. Ini” Anna meletakkan salah satu embernya. Kyungsoo membulatkan matanya senang. Segera saja namja itu mendekat dan meraih ember tersebut.

            Yang sayangnya  jauh lebih berat dari perkiraannya.

            “Berat?” tanya Anna. Kyungsoo menggeleng sambil tersenyum kendati saat ini dirinya cukup kesusahan membawa ember tersebut. Ia tak habis pikir. Bagaimana bisa seorang yeoja seperti Yoo Anna membawa dua ember besar penuh air seberat ini.

            “Dia benar-benar tangguh” gumam Kyungsoo.

            “Apa?”

            “Ah… Aniya” elak Kyungsoo salting. Gumamannya terdengar oleh Anna ternyata.

            Tak jauh dari tempat itu, seorang namja berbadan jangkung mendengus melihat pemandangan dihadapannya.

            “Cih… Lemah begitu mau sok-sokkan membawa ember.” Desisnya.

            “Sssssst…” namja diseberang sana memperingatinya. Mereka berdua bersembunyi dibalik pohon pinus besar. Menunggu target mereka lewat dan terperangkap dalam jebakan yang sudah mereka persiapkan.

            Namun yang tidak mereka ketahui, ternyata Anna mendengar suara-suara tersebut meskipun jaraknya dengan mereka terbilang cukup jauh. Kemampuan spesial, tentunya.

            “Kyungsoo-ssi. Sebaiknya kau berhati-hati” ucapnya pada Kyungsoo yang sudah berjalan lebih cepat didepannya.

            “Eh? Wae?” sahut Kyungsoo yang masih terus saja berjalan. Anna tidak menjawabnya. Yeoja itu memusatkan konsentrasinya untuk mendengar suara-suara dari kedua trouble maker itu. Hingga akhirnya…

            “Do Kyungsoo awas…”

            Kyungsoo menginjak timbunan daun yang dibawahnya merupakan lubang berukuran cukup besar. Tubuh kecilnya terperosok namun sebelum jatuh lebih dalam, sebuah tangan kurus namun kuat memegangi tubuhnya dan menariknya. Membuat tubuh mungilnya jatuh ke pelukan tubuh kurus seorang yeoja berwajah dingin dengan ekspresi wajah datarnya.

            Wajah mereka berdekatan sekarang.

            Hanya tersisa beberapa inchi yang memisahkan mereka.

            Kyungsoo bisa menatap dalam kedua mata yeoja itu.

            Meskipun sedikit buram lantaran kaca mata minus empat yang dipakainya terjatuh entah kemana.

            Tunggu

            Kenapa jantungnya berdegup kencang seperti ini?

            Dari balik pepohonan, muncul dua orang namja dengan wajah menyebalkan menertawai mereka sembari bertepuk tangan. Anna menatap tajam ke arah duo perusak itu.

            “Bwahahahaha… Ekspresimu saat hampir terjatuh… Huahahahaha” tawa Chanyeol.

            “kkkk… Lihat juga saat Yoo Anna menariknya hingga mereka berpelukan. Aigoo, so sweet sekali…” Baekhyun menimpali.

            Stok kesabaran Anna habis sudah. Yeoja itu menatap penuh kebencian ke arah mereka berdua yang masih saja tertawa-tawa nista. Matanya berkilat-kilat penuh amarah. Kedua tangannya yang mengepal kini bergetar hebat. Ooops… Ini adalah sebuah pertanda buruk bagi mereka semua…

            Karena sebentar lagi yeoja itu akan berubah…

            Tap

Tepukan menyejukkan dari seseorang di pundak Anna berhasil mengalihkan perhatian yeoja itu dari angan-angannya untuk mencabik-cabik kedua bocah perusak itu. Ia menoleh dan mendapati seorang namja sedang tersenyum padanya. Menenangkannya. Dan benar saja, amarahnya sedikit mereda. Setidaknya matanya tidak lagi berkilat-kilat.

            “Byun Baekhyun dan Park Chanyeol. Kalian dihukum mencucikan piring-piring para guru setelah acara makan malam nanti” perintah namja itu dan berhasil membuat kedua biang kerok itu mendelik.

            “Mwo? Mencuci piring guru-guru?” sentak Baekhyun.

            “Songsaengnim… Kau tidak bisa melakukan ini pada kami” protes Chanyeol.

            “Aku adalah guru dan aku bisa melakukannya. Kalian sudah banyak berulah hingga membuatku harus menghukum orang yang tidak bersalah. Cepat kerjakan dan jangan banyak protes” gertak namja itu.

            Baekhyun dan Chanyeol menunduk. “Ne songsaengnim” ucap mereka sambil membungkuk hormat lalu bergegas pergi dari sana.

            “Kim Songsaengnim. Gomapsumnida” ujar Kyungsoo sembari membungkukkan badan. Suho tersenyum menanggapinya.

            “Gwenchana… Cepatlah kembali ke perkemahan karena hari sudah hampir sore” ucapnya. Ia menepuk punggung Anna sekali lagi sebelum berlalu dari tempat itu. Anna tak berkata apa-apa . Ia hanya terus menatapi punggung namja mungil itu yang bergerak menjauh . Seulas senyum kecil terukir di bibir tipis yeoja itu. Tanpa menyadari bahwa disebelahnya, seorang namja menatapi wajahnya tanpa berkedip sedikitpun.

……

Bulan purnama menerangi bumi dengan cahayanya. Membuat suasana malam di bumi perkemahan itu menjadi semakin indah. Suatu momen yang tepat bagi murid-murid  XOXO school untuk menghabiskan malam  bersama dengan pasangannya. Bagi yang punya…

Seluruh peserta perkemahan duduk mengitari api unggun yang menyala-nyala ditengah lingkaran besar yang mereka bentuk. Para murid tertawa-tawa menonton tingkah tak waras guru-guru mereka yang saat ini berdansa didekat api unggun. Guru-guru perempuan berebut untuk bisa berdansa bersama Kris songsaengnim dan Suho songsaengnim. Maklum saja. Hanya mereka yang masih ‘segar’.

“Jagung bakar?” tawar Sehun kepada teman-teman dan sunbaenya.

“Aku mau” jawab Xiumin.

“Aku juga…aku juga” timpal Lay

“Yak! Jangan habiskan semuanya… aku juga mau” Tao ikut bergabung. Sehun hanya tertawa melihat tingkah mereka hingga akhirnya ia menyadari ada yang kurang.

“Eeeh? Kemana Chanyeol dan Baekhyun?”

Seketika mereka semua menoleh ke arahnya.

“Ia ya… Daritadi aku belum melihat mereka…” sahut Luhan.

 

 

-Sementara itu di dapur umum-

            “Aish, lihatlah berapa banyak piring dan gelas kotor yang harus kita cuci.” Gerutu Chanyeol sembari membanting sebuah piring plastik yang penuh noda makanan.

            “Kim Songsaengnim itu sungguh kejam.” Timpal baekhyun. Ia menghela nafas seraya menatap pasrah tumpukan perabotan makan yang belum disabuninya.

            “Bagaimana bisa ia melakukan ini pada kita? Ini tidak adil…”

            “Yak! Aku curiga ada suatu hal yang terjadi diantara mereka…” ujar Baekhyun. Chanyeol kini menoleh pada namja bermata sipit itu.

            “Mereka?”

            “Siapa lagi? Yoo Anna dan guru-sok-bertampang-malaikat itu tentunya.”

            Mendengar hal itu membuat Chanyeol merasa tertarik hingga ia mendekatkan dirinya kearah Baekhyun.

            “Memangnya kenapa?” tanyanya penasaran. Seringaian terukir di bibir namja imut itu. Jiwa gosipnya keluar sudah.

            “Kau tidak lihat cara ia menatap  yeoja itu?”

            “Memangnya kenapa?”

            “Lihatlah tatapannya yang sangat teduh dan menenangkan begitu ia melihat Anna. Bukankah biasanya ia akan menatap murid-murid lain dengan tatapan galaknya yang menjengkelkan itu? Huh, membuatku ingin melempari wajah malaikatnya itu dengan tomat busuk”

            “Jjinjayo?” seru chanyeol bersemangat.

            “Tentu saja. Aku yakin ia menaruh perasaan pada yeoja itu. Ouww… bayangkan saja seorang guru galak menyukai muridnya yang tak kalah galak…”

            “Ahahahahaha… benar-benar”

            Dan mereka berduapun larut dalam gossip murahan hasil ciptaan mereka sendiri hingga tak menyadari seorang pria bergaris rahang tegas tengah menghampiri mereka.

            Brak

            Mereka berdua menoleh dan mendapati pria itu tengah berdiri dihadapan piring-piring plastik yang baru saja ia lemparkan.

            “Yak! Kau pikir kau siapa bisa melempar piring-piring begitu saja?” gerutu Chanyeol.

            Namun pria itu hanya mengangkat bahu sembari menatap mereka berdua datar.

            “Kim songsaengnim bilang selesaikan secepatnya jika tak ingin waktu tidurmu berkurang” ucapnya lalu berbalik meninggalkan mereka yang menggerutu kesal oleh sikapnya.

            “Yak! Bukankah dia itu Chen si preman brandal dari kelas 1C?” bisik Canyeol disambut anggukan dari partner biang onarnya itu.

            “Ne… lihatlah wajahnya yang seperti troll itu. Sangat cocok menjadi preman” komentar Baekhyun dan sukses mengundang cekikikan dari namja bertubuh tinggi menjulang di sebelahnya.

            Dari kejauhan, seorang namja bergaris rahang tegas mendengus mendengar cekikikan dari orang-orang idiot di belakangnya. Ia melangkahkan kakinya menjauhi duo rusuh itu hingga akhirnya telinganya menangkap sesuatu yang tidak beres. Langkah-langkahnya terhenti seketika dan dahinya sontak berkerut, tanda bahwa ia tengah berkonsentrasi menggunakan kemampuan spesialnya. Dan sesaat kemudian matanya terbuka dengan cepat dan ia berlari meninggalkan tempat itu secepat mungkin.

 

 

……..

            Acara api unggun dan malam keakraban usai sudah. Kini para murid serta guru-guru tengah bersiap untuk ke tenda dan beristirahat. Namun tidak dengan dua orang murid yang masih asyik dengan kegiatan mereka menyabuni dan membilas alat-alat makan kotor di dapur umum.

            “Baekki-ya… Aku lelah sekali” sungut namja jangkung disebelahnya.

            “Kau pikir aku tidak? Dasar bodoh” umpat namja bermata sipit yang tengah membilas gelas-gelas yang menumpuk di ember berwarna biru dihadapannya.

            “Ini semua gara-gara yeoja manusia srigala itu”

            Baekhyun mengangkat kedua alisnya. “Mwo?”

            Chanyeol terkekeh sebelum menjawab kebingungan sahabatnya. “Yoo Anna. Bukankah dia sangat galak seperti manusia srigala?” Baekhyun hanya menghela nafas mendengar celotehan tak bermutu dari teman idiotnya itu.

            Kresek

            Mereka sontak menoleh ke arah semak-semak diseberang mereka yang kini bergoyang-goyang.

            “Bb… Baekki-ya. Itu apa?” Tanya Chanyeol terbata-bata. Namja jangkung itu memeluk erat tubuh kecil Baekhyun yang juga mengkeret ketakutan.

            “Mmm… mola.” Jawabnya.

            “Jj… Jjangang-jangan…”

            “Grrrrrrr….”

            Satu detik

            Dua detik

            Tiga detik

            Keheningan menyelimuti disaat mereka terdiam dalam keterpakuan hingga akhirnya…

            “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

 

 

 

-TBC-

            NB: maaf yah updatenya agak lama. Hehe, maklum dikeroyok tugas dan berakhir dengan penyakit writer’s block karena tulisannya stuck disitu doang. Sebenarnya ff ini aku buat berdasarkan mimpi u,u. Jadi habis puas nonton ulang serial twilight dari awal ampe breaking dawn part 2, tiba-tiba aja jadi mimpi tentang werewolf. Entah kenapa aku pasti tertarik sama setiap film maupun cerita yang berhubungan dengan manusia serigala. Haha, seru aja sih. Dan oh iya, aku minta maaf sebesar-besarnya untuk typo yang aku buat di chapter pertama. Harusnya Yoo Anna itu di kelas IA sedangkan Simi dikelas IB. Maaf yah ^^v

            And… Big thanks for all reader yang udah bercapek-capek ninggalin komen. Jangan sungkan untuk ngasi kritikan di tulisan aku yah, 😀 map juga kalo ceritanya gaje dan garing… Saranghae :*

 

11 pemikiran pada “Under the Moonlight (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s