Because The Same Cars and We Got Married!

Because The Same Cars and We Got Married!

Author: Nana. M

Main Cast:

•Byun Baekhyun

•Jun Jae Hyun

Rated: PG-15

Genre: Romance, Comedy

Length: Oneshoot

WARNING!

-Judul dan isi rada gak nyambung

-Typo’s everywhere

-gak nge feel

-njlimet (?) Kalo bahasa inggrisnya Mbingungi

-Gaje

-Absurd (so harus ini mah)

-Judul terpanjaaang yang pernah saya buat *tepok tangan sendiri sampe pegel*

Ah kayaknya othor kebanyakan cincau nih

Cekidot deh langsung monggoh

Selamat membaca

Annyeong~ ^^

•Jae Hyun Side•

“Jae Hyun-ssi aku tidak tau kenapa aku jadi begini. Aku juga tidak tau kenapa aku umm selalu memikirkanmu. Ta-tapi….”

Chanyeol menarik tangan kananku secara tiba-tiba

“Saranghaeyo jadilah pacarku Jae Hyun-ssi”

Aku menatapnya dengan mata berbinar. Benarkah laki-laki yang selama ini ku kagumi ternyata menyukaiku? Siapapun tolong pukul kepalaku.

Tepat saat aku mulai mabuk karena pesona seorang Park Chanyeol, entah kenapa pandanganku beralih menatap ponselku yang bergetar di atas dashboard mobil dan memperlihatkan wallpapernya.

Kesadaranku kembali sepenuhnya

•Author Side•

“Hahahah jika aku lebih dulu bertemu denganmu mungkin tanpa berfikir aku akan langsung menerimamu tuan Park”

Jae Hyun tersenyum tulus kemudian menarik nafas kecil

“Tapi namja cerewet itu telah lebih dulu datang dan mencuri hatiku. Bahkan aku tidak sadar akan itu semua”

Chanyeol menunduk, menghela nafas berat yang penuh kekecewaan dan kelegaan lalu menatap mata Jae Hyun dengan tatapan yang teduh

“Gwaenchana, aku tau dari semua tatapan dan bahasa tubuh kalian jika bertemu. Walaupun kalian sering bertengkar tapi aku tau kalian saling mencintai”

Chanyeol membuka pintu mobil lalu berlari ke samping dan membukakan pintu mobil di bagian lain untuk Jae Hyun

“Tapi aku lega telah mengatakannya. Setidaknya aku bisa menjaga hatiku agar tidak mencintai istri orang hahahahah”

“Yak! Nyonya Byun! Dilarang berpacaran di depan gerbang rumah orang”

Teriakan suara cempreng dari arah depan membuat Chanyeol menghentikan tawanya dan secara bersamaan menoleh ke arah depan mereka

“Yeollie~ terimakasih untuk tumpangannya. Aku sangat berterimakasih, ternyata selain TAMPAN dan TINGGI, kau juga BAIK dan tidak CEREWET sepertinya”

Jae Hyun melirik tajam pada Baekhyun yang berdiri dengan rahang yang terkatup dan tangan terkepal kuat

Chanyeol hanya tertawa melihat Jae Hyun menyindir suaminya dengan menekankan tiap kalimat pujian untuknya dan menatap sinis ke arah Baekhyun. Dua orang suami istri yang saling menjaga gengsinya setinggi langit daripada saling mengungkapkan perasaannya. Seketika muncul sebuah ide di kepala Chanyeol untuk mempersatukan pasangan kekanakan ini.

“Cheonma Hyunie-ya aku juga senang mengantarmu”

Chanyeol mengacak puncak kepala Jae Hyun dan membuat yeoja itu sedikit tersentak lalu mendongak menatap Chanyeol dan hanya dibalas dengan kedipan mata kiri

“Y-ya!”

Teriakan Baekhyun tak dihiraukan dua orang di depannya

“Sampai jumpa besok pagi Hyunie~ jaljayo”

Dengan berani, Chanyeol mengecup dahi Jae Hyun dan seketika membuat Baekhyun membelalakan matanya dan menarik Jae Hyun paksa kedalam rumah

***

“Apa saja yang kau lakukan dengan tiang listrik itu selama tidak ada aku”

Baekhyun menatap tajam istrinya yang tengah menonton tv

“Apa pedulimu? Kenapa kau ingin tau? Bukannya kau membenciku”

Jae Hyun menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi. Tiba-tiba dua buah tangan memegang kedua pipinya dan memaksanya menoleh kesamping, tepat menatap wajah suaminya

“Jangan berdekatan dengannya”

Ucapnya dengan wajah serius yang malah terlihat aneh di mata Jae Hyun

“Memangnya apa ped-”

Satu kecupan di dahi Jae Hyun berhasil menghentikan ucapannya

“Apa yang namja tadi lakukan padamu? Apa dia melakukan ini?”

Baekhyun mengecup pipi kiri Jae Hyun sekilas.

Jae Hyun mematung

“Apa dia melakukan ini?”

Baekhyun mengecup pipi kanan Jae Hyun. Reaksi Jae Hyun masih sama

“Oh apa dia melakukan ini?”

Baekhyun mengecup dagu Jae Hyun dan reaksi gadis itu masih sama

“Atau ini?”

Kecupan itu mendarat lagi di kedua mata Jae Hyun

“Jangan bilang kalau dia juga melakukan ini”

Dengan gerakan cepat Baekhyun mengecup bibir Jae Hyun. Gadis itu menegang mendapat perlakuan tiba-tiba dari namja didepannya

“Dia melakukan ini? Kurang ajar!”

Baekhyun kembali mengecup bibir Jae Hyun berkali kali. Hanya kecupan singkat tapi mampu membuat darah gadis itu berdesir dan jutaan kupu-kupu beterbangan diperutnya.

Gigitan kecil di bibir bawahnya berhasil membuat kesadaran Jae Hyun kembali sepenuhnya dan mendorong tubuh Baekhyun yang hampir menindihnya

“Yak! Apa yang kau lakukan!?”

Jae Hyun mencoba duduk dan mengatur nafasnya yang terasa habis

“Membersihkan jejak tiang listrik itu darimu”

Ucap Baekhyun tajam

“K-kau kira aku ini yoja seperti apa hah! Tau begini lebih baik aku terima saja pernyataan cintanya. Tapi sayangnya aku telah jatuh cinta pada namja cerewet dan kekanakan sepertimu dan dengan kesadaran penuh aku menolaknya. Dan asal kau tau dia hanya melakukan hal pertama yang kau lakukan tadi”

Jae Hyun menarik nafas kasar setelah mengucapkan kalimat panjang tadi dengan satu tarikan nafas. Matanya berkac-kaca, lalu berjalan ke kamar dan membanting pintunya

Baekhyun terdiam mencerna semua ucapan Jae Hyun. Kemudian setelah tersadar, dengan cepat ia menyusul istrinya.

Sesampainya di kamar Baekhyun menemukan tubuh yeoja itu terbungkus selimut seluruhnya dan tubuhnya bergetar. Apa dia menangis?

Baekhyun menyibak selimut itu dengan sekali hentakan dan terlihat Jae Hyun tengah menangis dengan tubuh meringkuk

“Mianhae.. uljima”

Tak ada jawaban, hanya isakan yang terdengar dari mulut yeoja itu

Merasa percuma jika Baekhyun hanya berbicara, dengan cepat namja itu menarik kedua bahu Jae Hyun hingga yeoja itu terduduk. Lalu kembali mendaratkan kecupannya di dahi Jae Hyun

“Mianhae”

Lalu mencium pipi kiri Jae Hyun (lagi)

“Mianhae”

Kemudian pipi kanan

“Mianhae”

Dagu

“Mianhae”

Mata

“Mianhae”

Dan terakhir sebelum Baekhyun menengecup bibir Jae Hyun, yeoja itu dengan cepat mendahului dan mengecup bibir Baekhyun singkat

“Sa-saranghae”

Ucap Baekhyun tersendat karena kaget. Lalu menghamburkan pelukannya pada gadis itu

“Aku tau kita menikah bukan karena cinta, kita bertemu di tempat dan waktu yang tidak tepat dan membuat kita harus menikah. Tapi mungkin itulah cara tuhan mempersatukan kita. Aku bahkan mulai jatuh cinta, tidak, tapi aku benar-benar jatuh cinta padamu Jae Hyun-ah sejak kita tinggal satu atap dan melihatmu setiap hari. Kau itu seperti candu bagiku, tapi aku memang bodoh karena tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya, sikapku malah membuatmu kesal kan? Hahah”

Baekhyun berdehem sebentar

“Tapi aku kecewa saat kau bercerita tentang tiang listrik itu. Disini rasanya hancur”

Baekhyun menarik tangan Jae Hyun dan menempelkan ke dadanya

“Aku bahkan sangat marah saat tadi kau di antar olehnya”

Baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap Jae Hyun tepat di manik mata hitamnya

“Jangan buat aku seperti tadi lagi”

Jae Hyun terbelalak untuk yang kesekian kalinya karena Baekhyun mencium bibirnya dengan tiba-tiba. Melumatnya lembut tanpa paksaan, membuat Jae Hyun hanya bisa meniknati tiap sentuhan yang bibir Baekhyun berikan di bibirnya.

END

•[Epilog]•

“Siapapun yang minum kurang dari lima botol soju, berarti dia bukan laki-laki”

Kai berteriak di depan seluruh teman-temannya. Mereka sekarang tengah merayakan ulang tahun kekasih namja itu di sebuah tempat hiburan.

Jae Hyun berjalan dengan langkah terseok karena gaun yang ia kenakan, mencoba mendekati Lee Eun Soo, si pemilik acara.

Setelah bersalaman dan mengucapkan selamat, Jae Hyun berkeliling mencari orang yang mungkin ia kenal namun nihil. Lelah karena gaun yang dipakainya, akhirnya Jae Hyun mengambil gelas yang tergeletak di atas meja dengan asal dan menenggak isinya sampai habis

***

Baekhyun berjalan gontai memasuki mobil yang menurutnya adalah miliknya.

Namja itu mabuk setelah menenggak lima botol soju dalam taruhan yang Kai buat tadi-dan ternyata kalah- karena Kris yang paling cepat menghabiskan minumannya. Baekhyun yang belum pernah mabuk sebelumnya merasakan bumi berputar dan kepalanya berat lalu memutuskan untuk pulang. Dan tepat saat ia memasuki mobil, seketika tak sadarkan diri di kursi depan samping kemudi.

Jae Hyun meremas kepalanya yang terasa berat. Pandangannya sedikit kabur. Ah minuman macam apa tadi yang diminumnya?

Dengan langkah sempoyongan Jae Hyun memutuskan pulang karena takut akan pingsan di tempat itu.

Sesampainya di mobil, Jae Hyun langsung menghidupkan mobilnya dan mengemudikannya dengan setengah sadar.

~~~

“Hei! Bangun. Sudah sampai”

Jae Hyun menepuk-nepuk pipi namja di sebelahnya dengan kesadaran setengah hilang.

Tak ada reaksi. Kembali Jae Hyun mencoba membangunkan lagi dengan cara mengguncang bahu namja itu. Masih tak ada reaksi.

Kesal karena namja itu tetap pada posisinya, Jae Hyun menarik-narik kemeja putih namja itu dengan kasar hingga semua kancingnya terlepas, membuat Jae Hyun terhempas ke belakang dan kepalanya terantuk kaca pintu mobil dan kesadarannya hilang tepat saat kepalanya terjatuh di atas dada namja itu.

***

“Nyonya Jun! Nona ada di dalam mobil”

Teriak seorang wanita tua sembari menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“ASTAGA! JUN JAE HYUN APA YANG KAU LAKUKAN!”

Dok dok dok

Orang yang di panggil nyonya Jun itu mengetuk kaca mobil dengan kasar namun sepertinya dua orang di dalam sana masih asik di alam mimpi mereka masing-masing.

Dok dok dok

Dok dok duagh

Kembali diketuk. Kali ini dengan bantuan dari sang pembantu

“JAE HYUN KAU MAU MEMBUAT EOMMA TERKENA SERANGAN JANTUNG EOH! JAE HYUN! YAK NEO JINJA!”

Duagh duagh duagh

Jae Hyun menggeliat ketika mendengar keributan di sampingnya. Gadis itu mengerjapkan mata beberapa kali

“Ah sepertinya aku tertidur di mobil”

Jar Hyun menggeliat merentangkan tangannya namun gerakannya terhenti saat melihat jok yang ia duduki telah berubah wujud menjadi seorang namja.

“Ah halo. Good morning”

Ucap namja itu setengah sadar

Hening

Lalu mata keduanya terbelalak

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

***

Nyonya Jun memegangi dadanya, mengatur nafas yang naik turun tidak teratur lalu meminum air dari gelas yang pembantunya berikan. Tangannya menunjuk-nunjuk dua orang-namja dan yeoja- yang kini tengah berlutut di depannya

“KALIAN! Hosh huh HARUS MENIKAH”

Kedu orang di depannya berpandangan, membelalakan mata tidak percaya

“MWO? Kami bahkan tidak saling mengenal eomma”

Ucap Jae Hyun memelas

“Benar ahjuma, saya bahkan baru bertemu puteri anda sekarang”

Baekhyun menambahkan

Mata nyonya Jun membulat sempurna

“LALU YANG DI MOBIL ITU APA? EOMMA TIDAK MAU TAU! POKOKNYA BESOK KALIAN HARUS MENIKAH! Dan kau bocah cantik, berikan nomor orang tuamu”

Baekhyun menatap nyonya Jun tidak percaya. ‘Bocah cantik?’ Panggilan macam apa itu?

Jae Hyun hanya bisa membekap mulutnya agar tidak tertawa. Eommanya memang terkadang suka asal bicara. Tapi tidak disangka saat sedang emosi seperti sekarang, eommanya masih sempat mengatai orang

Dengan pasrah, Namja itu menyerahkan ponselnya pada nyonya Jun

“Ah ya. Ngomong-ngomong siapa namamu calon menantu?”

Tanya nyonya Jun sebelum menempelkan ponsel namja itu di telinganya

“Byun Baekhyun”

Ucap namja itu dengan wajah bosan hidup. Kasihan sekali jika dilihat orang lain

Ada desir halus yang Jae Hyun dan Baekhyun rasakan saat nyonya Jun mengatakan ‘calon menantu’

Jae Hyun mengangguk kecil

‘Jadi namanya Baekhyun. Punya akhiran yang sama dengan namaku. Eh aku mikir apasih?’

Jae Hyun menepuk-nepuk kepalanya

“Namamu mirip dengan Jae Hyun. Ah mungkin kalian memang berjodoh. Yeoboseyo, maaf ini calon mertua anda….”

Jae Hyun dan Baekhyun mebulatkan matanya mendengar ucapan eomma Jae Hyun yang blak-blakkan di telefon

“Appa pasti akan membunuhku….”

Gumam Baekhyun pasrah.

eothokkae? Gimana2? Gak nge feel kan? Ahahah iya iya othor tau huhu *pundung*

Kalo sempet dimohon RCLnya ne? Eheheh

Sesuatu yg membuat seorang author bersemangat adalah respon dari pembaca semuanya ^^

Tapi kalo ada siders juga ga papa. Yang penting kalian terhibur (?)

Sekian sekapur sirih dari author amatiran ini :*

Salam cup cup moah buat bias kalian semua~ *dimutilasi warga*

Kamsahamnida~ Annyeong ^^

Iklan

28 pemikiran pada “Because The Same Cars and We Got Married!

  1. Thor aku baru baca ffnya nih. bagus banget.. suka banget. alurnya, diksinya, ceritanya oke punya deh hehe. bikin lagi yg semacam ini yaaaa. hehehe

Tinggalkan Balasan ke rhin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s