Never Let You Go (Chapter 2)

NEVER LET YOU GO PART II

 

 

 

Title                :  Never Let You Go

Author           : @NadyaJMarpaung

Main Cast      :

–          Kwon Jin Young

–          Xi Luhan

–          Kim Jong In

Support Cast :

–          Oh Sehun

Genre             : Romance,friendship, sad(?)

Length            : Chapter

 

Ini Part two nya chingudeul^^ part one nya di check à http://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2013/07/22/never-let-you-go-part-i/

Terispirasi dari berbagai drama,lagu,movies,komik.

FF pertama aku^^~ PLEASE COMMENT UNTUK KRITIK!

 

*follow insta aku ya~ @nadyamrpg kalo lg baik di followback^^ *mian kampung._.

 

 

 

 

 

Aku hanya tertunduk.

Mataku panas.

 

Maafkan aku Eomma, Abeoji. Aku tidak bisa melindungi Abeoji, dan juga Eomma.

Aku hanya terdiam. Tak ada yang bias kulakukan. Aku sadar aku itu rendah.

Tapi eomma tidak. Ia tidak rendah.

Kristal-kristal putih mulai menetes dari mataku. Protes pun tidak berguna.

Aku tertunduk. Sambil menangis. Tanpa suara.

 

“Ya Ya! Apa yang kau lakukan?”

Suara itu, aku seperti pernah mendengar sebelumnya.

“Ah Luhan-oppa! “ Sahut Ah-Ra dengan nada sedikit terkejut.

mwo?     Oppa?     Naega?       Maaf centil, aku bukan oppa- mu”

cerdas sekali kau membuat nya nangis.” Protes Luhan.

Terkejut.

Aku terkejut.

Xi Luhan seorang sunbaenim, yang mengetahui aku adalah seorang anak pembunuh.

Membela. Aku?

 

 

“Ya ndo!  Gadis berambut hitam! Angkat kepalamu! Dia bukan seorang guru!” sahut Luhan.

Bingung.  Segera aku mengangkat kepalaku dengan takut.

“Luhan-oppa kenapa kau melakukan itu padaku?!” teriak Ah-Ra dengan nada bergetar.

jinjja..         Aku tidak mengenal-mu. Jangan panggil oppa.

Dan aku bahkan tidak menyentuhmu, dan kau                          menangis?”

“Bodoh sekali..” pekik Luhan dengan lirikan menghina pada Ah Ra.

 

“Ayo kita pergi, berada disini sama saja seperti berada di kandang singa.”

Sahut Luhan sambil menggandeng tanganku dan beranjak pergi.

 

Dia sedikit menarik tanganku sih.

~000~

“arghh!!” sahut Luhan sambil meregangkan tangannya ke belakang kepala.

Cogiyo, Agasshi ireumi mwoeyo?”   ia bertanya padaku sambil memandangku dengan tatapan penasaran.

Aku tidak menjawab. Hanya menatapnya dengan tatapan bingung dan takut.

“Ya! Kalau ada yang bertanya, maka jawab! Kau aneh sekali..” Pekik Luhan sambil memandang berlawanan arah.

“y-ye. Ireumi Jin-Young. Kwon Jin Young.” Jawabku dengan nada takut,gemetar dan bingung.

 

Bingung karena ia ingin berbicara dengan ku.

“ahhhhh jinjja?!” sahut nya dengan nada tinggi dan terkejut.

Aku benar.

Ia mulai menyadarinya.

 

“Untung bukan Park Jin-Young! Tahu kan? JYP! Aku sangat menggemarinya! Kalian hanya berbeda nama keluarga”   Sahutnya dengan nada tertarik dan sambil tersenyum.

Aku terdiam.

 

Rasanya sudah lama sekali tidak berbicara pada orang lain selain Eomma.

 

“Sun-subae.

Kau tau kan siapa aku?” Tanya ku dengan nada kecewa dan takut.

“Tentu! Kau Kwon Jin-Young. Tadi aku baru bertanya namamu” sahutnya dengan nada tinggi.

 

“Bukan”

“Bukan itu.”

“Aku adalah anak seorang pembunuh.

Abeoji ku menabrak sepasang kekasih yang tidak bersalah”

Jawabku dengan nada serius. Dan aku berhenti berjalan. Membiarkan ia berjalan sendiri melewatiku.

 

Ia diam dan melanjutkan kegiatan berjalannya.

Tidak terlalu jauh didepanku. Tiba-tiba langkahnya terhenti.

“Aku tahu itu…

 

 

Kau harus tau satu hal.

Memori buruk itu harus di lupakan. Tetapi tidak dihapuskan”

Sahutnya dengan nada serius dan menatapku dengan tatapan kesepian.

“Aku tidak akan mati kalau berteman dengan anak pembunuh.

 

Bukankah itu benar..

Jin-Young sshi?”

Aku terdiam.

Ia melanjutkan kegiatan berjalannya.

Ia anak yang suka bercanda.

Tetapi ketika orang lain mendengarnya mengatakan hal itu.

Mereka pasti menyadari, bahwa ia mengatakan itu dengan

 

Serius.

 

~0o0~

 

 

“Eomma! Aku sudah pulang!” teriakku setelah berada di depan pintu rumah.

Rumah kami rumah yang sangat kecil. Tetapi cukup untuk di tempati oleh 2 orang.

 

Tidak ada jawaban.

Aku tahu, eomma pasti sedang berada di caffe.

Aku terduduk di dalam kamar ku.

Terdiam

Dan bingung.

Apa maksud yang Luhan-sunbae bilang tadi?

 

__

 

Barisan keempat. Posisi paling belakang.

Paling ujung. Posisi yang terdekat dengan jendela.

Aku sedang termenung melihat langit biru yang sangat luas dari jendela kelas.

Tak banyak yang dapat ku lakukan di sekolah elite ini.

Hanya belajar, Menerima cacian dan melakukan test bulanan.

 

Sejak kejadian kemarin, aku sengaja untuk dating ke sekolah pada pagi-pagi buta.

Tanpa minta izin pada eomma.

Hanya meninggalkan catatan kecil bertuliskan “eomma aku sudah pergi!^^”

Karena aku tidak mau bertemu Ah Ra, Sera maupun Luhan.

 

Aku tahu masalah kemarin akan dibahas satu sekolah.

brugg!”

 

…..  Bukankah ini jam setengah tujuh pagi?

Orang Bodoh mana yang mau berangkat sepagi ini selain aku?

 

Segera aku mencari sumber suara.

Pria berkulit gelap itu.

Kim Jong In.

Sudah berada disana, di bangku yang berstandard kepopuleran yang tinggi.

Aku bingung.

Pria sejenis dia?

Datang sepagi ini?

 

Oh you gotta be kidding me.

 

Aku hanya menatapnya bingung.

Ia hanya membenamkan kepalanya ke tangannya.

 

“hey…”

 

Dia berbicara?

 

“Kau disana. Gadis berambut hitam”

 

Padaku??

 

“Ya kau.. Kwon

Jin-Young kan?”

Dia tahu namaku!

Seorang Kai a.k.a Kim Jong In tahu namaku!

 

“A- ada apa?” jawabku gagap dengan suara yang sangat kecil.

Mungkin nyamuk saja tidak bias mendengarnya.

 

 

“kau…

Menyukai Luhan?”

To be continue~^^

 

*yeorobun! Kata yang dituliskan dengan tulisan miring berarti menggunakan bahasa Korea/Inggris

Anddd—jangan comment tentang ff di insta aku!^^ chingu aku disekolah nanti pada heboh._.

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “Never Let You Go (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s