You’re My Angel (Chapter 2)

Author : Tia

Title : You’re My Angel

Cast :

Hwang Youngmi

Oh Sehun

Rating : Teenager

Genre : Romance

Part 2 end

 

**************************************

 

“Apa kau tak takut kedinginan.”ujar Sehun mengagetkan gadis itu. Ia tampat terkejut melihat kehadiran sehun. Sedangkan sehun seakan tak asing dengan gadis ini. Nyaman berada di dekatnya, itu yang sehun rasakan sekarang.

“Kau bisa melihatku?”tanya gadis itu. “Tentu, kaukan manusia bukan setan, jelas aku bisa melihatmu.”jawab Sehun, gadis ini lucu sekali, batinnya.

“Kau tau siapa aku?”tanya gadis itu lagi. “Aniya, kau gadis misterius, gadis hujan, apa kau pasien disini?”tanya sehun balik.

‘Tentu saja, kau melupakanku Sehunnie.’batin gadis itu.

 

~You’re My Angel chapter 2~

 

“Bukan, aku buka pasien disini.”jawab gadis itu. “Lalu kenapa kau berada disini?”tanya Sehun, iya sangat penasaran dengan gadis di hadapannya ini.

“Aku menjenguk sesorang disini.”jawab gadis itu. “Siapa itu?”tanyanya lagi.

‘Kau, aku datang untuk kau Sehunnie.’batin gadis itu.

“Oh, maafkan aku, aku terlalu banyak bertanya. Tidak seharusnya aku menanyakan hal pribadimu.”kata Sehun merasa tak enak. “gapapa kok.” Gadis itu terseyum kepada Sehun.

 

“Indahnya.”gumam Sehun. “Ne?”. “Aniya, siapa namamu?”tanya sehun. “Namaku?”

“Iya, siapa namamu?”tanya Sehun lagi.

“Sehun… Sehunnie.”panggil Luhan. “Kau harus pergi.”kata gadis itu pada Sehun. “Tapi beritahu aku dulu, siapa namamu.”rengek Sehun.

“Saat kita bertemu lagi aku akan membertahumu, pergilah.”kata gadis itu. “Baiklah, kau berhutang padaku.”kata Sehun lalu berlari meninggalkan gadis itu.

 

****

 

Sehun menyesap, coffenya yang masih hangat itu, matanya jauh menatap keadaan di luar sana yang sedang di guyur hujan. Kini ia beada di sebuah caffe bersama Luhan. Tempat favorit mereka disini, di depan mereka kaca besar yang langsung menghapa luar, sangat memudahkan melihat orang yang lalu lalang, melihat pemandangan luar Caffe ini.

“Bisakah, aku duduk disini? Tempat duduk yang lain sudah penuh.”tanya seorang gadis. Sehun membelalakkan matanya, tak menyangka dengan apa yang iya lihat. Gadis itu.

“Tentu saja, silahkan.”jawab Luhan.

“Sehun?”kata gadis itu, sedikit tak yakin dengan sosok di depannya, benarkah orang yang ia maksud atau bukan.

“Hey, kita bertemu lagi.”jawab sehun, tenyata benar Sehun batin gadis itu.

“Apa kalian saling mengenal.”tanya Luhan bingung. “Yeah, hm tidak juga.”jawab Sehun seadanya.

“Kami pernah bertemu di halte bus sebelumnya.”kata gadis itu. “Sehun meminjamkanku jaketnya saat itu.”sambung Youngmi, melirik kearah Sehun.

“Oh iya, aku tidak membawa jaketmu, aku tak menyangka kita akan bertemu.”kata Youngmi merasa bersalah. “Aku juga tak menyangka, lain kali saja, atau kau bisa menyimpannya.”kata Sehun.

“Jadi dia orangnya Hun-ah. Cantik sekali.”kata Luhan menyenggol lengan Sehun.

Sontak membuat gadis itu dan Sehun malu.

“Hyung.”kata Sehun mengerucutkan bibirnya.

“Lucunya.”tawa gadis itu. Membuat wajah Sehun memerah.

“Tentulah, kakaknya saja lucu, tentu adiknya juga, kenalkan, aku Luhan.”kata luhan memperkenalkan diri.

“Kalian kakak-adik.”tanya gadis itu. “yeah, seperti yang kau lihat.”jawab Sehun. “Siapa namamu, kau belum memperkenalkan dirimu.”tanya Sehun.

“Namaku Youngmi.”

“Nama yang indah, sama seperti orangnya.”kata Sehun.

 

****

 

“Youngmi, namaku Youngmi.”kata gadis itu member tahu namanya.

“Namaku Youngmi.”

“Youngmi.”ucap Sehun, tiba-tiba sakit dikepalanya datang lagi. “Arrghh…”Gerang Sehun memegangi kepalanya kuat. “Kau kenapa?”tanya gadis bernama Youngmi itu khawatir melihat Sehun yang tiba-tiba kesakitan.

“Namaku Youngmi.”

“Nama yang indah, sama seperti orangnya.”kata Sehun.

“Siapa kau?”tanya Sehun sambil terus menahan sakit dikepalanya. “Aku Youngmi.”jawab gadis itu bingung.

‘Apa kah kau mengingat sesuatu Hunnie? Aku salah? Harusnya aku tak boleh muncul didepanmu, namun kenapa kau dapat melihatku.’batin Youngmi.

“Apa kita saling mengenal sebelumnya?”tanya Sehun. “Ntahlah, aku tak yakin.”

“Namamu tak asing ditelingaku.”kata Sehun menatap lekat-lekat gadis didepannya.

‘Jangan mencoba mengingatnya, luapakanlah aku.’

“Aku tidak tau, yang bernama Youngmi bukan hanya aku.”kata Youngmi menatap Sehun. ‘Mata itu, sudah lama aku tak menatapnya, aku sangat merindukanmu.’

“Benar juga.”ucap Sehun kini berangsur-angsur sakit dikepalanya menghilang. “Eoh, hujannya berehenti turun.”kata Sehun mengenadahkan tangannya, memastikan air yang berjatuhan dari langit tidak turun lagi.

“Ayo kita berkeliling.”Sehun menoleh kesebelahnya, namun tak ada seorangpun disana. “Kemana Youngmi?”gumamnya. Aneh kenapa gadis itu menghilang pikirnya saat ini. Sehunpun mencoba mencari Youngmi kesekeliling rumah sakit, namun nihil dia tak dapat menemukan Youngmi. Apa gadis itu sudah pulang?pikirnya.

“Aku disini Hun-ah, apa kau tak melihatku.”ujar Youngmi. “Kau hanya melihatku saat hujan turun.”Youngmi berdiri tepat dihadapan Sehun, namun Sehun tak melihatnya dan mendengar yang diucapkan Youngmi.

“Menyedihkan, aku yang membuatmu seperti ini, aku menyakitimu. Aku pantas kau lupakan.”

 

****

 

“Hey, aku dengar akan ada murid pindahan di kelas kita.”kata seorang namja yang duduk di sebelah Sehun, namja berkulit sedikit coklat, tampan, namun terlihat layaknya playboy. Jongin nama namja itu, atau lebih akrab dipanggil Kai. Mereka bersahabat dari kecil hingga sekarang tak pernah berpisah.

“Benarkah? Apa dia seorang gadis? Atau laki-laki?”tanya Sehun. “Gadis cantik, pindahan dari Jepang, namun lahiran Korea.”jelas Kai.

Ceklek… tiba-tiba pintu terbuka, muncullah seorang pria tampan, berwibawa atau lebih dikenal Choi Siwon wali kelas mereka. Di ikuti seorang gadis cantik dibelakangnya. Seulas senyum terukir dari wajah cantiknya.

Deg…

‘Youngmi’

Tak henti-hentinya Sehun menatap gadis yanbg kini berdiri didepan kelas itu, ternyata Youngmi gadis pindahan itu, sungguh senang perasaan Sehun.

‘tuhan mempertemukan kita lagi, apa ini jodoh.’

Sehun yang sudah menyukai gadis ini sejak pertama bertemu, ia jatuh cinta pada pandangan pertama.

.

.

.

Pantai yang indah terdampar didepan mereka, Sehun dan Youngmi. Sudah 2 tahun mereka menjalin hubungan, dan hari ini adalah hari Anniversary mereka. Betapa bahagianya Youngmi, tak menyangka ternyata Sehun juga memeliki perasaan yang sama dengannya, ia kira hanya ia yang merasa tertarik dengan laki-laki itu. Begitu juga dengan Sehun. Sangat senang Youngmi menerima cintanya.

“Sehunnie, kejar aku, ayolah.”kata Youngmi berlari ke pinggir pantai

“Aku lelah, kenapa kau sangat bersemangat sih.”kata sehun berhenti sejenak, menyesuaikan nafasnya, yang tersengal-sengal.

“Kau payah.”ujar gadis itu mencibir.

“Mwo? Kau saja yang terlalu bersemangat.”

“Ani, itu karna kau payah.”

“Aku tidak payah, aku akan mengejarmu, awas saja kalau aku dapatkan kau.”kata sehun lalu mengejar gadis itu.

“Haha, Oh Sehun jelek, payah.”ejek gadis itu terus berlari dari kejaran Sehun.

“Aku akan menangkapmu Hwang Youngmi.”ucap Sehun mengejar kekasihnya itu. Binar-binay bahagia terpancar dari wajah dua pasang kekasih itu.

.

.

.

“Oh ya ampun, aku sangat gugup. Bagaimana jika pidatoku nanti jelek. Bagaimana, waktu di atas panggun nanti aku tersandung atau semacam, oh Tuhan, aku sangat gugup.”ucap Youngmi mondar mandir di dalam kelasnya sejak tadi. Sedangkan Sehun hanya memandangnya, iya sangat gemas dengan kelakuan kekasihnya itu. Hari ini adalah hari kelulusan mereka, setelah ini mereka akan masuk unniversitas. Beranjak dewasa. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu

“Ya, kau pasti baik-baik saja, tenanglah.”ujar Sehun menenangkan Youngmi. “Tapi aku takut, takut mengacaukan semuanya.”kini wajah Youngmi mulai memucat.

“Percayalah padaku, semuanya akan berjalan lancar, jika kau gugup lihat ke arahku, aku akan mendukungmu.”kata Sehun lalu mendekap Youngmi, mencoba membuat Youngmi tenang dengan memeluknya.

Hangat, nyaman, dan tenang yang Youngmi rasakan saat berada dipelukan Sehun. Sehun pun melepaskan pelukannya, saat merasa Youngmi sudah mulai tenang, ia pun mengecup lembut bibir gadis didepannya itu.

“Saranghae Youngmi.”

.

.

.

 

“Youngmi, bisa kita bertemu di taman biasanya?”kata Sehun saat menelpon Youngmi. Hari adalah hari peringatan jadian mereka yang ke 4. Tak terasa sudah 4 tahun mereka menjalain cinta. Hubungan mereka selalu akur hanya kadang-kadang ada diselisi pertengkaran kecil, namun tak jadi masalah untuk mereka, karna dalam sebuah hubungan wajar ada percekcokan, ntah itu masalah besar ataupun kecil.

“Baiklah, aku tunggu kau, cepatlah. Saranghae chagiya.”Sehunpun mengakhiri panggilannya.

“Thanks guys, kalian memang bisa di andalkan.”kata Sehun mengucap terimakasih pada teman-temannya yang membantunya untuk menghias taman ini. “Ingat setelah ini kau harus meneraktir kami.”Ucap seorang temannya, yang lebih pendek dari Sehun dan berwajah cantik yang tak lain adalah Baekhyun.

“Oke, aku takkan lupa.”kata Sehun. “Cepat pergi sana kalian, sebentar lagi Youngmi datang.”usir Sehun. “Biarkan kami mengintip acaramu, hahaha.”canda Kai. “Tidak boleh.”kata Sehun mengeluarkan deathglarenya.

“Baiklah kami pergi, ayo kita di usir guys.”kata Chanyeol, lalu pergi bersama yang lainnya, menyisahkan Sehun sendirian.

“Hari ini akan menjadi hari terbaik.”gumamnya, sambil mencium buket mawar yang akan ia berikan untuk Youngmi. Ia pun duduk menunggu Youngmi.

 

Dear

Youngmi

 

4 days become 4 week

4 week become 4 month

4 month become 4 years

4 years become 4ever!

Terimakasih sudah bersamaku, merajut kisah ini bersama. Hari-hari yang’ku lewati bersamamu begitu indah. Kau segalanya untukku. Semoga untuk kedepannya, kita akan membawa kisah ini ke pelabuhan cinta yang nyata, yang akan mengikat kita satu sama lain. Hidup sebagai sepasang kekasih sampai usia kita menua, duduk berdua di peraduan sambil menggendong cucu kita. Haha pasti seru. Kau akan menjadi nyonya Oh, sampai ajal menjemput. Aku akan terus mencintaimu, selamanya. SARANGHAE!!!

 

Love

Sehun

Senyum indah terukir di wajah tampannya, saat ia membuka surat yang ia buat untuk Youngmi. “Sedikit lebay.”katanya tertawa melihat isi surat itu. “Tapi kenapa Youngmi belum datang.”melirik jam tangannya, 10 menit sudah Sehun menunggu.

Akhirnya yang ia tunggu-tunggu muncul, ia melihat Youngmi dari sebrang jalan sana, sedang berjalan. Ia berhenti diseberang jalan menunggu lampu merah. Sehun hanya memperhatikan dari sebrang, wajahnya tak henti-hentinya mengukir senyum, membuatnya semakin tampan.

Lampu merahpun menyala, Youngmi berjalan ketengah trotoar, namun dari sisi kanan datang sebuah truk container tengah melaju kearah Youngmi. Ia tak menyadari kehadiran truk itu.

“Youngmi awas!!”teriak Sehun berlari menuju kearah Youngmi.

BRAKK

Tubuh Youngmi terlempar ke pinggir trotoar. Bau anyir tercium dari tempat Youngmi, darah terus keluar dari tubuh Youngmi.

“Youngie.”panggil Sehun memeluk tubuh Youngmi yang berlumur darah. “Bertahanlah, kau akan selamat, kau tidak boleh tertidur.”

“SA…RA…NGHAE…”ucap Youngmi terbata-bata. Pandangannya kabur, iya tak dapat melihat apa-apa lagi.

“Youngmi, kubilang janga tidur, buka matamu, atau aku tidak akan memafkanmu. YOUNGMI!!”kata Sehun terus meneriaki nama Youngmi, ia guncang-guncang tubuh Youngmi mencoba membangunkan gadis didepannya itu.

“Bangun Youngmi,,, bangun!! Tak bisakah kalian menelpon ambulan, kekasihku tengah sekarat!!”bentak Sehun terhadap orang-orang yang hanya melihat namun tak membantu sama sekali.

“Ambula sembentar lagi akan datang.”ucap seseorang.

“Kau dengar? Ambulan sebentar lagi datang, cepat bangunlah, buka matamu.”

.

.

.

Seminggu sudah sejak kematian Youngmi. Sehun selalu tak pernah absen untuk mengunjungi makam Youngmi. Ia selalu membawa barang kesukaan Youngmi. Wajahnya menjadi sendu, wajahnya semakin tirus.

“katakan ini hanyalah mimpi. Kau hanya mengerjaiku, kau masih ada disini, kau bersembunyi untuk mengerjaikukan.”kata Sehun di depan makam Youngmi.

“Berhenti bermain-main Hwang Youngmi, aku tidak suka!”

“Cepatlah keluar, jangan bercanda, jangan bersembunyi dariku.”airmata menetes dari wajahnya yang sendu itu.

“Kalau kau ingin main-main, oke aku akan membalasnya, haha.”Sehun mengacak rambutnya. “Hwang Youngmi, kembalilah. Aku mohon!”

“Arrgghhhh…”

.

.

.

Sebulan Sehun mengurung dirinya. Hidup bagai mayat hidup. Tak ada lagi senyum yang terukir di wajah tampannya, tatapannya kosong. Tak seorangpun mampu mengembalikan senyum diwajahnya, sekalipun itu Luhan, hyung kesayangannya.

Sehun mengambil ponselnya, dan menelpon sesorang.

“Kenapa kau tak mengangkatnya.” “Aku akan memberimu pelajaran Hwang Youngmi, kau belum mengucapkan selamat ulang tahun untukku.”kata Sehun lalu mengambil jaket dan kunci mobilnya.

“Sehun, kau mau kemana?”tanya Luhan. “Aku ingin keluar, menemui seseorang.”jawab Sehun.

“Jangan lama-lama, eomma sudah memasakkanmu sup rumput laut.”teriak Luhan. ‘kemana dia? Siapa yang ditemuinya’

__

“Youngmi, Hwang Youngmi.”teriak Sehun, sudah berkali-kali ia mengetuk pintu apartemennya, namun nihil rang yang ia harapkan tak kunjung menampkankan batang hidungnya. “Kemana dia.”gumamnya.

“Youngmi, katakana kau ada didalam, kau tak meninggalkankukan.”teriak sehun, tak ada balasan dari dalam sana.

“Youngmi… Youngmi…”tangis Sehun. Ia masih belum terima gadis yang ia cintai meninggalkannya untuk selamanya. “Apa aku berbuat salah, apa aku menyakitimu, kenapa kau sejahat ini, kenapa kau meninggalkanku sendirian.”

“Bisakah aku menyusulmu, apakah bisa? Aku merindukanmu, sangat merindukanmu”

__

Sebuah mobil mmelaju dengan lajunya, dipaling kemudi ada Sehun yang mengemudikannya, ia menggas sampai full mobilnya. Di depannya sebuh mobil lain juga tengah melaju dengan kekuatan tinggi. Sehunpun mengalihkan jalur kemudinya untuk berhadapan dengan mobil tersebut.

BRAKK

.

.

Seminggu sudah Sehun mengalami koma. seminggu itupun ia tak ada menunjukkan tanda-tanda akan sadarkan diri. Keluarganya sangat mencemaskannya.

“Apa yang membuatnya melakukan itu.”marah Luhan atas kelakuan bodoh adiknya itu.

“Youngmi…”nama itu yang terucap dari mulut Sehun.

“Sehun?”panggil Luhan.

“Nak, kau sadar.”kata ibunnya senang, melihat anaknya membuka matanya.

Pandangannya masih kabur.

“Siapa kalian?”pertanyaan itu terlontar dai mulut Sehun. Kenapa? Kenapa dia melupakanku?batin Luhan.

“Aku Luhan, hyungmu.”jawab Luhan. “Hyung?”

“Youngmi…”ucap Sehun lagi. Hanya nama itu yang iya ingat, selebihnya iya tak mengingat apa-apa lagi.

“Han, cepat panggil dokter, mungkin ini efek samping dari komanya.”kata ibu Sehun.

“Koma?”

“Nak ini eomma.”

“Eomma?”

“iya ini eomma, sayang”kata ibunya, mengelus puncak kepala Sehun. Sehun menepis tangan itu. “Aku tidak mengenalmu.”

Sakit rasanya, anaknya sendiri tak mengenalinya. Airmata menetes dari pelupuk ibu Sehun.

“Kau, tak mengenali ibu nak?”

“Pergi! Aku tak mengenalmu.”usir Sehun semakin membuat perasaan ibunya terluka.

“Sehun, ada apa? kau mengusir ibumu? Kenapa.”saat itupun Luhan datang bersama dokter. “Pergi kalian, aku tak mngenal kalian. Aku tak ingin melihat siapapun.”katanya menhempaskan vas bunga yang ada di atas meja disampingnya. Ibu Sehun menangis melihat kelakuan anaknya.

“Tenanglah, Oh Sehun.”Luhan encoba menenangkan adiknya. Sakit melihat keadaan adiknya saat ini.

Doktrepun memutuskan membius Sehun, karena ia tak dapat mengontrol emosinya.

__

“Amnesia?”tanya Luhan pada dokter.

“Ya, terdapat kerusakan otak di otaknya, sehingga membuatnya tak mampu mengingat apapun. Ini terjadi karena hentaman keras yang di alami kepalanya saat kecelakaan itu”terang dokter.

“Tidak mungkin, anakku tidak mungkin amnesia.”tangis ibu Sehun pecah. “Anakku…”walaupun Sehun bukan anak kandungnya, ia sudah sangat menyayangi Sehun layaknya anaknya sendiri.

“Eomma tenanglah.”Luhan memeluk ibunya. “Bagaimana menyembuhkannya dok.”

“Kita akan akan melakukan terapi, namun kalian juga harus bersabar. Ingatannya akan kembali juga atas dorongan keinginannya sendiri untuk mengingatnya.”

__

“Hyung?”panggil Sehun. Seminggu sudah Sehun tidak bisa mengingat apapun, dan kini ingatannya kembali. Namun iya tak bisa mengingat seminggu yang lalu, kecelakaan itu. Ingatannya hilang, tentang seminggu yang lalu.

“Apa kau mengenal seseorang bernama Youngmi?”tanyanya. luhan terkejut atas pertanyaannya. “Ntahlah, sepertinya tidak.”jawabnya berbohong. “Oh, baiklah.”

 

****

“Kau sadar.”kata Luhan senang saat melihat Sehun membuka matanya, ia pingsan tadi siang, hingga sekarang baru siuman. Pening kini yang iya rasakan. “Aku ingin pulang.”kata Sehun membuat Luhan heran. “Aku sudah mengingat semuanya, tentang Youngmi, dan segalanya.”Sehun menjelaskannya pada Luhan.

“Kau tak ingin mencoba untuk bunuh diri lagikan?”Luhan menyipitkan matanya. Ia tak mau adiknya melukan hal-hal bodoh lagi, seperti bunuh diri.

“Tidak.”

.

.

.

Sehun melihat kmaranya. Sudah lama iya tak pulang, terkurung di tempat yang membosankan. Rumah sakit. Ia melihat satu persatu foto-fotonya dulu bersama Youngmi. Hanya itu kini yang tersisa.

“Aku yakin, saat di rumah sakit itu, kau yang aku temui. Gadis hujan, itu kaukan.”Sehun mengelus foto yang ia pegang. Di tatapnya lekat-lakat sesorang di foto itu. Air mata menetes dari wajahnya.

“Kau mengingatnya.”kata sebuah suara, suara yang taka sing ditelinga Sehun. Suara yang sudah lama tak ia dengarkan. Suara yang sangat iya rindukan. Suara itu, suara Youngmi.

“Youngmi.”

“Seharusnya, kau melupakannya, jangan perna mengingatnya lagi, dia sudah membuatmu seperti ini.”kata Youngmi menitikkan air mata.

Sehun menatap gadis didepannya tak percaya. Ia muncul lagi. Youngmi’ku. Sehun pun segera memluk Youngmi erat, sangat erat, seakan tak ingin melepasnya lagi, tentu saja ia tak ingin kehilangan Youngmi lagi. Youngmi menangis dipelukan Sehun.

“Jangan tinggalkan aku lagi, aku mohon. Kau tak tau betapa tersiksanya aku tak ada kau. Aku tak bisa hidup tanpamu, Youngmi. Tetaplah disisiku.”kata Sehun menangis, ia menyampaikan harapannya pada gadis yang sangat ia cintai itu.

“Aku tak bisa.”Youngmi melepaskan pelukannya.

“Kenapa?”

“Karena aku tak bisa. Dunia kita berbeda Hunnie.”

“Berbeda? Kau manusai, kakimu masih memapak tanah. Apa yang berbeda, tak yang ada berbeda. Jangan tinggalkan aku, aku mohon.”Youngmi menatap iba kearah Sehun.

“Aku mohon, lupakan aku Oh Sehun.”

“Mwo?! Tidak akan! Tidak akan pernah.”

“Aku mohon, apa kau mencintaiku? Apa kau ingin aku bahagia?”tanyanya ia tak bisa membendung airmatanya lagi, tangisnya pecah.

“Aku menintaimu Youngmi. Sangat mencintamu.”

“Kalau begitu buat aku bahagia, buat aku tenang disana, jangan lakukan hal-hal bodoh lagi. Aku selalu menjagamu Oh Sehun, kau tak pernah sendiri, aku selalu menamanimu, namun kita tak bisa bersama.”

“…”

“Jangan menyakiti dirimu, atau aku akan marah.”kata Youngmi lalu memeluk Sehun. ‘jujur aku tak ingin melepasmu Oh Sehun.’

Sayappun keluar dari balik ubuh Youngmi. Waktunya habis, kini saatnya iya kembali. Sehun menyentuh sayap-sayap itu.

“Cantik.”

“Aku harus pergi.”katanya.

“Secepat itukah?”

“Ya, tugasku telah selesai.”

“Tugas?”

“Menjelaskan semuanya kepadamu, itu adalah tugasku. Aku sudah bukan malaikat pelindungmu lagi”

“Kau selalu menjadi malaikatku.”Sehun memeluk erat tubuh Youngmi. “Aku pergi, sampai jumpa, dikehidupan selanjutnya, jika kita berjodoh kita akan bertemu kembali.”

Saat itupun Youngmi menghilang. Menghilang begitu saja, namun menyisahkan kenangan untuk Sehun. Sehun telah berjanji akan membahagiakan Youngmi disana. Dia tak akan melakukan hal-hal bodoh lagi.

 

**END**

 

Prolog

Disebuah kamar rumah sakit terdapat seorang terbujur kaku, tubuhnya terdapat selang alat bantu pernapas. Pria tua itu kini telah meninggal.

“Appa, bangun. Jangan tinggalkan kami semuanya dsini.”seorang wanita tua menangisi pria dihadapannya yang tak lain adalah suaminya yang telah tak bernafas lagi itu. Begitupun seorang laki-laki tampan disebelahnya juga ikut menangis yaitu anaknya.

“Oh Sehun, apa kau siap?”bisik seorang gadis muda cantik, di belakangnya mengepak sayang yang sangat indah.

“Aku selalu menunggu saat-saat ini.”senyum terukir di wajahnya. Tiba saatnya ajal menjemput Sehun yang kini sudah menua. Namun ia senang, karna ia dapat bertemu orang yang iya cintai lagi. Dan Youngmi bertugas menjemput Sehun untuk pergi ke surga bersamanya.

“Ayo.”

 

“Kita akan bersama lagi, selamanya.”

“Tak ada lagi yang mampu memisahkan kita, sekalipun itu ajal.”

 

 

 

 

OHH!! Gimana? Jelek yaa. Gaje bangetkan, hehehe. Maklumlah authornya lagi rada-rada. Gada kerjaan jadilah ff itu hehe…

4 pemikiran pada “You’re My Angel (Chapter 2)

  1. Muantappp thor* prok..prok tepuk tangan ala pas kibra

    keren keren.. Maunya chapternya dpanjangin pasti makin seru!!!
    tpi nice ko..
    Keep writing y chingu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s