Romantic Princess (Chapter 3)

ROMANTIC PRINCESS

 Banner 2

Author : Inez Christabel

Genre : Romance, Family,Brothership

Rating : General

Length : Chaptered

Cast : Im Na Ri , Oh Se Hoon , Kim Jongin and other supported cast

 

*Nari POV*

 

“Aku serius.Tapi…”

“Tapi ?” potongnya sebelum aku melanjutkan kalimatku.

“Kau harus mengikuti aturan mainku !” ucapku tegas.

“Aturan main ?” tanyanya bingung.

“Iya aturan main.. Ah, oppa sudahlah.Kita bisa bahas ini setelah makan malam, kan ? Aku benar-benar lapar sekarang.” Ucapku seraya menunjukkan puppy eyes andalanku.Dan…berhasil!! Dia berdiri dan menarik tanganku, membawaku menuju meja makan.

Sampai di meja makan, dia menarik sebuah kursi yang berada di antara kursinya dan Kai oppa untuk kududuki. Apa yang dia lakukan sebenarnya ? Aku merasa kami benar-benar errrr………… berpacaran sekarang.

“Ah, aku sangat iri padamu Sehun-ah.Bagaimana mungkin kau bisa meluluhkan hati seorang Im Nari yang sangat kebal akan rayuan apapun, eoh ? Kau tahu? Kurasa setelah kau meninggalkannya 8 tahun yang lalu dan Baekhyun meneruskan kuliah di Hongkong 2 tahun yang lalu, dia tidak pernah menampilkan sisi feminimnya, apalagi sampai menjadi seorang penurut.Dan lagi..” ucap Kai oppa yang membuka semua aibku, dan dia masih mau melanjutkannya ? Aiish,jinja oppa!!

“Oppa! Mulutmu bisa ditutup sebentar tidak ? Kau mengulur waktu makan malam!!”Ucapku berusaha tetap sabar dan terlihat manis sambil memelototi Kai oppa. Dia memang benar-benar mengulur jam makan malam, karena saat ia buka suara, semuanya beralih pandang dan memperhatikan perkataannya. Bagaimana mungkin aku tidak malu!

“Ah,geurae? Arasseo!” ucap Kai oppa akhirnya.

Yang lain tersenyum lucu melihat perilaku kami berdua.Entahlah, aku tidak merasa terhibur dengan adegan ini, aku justru sangat malu. Okay, kalau hanya orangtua Sehun oppa yang ada di meja makan ini bersama keluargaku,mungkin aku biasa saja. Tapi,ini ?? Hey! Sehun di sini, di sampingku dan mendengarkan ucapan oppaku. Demi apapun! Ini sangat memalukan!!

“Geurae.Kita mulai saja makan malamnya. Selamat mencicipi.” Ucap eomma hangat.

Tapi,tunggu…Ini perasaanku saja atau eomma memang sedang menatapku dan mengisyaratkan sesuatu ? SESUATU ? Ya, dia menatapku sambil menggerakan kepalanya ke arah Sehun oppa dan piring di hadapan Sehun oppa.Apa maksudnya ?

 

ASAA! Aku mengerti, eomma mau aku menyiapkan makanan Sehun oppa! Aissh, eomma ada-ada saja.Oppa dan aku belum memiliki hubungan apa-apa,kenapa sudah disuruh yang aneh-aneh seperti ini.Menyebalkan! Aku membalas isyarat eomma itu dengan satu gelengan kuat.Tapi, apa ?? Eomma malah memelototiku. Aku membalas tatapan eomma dengan tatapanku yang seakan berkata ‘eomma-ayolah’. Tapi,ternyata tidak mempan. Setelah ‘perseteruan’ kami itu,akhirnya aku menyerah.

Kulihat Sehun oppa hendak menyendokan nasi ke piringnya, dengan cepat aku berkata halus padanya.

“Oppa,biar aku saja.” Sambil mencoba tersenyum tulus.

Kulihat ia bingung.Aku menaruh kembali piring berisi nasi lengkap dengan lauk di hadapannya,tak lupa aku membisikan sesuatu padanya.

“Jangan berpikir macam-macam.Eomma akan memelototiku sepanjang acara makan malam jika aku tidak melakukan itu.” Bisikku menahan sabar. Dan dia malah tersenyum. Apa maksudnya !?

 

*Sehun POV*

“Oppa,biar aku saja.” Ucap Nari sebelum aku sempat menyendokan nasi ke piringku.Ada apa dengannya ? Ini bukan gadisku.Aku memasang tampang bingung sambil menatapnya saat ia mengembalikkan piringku lengkap dengan nasi dan lauknya.

“Jangan berpikir macam-macam.Eomma akan memelototiku sepanjang acara makan malam jika aku tidak melakukan itu.” Bisiknya. Ah, sudah kuduga, ini bukan maunya. Ternyata gadisku tidak berubah.Aku tersenyum lucu saat melihat muka kesalnya yang tiba-tiba berubah saat eommaku memuji sikapnya kepadaku.

“Omo! Nari-ya.. Lihat sikapmu pada Sehun , sudah seperti seorang istri yang melayani suaminya saja. Aiish, kalau sudah begini apa yang kalian tunggu lagi,eoh ? Eomma tak sabar menimang cucu.” Aku tak habis pikir eomma akan berkata seperti itu. Ini membuatku malu.

“Eomma, jangan bicara macam-macam.”ucapku menetralisir suasana.

——-^^——–

Usai makan malam semuanya kembali ke ruang tengah dan berbincang-bincang ringan. Aku asik ngobrol dengan Kai sampai-sampai aku lupa mengajak Nari untuk ngobrol bersama kami.Aku sedikit membalikkan badanku untuk mencoba membuka percakapan dengannya.Namun, belum sempat aku angkat bicara, aku merasa ada yang menarik-narik kemejaku.Saat kulihat, ternyata itu adalah tangan gadisku, ia pasti bosan mendengar percakapan orangtua yang belum tentu ia mengerti juga, ya, itulah kebiasaanya jika bosan, menarik baju orang yang ada di dekatnya..Aku mengambil tangannya, membuatnya menoleh ke arahku dengan cepat.

“Ah, waeyo ?” ucapnya kaget.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Waeyo ? kau menarik-narik kemejaku dari tadi.” Tanyaku masih memegang telapak tangannya.

“Aku bosan.Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.Kau sibuk dengan Kai oppa.Tapi eomma tidak memperbolehkanku pergi dari sini.” Ucapnya polos dengan sedikit nada risih yang kudengar.

“Mau keluar sebentar denganku?” tanyaku yang disambut dengan anggukan antusiasnya.

“Semuanya, kami berdua keluar sebentar, apa boleh ?” tanyaku sopan sambil tetap memegang tangan Nari.

“Ah, tentu saja.Tapi kau ingat,kan, kalau Nari..” Tn.Im pasti ingin mengingatkanku dengan asma Nari.Cepat saja aku memotongnya.

“Ne,arasseo. Nari aman bersamaku.” Ucapku mantap dan langsung berdiri menarik tangan Nari untuk melangkah mengikutiku.

 

*Author POV*

“Ne,arasseo. Nari aman bersamaku.” Seketika itu juga pipi Nari memerah, ucapan Oh Sehun seakan dia akan bertanggung jawab pada Nari jikalau sesuatu terjadi. Dan cara ia meyakinkan Nari appa, sangatlah berwibawa.

“Ini sudah malam, kita mau kemana ?” Tanya Nari setelah selesai memakai mantel pink hadiah ulang tahunnya yang dikirimkan Baekhyun dari Hongkong bulan lalu.

“Apa kau mau ke taman ?” tanya Sehun ragu. Ia takut Nari akan menolak, mengingat taman komplek adalah tempat yang paling banyak menyimpan kenangan mereka.

“mmm…”Nari terlihat menimang-nimang.

“Kajja!” ajak Nari sambil tak sadar meraih pergelangan tangan Sehun.

Sehun masih kaget, dia tidak berpindah posisi sedikitpun, dia tidak percaya Nari melakukannya. Mengingat Nari masih menjaga jarak dengannya.

Nari yang sadar kalau Sehun tidak memberi respon, kembali menatap Sehun dan akhirnya sadar akan arah pandang Sehun pada kedua tangan mereka.

“Ah, mian.” Nari langsung melepaskan tangannya dengan cepat dan kembali memberi jarak antara tubuhnya dan Sehun.

Sehun terlihat kecewa, tapi cepat-cepat ia tepis raut kecewanya.Dengan cepat ia mengembalikan suasana.

“Ya! Waeyo ?Kenapa dilepas ?” ucap Sehun dengan nada manja yang Nari rindukan.

Nari masih diam,tak menjawab. “Lakukan lagi!”perintah Sehun manja.

“Wae ? Shireo ?” ucap Sehun dengan nada kesal yang ia buat karena Nari tak membalas.

“Ne! Shireo!! Wae ?”ucap Nari mencoba berani.

“Geurae..” Ucap Sehun ‘sendu’ sambil berjalan mendahului Nari menuju taman.

Nari berpikir Sehun marah padanya..Nari ingat, kalau dulu Sehun ngambek, dia akan susah diajak bicara dan entah ini suatu keberuntungan atau petaka, hanya Nari yang bisa membalikkan mood Sehun dengan cara mengelus kepala Sehun sambil bertanya ‘ada apa dengan oppa ?’. Itulah hal yang sekarang ia anggap konyol jika mengingatnya. Dan setelah itu, Sehun akan memeluk Nari untuk beberapa saat untuk menenangkan dirinya sendiri.

 

*Nari POV*

‘aaaah ! eottokhae ? Apa iya hal bodoh itu aku lakukan lagi ?’ racauku.

‘Tapi tak mungkin aku seolah-olah tak melakukan kesalahan apapun lalu pulang ke rumah. Oppa pasti akan bersikap dingin di depan semuanya. Eomma dan appa juga pasti mengomeliku habis-habisan jika sadar, Sehun oppa begitu karena aku.’

Namja ini memang sangat sangat menyebalkan. Kenapa selalu membuatku berada di antara dua pilihan yang sangat sulit,sih ?!

“Oppa…”panggilku sambil berusaha berjalan sejajar dengannya.

“…”

“Oppa, kenapa kau childish  sekali ?” kuharap dia tak bungkam lagi jika kujelek-jelekkan dia.Tapi, nihil.

“Oppa jebal ! Hanya karena aku tak mau menggandengmu, kau ngambek begini ? Oppa, kau sudah dewasa, jadi bersikaplah dewasa mulai sekarang. Masalah sepele begini saja kau sudah ngambek.” Ucapku mulai kesal.Tapi,apa ? Dia tetap tak menghiraukanku.

Baiklah, aku sudah terlampau kesal dengan sikapnya.Bagaimana mungkin seorang Im Nari diacuhkan seperti ini ?  Aku menarik sebelah tangannya sampai ia membalikkan badannya menghadapku. Dan, tak kusangka, dia menampilkan tatapan itu.. Tatapan mengerikan yang kulihat saat umurku 7 tahun.

#flashback

3 orang gadis cilik tengah berdiri di depan seorang gadis cilik lainnya yang tengah menangis ketakutan.

“Hiks..Hiks..Eomma,Nari takut.”

“Nari pabo..Nari pabo..” ledek seorang gadis.

“Kau itu pabo.. Kau jelek..”ucap yang lainnya.

“Tidak.Aku tidak seperti itu. Hiks..Hiks..”bela Nari.

Bukan tanpa alasan,ketiga gadis cilik itu menjelek-jelekan Nari. Mereka memang tidak suka dengan Nari kecil yang pasalnya seorang anak lugu,polos, dan selalu mendapat pujian dari gurunya karena sikapnya yang manis.Temannya yang lain pun sangat menyukai Nari, tapi tidak dengan ketiga gadis di hadapannya sekarang ini.Mereka sangat membenci Nari kecil, karena perhatian semua orang tertuju padanya.Ini sudah menjadi yang kesekian kalinya Nari kecil diperlakukan seperti ini. Bahkan, dulu ia pernah dipukuli oleh mereka bertiga, tapi untungnya ada Baekhyun dan Sehun yang berniat menjemput Nari saat itu.Maka Nari pun selamat waktu itu, tapi, tidak untuk sekarang pikirnya.

“Kau itu memang jelek.Nari jelek,pabo ! Nari tidak berguna!”ucap seorang gadis cilik lainnya yang bersiap memukul bahu Nari.

“Ya!apa yang kalian lakukan ?”Teriak seseorang dari kejauhan yang berhasil menghentikan niat gadis cilik yang hendak memukul Nari itu.

“Yi Jung-ah, bukankah itu Sehun oppa dan Baekhyun oppa?” ucap salah seorang gadis cilik.

Sehun tepat berada di hadapan ketiga gadis cilik itu sekarang.Dia benar-benar marah pada mereka bertiga yang berani berlaku seperti itu pada Nari kecil.

“Apa yang kalian ucapkan padanya itu tidak benar.Aku tidak suka dengan cara kalian. Pergilah!” Ucap Sehun membentak di akhir dengan mata tajam menyala menatap ketiga gadis itu yang sedang terlihat takut dengan amarah Sehun.

Baekhyun tak tinggal diam, ia menghampiri Nari yang masih menangis sementara Sehun memarahi ketiga gadis nakal itu.

“Nari-ya, gwenchana ?”ucap Baekhyun sambil mengusap rambut Nari.

“Oppa,Nari takut. Hiks..Hiks..” ucap Nari masih sesenggukan.

“Gwenchana, oppa dan Sehun oppa di sini.”ucap Baekhyun masih menenangkan.

“Ani, Nari takut dengan Sehun oppa. Matanya..”

#flashback end

“Yaa..Yaa..Ya! Kenapa kau menatapku seperti itu.” Ucapku kikuk dan tak berani menatap mata tajamnya itu.

*Sehun POV*

Tiba-tiba saja, dia menarik sebelah tanganku.

“Oppa jebal ! Hanya karena aku tak mau menggandengmu, kau ngambek begini ? Oppa, kau sudah dewasa, jadi bersikaplah dewasa mulai sekarang. Masalah sepele begini saja kau sudah ngambek.” Ucapnya mulai kesal.

Ya! Im Nari, kau kira aku benar-benar ngambek ? Hahaha, kau sangat mudah ditipu.Tapi aku senang melihat tampang marahmu itu.Aku membalikan pikiranku dan bertingkah masih ngambek padanya.Kuberikan tatapan paling mengerikan yang kupunya dan tak kusangka, dia menjadi kikuk dan tak berani menatapku.

“Yaa..Yaa..Ya! Kenapa kau menatapku seperti itu.” Ucapnya menundukan kepalanya.

“Wae ?” ucapku masih dengan tatapan ini.

“Oppa, jebal jangan menatapku seperti itu. Geurae..Kau mau aku melakukan apa ? Tapi, jangan pernah menatapku seperti itu lagi.” Ucapnya masih dengan kepala tertunduk.

“Jinjja ?” tanyaku memastikan masih dengan nada dingin.

“Ne.”

“Apapun?” ucapku memastikan.Tetap dingin.

“Ne.”

“Geurom….Popo.”ucapku yang membuatnya mendongak seketika dan membuat bola matanya hampir keluar menatapku.Namun,aku hanya berkata dengan nada enteng tanpa ada nada manja di dalamnya.

Dia masih tidak bergeming.Sebenarnya aku hanya mau menjahilinya, tapi kurasa ia menganggap aku meminta sungguhan. Buktinya dia tetap mematung tanpa bergerak sedikitpun.Bahkan,mungkin tak ada niatan untuk berucap di waktu seperti ini.LUCU.

*Nari POV*

MWOOO??? YA!Oh Sehun ! Neo micheosseo ??!

Sekarang kerongkonganku serasa tercekat tak mampu berkata apapun, apalagi mengutuknya.Sampai akhirnya ia melangkah maju mulai mendekatiku.Aku mencoba untuk melangkah mundur, takut ‘sesuatu’ tiba-tiba saja terjadi.Namun, nasib baik tidak berpihak padaku malam ini.Oh Sehun melingkarkan tangan kanannya yang tadi kutarik, ke pinggangku.Sama sekali tak memberi jarak antara kami berdua.Dia melembutkan tatapannya padaku tapi masih dengan ketajaman yang sama.

“Se..see..Sehun-ah..”Ucapku tercekat.

Good ! Ia masih belum bergeming.

Sekarang aku hanya punya dua pilihan, pertama aku berlari secepat mungkin dan menghilang dari hadapannya,tapi itu mustahil karena dengan satu tangannya saja ia pasti akan menahan tanganku dan bisa saja ia meminta yang aneh-aneh,bahkan lebih aneh dari permintaannya sekarang.Atau pilihan kedua, aku secepat kilat mencium pipinya dan langsung berlari menuju rumah dengan wajah semerah kepiting rebus.Namun itu juga tidak mungkin, besok-besok dia pasti akan menggodaku terus, atau dia akan menganggap ciuman yang kuberikan malam ini, pertanda aku telah memaafkannya dan mau memulai hubungan dengannya.

“Aku tidak suka menunggu lama..Atau mau aku yang memulai ?” ucapnya enteng namun dengan nada menantang di dalamnya.

“Eoh ? Aniyo..”jawabku.

Ayolah, apa yang harus kulakukan ? aku benci saat-saat seperti ini.Tau begini, aku lebih baik mendengarkan percakapan orangtuaku dan orangtua Sehun di rumah walaupun dengan tingkat kebosanan yang sudah mencapai puncak.

“Kalau begitu,dalam hitungan ketiga kau harus menciumku.”perintahnya.

“satu..”

“dua..”

Aaaaaahhhhh!!!! Jinjja eotokhae ?? SEHUN ! AWAS KAU !

“tiga..”

Dan saat itu juga,dengan secepat kilat kucondongkan badanku berusaha menempelkan bibirku pada pipi kanannya.

Tapi tunggu, ini bukan pipi mulus Sehun, ini sedikit kasar dan…basah. OMO! Apa aku mencium bagian yang salah ? apa ternyata aku mencium….

Kucoba membuka mata,dan yang kulihat bukanlah pipinya.Akan tetapi justru jemari lentiknya.

‘Omo..Apa ini ?berarti aku mencium telapak tangannya ?’ bingungku dalam hati dan dengan segera kutarik kembali kepalaku.

“Kenapa mukamu seperti itu ? Kau kecewa, karena aku tidak memberikan pipi mulusku untuk kau cium ?” tanyanya menjengkelkan.

“YA! Siapa juga yang mau menciummu ? Tadi itu, aku hanya..aku hanya…”bingungku mau melanjutkan apa.

“Hanya apa ? Hanya mencari kesempatan dalam kesempitan ?” lanjutnya yang membuat hatiku kini benar-benar dongkol.

“YA! BUKANNYA KAU YANG MEMINTA ? ADA APA DENGANMU OH SEHUN !?”bentakku kesal.

Yang benar saja, sekarang aku seperti wanita yang berharap diberi kesempatan untuk mencium namja ini.Bukannya tadi dia yang meminta ? Ada apa dengannya.Dia sudah benar-benar membuatku malu bukan main.

“Wae ? Lihat ! Kau ini menyukaiku, tapi kau tidak mau jujur, buktinya saat aku menghalangimu untuk menciumku, kau marah seperti ini.Benar-benar terlihat kecewa.Hahaha…”ledeknya.

Mwo ?! Namja menyebalkan, sekarang dia justru mengolok-olokku habis-habisan.Aku benar-benar kehabisan kata-kata.Entah apa yang harus kuucapkan lagi, aku benar-benar malu!

Tanpa sadar, mukaku memerah, dan tak hanya mukaku yang memerah, tapi mataku pun ikut memerah. Aku menahan butiran bening ini satu per satu keluar, yang hanya akan membuatku terlihat lemah.Namun tak bisa,kristal mataku perlahan turun.Dan Oh Sehun masih saja menertawaiku dengan puas.Sekarang yang ingin kulakukan hanyalah berjalan pulang tanpa suara sedikitpun.

Aku mulai berbalik dan berjalan selangkah demi selangkah.Namun, belum beberapa langkah aku pergi,Sehun mulai tenang dan menyadari kepergianku dalam diam ini.Ia justru menghampiriku yang tertunduk lemas.

“Nari, waeyo ?”ucapnya sambil memegang pipiku.

Secara reflek aku menepis tangannya, tapi terlambat.Ia sudah lebih dulu menyentuh pipiku,dan itu membuat tangannya sedikit basah karena air mataku.

“Im Nari.. Kau..menangis ? Ada apa denganmu ?Apa sikapku keterlaluan ? Im Nari jawab aku!”ucapnya sambil mengguncang bahuku.

“Ani,aku hanya kelilipan. Jangan terlalu berlebihan.”ucapku lemas dan melepaskan tangannya dari bahuku.

Aku tahu dia akan terus menanyaiku, maka dari itu aku langsung berlari meninggalkannya menuju rumah.Aku tidak marah, aku juga tidak kesal dia melakukan itu,tapi kenapa aku merasa jengkel ? Hatiku sesak saat ia menertawaiku seakan aku ini wanita murahan yang mudah diperintah untuk mencium siapapun.Apa aku kecewa ?? Tapi kecewa untuk apa ? Oh, ayolah.. Jangan bilang kau mulai serius mencintainya ? Omoo 0.0

 

 

Hello!! Author is BACK!!

Gimana FF nya ? seru ? ngebosenin ? atau alurnya umum banget ?

Kasih komen-komennya dong J Kalau ada kritik jg welcome bgt. Langsung mention aja ke @Inezcs , 100% dibales J

Mau aku kasih ending di chapter keberapa, nih ? Long chapter atau 2 chapter lagi langsung ending ? Ada saran new cast ank exo buat ff ini ?

Maaf yah banyak nanya, cuman berharap bisa memberikan yang terbaik 😀 *readers ngefly

Iklan

17 pemikiran pada “Romantic Princess (Chapter 3)

  1. sehun iseng jg..tp chingu ff ini g da lanjutannya y? dlibrary cuma sampe 3 part aja..soalnya ff ini simple tp bagus..aku suka..^^

  2. Thor kok blm ada next chapterx, pdhl udah pnasaran bgt itu sama klnjutanx, lanjut ya Thor ya ya ya, jeballllll 😥 huhuuu

Tinggalkan Balasan ke 94 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s