3 Days For Love (Chapter 6)

6

Author:

  • Quidie (@qui1291)

Cast:

  • Kris (Exo)
  • Lay (Exo)
  • Oh Remi

Genre: Romance comedy

Length: Multichapter

Hari masih sangat pagi saat Remi terbangun dari tidurnya. Gadis itu memilih halaman belakang rumahnya untuk mencari udara segar. Sesampainya disana pandangannya langsung terarah pada sebuah pohon besar yang terdapat di tengah halaman. Pohon yang memang sudah ada sejak mereka tinggal di tempat itu. Sebenarnya dulu pohon tersebut ingin ditebang, namun Almarhum Ayah Remi menolak dan membiarkannya. Itu karna pohon tersebut sering dijadikan tempat Ayahnya dan Remi beristirahat dibawahnya disaat mereka lelah atau apapun. Bagi Remi pohon itu sama seperti sosok Ayahnya. Sosok dimana ia menceritakan segala suka dan dukanya. Dan entah kenapa ia selalu merasa nyaman saat bersandar di bawah pohon tersebut.

Remi memandang pohon dihadapannya itu. Matanya terarah pada bagian atas pohon. Entah kenapa saat ini ia ingin sekali naik keatasnya. Selama ini ia memang belum pernah naik keatas.

Sesuai keinginannya, gadis itu kini benar-benar memanjat keatas. Beruntung dahannya tidak begitu tinggi jadi Remi tidak terlalu sulit untuk mencapainya. Remi kini bisa melihat dengan jelas sebagian dari pekarangan rumahnya. Udara segar membuatnya seketika menutup mata dan perlahan menghirup udara pagi yang segar. Angin kecil yang berhembus menerpa tubuhnya, cukup dingin memang. Tapi ia bisa mengatasinya. Ini pertama kalinya ia berada diatas seperti saat ini, karna biasanya ia hanya bersandar dibawah pohon ini. Dan ternyata rasanya lebih menyenangkan berada diatas sini. Angin yang berhembus membuat Remi sedikit mengantuk hingga akhirnya bersandar di salah satu dahan pohon. Rasanya sungguh tenang. Dan serasa berada dikamar miliknya sendiri.

 

“Apa tidak ada tempat lain sampai harus tidur disini?” Ucapan seseorang sontak membuat Remi membuka matanya, dan semakin terkejut saat mendapati Kris yang ternyata sudah duduk disampingnya.

“Oh?! Bagaimana kau bisa ada disini dan sejak kapan..?” Tanya Remi tak percaya. Perasaan ia baru saja menutup matanya dan sama sekali tidak menyadari kehadiran pemuda itu.

“Jangan menatapku seperti itu! Aku ini masih manusia asli!” Sergah Kris cepat saat melihat Remi yang menatapnya seolah berpikir kalau dirinya adalah hantu atau makhluk aneh lainnya. “Tadi aku melihatmu keluar kamar, karna penasaran ingin tau kau kemana pagi-pagi buta makanya aku mengikutimu diam-diam.” Tuturnya membuat Remi mengangguk paham.

Hening. Itulah yang terjadi setelah itu. Karna Kris sama sekali tidak mengatakan apa-apa lagi. Begitupula dengan Remi, gadis itu sama sekali tidak tau harus membicarakan apa saat ini. Mengingat apa yang semalam terjadi masih membuatnya sedikit khawatir.

Mianhae.” Kata Kris memecah keheningan. Remi lalu berbalik menatap Kris yang kini memandang kedepan. “Semalam, sikapku keterlaluan. Tidak seharusnya aku bersikap seperti itu padamu.”

“Apa boleh..aku tau alasanmu tiba-tiba bersikap seperti itu?” Tanya Remi ragu

Kris tidak menjawab, membuat Remi merasa mengambil tindakan salah. “Kalau tidak boleh juga..”

“Kau..” Ucapan Kris menghentikan kalimat Remi. “Benar-benar ingin tau alasannya?” Tanya pemuda itu lalu berbalik menatap Remi. Gadis itu sendiri ikut menatapnya cukup lama lalu akhirnya mengangguk pelan.

“Cemburu.”Satu kata yang terucap dari bibir Kris mampu membuat Remi tertegun di tempatnya.

 

Jadi alasan pemuda itu berubah total seperti semalam karna ia merasa Cemburu? Sampai seperti itukah perasaan Kris padanya? Membuat Remi seolah tidak dapat melihat Kris yang sebenarnya.

 

“Aku melihatnya. Saat ia menyanyikan lagu itu untukmu, kau selalu memperhatikan Lay. Sama sekali tidak menyadari kehadiranku yang sebenarnya mudah terlihat olehmu. Itu karna pandanganmu hanya terarah padanya seorang.” Tutur Kris. “Disaat melihat tatapanmu pada Lay, itu membuat hatiku terasa sakit saat menyaksikannya. Marah dan kesal, itulah yang kurasakan saat melihat kalian bersama. Aku berusaha menyembunyikannya, tapi semakin aku mengingatnya emosiku kembali memuncak. Itulah sebabnya semalam aku pergi ke diskotik. Aku ingin meluapkan semuanya disana, berharap bisa menghilangkan rasa sakit dihatiku sendirian. Tapi kehadiranmu semalam benar-benar membuat semuanya buyar. Aku yang awalnya tidak ingin membuatmu ikut terbawa dengan sakit yang kurasakan malah membuatmu sedih dan menangis semalam. Kau tau? Itu membuat hatiku semakin sakit. Dan merasa bahwa aku hanya membawa kesedihan bagimu.”

Remi tidak tau harus mengatakan apa-apa lagi saat ini. Penjelasan Kris benar-benar diluar dugaannya. Ia sama sekali tidak pernah menyangka kalau pemuda itu ternyata begitu menyayanginya, bahkan rela menanggung rasa sakitnya sendirian. Dan semua itu terjadi karenannya.

“Maafkan aku..” Ucap Remi akhirnya.

Kris menatapnya tajam. “Aku akan memaafkanmu, tapi dengan satu syarat. Aku harus mendapatkan ciumanmu..”

Perkataan Kris barusan sontak membuat Remi membelalakkan matanya. “MWO?! MICEOSSO?!! Aissh!! Dasar namja menyebalkan!! Pergi kau!!” Pekik Remi kesal lalu mendorong tubuh Kris hingga melompat turun dari atas pohon.

Aiissh~jinjja!! Kau ini gila ya?! Bagaimana kalau tadi pendaratanku kurang baik!! Aku bisa terluka tau?!!” Balas Kris yang juga kesal karna tak menyangka Remi akan mendorongnya.

I…Don’t…Care..!!” Ucap Remi acuh membuat Kris kesal namun berusaha menahannya.

Eiiy~gadis ini..benar-benar…!! Ya sudah kalau tidak mau!” Ujar Kris kesal lalu beranjak pergi dari sana.

Setelah melihat Kris yang masuk kedalam rumah, Remi pun akhirnya berniat turun dari atas pohon. Namun sayang disaat berusaha turun kakinya tanpa sengaja terpeleset dan akhirnya terjatuh di tanah.

Saat gadis itu berusaha berdiri, tiba-tiba saja ia merasakan ngilu di pergelangan kaki kirinya membuatnya tak  mampu berdiri dan kembali terduduk di tanah. Rupanya kaki gadis itu terkilir saat jatuh dari atas pohon tadi.

Sebuah uluran tangan membuat Remi mengangkat kepalanya dan akhirnya mendapati Kris yang sedang berdiri dihadapannya.

“Ayo bangun..” Ucap Kris

Remi memalingkan pandangannya lalu berniat berdiri sendiri. Namun lagi-lagi gagal.

Akkh!!” Pekiknya lalu kembali terduduk di tanah

 

Kris yang melihat itu tiba-tiba saja membungkukkan badannya lalu menggendong gadis itu, membuat Remi terkejut dengan apa yang dilakukannya.

Ya!! Apa yang kau lakukan?! Turunkan aku!” Pekik Remi sambil meronta kecil

“Baiklah, aku akan melepaskanmu. Jadi kau bisa tetap disini seharian sampai ada yang menolongmu dan tidak bisa pergi ke kampus.” Ucapan Kris membuat Remi seketika teringat oleh sesuatu. Bukankah ini hari senin? Itu berarti hari ini ada ujian final?! Tidak boleh. Bagaimanapun ia harus mengikuti final itu. Harus. “Bagaimana? Masih mau kuturunkan?!”

Remi tidak menjawab membuat Kris berniat menurunkannya membuat gadis itu terkejut setengah mati. “Jangaann..” Serunya tiba-tiba membuat Kris tidak jadi menurunkan tubuhnya.Merasa menang Kris pun akhirnya tersenyum puas lalu kembali berjalan sambil menggendong gadis itu.

Remi memandang wajah Kris yang masih menghadap ke depan. Namja ini? Orang seperti apa dia sebenarnya?! Terkadang terlihat begitu dingin dan serius tapi juga kadang begitu baik membuat seseorang merasa tenang dan nyaman saat bersamanya.

“Turunkan aku..” Ucap Remi pelan.

Kris menatapnya heran. “Mwo? Memangnya kenapa?”

“Kau pikir aku lupa? Tangan kananmu kan sedang sakit! Untuk apa kau menggendongku masuk, itu hanya akan membuat tanganmu semakin parah dan kau juga pasti merasa sakit sekarang.” Penjelasan Remi membuat langkah Kris terhenti lalu menatap dalam kearah gadis itu. Detik berikutnya, pemuda itu tersenyum lalu kembali berjalan. Hal itu tentu saja membuat Remi bingung,

“Kau ini bodoh ya?!! Sudah hentikan saja~”

“Tidak mau. Karna dengan begini aku bisa dekat denganmu..selain itu, dengan posisimu seperti ini aku juga bisa langsung memelukmu.” Tutur Kris

Remi membelalakkan matanya. “Mwo?! Kau jangan macam-macam padaku yah!!” Ancam Remi seraya menarik kerah baju Kris. Membuat wajah pemuda itu tanpa sengaja mendekat kearahnya. Keduanya kini saling menatap tajam satu sama lain. Remi yang akhirnya sadar akibat dari kelakuannya langsung melepaskan kerah baju tersebut.

“Kenapa? Mulai berdebar-debar saat menatapku yah?!” Ucapan Kris sontak membuat Remi membelalakkan mata.

“Si..siapa yang berdebar-debar?! Maldo andwae[1]..” Sahut Remi terbata sambil memandang kearah lain. Kris sendiri hanya tersenyum melihatnya lalu kembali berjalan masuk kedalam rumah.

♥:♥:♥

Remi dan Kris akhirnya tiba di kampus. Setelah sebelumnya pergi ke Klinik terlebih dulu untuk mengobati kaki Remi sekaligus tangan Kris yang terluka sejak semalam.

Yaa miceosso?!!” Seru Remi terkejut karna Kris tiba-tiba menggendongnya saat baru saja keluar dari mobil. “Apa yang kau lakukan?! Turunkan aku!” Perintahnya namun Kris tetap saja berjalan ke depan.

“Kau akan kesulitan berjalan sampai kedalam kelas.” Tutur Kris

“Dasar bodoh! Cepat turunkan aku!!” Seru Remi lagi sambil berusaha menyembunyikan wajahnya. Bagaimana tidak? Beberapa orang kini memandang aneh kearah mereka.

“Oh?! Kalian..?” Ucap seseorang yang tidak jauh dari sana. Rupanya Sani dan Lay yang juga baru tiba di kampus. Mereka berdua langsung menghampiri Kris dan Remi, membuat Kris menghentikan langkahnya. “Remi~ya..kakimu kenapa?!” Tanya Sani khawatir saat menyadari kaki kiri Remi yang terbalut perban.

“Kakinya terluka karna sesuatu. Tadi kami baru saja dari klinik dan kata Dokter tidak parah, beberapa hari lagi akan sembuh.” Ujar Kris membuat Sani mengangguk mengerti. “Karna takut ia kesulitan berjalan sendiri masuk ke dalam kelas, makanya aku memutuskan untuk menggendongnya.”

Mianhae.” Ucap Lay tiba-tiba membuat yang lain menatap kearahnya. “Kau tau kan ini tempatapa?! Ini kampus. Niatmu memang baik karna ingin menolong Remi, tapi apa yang kau lakukan saat ini mungkin saja kurang baik jika dilihat oleh beberapa orang disini. Lagipula sekarang ada Sani yang bisa membantunya masuk kedalam kelas. Aku rasa kau bisa mengerti maksudku, Kris~si.” Tuturnya membuat dirinya dan Kris saling menatap tajam.

Akhirnya kali ini Kris mengalah, ia pun menurunkan tubuh Remi perlahan. Remi yang masih bisa menggunakan kaki kanannya berjalan pincang kemudian dirangkul oleh Sani.

“Sekarang biar aku yang membantunya sampai ke kelas. Terima kasih ya..Kris~si!” Ucap Sani tersenyum begitupula dengan Kris. Sani pun berjalan sedikit demi sedikit menuju kedalam kelas, meninggalkan Kris dan Lay yang masih ditempatnya.

“Kau…” Ucap Lay tiba-tiba membuat Kris berbalik menatapnya.

“Bertanding basket denganku, bisa kan?!”

♥:♥:♥

Arena basket yang awalnya sepi kini menjadi semakin ramai. Satu demi satu mahasiswa kini datang mengerumuni tempat itu. Mereka semua sedang menyaksikan pertandingan satu lawan satu antara Kris dan Lay yang nampaknya seimbang sampai saat ini.

“Ada apa? Sudah merasa lelah kah?!” Tanya Lay saat melihat Kris yang mulai mengatur nafas sambil terus memperhatikan pergelangan tangan kanannya.

“Jangan membuatku tertawa. Aku tidak akan merasa lelah jika belum berhasil mengalahkanmu.” Balas Kris seraya berusaha menahan ngilu di pergelangannya. Rupanya karna terlalu memaksakan bermain luka sobekan ditangannya yang sebelumnya sudah diobati kini sepertinya kembali terbuka.

Lay yang melihat kesempatan dengan sigap langsung merebut bola yang dipegang oleh Kris dan akhirnya berhasil memasukkannya kedalam ring. Membuat nilainya yang awalnya tertinggal satu dari pemuda itu kini menjadi seimbang.

Kris yang kini sudah tidak mampu bertahan lebih lama lagi akhirnya mendesis pelan saat merasakan sakit yang teramat di lukanya. Lay dan semua orang disana kini bahkan bisa melihat darah jatuh menetes dari balutan perban tangan pemuda itu.

“Kalau sakit kenapa tidak menyerah saja?!” Tanya Lay heran dengan sikap Kris yang menurutnya keras kepala.

“Menyerah?!” Kris tertawa pelan. “Kau pikir aku akan menyerah semudah itu padamu? Pertandingan kali ini bukanlah pertandingan biasa bagiku. Pertandingan ini adalah pertandingan yang menentukan apa aku harus terus berusaha membuat Remi jatuh cinta padaku atau….membiarkannya tetap mempertahankan cintanya padamu.” Perkataan Kris barusan sontak membuat Lay mematung ditempatnya.

Mwo..mworago?!”

 

 

#TBC

 

3 pemikiran pada “3 Days For Love (Chapter 6)

  1. Udah mulai nih ‘peperangan’ antara kris sama lay buat ngerebutin remi, tp apa pendapatnya lay ya saat tau kalo remi suka sama dia? aaah penasaran..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s