A Heart to Remember (Chapter 1)

a heart to remember

A Heart to Remember (Chapter 1)

Author: Ichiyaak

Cast: Luhan, Sehun, Kai

Other Cast: Read and find it!

Genre: Friendship, bromance

Rating: PG-13

Length: Chaptered

Disclaimer: This is my original fanfic dan sudah kupublish di blogku http://ichiyaak.wordpress.com/(casts nya punya yang di atas^^)

Please enjoy the mayo:)

…………………………………………………..

Satu malaikat pernah datang kepada ku.Dengan wajahnya yang mempesona, meski tanpa sayap.Aku menyayanginya. Kujaga ia lebih dari ia menjagaku. Kulindungi dia lebih dari dia melindungiku.Aku menyayanginya.Sangat.

Drap-Drap-Drap

Langkah kesebelas namja itu terdengar ribut di lorong gedung SMentertainment. Entah apa yang membuat mereka tergesa menuju practice room dengan muka antusias. Padahal fajar bahkan belum sepenuhnya menyingsing.

“Ya, Chanyeol, kau tidak salah dengar, kan?” celetuk sang leader, Suho.

“Anii… aku benar benar mendengar bahwa namja trainee yang akan jadi member ke-12 sudah datang.”Ucap namja tinggi yang bernama Chanyeol.“Lagipula jika ternyata ia belum datang, tak masalah, kan? Kita, kan, memang berniat ke ruang latihan..”

“Mwo? Ya! Kita ke ruang latihan nanti siang! Bukan sekarang! Aiiish, kau telah menggangu tidurku, Park Yeol..”Ucap yang bernama Baekhun gusar.Lawan bicaranya hanya menunjukkan gigi-gigi nya yang rapi.

Ya, mereka memang sudah sejak lama menunggu kedatangan member terakhir, yang akan muncul mulai album EXO kedua. Pada akhirnya member itu digosipkan (gosip from: Chanyeol) telah datang, namun di waktu para member seharusnya masih lelap di atas kasur di dorm EXO.

Tiba tiba terdengar suara nyaring yang asalnya dari ruang latihan. Seseorang sedang bernyanyi di sana rupanya. Suho menyengir.“Sepertinya ia memang sudah datang.”

Akhirnya mereka tiba di depan pintu practice room. Suara halus nan nyaring menyambut telinga mereka, bahkan sebelum mereka buka pintu tersebut. Dengan rasa ingin tahu yang amat tinggi, sang magnae Sehun memutar gagang pintu itu sambil tersenyum lebar.

Dan di sana, telah duduk seorang namja berkulit putih sambil berdendang dengan mata tertutup. Rambut coklatnya yang bergoyang goyang pelan terlihat begitu lembut.Bibinya juga, begitu mungil dan menarik perhatian siapapun yang melihatnya.Namja tersebut benar benar cantik, hingga kesebelas namja yang mengintipnya membuka mulut mereka 2 centi, sebelum berani menegurnya.Mereka terlalu kagum akanmanusia tersebut.

Namun, seseorang di antara mereka, bukan terlihat terpesona.Terkejut lebih tepatnya.Ya, orang itu adalah Oh Sehun.Senyum lebarnya seketika menguap.

“Em..”Sang main dancer, Kai, mengeluarkan kalimatnya, setelah bersusah payah menelan ludah.Namja baru itu langsung membuka matanya.Kai kembali menelan kalimatnya. God… bahkan bola matanya sangat indah, pikir Kai.

“Oh, EXO?”Namja tersebut bertanya dengan polos.Para namja di depannya hanya mengangguk pelan. Kemudian namja baru itu membungkukkan tubuhnya 92,3 derajat. “Annyeonghaseyo, naneun..Xi Luhan-imnida.”

‘L-Luhan?’ gumam Kai. Jantung Kai seakan menegang begitu nama tersebut terdengar. Dengan cepat matanya melirik ke arah Sehun. Benar dugaannya, air wajah Sehun juga berubah karena sebuah nama Luhan.

“Mulai hari ini, aku akan menjadi member EXO.Salam kenal!”Lanjut Luhan lantang.Tangannya kini menjabat satu persatu kesebelas member.

“Chanyeol-imnida. But just call me Yeolli, ara?” Ucap Chanyeol genit. Sikapnya ini langsung dibalas oleh injakan kaki Baekhyun.

“Jangan pedulikan bayi besar itu Luhan.Oh, naneun Baekhyun-imnida.” Ujar Baekhyun. Luhan hanya tertawa, sementara dirinya berjalan ke arah Kai.

“K…imnida.”

Luhan menatap Kai sembari menunjukkan wajah ‘apa?aku tak dengar..’

“Ya, Kkamjong! Jangan terpesona begitu menatap anak baru! Bagaimana kalau dia kabur karna kau tatap seperti itu?”Celetuk Chen yang diikuti gelak tawa Chanyeol dan Baekhyun.

Kai dengan segera melepas tangan Luhan yang sedari tadi masih ia genggam. “Kai-imnida” ujarnya lagi, membuat Luhan memberikan senyum awkward dan kembali bersalaman dengan member di sampingnya.

“Luhan-imnida~”

Beda lagi dengan Sehun.Ia malah sama sekali tak bersuara di depan namja ini. Ketika Kai menyikut lengan Sehun untuk menyadarkan lamunannya, bibirnya malah berucap: “Xi Luhan…”

Luhan baru akan menunjukkan wajah bertanda tanya, sebelum tiba tiba Kai berseru, “Sehun!”

Serempak semua menatap Sehun.Dan dengan begitu, acara jabat tangan usai dengan meninggalkan banyak pertanyaan di benak Luhan.

“Oke!Cukup sampai sini.Kalian boleh kembali ke dorm.Jangan lupa, sebagai senior kalian ajari Luhan hal hal yang ia tak mengerti.”Ujar seorang Choreographydancer.

“Ne, khamsahamnida!!”

<Dorm EXO>

Sesampainya di Dorm, para namja langsung bermanja dengan guling dan Kasur masing masing. Diantara mereka bahkan sudah ada yang lelap. Wajar mereka begitu letih setelah seharian menghafal gerakan dance baru.

“Eng.. Suho..” tiba tiba dari belakang Luhan menggoyangkan bahu Suho yang sedang bersender santai di sofa sambil menonton tv. Suho menolehkan kepalanya.“Oh, Luhan-hyung. Ada apa? Ada yang mau kau bicarakan tentang latihan tadi?”

“Bukan, kok.Aku hanya ingin bertanya, kamarku yang mana?”

Suho langsung menepuk dahinya.Ia lupa mengkonfirmasikan pembagian roommate baru kepada para member. Segera, ia berdiri dan berteriak lantang.

“Perhatian!!Semua member harap berkumpul di ruang tengah.Aku ingin mengadakan rapat sebentar.”

“Aishh..baru mau tiduuurT_T” terdengar keluh Tao yang sedang guling guling di Kasur.

“Ayo palli palli!!Semakin cepat ngumpul, semakin cepat tidur!!”Seru Suho lagi. Luhan terkekeh melihat cara sang leader berteriak teriak mengadakan rapat dadakan ini. Di sisi lain, ia kagum dengan kesepuluh member lain yang menurut untuk cepat datang.

“Apa yang mau kau bicarakan Suho-ssi?”Tanya Kai dengan nada ngantuk.

Suho menunjukkan selembar kertas dengan sebuah gambar diagram di tangannya. “Pembagian kamar!”

Sekejap para member langsung ribut.

“Wae? Untuk apa diacak lagi? Aku nggak mau sama Tao kayak waktu itu! Nanti perutku kena tendang lagi pas tidur…”

“Ya!Unicorn!”

“Aku mau sama Chen!!”

“No no no! Kau selalu berisik Baekki! Aku sama Xiumin saja seperti biasa.”

“Ya, ya, ya, sudah kuputuskan pembagian  ini secara undian! Cepat ambil satu satu! Kasihan Luhan hyung belum dapat roomate.” ujar Suho kesal.Kris akhirnya ikut membantu menenangkan.

“Tulis nama kalian di dalam kotak kotak yang nomernya sama dengan yang kalian dapat di kertas undian.Jangan ada yang mengeluh, arasseo?”

“Ne…….”

<Malam_Dorm Exo>

‘Aisshhhh!!Kenapa jadi begini??’ gumam seorang Oh Sehun di atas kasurnya.Di sebelahnya, namja baru bernama Luhan itu sedang tertidur pulas.Sehun terus menggaruk garuk tengkuknya yang tentu saja tidak gatal.Matanya gelisah melirik Luhan, kemudian melirik ke arah lain, dan begitu seterusnya.‘Aishh…ottoke??Aku bisa gila jika di sini terus.” Lagi lagi ia bergerumel di gumamannya.

“Ya…sehun, kau belum tidur? Kalau mimpi buruk lebih baik seduh susu.” Suara Kyungsoo yang sedang terbaring di kasur sebelah mengejutkannya.

“Ani..aku hanya tak biasa tidur dengan orang baru” Jawab Sehun seasal mungkin.

“Jinjja? Kalau begitu harusnya tadi kau menolak pembagian roomate seperti ini! Sini, tidur saja dulu bersamaku.”

“Ani-aniyaa, tak perlu cemas, hyung.Kau tidur saja.”

“Begitu?Ya sudah, tidur yang benar. Besok kita akan  disibukkan oleh schedule yang penuh.”

“Ne-ne..selamat tidur.”

Sehun akhirnya berbaring di sebelah Luhan.Walau awalnya sebisa mungkin tubuhnya membelakangi Luhan, hati kecilnya memaksa kepalanya berputar untuk mempertemukan wajahnya dengan wajah namja cantik itu. Ditatapnya wajah Luhan baik baik, bahkan ia hafal setiap inchi garis wajah tersebut. Perlahan jarinya menyentuh lembut bibir Luhan.Sehun tersenyum simpul.

“Kau tak berubah Luhan-hyung.Aku tak pernah melupakanmu, sedetikpun.”

Sehun seketika menggenggam dadanya erat.Otaknya mengingat kembali wajah Luhan ketika menjabat tangannya. Wajah yang memberikan kesimpulan tersendiri baginya dari kepolosan yang ia tunjukkan. Dadanya kini terasa perih karenanya.

Seandainya kau juga masih ingat padaku, Luhannie.

Kriiiiingggg!!!

Sebuah alarm terdengar di sebelah telinga Luhan. Dengan susah payah ia buka matanya untuk mematikan benda bising tersebut. Namun ia terkejut akan seorang namja lain yang sedang memeluk tubuh kurusnya sambil lelap. Di tatapnya wajah namja berkulit putih susu itu dengan seksama, sambil mencoba mengingat namanya. Luhan tiba tiba terkekeh.

“Ya, Sehun-a, tidurmu berantakan sekali.”Ucapnya geli.Ia kemudian melepaskan lengan Sehun yang melingkari pinggangnya, lalu mengambil selimut Sehun-yang sudah kusut di lantai-dan menyelimuti dongsaengnya itu.

Bola matanya kini beralih pada kasur sebelah kirinya.Ia ingat dalam pembagian kamar kemarin, ia berteman sekamar dengan Sehun dan Kyungsoo. Tapi kini ia tak menemukan namja kecil itu di kasur sebelahnya. Apa dia selalu bangun sepagi ini? Pikir Luhan.

Kini bau masakan tercium dari arah dapur dorm EXO. Luhan segera mencuci mukanya dan bergegas ke sana. Alarm perutnya telah berteriak tanda lapar. Di dapur, terlihat namja kecil yang ia cari tadi sedang memotong motong sayur segar, dan 2 namja lain, Kai dan Chen, yang duduk di meja makan sambil meneguk segelas susu.

“Pagi, Hyung.” Sapa Chen. “Sini, ambil susumu.Dio selalu membuatkan ini di pagi hari.”

Luhan mendekat ke arah meja makan.Ia ambil tempat duduk di sebelah Kai, kemudian meneguk segelas susu hangat yang tersaji di situ. “Hmm.. susu ini sedap sekali..” komentarnya.

Seketika wajah Dio yang tengah membuat roti sandwich memerah.Ia menengokkan kepalanya menatap Luhan. Terlihat Luhan yang masih menikmati susu buatannya. Senyum puas di bibirnya tak dapat ia tahan untuk tidak tersungging. Mata bulatnya tak bisa beralih dari wajah Luhan.

“Dio-yahhh, sampai kapan kau mau melubangi wajah Luhan dengan mata belomu itu?”Bisik Chen tersenyum menggoda.

Terkejut, Dio kembali memfokuskan diri pada sandwichnya sambil terus merutuk Chenchen dalam hati.Chen hanya terbahak melihat tingkahnya sambil beranjak menuju kamar Baekhyun untuk membangunkan si tukang tidur itu.

Kini giliran Kai yang wajahnya memerah melihat bibir Luhan yang dipenuhi putih susu. Bibir Luhan begitu mungil seperti mengundang untuk dicicipi.Warnanya yang pink muda itu benar benar membuatnya kehilangan kendali untuk tidak merasakannya.Ia tak peduli akan keberadaan Dio dan Chen yang masih di ruang makan.

Wajahnya kini mulai mendekati wajah Luhan.5 cm…3,3 cm…2 cm. Luhan mulai sadar wajah Kai terlalu dekat.

“Kai…?” Ucap Luhan. Kai tetap tak menghiraukan kebingungan namja kurus itu.Ia terus mendekatkan bibir tebalnya ke bibir mungil di depannya. Dalam benaknya ia berkata.

‘Mungkin aku jatuh cinta lagi kepadanya.’

_____

TBC~

Duuh akhirnya fanfic pertamaku jadi juga><!!! Gimanaa?Bagus?Kurang? Mian ya jika masih ada typo atau bahasa korea yang salah salah..haha maklum bukan anak korea beneran-_-”

Readers ditunggu ya jejak jejak komen kalian dan sarannya^^ Khamsahamnidaa!! XOXO

 

4 pemikiran pada “A Heart to Remember (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s