Get Well Soon, Baby

Teh

Get Well Soon, Baby

|| Story-line by: Putri Nur || Title: Get Well Soon, Baby ||

|| Main Casts: Byun Baekhyun and You as Kim Jihyun ||

|| Genre: Fluff || Rating: General || Length: Ficlet ||

__

Cuaca hangat diakhir bulan ini terpaksa harus berlalu sia-sia bagi Jihyun. Gadis itu terserang penyakit demam disertai flu yang membuatnya harus terbaring seharian diatas ranjang kamar tidurnya. Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, tetapi Jihyun belum menunjukkan tanda-tanda bangun dari tidurnya. Ini mungkin adalah efek karena semalaman ia tidak bisa tidur nyenyak karena tak dapat bernapas dengan benar.

“Selamat pagi, bibi.” Baekhyun menyapa ibu dari Jihyun sopan.

“Selamat pagi, nak. Jihyun masih tidur di kamarnya. Bibi rasa demamnya naik lagi semalam dan flunya bertambah parah dan maaf karena memintamu mendadak untuk menjaganya seharian ini, neneknya Jihyun sudah sakit sejak seminggu lalu dan bibi khawatir sekali.”

Baekhyun mengangguk mengerti. “Tidak apa-apa, bibi. Lebih baik bibi bergegas, agar bisa kembali sebelum hari sangat larut.” Ibu Jihyun mengangguk, ia pun menjelaskan beberapa hal yang sudah beliau persiapkan kalau-kalau terjadi sesuatu selama ia pergi.

“Baiklah bibi, aku mengerti. Hati-hati di jalan.”

“Terima kasih, Baekhyun-ssi. Tolong jaga Jihyun ya.”

Setelah menutup pintu depan dan menguncinya, Baekhyun membawakan secangkir teh hangat dengan campuran madu untuk Jihyun. Diketuknya pintu kamar gadis kesayangannya itu beberapa kali namun ia tak mendapatkan jawaban berarti. Akhirnya ia masuk ke kamar tersebut dengan hati-hati.

“Jihyun-a…” panggil Baekhyun.

Ireona, baby.” Baekhyun berusaha membangunkannya dengan lembut. Tetapi masih tidak ada respon dari Jihyun. Ia pun mendekati Jihyun lalu duduk disisi ranjangnya, mengelus-elus rambut hitam panjang milik Jihyun. “Ireona, baby,” ulangnya lagi lebih pelan malah nyaris terdengar seperti bisikkan.

Jihyun membuka matanya pelan, kepalanya terasa agak pusing mungkin karena ia kurang tidur. “Ah akhirnya gadisku bangun juga. Selamat pagi,” Baekhyun tersenyum tipis dan mengecup puncak kepala Jihyun.

Gadis itu mengusap-usap hidungnya yang terasa gatal sambil bangun dari posisi duduknya agar dapat duduk diatas ranjang. Ia menatap Baekhyun antusias. “Ibu kemana?” tanyanya dengan suara khas seseorang yang baru bangun tidur. Baekhyun tersenyum lagi, “Kalau kau tidak sakit, pasti sudah mencubit kedua pipimu itu. Kenapa kau sangat lucu dan imut saat baru bangun tidur?” tanya Baekhyun gemas.

“Ibumu pergi menjenguk nenek yang sedang sakit,” jawab Baekhyun. Jihyun hanya membalasnya dengan sebuah anggukan kecil darinya. “Berapa lama?” tanyanya lagi. “Hanya satu hari ini saja—” Baekhyun memasang smirk andalannya. “Atau kalau kau mau, aku bisa meminta ibumu untuk tinggal lebih lama disana agar kita bisa berduaan,” goda Baekhyun diakhiri tawa renyah di pagi hari yang cerah.

“Astaga, aku hampir lupa,” seru Baekhyun sambil menepuk keningnya pelan. Ia mengambil secangkir teh madu diatas meja kecil didekatnya. “Minum ini dulu agar kau menjadi hangat,” jelasnya lantas membantu Jihyun untuk meminumnya. Gadis itu meminum teh tersebut pelan-pelan hingga tandas.

“Gadisku pintar sekali,” seru Baekhyun sambil bangkit dari sisi ranjang Jihyun. “Aku akan mengambikanmu sarapan dulu, baby,” tambahnya lalu mengecup pipi Jihyun sebelum pergi ke dapur.

Tak lama, Baekhyun kembali dengan semangkuk makanan yang Jihyun rasa adalah bubur tanpa rasa seperti biasanya. Baekhyun kembali duduk ditepi ranjang Jihyun, ia mengambilkan sesendok bubur itu dan mendekatkannya pada mulut Jihyun. “Buka mulutmu,” pintanya. Jihyun menuruti Baekhyun dan membuka mulutnya. Ia mengunyah bubur itu seperlunya dan menelannya, begitu seterusnya hingga satu mangkuk habis.

“Apa kau lelah?” tanya Baekhyun. Jihyun mengangguk lemah. Baekhyun pun membantunya agar bisa berbaring nyaman di ranjangnya tak lupa Baekhyun menarikkan selimut untuknya. “Apa kau merasa badanmu kembali panas?” Baekhyun bertanya.

“Aku rasa tidak,” jawab Jihyun pelan.

“Benarkah?” Baekhyun tak yakin. Ia lantas menempelkan sebelah pipinya pada kening Jihyun agar bisa memeriksa panasnya suhu tubuh gadis itu. “Masih agak panas. Sebaiknya kau beristirahat, sayang.”

“Tidak bisa, tidak nyaman. Aku tidak bisa bernapas dengan benar. Hidungku tersumbat,” keluh Jihyun putus asa. Baekhyun meraih tangan gadisnya dan menggenggamnya erat. “Coba dulu untuk tidur, sayang. Aku tahu caraku ini tidak berguna secara medis tetapi kuharap dengan ini penyakitmu bisa berpindah padaku karena aku tidak tega melihatmu lemah begini.”

Jihyun tersenyum hangat, ia memejamkan matanya. Baekhyun masih setia disisinya, kini pria itu kembali mengusap-usap rambutnya agar ia merasa nyaman. Ketika melihat Jihyun sudah tertidur pulas, tanpa sadar Baekhyun juga ikut tertidur disisi Jihyun dengan kepala berada diatas ranjang gadisnya itu.

“Cepatlah sembuh dan aku mencintaimu, sayang,” bisik Baekhyun lalu mengecup kening Jihyun lembut sebelum dirinya jatuh tertidur.

The End♥

10 pemikiran pada “Get Well Soon, Baby

  1. Halahhalahhalaaahhhh, so sweet amat dah..
    Cuma meriksa suhu badan panas udeh bikin ane jantugann..
    Yatuhaaaannn, keren ff mu:))
    Ditunggu yg lainnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s