Destiny (Sequel) [Chapter 6B]

Judul : Destiny (Sequel)
Nama author : Goseumdochi
Genre : Romance Drama
Length : > 1000
Rating : T
Main Cast : Baekhyun and You (as Park Hana)
Twitter : @pamelaribka

Hai aku kembali dengan sequel Destiny~ karena banyak yang merequest untuk dibuat sequelnya dengan cepat, jadi aku membuat ini. Mohon maaf jika penulisannya kurang baik dan feelnya kurang dapat. Karena aku buatnya buru – buru disela tugas. Hehehe, anyway read and review ya~ No review, no next part #lah?

Disclaimer : Baekhyun. Actually he’s mine *digeret EXO fans*

This story is mine. Aku membuat cerita ini setelah membaca article yang bilang sasaeng fans mengganggu acara pernikahan kakaknya Baekhyun. Kasihan abang Yuyunku. Anyway, read and review ya.

Untuk yang belum baca Destiny, silahkan klik : https://exofanfiction.wordpress.com/2013/11/12/destiny-4/ Atau bisa juga di wp aku goseumdochi.wordpress.com Let’s begin the story!

Destiny (Sequel)

Part Six (b)

Beberapa menit setelah Hana pergi.

Normal POV

“Hana? Hana?!” panggil seorang laki – laki yang baru saja keluar dari pintu staf sambil menengok kesana dan kemari mencari orang yang sejak tadi ia panggil.

“Yaish!” serunya lalu menekan beberapa tombol dihandphonenya dengan cepat.

“Ya! Eodiga?!” teriaknya marah ke layar handphonenya tersebut. 

“Eo? Tidak sambung? Aish jinjja!” omelnya sendirian ditengah lorong backstage tersebut. Ia tidak menyadari bahwa sejak awal ia keluar dari pintu staff, ada tiga orang yang memandangnya aneh karena kesal sendirian sejak tadi.

“Hyung?” panggil Chanyeol dan Kris dengan ragu.

“Ne? Aaa! My dongsaeng!” seru laki – laki tersebut sambil memeluk kedua lelaki tampan itu.

Setelah saling bertegur sapa satu sama lain, ia melirik kebelakang Chanyeol dan Kris. Dibelakang sana ia mendapati orang yang sangat ia kenal sedang duduk sendirian disebuah bangku dipinggir lorong ini dengan tatapan kosong.

“Baekhyun ah! Kau kenapa?” seru Youngdo sambil berjalan menghampirinya. Baekhyun yang mengenal dekat Youngdo langsung tersenyum palsu kepadanya lalu berpura – pura ceria seperti biasanya. Mereka  berempat terlihat seru sekali berbicara tentang keadaan masing – masing belakangan ini dilorong backstage tersebut.

“Bagaimana kabar hyungmu?” tanya Youngdo kepada Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum tipis lalu menjawab bahwa hyungnya baik – baik saja. Padahal ia juga tidak tahu pasti keadaan saudaranya tersebut sejak acara pernikahan itu ia rusakan.

“Dia masih marah padaku karena aku tidak datang ke acara pernikahannya. Katakan padanya aku akan datang ke acaranya nanti membawa bunga sebesar badannya!” seru Youngdo.

Baekhyun tertawa kecil lalu menganggukan kepalanya,”Ne, kau akan datang dengan siapa hyung?”

Youngdo langsung terdiam mendengar pertanyaan Baekhyun barusan. Ia langsung membulatkan matanya mengingat apa yang sejak tadi ia cari sebelum bertemu member EXO tersebut,”Ah! Apa kau melihat adikku?”

“Adikmu? Hyung memiliki seorang adik?” tanya Chanyeol bingung.

“Ne. Ah… sebetulnya dia bukan adikku. Hanya seseorang yang kuanggap adik.” ucapnya dengan ragu. Chanyeol, Kris, dan Baekhyun tampak berpikir siapa adik yang dia maksud karena sejak tadi mereka hanya bertiga setelah kejadian Hana meninggalkan Baekhyun tadi.

“Namanya Hana.” lanjut Youngdo dengan ceria. Seketika itu juga raut wajah Chanyeol dan Kris langsung berubah setelah mendengar nama tersebut, terlebih lagi seseorang yang sejak tadi berpura – pura menyimak pembicaraan mereka, Baekhyun.

“Ah….” Chanyeol tampak berpikir untuk meneruskan kalimatnya sambil melirik Baekhyun dan Kris. Ia bingung ingin mengatakan apa kepada laki – laki yang sedang berada dihadapannya ini.

“Kalian tidak melihatnya?” tanya Youngdo sekali lagi. Ia tampak bingung dengan perubahan raut wajah ketiga member dihadapannya ini. Mereka terlihat seperti merahasiakan sesuatu dibelakangnya.

“Kami tidak melihatnya.” bohong Kris.

“Aaah…. Aku rasa aku akan menyusul kerumahnya sekarang. Ah! Aku akan datang ke acara hyungmu dengannya. Sukses untuk kalian, sampai jumpa.” ucap Youngdo dengan terburu – buru lalu berbalik pergi setengah berlari kearah pintu belakang meninggalkan ketiga orang tersebut dibelakang dalam bingung.

“Hana….” ucap Youngdo dan Baekhyun dalam hati secara bersamaan.

Youngdo POV

Dengan cepat aku mengendarai mobilku kerumah anak itu. Berani – beraninya ia meninggalkanku begitu saja disana. Apa dia tidak tahu aku khawatir dengannya?! Benar – benar anak ini setiap hari selalu saja membuatku khawatir.

Sesampainya aku didepan rumahnya, rumahnya terlihat sangat sepi. Namun kamarnya terlihat remang – remang menyala dibalik gordennya. Tsk, dia benar – benar pulang huh?!

Saat aku ingin mengetuk kaca jendelanya, terdengar suara tangis dari dalam yang bisa kupastikan itu dia. Aku berpikir untuk mengetuk jendelanya dan memaksa masuk untuk melihat keadaannya.

“Disaat aku sedih aku hanya ingin sendiri.”

Aku langsung mengurungkan niatku setelah mengingat apa yang pernah ia katakan padaku dulu tersebut.

Dengan perlahan aku menurunkan kembali tanganku yang sudah siap untuk mengetuk jendelanya tersebut. Aku menyenderkan punggungku terduduk dibawah pintu jendelanya, mendengarkan isak tangisnya yang terdengar sangat menyayat hati. Dia seperti sedang merasakan sakit yang sangat mendalam saat ini.

Walaupun aku tidak bisa menghiburnya, aku hanya ingin memastikan ia baik – baik saja. Ya, hanya itu….

Hana…. Kau kenapa?

Keesokan harinya.

Normal POV

“Hana, bisa tolong belikan aku air mineral dibawah?” tanya Youngdo tanpa melirik kearah Hana. Ia sedang sibuk menyusun suatu berkas project film terbaru bersama rekannya didalam ruang rapat kantor MBC.

Hana langsung mengangguk dan melangkah pergi dari ruang rapat lalu turun menggunakan lift yang tidak jauh dari ruangan rapat tersebut.

Hana mendengus sebal memperhatikan tombol lantai yang berada di lift tersebut,”Kangdongnim benar – benar. Mana aku tahu kantin berada di lantai berapa. Ini kan MBC bukan SBS.”

Ia lalu menekan asal lantai G sebagai tujuannya.

Ting

“Eo?” Chanyeol terkejut saat melihat siapa yang berada didalam lift saat pintu lift tersebut terbuka. Hana hanya memandangnya biasa saja seolah tidak mengenal lelaki itu. Ia sedikit membungkukan badannya lalu melangkah pergi dari hadapan Chanyeol.

“Cha- chamkaman!” seru Chanyeol dari belakang namun terlambat karena Hana sudah terlanjur melangkahkan kakinya kearah lain.

“Ya Chanyeol ah, kenapa kau meninggalkanku dibelakang?” tanya Kris sambil mengacak poninya sendiri. Chanyeol hanya terdiam memandangi arah yang berlawanan dengan saat Kris dan para member datang. Ia yakin sekali itu Hana, gadis yang ditemui Baekhyun di backstage kemarin.

“Kau kenapa? Kajja.” seru Sehun sambil mendorong tubuh jangkung Chanyeol ke dalam lift. Hari ini mereka akan ada rapat mengenai episode berikutnya EXO’s Showtime. Begitu sampai di MBC, Chanyeol langsung berlari duluan meninggalkan semua member dibelakang karena terlalu bersemangat untuk rapat hari ini.

“Baekhyun ah….” panggil Chanyeol pelan kepada Baekhyun saat mereka keluar dari lift.

“Hm?” sahut Baekhyun tanpa minat.

“Aku…” Chanyeol menggantung kalimatnya dan berpikir apa dia harus memberitahu Baekhyun kalau dia melihat Hana hari ini.

“Aniya. Ahahahahaha.” ujar Chanyeol lalu memukul pelan punggung Baekhyun. Baekhyun hanya memandangnya aneh lalu melangkah pergi meninggalkan Chanyeol dibelakang.

“Ya…. Apa aku harus memberitahunya?” gumam Chanyeol sendirian dibelakang.

“Apa rapatnya sudah selesai?” tanya Hana saat memasuki ruangan tempat tadi Youngdo rapat bersama sutradara lainnya sambil membawa sebotol air mineral pesanan bossnya tersebut. Ruangan tersebut kini tidak ada orang selain Youngdo yang setengah tertidur dengan tangan sebagai bantal kepalanya.

“Aniya… Dia sedang ada urusan lain sebentar.” jawab Youngdo sambil membuka tutup botol air mineral yang dibeli Hana barusan.

“Hana,” panggil Youngdo tiba – tiba.

“Hm?”

“Kau….” Youngdo menggantung kalimatnya berpikir untuk menanyakan hal yang ingin dia tanyakan pada Hana saat ini.

“Mengapa kau menangis tadi malam?” tanya Youngdo dalam hati.

“Ah wae?!” tanya Hana yang terlihat mulai kesal karena sejak tadi bossnya tersebut hanya diam memandangnya.

“Kenapa kau meninggalkanku tadi malam hah?!” teriak Youngdo didepan wajah Hana membuat gadis tersebut langsung terkesiap kaget karena teriakannya barusan.

“Kau tahu aku diluar selama dua jam karenamu?!” lanjutnya lagi dengan penuh penekanan.

“Mian….” ujar Hana sambil sedikit menundukan kepalanya karena takut melihat ekspresi Youngdo saat ini, ia terlihat seperti seorang ahjumma yang sedang mengamuk.

“Mian?!” pekik Youngdo mendengar jawaban Hana barusan. Hana tersenyum lalu tertawa karena melihat ekspresi lucu bossnya tersebut.

“Apa kau sedang ada masalah?” tanya Youngdo. Dia sengaja berpura – pura tidak mengetahui hal yang terjadi tadi malam soal Hana yang selama satu jam lebih menangis didalam kamarnya.

“Ani.Wae?” tanya Hana polos.

“Bagaimana bisa kau berbohong dengan wajah polosmu itu Hana….” gumam Youngdo dalam hati.

Youngdo mendengus sebal mendengar pertanyaan Hana barusan,”Wajahmu terlihat pucat.”

“Ah jinjja? Mungkin karena aku belum minum kopi yang biasa kangdongnim belikan untukku.” goda Hana mengingat adanya cabang kedai kopi yang biasa mereka datangi berada didepan kantor MBC.

“Aish jinjja?! Apa itu kode?!” pekik Youngdo tak percaya mendengar perkataan Hana barusan. Bisa – bisanya seorang assistant memeloroti bossnya seperti ini. Hana hanya tersenyum penuh arti kepada Youngdo berharap Youngdo mengerti apa yang dia maksud.

Youngdo menghela nafas melihat tatapan Hana lalu bangkit berdiri,”Kajja.”

“Yehei~” ucap Hana sambil ikut bangkit berdiri dari kursinya.

Saat mereka baru saja keluar dari pintu ruang rapat tersebut, tiba – tiba Youngdo menerima panggilan bahwa temannya tersebut sebentar lagi akan kembali ke ruang rapat. Hana yang mendengar pembicaraan bossnya tersebut hanya dapat memasang wajah kecewa karena tidak jadi dibelikan kopi oleh bossnya itu.

“Mianhae. Aku ada urusan sekitar satu jam lagi.” ujar Youngdo kepada Hana.

Hana mengangguk mengerti mendengar perkataan Youngdo tersebut. Satu jam lagi berarti dia harus menunggu bossnya tersebut selama satu jam lagi.

Youngdo mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya lalu memberikannya kepada Hana,”Untukmu.”

“Semua?!” pekik Hana tak percaya memandang sejumlah uang ditangannya.

“Ne. Tapi tidak untuk permen lolipop kau mengerti?!”

“Ah wae?!” protes Hana.

“Andwae.” jawab Youngdo singkat.

“Kalau begitu aku akan beli bubble tea didekat stasiun.” ujar Hana sambil tersenyum jahil lalu berlari dari hadapan Youngdo.

“Mwo?! Ya! Hana!” teriak Youngdo dibelakang.

“Kamsahamnida kangdongnim!” ucap Hana sambil tetap berlari.

Youngdo tertawa memandang punggung gadis tersebut, benar – benar kekanakan pikirnya. Setelah melihat Hana turun, ia lalu kembali masuk ke ruangan tadi. Mereka tidak sadar sejak awal mereka keluar dari pintu tersebut, Baekhyun dan Chanyeol memperhatikan mereka berdua.

Baekhyun dan Chanyeol tadi secara tidak sengaja menuruni lantai yang salah saat mencari manager. Saat mereka sedang berkeliling, tiba – tiba mereka melihat Hana dan Youngdo sedang berbicara tak jauh dari tempat mereka berdiri. Baekhyun langsung membeku melihat betapa akrabnya orang yang sangat dicintainya tersebut dengan orang yang sudah dikenalnya sejak lama.

“Kajja.” ajak Chanyeol sambil menarik lengan Baekhyun pelan.

Beberapa waktu kemudian.

Hana berjalan memasuki kembali gedung MBC sambil meminum bubble tea ditangannya dengan sedotan dan tangan lainnya yang memegang kantung belanjaan yang berisi snack kesukaannya. Dia terlihat begitu menikmati minuman tersebut, seperti seorang anak kecil yang sangat manis, sehingga tidak sedikit orang yang memperhatikannya.

Dia menaiki lift menuju ke lantai dimana tempat ia dan bossnya tadi berada. Dia mencari bossnya tersebut diruangan tadi tapi dia tidak menemukan bossnya tersebut. Sampai akhirnya dia menerima panggilan dari orang yang dicarinya tersebut.

“Yeoboseyo? Ya kangdongnim! Eodiga?” tanya Hana yang mulai terdengar khawatir karena ia benar – benar sendirian di ruangan tersebut.

“Aku akan ke parkiran lima menit lagi. Tunggu aku disana.” ujar Youngdo santai lalu mematikan sambungan telepon. Hana mendengus sebal lalu melangkahkan kakinya ke depan pintu lift untuk segera turun.

Beberapa langkah sebelum ia sampai didepan pintu lift, pintu tersebut sudah terbuka memperlihatkan orang yang ingin turun ke lantai tempat dia berada sekarang.

Sekelompok orang tersebut melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift sambil bercanda satu sama lain kecuali tiga orang yang sadar dengan apa yang sedang terjadi. Hana langsung membeku begitu sadar melihat siapa orang yang baru saja keluar dari lift tersebut, EXO.

Baekhyun dan Hana saling bertatapan satu sama lain dalam beberapa detik sampai akhirnya dengan sengaja Hana mengalihkan pandangannya kearah lain untuk menghindari tatapan Baekhyun. Hana langsung mengubah raut wajahnya senormal mungkin lalu melangkah masuk kedalam lift setelah semua member EXO tersebut keluar.

“Eo?” Suho terlihat terkejut melihat gadis yang baru saja berjalan melewatinya tersebut.

“Cha- Chamkamman!” seru Suho sambil menahan pintu lift yang akan tertutup.

“Ne?” tanya Hana bingung.

“Apa itu… Bubble tea?” tanya Suho dengan polosnya. Hana memandang aneh lelaki dihadapannya tersebut dengan mulut sedikit terbuka.

“Ne…. Aku membelinya didekat stasiun.” jawab Hana datar.

“Ah…. Kamsahamnida.” ujar Suho lalu tersenyum dan membiarkan pintu lift tertutup.

Hana menghela nafasnya saat pintu tersebut tertutup. Ia tidak menyangka ia bertemu Baekhyun pada hari ini. Padahal sejak ia bertemu Chanyeol dibawah tadi, ia sudah berdoa semoga ia tidak dipertemukan dengan orang yang menduduki peringkat atas daftar orang yang paling dibenci dihidupnya tersebut.

Di waktu yang sama saat pintu lift tersebut tertutup.

“Ya… aku sangat ingin bubble tea.” gerutu Suho setelah melihat minuman ditangan Hana tadi.

“Hyung.” protes Chanyeol sambil melihat ke arah Baekhyun yang sejak tadi hanya diam.

“Ah wae?” tanya Suho. Suho kemudian melihat kearah pandangan Chanyeol.

Suho menghela nafas keras lalu menepuk bahu Baekhyun,”Kau kenapa eo? Sejak tadi kau diam saja. Kau juga ingin bubble tea?”

“Hyung!” protes Chanyeol lagi.

“Ah wae?! Kenapa kau selalu memarahiku? Apa ada yang salah dengan perkataanku?” tanya Suho dengan polosnya karena tidak mengerti apa maksud Chanyeol sejak tadi.

“Kau tidak kesana?” tanya Kris dengan maksud tersirat yang berarti mengejar Hana saat ini.

Baekhyun langsung berbalik pergi dan berlari menuruni tangga darurat gedung MBC dari lantai 5 tersebut.

“Ya! Baekhyun ah! Kau ingin kemana?!” teriak Suho saat Baekhyun tiba – tiba berlari kearah pintu darurat.

“Lupakan, dia akan kembali.” ujar Kris santai sambil merangkul bahu Suho mengajaknya berjalan menyusul member yang sudah berjalan jauh didepan mereka bertiga.

Dengan nafas yang memburu setelah berhasil berlari menuruni lima lantai, Baekhyun berlari ke pintu parkiran dimana ia baru saja melihat Hana berbelok kearah sana.

“Ha-” teriakannya langsung terhenti saat ia melihat Hana bersama laki – laki itu. Hana terlihat sedang tertawa sambil membuka pintu mobil dihadapannya. Youngdo, orang yang selama ini disebut hyung oleh Baekhyun, terlihat sangat akrab dengan Hana didepan matanya.

Baekhyun berbalik pergi dengan perasaan kecewa dan pertanyaan yang memenuhi pikirannya saat ini. Dia berpikir kalau Hana bukanlah sekedar adik untuk Youngdo. Youngdo pasti mencintai Hana seperti dia.

“Aku terlambat.” gumam Baekhyun pelan.

Hana POV

Setelah rapat di MBC kangdongnim berniat untuk mengantarkanku pulang. Saat mesin baru dinyalakan, tiba – tiba kangdongnim memberikanku bingkisan yang cukup besar.

“Dress? Sepatu?” tanyaku bingung setelah melihat isinya. Bungkusan besar ini berisi sebuah dress putih selutut yang sangat cantik dan sepatu high heels yang sangat terlihat feminim tidak seperti sneakers yang biasa aku pakai.

Kangdongnim menganggukan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan,”Ne. Dari Haerin, itu untukmu besok malam menemaniku ke pesta ulang tahun temanku.”

“Mwo?!” pekikku mendengar perkataan kangdongnim barusan. Haerin eonnie?! Pesta?! Aish jinjja! Bagaimana bisa tunangan kangdongnim tersayang itu mengizinkan aku ikut bersama devil disebelahku ini.

“Ne. Haerin tidak bisa ikut karena dia harus ke Paris untuk pemotretan jadi aku mengajakmu dan itu dari dia.” jelasnya sambil menunjuk bungkusan ditanganku tersebut.

“Aku tidak datang ke acara pernikahan temanku tersebut, karena itu aku harus datang ke pesta ulang tahunnya besok malam. Aku bahkan sudah memesan rangkaian bunga ucapan selamat setinggi badannya kemarin. Lagipula kapan lagi kita makan gratis.” ujar kangdongnim santai.

Aku mendengus sebal mendengar perkataannya barusan. Selalu saja seenaknya seperti ini.

To Be Continue

Yehei~ *Dance like Baekhyun* Maaf kalo feelnya kurang dapet. Authornim a little bit tired these day so sorry guys~ Anyway i need your review. Okay review okay? No review, no next part #lah?

Countdown to the end of Destiny!!

Preview?

Nonono~ see ya on the next part~

13 pemikiran pada “Destiny (Sequel) [Chapter 6B]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s