Miracles in December (Chapter 2)

Miracles in December (Chapter 2)

 miracles in december_副本_副本

Author: raihanadulset! (@RaihanaAA_)

Main Cast: Park Chanyeol, Shin Yoo Jin (OC)

Support Cast: Cari Sendiri chingudeul :p

Genre: Hurt, Drama, Sad

Length: Multi Chapter (828 words)

Rating: PG-17

Summary: Keegoisanku, yang hanya memperdulikan diri sendiri dan tidak menyadari semua perasaanmu. Aku bahkan tidak percaya, bisa menjadi seperti ini. Cintamu… senantiasa mengubahku.

Annyeong ini FF judulnya diambil dari judul lagunya EXO “Miracles in December” dan ceritanya juga sepertinya agak nyambung sama makna lagunya deh :/ don’t copas ya^^ kalo nyopas masuk neraka wkwk okesip happy reading^^

Park Chanyeol POV

Aku membaringkan badanku di tempat tidur. Aku frustasi dengan semua keadaan yang menimpaku ini. Memang benar kata eomma, Shin Yoo Jin itu memang gadis yang baik. Sangat baik. Dia selalu pengertian dengan sikapku yang dingin.

“lalu aku harus apa? Aku tidak bisa memaksakan perasaanku. Aku tidak bisa berpura-pura mencintai Yoo Jin. Itu hanya akan membuat hatiku dan hati Yoo Jin sakit,” batinku.

Tiba-tiba ponselku bordering. Aku membuka message yang ternyata sms itu dari Yoojin,

From: Shin Yoo Jin

“Oppa, bisakah besok kau menemaniku ke toko buku? Adikku tidak bisa menemaniku karena dia sedang sibuk mempersiapkan ujian. Tenang saja, Aku tidak akan memaksamu untuk menemaniku oppa, nan gwaenchana.”

Lalu akupun membalas pesan dari Yoo Jin,

Park Chanyeol POV end~

Shin Yoo Jin POV

From: Park Chanyeol

“baiklah, aku akan menemanimu. Besok aku akan menjemputmu di kampus.”

Pesan itu memang sangat singkat, tapi aku cukup senang membaca pesan dari Chanyeol karena dia membalas pesanku dan dia mau menemaniku besok.

Keesokan harinya…

“Oppa, kau sudah datang?! Maaf menunggu lama,” ujarku.

“gwaenchana,” jawabnya singkat.

Akupun masuk ke dalam mobilnya. Lagi-lagi kami hanya diam satu sama lain. Tidak ada percakapan sama sekali. Sesekali aku memandang wajahnya yang amat datar itu. Selama 1 tahun aku berpacaran dengannya, aku tidak pernah melihatnya tersenyum padaku. Kau bisa bayangkan sendiri kan bagaimana rasanya huh sangat sakit. *Yoo Jin curhat sama author*

Aku sudah sampai di toko buku. Aku mencari buku desain grafis untuk tugas kuliahku. Sedangkan Chanyeol sibuk melihat-lihat Novel dan Komik.

“nah ini dia bukunya akhirnya ketemu juga,” ucapku setelah menemukan buku yang kucari. Ketika aku ingin mendatangi Chanyeol, aku melihat buku resep memasak.

“buku resep-resep masakan untuk kekasih?! Haha menarik sekali buku ini. Ah aku juga ingin membeli buku ini. Aku ingin memasakkan sesuatu untuk Chanyeol,” batinku.

“oppa, kau juga ingin membeli buku?” tanyaku pada Chanyeol.

“aniya, aku hanya melihat-lihat. Kau sudah selesai membeli bukunya? Ayo kuantar pulang,”jawab Chanyeol.

“kenapa langsung pulang? Ayo kita jalan-jalan dulu. Kau pasti sedang butuh refreshing kan?” ajakku yang sedikit takut-takut untuk mengajak Chanyeol jalan-jalan.

“kalau kubilang pulang ya pulang! Kau tahu hari ini aku sangat lelah! Kau selalu memintaku untuk menemanimu jalan-jalan. Kau tahu sendiri kan bahwa aku sama sekali tidak menyukaimu. Aku harus mengatakannya dengan jujur karena aku tidak mau terus-terusan berhubungan seperti ini. Aku sudah lelah berhubungan denganmu. Aku sudah muak dengan tingkah lakumu. Kalau bukan karena eomma pasti aku sudah memutuskanmu,” jawab Chanyeol dengan kasar.

DEG

Aku hanya bisa tertunduk lemas. Air mataku tidak dapat terbendung lagi. Aku hanya bisa menangis mendengar ucapan Chanyeol yang membuat hatiku sangat sakit.

“uljima! Tangisanmu itu tidak akan membuatku luluh. Oh ya, tadi kau bilang aku butuh refreshing? Iya aku memang butuh refreshing karena aku lelah dengan perjodohan yang terpaksa kulakukan ini. Aku frustasi dengan keadaan ini. Aku ingin pergi bersama baekhyun hyung. Kau pulang saja sendiri. Aku pergi,” ujar Chanyeol dengan teganya langsung meninggalkanku sendiri.

Aku hanya bisa duduk menangis sambil meratapi nasibku. Memang agak konyol menangis di toko buku. Dan sekarang aku menjadi pusat perhatian orang-orang ditoko buku, aku tidak peduli.

Shin Yoo Jin POV end

Park Chanyeol POV

Emosiku meluap-luap. Aku sudah tidak bisa menahan bebanku. Aku sudah lelah dengan hubungan ini. Aku tidak bisa memutuskan hubunganku dengan Yoo Jin karena eomma. Aku hanya bisa menunggu sampai kapan dia bertahan denganku.

Aku sudah tiba di restoran milik kyungsoo hyung. Dan disana baekhyun hyung dan kyungsoo berbincang sambil menunggu kedatanganku.

“hey sudah menunggu lama? Maaf aku terlambat,” tanyaku.

“ah aniya, kami baru saja sampai. Duduklah, ada angin apa kau mengajak kami berkumpul seperti ini?”Tanya baekhyun penasaran.

“aku tahu, kau pasti mau curhat tentang hubunganmu lagi?”tebak kyungsoo.

“hm mungkin begitu. Aku ingin secepatnya putus dengannya. Aku sudah muak berpacaran dengan yeoja yang sama sekali tidak kucintai,” ucapku.

“kenapa bisa begitu? Kau membentaknya? Chanyeol-ssi kau tega sekali padanya,”ujar Baekhyun.

“aku tidak membentaknya. tapi mungkin aku membetaknya secara halus. Dan mungkin juga malam ini dia akan memutuskan hubunganku dengannya karena ucapanku tadi,” jawab ku dengan evil smirk.

“apa Yoo Jin menyukaimu? Bukankah dia gadis yang baik? Wajahnya juga cantik. Bagaimana bisa kau tidak menyukainya?” Tanya kyungsoo.

“mungkin dia menyukaiku. Karena selama ini dia selalu bersikap baik padaku,” jawabku singkat.

“chanyeol-ssi, kau tidak boleh bersikap kasar pada perempuan. Aku yakin cepat atau lambat hatimu bisa menerima Yoo Jin,” saran Baekhyun.

“hyung, kenapa perkataanmu itu sama dengan eommaku?! Ah sudahlah aku ingin pulang dulu. Gomawo sudah meluangkan waktu untuk bertemu denganku,” jawabku sambil meninggalkan mereka berdua.

TBC~

11 pemikiran pada “Miracles in December (Chapter 2)

  1. Chapter 3 blm ada ya? Padahal aku setia bgt nunggin chapter selanjutnya keluarr:-( kl bisa secepatnya di next yaaaaaaa. Thankyou:-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s