Winter Plan

Winter Plan

Scriptwriter     : Nadhifa Jung

Main Casts      :

–          Oh Sehun

–          Lee Ri Young

Support Casts  : Please look for by yourself

Genre              : Romance, fluff, family

Length             : Oneshot

Disclaimer       : Annyeonghaseyohhh *bungkuk *tebarkisseu. Okay, now I won’t be talking more and more. As always, leave a comment below. Don’t be a plagiarism! Thanks for reading~^^

Untitled

2007, 1st January Winter Snow in Ruprecht Karls, Germany–– 9pm GBT

Sekitar lima ratus mil sebelah barat daya dari universitas Heidelberg terdapat sebuah perusahaan dengan pohon-pohon besar yang memagari bangunan tua itu. Tak banyak penghuninya. Sebagian pegawai terpaksa mengundurkan diri akan sistem kedisplinan ketat disana. Termasuk Lee Ri Young, gadis berperawakan seratus tujuh puluh sentimeter berkebangsaan Korea yang menetap di Berlin sejak lima bulan silam. Gadis itu beranggapan bahwa perusahaan besar milik ayahnya takkan pernah menembus pasar internasional. Kendati produk sebelumnya berhasil menyihir perdana menteri Jerman, Angela Dorothea Merkel, tapi itu tak termasuk kiat meneruskan jejak perusahaannya yang lain.

Sebenarnya Lee Kyungwan, ayah Lee Ri Young, memiliki perusahaan lain seperti LK di Korea, Woorikyung of Business di China, dan LK Corp di L.A. Tiga perusahaan itu telah disandangkan dengan perusahaan ternama di Amerika. Dan produk dari hasil tiap-tiap perusahaan pun telah diakui konsumen sebagai barang dengan mutu terbaik. Berbanding terbalik dengan perusahaan Kingston Kyung di Berlin yang masih berada dalam tahap lepas landas. Maka dari itu Kyungwan rela menghabiskan waktu empat tahun demi melancarkan rencananya menembus pasar internasional.

Selain perusahaan, lelaki berumur itu pun menjadi salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan Cube dan ABC Entertainment di Korea Selatan. Bahkan putrinya pernah ditawarkan menjadi artis naungan perusahaan tersebut. Namun, baik Ri Young ataupun orangtuanya tak setuju akan hal itu. Orang tua Ri Young lebih menyukai putrinya menjadi seorang ilmuwan, pengusaha atau dokter. Pun ditilik dari prestasi yang pernah ditolehkan Ri Young, dia memang pantas menyandang peran itu.

Tak ayal jika pundi-pundi won yang dihasilkan Lee Kyungwan membukit di berbagai bank. Namun dia lebih menyukai jika seperempat kekayaannya di sumbangkan pada orang tidak mampu dan setengahnya lagi di berikan pada sekolah-sekolah di Ethiopia. Sementara sepertiganya diinvestasikan pada perusahaan lain. Sisanya ditabung.

Saat ini Ri Young mengabdi pada sebuah perusahaan penerbit di Korea dan Jepang. Gadis itu berprofesi sebagai penulis dan editor di perusahaan penerbit. Kendati penghasilannya tak sebanding dengan ayahnya, namun hasil kerja keras itu sudah lebih dari cukup membiayai kebutuhannya. Layaknya mengulur waktu ke pusat perbelanjaan atau sekedar melunasi tagihan kartu kredit.

“Tapi, mom, aku perlu menyelesaikan sebuah riset. Aku tak menyukai perusahaan itu. Bukankah dad sudah punya banyak perusahaan? Internasional pula. Aku bahkan tak dapat bernafas saat berada disana.”

“…”

“Tapi dad kan berusia empat puluh sembilan tahun? Dia terpaut muda di banding pengusaha lainnya. Mengapa aku harus turun tangan? Lagipula dia terlihat sehat-sehat saja. Apa mom berusaha menipuku?”

“…”

“Baiklah. Tapi Hyuk Jae juga kan anak kalian? Mengapa mom tak menyuruhnya saja?”

“…”

“Baiklah, bye.”

Kilas perbincangan Ri Young bersama Lee Ahna, ibunya, membuat emosi gadis itu memuncak. Telapak mungilnya mengibas-ngibas area sekitar leher yang agak tegang. Lagi, pria bernama Lee Kyungwan yang merupakan sang ayah sekaligus presiden direktur itu membuatnya jengkel. Tetapi apa daya, kendati menyebalkan seperti itu, Kyungwan tetaplah sang ayah.

Tentang kakak lelakinya, Lee Hyuk Jae atau Eunhyuk, dia merupakan anggota di salah satu idol group ternama Asia, bahkan dunia, Super Junior. Kemampuan menari Eunhyuk yang baik membuatnya terpilih menjadi lead dance dalam group.

Kyungwan telah menganugerahkan LK di Korea yang sebentar lagi berganti menjadi LH corporation. Mengapa? Karena itu insial Eunhyuk. Lee Hyukjae. Maka namanya pun beralih menjadi LH Sementara LK merupakan Lee Kyungwan. Dan juga Woorikyung di China yang berubah menjadi Woorihyuk.

Ri Young sama sekali tak menyukai pemberkatan perusahaan LK dan Woorikyung pada sang kakak. Menurutnya, karir cemerlang Eunhyuk sudah lebih dari cukup. Jika kedua perusahaan itu jatuh di tangan Eunhyuk, maka LK Family dan Kingston King akan menjadi miliknya. Disisi lain, dia tak sama sekali menyukai perusahaan itu.

Tahun pertama di musim dingin nyaris mustahil menyenangkan bagi Ri Young. Ia menerawang seraya memohon pada bintang terakhir di langit, ‘tolong kirimkan aku malaikat penyelamat, Tuhan. Tensi darahku akan terus menaik ketika aku menetap disini.’ Kini jemarinya bertaut. Menandakan bahwa Ia serius mengharapkan hal itu. Tak perlu boneka salju raksasa atau hot chocolate latte special with Netherlands’ Strawberry extract atau hal semacam berperang bola salju dalam ruangan hangat di Glory Mall, cukup pria yang mampu menenentramkan jiwanya.

To      : 02111215xxx

Hyukjae, aku sedang kesal pada ayah! Bisa kau menyusulku ke Berlin? Aku sangat membutuhkanmu!

Selang dua menit kemudian, ponselnya bergetar. Menandakan ada pesan singkat terdeteksi di ponselnya. Segera Ia tilik siapa pengirim pesan itu. Namun sayangnya bukan seseorang yang diharapkannya. Itu dari Sung Ji Eun, sahabatnya di Kyunghee Junior School. Karena dalam suasana hati yang kurang baik serta kekesalannya pada seseorang itu akhirnya Ia membanting ponsel tanpa melirik isi pesan Ji Eun. Apa sesibuk itu Eunhyuk sekarang hingga tak sempat membalas pesan singkat adiknya?

Ri Young memang tidak suka perlakuan ayahnya yang memberikan LK dan Woorikyung pada putra tertua di keluarga Lee. Tetapi bukan berarti Ri Young membenci Eunhyuk. Gadis itu justru merasa bahwa Eunhyuk merupakan jelamaan malaikat yang ditugaskan Tuhan untuk menjaganya. Mengapa? Eunhyuk kerap mendengar curhatan adiknya itu selama lima jam non-stop, selalu ada ketika Ri Young membutuhkannya, rela pergi ke Seoul ketika show di luar negeri demi menemani Ri Young yang ketakutan, dan masih banyak lagi.

oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda

i gil kkeuteseo seoseongineun na

dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba

naneun tto i gireul mutneunda

Nada dering dengan melodi “It Has To Be You” menggema di ponsel Ri Young. Artinya, sebuah panggilan masuk hinggap di ponselnya. Tetapi karena kelelahan menunggu pesan singkat dari Eunhyuk, ia teridur lelap di tepi balkon apartment-nya.

6 missed calls and a message from Lee Hyuk Jae Kakak♥

From   : 02111215xxx

Maaf baru membalas pesannya Youngie, sekarang aku sedang menghadiri fan meet di Chile bersama ELF. Selesai acara, aku akan menelponmu.

2007, 2nd January Shower of Snow Middle Intention in West Muchen Area, Ludwig Maximilians, Germany–– 10am GBT

Keesokan harinya, hujan salju turun dengan indah pada hari kedua di bulan januari ini. Biasanya hal yang  Ri Young lakukan adalah menjulurkan telapak ke langit dan merasakan butiran bulatan putih tanpa noda itu jatuh ke atasnya. Bersama Min Hyorin dan Lee Hyuk Jae. Itu sangat menyenangkan. Tapi kini, Ia harus mengurungkan kebiasaannya di Seoul. Bergelut dengan tumpukan berkas merupakan kebiasaan barunya.

Pagi ini ––dengan suhu mencapai seratus empah puluh satu derajat Fahrenheit, suhu ternormal di Berlin saat musim dingin–– Ia mendapati tubuhnya terbaring di atas ranjang. Seingatnya Ia tertidur di luar dengan setengguk alibier ––bir berwarna cokelat yang terbuat dari barley dan popular di Düsseldorf dan Frankfruit–– Tak hanya itu, tubuhnya kini terbalut pakaian dan jaket tebal merk Calvin Klein hadiah spesial ulangtahun Ri Young ke tujuh belas tahun pemberian Eunhyuk.

Iris matanya menangkap sosok pria yang tertidur lelap di sampingnya. Mereka tertidur dalam satu selimut. Memang apa salahnya? Itu Eunhyuk. Dan gadis disampingnya Ri Young. Mereka adik kakak. Kendati Eunhyuk ini dinobatkan sebagai king of yadong tidak mungkin Eunhyuk melukai adik perempuannya sendiri.

“Ya! Lee Hyuk Jae, cepat bangun!” ucap Ri Young seraya mengguncangkan bahu Eunhyuk.

Eunhyuk meringis. Tak niat membuka mata. Sampai di Berlin pukul empat pagi dan harus terbangun pukul delapan pagi akan sangat menyiksa baginya.

“Aku masih ngantuk, Youngie.” Balas Eunhyuk lirih.

“Tapi, kau harus mengantarku ke kantor. Disana ada ayah. Kau merindukannya, kan?”

“Benar, tapi berikan sepuluh menit untuk menyelesaikan tidurku dulu ya. Sementara aku tidur, kau lebih baik mandi.”

“Kau juga harus mandi!” Ri Young memukul pelan pundak sang kakak.

Aish, bahkan kau menghabiskan satu jam untuk berdandan. Mandiku takkan lebih dari lima belas menit! Ayolah.”

Ri Young terkekeh. Baik, kali ini dia harus mengalah. Melihat Eunhyuk terbaring lemas dengan wajah letih membuatnya tak tega. Lantas Ia giring tubuhnya menuju kamar mandi guna membersihkan diri.

Usai satu jam lebih dua puluh tiga menit menyelesaikan segala urusan, akhirnya kedua bersaudara itu pergi meninggalkan Ruprecht Karls menuju Kurfürstendamm. Lee Kyungwan senior meminta kedua Mr. dan Lee Ahna junior untuk menemuinya di tempat itu.

ÙÙÙ

2007, 2nd January Shower of Snow High Intention in Kurfürstendamm, North Berlin, Germany, 12pm GBT

Secangkir rauchbier serta Fuerst Metternich Sekt dan masakan tradisional penduduk Nordhein Westfalen, Schwarzwalder Kirschtorte serta Quarkkeulchen lengkap dengan taburan kayu manis dan saus apel di atasnya menemani Ri Young dan Eunhyuk. Di luar salju turun lebat. Membuat aspal terselimutkan olehnya. Eunhyuk melirik arloji yang melingkar di lengannya, ternyata waktu tengah menunjukkan pukul dua belas siang. Artinya, lima puluh sembilan menit milik mereka terulur sia-sia.

“Ri Young, sayang, waktuku sudah habis.” Kata Eunhyuk tergesa.

“Apa maksudmu?”

“Jam setengah dua aku akan terbang ke New York untuk menggelar show dan fan meet. Ayah bilang dia akan mengirim wakilnya untuk menemuimu. Kau tak perlu mengantarku ke bandara. Bye.” Eunhyuk mencium kening adiknya lantas pergi meninggalkan gadis itu.

Tampak sedikit rasa kekecewaan menggebu di wajah Ri Young. Setelah kurang lebih dua tahun tak bertemu sang kakak dan baru memiliki kesempatan melihatnya sekarang, mereka harus dipisahkan lagi. Tentu saja ini membuat hatinya sakit.

Beberapa detik berikutnya muncul seorang pria pengganti keberadaan Eunhyuk, “Bolehkah aku duduk disini, Nona?”

“Kau pasti wak––”

Ri Young mendongak. Pria itu. Oh Sehun, kekasih, ah ralat, mantan kekasihnya. Kini mereka dipertemukan kembali. Degup jantung gadis itu berubah lima kali lipat lebih cepat dari sebelumnya. Peredaran darahnya seakan tersekap hingga tak dapat mengalir. Wajahnya memucat diikuti nafas tercekat. Bagaimana bisa pria itu muncul ke hadapannya lagi?

Ri Young, aku akan pindah ke Berlin guna melanjutkan studi. Tentang hubungan kita, lebih baik berakhir. Akan sedikit sulit jika kita memertahankan hubungan ini. Tapi perlu kau tahu, aku tetap mencintaimu bahkan untuk lima puluh tahun kelak. Aku berjanji akan kembali untuk menemuimu.

Tiga tahun silam, bertepatan dengan pelepasan siswa Kwanghee Senior High School, pria itu pergi. Dia hanya meninggalkan pesan singkat sebelum akhirnya benar-benar menghilang. Sejak itu pula keadaan Ri Young memburuk. Tiap pulang dari kampus, Ia menyempatkan pergi ke Incheon International Airport untuk membuktikan janji Sehun. Tetapi nihil. Bertahun-tahun Ia melakukan hal bodoh itu, hingga akhirnya Ia turut pergi ke Berlin. Namun atas dasar penyelesaian skripsi, bukan mencari Sehun.

“Aku merindukanmu, Lee Ri Young.”

Sehun mendekap erat tubuh gadis dihadapannya. Butiran air mata meluncur di pipinya hingga mendarat di atas leher Ri Young. Ia tak mempedulikan orang sekitar yang memerhatikan mereka dengan aneh. Kembali dilontarkannya ikrar tiga tahun silam, ‘aku kembali untuk menemuimu, aku mencintaimu.’

“Kau puas membuat mataku sembab tiap harinya? Apa kau tahu selama ini aku mengunjungi Incheon International Airport untuk menunggumu? Aku bahkan dianggap sinting karena menangis sendiri di depan pintu masuk arrival.

“Jangan menangis, maafkan aku, Ri Young.”

ÙÙÙ

2002, 19th July Autumn in Lavender Falls Park, Seoul, South Korea–– 8pm KST

Sepulang Ri Young dari Incheon International Airport kemarin, Lee Ahna semakin gelisah. Pasalnya putri tunggalnya itu kerap melakukan kebiasaan buruk akibat kepergian Oh Sehun, kekasihnya. Menurut Min Hyorin, sahabat Ri Young, Sehun mengenyam bangku pendidikan akhir di Berlin atas kehendak ayahnya. Terpaksa Sehun memutuskan hubungannya dengan Ri Young. Itu sebabnya Ri Young menjadi terpuruk seperti ini.

Awalnya Lee Ahna tak ingin ikut campur, namun masalah ini telah melebar pada kesehatan Ri Young. Aksi puasa rutinitas mulai dari makan, bicara, browsing, dan tentu kuliah. Gadis itu mungkin hanya akan keluar kamar jika situasi benar benar sangat penting.

Terpaksa Lee Ahna harus turun tangan dalam mencarikan jalan keluar bagi masalah itu. Kebetulan Lee Kyungwan tengah menetap di Berlin dengan konteks pekerjaan. Lee Kyungwan akan kembali dua tahun lagi. Lee Ahna berniat mengirim sang putri kekediaman suaminya. Wanita itu berdalih bahwa Ri Young akan pergi ke Berlin dalam rangka melakukan studi dan memantu ayahnya di perusahaan. Tanpa membocorkan niat utamanya, mempertemukan kembali Sehun dan Ri Young.

Pun Lee Anha berkerabat dengan Oh Eunha, ibu dari Sehun. Wanita itu berperan penting dalam melancarkan misinya. Beruntung, Oh Eunha menyetujui aksi Lee Ahna dengan mengirimkan alamat kediaman Sehun saat ini. Ia pun terbesit memiliki ide gila untuk menjodohkan putranya dengan Ri Young.

From :oheunha234@xxx

Ludwig Maximilians,  Munchen of University Complex, 231456 TP. Sehun, Oh. 12A number 32.

Sulit memang melunakkan sifat keras Ri Young yang diwariskan oleh gen dominan ayahnya. Berbagai cara telah dikerahkan. Namun Ri Young bersikeras terhadap pendiriannya. Psikiater, sahabat, bahkan mantan kekasihnya membantu misi Lee Ahna. Tetapi gagal juga. Setelah satu minggu berlalu, Lee Ahna mandapatkan sebuah rencana. Dia berdusta bahwa Lee Kyungwan dalam keadaan genting. Kesehatannya pun memburuk. Pensandiwaraan itu akhirnya berhasil menyingkirkan sikap keras Ri Young selama ini. Putrinya bersedia pergi ke Berlin untuk menjaga ayahnya serta melakukan sebuah riset untuk skripsi kelulusannya di Seoul National of University.

ÙÙÙ

2007, 3rd January Snow Rain in Schloss Charlottenburg Palace, Berlin, Germany–– 8pm GBT

Ri Young berkacak pinggang. Tersiram salju tebal dengan suhu mencapai tiga puluh dua koma tiga enam fahrenheit atau dua derajat celcius membuat gadis itu mengatup rapat-rapat rahangnya. Ia takkan melakukan hal ini jika bukan seseorang spesial yang memintanya. Sehun menyuruh Ri Young untuk menunggunya di depan gerbang gerbang istana Charlottenburg abad 20-an.

“Maafkan aku… aku… hah… te…lat…” Sehun mencondongkan tubuhnya sembilan puluh derajat. Itu Ia lakukan agar nafasnya kembali normal.

“Sehun? Are you okay?” Gadis berbalut jaket bulu tebal dengan celana legging yang tak kalah tebal itu mendekati sosok Sehun. Ia turut mencondongkan tubuhnya. Hanya saja lebih tinggi dari Sehun, sekitar empat puluh derajat.

“Sepertinya… napasku… hah…hah… ter…cekat”

“Benarkah?”

“Tentu saja tidak! Haha, kau terkena jebakanku!”

Aish, sekali lagi kau melakukannya, aku takkan mengampunimu!”

Sehun berlutut dan merubah mimiknya menjadi serius. Disodorkannya sebuah kotak berwarna biru muda kesukaan Ri Young. Sebelum mengatakan kemauan Sehun, Ri Young telah mengambil kotak itu dan berkata, “Aku mau menikah denganmu, Sehun!” Tetapi tebakan gadis itu benar. Sehun memang berniat melamarnya.

Riuh orang meramaikan keberadaan mereka saat ini. Lee Hyuk Jae, Lee Ahna, Lee Kyungwan, Oh Eunha, Min Hyorin, serta anggota Super Junior berkumpul mengelilingi Ri Young dan Sehun. Rencana Lee Ahna dan Oh berhasil rupanya. Bantuan Lee Hyuk Jae serta Lee Kyungwan pun berpengaruh dalam aksi mereka.

“Jadi kau membohongiku Eunhyuk? Aish monyet ini!” Ri Young memajukan bibirnya beberapa inchi.

“Apa kau bilang? Aku monyet? Pria tampan seperti aku kau bilang monyet? Hah matamu itu buta!” Eunhyuk berdecak kesal. Ia mendaratkan satu pukulan di puncak kepala Ri Young.

“Eunhyuk, dia benar! Kau memang mirip monyet!” tambah Shindong yang merupakan anggota Super Junior masih dengan sisa makanan dalam mulutnya.

“Shindong, kenapa kau membela adikku? Harusnya kau membelaku! Aku kan sahabatmu!”

Seluruh audiens hanya tertawa melihat tingkah kedua pemuda itu. Tak dapat dipungkiri tingkah mereka memang seperti anak kecil.

“Sejak kapan aku memiliki sahabat seekor monyet?” sergah Shindong menyentilkan jemarinya ke dahi Eunhyuk lantas berlari terbirit karena  harus membawa serta perutnya yang penuh dengan lemak itu.

“YA! KEMBALI KAU, SHIN DONG HEE! AKU AKAN MEMBALASMU!”

7 pemikiran pada “Winter Plan

  1. Wah seru-seru. Ceritanya suingkat banget tapi asyik 🙂
    Duh, tapi bagian Sehunnya dikit bamget ya thor? Masa cuma kasih cincin doang sih 😦 tapi gpp deh kalo cincinnya berlian duapuluh empat karat haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s