FULL MOON [Part 7]

Title: FULL MOON [Part 7]

Author: Myka Reien (@mykareien)

Main Cast: KaiSoo, HunHan, ChanBaek (other couple will appear later)

SC: SNSD Sooyoung

Genre: Drama, Supernatural

Rate: T, GS

Lenght: Multichapter

Note: No bash, no flame, no peanut please~^^ Let’s be a good reader and good shipper~^^

HAPPY READING 뿅~뿅~

.

.

.

FULL MOON

[Part 7]

.

.

.

Bulan sudah naik nyaris mencapai tahta tertingginya menandakan malam sudah semakin turun, larut dalam pelukan gelapnya. Namun suasana sebuah taman yang terletak berseberangan dengan sungai kecil yang malam itu menjadi tempat syuting sebuah drama remaja populer, masih terlihat ramai. Para kru dan staf film masih terlihat giat menata set, mengangkat peralatan, maupun mengurusi para aktor. Selebriti yang terlibat yang rata-rata masih berusia 20an tahun juga nampak tenang menjalankan lakonnya walaupun keletihan memancar dari kedua mata mereka. Tak ketinggalan gerombolan fans yang masih setia menonton jalannya syuting yang dibintangi idola mereka walaupun malam sudah begitu larut, bahkan sebagian besar dari fans itu terlihat masih memakai seragam sekolah.

Dengan langkah wajar Chanyeol berjalan di antara kru film, tas sekolah masih menggantung di bahunya namun penampilannya sudah jauh berubah. Chanyeol mengganti jas sekolah dengan jaket bertuliskan STAFF di bagian punggung dan memakai topi dengan tulisan yang sama, jaket dan topi itu merupakan seragam sekaligus identitas resmi bagi semua kru film. Baekhyun yang memberinya properti tersebut supaya dia bisa menyelinap dengan leluasa di lokasi syuting dan menemui pujaan hatinya dengan lebih mudah.

Chanyeol memutar mata, berjalan ke sana-kemari seperti orang linglung, beberapa kali menengok ruang ganti khusus artis, tapi sosok mungil yang ceria dan selalu berhasil membuatnya tersenyum dalam sekejab itu tidak bisa dia temukan.

Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Baekie ada dimana ya? Dia bilang kalau malam ini dia akan syuting di sini, batin Chanyeol bingung. Dia mendekati seorang ahjussi yang sedang sibuk merapikan kabel kamera.

“Permisi, aku dengar Byun Baekhyun ikut syuting drama malam ini. Tapi kenapa dia tidak kelihatan ya?” tanya Chanyeol sopan.

Ahjussi yang bertanggung jawab di bidang pengambilan gambar itu memandang asing pada Chanyeol.

“Apa kau baru datang?” Ahjussi balas bertanya dengan nada curiga.

“Hah? Ne…” Chanyeol terlihat kaget.

“Bagaimana bisa kau baru datang jam segini? Sutradara akan membunuhmu kalau sampai dia tahu,” ujar kru film yang berumur sekitar 30an tersebut dengan nada bercanda.

Chanyeol tertawa garing, “Kalau begitu, jadikan ini sebagai rahasia kita berdua,” balas namja muda itu.

“Oh, ya, lalu bagaimana dengan Baekhyun-ssi?” Chanyeol mengulangi lagi pertanyaannya.

“Untuk apa kau mencari Baekhyun-ssi?” balas Ahjussi tanpa menghentikan kesibukannya merapikan kabel-kabel yang terlilit satu dengan yang lain.

Chanyeol menggaruk kepala, mencoba mencari alasan yang masuk akal.

“Aku ingin minta tanda tangannya. Pacarku adalah fans beratnya,” bohong Chanyeol.

“Baekhyun-ssi sudah pulang,” ujar Ahjussi mengagetkan remaja di sebelahnya.

“Pulang? Jinjayo?” Chanyeol membelalakkan kedua matanya tak percaya. Baekhyun yang dia kenal bukanlah artis yang akan meninggalkan lokasi syuting sebelum proses syuting berakhir seperti sekarang. Kecuali jika dia memiliki jadwal lain setelah syuting. Tapi mengingat malam sudah sangat larut, tidak mungkin Baekhyun masih punya jadwal lain setelah syuting ini.

“Benar, dia sudah pulang. Dia tadi pingsan waktu berakting lalu segera dibawa ke rumah sakit. Sepertinya dia sedang sakit, keringatnya banyak sekali,” jelas Ahjussi membuat mata Chanyeol terbeliak makin lebar. Pupil matanya berubah merah dalam sekejab.

Baekhyunie…sakit…? jantung Chanyeol terasa jatuh hingga ke perut. Kakinya bergeser mundur perlahan-lahan.

“Anak muda, jika kau menganggur bisakah kau membantuku merapikan benda ini…?” kalimat Ahjussi terhenti ketika baru disadarinya namja muda yang tadi berdiri di sebelahnya sudah tidak terlihat lagi.

“Sepertinya tadi dia masih ada di sini. Cepat sekali perginya,” desis Ahjussi itu heran.

. . .

“Dia akan baik-baik saja ‘kan, Sonsaengnim?” desis seorang wanita muda bertubuh tinggi ramping dengan mata menatap sedih pada Baekhyun yang sedang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang. Wajah artis cantik itu nampak pucat dengan selang infus menggantung dari nadi tangan kirinya.

“Untuk saat ini yang dia perlukan hanyalah istirahat dan asupan cairan karena dehidrasinya cukup parah. Jangan biarkan dia terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan untuk diet, kali ini mungkin dia hanya dehidrasi tapi kita belum tahu efek kelanjutannya seperti apa,” jawab sang dokter dengan bijak.

“Ne, algaeseumnida, Sonsaengnim.” Suara Sooyoung merendah seiring dengan kepalanya yang menunduk seperti menyesali diri.

“Kalau begitu saya mohon diri, anda juga bisa beristirahat terlebih dulu. Akan lebih baik jika kita biarkan Baekhyun-ssi beristirahat dengan tenang malam ini,” saran Dokter sambil berpamitan.

“Ne, Sonsaengnim. Saya ingin di sini dulu sebentar,” jawab Sooyoung sambil menyunggingkan senyuman.

Setelah dokter keluar ruangan dan menutup pintu, suasana kamar rawat inap VIP tersebut langsung terasa mencekam. Suara detak sepatu Sooyoung menggema hingga ke sudut ruangan ketika dia berjalan mendekati Baekhyun yang belum membuka matanya. Sooyoung menghela napas dengan berat. Lengan kurusnya terayun, menyentuh rambut poni Baekhyun yang jatuh berantakan di atas kening gadis mungil itu.

“Mianhe, Baekhyun-ah,” desis Sooyoung. “Mianhe karena aku sudah melakukan hal yang keterlaluan padamu sampai kau seperti ini.” Sooyoung menutup mulutnya, mencoba menahan tangisannya.

“Aku mohon cepatlah sadar, aku benar-benar menyesal sudah membuatmu begini,” isak Sooyoung.

Brrssh, terdengar suara gesekan dedaunan pohon yang ditabrak keras oleh angin, membuat beberapa helainya lepas dari ranting dan terbang tanpa masa ke udara, mengikuti ajakan sang angin hingga nanti entah akan dijatuhkan dimana. Cakar-cakar halus sang bayu juga meraih ujung mantel Chanyeol yang berdiri tegak di balik jendela kamar Baekhyun yang tidak memiliki balkon. Tubuhnya merapat di dinding dengan kedua kaki berpijak seimbang di jeda tembok selebar 15 cm. Wajah namja itu tertunduk, pandangannya terhalangi oleh lidah topi, hanya rambutnya yang terlihat bebas dimainkan oleh tiupan angin.

Sebelum pergi, Sooyoung mengecek jendela kamar, memastikannya terkunci, dan merapikan tirai putih yang menggantung, menutupi pemandangan indah sang bulan yang merajai langit malam. Dia kembali mendekati Baekhyun, meraih jemari kecilnya yang lentik.

“Aku pulang dulu, besok aku akan kemari lagi menemanimu. Akan aku usahakan supaya jadwalmu kosong beberapa hari besok, kau bilang kau ingin ke sekolah ‘kan? Tapi berjanjilah padaku, kau harus segera sembuh, ne?” dengan sayang Sooyoung mengusap kepala Baekhyun.

“Beristirahatlah, Baekhyun-ah.” Setelah mengucapkan kalimat itu, Sooyoung mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar. Dia menatap Baekhyun sangat lama sebelum akhirnya menutup pintu.

Kini suasana kamar kembali senyap begitu detak sepatu Sooyoung terdengar menjauh dan menghilang sama sekali. Hanya ada suara berisik angin yang bertiup dan menabrak banyak benda di luar jendela, ditemani detikan jam yang seperti instrumen flat di dalam orkestra, dan suara halus dari mesin penghangat ruangan yang mengeluarkan uap panas ditambah dengan desah napas Baekhyun yang terdengar keluar masuk dengan tenang menyiratkan dia sedang berada di dalam mimpi yang menyenangkan.

Dalam kesunyian, perlahan kunci jendela bergeser sendiri dan klek! jendela terbuka. Sebuah tangan dengan jemari panjang membuka jendela pelan-pelan. Hup, dengan sekali gerakan tubuhnya sudah berpindah tempat, berada di dalam kamar Baekhyun. Chanyeol kembali mengunci jendela dan berjalan dengan langkah hati-hati mendekati pujaan hatinya.

Melihat gadis yang biasanya bergerak lincah dan tertawa riang itu sekarang hanya bisa terbaring lemah dengan wajah pucat, dada Chanyeol terasa sakit. Kedua matanya yang memerah nampak terlapisi cairan bening, tidak kuasa menahan perih di dalam hatinya menghadapi kenyataan jika gadis yang paling dia cintai sekarang sedang tergolek lemah tak berdaya. Chanyeol duduk di sebelah ranjang Baekhyun, meraih tangan kanan yeoja itu dan menempelkannya di pipinya sendiri.

“Baekie-ya, bangunlah. Jangan sakit seperti ini,” bisik Chanyeol.

“Aku tidak bisa menyembuhkan penyakit dalam, aku tidak bisa menjilat luka di lambung atau ginjalmu makanya…aku mohon jangan sakit seperti ini, Baekie-ya,” pinta Chanyeol lantas menjatuhkan wajahnya di sebelah Baekhyun.

“Baekie, aku bisa mati kalau kau seperti ini.” Terdengar suara parau Chanyeol di antara isakan lirihnya. Dan Baekhyun masih belum membuka matanya.

-TBC-

Big thanks for readers did read and write a review, XOXO~❤

Your support means a lot for me, guys^^

Review again?^^

Kamsahamnida~ *bow*

NB: FF ini pernah di-publish di www.fanfiction.net a/n author Myka Reien

 

 

Iklan

11 pemikiran pada “FULL MOON [Part 7]

  1. Author cepat sekali updatenya! Aku jadi tamba ketagohan baca ff ini haha! Jadi para namja tampan itu bisa nyembuhin luka? Keren! Keep writing!

  2. D.O jdi cewek? kyaa manis, apalagi kalo sehun yg jdi cewek mungkin keren 😀 tpi wjahnya flat alias datar
    ceritanya daebak thor! 😀 next ditunggu,

  3. Thor mian baru bac a ff nya sekarang -///- tapi aku langsung jatuh cinta sama ff ini ><… uwaaaaaaaa daebak!!! Author yg baik hati mohon lanjutkan ff nya ne -///- 화이팅!!! ^^

  4. Hoho daebak kali ini thor. Posting2 aja cepat biar makin seru. Oya lulu,baeki,n d.o jd yeoja tp bwt aku kenamjaan mereka hilang 100% di ff ini (bayangin mereka yeoja cantik2). Pd nemu couplex ya truz tao ma siapa???

  5. Loh loh, kok cepet banget TBCnya ya thor.. ckck
    Mana kaisoo momentnya thor??
    Kelanjutannya jgn lama2 yaa 😀
    Keep writing and fighting for author 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s