Never Hurt You (Chapter 3)

(Ff/ Yaoi) NEVER HURT YOU ( BAEKYEOL)

Title : NEVER HURT YOU Chapter 1

Author : Genie Bacon / Byun Genie

Pairing : Baekyeol ( Baek Hyun , Chan Yeol)

Main Cast : Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun

Genre : Sad, Romance, tentuin aja sama reader tercinta #ngacir >_<

A/N : FF ini saya buat setelah dapat inspirasi darimana # ya Elah authorr gaje -_- ketika mau tidur teringat ingin bikin FF tentang BaekYeol . Ini FF pertama saya maaf yang sedikit  gaje, typo bertebaran dimana-mana, EYD berantakan T_T #mantulin diri ketembok. Tapi saya akan sangat senang sekali jika reader leave Comment untuk memerbaiki chapter selanjutnya.  Tapi kalo gak ada yang comment mungkin chapter selanjutnya akan sangat lambat keluarnya. #gubrak ngambek thor. Oh ya, ini hasil pemikiran saya sendiri , don’t be plagiat ne ~ :3 #senyum badai.

Don’t like ? Don’t Read.

HAPPY READING

****************

Kemudian dia bergegas pergi dengan Xiumin yang tengah membawa senjata di tangannya. Baekhyun hanya menatap Chanyeol dengan cemas, hingga akhirnya Kai mengajaknya bicara.

“ Baekhyun, kamu boleh memanggilku Kai , selamat berteman”

“ Ne, Baekhyun imnida, se, selamat berteman ju, juga Kai-ssi”

Kai tersenyum dan melanjutkan makan dengan Baekhyun. Tanpa disadari oleh Baekhyun , Kai telah melihat kekhawatiran diwajah Baekhyun , mungkin dia mencemaskan Chanyeol.

CHAPTER 3

> Author POV <

Setelah kepergian Chanyeol , Kai dan Baekhyun mulai melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda.

“ Dari mana kalian tahu alamat rumahku?”

Baekhyun mulai buka suara. Walau pandangannya tidak tertuju kepada Kai, tapi di dalam mati sipitnya dapat terlihat Baekhyun masih belum bisa menerima lingkungan baru untuk hidupnya.

“Dari arsip sekolah “

Kai membalas sambil tersenyum hangat.

“Mwo ?! Penjaga sekolah yang biasa Bibi suruh mana?”

Baekhyun tampak kaget oleh pernyataan namja berkulit tan itu.

“ Bibi? Oh pemilik sekolah itu seorang yeoja kan? Bibi Kim kan.. Jadi kau ada hubungan dengan bibi Kim? ”

 

Kai menimpali dengan singkat.

“ ne~ Kenapa kau bisa kenal dengan bibi Kim? “

Baekhyun mengernyitkan keningnya perihal jawaban Kai.

“ Ne~ dia adalah pemilik sekolah yang sering dikirimi dana oleh appa untuk membangun sekolah kita, tadi appa menelpon Kepala sekolah dan bibimu agar aku dan Chanyeol bisa mencari data tentang kamu. Hampir seluruh sekolah adalah hasil dana appa, jadi wajarkan jika kami bisa tahu alamatmu”

Kai menjawab sambil terkekeh pelan, apa yang lucu?.

“Arrasso~ Jadi sekolah itu bukan punya bibi?” . Baekhyun menimpali sambil memakan makanannya malas-malasan, mungkin dia sudah kenyang.

“Anni~ sekolah itu punya bibimu kok. Tanah tempat sekolah kita berada sekarang adalah tanah bibimu, appa Cuma ingin memberi dana saja untuk membangunnya. Berhubung anaknya yang tampan ini sekolah disana juga, see aku masuk kesanakan? ”

“……….” Baekhyun terlihat melamun.

“ Kenapa?”

“anniyo,, aku ngantuk”

Setelah percakapan di ruang makan yang mewah itu. Baekhyun diantar oleh Kai ke dalam kamarnya, lebih tepatnya kamar Park Chanyeol , si namja tampan yang sekarang entah dimana. Awalnya Baekhyun enggan masuk disana dan berkata bahwa dia tidak keberatan tidur di lantai, Baekhyun belum terbiasa T_T #mianhe baekki

Tapi Kai berkata hal itu akan membuat Chanyeol sedih nantinya jika dia pulang melihat Baekhyun berada ditempat yang tak layak. Baekhyun terus membantah hingga akhirnya Kai berkata…

“ Kau tahu Byun Baekhyun? Baru kali ini aku melihat seorang Park Chanyeol begitu ingin menjaga seseorang. Dia itu populer dan bisa mendapatkan apa saja yang dia mau, tapi dia memilih untuk menjagamu. Kamu tahu? Dia bahkan siap berkorban nyawa demi mu, sesakit apa hal yang akan menimpamu kelak, Chanyeol pasti rela menggantikannya demi kamu. Kau tahu kenapa.. ? Karna dia menyimpan rasa yang spesial untukmu. Rasa yang bahkan dia sendiri belum menyadarinya”

Kai menjelaskan panjang lebar hingga membuat irama detak jantung Baekhyun menjadi tak karuan. Dia berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Kai. Raut wajahnya tak bisa digambarkan, dia bingung, takut, tak percaya kenapa orang asingseperti Chanyeol begitu peduli padanya.

“ Kau tahu Baekhyun-ssi , dia telah lama memandangmu dari jauh walau kehadirannya seolah bayangan semu , dia memikirkanmu walau dia tahu bahkan dia tak dikenal olehmu“

Melihat Baekhyun mulai terdiam sendu , Kai akhirnya membiarkan Baekhyun mencerna kata-kata darinya barusan. Baekhyun merebahkan badannya di ranjang king size milik Park Chanyeol dengan pertanyaan yang bertubi-tubi mendiami kepalanya.

> Baekhyun POV <

What ?! Apa yang baru saja aku dengar Tuhan. Park Chanyeol, namja yang aku kenal  bahkan dalam hitungan waktu yang singkat ternyata telah memperhatikan aku dari lama. Oh tidak… aku masih NORMAL. Aku tak akan menyimpang , tidak akan. Haruskah aku menjauhinya?

“ Tapi kenapa rasanya ada yang berdetak sangat  keras didalam sini Tuhan? Wae eohh ? !”

Huffttt aku menghembuskan nafasku dengan berat. Yaaa aku seorang namja yang normal, walaupun aku tak berminat untuk mempunyai pacar atau berhubungan dengan yeoja bukan berarti aku seorang gay. Tapi tak dapat ku pungkiri ada yang aneh dalam dadaku ketika Kai menjelaskan bahwa Chanyeol menyimpan rasa yang spesial untukku. Ahh- sudahlah aku malas memikirkannya. Dan lambat laun akupun tertidur di ranjang besar sang pangeran sekolah, Park Chanyeol. Entah berapa jam aku tertidur, tiba-tiba aku terbangun oleh suara-suara berisik dari arah luar kamar. Dengan malas aku membuka mataku yang sangat kantuk ini dan terlihat jam dinding menunjukan pukul  3 dini hari.

“Tuan muda Chanyeol gwenchanna eoh ?!”

Aku mendengar pelayan-pelayan mulai ribut di luar sana. Deg .. deg.. deg jantungku berdebar keras khawatir dengan apa yang terjadi. Belum sempat aku melangkah ke pintu kamar, “ Brakk…” body guard Chanyeol telah membuka pintu kasar, dan terlihat Chanyeol yang tengah dipapah oleh Kai dan Xiumin.

“Chanyeol… Chan… Yeol”

Lidahku kelu melihat bibir bawah Chanyeol mengeluarkan darah. Dia yang menatap kepadaku yang cemas segera memberikan senyumnya walau dia menahan sakit. Dasar namja pabbo ! aku meneriaki kesal dalam hati, udah jelas dia sakit tapi masih juga tersenyum eoh ?!

“Xiumin~hyung apa yang terjadi? Kau tak menjaganya dengan baik eoh?! Lihat dia terluka!”

Kai membentak Xiumin, sedangkan Chanyeol sekarang sedang berbaring di ranjang. Dan aku dengan sigap duduk disampingnya, melihat luka memar di bagian bawah bibirnya.

“ Tuan Kai, kita akan mendiskusikannya di luar ”

Aku menoleh kepada Kai dan Xiumin yang telah pergi, dan Kai memberikan isyarat agar aku menemani Chanyeol. Aku hanya menganggukkan kepala ku tanda mengerti dan Kai pun meninggalkan kami berdua di dalam kamar ini. Aku canggung dan hanya memainkan ujung piyamaku sambil menunduk. Chanyeol terus memandangiku.

“ Yak ! Kau lihat apa eoh?! “

Aku bingung , kenapa setiap berada di dekat namja jangkung ini sifat pendiamku jadi hilang eoh. Aku tak mengerti . # jelas saja kan baekki mulai C… mphftr disumpal readers  :3

> Chanyeol POV <

            Sial ! Aku sekarang dalam kondisi yang tidak enak dilihat . Bibir bawahku memar dan sedikit berdarah akibat pukulan body- guard Kris hyung yang menyerangku dalam gelap. Dan sekarang Baekhyun sedang menemaniku yang terbaring ini. Aku tak menyangka jika Kris hyung ternyata hanya mengancam bahwa eomma sedang di tahan di sebuah villa di dekat hutan itu. Pertamanya aku tidak percaya, tapi Xiumin hyung tetap bersikeras memperlihatkan aku video dimana disana terlihat eomma diikat dan dibekap disebuah kursi, memang sedikit buram, tetapi yeoja disana berperawakan seperti eomma.

            Eomma sekarang berada di luar negri aku tahu itu, tapi kris hyung mengatakan bahwa eomma pulang tadi pagi. Eomma pulang lebih dulu karna appa butuh waktu tambahan melakukan bisnis di luar negri, dan sialnya ketika aku menghubungi nomor eomma dan appa tak ada yang bisa ku hubungi. Jadi seperti ini lah keadaanku, akibat kekhawatiran ku pada eommaku, aku jadi bertarung melawan body guard yang berjumlah 7 orang disana. Beruntung Xiumin hyung cukup tangguh hingga aku bisa melarikan diri dari sana. Bukannya aku takut kalah, tapi hey siapa yang bisa bertarung dikandang musuh dalam keadaan jumlah 2 banding 7? #entahlah author juga gak tau Yeol -_-“

            Kris hyung begitu licik, dia ingin mendapat warisan appa dan eomma. Tapi dia membangkang kepada eomma dan appa, ketika dia masih sekolah dulu dia kabur bersama kekasihnya yang bermata panda itu. Eomma menangis , sedangkan appa membiarkan saja karna Kris-hyung tidak mau melanjutkan pendidikannya. Ya Kris hyung adalah kakak ku, tapi terasa seperti orang asing yang selalu terobsesi dengan warisan , bahkan dia berniat menghabisiku , adik kandungnya sendiri. Eohhh what the…? hyung benar-benar gila !

“ Chanyeol-ssi”

Hah ? aku akhirnya tersadar dari lamunanku tentang apa yang baru saja aku alami.

“ Panggil Chanyeol saja, aku temanmu ne~ ?”

Aku tersenyum tulus padanya.

“ Ne~ Gomawo sudah memungutku , sekarang aku temanmu Chanyeol…”

Omoo lihatlah wajahnya yang memerah bagai strawberry itu. Hahh aku hanya terkikik geli melihat dia terlihat malu-malu seperti itu.

“Kenapa jadi seperti ini? Apakah masih sakit? Mwo darahnya ?”

Dia memberikan aku pertanyaan yang begitu banyak.

“ Gwenchanna , hei kemana Baekki-ku yang terlihat sedingin es kutub utara itu eoh?”

Aku mencubit pipinya , dan dia memberi death glare yang malah terlihat lucu bagiku.

“Andwe~ Tanganmu dingin dasar jerapah “

What ? Jerapah? Tuhan benarkah ini Baekhyun? Kenapa dia berubah secepat ini? Dia menjadi hangat sekali, apa Kai mengatakan sesuatu padanya. Ohh aku harap jangan ! Itu akan memalukan…. aku masih belum tahu rasa ini apa.

“Hahaha, aku tidur dulu ne~ aku capek”

Sebenarnya aku hanya pura-pura tidur agar Baekhyun marah dan ngambek padaku, tapi bukannya melarang aku tidur , dia malah ikutan berbaring seakan hendak tidur. Dingin .. ternyata dia masih Baekhyun yang sama, aku hanya mencoba maklum. Selang 1 menit.. 2 menit,, 3 menit ,, 4,, 5 menit aku mulai terbawa kantuk yang mulai menyerangku.

“cup..”

Demi apapun itu yang indah ! Apa aku bermimpi ?! Baekhyun mengecup pipiku ! Kenapa? Aku masih menutup mataku dan tak mau membuatnya terkejut.

“Jaljayo Chanyeol, semoga cepat sembuh ne~ itu ucapan terimakasih karna telah memungutku,, mmmm ng bukan karna aku suka kamu”

Dia mengatakan itu dan segera memunggungiku. Aku yakin dia sekarang sedang menahan malu, hahaha dia terlihat lucu. Namja mungil ini membuatku semakin tambah mengaguminya.

[ SKIP TIME ]

> Author POV <

4 bulan sudah berlalu sejak kejadian Baekhyun mencium Chanyeol ketika Chanyeol sakit. Awalnya sangat sulit bagi Baekhyun untuk membiasakan diri menerima lingkungan baru yang terlalu mewah untuknya, namun Chanyeol dengan bersabar menunggu Baekhyun untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Mungkin hal tersebutlah yang membuat Baekhyun mulai nyaman. Nyaman bukan berarti dia tak mendapat rintangan dari Yuri yang mati-matian berusaha menjauhkannya dari Chanyeol, tapi ketegasan Chanyeol terhadap Yuri lah yang membuat Baekhyun sedikit luluh. Waktu itu Yuri kaget dan membentak Baekhyun..

“ Mwo bocah miskin ?! Hei gembil tengik , mau apa kau disini eoh? Belum tahu juga dimana tempat seharusnya kau berada?”

Baekhyun yang sedang menunggu Chanyeol untuk berangkat ke sekolah hanya mampu menunduk menahan tangis. Tiba-tiba ada tangan yang melingkar dipinggang Baekhyun  dari belakang, yahhh itu seorang namja tampan Park Chanyeol.

“ Sudah cukup menghinanya eoh ? sekarang kau boleh pergi dan jangan pernah ke sini lagi, aku tak tertarik denganmu ! Asal kau tahu dia yang selalu kau hina jauh lebih manis darimu?”

Deg deg.. jantung Baekhyun berdetak tak karuan mendengar pernyataan Chanyeol.

“ Yak ! Apa kau gila eoh?! Dia itu miskin, dan kau normal kan oppa? ”

“ Satu lagi perkataanmu menyakitinya , Kau akan kehilangan lidahmu nona kecil?”

Chanyeol menatap benci karna dia sudah muak mendengar bullshit dari Yuri. Sedangkan Baekhyun tampak pucat dan memegang bagian bawahbaju sekolah Chanyeol.

“ What ?! Aku akan mengatakan hal ini pada appa !”

Yuri mengancam Chanyeol dan berlari sambil menangis. Lay yang melihat keadaan Yuri jadi kalang kabut dan segera membawanya pergi.

Mau disiksa seperti apapun aku tak peduli, asal dia tidak dilukai oleh siapapun

Chanyeol berkata seperti itu didalam hati dan menarik tangan Baekhyun dengan lembut kedalam dekapannya.

“ Mianhe~ Yeoja gila itu menyakitimu lagi ne?”

Baekhyun menggeleng dan tersenyum sangat manis kepada Chanyeol. Kemudian mereka menuju sekolah dengan mobil mewah yang dikendarai oleh namja tampan yang terus menyengir bahagia kesekolah.

Lalu bagaimana soal ciuman di pipi Chanyeol waktu itu?

Well , Chanyeol menyimpan itu sebagai hadiah terindah dari seorang Byun Baekhyun untuknya.Dia tidak ingin membuat Baekhyun panik kalau dia mengatakan bahwa dia menyadari Baekhyun mencium pipinya waktu itu.

> Baekhyun POV <

Hari ini di sekolah kami tetap seperti biasa, dengan Chanyeol yang akan terus mengangguku dan Sehun serta Kai yang akan terus memperdebatkan siapa yang paling populer diantara mereka bertiga. Yahhh hari ini guru yang seharusnya hadir dari tadi ternyata sakit, dan beginilah keadaan kelas.

“ Baekhyun-ah menurutmu diantara kami thiapa yang paling tampan?”

Mwo si cadel sehun menanyakan hal aneh kepadaku.

“ mmhh.. aku tak tahu”

Aku bingung harus menjawab apa. Sedangkan Chanyeol hanya tertawa sambil bertepuk tangan mendengar kecadelan Sehun yang semakin kambuh.

“Ayolah Baekki , aku harus tau juga agar si tiang ini tidak besar kepala terus”

Aku memutar bola mataku malas dan ingin segera mengakhiri pertengkaran dua makhluk ini dengan asal menjawab.

“ Sehun-ssi, kamu sangat tampan. Lihat saja sudah berapa orang fansmu yang menanti di luar. Puas eoh ?”

“ Yak ! Apa kau salah lihat Baekhyun, jelas aku lah yang paling populer!”

Kali ini suara Kai yang cempreng protes atas jawaban asalku.

“ Gomawo Baekhyun-ssi, kamu memang paling manith dehh, tharanghae…”

Sekarang si cadel Sehun tiba-tiba mencium keningku. Mwo ? aku panik dan segera melihat Chanyeol yang terpaku melihat apa yang Sehun lakukan. Aku segera mendorong tubuh Sehun dan mendekat kepada Chanyeol. Lihatlah raut wajah tampannya jadi jelek saat marah. Mwo marah? Hei aku ini namja kan? # iya Baekki. >_< tapi Baekki manis .

> Author POV <

“Yak ! Kau mencium Baekhyun-ssi, lihat Chanyeol marah eoh?!”

Kali ini Kai uring-uringan memarahi Sehun. Sebenarnya disini yang tahu perasaan Chanyeol kepada Baekhyun hanyalah Kai, sedangkan Sehun belum tahu apa-apa. Awalnya Chanyeol ingin cerita, tapi melihat Baekhyun yang terkesan mudah menerima kehadiran Sehun membuat Chanyeol menghentikan niatnya itu. Toh Sehun pasti akan menjaga jarak jika dia tahu seorang yang dia suka adalah orang yang dicintai sahabatnya.

“Aithhh.. appo. Kkamjong jelek ! Baekhyun itu malaikat aku, Chanyeol itu thahabatnya”

Issshhh ingin rasanya Kai merobek mulut si cadel ini sekarang juga. Lihatlah Chanyeol sudah mulai lesu dan berjalan keluar kelas dengan Baekhyun yang terus mengajaknya bicara.

> Chanyeol POV <

Sakit ! tentu saja sakit melihat namja yang ku kagumi, anni yang ku sayangi selama ini dicium oleh sahabatku sendiri #huwaaa Chanyeol ngaku >_<

Aku melangkah malas dari kelas , Baekhyun terus mengajakku berbicara.

“Heii Jerapah, hehe yang tadi itu tidak sengaja, aku.. anni”

Lihatlah wajahnya bersemu merah tapi tetap berusaha meredakan cemburu yang sedang aku pendam. Aku semakin menyayangimu bodoh! Aku sedikit mengerjainya dengan mempercepat langkahku untuk menuju balkon sekolah,,,

“ Kyaaaaaaaaa ! Chanyeol Oppa “

Teriakan para fans dari kelas-kelas yang aku lewati terdengar begitu heboh, guru-guru yang sedang mengajar kewalahan. Maafkan aku yang terlalu tampan ini guru-guruku tersayang.

“Cihh, fansmu ribut sekali”

Hei itu respon yang ingin ku dengar selama ini dari Baekhyun, dia mulai tak senang jika aku diteriaki oleh fans yeoja itu? Apakah itu bisa ku artikan cemburu?

“hosh hosh… Kenapa kamu kesini Jerapah,?”

Baekhyun tampak mengatur nafasnya kecapekan mengikuti aku ke balkon ini.

“Anni aku hanya tak ingin mati cemburu di kelas sana ?”

Jawabku simpel namun aku berani bertaruh kalau sekarang wajah Baekhyun sedang memerah seperti tomat.

“ Yak ! Bu… Bu… Bukankah sudah aku bilang aku tak tahu kalau dia akan menciumku eoh ?! Aishhh Kau sungguh menyebalkan !”

Dia hendak pergi namun aku dengan cekatan menariknya dan menyandarkan badannya pada tembok , aku mengunci pergerakkannya dan menatap matanya lekat. Oh tuhan, wajahya semakin memerah.

“ Kalau aku cemburu apa urusanmu Baekki ? apakah kamu peduli dengan yang aku rasa?”

“ A..a.. a.. aku normal”

Deg perkataannya menusuk jantungku, sedikit perih. Aku menghela nafasku dan berbalik memunggunginya. Mianhe Tuhan , mungkin seharusnya dari awal aku hanya menjaganya karna aku sayang, tidak perlu berharap ada balasan darinya.

“ Baekki-ah apapun yang aku katakan tadi jangan dianggap sebagai sesuatu yang mengancammu ne~? Aku mungkin tidak normal karna mencintaimu, tapi percayalah jika dengan berhenti mencintaimu akan membuatmu merasa nyaman, maka aku akan mati-matian membuang rasa ini walau harus membunuh diriku sendiri kelak. Jika dengan begi…. “

Belum sempat aku melanjutkan kata-kata ku sebuah tamparan keras menghampiri pipiku. Aku terkejut dan menatap Baekhyun yang tengah menangis ? Wae? Apakah aku menyakitinya Tuhan? Hukum aku jika itu benar.

“ Pabbo~ aku hiks,, aku tak keberatan jika dicintai oleh mu,, hiks , hiks jangan bilang kau mau mati,, hiks hiks apa kau lupa, hanya kau yang mampu membawaku keluar dari tertutupnya aku selama ini dari penderitaanku… hiks, hiks lalu kau mau membuangku seperti eomma dan appa eoh ?! meninggalkanku , hiks hiks jangan mati ”

Aku segera memeluknya.

“mianhe Baekki, aku hanya tak ingin kau tersiksa oleh rasaku yang tidak normal ini”

Aku berusaha menenangkannya.

> Author POV <

“ aku,, hiks ,a ku memang normal, tapi aku belum pernah merasakan debaran hiks hiks,, yang seperti ini ketika kau memelukku, tidak dengan yeoja manapun itu hiks”

Entah sadar atau tidak , si mungil Baekhyun telah menyatakan bahwa dia juga mulai memiliki rasa yang sama dengan Chanyeol. Chanyeol tersenyum karna dia mengerti bahwa namja mungil yang sedang dalam dekapannya ini belum menyadari bahwa dia juga mencintai Chanyeol.

Setelah berhasil menenangkan Baekhyun, mereka kembali ke kelas. Sesampainya disana tampak si cadel Sehun berlari kearah Chanyeol dan mengulurkan tangan kepadanya.

“ Mianhe tiang , aku tak tahu kalau kau…”

“ Tidak apa-apa..”

Belum sampai apa yang dikatakan oleh Sehun tapi Chanyeol telah menjabat tangan sahabatnya itu. Sepertinya Kai telah menjelaskannya, dan bukan Oh Sehun namanya jika dia lebih memilih cinta dari pada sahabat. Tentu saja dia tidak akan menjauhi Baekhyun kali ini, karna Kai mengatakan bahwa hal itu akan mebuat Chanyeol marah. Cukup menjadi Sehun cadel yang tampan yang selalu ada untuk Chanyeol, Kai dan teman barunya Baekhyun # horee dipuji tampan oleh author -_-“

> Baekhyun POV <

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Sekarang Chanyeol sedang asik memainkan game di I-pad berwarna hitamnya itu, sedangkan aku sedang malas menyentuh I-pad berwarna putih milikku yang dibelikan oleh Chanyeol beberapa waktu yang lalu.

“ Kau menatap apa eoh ?”

Ku lihat sekarang Chanyeol menatapku. Deg deg, bagaimana ini sekarang jantungku dalam kondisi yang rawan berdetak keras saat melihat paras tampan Park Chanyeol ini.

“ Molla~ aku tidur dulu ne, Jaljayo”

Aku malu dan segera menutup mataku erat-erat. Kemana hilangnya sifat dinginku dulu eoh? Sekarang aku malah terlihat aneh dengan malu-malu seperti ini. Tak ada respon darinya, biasanya dia kan uring-uringan jika aku tidur lebih dulu darinya. Molla aku canggung jika harus bicara dengannya sekarang. 10 menit berlalu, aku mulai mengantuk dan akan benar-benar tertidur jika saja benda kenyal dan sedikit basah ini tidak menempel di bibirku.

Mwo ?! Chanyeol mencium bibirku dengan lembut. Aku segera membuka mata dan mendorongnya… dia terlihat sangat terkejut, sedangkan aku menyentuh bibirku yang barusan dicium olehnya.

“m.. m.. mianhe Baekki, aku kira kau sudah tidur”

Dia tampak kikuk dan menggaruk tengkuknya yang pasti tidak gatal itu.

“ Yak ! Apa kau sering melakukannya ketika aku sedang tertidur eoh?!”

Aku sedikit membentaknya.

“ Anniyo~ aku tak pernah melakukannya , bukankah kau yang mencium pipiku waktu itu?”

What the …? jadi dia tahu apa yang pernah aku lakukan waktu itu. Sekarang aku jadi kehabisan kata-kata. Tak ingin memperdebatkan apa yang barusan terjadi, aku langsung menarik selimut tidurku dan memunggungi Chanyeol.

“ Yak ! Baekki , kau belum menjawab pertanyaanku eoh?! Hei Palli Irreona “

Chanyeol tidak terima dengan reaksi yang ku berikan.

“ Hmm,, tidurlah jerapah. Besok kau tak mau terlambatkan..?”

Aku bergumam sambil memejamkan mataku.

“Aishhhh… ne~ “

Hahaha lihatlah dia menggerutu karna tak mendapat jawaban dariku, kemudian dapat ku rasakan dia mulai merebahkan badannya untuk tidur. Baguss ..

> Chanyeol POV <

Hari ini aku ke sekolah dengan sedikit canggung karna Baekhyun memergoki aku yang tengah menciumnya kemarin. Aishhh tapi lihatlah dia tersenyum seolah tak terjadi apa-apa saja semalam. Aku mempercepat mobilku dan berharap 2 makhluk kesayanganku siapa lagi kalau bukan Sehun dan kai akan membuat aku tidak canggung lagi.

Dan benar saja ketika bersama mereka aku dapat menganggu Baekhyun seperti biasa lagi. Mengambil roti strawberry yang akan dimakan olehnya dan membiarkan dia berlonjak-lonjak berusaha meraihnya, hei jangan lupakan perbedaan tinggi tubuh kami.

“ Chanyeol-ssi?”

Aku menoleh kearah suara yang memanggilku, siapa yeoja ini? Dia terlihat dewasa dengan gaun sedikit terbuka di daerah dadanya. Cihhh aku tak tertarik. Aku melanjutkan menganggu Baekhyun yang mulai ngambek.

“ Kamu siapa nona manis ?”

Sekarang suara cempreng Kai terdengar merayu yeoja itu. Awas saja ku kaduin sama D.O namjachingunya. Sudahlah aku cuekin aja, paling yeoja itu agen dari majalah apalah itu yang suka mencari namja remaja SMA untuk jadi model.

“ Ak.. ak. Aku sudah mencintaimu dari lama Chanyeol-ssi maukah kamu menjadi pacarku ?”

MWO ?! dia mengungkapkan perasaannya padaku di kantin yang ramai seperti ini. Lihatlah sekarang semua mata tertuju padaku, Baekhyun tampak kaget dan berhenti melonjak-lonjak mengambil roti strawberry-nya sedangkan Sehun tersedak oleh Bubble tea yang barusan diminum. Kai memasang tampang bloonnya dengan mulut terbuka dan mata terbelalak.

“Maaf tapi aku tak tertarik… “

Aku menjawabnya ogah-ogahan, lihatlah yeoja ini seperti tante-tante yang seksi. Aku tak berniat jadi brondong-nya, Baekhyun telah mengikatku dengan pesonanya sendiri, jadi aku tak akan bisa lepas semudah itu.

“ Mwo ?! hiks,, hiks aku telah susah payah memperhatikanmu setiap hari, kenapa kau menolakku. Wae ?”

Oh shut up! Lihatlah raut wajah Baekhyun sudah kembali dingin karna yeoja aneh ini, aku rasa dia dalam cemburu yang sangat tinggi sekarang.  Tanpa pikir panjang lagi, aku segera menarik tengkuk Baekhyun dan menciumnya bibirnya dengan lembut. Dia tampak terkejut oleh tindakan tiba-tibaku, namun hal yang sangat tak terduga terjadi. Baekhyun membalas ciumanku dan mengalungkan tangannya dileherku,, peduli apa pada semua orang yang berada di kantin beserta Kai dan Sehun yang menyoraki kami.

“ Kyaaaa…. Yaoi Couple, manisnyaaaa”

Terdengar beberapa teriakan mendukung kami. Tidak lama aku segera melepas ciuman kami dan menatap yeoja yang ternyata tengah tersenyum menyeringai pada kami. Sedangkan Baekhyun sedang mengatur nafasnya yang tersengal akibat ciuman itu, wajahnya bersemu merah dan dia menunduk malu.

“ Gomawo~ akhirnya aku mendapatkan foto adiknya Kris yang ternyata juga Gay. Dengan begini rencana nona Yuri akan sukses “

Ternyata yeoja tadi memang licik dari awal. Aku malas menanggapinya, apalagi hal yang berhubungan dengan Yuri. aku hanya membiarkan yeoja itu pergi, tapi Kai dan Sehun panik dan berniat mengejar yeoja tersebut. Tentu saja mereka tidak ingin sahabatnya terkena masalah.

> Author POV <

“ Biarkan saja ne~ permainan seperti apapun itu akan ku hadapi”

Chanyeol memegang tangan Kai dan Sehun. Kemudian dia tersenyum lembut ke arah Baekhyun dan mencium bibirnya singkat.

“ Apapun itu asalkan untukmu Chagi “

Blushhhhh wajah Baekhyun memerah dan memukul lengan Chanyeol.

“ Malam ini kita akan ke klub mu kkamjong, merayakan jadiannya kami”

Kai dan Sehun Cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu. Dan mereka berempat menuju kelas dengan Baekhyun yang digenggam tangannya oleh Chanyeol dan Kai , Sehun yang berjalan cool mengabaikan teriakan para fans mereka.

TBC

Indah bukan? Tapi bagaimana kisah selanjutnya? Nantikan CHAPTER 4 NEVER HURT YOU. Huwaaaa sampai juga pada Chapter 3. Leave comment ne~ reader yang baik, agar chapter selanjutnya bisa cepat dikerjakan oleh author. Karna author sedikit malas bikin lanjutan kalau tak ada yang Comment :3 >_<

Iklan

6 pemikiran pada “Never Hurt You (Chapter 3)

  1. Aaaa daebakkk,
    Hampir aja ff ini kelewatan thor siii
    Aduuuhh maniss diabett lahh baca ff ini,moga2 Yeolli beneran bisa jaga baekkie yaaa.
    Penasarannn ama lanjutannya.langsung cuz ke chap 4 dehhh><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s