Tears Fallin, After You Leave Me [Chapter 1]

Judul                : Tears Fallin, After You Leave Me.

Author             :  Rezita Alfira

Genre              : Romance&Sad. //In Chapter 1, litlle bit funny\\

Length             : Chapter 1 – Chapter…

Casts                : Park Chanyeol (EXO-K) Choi Jinri a.k.a Sulli F(x)

Other Casts     : SHINee’s Choi Minho (Jinri&SooJung’s Oppa)

                          F(x)’s Jung SooJung (Minho&Jinri’s Yeodongsaeng)

Rating              : PG

Annyeong, readers! ^^

Setelah beberapa doccument word yang ketumpuk dan gagal di tengah jalan, akhirnya jadi juga yang satu ini, hahaha. Kali ini mencoba buat ff ber-genre sad. Setelah bosen dengan genre comedy dan fluff, hehehe, oke jadi ff yang sad ini, karena ini ff pertama yang genre nya sad, jadi tolong kasih comment nya ya! hehe, gomawo!! Enjoy reading, readers^^

Choi Jinri, gadis berumur 17 tahun yang sudah mengidap penyakit Leukimia sejak ia berumur 14 tahun. Cantik, gadis cantik yang selalu bersemangat setiap harinya, semangat untuk menepis penyakit yang di idapnya jauh jauh dari hidupnya.

Penyakitnya tidak menghalanginya untuk terus melakukan aktifitas dimana remaja lain melakukannya, tetap sekolah dan bermain, tetapi batasnya tertentu. Jinri tidak boleh terlalu lelah, bisa bisa menimbulkan akibat bahaya bagi kesehatannya.

“Yya! Choi Jinri! Minum obat mu dulu sebelum berangkat ke sekolah!”

“Yya! Kau harus memanggilku dengan sebutan eonni! Gomawo sudah mengingatkan” ujar Jinri kepada yeodongsaengnya itu, Choi SooJung.

“Mana oppa kalian? Mengapa lama sekali?”

“Aku disini” ujar namja bernama Choi Minho, Oppa dari Jinri dan SooJung sambil meneguk secangkir teh yang sudah disiapkan di atas meja makan.

“Kami berangkat!” ujar ketiga bersaudara itu kepada Appa dan Eomma mereka, terlukis sebuah senyum manis dari kedua orangtua yang tinggal di rumah megah itu, masih tidak menyangka bahwa salah satu dari anak mereka mengidap penyakit ganas yang bisa membahayakan hidupnya.

“Kalau aku lihat, kondisinya semakin membaik setiap hari” ujar Choi Geum Sok, Appa dari ketiga bersaudara itu kepada istrinya, diikuti dengan anggukan kepala dari nyonya Kim Seulra.

                                                                        —

“SooJung sudah mempunyai namjachingu, Oppa! Hahaha”

“Yya!” jitakan dari SooJung berhasil mendarat di kening Jinri, melihat kelakuan kedua yeodongsaengnya itu, Minho hanya tertawa.

“Ahh benarkah? Nugu?”

“Oh Sehun? Ani ani…Kim Jongin? Hahahahaha, SooJung, dia playgirl Oppa kalau disekolah, menerima semua pendekatan dari namja namja keren”

“ANIYAAAA YYA CHOI JINIRI! Bagaimana dengan Park Chanyeol?”

“Ahh, Oppa pernah melihat nama Park Chanyeol di buku tulis mu, jadi kau ini…”

SooJung dan Minho tertawa puas meledek Jinri yang kini wajahnya sudah berubah menjadi merah akibat kelakuan dari Oppa dan yeodongsaengnya itu.

“Kau harus memilih salah satu dari..siapa? Sehun dan..Jongin. Kalau kau Jinri, kau…kau mengejar ngejar namja bernama Chanyeol itu?”

“Waeeee aku bingung! Sehun dan Jongin sama sama keren, jinjja…”

“Eishh mengapa aku punya adik sepertimu SooJung-aah?”

“Aniya…aku hanya mengidolakan Park Chanyeol, bukan mengejar ngejarnya, dia ketua klub baseball disekolahku…” ujar Jinri yang dibalas dengan anggukan dari Minho dan SooJung.

“Oke, kalian sudah sampai, nanti akan aku jemput lagi kalau aku tidak mempunyai jadwal kuliah tambahan, kalau aku tidak bisa menjemput, telfon Yoon Ahjussi untuk menjemput kalian, Ne?”

“Ne Oppa!” ujar SooJung dan Jinri bersamaan.

Minho melambaikan tangannya dari dalam mobil untuk kedua yeodongsaeng nya yang cantik itu, lalu langsung melajukan mobil nya dari lobby sekolah Jinri dan SooJung.

Jinri dan SooJung sangat beruntung karena mereka duduk di kelas yang sama, dan mereka juga sebangku. Kedua bersaudara itu melangkahkan kaki mereka menuju kelas belajarnya. Sesampainya di kelas…

“Mengapa hanya ada tas di bangku mereka? Kemana pergi nya semua murid?”

“Choi SooJung! Choi Jinri! Ah mianhe aku lupa memberi tahu kalian, hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar, tapi ada pertandingan seru antara ekstrakulikuler olahraga, ada basket, baseball, dan sepakbola, kalian kalau mau bisa ikut menontonnya di lapangan belakang”

“Jinjja? Kalau kami tidak mau menontonnya? Kami boleh pulang?”

“Aniya…kalian tidak boleh pulang, karena kedatangan kalian akan di absen oleh sekertaris, lebih baik kalian menontonnya” ujar ketua kelas dari Jinri dan SooJung, mereka berdua mengangguk.

“Kajja, kalian mau ikut?”

“Ayo Jinri!” ajak SooJung yang baru saja menaruh tas sekolahnya

“Kalian duluan saja, aku ingin menyelesaikan tugas merangkum pelajaran sejarah, ah SooJung, aku pinjam buku mu ne? Nanti aku akan menyusul”

“Keurrae, jangan terlalu lama ya!” lalu SooJung dan ketua kelas mereka itu pun pergi dari hadapan Jinri.

Hanya Jinri yang tersisa di dalam kelas, dirinya hanya ditemani dengan tas sekolah dari murid murid yang duduk di kelasnya.

“Lebih baik aku menyelesaikan tugas merangkum daripada besok aku mendapat hukuman yang tak tanggung tanggung, hii” gumam Jinri sendiri.

Lalu Jinri memulai aktifitas merangkumnya, dia mengerjakannya dengan agak cepat karena ia juga ingin melihat pertandingan antar ekstrakulikuler olahraga, terutama ia sangat ingin menonton pertandingan baseball yang pasti ada…Park Chanyeol.

                                                                        —

“SHOOT! GOALLLLLLL!” Teriakan dari semua murid yang menonton pertandingan sepakbola di lapangan belakang sekolah mereka.

Berteriak dan bersorak sekencang kencangnya, ada dari beberapa murid yeoja yang menyemangati namjachingunya karena namjachingu mereka ikut serta dalam pertandingan olahraga tersebut.

Kini saatnya permainan baseball, setelah Sepakbola dan Basket selesai.

“Yeay!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“Park Chanyeol!!!!!!! Fighting!!”

Seruan dari semua murid yang mendukung ketua klub baseball mereka itu,Park Chanyeol.

Kelincahan nya saat bermain baseball dan larinya yang cepat, membuat teman temannya membanggakannya.

“Jinri eodiya? Dia tidak kesini?”

“Molla….pasti ia ingin menonton dan melihat namja itu” tunjuk SooJung ke arah Chanyeol. Eunhwa sahabat dari SooJung dan Jinri mengangguk.

“PERTANDINGAN SELESAI, SILAHKAN SEMUA MURID MENINGGALKAN LAPANGAN” suara dari komentator pun terdengar di telinga semua murid yang berada di lapangan itu, semuanya bertepuk tangan.

“Kajja ke kelas, kita cari Jinri” ajak Eunhwa kepada SooJung.

                                                                        —

“Selesai! Ayo cepat jinriiii!!!” gumam Jinri sendiri kepada dirinya. Lalu ia berlari menuju lapangan.

Tapi apa yang ia lihat, kosong. Semua murid sudah meninggalkan lapangan, semua bangku kosong, tidak ada satupun orang yang ada di lapangann itu.

“Terlambat…” Jinri menundukan kepalanya, rasa kesal dan sesal tidak melihat namja idamannya itu bertanding di lapangan dengan baju baseball yang pasti sangat keren jika ia pakai.

Jinri akhirnya duduk lesu di salah satu bangku penonton, memandangi lapangan yang kini sudah kosong, tidak ada lagi aktifitas disana.

“Omo!” suara bass yang dikenal Jinri…

Ya, Park Chanyeol sekarang berada di samping Jinri. Namja itu masih terkejut.

“Kau?…mengapa masih ada disini? Pertandingan sudah selesai…kau mengejutkan ku saja”

Jinri masih membulatkan matanya, tidak percaya, Park Chanyeol, namja yang ia idolakan itu mengajaknya berbicara. Tidak mau terlihat kaku, Jinri membalas perkataan Chanyeol.

“Aku terlambat, tadi aku ada di kelas…” ujar Jinri dengan suara lesu. Chanyeol terkekeh…

“kau memangnya ingin menonton pertandingan apa? Basket? Sepakbola? Atau pertandingan dari timku?”

Jinri berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan namja yang ada didepannya sekarang.

“Aku…ingin, menonton pertandingan..eum…ya, baseball.” Chanyeol tersenyum mendengar perkataan yeoja yang ada di depannya sekarang. Lalu Chanyeol ikut duduk di kursi penonton, tepatnya kursi di sebalah Jinri duduk.

“Berbeda dari yang lain, aku bisa melihatnya” batin Chanyeol

“Kenapa ingin menonton pertandingan ku?” Chanyeol masih tersenyum bertanya kepada yeoja yang ada di sebelahnya ini.

“Karna…aku..”

“Hidungmu..” Chanyeol membulatkan matanya sambil menunjuk ke arah hidung Jinri yang sekarang sudah mengeluarkan darah.

Jinri mengusap hidungnya dan terdapat cairan berwarna merah, ya, darah. Jinri mimisan.

“Ah…pasti gara gara aku tadi berlari saat ingin kesini.” Gumam Jinri sendiri

“Eoh?”

“Aniya…aku hanya..mungkin terlalu lelah.”

“CHOI JINRI!” Jinri menoleh ke arah sumber suara

“Aishhhh, kan sudah ku bilang, jangan terlalu lelah, sekarang kau mimisan kan, kajja kita ke ruang kesehatan” ujar SooJung. Chanyeol yang melihat kedua gadis yang ada di depannya ini hanya diam membisu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Ah Chanyeol-ssi, kami duluan ne..” SooJung tersenyum ke arah Chanyeol dan Chanyeol pun mengangguk.

“Ah ne…em…jamkamman…” suara Chanyeol menghentikan langkah kaki SooJung yang sedang membopong tubuh Jinri yang sudah terpaku lemas.

Chanyeol merogoh kedalam saku jaket baseball nya dan mengeluarkan saputangan berwarna coklat muda.

“Igo…untuk menutupi hidungmu yang sedang mimisan, agar darahnya tidak bertebaran…pakaialah” Chanyeol mengulurkan saputangannya ke tangan Jinri. Melihat itu, SooJung hanya tersenyum. Jinri juga menerima saputangan Chanyeol, dan Chanyeol pun tersenyum.

Jinri segera menutupi hidungnya dengan saputangan coklat muda itu, tiba tiba Jinri mengulurkan tangannya.

“Choi Jinri”

“Mwo? Aku tidak mendengarnya, mulutmu juga ikut tertutup saputangan”

Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Jinri, hingga telinga Chanyeol tepat berada di depan wajah Jinri.

“Bisikkan kepadanya” suruh SooJung yang masih memegangi bahu Eonni nya itu, Chanyeol mengangguk setuju dengan perintahan SooJung.

Jinri pun mendekatkan wajahnya ke telinga Chanyeol dan membisikkan sesuatu…

“Salam kenal, aku, Choi Jinri” Jinri membisikkan kata kata itu di telinga Chanyeol, Chanyeol tersenyum begitu juga dengan SooJung.

“aku, Park Chanyeol.” Jinri tersenyum

“Kami duluan ne…takut darah dari hidungnya semakin banyak, permisi Chanyeol-ssi” Chanyeol mengangguk mendengar perkataan SooJung.

Kedua bersaudara itu pun berjalan pergi meninggalkan Chanyeol yang masih saja melukiskan senyuman di wajahnya akibat tingkah yeoja yang baru saja di kenalnya, bernama Jinri.

“KALIAN DUDUK DI KELAS BERAPA?” Chanyeol sedikit berteriak menanyakan satu hal lagi.

SooJung menoleh

“ 2.A” Teriakkan SooJung dari depan sana mampu terdengar di telinga Chanyeol.

“Kelas 2 juga…hm…selamat datang di hatiku, Choi Jinri” Chanyeol tersenyum setelah gumammannya berlangsung.

                                                                        TBC

Huaaaa, gimana gimana? Kurang sedih ya? emang sih aku belum menuangkan suasana sedih nya gitu di chapter ini, soalnya niat bikin banyak chapter hehehe, jadi ingin lebih di detail*asik* yaudah deh readers, kasih comment nya ya! kekekeke, gomawooo!!!^^

Iklan

4 pemikiran pada “Tears Fallin, After You Leave Me [Chapter 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s