Forbidden Love (Chapter 1)

•Forbidden Love? – Chapter 1•

Title: Forbidden Love? – Chapter 1

Author: Nana Miharu

Main Cast:

• Kim Hyun Hyo
• Kim Jon Myun a.k.a Suho

Genre: Romance, Family, Angst, Friendship

Rated: Pg-13

“Suho oppa! Tangkap bolanya!”

Gadis kecil itu berlari membuat ancang-ancang untuk melempar bola pada kakak laki-lakinya

“Tunggu, oppa dapat! Oppa dapat!”

Bocah bernama Suho itu berlari ke kanan dan kiri berusaha menangkap lemparan bola plastik berwarna kuning dari sang adik. Namun kakinya yang tak beralas itu menginjak batu berukuran sedang hingga membuatnya goyah dan terjatuh.
Sang adik membulatkan matanya, mulutnya membentuk huruf ‘O’ saat melihat kakaknya terduduk ditanah dan satu tangannya memegangi lutut. Gadis itu berlari menghampiri sang kakak, wajahnya seperti tengah menahan tangis

“Oppa! Gwaenchana??” Tanyanya khawatir

“Gwaenchana”

Suho mengangguk dan tersenyum, lalu berusaha berdiri dengan satu tangan menopang badannya.

“Mwo! Oppa berdarah!!”

Pekik sang adik saat melihat lutut kiri kakaknya mengeluarkan cukup banyak darah. Teriakan itu ternyata terdengar hingga rumah, mengingat mereka tengah bermain di halaman depan

“Hyo-ah! Apa yang kau lakukan?! Apa kau yang membuat kakakmu terluka?! Aish. kajja, eomma akan mengobati lukamu”

wanita cantik berusia 31 tahun itu berlari kecil menghampiri anak laki-lakinya, membawanya dalam gendongan, kemudian berjalan memasuki rumah, meninggalkan anak gadisnya sendirian

“Tapi eomma, aku tidak melakukan apapun…Suho oppa terjatuh sendiri…”

lirih gadis kecil itu masih berdiri di tempatnya. </em>

<blockquote>~~~~~||~~~~~</blockquote>

“Hyun-ah kau mewarnai rambutmu lagi?” Gadis bermata bulat itu menatap tidak percaya pada teman sebangkunya
“Iya, kenapa? Lebih bagus yang sekarang atau kemarin?” Gadis yang dipanggil Hyun itu menyibakkan rambutnya sembari bercermin dengan cermin kecil yang ada ditangannya
“A-aku rasa bagus semuanya.. tapi aku tidak yakin.. hijau? Itu terlalu mencolok”

“Ckckck Taerin-ah kau itu terlalu berlebihan! Inilah yang aku mau, mencolok? Yah benar itu yang aku inginkan” Hyun Hyo mencubit kecil pipi sahabatnya kemudian kembali menyisir rambut hijau panjangnya yang terlihat berkilau. Namun kegiatan itu terhenti ketika sebuah lengan menarik tangan kanan Hyun Hyo
“Ikut oppa sekarang!” Ucapnya dingin
Hyun Hyo memutar bola matanya, malas
“Hufh anak pencari perhatian”
“Oppa bilang ikut, sekarang!” Suho menekankan ucapannya di akhir kalimat
“Ck menyebalkan” Hyun Hyo menghentakkan cengkeraman Suho di tangannya lalu beranjak dari tempat duduk dan mengekor di belakang kakaknya-Suho-

Suho menghentikan langkahnya di balkon atas bangunan sekolah yang sepi.
“Ada apa, aku tidak punya waktu banyak. Aku sibuk” Hyun Hyo melipat tangannya di dada, menatap malas punggung Suho yang masih berdiri membelakanginya.

*Suho POV*

Aku berbalik menatap gadis yang lebih muda 3 tahun dariku ini, kulihat rambut panjangnya yang kemarin berwarna cokelat kini telah berubah seluruhnya menjadi hijau. Apa-apaan dia? Appa dan eomma pasti akan marah besar jika melihat ini.

“Setelah semalaman tidak pulang, sekarang saat aku melihatmu kau malah seperti ini!?” Kutatap tajam manik matanya. Suaraku tercekat menahan emosi

Dia mengibaskan tangannya
“Peduli apa kau dengan hidupku? Cih anak kesayangan sepertimu tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya!” Suaranya meninggi dan kulihat matanya mulai berkaca-kaca.
Tapi segera dia berpaling menatap lapangan dibawah, mencoba menghindariku agar tak melihatnya yang hampir menangis. Dengan sigap kuhampiri dan ku tenggelamkan tubuh mungilnya kedalam dekapanku, dia meronta mencoba melepaskan dekapanku yang makin ku eratkan
“Mianhae, mungkin karena oppa kau jadi begini. Tapi ini bukan mau oppa, oppa tidak ingin appa dan eomma makin marah karena kau mengubah warna rambutmu. Mereka sudah sangat marah dengan tidak pulangnya kau semalam.” Kubelai rambut hijaunya lembut. Dia mulai tenang dalam dekapanku meski tak membalasnya
“Cih aku matipun mereka tak akan peduli padaku. Mereka kan hanya punya satu anak, kau.”
Kulepaskan pelukanku dan kutatap tepat di manik matanya
“Diam! Berhenti bicara seperti itu! Kau fikir kau bisa mencari perhatian appa dan eomma dengan tindakan bodohmu ini? Menjadi anak nakal yang sering pulang malam, bolos sekolah, dan mewarnai rambut?! Kalau begitu kau berhasil Hyun Hyo-ah! Mereka bahkan marah besar padamu”
Aku mulai lepas kontrol tapi berhasil kutahan
“Jika kau mau appa dan eomma perhatian padamu buatlah tindakan yang membuat mereka bangga. Bukan membuat mereka makin marah”
Kulangkahkan kakiku keluar dari balkon menuju tangga, tidak benar-benar meninggalkannya, masih ku perhatikan dia dari balik pintu

*Hyun Hyo POV*

Cih apa katanya? Buat mereka bangga? Berani taruhan, bahkan sampai aku mati dan mendonorkan semua organ tubuhku mereka tidak akan pernah bangga padaku, bahkan menganggapku ada di dunia inipun sepertinya mustahil.
Ku acak rambutku kasar, berteriak kencang kemudian menangis, tidak perduli jika ada yang mendengarku dan menganggapku gila. Yah aku memang sudah gila karena sikap orang tuaku selama ini
“Tuhan.. jika orangtuaku sendiri tak mengharapkanku ada di dunia ini, kenapa kau membiarkan aku hidup? Kenapa tuhan? Aku sudah sangat tersiksa dengan semua ini” kuusap kasar airmata yang terus mengalir dipipi, keadaanku mungkin sangat berantakan sekarang, aku tidak peduli. Tiba-tiba aku ingat sesuatu, benda itu, benda yang kulihat di club semalam, dan seorang pria menyodorkan sekotak padaku.
Kurogoh kantung seragamku dan mengeluarkan sebatang dari kotak pembungkusnya, sedikit ragu tapi akhirnya kunyalakan pemantik api dan mulai membakar ujungnya.
Hampir aku menghisap asapnya saat sebuah tangan kekar merebut benda itu dari mulutku dan meremasnya lalu diikuti rasa perih yang menjalar pipi kananku. Suho op-pa…

*Author POV*

Suho mulai curiga dengan kotak yang adiknya pegang, dan benar apa yang dilihatnya, adiknya merokok atau lebih tepatnya tengah belajar untuk menghisap benda itu. Dengan gerakan cepat Suho menghampiri adiknya, merampas rokok yang menyala itu, meremasnya hingga hancur dan melayangkan sebuah tamparan dengan tangan kanannya tepat di pipi putih adiknya. Suho terkejut dengan tindakannya, tangannya bergetar, dia menyakiti adiknya dengan tangannya sendiri!

Hyun Hyo menunduk, tangan kanannya ia gunakan untuk memegangi pipinya yang terasa perih

“Hyo-ah.. mi-mianhae.. oppa tidak bermaksud-” ucapan Suho terputus saat Hyun Hyo mendorong tubuhnya yang akan memeluk sang adik

“ARGH!” Hyun Hyo berlari menuju tangga meninggalkan Suho yang masih berdiri di tempatnya, menyesal adalah satu kata yang tepat untuknya sekarang.
Dia menyakiti adik yang sangat disayanginya.

‘Hyun Hyo-ah mianhae..’

Suho berjalan dengan tergesa-gesa memasuki rumah, fikirannya kini hanya tertuju pada satu orang yang telah ia sakiti tadi. Kakinya melangkah menuju sebuah ruangan di lantai dua, ruangan yang berada tepat di samping kamarnya. Kamar adiknya, Hyun Hyo

Ditekannya knop pintu yang ternyata tidak terkunci. Hening, hanya suara dengkuran halus khas orang tidur yang terdengar dari arah ranjang.
Suho menghembuskan nafas lega saat tahu adiknya tak berbuat macam-macam setelah ia menamparnya tadi, didekatinya adik satu-satunya yang tengah tertidur dengan pulas itu, membelai lembut rambut yang entah bagaimana kini telah berubah warna menjadi hitam, seperti warna rambut aslinya dulu, sebelum dia berubah jadi seperti sekarang

Sedikit disibaknya rambut yang menutupi wajah cantik adiknya itu, namun nafasnya tercekat seketika melihat noda berwarna biru di bawah mata, noda merah seperti bekas tamparan di kedua pipinya dan plester kecil yang menempel di pelipisnya. Air mata Suho turun tanpa diperintah, hatinya sakit melihat keadaan adiknya sekarang. Orangtuanya mungkin melihat rambut hijau Hyun Hyo saat pulang tadi dan membuatnya jadi seperti sekarang ini. Suho menggigit bibir bawahnya menahan isakan agar tak keluar dan membangunkan sang adik

“Appa sudah keterlaluan” gumam Suho disela isakannya.

•••

Hyun Hyo menatap nanar bayangannya di cermin, wajahnya penuh dengan luka
“Seperti anak tiri saja..”

Deg

Hyun Hyo terkejut dengan ucapannya sendiri. ‘Anak tiri? Yah aku mungkin memang anak tiri’ ucapnya dalam hati.
Melihat bagaimana orangtuanya memperlakukannya, berbeda dengan bagaimana mereka memperlakukan kakaknya. Suho anak yang pintar, mengikuti banyak ekskul disekolah, menjadi ketua Osis, selalu mendapat peringkat pertama dan mendapat banyak piala olimpiade. Berbeda dengan dirinya yang bahkan tidak mau tau tentang itu semua. Percuma dia belajar mati-matian jika yang didapat malah sebuah bentakan dan hinaan

Byangannya kembali pada 3 tahun lalu

***

Aku harus menang! Hyun Hyo fighting!
Aku terus menyemangati diriku sendiri, sembari terus berlari menuju sebuah gedung yang menjadi tempat pelaksanaan kompetisi menyanyi tingkat pelajar hari ini. Kulihat di pelataran gedung banyak siswa yang baru datang dan diantar orangtua mereka masing-masing. Ada sedikit rasa sesak didadaku melihat ini semua, aku juga ingin seperti mereka, namun buru-buru kuhapus fikiran itu dan beranjak memasuki gedung megah ini.

Sedikit ragu saat aku melangkah ke tengah stage, ini adalah hal pertama dalam hidupku. Namun perlahan kutepis semua keraguan itu, aku harus menang dan membuat appa bangga.
Perlahan kugenggam microphone dan mengarahkannya kemulutku.

Siapa yang bisa mengalahakan cerahnya sinar matahari? Jawabannya aku! Hahahah orang-orang pasti akan silau melihat senyumanku. Yah akhirnya juara pertama berhasil kudapatkan, setelah memukau juri dengan menyanyikan lagu berjudul Heaven dari penyanyi yeoja terkenal, Ailee.
Ah aku sangat bahagia sekarang dan aku tidak sabar untuk menunjukannya pada appa.

Dengan sebuah piala dalam genggaman tanganku, aku melangkah dengan mantap menuju rumah, kubuka pintu dengan sedikit keras dan berlari kedalam, teriakanku terhenti di tenggorokan saat melihat eomma tengah memeluk Suho oppa dan appa yang tengah  mengusap kepala Suho oppa dengan lembut sambil sesekali berkata “hebat! Anak appa juara satu lagi” Dan tersenyum bangga.
Kemudian pandanganku beralih ke atas meja di mana sebuah piala betuliskan ‘Juara Pertama Olimpiade Matematika’ yang sangat tinggi berdiri dengan gagahnya disana. Aku sadar pialaku tak sebesar itu, tapi setidaknya ini piala pertama yang aku dapat dalam hidupku dengan kerja kerasku sendiri tentunya. Kulangkahkan kaki mendekati eomma, appa, dan Suho oppa. Kuberikan senyum tulus untuk mereka
“Appa lihat-” ucapanku terhenti begitu appa memotongnya
“Anak nakal, darimana saja kau? Jam segini baru pulang. Kerjamu hanya main saja, lihat kakakmu ini, dia selalu rajin belajar dan dapat juara satu”
Appa menunjukku kemudian menunjuk piala diatas meja.
“Contoh kakakmu itu!”

Sakit! Sudah kuduga pasti akan seperti ini. Kulangkahkan kakiku menuju tangga tanpa menjawab pertanyaan appa
“Cih! Lihat anakmu itu. Sungguh tidak sopan!”
Lalu kulanjutkan langkahku dan berkamuflase menjadi orang tuli hingga aku sampai di kamar.

***

Dan mulai saat itu Hyun Hyo si gadis lugu mulai berubah menjadi gadis yang suka membangkang, sulit di atur, sering membolos dan pergi ke club malam hingga pulang larut. Orangtua Hyun Hyo sadar dengan perubahan yang terjadi pada anak gadisnya, namun mereka tak menganggap serius selama Hyun Hyo pulang dengan keadaan ‘baik-baik’ saja. Terdengar kejam memang tapi begitulah cara fikir orangtuanya karena mereka juga sangat sibuk dengan pekerjaannya.

Suho menekan knop pintu kamar Hyun Hyo yang ternyata tidak dikunci, dengan nampan berisi segelas susu putih dan sepiring makanan Suho memasuki kamar adiknya. Di letakannya nampan itu dengan hati-hati di nakas samping tempat tidur, tidak ada tanda-tanda keberadaan Hyun Hyo disana namun suara gemericik air dari kamar mandi menandakan bahwa ada seseorang di dalam sana. Suho berjalan mengitari kamar Hyun Hyo, sudah hampir berapa bulan ia tidak memasuki kamar ini? Ah tidak ada yang berubah, tunggu. Rasanya dulu banyak bingkai fotonya dan Hyun Hyo di sini tapi sekarang

Pintu kamar mandi terbuka “Sedang apa disini?”
Suho menoleh ke sumber suara, dimana adiknya tengah berdiri dengan baju handuk melilit tubuhnya dan rambut hitam panjang yang basah, wajahnya penuh bekas luka yang mulai membiru namun tetap tak menghilangkan kecantikannya

Suho melewatkan satu detakan jantungnya, ditenggaknya ludah dengan kasar, matanya terkunci menatap adik satu-satunya itu.
Suho tersadar lalu sedikit berdehem untuk menghilangkan sesuatu yang terasa aneh dalam tubuhnya
“Aku membawakan makanan, kau belum makan kan?”

“Aku tidak lapar” Hyun Hyo menarik knop pintu dan membukanya lebar-lebar
“Aku mau ganti baju” lanjutnya dengan wajah datar

Suho melangkah keluar tanpa satu katapun lalu menutup pintu dengan pelan, kakinya gemetar, telapak tangannya terasa dingin bahkan sedikit semburat merah terlukis di wajah mlaikatnya
“Jon Myun kau ini kenapa?” Suho memukul pelan kepalanya

TBC

Iklan

19 pemikiran pada “Forbidden Love (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s