Saranghaeyo Mr. Oh!!! (Chapter 1)

SARANGHAEYO Mr. OH!!!

 saranghaeyo Mr. Oh

 

 

Author            : Kim Mirna

Genre             : Romance, Friend, Family, School

Lenght            : Chaptered

Main Cast      : Oh Sehun aka Oh Sehun, Park Ji yeon aka Kim Ha Na, Kai aka Kai

Other Cast     : IU aka Choi Jin Ri

Annyeonghaseyo….. author dtg lg bw chap 2 nih. Aku jg ingin berterima kasih uat chigudeul yg udah comment di part seblmnya….. Gomawo…. #BOW#

Aku jg ingin ks tau klu sekarang aku gnti nm jd Kim Mirna bukan Oh Mirna lg….. kekeke

Warning : hati-hati miss Typo bertebaran……!!!! don’t copas n i hate plagiarism!!

HAPPY READING N DON’T BE A SILENT READER!!!!! ^____^

 

Chapter 1

 

Author Pov

Suasana sekolah saat ini sangat ramai tak seperti biasanya disaat-saat jam yang seharusnya masih berlangsung proses pembelajaran. Hal ini karena semua guru harus mengikuti rapat untuk membahas segala sesuatu yang menyangkut tentang sekolah tentunya.

Nampak 2 orang gadis sedang berdiri disamping kelas 3-3. Gadis itu adalah Kim Ha Na dan sahabatnya, Choi Jinri. Mata Ha Na Nampak melihat-lihat ruangan yang masih diisi oleh beberapa orang siswa saja, dia sedang mencari seseorang.

“ Ha Na-ya, sebenarnya apa yang kita lakukan disini? “ Tanya Jinri yang sedikit merasa risih karena setiap orang yang lewat memandanginya dengan tatapan yang sulit ditebak.

“ aissh… sebenarnya dia kemana? “ tanyanya tanpa ditujukan pada siapapun. Matanya masih menyelidiki ruangan itu dan ia sama sekali mengabaikan keberadaan Jinri tanpa menyadari kalau sahabatnya itu hampir mati karena merasa risih.

“Oppa….!” Pekiknya kegirangan ketika melihat sesosok namja bertubuh atletis, berkulit coklat dan berwajah tampan berjalan ke arahnya.

“ annyonghaseyo..!” sapa namja itu sambil menundukkan sedikit kepalanya ke arah Ha Na dan Jinri

“ annyonghaseyo…!” balas Jinri dan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan namja itu. Tapi beda halnya dengan Ha Na, ia bahkan tidak bergeming dari posisinya dan masih memandangi wajah namja itu dengan tatapan memuja dan senyum terkembang lebar dibibirnya. Melihat keanehan itu, Jinri menyikut siku Ha na mencoba untuk menyadarkannya dari keterpesonaanya terhadap namja yang berdiri di hadapan mereka.

“Ha na-ya…” panggil Jinri dengan suara pelan sambil menyikut kembali siku Ha Na

“ Ah… an annyonghaseyo…!” sapanya tergagap ketika sudah tersadar dari keterpesonaannya

“ sedang apa kalian disini? “ Tanya namja itu kemudian dengan ekspresi bingungnya

“ HhmMm….. oppa, kau sudah makan siang?” Tanya Ha Na tanpa basa basi dan tidak memperdulikan pertanyaan namja itu.

“ ne? ” namja itu tampak bingung dengan sikap Ha Na

“aku ingin mengajakmu makan siang bersama, oppa maukan? ”

“ ah…. Mianheamnida Ha Na’ssi tapi aku sudah makan siang” timpal namja itu dengan dengan sedikit ekspresi menyesal di wajahnya.

“ jinja??? Aisshh…. Padahal aku ingin sekali makan siang berasama oppa”

“ sekali lagi aku minta maaf ”

“ ahh… ani… oppa tidak usah minta maaf, masih ada lain waktu, kalau begitu aku pergi dulu. Jinri-ah kajja” ujar Ha Na sambil menarik tangan Jinri yang sedari tadi mematung disitu.

Belum cukup 2 menit Ha Na dan Jinri berbalik meninggalkan namja tampan itu, tiba-tiba saja terdengar suara namja lain memanggil namja itu.

“ Kai-ah !“ panggil Namja yang tampak seperti preman itu, cara berpakaiannya tidak rapi, baju yang harusnya di masukkan dengan rapi kedalam celana malah ia biarkan sebagian tergerai keluar dan rambutnya nampak berantakan.

“ ah.. Sehun-ah” sahut namja tampan yang ternyata bernama Kai itu.

“waeyo?” sambungnya ketika namja yang memanggilnya itu sudah berada tepat dihadapannya

“siapa yeoja-yeoja yang berbicara denganmu tadi?” Tanya Sehun yang ternyata melihat Kai, Ha Na dan Jinri sedang berbicara dari kejauhan

“ ah itu, hanya seorang fans..” timpalnya singkat sambil tersenyum bangga

“ Mwo? aissHh…. Ternyata masih ada juga yoeja bodoh yang fans denganmu….” Ledek Sehun yang langsung disambut dengan jitakan kai.

“ Ya….!!!!” Pekik Sehun

***

Sehun Pov

Aku berjalan menelusuri gang kecil yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari sekolah, gank itu cukup sempit dan juga gelap. Aku berjalan dengan kepala sedikit kutundukkan sambil menendang-nendang batu-batu kecil yang ada dihadapanku. Namun Tiba-tiba saja langkahku terhenti ketika suara yang sangat tidak enak di dengar memerintahkanku untuk berhenti.

“ ya…!!! Oh Sehun berhenti kau! “

Aku berbalik ke asal suara yang meneriakiku itu dan aku mendapati segerombolan pria yang penampilannya lebih berantakan daripada aku.

“ Aisshh…. Namja-namja bodoh itu lagi “ desisku lalu aku berbalik dan melanjutkan langkahku tanpa memperdulikan mereka.

“ ya!!!! Kau tidak mendengarku? Aku bilang kau berhenti!” teriak salah satu namja itu lagi dengan suara yang lebih keras namun aku tetap tidak memperdulikannya, aku tetap melanjutkan langkahku. Aku malas berurusan dengan mereka lagi, aku sudah cukup mendapat banyak masalah setelah bertemu mereka.

PLUUUkKK!!!

Tiba-tiba saja aku merasakan benda kecil mendarat dibelakang kepalaku. Ternyata mereka melemparku dengan batu, tapi untung saja tidak berdarah. Sekarang aku benar-benar kesal dengan segerombolan namja-namja  bodoh itu, mungkin mereka harus mendapat perlakuan keras agar mereka berhenti dari aksi konyol mereka. Aku berjalan mendekati mereka.

“ Mwoya? Apa kalian tidak kapok setelah kalian ku buat benjol beberapa hari yang lalu? ” ujarku sedikit meledek sambil tersenyum sinis pada mereka. Aku bisa melihat dengan jelas ekspresi kemarahan mereka, ekspresi yang siap membunuh.

“ Hhhaaa….neo, tidak akan kubiarkan lolos hari ini. ya! Apa yang kalian lakukan? cepat hajar bocah kecil ini hingga dia tidak bisa tersenyum ” ujar namja yang berdiri tepat di hadapanku, tampaknya dialah leadernya. Seketika saja, segerombolan namja yang berdiri di belakangnya maju untuk menghajarku.

Serangan demi serangan yang dilayangkan kepadaku aku tangkis, aku cukup terlatih dalam hal bela diri karena beberapa tahun yang lalu aku sempat mempelajarinya sebagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Satu persatu dari mereka sudah ku buat KO. Namja yang sedari tadi berdiri itu nampak terkejut ketika melihat satu persatu anggotanya telah lemah. Aku cukup kewalahan karena anggota mereka kali ini lebih banyak dari sebelumnya. Tiba-tiba saja aku merasakan benda keras mendarat tepat dipunggungku yang sukses membuatku lemah dan terjatuh, aku merintih kesakitan. Ternyata namja yang dari tadi berdiri itu tiba-tiba saja memukulku dari belakang ketika aku sibuk menangkis serangan anggotanya.

Seluruh anggota yang sudah ku hajar habis-habisan tiba-tiba saja bangkit ketika melihatku tersungkur, mereka membalas setiap serangan yang aku berikan kepada mereka tadi. Aku bisa merasakan tubuhku di tendang dan di pukuli habis-habisan oleh mereka. Namun sebelum kesadaranku menurun, secara samar-samar aku melihat sesosok pria jangkung dengan tubuh atletis menghampiriku. Aku sempat melihatnya memukul jatuh salah satu dari orang yang mengeroyoku dan akhirnya aku betul-betul tidak sadarkan diri.

***

            Perlahan sehun membuka matanya dan samar-samar lalu semakin jelas ia melihat pemandangan di ruangan yang jauh berbeda dengan keadaan tempat tinggalnya. Namun walaupun begitu ia kenal betul dimana ia berada sekarang. Ia berada di rumah Kai.

“ jadi Kai yang menolongku” batinnya sambil mengelus kepalanya yang masih terasa sakit dan berusaha untuk duduk.

Pintu kamar tebuka dan seorang wanita paruh bayah masuk menghampirinya sambil membawa nampan yang berisi makanan. Ibu Kai.

“Aigoo…sebenarnya apa yang kau lakukan di luar sana hingga bisa seperti ini Huh?” ujar ibu Kai seraya menggeleng-gelengkan kepala. Sekarang ia sudah duduk dekat Sehun dan menatap sedih pada namja di hadapannya itu.

“mianhe ommanie, aku sudah membuatmu khawatir” sahut sehun dengan rasa bersalah dan kemudian menunduk

“aku tidak menyalahkanmu atas apa yang terjadi, aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. Kau sudah ku anggap seperti anakku sendiri, kau mengertikan maksudku?” ujar wanita itu penuh ketulusan sambil mengelus lembut kepala Sehun. Tanpa sadar, airmata Sehun mulai membasahi kedua pipinya. Ia sangat terharu dengan ucapan dan sikap ibu Kai terhadapanya yang sudah menyayanginya dan menganggapnya seperti anaknya sendiri. Ia sudah lama tidak merasakan belaian dan kehangatan seorang ibu.

Pintu kamar terbuka untuk kedua kalinya, kini Kai yang datang. Melihat kedatangan Kai, Sehun dengan spontan menyeka airmatanya.

“kau sudah baikan?” Tanya Kai dengan sedikit khawatir kemudian duduk sebelah kiri Sehun (ibu Kai duduk sebelah kanan. Biar jelas. Hehehe)

“ Ne “

“ ya!! Kau harus meminta maaf pada ommaku, dia sangat khawatir padamu, arasseo?” bentak Kai tiba-tiba yang berpura-pura kesal terhadap Sehun.

“ Arasseo, kau tidak perlu memberitahuku, aku sudah melakukannya” timpal Sehun lalu mencibir kesal

“jinja? Omma, apa betul dia melakukannya” selidik Kai sedikit tidak percaya

“aisshh…. Jangan memarahinya lagi, dia tidak punya kesalahan yang harus dimintai permohonanmaafnya. Sehun-ah kau makanlah makanan ini lalu istirahat, aracchi??” ujar ibu Kai lalu meninggalkan mereka berdua.

“Ne ommonie”

“HHu…ige Mwoya? Kenapa omma selalu membela anak nakal ini?”kesal Kai tapi tidak dihiraukan oleh ommanya. Sehun yang melihat tingkah Kai hanya bisa tersenyum geli.

“apa masalahmu dengan mereka?” Tanya Kai ketika ommanya sudah keluar kamar.

“mereka hanya ingin balas dendam kepadaku karena satu minggu yang lalu aku mengacaukan rencana mereka merampok seorang ajhumma”

“Mwo? Aishh… namja-namja itu benar-benar tidak bisa dibiarkan. Gendwe, kau tetap harus hati-hati, mungkin mereka akan kembali lagi dan jangan sampai pihak sekolah tau kalau kau bertengkar dengan mereka. Kau sudah terlalu sering masuk kantor gara-gara masalah seperti ini” ujar Kai panjang lebar memberi peringatan pada Sehun. Dia benar-benar khawatir terhadap sahabat yang sudah dianggapnya saudara itu.

***

Kim Ha Na Pov

Aku terduduk lesu di dalam kelas bagaimana tidak, dalam seharian ini aku belum ketemu dengan my Prince, yaa… wajarlah karena dia sangat sibuk mengingat tugasnya sebagai ketua osis. Aku benar – benar jatuh hati padanya saat pertama kali aku pindah dari Amerika.

Flashback On

“Aisshh…. Aku benar-banar babo bagaimana mungkin aku tidak mengecek sekolah ini sebelum aku pindah, aku bahkan tidak tahu dimana kantornya” Hardikku kesal pada diri sendiri. Hari ini hari peratamaku sekolah di Seul Senior High School tapi aku malah kesiangan dan saat aku tiba di sekolah semua guru dan siswa sedang sibuk dengan proses pembelajaran jadi tak ada tempatku untuk bertanya. Aku terus berjalan tanpa arah menyusuri koridor sekolah.

aisshh…. Sekolah ini benar-benar luas, mencari kantor saja sangat sulit” kesalku lagi, aku benar-benar putus asa sekarang karena aku tak kunjung menemukan kantor sekolah ini, aku malah sampai di tempat yang aku pikir ini adalah taman sekolah.

Sekarang aku benar-benar putus asa dan aku putuskan untuk pulang saja tapi sesuatu terjadi saat aku berbalik, aku malah menginjak lubang kecil yang ada di belakangku dan berhasil membuat pergelangan kaki kiriku terkilir.

“Awww, sakit sekali!!” aku mencoba untuk berdiri tapi nihil aku bahkan tidak bisa menggerakkan kaki kiriku

“ahh… ottokhe.. ottokhe?” rasanya aku benar-benar ingin menangis

“Gwencana???” Tanya seseorang yang sudah berdiri di hadapanku, tadi aku tidak terlalu memperhatikan kalau ada orang yang datang. Aku mengangkat wajahku untuk melihat siapa gerangan pemilik suara lembut itu dan….. WOW!!! Dia tampan sekali. Aku hanya bisa tertegun memandangi wajahnya. Dia kemudian menunduk dan mencoba melihat pergelangan kakiku. Wajahnya dengan wajahku semakin dekat dan itu suksess membuat jantungku berdetak tak karuan.

“apa pergelangan kakimu sakit?” Tanya namja itu lagi namun aku hanya diam memandangi wajahnya. Mungkin dia merasa aneh dengan sikapku, ia kemudian melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajahku.

“gwencana?”

“aHh…. Ne I’m Okay.. ahh ani I’m not okay” jawabku gelagapan

“jinja? Baiklah kalau begitu aku bantu kau ke UKS”

Sejak kejadian itu aku benar-benar jatuh hati pada Kai Oppa, dia seniorku dan juga ketua osis. Tidak hanya hari itu dia membantuku, dia bahkan membantuku bersosialisasi di sekolah, dia selalu tersenyum dan ramah. Nan jeongmal Johae!!!!

Flashback Off

“ Ha Na-Ya….!!!!!!” teriak Jin Ri tepat didekat telingaku yang otomatis membuat lamunanku buyar. Ternyata Jin Ri sudah lama berada disampingku dan memanggilku namun aku terlalu asyik melamun tentunya karena My Prince…..

“ Mwoya??? Kenapa kau berteriak begitu keras???” sungutku kesal, gendang telingaku rasanya ingin pecah gara-gara suara cempreng Jin Ri.

“ kalau aku tidak berteriak, apa kau akan mendengarku hah?? Lagian, apa yang kau lamunkan sampai begitu seriusnya??” celoteh Jin Ri dengan nada kesal.

“ aku tidak akan memberitahumu”

“ Yaa!!! Beritahu aku!”

“ Shireo!!”

“aissshhh… jinja… kau benar-benar menyebalkan….!!” desis Jin Ri dan diikuti dengan ekspresi kesalnya dan memalingkan wajahnya dariku.

“ Jin Ri-ya… apa kau marah??? “

Jin Ri tidak menjawab pertanyaanku dan masih memalingkan wajahnya….

“ arasseo….. tadi aku sedang melamun tentang…” dengan cepat Jin Ri memalingkan kembali wajahnya padaku dengan ekspresi penasarannya menunggu lanjutan perkataanku dan itu membuatku benar-benar ingin tertawa, aku berhasil menjahili sahabatku itu.

“ aku sedang melamun tentang…. nappeun namja!!!” aku berniat melanjutkan perkataanku namun saat itu namja yang membuatku terjatuh tiba-tiba lewat di depan kelas dan dengan otomatis aku menyebut “nappeun namja” dan berhasil membuat Jin Ri salah paham.

“ mwo??? Nappeun namja??? Nuguya???”

“ ah… Jin Ri-ya… mianhe, nanti kita lanjutkan, aku harus pergi” aku bergegas pergi mengejar nappeun namja itu tanpa menjawab pertanyaan Jin Ri

***

“ Yaaa!!! Nappeun namja… berhenti kau” teriakku dengan napas ngos-ngosan setelah berhasil mengejar namja itu

Namja itu berbalik dengan ekspresi datarnya, dia kemudian melihat kekanan dan kekiri untuk memastikan apakah panggilan itu ditujukan padanya.

“ Neo memanggilku?” tanyanya sambil mengarahkan telunjuknya di depan wajahnya

“ tentu saja, kalau bukan kau siapa lagi, disini tidak ada orang selain kita berdua…” sungutku kesal sambil berjalan ke arahnya agar jarak kita tidak terlalu jauh. Setelah tepat di hadapan namja itu, aku memperhatikannya dari ujung kaki sampai ujung kepala, ekspresinya tetap dingin dan wajahnya nampak kebiruan, seperti bekas tinju seseorang tapi itu wajar saja dilihat dari penampilannya pasti dia seorang preman pikirku.

“ neo harus bertanggung jawab!!!” pintaku kemudian dan berhasil membuat ekspresi namja didepanku ini berubah menjadi ekspresi kebingungan

“ apa aku mengenalmu???” tanyanya dingin

“ mwo??? Apa kau tidak mengingatku??” tanyaku kesal

Kulihat namja itu sedang berusaha mengingatku

“ aaahhh…. neo yeoja aneh yang kemarinkan???”

“ mwo???”

“ kenapa kau memanggilku??”

“ yaaa…!!! apa kau lupa? Kemarin kau sudah membuatku terjatuh dan kau bahkan pergi tanpa membantuku”

“ lalu??? “

“ tentu saja kau harus bertanggung jawab, setidaknya kau harus minta maaf lebih dulu…”

“ kenapa aku harus minta maaf? itu bukan kesalahanku dan juga aku tidak mungkin membantu orang yang sedang melakukan pelanggaran” ujar namja itu yang berhasil membuatku kehabisan kata-kata. Aku hanya bisa memandanginya dengan tatapan tajamku

“ mwo?? Apa masih ada lagi yang ingin kau katakan??? Kerom…. hakke…” ujar namja itu tanpa memperdulikanku yang sedang kesal, dia pergi tanpa rasa bersalah. Aku rasanya ingin berteriak kesal, jantungku terasa sakit karena manahan kekesalanku.

“ awas kau nappeun namja…. aku tidak akan membiarkanmu!!!!”

***

AUTHOR POV

“ Kau belum bisa membawanya kembali? “ kata seorang Pria yang berumur sekitar 39 tahun itu, walaupun usianya sudah mulai menua namun tidak dengan penampilan dan wajahnya, Ia masih tampak mudah dan masih jelas raut ketampanannya saat ia masih muda.

“ Ne Tuan, Tuan muda sangat kuat dan keras kepala, ia bersihkeras tidak ingin kembali kesini lagi…” ujar Pria satunya lagi yang berdiri tepat dibelakang pria tadi. Pria itu nampak seumuran dengan pria yang didepannya.

“ Hhhaa….. dia benar-benar sepertiku. Pantau terus apa yang dia lakukan dan laporkan padaku”

“ Ne Tuan “

***

“ Yaa!!! Pelan-pelan mengangkatnya… kalau itu sampai pecah apa kau akan menggantinya hhaa???” sungut seorang pria paruh bayah pada salah satu pekerjanya

“ Ne ajhussi “

“ aisshhh… jinja… dia hanya bisa berteriak… kenapa bukan dia saja yang melakukannya “ desis namja yang dimarahi tadi yang ternyata adalah Oh Se Hun. Dia bekerja sebagai buruh untuk memenuhi kehidupannya.

“ sudahlah…. kalau kau masih ingin bekerja, jangan ambil hati perkataannya” kata Kai menenangkan Se Hun. Kai juga bekerja sebagai buruh.

“ arasseo….” sungutnya kesal dan kemudian melanjutkan pekerjaannya, Kai yang menyaksikan tingkah laku Se Hun hanya bisa tersenyum.

***

“ Aaarggghh….. aku benar-benar lapar…” kata Se Hun dengan setegah berteriak, mereka sedang dalam perjalan pulang ke rumah Kai

“ yaa!! Berhenti berteriak “

“ kira-kira eommamu masak apa hari ini?”

“ tentu saja dia masak makanan kesukaanmu, aissh… aku benar-benar seperti anak tiri saja, kenapa eommaku hanya memasak makanan kesukaanmu saja ”

“ tentu saja…. karena aku maknae… hehehe ”

“ mwo?? Gwerom… panggil aku hyung, palli!! “ ujar Kai sambil menjepit kepala Se Hun diketiaknya

“ yaa… lepaskan, ketiakmu bau “

“aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memanggilku Hyung “

“ Shireo !!“ kata Se Hun dan Kai semakin memeprkuat jepitannya dan membuat Se Hun kewalahan

“ Arasseo… arasseo… lepaskan aku dulu” Ujar Se Hun mengalah

“ cepat katakan “

“ Mmm…. H…. Shireo!! “ teriak Se Hun tepat didepan wajah Kai dan berlari menjauhi Kai yang hendak menjitaknya karena kesal

Mereka berdua tampak bahagia, mereka kejar-kejaran tampak seperti anak kecil. Mereka berdua memang seperti saudara karena sejak kecil mereka selalu bersama. Dulunya Kai adalah tetangga Sehun sebelum mereka pindah ke Seoul.

***

“ yaaa!!! Kamu lagi???? “ teriak Satpam sekolah ketika melihat Kim Ha Na terlambat lagi.

“ Ne… ajhussi…. bagaimana kabarmu hari ini? ” ujar Ha Na manis (sedikit dipaksakan) dengan tujuan mengambil hati Pak Satpam agar Ia mau membuka pintu gerbang.

“ yaa… jangan berpura-pura tanya kabarku, pikirkan saja dirimu yeoja nakal..” sungut Ajhussi itu kesal

“ ajhussi….. tidakkah kau berpikir kalau kita semakin akrab eoh?? ”

“ mwo??? Aigooo… aku benar-benar tidak mengerti anak jaman sekarang…. yaa… apa orangtuamu mengetahui hal ini? ”

“ tentu saja “ jawab Ha Na singkat dengan espresi tidak bersalahnya yang justru menambah kekesalan Ajhussi didepannya itu.

“yaa… ooOoo kau terlambat juga “ Ajhussi itu hendak memarahi Ha Na namun perkataannya terpotong karena ada satu lagi siswa yang datang terlambat dan berjalan dengan santainya menuju gerbang, Ha Na langsung berbalik untuk melihat siapa gerangan siswa yang dimaksud ajhussi itu dan betapa kagetnya ia ketika melihat Namja yang terlambat itu ternyata Namja yang begitu menyebalkan baginya, mata Ha Na membelalak dan mulutnya membentuk huruf O.

“ Ajhussi… buka pintunya….!!” perintah namja itu dengan tatapan evilnya dan berhasil membuat Ajhussi didepannya merinding.

“ Ne… k-kau masuklah… “ ujar ajhussi dengan sedikit ragu-ragu yang seketika membuat Ha Na naik pitam…..

“ Ajhussi!!! Kenapa kau berbuat seperti itu…. aku yang datang lebih awal dari dia tidak kau izinkan masuk,, ini tidak adil…..!!! “

“ Aiiisshhh…. diamlah kalau kau masih ingin hidup…” bisik Ajhussi dan berusaha menutup mulut Ha Na yang langsung ditepis Ha Na

“ mwo…??? aisshhh… jinja…. yaa!!! Nappeun namja, kau pikir kau siapa bisa masuk seenaknya, kau itu terlambat “ sungut Ha Na yang langsung dibalas dengan tatapan evil Se Hun.

“ ada apa ribut-ribut? “ tanya seseorag yang tiba-tiba muncul didepan mereka, merea bahkan tidak mendengar suara langkahnya (seperti hantu…. hohoho)

“ Kang-In songsaengnim !!! “ Sapa Ha Na dan Ajhussi Satpam serentak dan sedikit membungkuk tapi tidak halnya dengan Se Hun, dia masih berdiri mematung dengan ekspresi dinginnya.

“ apa kalian berdua terlambat? ”

“ N’Ne sengseonim “ jawab Ha Na ragu-ragu dan seketika Se Hun meliriknya kesal membuat Ha Na sedikit merinding (tatapan Se Hun horor ).

“ hhaa…. kalian berdua ikut saya keruang guru “

“ Ne “

***

“ Aisshh…. jinja…. yaa… yeoja aneh ini semua karena kebodohanmu…” sungut Se Hun Kesal karena harus menjadi relawan sekolah yaitu membersihkan toilet selama 1 minggu setelah pulang sekolah sebagai hukuman atas keterlambatan mereka.

“ Mwo??? Yaa… memberhenti menyalahkanku, kau juga terlambat…. “ Ha Na tak kalah marah

“ kalau kau tidak menghalangiku masuk, aku pasti tidak berada disini “

“ jadi kau ingin melarikan diri?? Kau juga terlambat jadi kau juga wajib dihukum arasseo??? “

“ hheee…. kau benar-benar punya nyali ??? “ ucap Se Hun dengan nada sedikit horor, ia berjalan kearah Ha Na dan semakin memojokkan Ha Na ditembok. Ha Na ingin menghindari aksi Se Hun namun langkahnya terhenti ketika tubunhya menyentuh tembok itu berarti ia tidak dapat menghindari Se Hun yang semakin dekat dengan tubuhnya, wajahnya semakin dekat dengan wajah Se Hun hanya beberapa senti saja, suara nafas Se Hun jelas terdengar oleh Ha Na, aroma tubuh Se Hun menyeruak diindra penciuman Ha Na dan entah mengapa tiba-tiba jantung Ha Na berdetak tak karuan, ia mulai gugup dengan aksi Se Hun yang semakin memojokkannya.

“ y yaa.. a-apa yang ingin kau lakukan?” ucapnya terbata

“ Pabo !!! bersihkan toilet ini sendiri….” bisik Se Hun sambil tersenyum evil

“ mwo??? Yaa kau mau kemana??? “ teriak Ha Na kesal pada Se Hun yang sudah berjalan keluar toilet tapi teriakan Ha Na tidak membuat Se Hun seketika berbalik, ia justru hanya melambaikan tangannya kebelakang yang sukses membuat Ha Na semakin naik pitam.

“ Nappeun namjaaaaa “ teriak Ha Na kesal

TBC

Akhirnya kelar jg…… mian klu crtanya kependekan, krn berhubung otak author saat ini jg lg pendek, mksudnya mikirnya pndek alias kehabisan kt2 or speechless…. >.<

Jgn lp comment ya…..

See you next chap….. bye bye….!!!! #melambai-lambai bareng Sehun#

17 pemikiran pada “Saranghaeyo Mr. Oh!!! (Chapter 1)

  1. Thoorrr… Aku mau ralat beberapa kata, hoho, Gendwe = Keudae, Kerom = Keureom, Hakke = Halkke, terua alurnya agak ngebingungin hihi xD tapi bagus kookk, Next ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s